cover
Contact Name
Wahyu Andy Nugraha
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6282234502425
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : 27237583     DOI : -
Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal aim to become a medium of dissemination of high quality research and scientific note in the fiend of marine and fisheries. This journal can be accessed and downloaded freely for everyone. The article published in this journal have been pass the rigorious peer review by the expert reviewer. This journal accept every article that contain the following, but not limited to, scope: Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal is expected to function as a medium for the dissemination of quality scientific research results as well as scientific rebuttal (notes) in the marine and fisheries sector which can be accessed online and free of charge by the Indonesian community and the international community. The articles (articles) published in this journal are articles that have passed peer-review (partner bebestari). This journal accepts every article which contains, but is not limited to, the scope: 1. Ecology and biology of marine and fisheries 2. Marine and Aquaculture 3. Marine and Aquatic Conservation 4. Marine Water Pollution 5. Management of marine and aquatic resources 6. Marine and fishery processing technology
Articles 276 Documents
Analisis Hasil Tangkapan Dan Produktivitas Alat Tangkap Jaring Insang Hanyut Di Perairan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Zafitri, Fadia; Mairizal, Mairizal; Ramadan, Fauzan
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29533

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan produktivitas alat tangkap jaring insang hanyut 4 Inchi di perairan laut Nipah Panjang I Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 01 November sampai 20 November 2024 di Kelurahan Nipah Panjang I Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei dengan menunggu nelayan pulang melaut. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sensus. Data yang dihimpun berupa pengalaman nelayan, panjang alat tangkap, bahan bakar minyak, lama waktu perendaman, jumlah anak buah kapal dan ukuran kapal. Data dianalisis menggunakan aplikasi microsoft Excel selanjutnya dideskripsikan melalui penyajian grafik atau tabel. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan berupa hasil tangkapan utama sebesar 75,50% dan sampingan sebesar 24,50%. Produktivitas alat tangkap jaring insang hanyut 4 inchi dengan rata-rata sebesar 15 ,34 Kg/Trip. Analisis regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,32 menyatakan ada tiga variabel yang berpengaruh. Kesimpulan penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan jaring insang hanyut 4 inchi di perairan laut Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur terdiri dari 6 species yaitu ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan Duri (Cephalocassis borneensis), ikan Gulama (Johnius carouna), ikan Lidah (Cynoglossus lingua), ikan Beliak Mata (Opisthopterus tardoore) dan ikan Parang-parang (Chirocentrus dorab). Adapun nilai rata-rata produktivitas jaring insang hanyut 4 inchi yaitu sebesar 15,34 Kg/Trip.Kata Kunci: Jaring Insang Hanyut, Komposisi Hasil Tangkapan, ProduktivitasABSTRACTThe study aims to analyze the composition of the catch and productivity of 4-inch drift gill net fishing gear in the Nipah Panjang I sea waters of Tanjung Jabung Timur Regency. The study was conducted from November 1 to November 20, 2024 in Nipah Panjang I Village, Tanjung Jabung Timur Regency. The method used in this study is using a survey method by waiting for fishermen to return from the sea. Sampling in this study uses the census method. The data collected are in the form of fishermen's experience, fishing gear length, fuel oil, soaking time, number of crew members and ship size. The data was analyzed using the Microsoft Excel application and then described through graphic or table presentation. The results of the study showed the composition of the catch in the form of main catch of 75.50% and by-catch of 24.50%. The productivity of 4-inch drift gill net fishing gear with an average of 15.34 Kg / Trip. Regression analysis shows the coefficient of determination (R2) value of 0.32, indicating that there are three influential variables. The conclusion of this study is that the composition of the 4-inch drift gill net catch in the Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur sea waters consists of 6 species, namely Senangin fish (Eleutheronema tetradactylum), Duri fish (Cephalocassis borneensis), Gulama fish (Johnius carouna), Lidah fish (Cynoglossus lingua), Beliak Mata fish (Opisthopterus tardoore) and Parang-parang fish (Chirocentrus dorab). The average value of the productivity of the 4-inch drift gill net is 15.34 Kg/Trip.Keywords: Drift Gill Net, Catch Composition, Productivity
Analisis Kualitas Sosis Ikan Barakuda Dengan Persentase Penambahan Puree Wortel (Daucus carota L) Yang Berbeda Rahayu, Siti; Elida, Elida; Holinesti, Rahmi; Mustika, Sari
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.30077

