cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENERAPAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE PIECES DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN TAHUN 2025 Munthe, Ita Monita; Saragih, Pestaria; Boris, Jev
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48058

Abstract

Rekam medis elektronik merupakan berkas yang dibuat, disimpan, dikelola, dan digunakan dengan menggunakan media elektronik yang memenuhi kriteria tertentu, sehingga dapat menjamin keaslian, integrasi, kerahasiaan, dan ketersediaanya untuk keperluan pasien, tenaga kesehatan, dan pihak yang berwenang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem informasi rekam medis elektronik berdasarkan Perfomance (kinerja), Information (informasi), Economic (ekonomi), Control ( keamanan data), Efficiency (efisien), Service ( pelayanan) pada pelayanan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian diperoleh persentase Perfomance (kinerja), sebesar 57 orang (81,4%), Information (informasi), 65 orang ( 92,9%), Economic (ekonomi), 54 orang (77,1%), Efficiency (efisien), Control ( keamanan data) 58 orang (82,9%), Efficiency (efisien), 55 orang (78,6%) dan Service ( pelayanan) 57 orang (81,4%). Dari hasil ini diharapkan bagi petugas kesehatan di Rumah Sakit Advent Medan dapat meningkatkan sistem informasi rekam medis elektronik dan dilakukannya sosialisasi kepada petugas yang melakukan sistem informasi rekam medis elektronik.
PENERAPAN TERAPI OKUPASI AKTIVITAS BERKEBUN UNTUK MENURUNKAN TINGKAT HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI KLATEN Mufarrohah, Mufarrohah; Musta’in, Musta’in; Sani, Fakhrudin Nasrul; Pujianto, Sri Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48061

Abstract

Pasien skizofrenia sering mengalami gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran yang dapat mempengaruhi perilaku dan fungsi sosial. Terapi okupasi aktivitas berkebun merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan intensitas dan frekuensi halusinasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektivitas terapi okupasi aktivitas berkebun terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Terapi diberikan dalam kurun waktu 4 hari berturut-turut dengan durasi waktu 30 menit setiap sesinya di pagi hari. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil evaluasi pada pasien I menunjukkan penurunan skor AHRS dari 24 menjadi 18 dengan respons subjektif merasa lebih tenang dan mampu mengendalikan halusinasi, serta respons objektif berupa kontak mata yang terarah dan perilaku kooperatif. Pada pasien II, skor AHRS menurun dari 26 menjadi 16, pasien juga mengatakan halusinasi lebih jarang muncul dan merasa senang setelah mengikuti terapi. Evaluasi objektif menunjukkan pasien tampak rileks, antusias, dan kooperatif. Kedua pasien menunjukkan hasil bahwa masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran teratasi sebagian. Dapat disimpulkan bahwa terapi okupasi aktivitas berkebun efektif membantu menurunkan tingkat halusinasi pendengaran dan dapat menjadi intervensi alternatif dalam praktik keperawatan jiwa.
PENERAPAN FOOT SALUS PER AQUAM (SPA) DIABETIC UNTUK MENINGKATKAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA LANSIA DIABETES MELITUS TIPE II Sunarya, Nana Alfina; Musta'in, Musta'in; Rahmasari, Ikrima
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48064

Abstract

Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang terjadi ketika kadar glukosa darah meningkat karena tubuh tidak dapat menghasilkan dengan cukup insulin atau insulin yang dihasilkan tidak berfungsi dengan baik. Diabetes melitus jika tidak segera ditangani maka akan menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus yaitu neuropati diabetik. Penatalaksanaan untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus adalah  foot SPA diabetic. Foot SPA diabetic berfungsi memperlancar sirkulasi darah perifer pada kaki sehingga peredaran darah, nutrisi, dan oksigen dapat lancar sampai ke bagian ujung-ujung jari kaki untuk mengetahui hasil implementasi Foot Salus Per Aquam (SPA) diabetic dalam meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada lansia diabetes melitus tipe II. Metode yang digunakan penulis yaitu metode deskriptif dan studi kasus dalam pengelolaan asuhan keperawatan inovasi intervensi  foot SPA diabetic yang dilakukan selama 3x pertemuan berturut-turut dengan durasi 30 menit. Penilaiannya dengan menggunakan lembar observasi ABI. Hasil setelah dilakukan penerapan foot SPA diabetic pada hari pertama pasien 1 sebelum penerapan foot SPA diabetic  skor ABI 0,83 (PAD ringan). Setelah dilakukan penerapan  foot SPA diabetic skor ABI meningkat menjadi 1,03 (batas normal). Sementara itu, hasil setelah dilakukan penerapan foot SPA diabetic pada hari pertama pasien 2 sebelum penerapan foot SPA diabetic  skor ABI 0,82 (PAD ringan), Setelah dilakukan penerapan  foot SPA diabetic skor ABI meningkat menjadi 1 (batas normal). kesimpulannya yaitu intervensi Foot SPA diabetic efektif untuk meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada lansia dengan diabetes melitus tipe II.
PENERAPAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP KADAR GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT INDRIATI SOLOBARU Retno Astuti, Sulistyaningsih; Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48072

