cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 997 Documents
Membangun Sifat Tahan Banting: Tahapan Cognitive Behavior Therapy Untuk Remaja Korban Bullying (Systematic Literature Review) Yuevelyn Devina Rahmananda; Happy Karlina Marjo; Herdi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7490

Abstract

Hardiness merupakan sifat ketahanan yang mencakup 3 karakteristik kepribadian seperti: komitmen (commitmen), kendali (control), tantangan (challenge) dalam mengembangkan strategi untuk mengatasi kesulitan. Penelitian ini bertujuan memaparkan tahapan CBT dalam meningkatkan hardiness pada korban bullying, penelitian ini mengidentifikasi delapan tahapan sistematis CBT. Penelitian ini menyajikan systematic literature review (SLR) tentang hardiness pada korban bullying yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini telah mengumpulkan informasi dan hasil studi peneliti untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian hardiness pada korban bullying dan bentuk intervensinya menggunakan cognitive behavior therapy di sekolah. Penelitian ini berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Review and MetaAnalysis (PRISMA) yang menghasilkan artikel penelitian untuk ditinjau secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi terkait CBT merupakan intervensi yang terbukti efektif dan telah banyak digunakan dalam menangani bullying dan sifat tahan banting remaja. Remaja korban bullying diharapkan memiliki keterampilan untuk mengelola sifat tahan banting yang rendah sehingga korban perundungan tidak menampilkan perilaku menghindar saat cemas, melainkan perilaku yang lebih positif. Kata kunci: cognitive behavior therapy, restrukturisasi kognitif, sifat tahan banting, korban bullying
Efektivitas Layanan Kelompok Psikoedukasi Berbasis Permainan Dalam Meningkatkan Social awareness Siswa MTs Azfin, Tazkiya Auliya; Caraka Putra Bhakti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7518

Abstract

Penelitian tentang kelompok psikoedukasi berbasis permainan terutama yang melibatkan aspek social awareness masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan kelompok psikoedukasi berbasis permainan dalam meningkatkan social awareness siswa kelas 7 MTs Fie Sabilil Muttaqien, Ngawi. Penelitian eksperimen ini menggunakan desain one-group pre-test-post-test dengan 8 siswa dengan social awareness yang rendah sebagai sampel purposif. Data dikumpulkan melalui skala social awareness. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor 41,25 (kategori sedang), sementara post-test meningkat menjadi 69,75 (kategori tinggi). Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai signifikan 0,012 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan psikoedukasi kelompok berbasis permainan secara signifikan meningkatkan social awareness siswa, serta memberikan strategi inovatif bagi konselor untuk diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling. Kata kunci: social awareness, permainan, kelompok psikoedukasi
Hubungan Antara Tingkat Stres dan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja di SMK Jakarta Barat Zahra Putri Nafisah; Salma Annisa; Raden Mutiara Puspa Wijaya
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7565

Abstract

Stres terjadi ketika individu merasa adanya ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuannya untuk mengatasi situasi yang dianggap mengancam atau berbahaya bagi kesehatannya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara tingkat stres dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Jakarta Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan instrumen alat ukur tingkat stres yaitu Perceived Stress Scale (PSS) 10, sedangkan untuk mengukur perilaku seksual berisiko menggunakan Skala Guttman. Penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat stres dan perilaku seksual berisiko menggunakan uji Chi-Square dengan teknik pengambilan sampel Random Sampling. Hasil analisis menunjukkan nilai Chi-Square sebesar 0,035 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan perilaku seksual berisiko pada populasi yang diteliti, dengan margin of error 5%. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi para pendidik dan orang tua untuk lebih menyadari pentingnya pendidikan kesehatan mental dalam mengurangi perilaku berisiko. Dengan demikian, perlu adanya fokus yang lebih besar pada inisiatif dan kebijakan pendidikan kesehatan mental di lingkungan rumah dan sekolah. Kata kunci: remaja, tingkat stres, perilaku seksual berisiko
Resiliensi Akademik Mahasiwa Tingkat Akhir Dalam Menyelesaikan Skripsi: Studi Kualitatif Deskriptif Renandita Rulas.a; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7580

