cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jmpengabmas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi,Universitas Mandala Waluya Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27224902     EISSN : 27453588     DOI : https://doi.org/10.35311/jmpm
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 427 Documents
Edukasi Pembuatan Handsanitezer Dari Daun Sirih Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diare Di Kecamatan Muara Jawa Ika Ayu Mentari; Prasetyo, Afin Irgi; Partirahman, Derry; Nabiilah, Fitriah; Lestari, Ika Widya; Ulfiyanti, Nanda; Prasetno, Claudya Viona
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.519

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kebersihan tangan melalui pembuatan hand sanitizer alami berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan praktik langsung oleh mahasiswa di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai kebersihan dan sanitasi. Produk hand sanitizer berbahan alami ini tidak hanya efektif secara antimikroba, tetapi juga ramah lingkungan dan ekonomis, memanfaatkan bahan lokal yang mudah didapat. Dengan kegiatan ini, masyarakat dapat meningkatkan kemandirian dalam memproduksi produk kesehatan berbasis sumber daya lokal, sekaligus mendukung pola hidup sehat yang berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Edukasi Gerakan Cerdas Menggunakan obat (Ge Ma Cermat) dengan Leaflet terhadap tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara Pusmarani, S. Farm., M.Sc., apt.; Dewi, Citra; Putri, Risky Juliansyah; Mahmudah, Rifa'atul
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.523

Abstract

Swamedikasi (mengobati diri sendiri) adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri untuk mengatasi keluhan dari gejala penyakit sebelum meminta pertolongan kepada tenaga kesehatan. Beberapa masalah yang terjadi pada masyarakat Wawatu terkait swamedikasi ini adalah masyarakat Desa Wawatu juga banyak menyimpan obat dalam jangka waktu yang lama, menggunakan kombinasi obat sintetik dan jamu tanpa pendampingan untuk mengurangi gejala penyakit, menggunakan obat yang kemasannya sudah rusak, menggunakan antibiotic ketika mengalami gejala diare atau sakit gigi dan menggunakan antinyeri ketika mengalami kelelahan. Masalah terkait swamedikasi tersebut dapat dicegah melalui pendampingan penggunaan obat oleh apoteker. Selain itu, apoteker juga berperan dalam mencegah kejadian efek samping obat yang tidak diinginkan, resistensi antibiotic, dan memberikan pendampingan kepada masyarakat ketika menggunakan obat, jamu atau kosmetik. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Wawatu dalam menggunakan obat melalui pemberian edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Ge Ma Cermat) dengan menggunakan leaflet. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah melalui penyuluhan kepada masayarakat desa Wawatu dengan memberikan pre-test dan post-test pada 50 orang dengan kriteria peserta adalah usia dewasa (umur 18-65 tahun), dapat membaca dan menulis, bersedia menjadi peserta dalam kegiatan ini. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Hasil uji Chi Square dengan nilai P=0,000<0,05 yang menunjukkan bahwa pemberian edukasi dengan leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat desa Wawatu dalam menggunakan obat secara rasional.
Peningkatkan Kesadaran Remaja Putri tentang Anemia dengan Buku Saku sebagai Media Penyuluhan Sari, Nurmala; Nisya , Aulia Aradia; Saputri , Fadlina; Olivia , Namirah Nur; Sholeha, Siti Khoirunnisa As; Jabarisutan, Rury Anlifedika; Sudarman, Muh Fitrah Nurjaya
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.551

Abstract

Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia pada remaja putri (15-24 tahun) adalah 18%. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam mengatasi kejadian anemia. Metode Intervensi penyuluhan terkait bahaya anemia pada remaja putri dilakukan secara Focus Group Discussion menggunakan media buku saku. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 84% responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi penyuluhan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian pre-post test untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan intervensi ini perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah dibantu oleh puskesmas pembantu atau pos Kesehatan desa setempat untuk terus melakukan promosi kesehatan dalam rangka mencegah terjadinya anemia pada remaja putri.
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Daun Kenikir Sebagai Minuman Fungsional Antioksidan dan Kosmetika Herbal di Desa Ulak Kerbau Baru Herlina, Herlina; Wijaya, Dina Permata; Starlista, Viva; Liberitera, Sternatami; Wardana, Mutia Sari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.554