Abstract

Diabetes Mealitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit metabolik yang terjadi akibat kelainan pada sekresi insulin, kinerja insulin atau gabungan keduanya. DM ditandai dengan adanya peningkatan kadar glokusa dalam darah (hiperglikemia). Relaksasi autogenik adalah suatu prosedur relaksasi yang membayangkan sensasi-sensasi yang menyenangkan pada bagian-bagian tubuh seperti kepala, dada, lengan, punggung, ibu jari kaki atau tangan dan pergelangan tangan. Sesansi yang dibayangkan seperti rasa hangat, lemas atau rileks pada bagian tubuh tertentu, juga rasa lega karena nafas yang dalam dan pelan Relaksasi bekerja dengan pengaturan hormon korisol dan hormon stress lainnya. Tujuan: untuk menerapkan relaksasi autogenik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Metode: penulis menggunakan metode deskritif dan studi kasus dalam pengelolaan asuhan keperawatan inovasi intervensi menggunakan relaksasi autogenik dilakukan penilaian dengan menggunakan lembar observasi pre test dan post test. Hasil: terdapat pengaruh meningkatkan penurunan kadar glukosa darah pada pasien 1 (Ny. W) didapatkan hasil sebelum dilakukan intervensi gula darah sewaktu hari pertama 245 mg/dL. Setelah dilakukan relaksasi autogenik 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut pagi dan sore didapatkan hasil gula darah sewaktu 124 mg/dL. Pada pasien 2 (Ny. S) didapatkan hasil sebelum dilakukan intervensi gula darah sewaktu hari pertama 316 mg/dL. Setelah dilakukan relaksasi autogenik 2 kali sehari slama 3 hari berturut-turut pagi dan sore didapatkan hasil gula darah sewaktu 144 mg/dL. Kesimpulan: Intervensi relaksasi autogenik efektif dalam menurunkan peningkatan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Kadar Glukosa Darah, Relaksasi Autogenik
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH DENGAN VARIASI PENGENCERAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA PENGGANTI EOSIN 2% Montoya, Pablo; Solikah, Monika Putri; Irfani, Farida Noor
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48077

Abstract

Kecacingan merupakan kondisi kesehatan yang terjadi ketika organisme parasit berupa cacing masuk dan berkembang biak di dalam tubuh manusia sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan tertentu. Manusia menjadi tempat tinggal utama (hospes definitif) bagi berbagai jenis cacing dikarenakan ditemukannya telur dalam sampel tinja yang terinfeksi. Metode pemeriksaan yang dapat digunakan adalah pemeriksaan mikroskopik metode natif (direct slide) dengan menggunakan pewarna Eosin 2%. Kulit buah naga termasuk dalam jenis pewarna alternatif yang mampu dimanfaatkan sebagai pewarna yang bersifat ramah lingkungan karna memiliki kandungan zat pigmen warna antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas sediaan telur cacing STH dengan metode natif (direct slide) menggunakan pewarna ekstrak kulit buah naga dan Eosin 2% sebagai kontrol. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental. Populasi penelitian ini merupakan sampel feses yang diambil dari Laboratorium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Semarang, sedangkan sampel penelitian ini yaitu sampel feses positif telur cacing STH yang dibuat 30 preparat dan masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Metode analisis data diuji dengan SPSS menggunakan uji normalitas dan uji Kruskal Wallis. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (1:1, 1:3, 1:5, 1:7, 1:9) dengan demikian pemberian ekstrak kulit buah naga pada masing-masing kelompok memberikan pengaruh yang berbeda terhadap hasil penilaian. Disimpulkan bahwa kualitas ekstrak kulit buah naga dapat dijadikan pewarna alternatif Eosin 2%. Perbandingan 1:1 merupakan kualitas yang hampir mendekati pewarna Eosin 2%.
PENGARUH TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR TERHADAP FREKUENSI HALUSINASI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI Izati, Nurul; Mardiana, Nova; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48078