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian mengenai pembuatan sosis ikan barakuda dengan penambahan puree wortel sebagai bahan tambahan alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan puree wortel sebanyak 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap kualitas sensori sosis ikan barakuda, meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Pengumpulan data dilakukan melalui uji sensori menggunakan format uji ranking oleh delapan panelis terlatih dari Dosen Tata Boga, Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa penambahan puree wortel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap warna (Fhitung = 19,464; p = 0,000) dan tekstur (Fhitung = 11,700; p = 0,000), namun tidak signifikan terhadap aroma (Fhitung = 2,185; p = 0,098) dan rasa (Fhitung = 1,567; p = 0,219). Uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan X3 (30% puree wortel) memberikan nilai rata-rata tertinggi pada warna (77,62) dan aroma (50,75), sedangkan perlakuan X1 (10% puree wortel) memberikan nilai tertinggi pada tekstur (40,12) dan rasa (27,25) yang paling disukai panelis.Kata Kunci : Ikan Barakuda, Puree, Sosis, Uji Sensori, WortelABSTRACTThis research was motivated by the absence of studies on the making of barracuda fish sausage with the addition of carrot puree as a natural additive. The purpose of this study was to analyze the effect of adding carrot puree as much as 0%, 10%, 20%, and 30% on the sensory quality of barracuda fish sausage, including color, aroma, texture, and taste. This research is a pure experiment using a completely randomized design (CRD), consisting of four treatments and three replicates. Data were collected through sensory testing using a ranking test format by eight trained panelists from Catering Lecturers, Department of Family Welfare Science, Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University. Data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan's Test. ANOVA results showed that the addition of carrot puree had a significant effect on color (Fcount = 19.464; p = 0.000) and texture (Fcount = 11.700; p = 0.000), but not significant on aroma (Fcount = 2.185; p = 0.098) and taste (Fcount = 1.567; p = 0.219). Duncan's test showed that treatment X3 (30% carrot puree) gave the highest mean scores on color (77.62) and aroma (50.75), while treatment X1 (10% carrot puree) gave the highest scores on texture (40.12) and taste (27.25) which were most preferred by panelists.Keywords: Barracuda Fish,Puree, Sausage, Sensory Test, Carrot.
Analisis Hubungan Curah Hujan dan Kecepatan Angin terhadap Hasil Tangkapan Ikan di PPN Sibolga Sumatra Utara Lailiyah, Inayatul; Cahya, Ilham; Kurniawan, Ferdy
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.30211

Abstract

ABSTRAKPelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Sibolga merupakan salah satu pusat kegiatan perikanan tangkap terbesar di pesisir barat Sumatra Utara. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan hasil produksi penangkapan ikan terhadap curah hujan dan kecepatan angin di PPN Sibolga pada tahun 2023. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi pemahaman dalam meningkatkan efisiensi penangkapan dan pengelolaan perikanan berbasis ilmiah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu regresi linier dan korelasi pearson. Hasil produksi ikan pada tahun 2023 sebanyak 30,735 Ton. Hubungan hasil tangkapan ikan dan curah hujan kuat dimana nilai kolerasi diatas 0,6 sedangkan hubungan dengan kecepatan angin memiliki hubungan yang sangat rendah dengan hasil tangkapan ikan. Nilai r sebesar 0,425 yang artinya variabel curah hujan dan angin mempengaruhi 42,5% terhadap produksi penangkapan ikan dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Curah hujan saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil penangkapan ikan yang dibuktikan dengan nilai sig. dibawah 0,05.Kata kunci : Curah Hujan, Kecepatan Angin, Penangkapan Ikan, Regresi, KorelasiABSTRACTThe National Fishery Port Sibolga is one of the largest centers for capture fisheries activities on the western coast of North Sumatra. The purpose of this research is to determine the relationship between fish catch production and rainfall and wind speed at PPN Sibolga in 2023. The results of this study are expected to provide insights into improving the efficiency of fishing and scientific-based fisheries management. The methods used in this research are linear regression and Pearson correlation. The fish production in 2023 was 30,735 tons. The relationship between fish catch and rainfall is strong, with a correlation value above 0.6, while the relationship with wind speed has a very low correlation with fish catch. The r value of 0.425 means that the rainfall and wind variables influence 42.5% of the fish catch production, and the remaining is influenced by other factors. Only rainfall has a significant effect on fish catch results, as evidenced by a sig. value below 0.05.Keywords: Rainfall, Wind Speed, Fish Catch, Regression, Correlation
Studi Kasus Keanekaragaman Serta Kondisi Konservasi Ikan Pari Pada PPI Ujong Baroh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Dianshar, Rahmad; Muktaridha, Muktaridha; Fithria, Dewi; Rizal, Muhammad; Munandar, Munandar
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.30189