Abstract

Penyakit degeneratif dapat dicegah dan disembuhkan dengan mengkonsumsi minuman fungsional ramuan herbal yang mengandung antioksidan. Banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan mengenai tanaman herbal yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Daun kenikir banyak mengandung zat gizi, vitamin, dan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan dalam bentuk minuman fungsional dan kosmetik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat di Desa Ulak Kerbau Baru untuk memanfaatkan daun kenikir menjadi produk teh celup yang siap dikonsumsi dan produk masker untuk kecantikan sehingga dapat dipasarkan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga dan remaja putri. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu observasi, pengenalan dan pemanfaatan daun kenikir serta demonstrasi pelatihan pembuatan teh celup dan masker. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang tanaman berkhasiat obat dan mampu membuat produk minuman fungsional antioksidan dalam bentuk teh celup dan kosmetika herbal dalam bentuk masker bubuk daun kenikir.  Kegiatan ini berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan menjadi peluang bisnis bagi masyarakat setempat untuk membuat produk komersil dalam bidang kesehatan dan kecantikan yang bernilai ekonomis tinggi untuk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penerapan Budaya Kerja 5S Pada Area Kerja di UKM Bengkel Sepatu JKS Mauidzoh, Uyuunul; Gunawan, Gunawan; Nurdin, Riani; Astuti, Marni; Zabidi, Yasrin; Kusumaningrum, Maria Asumpta Deny
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.556

Abstract

Candi Borobudur merupakan destinasi wisata populer di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk menunjang kebutuhan wisatawan dalam berkunjung ke Candi Borobudur banyak didirikan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar candi, salah satunya adalah Bengkel Sepatu JKS milik Bapak Joko Santoso yang memproduksi sepatu, ikat pinggang, case handphone, dompet, tempat KTP, tempat korek api dan juga menerima reparasi sepatu dan tas. Bahan utama pembuatan produk UKM ini adalah kulit hewan asli dan dibuat secara manual dengan tangan (handmade). Permasalahan yang muncul pada Bengkel Sepatu JKS adalah kondisi kerja yang tidak bersih, tidak rapi, tidak aman, dan tidak nyaman. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kinerja pekerja dalam pembuatan produk. Oleh karenanya perlu dilakukan pendampingan dalam pengenalan dan menerapkan budaya kerja yang baik. Metode untuk menyelesaikan permasalahan di Bengkel Sepatu JKS berupa pendampingan dalam menerapkan budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Hasil pendampingan Budaya kerja 5S antara lain penataan meja kerja pembuatan sepatu, rak untuk penempatan produk setengah jadi dan produk jadi, pembuatan petunjuk tempat dan slogan 5S, dan rak produk sandal upanat. Penerapan budaya kerja 5S di UKM Bengkel Sepatu JKS meningkat dari 25% menjadi 100%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini sangta bermanfaat bagi UKM Bengkel Sepatu JKS.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK “KEHA" PADA KADER PKK DI DESA KASULATOMBI BUTON UTARA Rosdarni, Rosdarni; Yuliana Muslimin; Muslimin, La Ode; Siharis, fatma Sari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.566

Abstract

Pokea atau biasa dikenal dengan sebutan “Keha” oleh masyarakat desa Kasulatombi merupakan jenis moluska bivalvia yagng hidup di perairan sungai dan danau di wilayah Sulawesi termasuk Kabupaten Buton Utara. Kerang ini memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang cukup tinggi, dan juga sumber pangan bagi masyarakat setempat. Namun sayangnya masyakat Desa Kasulatombi, khususnya Kader PKK mengalami permasalahan dalam memaksimalkan sumber daya alam ini. Program ini menawarkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, terutama dalam pengolahan “KEHA” sehingga lebih bernilai ekonomis sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi terutama pada kader PKK dan membuka peluang usaha berbasis olahan kerang “Keha”. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat tersedia model bisnis skala rumah tangga yang dapat direplikasi oleh masyarakat lainnya di Desa Kasulatombi. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan ini adalah hampir seluruh peserta yang mengikuti pelatihan merasa terbantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilaan dalam memanfaatkan produk kerang “KEHA” agar lebih bernilai ekonomis.
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kronis Mengenai “Tanya Lima O” Sari , Nia Kurnia; Tristiyanti , Deby; Fauzi , Novi Irwan; Ulfah, Maria; Faturrahman, M. Hilmi; Risfayanti, Iffa; Rusmana, Wempi Eka; Sundalian, Melvia; Legowo, Wahyu Priyo; Pradana, Eky Septian; Herawati, Irma Erika
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.599

