cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 262 Documents
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PELAJAR SMA X SURAKARTA TENTANG PERUNDUNGAN Maulia, Bilqis Saptira; Basworo, Wikan; Wiraagni, Idha Arfianti; Tri Artanti, Martiana Suciningtyas; Amalia, Salsha
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.6161

Abstract

Latar belakang: Kasus perundungan antar pelajar masih marak terjadi. Survei nasional tahun 2018 menunjukkan dua pertiga anak usia 13–17 tahun mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan. Pemahaman siswa mengenai perundungan berpotensi memengaruhi sikap serta responnya terhadap perilaku tersebut. Penelitian ini sejalan dengan SDG 4 dan SDG 16 dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pengetahuan dasar dan menganalisis pengaruh edukasi terhadap perubahan pengetahuan pelajar kelas X dan XI di SMAN 3 Surakarta tentang perundungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental one group pre-test post-test dengan total sampel sebesar 98 responden. Edukasi dilaksanakan selama 30 menit menggunakan media PowerPoint. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun peneliti dan telah terbukti valid (r 0,361; p 0,05) serta reliabel (α = 0,698). Dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu Wilcoxon Signed Ranked Test dan Chi-square Test dengan SPSSv27. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,83 menjadi 8,76. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi terhadap perubahan pengetahuan responden mengenai perundungan (p-value 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan dasar responden tentang perundungan berada dalam kategori tinggi. Pemberian edukasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan responden mengenai perundungan.
VIRTUAL REALITY (VR) DENGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM IMPLEMENTASI REHABILITASI PSIKOSOSIAL ODGJ Yolanda, Yola; Febriyanti, Febriyanti; Guslinda, Guslinda
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7447

Abstract

Pendahuluan: Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi psikososial yang efektif. Keterbatasan tenaga profesional dan fasilitas layanan menimbulkan kebutuhan inovasi terapi, termasuk penggunaan Virtual Reality (VR). Teknologi ini berpotensi menciptakan lingkungan simulatif aman yang mampu meningkatkan fungsi sosial dan emosional Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest pada 10 ODGJ yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi VR diberikan selama tiga hari. Empat aspek perilaku psikososial diukur, yaitu emosi-afektif, interaksi-komunikasi, kognitif-adaptif, dan motorik-fisik. Analisis dilakukan menggunakan Paired T-test untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skor rata-rata perilaku psikososial sebelum intervensi adalah 1,24 (SD 0,18), menggambarkan kemampuan awal yang rendah dan homogen. Setelah diberikan intervensi VR, skor meningkat menjadi 2,37 (SD 0,20), dengan selisih 1,13 poin. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan (p0,00). Perbaikan terlihat pada regulasi emosi, kemampuan interaksi, respons kognitif, serta koordinasi motorik; responden menjadi lebih tenang, lebih komunikatif, dan mampu mengikuti instruksi simulasi dengan lebih baik. Kesimpulan: Intervensi VR terbukti efektif meningkatkan fungsi psikososial ODGJ dalam waktu singkat. Lingkungan virtual yang imersif memfasilitasi pembelajaran sosial dan emosional tanpa risiko stigma, sementara pendekatan terapi digital ini membantu secara personal. VR dapat menjadi alternatif inovatif pendukung terapi konvensional dalam upaya rehabilitasi psikososial di layanan kesehatan jiwa.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI WILAYAH RUMAH SAKIT X Enggarwati, Pandan Enggarwati; Iksan, Ricky Riyanto; Setianingrum, Rita Setianingrum; Muftadi, Muftadi Muftadi
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7616

Abstract

Latar belakang:  Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial pasien, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor psikososial yang berperan penting dalam pengelolaan penyakit kronik adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menjalankan perawatan diri dan menghadapi kondisi penyakit. Self-efficacy yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan terapi serta kualitas hidup pasien GGK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di Wilayah Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien GGK yang menjalani perawatan di Rumah Sakit X. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Self-efficacy diukur menggunakan kuesioner self-efficacy yang telah tervalidasi, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen kualitas hidup pasien ginjal. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien GGK (p 0,05). Pasien dengan self-efficacy tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien dengan self-efficacy rendah. Nilai Odds Ratio menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien GGK. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Peningkatan self-efficacy perlu menjadi fokus dalam asuhan keperawatan dan intervensi edukatif untuk mendukung kualitas hidup pasien GGK. Kata kunci: Self-Efficacy, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GADGET DAN POLA ASUH DENGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS PADA ANAK 5-6 TAHUN DI TK X Sari, Novita; Risnawati, Risnawati; Meihartati, Tuti; Masyita, Gita
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7376

