cover
Contact Name
Syahrial Ayub, M.Si
Contact Email
syahrial_ayub@unram.ac.id
Phone
+6281803711284
Journal Mail Official
geoscienceed@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27232905     EISSN : 27232913     DOI : https://doi.org/10.29303/goescienceedu
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi dan Geofisika (GeoScienceEd Journal): |e-ISSN: 2723-2913, p-ISSN: 2723-2905| diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun (Peride Juni dan Desember) dan dimulai pada bulan Juni 2020 oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mataram. Artikel dapat diterima dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. GeoScienceEd merupakan wadah publikasi penelitian pendidikan, sains, geologi dan geofisika. Cakupan dari jurnal ini adalah artikel ilmiah berupa hasil penelitian yang meliputi pendidikan, sains, kebumian, geologi dan geofisika.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,100 Documents
Ayo Bercerita: Meningkatkan Minat Baca Anak Lewat Dongeng Hariyana, Baiq; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Nizaar, Muhammad
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1450

Abstract

This study aims to identify and analyze various research findings on the effectiveness of storytelling activities in improving reading interest among elementary school students. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach by examining scholarly articles published between 2015 and 2025 sourced from Google Scholar, DOAJ, and Scopus. A total of 75 studies were reviewed, and 24 met the inclusion criteria based on topic relevance, research design, and discussion focus. The findings reveal that storytelling significantly enhances children’s reading interest through affective (emotional and motivational), cognitive (story comprehension and vocabulary), and social (interaction and empathy) dimensions. Storytelling not only serves as entertainment but also as a contextual literacy medium that fosters joy and engagement in reading from an early age. Furthermore, the emergence of digital storytelling platforms has expanded children’s access to engaging reading materials, thereby increasing their motivation to read. The study concludes that both traditional and digital storytelling practices play a vital role in cultivating a sustainable reading culture among Indonesian children.
Analisis Dampak Perilaku Bullying dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Sosial Siswa Melalui Pembelajaran IPAS Kelas V SDN 3 Pengadangan Baiq Nafika Srigusdiana; Habibuddin, Habibuddin; Hakim, Arif Rahman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perilaku bullying terhadap pembentukan karakter tanggung jawab sosial siswa melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 3 Pengadangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran IPAS, siswa kelas V, serta orang tua siswa di SDN 3 Pengadangan. Sumber data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, panduan wawancara, serta lembar dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying di kelas V SDN 3 Pengadangan terjadi dalam bentuk verbal, fisik, dan sosial, dengan bentuk verbal dan sosial paling dominan. Bullying berdampak negatif terhadap pembentukan karakter tanggung jawab sosial siswa karena menyebabkan korban menjadi minder, menarik diri, dan kurang berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Pembelajaran IPAS berperan penting dalam membentuk karakter sosial siswa melalui kegiatan kolaboratif dan diskusi kelompok, namun efektivitasnya masih terbatas karena fokus guru cenderung pada aspek kognitif. Selain itu, dukungan orang tua turut memengaruhi perilaku sosial anak. Oleh karena itu, disarankan agar guru mengoptimalkan pembelajaran IPAS sebagai media pembentukan karakter sosial dan sekolah memperkuat kerja sama dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas bullying.
Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Video Interaktif Terhadap Minat Belajar PKN Siswa Kelas IV di SDN 1 Rensing Nisa, Hairun; Husni, Muhammad; Susanti, Deny
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan video interaktif terhadap minat belajar siswa Kelas IV di SDN 1 Rensing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Desing dengan bentuk One Group Pretest Posttest Desing. Sampel pada penelitian ini yaitu 20 siswa. Instrumen penelitian yang diberikan berupa angket. Uji prasyarat yang digunakan adalah uji Shapiro-wilk untuk menguji normalitas data. Berdasarkan uji normalitas diperoleh bahwa data berdistribusi normal. Data dianalisis dengan uji normalitas data dengan rumus Shapiro-Wilk dan uji hipotesis dengan rumus paired sampel t-test. Berdasarkan hasil pretest didapatkan nilai rata-rata yaitu 75,91 sedangkan nilai rata-rata posttest yaitu 83,85. Adapun hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji paired sampel t-tes diperoleh nilai signifikasi 0,00 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan video interaktif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa dan penelitian ini dapat dijadikan refrensi untuk penelitian sejenis dengan cakupan yang lebih luas baik pada jenjang kelas maupun mata pelajaran yang berbeda, serta menambah variabel lain agar diperoleh hasil penelitian lebih mendalam.
Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecenderungan Melakukan Pelecehan Seksual pada Siswa SMK Dzaliila, Dzillan; Karneli, Yeni; Nurfarhanah, Nurfarhanah; Adlya, Soeci Izzati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan melakukan pelecehan seksual pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Fenomena meningkatnya perilaku pelecehan seksual di lingkungan sekolah menunjukkan adanya masalah dalam kemampuan pengendalian diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 303 siswa SMK Negeri 1 Sawahlunto, dengan sampel sebanyak 173 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kontrol diri dan angket kecenderungan melakukan pelecehan seksual. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rho dengan bantuan program SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kontrol diri siswa berada pada kategori sangat tinggi (rata-rata 120,42 atau 89,20%), sedangkan tingkat kecenderungan melakukan pelecehan seksual berada pada kategori sangat rendah (rata-rata 41,40 atau 27,60%). Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan melakukan pelecehan seksual (r = -0,772; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi kontrol diri siswa maka semakin rendah kecenderungan melakukan pelecehan seksual. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan preventif dan kuratif seperti layanan informasi, konseling individu, dan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kontrol diri siswa serta menekan perilaku pelecehan seksual di sekolah.
Menyingkap Miskonsepsi Gaya dan Gerak: Studi Kasus pada Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mataram dan Rekomendasi Perbaikan Arsi, Wahyudi; Ayub, Syahrial; Zuhdi, Muhammad
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1458