Abstract

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang membentuk kepribadian individu sesuai nilai masyarakat dan budaya. Mahasiswa berperan dalam pembangunan bangsa, salah satunya melalui penyusunan skripsi sebagai syarat kelulusan. Penelitian ini menganalisis resiliensi akademik mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi, yang didefinisikan sebagai kemampuan mengelola stres dan beradaptasi terhadap tekanan akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap dua mahasiswa semester 7 di Universitas X Sidoarjo. Hasilnya menunjukkan subjek F dan W memiliki strategi resiliensi berbeda. Subjek F mengandalkan semangat, tanggung jawab, dan bimbingan dosen, sedangkan subjek W lebih bergantung pada jeda, diskusi, dan dukungan sosial. Keduanya sepakat bahwa penyusunan skripsi melatih ketahanan mental, perencanaan, serta manajemen stres dan waktu. Kesimpulannya, strategi resiliensi akademik mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti regulasi emosi, dukungan sosial, dan peran pembimbing. Temuan  ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan resiliensi akademik, sementara dosen dapat memberikan bimbingan lebih efektif selama proses penyusunan skripsi. Kata kunci: resiliensi akademik, dukungan sosial, mahasiswa tingkat akhir
Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy Dalam Mereduksi Perilaku Agresif Pada Remaja Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Narrative Synthesis Anugrah Ade Putra; Susi Fitri; Happy Karlina Marjo
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7588

Abstract

Penelitian ini mengkaji tahapan Cognitive Behavioral Therapy, dalam mereduksi perilaku agresif pada remaja yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pentingnya merumuskan susunan sesi melalui teknik narrative synthesis untuk memastikan susunannya memenuhi aspek yang akan diintervensi. Metode yang digunakan yakni systematic literature review untuk menganalisis bukti empiris dari ragam database elektronik yang tersedia. Penelitian ini mengidentifikasikan delapan tahapan sistematis yang dapat digunakan yakni: (1) Membangun aliansi terapeutik dan asesmen, (2) psikoedukasi dan identifikasi pikiran maladaptif, (3) restrukturisasi kognitif, (4) regulasi emosi dan manajemen perilaku, (5) modifikasi keyakinan, (6) pemecahan masalah, (7) pencegahan kekambuhan, serta (8) Evaluasi dan terminasi. Pendekatan komprehensif dan fleksibilitas format CBT menjadi keunggulan dalam memenuhi kebutuhan spesifik remaja korban KDRT. Penelitian ini menyoroti signifikansi intervensi yang tepat dan terstruktur disetiap sesianya melalui teknik yang ada dalam CBT dapat membantu remaja agresif dikarenakan pengalaman KDRT dalam mengembangkan pola pikir, emosi, dan perilaku adaptif. Kata kunci: cognitive behavioral therapy, perilaku agresif, remaja, kekerasan dalam rumah tangga, intervensi psikologis.
Gambaran Tingkat Career Decision Self-Efficacy Siswa Homogen SMA di Jakarta Serta Implikasinya Terhadap Bimbingan Konseling Karier Cahyaningrum, Agustina; Hidayat, Dede Rahmat; Fitri, Susi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7605

Abstract

Permasalahan yang sering dialami siswa di sekolah yaitu mempersiapkan karier yang matang untuk melanjukan ke jenjang perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran career decision self-efficacy siswa SMA homogen di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Sampel yang diambil dengan menggunakan convenience sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 589 siswa SMA homogen di Jakarta yang dipilih melalui convineience sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrument Career Decision Self-efficacy (CDSE) dan Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat career decision self-efficacy yakni 292 siswa (49.58%) berada pada tingkat yang tinggi dan 297 siswa (50.42%) pada tingkat yang rendah. Hasil menunjukan bahwa masih banyak siswa yang memiliki tingkat career decision self-efficacy rendah. Layanan bimbingan konseling karier diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan career decision self-efficacy mereka, sehingga siswa mampu mengambil keputusan karier sesuai dengan potensi mereka. Kata kunci: career decision self-efficacy, siswa SMA, bimbingan konseling karier
Ruminasi terhadap Ideasi Bunuh Diri pada Pelajar SMA Negeri di Kabupaten Gunungkidul: Studi Korelasional Falakhul Darajatun Adzkiah; Rohmatus Naini
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7615

