cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KORELASI KADAR HEMATOKRIT TERHADAP LEVEL KEPARAHAN INFEKSI DEMAM BERDARAH DI RS PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU Putri, Arum Kusuma; Ismawatie, Emma; Maulani, Yulita; Dewi, Yulia Ratna; Rahmawati, Lisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50080

Abstract

Demam berdarah dengue atau Infeksi virus dengue berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang masih menjadi masalah kesehatan dunia. Di Indonesia kasus infeksi demam berdarah semakin meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Infeksi demam berdarah berasal dari virus dengue (DENV) terdapat empat serotipe yang signifikan dengan gejala klinis. Gejala yang timbul dapat dibedakan menjadi empat derajat keparahan yaitu Derajat I, II, III, dan IV. Data dari rekam medis RS PKU Muhammadiyah Delanggu bulan September sampai Desember 2022. Sampel sebanyak 65 pasien rawat inap diambil dengan rumus slovin diambil secara purpose sampling dengan analisis one way anova dengan kepercayaan 95%. Hasil karakteristik sampel dibedakan berdasarkan jenis kelamin sebanyak 37 perempuan (56,9%) dan 28 laki-laki (43,1%). Dibedakan berdasarkan usia pasien balita 12,3%, anak-anak 20,0%, remaja 52,3%, dewasa 13,9%, dan lansia 1,5%. Data rekam medis pasien dari pemeriksaan hematokrit dengan derajat klinis infeksi demam berdarah didapatkan uji normalitas menunjukkan nilai hematokrit lebih besar dari 0,05. Pengujian hipotesis dengan uji one way anova memiliki hasil terdapat hubungan nilai hematokrit dengan derajat klinis infeksi demam berdarah. Berdasarkan analisis penelitian hasil statistik nilai hematokrit dengan rata-rata 39,15% dengan semakin meningkatnya derajat klinis, jadi terdapat hubungan nilai hematokrit dengan derajat klinis infeksi demam berdarah
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN GEJALA KOLIK BAYI Putri, Irawati Sukarna; Apriyani, Magdalena Tri Putri; Dewi, Meinasari Kurnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50105

Abstract

Kolik merupakan kondisi yang sering dialami bayi, ditandai dengan menangis yang berkepanjangan dan tanpa penyebab yang jelas. Biasanya terjadi pada usia 2 minggu hingga 4 bulan. Prevalansi kolik pada bayi di Indonesia sekitar 40%, sedangkan di PMB Erni Setianingsih terdapat 56 bayi yang mengalami kolik dari Januari hingga Mei 2025. Kolik dapat menyebabkan stres pada orang tua diantaranya risiko depresi ibu pascasalin, berhenti menyusui, perasaan bersalah, kelelahan, tidak berdaya atau marah, hingga beresiko kekerasan terhadap bayi. Upaya mengatasi kolik dapat dilakukan secara non farmakologi yaitu dengan pijat bayi serta dapat dikombinasikan dengan aromaterapi seperti lavender untuk menenangkan dan mengurangi ketegangan otot yang berkontribusi pada kolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi dan aromaterapi lavender terhadap penurunan gejala kolik pada bayi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pre-test dan post-test with control group design. Populasi penelitian seluruh bayi yang mengalami gejala kolik dari Januari hingga Mei tahun 2025. Sampel berjumlah 50 bayi kemudian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 25 bayi. Analisis data menggunakan Uji Paired T-test dan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukan kelompok pijat bayi terjadi penurunan skor dari 83,5 menjadi 58,9 dengan p-value 0,0001 berarti terdapat pengaruh signifikan. Sementara pada kelompok aromaterapi lavender, penurunan dari 83,0 menjadi 82,6 dengan p-value 0,246 menunjukan tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian pijat bayi efektif menurunkan gejala kolik sedangkan aromaterapi lavender tidak menunjukan efek yang berarti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengurangi gejala kolik pada bayi.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI Febriani, Verawati; Kamariyah, Kamariyah; Meinarisa, Meinarisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50146