Abstract

ABSTRAKPesisir pantai barat-selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Baroh memiliki keanekaragam hayati yang luar biasa, terutama untuk spesies ikan pari sebagai salah satu kelompok ikan bertulang rawan dan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan spesies tersebut mengalami penurunan akibat penangkapan berlebih, rendahnya kesadaran terkait konservasi, serta lemahnya implementasi kebijakan terhadap perlindungan ikan pari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spesies pari yang ditangkap para nelayan beserta jumlahnya, analisis kondisi yang memungkinkan dilakukan untuk konservasi, dan analisis kebijakan yang layak dilakukan untuk memastikan keberlangsungan hidup ikan pari. Penelitian dilakukan melalui survei langsung di PPI Ujong baroh untuk melakukan observasi, wawancara dan lain-lain. Analisis data dilakukan dengan pemaparan informasi mendasar terkait jumlah dan sebaran spesis pari yang ditangkap oleh masyarakat, analisis Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT) untuk mengidentifikasi strategi konservasi yang tepat, serta kondisi yang mungkin untuk diambil sebagai tindaklanjutnya. Hasil observasi menunjukkan terdapat 11 jenis ikan pari yang sering ditangkap oleh nelayan di PPI Ujong Baroh, meliputi dua jenis ordo berbeda yaitu Myliobatiformes dan Rhinopristiformes. Hampir seluruh jenis pari tersebut berada dalam status Terancam Punah, bahkan spesies pari barong (Rhina ancylostoma) berada dalam status yang lebih mengkhawatirkan. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi strategi pengelolaan ikan pari saat ini berada dalam Kuadran III (strategi defensif), dimana posisi kelemahan dan ancaman lebih dominan dibandingkan kekuatan dan peluang. Kelemahan internal tersebut berasal dari berbagai aspek nelayan, penjual dan pemerintah. Selain itu, ancaman terhadap keberlangsungan hidup pari juga cukup besar karena permintaan pasar yang tinggi serta maraknya praktik penangkapan ilegal/destruktif. Meskipun hasil analisis SWOT menunjukkan posisi yang lemah dan memerlukan strategi bertahan, kekuatan dan peluang yang tersedia tetap memiliki peran penting jika dimanfaatkan secara strategis, sehingga arah kebijakan berfokus pada penguatan faktor pendukung, serta memperbaiki kelemahan dan mengantisipasi ancaman. Beberapa faktor kekuatan yang dapat dioptimalkan berupa keberadaan fasilitas PPI Ujong Baroh, pengalaman nelayan lokal dalam praktik penangkapan, dan dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan kelembagaan. Kata Kunci: strategi, pengelolaan, berkelanjutan, kepunahan , SWOT.ABSTRACTThe southwestern coastal region of Aceh, particularly in West Aceh Regency at the Ujong Baroh Fish Landing Base (PPI), is home to remarkable biodiversity, especially among ray species, which are cartilaginous fish playing a vital role in maintaining ecosystem balance. However, the presence of these species  has  been  declining  due  to overfishing,  low awareness  of conservation  efforts,  and  weak enforcement of protective regulations. This study aims to analyze the distribution and quantity of ray species caught by local fishermen, assess feasible conservation measures, and evaluate policy options to ensure the sustainability of ray populations. Field research was conducted at PPI Ujong Baroh through direct surveys, observations, interviews, and other qualitative methods. Data analysis involved a presentation of basic information on species diversity and catch distribution, a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis to identify appropriate conservation strategies, and a review of potential follow-up actions. Observations revealed 11 ray species commonly caught by local fishermen, encompassing two distinct orders: Myliobatiformes and Rhinopristiformes. Nearly all of these species are classified as Threatened, with the wedgefish (Rhina ancylostoma) listed in a more critical conservation status. The SWOT analysis indicates that current ray management strategies fall into Quadrant III (defensive strategy), where weaknesses and threats outweigh strengths and opportunities. These internal weaknesses stem from factors involving fishers, traders, and governmental institutions. Moreover, the sustainability of ray populations is under significant threat due to high market demand and the prevalence of illegal or destructive fishing practices. Despite these challenges, the identified strengths and opportunities can still play a strategic role if leveraged effectively. Therefore, policy direction should focus on reinforcing supportive factors while addressing weaknesses and mitigating threats. Key strengths include the existing infrastructure at PPI Ujong Baroh, the experience of local fishermen, and support from local governments in the form of institutional policies.Keywords: strategy, management, sustainability, extinction, SWOT
Rancang Bangun Alat Monitoring Pasang Surut Menggunakan Energi Matahari Berbasis Internet of Things (IoT) Santoso, Hendi; Munandar, Rizqan Khairan; Saputra, Robin; Zibar, Zan; Dodi, Dodi
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29729