Abstract

Tingginya ideasi bunuh diri di kalangan pelajar menuntut pemahaman faktor psikologis yang berkontribusi, khususnya ruminasi sebagai prediktor utama. Penelitian ini mengkaji pengaruh ruminasi terhadap ideasi bunuh diri pada pelajar SMA Negeri di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian korelasional ini melibatkan 325 pelajar berusia 15-18 tahun dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner Ruminative Response Scale (RRS) dan Suicidal Ideation Questionnaire (SIQ-15). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan pengaruh signifikan ruminasi terhadap ideasi bunuh diri (p < 0.05) dengan koefisien korelasi r = 0,496 dan kontribusi R² sebesar 24,6%. Persamaan regresi Y = −14.167 + 0.671X dengan demikian, persamaan regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi tingkat ideasi bunuh diri apabila variabel ruminasi diketahui. Nilai konstanta sebesar –14.167 menunjukkan nilai dasar ideasi bunuh diri ketika skor ruminasi adalah nol. Temuan ini menekankan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling dalam deteksi dini ruminasi untuk pencegahan ideasi bunuh diri. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) berperan dalam memberikan dukungan kesehatan mental pelajar. Layanan BK perlu diperkuat dalam pencegahan ideasi bunuh diri melalui deteksi dan intervensi untuk mengatasi ruminasi, guna menciptakan sekolah yang lebih responsif terhadap kesehatan mental pelajar. Kata Kunci:  bimbingan konseling, ideasi bunuh diri, kesehatan mental, remaja, ruminasi
Hubungan Orientasi Masa Depan dengan Kecemasan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Jawa Tengah Amalina, Aurellia Nur; Maria Prima Novita
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7638

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir adalah golongan individu yang mulai memasuki masa untuk mengeksplorasi karier masa depan. Namun, kurangnya orientasi masa depan berisiko menimbulkan adanya kecemasan karier pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orientasi masa depan dengan kecemasan karier pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan metode analisis spearman’s rank correlation coefficients. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan 112 mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan skala kecemasan karier dan skala orientasi masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara orientasi masa depan dengan kecemasan karier dengan nilai koefisien korelasi -.477 dan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.05). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi orientasi masa depan, maka semakin rendah kecemasan karier. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi masa depan memiliki pengaruh terhadap kecemasan karier yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: kecemasan karier, orientasi masa depan, mahasiswa tingkat akhir
Interest-Based Career Guidance Strategies to Improve the Employability of People with Disabilities: Systematic Literature Review Pardi; Dede Rahmat Hidayat; Aip Badrujaman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7665

Abstract

People with disabilities often face significant challenges in accessing equal employment opportunities, with unemployment rates remaining relatively high. Interest-based career guidance is a potential strategy to address this issue, as this approach assumes an individual’s abilities, interests, and aspirations. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method to identify interest-based career guidance strategies that effectively improve the employability skills of people with disabilities and analyse the supporting and inhibiting factors in their implementation. The results show that interest-based, personalised approaches and multidisciplinary support can improve the employability skills and integration of people with disabilities into the world of work. Enabling factors such as social support, inclusive awareness, and multisector collaboration are crucial, while barriers such as stigma, lack of resources, and inadequate policies need to be addressed. This research provides practical recommendations for policymakers, educators, and practitioners to optimise interest-based career guidance programmes for people with disabilities. Keywords: career guidance, people with disabilities, job skills, interests, inclusion
The Effect of Parenting on Self-Criticism in Adolescents: A Linear Regression Analysis on High School Students Linda Ernawati; Riana Defianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7758

Abstract

Self-criticism is the tendency to judge oneself harshly and negatively, and it commonly appears during adolescence, a key stage in identity development. High levels of self-criticism are linked to mental health issues such as depression, anxiety, self-harm, and suicidal ideation. This study explores how parenting styles influence self-criticism in adolescents. Two hundred sixty-one adolescents aged 15–18 were selected through simple random sampling, with a sample size of 78% female. The study used a parenting style scale (based on Baumrind’s model, adapted by Sianturi et al., 2023) and the Forms of Self-Criticism/Self-Reassuring Scale (FSCRS). Linear regression analysis showed that all four parenting styles, authoritative, authoritarian, permissive, and neglectful, significantly affected self-criticism (p < 0.001). Regression analyses showed authoritarian parenting had the most potent positive effect (β = 0.876, p < 0.001), while authoritative had an adverse impact (β = -0.427, p < 0.001). These findings highlight the importance of parenting in shaping adolescents’ self-evaluation. Future research should consider broader demographics and mediating factors like emotional regulation and social support. Keywords: parenting style, self-criticism, adolescents

Page 61 of 100 | Total Record : 997


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue