cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA BOOKLET GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN PADA REMAJA OVERWEIGHT DI SMP NEGERI 2 SAMARINDA Isrianur, Yasmin; Satriani, Satriani; Tonapa, Emelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49995

Abstract

Overweight atau kelebihan berat badan terjadi ketika asupan energi dari makanan melebihi energi yang digunakan untuk beraktivitas. Kondisi ini menjadi permasalahan gizi yang perlu ditangani sejak remaja agar tidak berlanjut hingga dewasa. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian media booklet gizi seimbang terhadap pengetahuan remaja overweight di SMP Negeri 2 Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Sampel penelitian adalah 42 remaja overweight yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pengetahuan baik terkait aktivitas fisik sebesar 33,3% dan pengetahuan kurang 23,1%. Setelah pemberian booklet, pengetahuan baik meningkat menjadi 59,0% dan pengetahuan kurang turun menjadi 0%. Pengetahuan terkait PHBS juga mengalami peningkatan, dari 48,7% menjadi 59,0%, sedangkan pengetahuan kurang turun dari 33,3% menjadi 0%. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian booklet terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,000; p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah media booklet efektif meningkatkan pengetahuan remaja overweight mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, dan PHBS.
EFEKTIVITAS TERAPI UAP AIR HANGAT DAN MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP ANAK ISPA AKIBAT SECONDHAND SMOKE DI POSYANDU WONODOYO KABUPATEN BOYOLALI rohyani, yuni; Irawan, Ady; Risnawati, Hani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50005

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, terutama pada usia balita. Anak yang terpapar asap rokok secara pasif atau secondhand smoke memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan. Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya seperti karbon monoksida dan nikotin yang dapat merusak sistem pernapasan anak. Terapi nonfarmakologis terapi uap air hangat yang dicampur dengan minyak kayu putih dipercaya dapat melegakan saluran pernapasan, mengencerkan dahak, dan memberikan efek relaksasi Minyak kayu putih mengandung senyawa cineole yang bersifat dekongestan dan ekspektoran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental whithout control group. Sampel penelitian terdiri dari 34 anak usia 3-6 tahun yang mengalami ISPA akibat terpapar asap rokok pasif di wilayah Posyandu Wonodoyo. Intervensi dilakukan dengan memberikan terapi uap air hangat yang dicampur minyak kayu putih selama beberapa 2 sesi. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada pemberian terapi terhadap peningkatan saturasi oksigen. Dengan hasil uji menggunakan uji paired t-test 0,000 (P<0,005) yang terdapat pengaruh pemberian terapi uap air hangat dan minyak kayu putih terhadap anak ISPA akibat secondhand smoke. Terapi uap air hangat dan minyak kayu putih terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen anak dengan ISPA yang terpapar asap rokok.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO Nurvitasari, Lita Aprelia; Marni, Marni; Wahyudi, Totok
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50009

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk dalam aspek kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja berperilaku seksual berisiko, seperti seks pranikah, pernikahan dini, dan kehamilan yang tidak diinginkan. Di SMA Negeri 2 Sukoharjo, walaupun materi kesehatan reproduksi telah diberikan, masih banyak siswa yang belum memahami dampak perilaku seksual berisiko. Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 91 responden dari kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja. Data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 49 responden (53,8%). Perilaku seksual remaja sebagian besar tergolong dalam kategori baik sebanyak 77 responden (84,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai (p-value = 0,000) dan koefisien korelasi (Rho = 0,364). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin kecil kecenderungan remaja untuk melakukan perilaku seksual berisiko.
PREVALENSI STEATOSIS HEPATIS (PERLEMAKAN HATI) PADA MAHASISWA KEDOKTERAN BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI: STUDI DESKRIPTIF Astawa, Gregorius Adista Enrico; Labobar, Maryam Kathrien; Rante, Indra Harianto; Setyarini, Kaida Irma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50020

Abstract

Steatosis hepatis atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) adalah akumulasi lemak dalam hepatosit tanpa konsumsi alkohol berlebih yang kini menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi 20–30% pada populasi umum. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok berisiko akibat tekanan akademik, pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, serta gaya hidup sedentari yang dapat memicu obesitas dan sindrom metabolik. Deteksi dini sangat penting karena kondisi ini berpotensi berkembang menjadi fibrosis, sirosis, hingga karsinoma hepatoseluler. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi steatosis hepatis pada mahasiswa kedokteran tahap preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif potong lintang dengan populasi seluruh mahasiswa tahap preklinik tahun ke-3 dan 4 sebanyak 188 orang. Sampel minimal ditetapkan 114, dan terkumpul 125 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai demografi, pola makan, aktivitas fisik, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) hati oleh dokter spesialis radiologi. Variabel utama adalah derajat steatosis hepatis berdasarkan peningkatan ekogenitas hati dibanding parenkim ginjal, dengan analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan prevalensi steatosis hepatis sebesar 8,8%, terdiri atas 4,8% derajat ringan dan 4,0% sedang. Sebagian besar mahasiswa (91,2%) normal, namun 44% mengalami kelebihan berat badan (13,6% overweight dan 30,4% obesitas). Pola konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta aktivitas sedentari tinggi mendominasi. Kesimpulannya, prevalensi steatosis hepatis pada mahasiswa cukup bermakna dan berhubungan dengan status gizi berlebih serta perilaku gaya hidup tidak sehat. Pemeriksaan USG terbukti efektif sebagai metode skrining dini untuk intervensi preventif di lingkungan kampus. Kata kunci: gaya hidup, mahasiswa kedokteran, obesitas, steatosis hepatis, ultrasonografi
HUBUNGAN TROMBOSIT DAN TINGKAT KEPARAHAN INFEKSI DENGUE DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU Jimat, Resi Tondho; Ismawatie, Emma; Maulani, Yulita; Rahmawati, Lisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50034