Abstract

ABSTRAKPemantauan pasang surut air laut sangat penting dalam pengelolaan wilayah pesisir, keselamatan navigasi, dan studi lingkungan. Namun, sistem pemantauan pasang surut konvensional sering menghadapi kendala seperti biaya operasional yang tinggi dan ketergantungan pada sumber energi fosil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat monitoring pasang surut berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan sumber energi terbarukan berupa tenaga surya. Alat ini menggunakan modul ESP8266 sebagai mikrokontroler utama yang terhubung dengan sistem IoT melalui koneksi Wi-Fi. Panel surya berkapasitas 10 Wp dan aki 12 V 6 Ah digunakan untuk mendukung operasional alat secara mandiri sehingga dapat berfungsi terus-menerus tanpa bergantung pada listrik konvensional. Data yang diperoleh, seperti tinggi pasang surut air, dikirimkan secara real-time ke website khusus yang terintegrasi dengan database MySQL untuk menyimpan data pengukuran. Hal ini memudahkan pengguna dalam mengakses informasi historis dan melakukan analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat monitoring pasang surut berbasis IoT dengan energi surya ini dapat beroperasi secara efektif dan memberikan solusi pemantauan pasang surut yang efisien serta ramah lingkungan.Kata Kunci: ESP8266, Internet of Things (IoT), Monitoring Pasang Surut, Panel Surya, Website.ABSTRACTThis study aims to design and develop a tidal monitoring device based on the Internet of Things (IoT) that utilizes solar energy as a renewable power source. The device is equipped with an ESP8266 module as the main microcontroller, which connects to the IoT system via Wi-Fi. A 10 Wp solar panel and a 12 V 6 Ah battery are used to ensure the device operates autonomously, allowing it to function continuously without relying on conventional power sources. Data collect-ed from the device, such as tidal height, is transmitted in real-time to a custom-developed web-site. The website is integrated with a MySQL database to store the measured tidal data, facilitat-ing easy access to historical data and further analysis. The results of this study demonstrate that the solar-powered tidal monitoring device based on IoT operates effectively, offering an efficient and environmentally friendly solution for tidal monitoring.Keywords: ESP8266, Internet of Things (IoT), Solar Panel, Tidal Monitoring, Website.
Distribusi Ukuran, Pola Pertumbuhan, Dan Faktor Kondisi Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) Di Perairan Pesisir Kota Baubau, Sulawesi Tenggara Findra, Muhammad Nur; Pramithasari, Febi Ayu; Ihsan, Fadhli Insani; Cahyani, Waode Sitti; Hamar, Bahtiar
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29163