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan gadget pada anak usia dini semakin meningkat, bahkan melebihi satu jam per hari. Durasi yang berlebihan berdampak negatif terhadap menurunnya konsentrasi anak, anak kesulitan dalam kehidupan sosial, gangguan perkembangan otak dan berdampak pada pendidikan dimasa depannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dan pola asuh dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak 5–6 tahun di TK Kartika V-11. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling yaitu pengambilan sampel secara tidak acak sampel sebanyak 35 anak usia 5-6 tahun di TK Kartika V-11. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner durasi penggunaan gadget, kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version dan kuesioner Abbreviated Conners Teacher Rating Scale, dengan analisis Fisher exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan durasi penggunaan gadget terhadap gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak di TK Kartika V-11 dengan nilai p-value 0,015 (nilai p 0,05) dan tidak terdapat hubungan pola asuh terhadap gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak di TK Kartika V-11 dengan nilai p-value 1.000 (nilai p 0,05). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kejadian GPPH, namun pola asuh tidak berkaitan. Meski begitu, penggunaan gadget berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi perkembangan anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pembatasan durasi gadget sesuai dengan usia dan pola asuh orang tua untuk mencegah GPPH pada anak prasekolah.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Putri, Sekar Ayu Elisa; Anggraeni, Atika Dhiah
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7068

Abstract

Pendahuluan: Diare merupakan penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), ditandai frekuensi BAB berlebih dengan konsistensi feses cair. Anak-anak rentan terkena diare karena sistem imun yang belum optimal. Kecamatan Cilongok menempati angka tertinggi kejadian diare pada anak se-kabupaten Banyumas. Faktor penyebab diare di Cilongok meliputi faktor sosiokultural seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua, serta faktor pola hidup seperti penerapan hand hygiene dan kualitas makanan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi diare pada anak usia prasekolah, meliputi faktor sosiokultural dan faktor pola hidup. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control study bersifat retrospective. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi-square dan binary logistic. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin anak (p0.05) dan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan orang tua, penerapan hand hygiene, dan kualitas makanan (p0.05) terhadap kejadian diare. Analisis multivariat diperoleh faktor dominan adalah kualitas makanan (p=0.000). Kesimpulan: Hasil menunjukkan variabel tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan orang tua, penerapan hand hygiene, dan kualitas makanan berhubungan terhadap kejadian diare pada anak usia prasekolah, sedangkan faktor dominan yang paling berpengaruh adalah kualitas makanan. Kata Kunci: Analisis faktor, diare, anak prasekolah 
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT BERDASARKAN PERSEPSI PASIEN DI PUSKESMAS X PEKANBARU 2025 Wulandini, Putri; Sukarni, Sukarni; Gustrianti, Fera
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7397

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang direncanakan secara sadar yang bertujuan untuk kesembuhan pasien. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Gambaran komunikasi Terapeutik perawat berdasarkan persepsi pasien. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X Kota Pekanbaru pada tanggal 17 Januari- 23 Januari 2025. Metode: penelitian menggunakan deskriptif, sederhana.  populasi dalam penelitian ini seluruh pasien yang datang ke Puskesmas untuk menerima pelayanan kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 156 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan komunikasi terapeutik di Puskesmas Kurang baik dengan nilai persentase (50.6%).  Saran dari hasil penelitian ini diharapkan, pihak puskesmas dapat memberikan pelatihan Komunikasi Terapeutik untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi terapeutik dalam memberikan pelayanan. 
DAMPAK MULTIFAKTORIAL USIA, OBESITAS DAN MEROKOK TERHADAP KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN MOTILITAS SPERMA PADA PRIA INFERTIL Ghiffary, Digmar Rachmat; Wahyuni, Yosha Putri; Heristyorini, Ayodya; Amalia, Muttia
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7387

Abstract

Pendahuluan: Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah periode 12 bulan atau lebih, meskipun telah melakukan hubungan seksual secara rutin (sekurang-kurangnya dua hingga tiga kali per minggu) tanpa menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Faktor-faktor tertentu yang dapat memperbesar kemungkinan risiko gangguan kesuburan pada pria yaitu kelainan genetik, kelainan anatomis, usia, paparan zat logam, penggunaan rokok, alkohol, penggunaan obat-obatan, intensitas olahraga, obesitas, dan gangguan hormonal. Tujuan:  Menganalisis dampak multifaktorial dari usia, obesitas dan kebiasaan merokok terhadap karakteristik morfologi dan motilitas sperma pada pria infertil yang menjalani pemeriksaan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik berdesain cross-sectional. Data   diperoleh   secara sekunder dari Instalasi Andrologi dan rekam medis pasien yang menjalani pemeriksaan analisis sperma di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Seluruh populasi penelitian, berjumlah 37 orang, dijadikan sebagai responden melalui pendekatan total sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak multifaktorial antara usia dengan morfologi (p = 0,07) dan motilitas (p = 0,163) tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Sedangkan obesitas (p = 0,00) dan merokok (p = 0,00) menunjukkan dampak yang signifikan terhadap morfologi sperma. Selain itu, obesitas (p = 0,001) dan merokok (p = 0,001) juga memiliki dampak yang signifikan terhadap motilitas sperma. Diskusi: Obesitas dan merokok memiliki dampak signifikan terhadap morfologi dan motilitas sperma pada pasien pria infertil di RSPAD Gatot Soebroto
HUBUNGAN KETERPAPARAN MEDIA SOSIAL PADA IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI HUMAN PAPPILOMA VIRUS Lamis, Reysa; Yulinawati, Catur; Gemini, Savitri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7354