Abstract

Masa remaja merupakan periode dari masa anak-anak menuju dewasa yang mengalami perubahan kematangan fisik. Perubahan kematangan fisik yang dialami remaja putri yaitu menstruasi. Remaja putri yang mengalami menstruasi harus melakukan perilaku menstrual hygiene dengan baik. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia, perilaku menstrual hygiene remaja putri masih kurang atau buruk yaitu sebesar 66,6%. Berdasarkan survei WHO, remaja putri mengalami infeksi saluran reproduksi tertinggi di dunia sebanyak 35% - 42% dengan kejadian kandidiasis sebesar 25%-50% yang disebabkan oleh perilaku menstrual hygiene yang buruk serta penggunaan pembalut yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukannya dukungan keluarga karena dapat mempengaruhi remaja putri dalam menentukan perilaku kesehatan yang tepat. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku menstrual hygiene remaja putri di SMPN 11 Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 435. Adapun sampel penelitian berjumlah 97 responden dengan teknik probability sampling jenis cluster random sampling. Variabel pada penelitian yaitu dukungan keluarga dan perilaku menstrual hygiene. Penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner GHBS. Penelitian ini menggunakan analisis data spearman rho. Responden yang mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 67%, responden memiliki perilaku menstrual hygiene baik sebanyak 94,8%, dan berdasarkan uji statistik Spearman-Rho didapatkan nilai sig.(2-tailed) yaitu 0,022 dengan angka koefisien korelasi 0,233*. Oleh karena itu didapatkan Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku menstrual hygiene pada remaja putri SMPN 11 Kota Jambi.
PENGARUH PELARUT TERHADAP FLAVONOID TOTAL, FENOLIK TOTAL dan AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KUNYIT (Curcuma longa L.) dengan METODE ABTS Setyaningrum, Fidya; Raharjo, Danang; Luthfiyanti, Niken
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50198

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas sehingga dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan adalah kunyit (Curcuma longa L.), yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kadar flavonoid total, fenolik total, serta aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kunyit. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri AlCl₃ menggunakan kuersetin sebagai standar, sedangkan kadar fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode ABTS yang dinyatakan dalam nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pelarut berpengaruh signifikan terhadap kandungan metabolit bioaktif dan aktivitas antioksidan. Ekstrak daun kunyit dengan pelarut metanol menghasilkan kadar flavonoid total sebesar 54,032 mg QE/g, kadar fenolik total sebesar 64,760 mg GAE/g, serta aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,396 ppm yang termasuk kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelarut metanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kunyit dibandingkan pelarut lain, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber alami antioksidan
ANALISIS POLA PENGOBATAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN OBAT BAHAN ALAM DI KECAMATAN MALUNDA KABUPATEN MAJENE Malik, Abd.; Waris, Risda; Ainina, Adiva Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50221

Abstract

Tumbuhan berkhasiat obat sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia sebagai pengobatan alternatif utama suatu penyakit dan masyarakat mempercayai bahwa obat tradisional mampu mengobati penyakit berat hingga ringan. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang digunakan untuk obat tradisional serta cara pengolahan, cara penggunaan dan nilai use value (UV) di masyarakat Kecamatan Malunda Kabupaten Majene. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan memanfaatkan metode kualitatif serta penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling serta didapatkan 25 responden. Hasil penelitian mengenai tanaman obat yang dipakai oleh Masyarakat di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene diperoleh 24 jenis tanaman mampu mengobati 13 jenis penyakit. Bagian tanaman yang paling rutin dimanfaatkan yakni daun dengan persentase (57%), cara pengolahan yang paling rutin dilakukan yakni direbus dengan persentase (71%), kemudian cara penggunaan yang paling sering digunakan yakni diminum dengan persentase sejumlah (81%). Dari hasil perhitungan nilai use value (UV) yaitu tumbuhan berkhasiat obat yang paling banyak dimanfaatkan yakni kunyit (Curcuma domestika L.) dan sirsak (Annona muricata L.) dengan nilai use value (UV) masing-masing adalah 0,2. Kata kunci : Pengobatan Tradisional, Tanaman Obat, Kecamatan Malunda
FAKTOR RISIKO KERJA DAN KEJADIAN MUSKULOSKELETAL DISORDER PADA PEKERJA KANTOR: LITERATURE REVIEW Lestari, Risva Aprina Fitri; Mairani, Fitri; Apriani, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50287