Abstract

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengalami sensasi yang tidak nyata, seperti mendengar suara, melihat sesuatu, mencium bau, merasakan sentuhan, atau mengecap rasa yang sebenarnya tidak ada. Terapi okupasi menggambar membantu individu mengekspresikan dan memahami emosi mereka melalui seni dan proses kreatif. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, perilaku, dan keterampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi okupasi menggambar dapat memengaruhi frekuensi halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan metode one-group pre-test-post-test, melibatkan 14 pasien yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Frekuensi halusinasi diukur menggunakan kuesioner AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi, rata-rata skor halusinasi pasien adalah 18,07, sedangkan setelah terapi skor rata-ratanya turun menjadi 5,71. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05), yang berarti terapi okupasi menggambar berpengaruh terhadap penurunan frekuensi halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori.
PENGARUH YOGA PADA IBU HAMIL DENGAN KECEMASAN AKIBAT FLUKTUASI HORMON Hadisyaputri, Amelia Oktaviani; Safriana, Rizka Esty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48085

Abstract

Ibu yang sedang hamil sering kali mengalami banyak perubahan secara psikologis dan fisik. Kondisi ini akan selalu menimbulkan rasa tidak nyaman secara fisik pada ibu hamil, karena ada bayangan tentang proses persalinan, bagaimana keadaan bayi dan kondisi bayi setelah lahir. Bayangan seperti itu umum terjadi pada ibu hamil yang akan menjalani persalinan. Perasaan cemas pada ibu hamil, terutama pada wanita yang hamil pertama kali (primigravida). Yoga prenatal bertujuan untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik, mental dan spiritual untuk menghadapi persalinan. Melalui persiapan yang memadai, ibu merasa lebih percaya diri, yakin dapat menjalani persalinan dengan lancar. Salah satu cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil primigravida adalah dengan memberikan terapi yaitu yoga. Yoga prenatal harus dilakukan dengan latihan yang rutin dan stabil untuk mendapatkan hasil yang efektif sehingga tubuh akan terbiasa melakukan aktivitas ini dan diharapkan bagi ibu hamil primigravida, tingkat kecemasannya akan menurun dan psikologi ibu primigravida akan menjadi lebih stabil. menunjukkan bahwa kecemasan yang dialami ibu hamil disebabkan oleh hormon progesteron yang meningkat. Selain membuat ibu hamil merasa cemas, peningkatan hormon juga menyebabkan gangguan emosi dan membuat ibu hamil cepat lelah, dengan melakukan yoga dapat merangsang hormon oksitosin dan relaksin.
EFEKTIVITAS METODE FLOTASI MENGGUNAKAN LARUTAN MGSO4 DAN NACL DALAM IDENTIFIKASI TELUR STH Rahmadani, Fitri; Solikah, Monika Putri; Martuti, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48086