Abstract

ABSTRAKIkan capungan banggai asalnya hanya ditemukan di perairan sekitar Kepulauan banggai Sulawesi Tengah, namun saat ini telah menyebar ke berbagai wilayah termasuk perairan Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan mengkaji distribusi ukuran, pola pertumbuhan dan faktor kondisinya di perairan pesisir Kota Baubau yang merupakan habitat baru. Sampel ikan dikumpulkan dengan metode jelajah sepanjang perairan dimana ikan tersebut tersebar, diukur panjang totalnya, dan ditimbang beratnya. Panjang total ikan yang didapatkan berkisar antara 38,40-83,50 mm dan berat berkisar antara 0,64-8,17 gram. Kelas ukuran ikan yang didapatkan cukup bervariasi dan berada dalam fase juvenil hingga dewasa. Analisis hubungan panjang dan berat ikan secara keseluruhan menunjukkan pola pertumbuhan yang bersifat alometrik positif (b = 3,0058), namun terdapat perbedaan antara ikan ukuran juvenil dan dewasa dimana ikan juvenil memiliki pola pertumbuhan yang bersifat alometrik negatif (b = 2,7275). Analisis faktor kondisi juga menunjukkan perbedaan, dimana ikan dewasa memiliki nilai faktor kondisi yang lebih rendah dibanding juvenil. Namun, secara keseluruhan ikan memiliki pertumbuhan dan faktor kondisi yang cukup baik, sehingga dapat berkembang di habitat baru ini. Dalam aspek pengelolaan, perlu dilakukan kontrol populasi dan pemantauan lebih lanjut terhadap dampak ekologis, karena mungkin saja spesies ini dapat menjadi invasif jika populasinya meningkat pesat dan mengganggu ekosistem lokal.Kata Kunci: Capungan banggai, dewasa, faktor kondisi, juvenil, pola pertumbuhanABSTRACTThe banggai cardinalfish is originally only found in the waters around the Banggai Islands, Central Sulawesi., but now it has spread to various regions including Baubau City waters, Southeast Sulawesi. This study was aimed to examine size distribution, growth patterns, and condition factors of the fish in the coastal waters of Baubau City which is a new habitat. Fish samples were collected using the exploration method along the waters where the fish are spread, their total length was measured, and their weight was weighed. The total length of the fish obtained ranged from 38.40-83.50 mm and their weight ranged from 0.64-8.17 grams. The size classes of the fish obtained were quite varied and were in the juvenile to adult phase. Analysis of length-weight relationship of the fish as a whole showed a positive allometric growth pattern (b=3.0058), but there was a difference between juvenile and adult fish where juvenile had a negative allometric (b = 2.7275). Condition factor analysis also showed differences, where adult had lower condition factor values than juveniles. However, overall the fish have quite good growth and condition factors, so they can thrive in this new habitat. In terms of management, population control and further monitoring of ecological impacts are needed, because this species can become invasive if its population increases rapidly and disrupts the local ecosystem.Keywords: Banggai cardinalfish, adults, condition factors, juveniles, growth patterns
Hubungan Tekstur Sedimen Terhadap Vegetasi Mangrove Di Education Park Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan Herdi, Herdi; Afifa, Fitria Hersiana; Ainalyaqin, Muhammad Ilham; Latif, M
Juvenil Vol 6, No 3: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i3.30439