Abstract

Tanya lima O adalah salah satu materi edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema CerMat) yang terdiri dari lima pertanyaan yang harus ditanyakan atau dicari informasinya sebelum masyarakat menggunakan obat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa apoteker Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah mengunjungi pasien-pasien kronis menggunakan metode home pharmacy care. Selain diberikan pelayanan home pharmacy care, pasien juga diberikan kuesioner mengenai Tanya lima O. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap pasien kronis mengenai “Tanya Lima O” pada pasien kronis di empat kelurahan di Kota Bandung: Kelurahan Batununggal, Kelurahan Bojongloa Kulon, Kelurahan Maleer, dan Kelurahan Mengger.  Analisis validitas menggunakan teknik Product Moment Pearson sementara uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Chronbach.  Hasil analisis menunjukkan validitas instrumen terhadap 10 item pertanyaan menunjukkan bahwa semua item pertanyaan valid dengan nilai korelasi lebih besar dari 0,361.  Sedangkan uji reliabilitas kuesioner meunjukkan nilai Alpha’s Cronbach >0,60 yaitu 0,774 untuk kuesioner bagian pengetahuan dan 0,776 untuk kuesioner bagian sikap sehingga instrumen dapat dinyatakan reliabel atau konsisten.
Edukasi Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Tepat pada Komunitas Rumah Singgah Sahabat Jakarta Arrang, Sherly Tandi; Hananta, Linawati; Endrardewi, Naomi Arumratri; Lee, Jocelyn Viony; Nathalie, Evadia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.606

Abstract

Tingginya prevalensi swamedikasi di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta pada tahun 2024 (76,02%), menunjukkan perlunya peningkatan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional. Salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat adalah melalui program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan di Rumah Singgah Sahabat Jakarta, dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan keluarga pasien anak yang tinggal sementara di Rumah Singgah Sahabat Jakarta terkait pengelolaan obat sebelum dan sesudah diberikan edukasi DAGUSIBU. Edukasi dilakukan pada tanggal 5 April 2025 kepada 10 responden berusia 19–48 tahun menggunakan metode ceramah dan media powerpoint. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir soal, dengan skor maksimum 100. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 89% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 11% kategori sedang.  Proporsi ini tidak mengalami perubahan setelah edukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman sebelumnya dalam mendampingi pasien anak selama pengobatan jangka panjang di rumah sakit telah memberikan pemahaman memadai mengenai pengelolaan obat. Meskipun tidak ada peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, responden menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya edukasi lanjutan dengan tema kesehatan lainnya.
Pemanfaatan Flashcards Anatomi Tubuh Manusia dalam Mengenal Penyakit Tuberkulosis Tuahuns, Farida; Halim, Marta; Rianto, Leonov; Maesaroh, Rakeysha Yulita; Bila, Salsa
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.610

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari STIKes IKIFA di SMK Al Muhadjirin 2 Bekasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penyakit Tuberkulosis (TB) dan cara penyimpanan obatnya melalui penggunaan media flashcards anatomi tubuh manusia. Penggunaan flashcard dalam kegiatan pengabdian dimaksudkan agar kegiatan lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa-siswi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 5 Mei 2025 pukul 10.00-12.00 WIB yang dihadiri oleh 26 siswa-siswi kelas 10. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kuesioner terdiri atas 5 pernyataan dengan pilihan jawaban Benar-Salah. Meskipun siswa tampak aktif dalam sesi diskusi, hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai signifikansi 0,837 (p > 0,05). Hasil ini salah satunya dipengaruhi oleh kondisi siswa yang sudah kelelahan setelah mengikuti pelajaran olahraga.
Penyuluhan Beyond Use Date (BUD) Sediaan Farmasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Penyimpanan Obat di Wairkoja, Maumere Kurniawati, Nelly; D, Masni; Lameng, Abraham Christian Mac.Arthur; Lameng, Fransiskus Xaverius; Jemading, Tarsisius; Mogi, Agustina
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.611

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai masa simpan sediaan farmasi (obat dan kosmetik) pasca pembukaan kemasan masih rendah, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Wairkoja tentang Beyond Use Date (BUD), expiry after opening, dan Period After Opening (PAO). Metode yang digunakan ialah penyuluhan interaktif disertai demonstrasi langsung menggunakan peraga obat dan kosmetik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan kuesioner 12 item pada 34 peserta yang didominasi oleh perempuan (88%) dan ibu rumah tangga (71%) dengan tingkat pendidikan menengah (65%). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji McNemar.  Sebelum penyuluhan, 94% peserta memiliki pengetahuan rendah dengan skor rata-rata 30,4 ± 15,3. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan (p=0,001) dimana 100% peserta mencapai pengetahuan tinggi dengan skor rata-rata 93,6 ± 12,2. Peningkatan jawaban benar terjadi pada semua aspek, terutama pada pengetahuan masa simpan obat tetes mata, sirup kering, dan kosmetik dari 0% menjadi 94%. Penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan demonstrasi alat peraga terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masa simpan sediaan farmasi pasca pembukaan kemasan.