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia dengan angka kejadian yang fluktuatif namun cenderung tinggi setiap tahunnya. Deteksi dini sangat penting dilakukan untuk memperkirakan tingkat keparahan penyakit serta menentukan penanganan yang sesuai, guna menurunkan angka kematian akibat DBD. Evaluasi klinis berdasarkan parameter hematologis, seperti trombosit, sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini. Trombositopenia merupakan manifestasi khas DBD yang berhubungan erat dengan tingkat keparahan penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar trombosit dengan tingkat keparahan infeksi dengue, menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang dan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 65 pasien DBD yang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu pada periode September hingga Desember 2022. Uji One Way ANOVA digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari rekam medis guna menilai hubungan antara trombosit dan keparahan infeksi dengue. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000). Rerata trombosit pada pasien pada derajat I sebesar 118.500 sell/mm3, menurun menjadi 76.476,2 sel/mm3 pada derajat II, dan 35.100 sel/mm3 pada derajat III. Seluruh pasien mengalami trombositopenia (nilai trombosit < 150.000 sel/mm3). Jumlah trombosit memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat keparahan infeksi dengue. Pemantauan trombosit secara berkala sangat penting untuk mendeteksi dini keparahan penyakit dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
SOCIAL ANXIETY DISORDER : DARI DEFINISI HINGGA PROGNOSIS – LITERATUR REVIEW Praditna, Lalu M. Ardi; Maulidiva, Syarifah Zahwa; Setyadi, Muhammad Rofi Wahyu; Elizar, Lale Justin Amelinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50044

Abstract

Gangguan kecemasan sosial atau Social Anxiety Disorder (SAD) merupakan salah satu bentuk gangguan kecemasan dengan prevalensi global berkisar antara 8–31% dan berdampak signifikan pada fungsi akademik, sosial, serta kualitas hidup. Akan tetapi, meskipun prevalensinya tinggi dan berdampak luas, SAD seringkali tidak terdiagnosis sehingga diperlukan tinjauan komprehensif mengenai aspek klinis dari SAD. Penelitian ini bertujuan meninjau aspek definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, diagnosis, penatalaksanaan, serta komplikasi dari SAD. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan naratif berbasis literatur dengan menelaah artikel internasional dan nasional yang relevan dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dalam kurun 2015–2025. Variabel yang ditinjau mencakup prevalensi, faktor risiko, manifestasi klinis, serta strategi tatalaksana. Data dikumpulkan melalui pencarian sistematis menggunakan kata kunci “social anxiety disorder”, “prevalence”, “neurobiology”, dan “treatment”, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tren epidemiologi, patogenesis, serta pendekatan terapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa SAD melibatkan interaksi faktor neurobiologis, genetik, lingkungan, dan temperamen. Aktivasi abnormal amigdala serta disregulasi sumbu hipotalamus-pituitari-adrenal berperan penting dalam patogenesis. Intervensi utama mencakup terapi perilaku kognitif (CBT), terapi paparan, serta farmakoterapi dengan SSRI atau SNRI. Prognosis bervariasi, namun deteksi dini dan terapi berkelanjutan terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien.
STUDI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (ALLIUM SP) PADA PARU TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DIINDUKSI OLEH KETOROLAC Maulana, Suwandre dwi anggara; Azis, Fahmi Dimas Abdul; Narsi, Umi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50065

Abstract

Ketorolac adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang sering digunakan karena efektivitasnya dalam meredakan nyeri dan inflamasi. Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan toksisitas organ, termasuk paru-paru. Kerusakan jaringan paru akibat ketorolac sering melibatkan edema, inflamasi difus, dan fibrosis ringan. Untuk mengatasi efek samping ini, ekstrak kulit bawang merah (Allium sp.), yang kaya akan senyawa flavonoid dan antioksidan seperti quercetin, dievaluasi potensinya sebagai agen pelindung paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek protektif dan potensi toksisitas subkronik ekstrak kulit bawang merah terhadap jaringan paru tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi ketorolac. Desain penelitian ini bersifat eksperimental dengan lima kelompok perlakuan: kontrol negatif, ketorolac, ketorolac+ranitidine, serta ketorolac dengan ekstrak kulit bawang merah dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Evaluasi dilakukan selama 7 hari melalui pengamatan histopatologis paru menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin, dan penilaian dilakukan dengan skoring terhadap edema, inflamasi, dan fibrosis. Hasil menunjukkan bahwa kelompok ketorolac mengalami kerusakan paling parah, sedangkan pemberian ekstrak 200 mg/kgBB mampu menurunkan tingkat edema dan inflamasi secara signifikan serta memperbaiki struktur alveoli. Kesimpulannya, ekstrak kulit bawang merah pada dosis 200 mg/kgBB memberikan efek protektif terhadap jaringan paru yang rusak akibat ketorolac. Penelitian ini membuka peluang penggunaan bahan alam sebagai terapi adjuvan dalam pengurangan toksisitas obat, namun diperlukan studi lanjutan pada tingkat molekuler dan klinis.
STUDI DESKRIPTIF KEPATUHAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA AKTIVITAS PEKERJAAN DI KETINGGIAN DI PT. BINAKARINDO YACOAGUNG TAHUN 2025 Prasetyo, Daniel Tegar; Millah, Izzatu; Utami, Desyawati; Kusumaningtiar, Devi Angeliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50066