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekstur sedimen terhadap vegetasi mangrove Di Education Park Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan  sampel dilakukan dari 3 stasiun yang terbagi dalam 3 wilayah yaitu daratan, dekat aliran sungai dan daerah garis pantai yang meliputi pengukuran vegetasi mangrove, sampel sedimen. Analisis tekstur sedimen dengan metode Buchanan dengan dua analisa yaitu analisa kering (sieve shaker) dan analisa basah (pemipetan). Tekstur sedimen yang diketahui pada stasiun 1 dan 2 terdapat sand (pasir), silt (lumpur) dan clay (liat), sedangkan stasiun 3 hanya terdapat Gravel (kerikil) dan sand (pasir). Metode yang digunakan dalam pengkuran tingkat hubungan antara tekstur sedimen terhadap kerapatan vegetasi mangrove menggunakan metode Uji Korelasi Pearson. Hasil kerapatan mangrove pada stasiun 1 sebesar 1800 dengan vegetasi mangrove Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba. Stasiun 2 memperoleh sebesar 4633 dengan vegetasi mangrove Rhizophora mucronata, sedangkan pada stasiun 3 memperoleh sebasar 767 dengan vegetasi mangrove Sonneratia alba. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa hubungan tekstur sedimen sand (pasir), silt (lumpur) dan clay (liat) terhadap kerapatan mangrove stasiun 1 memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,936 (sangat kuat), stasiun 2 hubungan antara tekstur sedimen sand (pasir), silt (lumpur) dan clay (liat) terhadap kerapatan mangrove memperoleh nilai koefisien korelasi pearson sebesar 0,903 (sangat kuat) dan stasiun 3 hubungan antara tekstur sedimen gravel (kerikil) dan sand (pasir) terhadap kerapatan mangrove memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,942 (sangat kuat).Kata kunci: Tekstur sedimen, Mangrove, Kerapatan, Education Park LabuhanABSRACTThis study aims to determine the cerrelation of sediment texture to mangrove vegetation in Education Park Labuhan Village, Sepulu District, Bangkalan Regency. The method used in this research is quantitative method. Sampling was conducted from 3 stations which are divided into 3 areas, namely the mainland, near the river and the shoreline area which includes measurement of mangrove vegetation, sediment samples. Analysis of sediment texture with Buchanan method with two analyzes, namely dry analysis (sieve shaker) and wet analysis (pipetting). Sediment texture known at stations 1 and 2 there is sand (sand), silt (mud) and clay (clay), while station 3 there is only Gravel (gravel) and sand (sand). The method used in measuring the level of correlation between sediment texture to mangrove vegetation density using the Pearson Correlation Test method. The results of mangrove density at station 1 amounted to 1800 with mangrove vegetation Avicennia marina, Rhizophora mucronata and Sonneratia alba. Station 2 obtained 4633 with Rhizophora mucronata mangrove vegetation, while at station 3 obtained 767 with Sonneratia alba mangrove vegetation. Pearson correlation test results show that the correlation between sediment texture sand (sand), silt (mud) and clay (clay) to mangrove density station 1 obtained a correlation coefficient of 0.936 (very strong), station 2 correlation between sediment texture sand (sand), silt (mud) and clay (clay).Keywords: Sediment texture, Mangrove, Density, Education Park Labuhan
Penambahan Tepung Ikan Teri Terhadap Tingkat Kesukaan Nori-Like Berbahan Baku Ulva lactuca Dan Eucheuma cottonii Amelia, Santi; Liviawaty, Evi; Rostini, Iis; Pratama, Rusky Intan
Juvenil Vol 6, No 3: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i3.31453