Abstract

The concepts of force and motion constitute a fundamental foundation in classical physics and underpin the understanding of other physics concepts. However, numerous studies indicate that these topics often give rise to persistent misconceptions, including among pre-service physics teachers. This study aims to identify the misconception profiles of Physics Education students at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), University of Mataram, in 2024 regarding force and motion concepts; to analyze the types and levels of misconceptions; and to formulate recommendations for improving instructional practices. A descriptive quantitative method with a case study approach was employed, utilizing a reasoned multiple-choice diagnostic test as the research instrument. The sample consisted of 25 students enrolled in the Secondary School Physics Studies course. The results reveal a high level of misconceptions, with 24% classified as low, 44% moderate, and 32% high. The most dominant misconceptions were found in the concepts of action–reaction (30%), normal force (27%), and dynamics (25%), while the lowest misconception rate occurred in the definition of force (8%). These findings indicate that the majority of students still experience difficulties in understanding the relationship between force and motion in accordance with Newton’s laws. Furthermore, the analysis shows a negative correlation between the level of misconceptions and academic achievement in advanced physics topics such as work and energy. Based on these results, this study recommends the routine implementation of diagnostic tests, the application of cognitive conflict–based instructional strategies, and the development of innovative teaching materials emphasizing conceptual change to reduce misconceptions and enhance the quality of future physics educators.
Perbedaan Optimisme Mahasiswa Baru ditinjau dari Jalur Masuk Perguruan Tinggi Ginting, Rayat; Nurfarhanah, Nurfarhanah; Sari, Azmatul Khairiah; Fikri, Miftahul; Putriani, Lisa
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1471