Abstract

Keselamatan kerja pada aktivitas ketinggian merupakan aspek krusial dalam industri migas karena tingginya potensi kecelakaan fatal. Salah satu upaya pengendalian risiko mendasar adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), meskipun tingkat kepatuhan pekerja masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepatuhan penggunaan APD pada pekerjaan di ketinggian di PT Binakarindo Yacoagung tahun 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, dan data dikumpulkan melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki Tingkat kepatuhan dalam penggunaan seluruh APD bekerja di ketinggian hanya 12,5% dibandinig yang tidak patuh 87,5%, untuk Tingkat kepatuhan tertinggi pada penggunaan body harness, lanyard, life line, dan anchorage point (100%). Sebaliknya, kepatuhan penggunaan helm dan sepatu safety hanya 67,5%, goggles 65%, serta sarung tangan 57,5%. Berdasarkan hasil temuan tersebut menegaskan bahwa perlunya peningkatan edukasi serta pengawasan terhadap penggunaan APD tertentu, guna menciptakan budaya kerja yang aman, mencegah kecelakaan, serta mendukung produktivitas di lingkungan kerja berisiko tinggi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SDN MALAKIKU KABUPATEN NGADA novista, Meilani a; Yuniastuti, Tiwi; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50067

Abstract

Di Nusa Tenggara Timur sebesar 21,7 %. Nusa Tenggara Timur merupakan Provinsi terendah dengan tingkat kesadaran dalam perilaku cuci tangan pakai sabun di karenakan kurangnya peran serta promosi  kesehatan  dan  pengetahuan,  dengan  ini  kita  perlu  melakukan promosi kesehatan guna meningkatkan tingkat pengetahuan, kesadaran dan kemauan dalam berperilaku hidup sehat tentang pentingnya CTPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN Malakiku. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriftif dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dalam upaya mengetahui hubungan tingkat pengetahuan,sikap,dan tindakan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN Malakiku Kec.Bajawa Utara. sebagian besar pengetahuan siswa tentang perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong baik sedangkan sikap siswa terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong cukup baik dan sedangkan tindakan siswa terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong kurang baik. H1 di terima sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang signifikan antara ketiga variabel terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun.
AKUPUNKTUR UNTUK MENINGKATKAN PEMULIHAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE: LITERATURE REVIEW Noer, Afifah; Saraspuri, Niken Putri Eka; Karima, Fatimah Hasna; Suharti, Suharti; Krisnasari, Alfian Silvia; Daryanti, Edhita Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50068

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyakit neurologis dengan angka kejadian dan mortalitas tinggi, yang sering menimbulkan kecacatan jangka panjang berupa gangguan fungsi motorik dan kelemahan otot. Upaya rehabilitasi pasca-stroke diperlukan untuk memaksimalkan pemulihan fungsional. Salah satu terapi komplementer yang banyak digunakan adalah akupunktur, yang dipercaya mampu meningkatkan neuroplastisitas, kekuatan otot, serta kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan menelaah artikel dari database Google Scholar, PubMed, dan DOAJ menggunakan kata kunci acupuncture, stroke, acupuncture post stroke, ischemic stroke, dan hemorrhagic stroke. Kriteria inklusi meliputi artikel terbit antara tahun 2019–2025, membahas penggunaan akupunktur pada pasien stroke, berbahasa Indonesia atau Inggris, dengan rentang usia subjek 15–80 tahun. Dari total 300 artikel yang ditelusuri, diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa akupunktur terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki fungsi motorik, dan mendukung kemampuan perawatan diri pasien stroke. Kombinasi akupunktur dengan terapi lainnya, seperti fisioterapi, latihan berjalan, pengobatan tradisional Tiongkok, maupun suplementasi nutrisi, memberikan hasil yang lebih optimal. Akupunktur juga dinilai aman, memiliki efek samping minimal, serta mudah diterapkan dalam praktik klinis. Kesimpulan dari penelitian Akupunktur merupakan terapi yang efektif dan aman untuk rehabilitasi pasien pasca-stroke. Intervensi ini berpotensi meningkatkan pemulihan fungsional, baik secara fisik maupun kualitas hidup, serta dapat dijadikan bagian penting dari program rehabilitasi komprehensif