Abstract

Secara global gangguan musculoskeletal (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja utama yang sering dialami para pekerja dengan keluhan berbeda-beda. MSDs telah menjadi keluhan umum pada pekerja dengan posisi kerja statis atau gerakan berulang yang sering dialami orang dengan pekerjaan di depan komputer seperti mengetik, menulis, dan membaca. Salah satu pekerja yang melibatkan komputer adalah pekerja kantor yang dapat berdampak pada masalah kesehatan muskuloskeletal disorders. Artikel ini menggunakan metode pendekatan literature review dengan desain studi cross-sectional. Artikel dicari melalui database elektronik secara sistematis di Pubmed, DOAJ, dan Science Direct yang diterbitkan 10 tahun terakhir dan diambil antara tahun (2013-2021) dengan menggunakan kata kunci (occupational risk AND musculoskeletal disorders AND office work). Berdasarkan hasil ekstraksi data dari search engine metode PubMed, DOAJ, dan Science Direct terdapat 20 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi serta dalam penelitian ini menunjukkan bahwa alat ukur yang paling banyak digunakan adalah Nordic Musculoskeletal (NMQ). Jumlah sampel keseluruhan sebanyak 7256 pekerja kantor laki-laki dan perempuan dari berbagai negara Eropa dan Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pekerja kantoran laki-laki dan perempuan paling sering mengeluh nyeri pada punggung bawah (55,1%), leher (52,5%) dan punggung atas (53%). Ada hubungan positif yang signifikan (p<0,05) antara prevalensi MSDs dan faktor-faktor risiko postur tubuh tidak ergonomis saat bekerja, membungkuk yangh tidak tepat, stress di tempat kerja, furniture yang tidak sesuai dan istirahat yang tidak memadai. Berbagai keluhan MSDs pada pekerja kantor disebabkan karena posisi kerja statis atau gerakan berulang saat bekerja di depan komputer. Upaya untuk mengurangi risiko keluhan musculoskeletal disorders yaitu dengan menyesuaikan alat kerja dengan postur kerja pekerja.
FORMULASI FACE MIST DAN UJI KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN LAVENDER (Lavandula dentata) Phiapresia, Safara Zulfa; Wardani, Tatiana Siska; Rohmana, Vivin Marwiyati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50295

Abstract

Tingginya paparan polusi udara di perkotaan dapat mempercepat penuaan kulit melalui stres oksidatif. Face mist dipilih sebagai sediaan praktis untuk melembabkan dan memberikan perlindungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan merumuskan face mist dengan ekstrak daun lavender (Lavandula dentata), yang dikenal mengandung flavonoid tinggi dan beraroma relaksasi. Penelitian ini merupakan metode eksperimental, ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol, menghasilkan rendemen 10,3 % dan kadar flavonoid total 11,09 ± 0,10 mg ekuivalen kuersetin per gram. Tiga formula face mist dibuat dengan konsentrasi ekstrak 2,5 %, 4 %, dan 5 %, lalu diuji mutu fisik, penerimaan panelis, serta keamanan kulit. Semua formula memiliki pH 4,6–4,8, bertekstur cair, dan daya sebar semprot sesuai standar. Formula II dan III mencapai diameter semprot 6 cm, sedangkan formula I 5 cm. Uji hedonik menunjukkan ≥85 % panelis menyukai aroma, dengan formula II paling disukai dari segi warna dan tekstur. Uji iritasi menunjukkan reaksi ringan dan toleransi yang baik. Formula II direkomendasikan karena menunjukkan keseimbangan antara efektivitas, kenyamanan, dan preferensi pengguna. Penelitian lanjutan diperlukan untuk uji stabilitas dan aktivitas antioksidan lebih lanjut sebelum dikembangkan sebagai produk komersial.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN TONER EKSTRAK DAUN LAVENDER PERANCIS (LAVANDULA DENTATA) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) Yusuf, Dea Sagitarina; Wardani, Tatiana Siska; Rahmatillah, Annie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50310