Abstract

Infeksi parasit usus salah satu penyakit yang sering di jumpai di kalangan masyarakat namun kurang mendapatkan perhatian. Infeksi telur cacing Soil Transmitted Helminth disebabkan oleh kelompok cacing usus seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Strongyloides stercoralis, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale.  Menurut pravelensi survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018 kecacingan di Indonesia berkisar 60%-90% Infeksi cacing usus berkembang sebanyak 12% terutama terjadi pada anak usia 5-14 tahun. Usia 5-10 tahun menjadi puncak kejadian secara epidemiologis. Pemeriksaan cacing STH dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Metode flotasi, sedimentasi dan direct slide merupakan penelitian kualitatif, sedangkan metode Kato-katz dan metode stoll merupakan penelitian kuantitatif. Metode flotasi yang didasarkan perbedaaan berat jenis larutan dan berat jenis telur yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas metode flotasi menggunakan larutan MgSO4 jenuh 35% dan larutan NaCl jenuh 35% untuk identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dengan desain deskriptif kuantitatif dengan setiap sediaan diberi 3 perlakuan yang berbeda yaitu menggunakan larutan MgSO4 jenuh 35%, larutan NaCl jenuh 35% dan kontrol positif. Data yang diperoleh menggunakan SPSS Uji Shapiro wilk untuk normalitas dan dilanjutkan menggunakan Uji Kruskal-wallis. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan larutan MgSO4 jenuh 35% dan NaCl jenuh 35% pada proses pengapungan telur cacing Soil Transmitted Helminth. Disimpulkan bahwa larutan NaCl jenuh 35% lebih baik dari MgSo4 jenuh 35% menggunakan metode flotasi.  
PERBANDINGAN KUALITAS TELUR CACING STH MENGUNAKAN PEWARNAAN EOSIN 2% DAN PEWARNAAN PERASAN KULIT BUAH MANGGIS Wahyuni, Lestari Mega; Solikah, Monika Putri; Putri, Novita Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48108

Abstract

Helminthiasis cacing yang disebabkan oleh nematoda usus umumnya bersifat asimtomatik. Penularannya terjadi melalui telur cacing yang termasuk dalam kelompok Soil Transmitted Helminths (STH), dengan tanah sebagai media perantara. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023, sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia setara dengan 24% dari total populasi global yang diperkirakan terinfeksi cacing STH. Di Indonesia, survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat prevalensi infeksi cacing pada anak-anak di beberapa provinsi berada pada kisaran 60% hingga 90%. Dalam pemeriksaan mikroskopis terhadap telur cacing STH, eosin 2% merupakan pewarna yang umum digunakan. Namun, seiring meningkatnya minat terhadap bahan yang ramah lingkungan, ekstrak kulit buah manggis berpotensi menjadi alternatif pewarna alami. Kulit buah manggis mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin, alkaloid, dan pigmen alami yang mampu menghasilkan warna merah bata, sehingga memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan sebagai zat pewarna mikroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pewarnaan antara eosin 2% dan ekstrak kulit buah manggis dalam visualisasi telur cacing STH. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan empat jenis perlakuan pewarnaan pada sediaan menggunakan kedua jenis pewarna. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS, diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarnaan menggunakan ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi 25% memberikan kualitas visualisasi telur cacing yang cukup baik. Dengan demikian, meskipun efektivitasnya belum sepenuhnya setara dengan eosin 2%, ekstrak kulit buah manggis memiliki potensi sebagai pewarna alami alternatif dalam pemeriksaan mikroskopis telur cacing STH.
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP PENCEGAHAN HIPOTENSI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA PASCA SPINAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RSUD WONOSARI M.Nur, nurhaliza; Dewi, Ratih Kusuma; Suparmanto, Gatot
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48120

Abstract

Spinal anestesi merupakan teknik anestesi yang banyak digunakan pada tindakan sectio caesarea karena aman dan cepat. Namun, efek samping yang umum terjadi adalah hipotensi akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi dan penurunan venous return. Hipotensi yang tidak ditangani dapat membahayakan ibu dan janin. Elevasi kaki merupakan intervensi nonfarmakologis sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan curah jantung dan tekanan darah melalui peningkatan venous return. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik nonprobability sampling. Intervensi berupa elevasi kaki setinggi 30 cm selama 15 menit. Uji data yang dilakukan adalah dengan Uji Wilcoxon dan Uji paired Sample T-Test pada masing-masing kelompok Intervensi Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara elevasi kaki terhadap hipotensi pada pasien sectio caesarea pasca spinal anestesi di Ruang pemulihan RSUD Wonosari, dengan rincian P value Tekanan darah Sistol sebesar 0,000<0,05 p value tekanan darah diastol sebesar 0,000<0,05, p value MAP 0,000<0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara elevasi kaki terhadap hipotensi pada pasien sectio caesarea pasca spinal anestesi di Ruang pemulihan RSUD Wonosari.