Abstract

Optimisme merupakan kecenderungan berpikir mengenai pemicu suatu peristiwa dan bagaimana seseorang menjelaskan peristiwa yang menyenangkan ataupun kurang menyenangkan. Saat memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa akan mengikuti berbagai tes masuk perguruan tinggi diantara SNBP, SNBT, dan Mandiri dimana pada tes ini akan memberikan pengalaman bagi mahasiswa sehingga mendorong motivasi dan optimisme diri. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif komparatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa FIP UNP Angkatan 2024. Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 317 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tingkat optimisme mahasiswa baru FIP UNP Angkatan 2024 berada pada kategori baik dengan persentase 79,6%, (2) optimisme mahasiswa baru pada jalur masuk SNBP pada kategori cukup baik dengan persentase 72,3%, jalur SNBT pada kategori baik dengan persentase 55,7%, serta jalur masuk Mandiri pada kategori baik dengan persentase 79,6%, (3) terdapat perbedaan yang signifikan optimisme mahasiswa ditinjau dari jalur masuk perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, konselor dapat memberikan layanan informasi dengan tema menghadapi dunia perkuliahan, layanan konseling individual, dan layanan bimbingan kelompok dengan topik tugas mengenai menghadapi tantangan di perkuliahan dan pentingnya pola pikir positif dalam menjalani perkuliahan.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Implementasi Modul Ajar Fisika Terintegrasi Learning Cycle 7E dan TPACK pada Materi Fluida Dinamis Zaidah, Alpi; Hidayatulloh, Alpiana; Nikmah, Nikmah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui implementasi modul ajar fisika yang terintegrasi model pembelajaran Learning Cycle 7E dan kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) pada materi fluida dinamis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas XI MA NW Pringgasela. Instrumen yang digunakan mencakup tes kemampuan berpikir kritis (pretest dan posttest), lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dari pratindakan hingga siklus II. Rata-rata nilai pretest sebesar 56,1 dengan ketuntasan belajar 25%. Setelah tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 72,3 dengan ketuntasan 65%. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 84,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berbasis Learning Cycle 7E terintegrasi TPACK efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa secara bertahap dan sistematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi model Learning Cycle 7E dan kerangka TPACK dalam modul ajar fisika berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi fluida dinamis.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Pembelajaran IPA Untuk Mengembangkan Karakter Siswa SMP Fena Prayunisa, Fena; Rasyidi, Mulia; Mahariyanti, Ermila
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta dampaknya terhadap pengembangan karakter siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Masbagik. Subjek penelitian terdiri dari guru IPA dan 34 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap pengembangan karakter siswa. Karakter seperti disiplin, jujur, tanggung jawab, kerja sama, empati, dan peduli lingkungan mengalami peningkatan dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua dengan rata-rata persentase pengembangan karakter mencapai 81,24% dalam kategori baik. Model pembelajaran inkuiri mendorong siswa untuk aktif bertanya, berpikir kritis, bekerja sama, serta menemukan konsep melalui proses penyelidikan yang sistematis. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam penerapan model inkuiri, antara lain ketidaksiapan siswa untuk belajar mandiri, keterbatasan kemampuan guru dalam menerapkan inkuiri, kurangnya sarana pendukung, serta kesulitan dalam menilai perkembangan karakter secara objektif. Meskipun demikian, hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam mengembangkan karakter siswa dan layak diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran IPA di SMP.
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas IX SMPN 23 Mataram Tahun Ajaran 2025/2026 Putri Dwiyanti; Laila Hayati; Eka Kurniawan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis siswa kelas eksperimen yang diajar menggunakan model discovery learning dengan kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran langsung di SMPN 23 Mataram tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah quasi eskperimen. Populasi penelitian terdiri dari 2 kelas IX SMPN 23 Mataram dengan total 40 siswa dan kelas dipilih secara acak, kelas IX A sebagai kelas kontrol sebanyak 20 siswa yang diajar menggunakan pembelajaran langsung, serta kelas IX B sebagai kelas eksperimen sebanyak 20 siswa yang diajar menggunakan pembelajaran discovery learning. Setelah data dikumpulkan melalui tes kemampuan representasi matematis, analisis awal dilakukan dengan uji normalitas dan uji homogenitas untuk memenuhi asumsi uji t. Hasil uji menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji t. Berdasarkan analisis data, rata-rata nilai kemampuan representasi matematis kelas eskperimen adalah 69 sedangkan kelas kontrol yaitu 52. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata nilai kemampuan representasi matematis antara siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Besar pengaruh menggunakan rumus effect size sebesar d = 1.339 yang artinya pengaruh yang diberikan memiliki kategori sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas IX SMPN 23 Mataram.
Enhancing Elementary Students’ Mathematics Achievement through Problem-Based Learning Integrated with “Talintar” Smart Multiplication Table Media Suryani, Suryani; M. Ridwan, M. Ridwan; Hardiansyah, Framz
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1523

Abstract

This study aimed to improve elementary students’ mathematics achievement through the integration of the Problem-Based Learning (PBL) model and Talintar (Smart Multiplication Table) media. A Classroom Action Research (CAR) design was implemented in two cycles involving 21 fourth-grade students at SDN Sapeken VIII, Sumenep, Indonesia. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through written tests, classroom observations, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative methods. Results indicated a steady improvement in learning outcomes, with the mean score rising from 57.57 in the pre-cycle to 68.48 in Cycle I and 85.90 in Cycle II. The proportion of students achieving the mastery criterion (≥70) increased from 19% to 100%, yielding an N-gain of 0.67 (medium-to-high improvement) and a large effect size (d ≈ 2.3). Qualitative observations revealed higher engagement, motivation, and confidence among students during the intervention. The findings confirm that integrating PBL with Talintar media effectively enhances conceptual understanding, problem-solving ability, and student participation. This model demonstrates that combining inquiry-based pedagogy with contextual visual media offers a sustainable and scalable approach to improving mathematics learning within Indonesia’s Kurikulum Merdeka framework.