Abstract

Radikal bebas akibat paparan polusi, sinar ultraviolet, asap rokok, dan faktor lingkungan lain dapat memicu kerusakan sel kulit serta mempercepat penuaan dini. Kondisi ini terjadi karena radikal bebas merusak kolagen, elastin, dan membran sel sehingga kulit kehilangan kekenyalannya. Untuk mengatasinya, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas. Salah satu sumber antioksidan alami adalah Lavender Perancis (Lavandula dentata), yang diketahui mengandung flavonoid dan berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan toner dari ekstrak daun Lavandula dentata serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan kuantitatif komparatif. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% lalu diformulasikan menjadi toner dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, dan iritasi, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm menggunakan perhitungan IC50 dari persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan semua formula toner memenuhi persyaratan fisik, memiliki pH 5,1–5,9, tampak homogen, serta tidak menimbulkan iritasi. Ekstrak Lavandula dentata memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 19,0693 ppm. Adapun formula toner 0,5%, 1%, dan 1,5% masing-masing menghasilkan IC50 sebesar 111,005 ppm, 94,5532 ppm, dan 90,3029 ppm. Formula 1,5% merupakan yang terbaik karena memiliki nilai IC50 terendah. Dengan demikian, toner ekstrak daun Lavandula dentata stabil secara fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai kosmetik antioksidan alami.
GAMBARAN KETEPATAN WAKTU PENGEMBALIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT (LITERATURE REVIEW) Ramadhana, Nur Fatihah Adlia; Rumana, Nanda Aula; Vitianingsih, Wiwik; Fannya, Puteri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50312

Abstract

Indikator ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap sesuai dengan persyaratan Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit antara lain rekam medis yang telah diisi lengkap oleh dokter dalam waktu 24 jam sejak pasien rawat inap memilih untuk pulang. Langkah-langkah selanjutnya termasuk penyusunan, pengkodean, analisis, dan pengindeksan semuanya terpengaruh secara negatif oleh keterlambatan pengembalian rekam medis, dan rekam medis itu sendiri berisiko hilang. Mengetahui prosedur operasi standar (SOP) pengembalian rekam medis rawat inap ke rumah sakit, persentase ketepatan waktu pengembalian dokumen-dokumen tersebut, dan variabel-variabel yang menyebabkan keterlambatan menjadi tujuan penelitian ini. Pendekatan penelitian ini menyusun sejumlah artikel atau jurnal dalam bentuk Tinjauan Pustaka. Ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap di rumah sakit berkisar antara 7,90% hingga 91,11%, menurut studi pustaka dari 23 publikasi. Masalah dengan tenaga kerja, kurangnya pemahaman, sikap, dan perilaku petugas, dan kurangnya kesadaran dokter semuanya berkontribusi terhadap penumpukan rekam medis yang disebabkan oleh faktor Manusia. , Pendekatan; Alasannya antara lain persyaratan kerja yang tidak jelas, kurangnya pemahaman terhadap prosedur operasi standar (SOP) pengembalian data medis pasien rawat inap, dan tidak dilaksanakannya prosedur tersebut. Cukup besar; akibat rekam medis yang tidak memiliki informasi penting atau tidak termonitor dengan baik saat pengembalian. Ketentuan hukuman berupa teguran lisan bagi petugas yang tidak disiplin tidak berlaku, dan terdapat kendala pada mesin, SIMRS, dan biaya saat pengembalian data medis ke unit terkait.
ANALISIS EFEKTIVITAS EDUKASI PILAR STBM DI WILAYAH SUMBER AGUNG, KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG Rosita, Yeni; Ahyanti, Mei
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50371

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang erat kaitannya dengan sanitasi yang kurang memadai serta keterbatasan akses terhadap air bersih. Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, memiliki 1.020 kepala keluarga, dengan 305 jiwa berisiko stunting dan 246 kepala keluarga belum memiliki akses sumber air bersih utama. Penguatan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui edukasi kesehatan yang efektif sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang dilaksanakan di Kelurahan Sumber Agung dengan fokus pada dua kelompok masyarakat. Sebanyak 109 kepala keluarga di RT 1 diberikan edukasi dengan metode door to door, sedangkan 137 kepala keluarga di RT 2 mendapatkan penyuluhan kelompok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk mengevaluasi pemahaman keluarga terhadap lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Triangulasi dan validasi informan kunci dilakukan untuk memastikan keabsahan data. Metode door to door terbukti lebih efektif dibandingkan penyuluhan kelompok dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait STBM. Warga RT 1 menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih baik serta perubahan perilaku yang lebih konsisten dibandingkan RT 2. Penyuluhan kelompok relatif kurang efektif dengan pemahaman yang terbatas dan penerapan pilar sanitasi yang belum konsisten. Edukasi personal melalui kunjungan door to door memberikan kesempatan komunikasi yang lebih interaktif, penjelasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga, serta penguatan perilaku secara langsung. Hal ini menjadikan metode door to door lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku dibandingkan metode kelompok.