Abstract

ABSTRAKNori merupakan produk olahan rumput laut yang dikeringkan berbentuk lembaran tipis. Bahan alternatif pembuatan nori-like yaitu Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii yang banyak ditemukan di Indonesia. Penambahan tepung ikan teri pada pembuatan nori-like diharapkan dapat memengaruhi karakteristik fisik, karakteristik sensori meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa serta tingkat kesukaan produk nori-like. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat penambahan tepung ikan teri yang tepat pada pembuatan nori-like agar menghasilkan produk yang paling disukai. Metode yang digunakan adalah eksperimental terdiri dari empat perlakuan penambahan tepung ikan teri yaitu 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5%. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu uji tingkat kesukaan (hedonik) dengan panelis sebanyak 20 orang dan uji karakter fisik (Texture Profile Analisis dan aktivitas air). Uji hedonik dianalisis menggunakan statistik non-parametrik dengan uji Friedman, selanjutnya dilakukan uji lanjutan perbandingan berganda (multiple comparison) dan uji Bayes untuk pengambilan keputusan. Hasil penelitian uji hedonik menunjukkan bahwa nori-like dengan penambahan tepung ikan teri perlakuan 3% merupakan perlakuan yang paling disukai oleh panelis dengan nilai kesukaan kenampakan 7,4; aroma 8,3; rasa 7,9 dan tekstur 7,9. Nilai karakteristik fisik perlakuan 3% adalah kekerasan 423,0 gf; daya patah 3,42 N; kerenyahan 1.450 gf; dan aw 0,45.Kata Kunci: karakteristik fisik, nori-like, rumput laut, tepung ikan teri, tingkat kesukaanABSTRACTNori is a processed seaweed product that is dried into thin sheets. Alternative raw materials for making nori-like products are Ulva lactuca and Eucheuma cottonii, which are widely found in Indonesia. The addition of anchovy fish flour in the production of nori-like products is expected to influence the physical characteristics, sensory characteristics including appearance, aroma, texture, and taste, as well as the preference level of the nori-like product. The objective of this study was to determine the appropriate level of anchovy fish flour addition in nori-like production to produce the most preferred product. The method used was experimental, consisting of four treatments with anchovy fish flour additions of 0%, 1.5%, 3%, and 4.5%. The parameters observed in this study were preference tests (hedonic) with 20 panelists and physical characteristic tests (Texture Profile Analysis and water activity). The hedonic test was analyzed using non-parametric statistics with the Friedman test, followed by multiple comparison test and Bayes test for decision making. The results of the hedonic test showed that the nori-like product with 3% anchovy fish flour addition was the most preferred by panelists, with liking scores for appearance 7,4; aroma 8,3; taste 7,9; and texture 7,9. The physical characteristic values for the 3% treatment were hardness 423.0 gf; fracturability 3,42 N; crispness 1,445.03 gf; and water activity 0,45.Keywords: anchovy fish flour, nori-like, physical characteristics, preference level, seaweed
Pengaruh Penambahan Dosis Probiotik EM4 Dalam Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Orechromis niloticus) Siegers, Willem Hendry; Prayitno, Yudi; Msen, Uncy Florensia
Juvenil Vol 6, No 3: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i3.29645

Abstract

ABSTRAKPenggunaan pakan difermentasi dengan probiotik menghasilkan pakan yang mudah dicerna dalam usus ikan nila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan dosis probiotik EM4 dalam pakan pelet untuk meningkatkan laju pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) didalam ember plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan sebanyak 4 kali, diulangi sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan adalah 12 unit percobaan. Jenis perlakuan A (kontrol 0 ml probiotik EM4 + pakan pelet 9,54 gram), B (dosis probiotik EM4 11 ml + pakan pelet 11,16 gram), C (dosis probitik EM4 13 ml + pakan pelet 10,74 gram), D (dosis probiotik EM4 15 ml + pakan pelet 10,20 gram). Parameter yang diukur adalah laju pertumbuhan relatif, rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan penambahan dosis probiotik EM4 kedalam pakan pelet memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai rata-rata laju pertumbuhan relatif sebesar 7,06±0,5 %/minggu, nilai rata-rata rasio konversi pakan sebesar 0,9±0,2, nilai rata-rata efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 80,63±10,3% dan tidak berpengaruh nyata pada nilai rata-rata tingkat kelangsungan hidup sebesar 66,67±13,8%. Kesimpulan yang didapat bahwa perlakuan terbaik pada perlakuan B dengan penambahan dosis probitik EM4 sebanyak 11 ml/gram.Kata Kunci: dosis probiotik EM4, pakan pellet ikan, pertumbuhan nila, ikan nilaABSTRACTThe use of fermented feed with probiotics produces feed that is easily digested in the intestines of tilapia. This study aims to describe the use of EM4 probiotic doses in pellet feed to increase the growth rate of tilapia (Oreochromis niloticus) in plastic buckets. The research method used is experimental. Data analysis using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, repeated 3 times so that the total experimental unit is 12 experimental units. Types of treatment A (control 0 ml EM4 probiotic + 9.54 grams of pellet feed), B (EM4 probiotic doses 11 ml + 11.16 grams of pellet feed), C (EM4 probiotic doses 13 ml + 10.74 grams of pellet feed), D (EM4 probiotic doses 15 ml + 10.20 gram of pellet feed). The parameters measured were relative growth rate, feed conversion ratio, feed utilization efficiency and survival rate. The results showed that the addition of EM4 probiotic doses into pellet feed had a significant effect on the average relative growth rate of 7.06 ± 0.5%/week, the average feed conversion ratio of 0.9 ± 0.2, the average feed utilization efficiency of 80.63 ± 10.3% and had no significant effect on the average survival rate of 66.67 ± 13.8%. The conclusion obtained was that the best treatment in treatment B with the addition of EM4 probiotic doses of 11 ml/gram.Keywords: EM4 probiotic dosage, Fish pelet feed, tilapia growth, tilapia fish
Efektivitas Ekstrak Biji Salvia hispanica L. Terhadap Kesehatan Ikan Pangasianodon hypophthalmus Yang Terinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda Jayanti, Shara; Primasari, Kartika; Fikriyah, Amiqatul; Hamdani, Hamdani; Maretha, Zayafika; Syofriani, Syofriani; Fauzi, Muhammad Evan
Juvenil Vol 6, No 3: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i3.31149