Abstract

Pendahuluan: Kanker serviks 99% disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Upaya pencegahan primer yang efektif melalui imunisasi HPV terutama diberikan pada anak perempuan usia 9 hingga 13 tahun. Namun, cakupan imunisasi HPV di Indonesia hanya mencapai 55%. Salah satu faktor yang memengaruhi keputusan ibu dalam memberikan imunisasi adalah keterpaparan informasi melalui media sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterpaparan media sosial pada ibu terhadap pemberian imunisasi Human Pappilona Virus (HPV) di SD IT Luqman Al Hakim 02 Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam Tahun 2025. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu siswa kelas 5 dan 6 di SD IT Luqman Al Hakim 02 sebanyak 87 ibu dengan menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu termasuk dalam kategori terpapar media sosial sebanyak 52 orang (59,8%) dan sebanyak 64 anak (73,6%) telah diberikan imunisasi HPV. Hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,001 0,05 sehingga terdapat hubungan signifikan antara keterpaparan media sosial pada ibu dengan pemberian imunisasi HPV. Kesimpulan dan Saran: Media sosial berperan dalam memengaruhi keputusan ibu terkait imunisasi HPV dan diharapkan instansi pemerintah memperkuat peran media sosial sebagai saran edukasi publik dengan menyediakan konten yang informatif mengenai imunisasi HPV pada anak sekolah dasar yang mudah dipahami oleh masyarakat.
HUBUNGAN FREKUENSI KEHADIRAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS X KABUPATEN SUKABUMI Anggraeni, Rini; Widowati, Retno; Choirunissa, Risza
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7042

Abstract

Pendahuuan: Program kelas untuk ibu hamil adalah salah satu inisiatif yang diluncurkan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menurunkan kematian ibu di tanah air. Setiap ibu hamil diharuskan mengikuti kelas hamil minimal empat kali dengan materi yang mencakup tanda bahaya persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 pasien ibu hamil dari mulai trimester 1, 2 dan 3. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner yang berisi karakteristik responden pengetahuan dan sikap mengenai tanda bahaya kehamilan. Kuesioner ini mengadopsi dari penelitian terdahulu yang sudah diuji validitas dan reabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan tidak ada hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan (p value =0,123), dan terdapat hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan sikap ibu mengenai tanda bahaya kehamilan (p value=0,032) di Puskesmas Limbangan Sukabumi Diskusi: Dapat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Terdapat hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan sikap ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Saran: Kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan. 
PENGARUH KOMPRES LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PENURUNAN NYERI PEMBENGKAKAN PAYUDARA IBU NIFAS Felganelsy, Ardinda; Yulinawati, Catur; Desy, Desy
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7353

Abstract

Pendahuluan: Periode pascapersalinan merupakan fase krusial bagi ibu karena rentan terhadap komplikasi, salah satunya pembengkakan payudara yang dialami 65–75% ibu menyusui di seluruh dunia. Data nasional mencatat prevalensi komplikasi nifas 9,1% dengan pembengkakan payudara menjadi yang tertinggi yaitu 4,1%. Kondisi ini menghambat pemberian ASI, dan berisiko berkembang menjadi mastitis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif adalah kompres lidah buaya (Aloe vera), yang mengandung asam salisilat sebagai analgesik alami dan efek antiinflamasi.Tujuan: Mengetahui pengaruh kompres lidah buaya (Aloe vera) terhadap penurunan nyeri pembengkakan payudara pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah ibu nifas yang mengalami nyeri pembengkakan payudara di wilayah kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam. Sampel sebanyak 16 orang menggunakan teknik purposive sampling. Penilaian nyeri menggunakan lembar observasi nyeri Numeric Rating Scale (NRS) dengan kategori 0: (tidak nyeri), 1–3 (nyeri ringan), 4–6 (nyeri sedang). Intervensi kompres lidah buaya dilakukan selama 4 hari dengan durasi 10–15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasil: Rerata skala nyeri sebelum intervensi adalah 1,87 dan menurun menjadi 1,13 setelah pemberian kompres lidah buaya (Aloe vera). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (α 0,05). Diskusi: Penurunan skala nyeri menunjukkan bahwa kompres lidah buaya (Aloe vera) efektif menurunkan nyeri pembengkakan payudara dan intervensi nonfarmakologi yang mudah serta aman diterapkan ibu untuk mendukung kelancaran menyusui.