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji Salvia hispanica. L terhadap kesehatan ikan patin yang diinfeksi bakteri Edwardsiella. tarda. Biji Salvia hispanica.L diekstraksi dengan pelarut etanol 70%, dan memiliki nilai rendemen sebesar 1,6%. Kultur bakteri Edwardsiella. tarda pada media TSA. Ikan patin diinfeksi bakteri Edwardsiella. tarda 107cfu/ikan. Nilai (IC50) ekstrak Salvia hispanica.L adalah 11,1 mg/L. Pengamatan kesehatan ikan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Parameter makroskopis adalah Average Body Weight, Average Daily Growth and Survival Rate, sedangakan mikroskopis adalah pengamatan histopat organ ginjal dan hepar Organ ginjal ikan yang diinfeksi bakteri Edwardsiella. tarda namun tanpa diberi ekstrak tampak degenerasi vakuola dan nekrosis pada sel tubulus ginjal, sedangkan organ ginjal ikan kontrol dan ikan yang diberikan ekstrak dengan dosis ¼ IC50, ½ IC50, IC50 dan 2IC50 tampak sehat dan normal. Pada organ hepar ikan yang diinfeksi bakteri Edwardsiella. tarda namun tanpa ekstrak tampak ada nekrosis pada sel hepatosit, melanomakrofag serta degenerasi vakuola, sedangkan organ ginjal ikan kontrol (A) dan ikan yang diberikan ekstrak tampak sehat dan normal. Nilai ABW, ADG dan SR tertinggi adalah ikan yang diberikan dosis ekstrak Salvia hispanica.L dengan dosis IC50 sebelum diinfeksi Edwardsiella. tarda (D) dengan nilai ABW (86,5 gram), ADG (0,36 gram/day) dan SR (100%).Kata Kunci: Salvia hispanica.L, Edwardsiella tarda, Pangasianodon hypophthalmusABSTRACTResearch to determine the effect of Salvia hispanica. L seed extract on catfish’health which infected with Edwardsiella. tarda. Salvia hispanica. L seeds were extracted with 70% ethanol, and had a yield value of 1.6%. Edwardsiella. tarda had been cultured on TSA, Catfish infected with Edwardsiella. tarda 107cfu/fish. The (IC50) of Salvia hispanica. L extract was 11.1 mg/L. Fish health observations were carried out macroscopically and microscopically. Macroscopically were Average Body Weight, Average Daily Growth and Survival Rate, while microscopically were studying histopath of kidney and liver. The kidney’s fish infected with Edwardsiella. tarda without being given extract showed vacuole degeneration and necrosis in the renal tubule cells, while the kidney’s control fish and fish given extract at doses of ¼ IC50, ½ IC50, IC50 and 2IC50 looked healthy and normal. The liver’s fish infected with Edwardsiella. tarda without extract, there was necrosis in hepatocyte cells, melanomacrophages and vacuole degeneration, while the kidney’s control fish (A) and fish given extract looked healthy and normal. The highest ABW, ADG and SR were found in fish that given a dose of Salvia hispanica.L extract with an IC50 dose before infecting Edwardsiella. tarda (D) with ABW (86.5 grams), ADG (0.36 grams/day) and SR (100%).Keywords: Salvia hispanica.L, Edwardsiella tarda, Pangasianodon hypophthalmus