cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2024): December" : 47 Documents clear
Penerapan Teknologi Nano Ekstrak Meniran pada Pakan dan Manajemen Pemeliharaan untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Kelompok Ternak Kambing dan Domba di Desa Sepande, Sidoarjo Hidanah, Sri; Sabdoningrum, Emy Koestanti; Yudaniayanti, Ira Sari; Fitriyah, Hadiah; Miarsono, Sigit; Warsito, Sunaryo Hadi; Lamid, Mirni; Lokapirnasari, Widya Paramita; Arif, Mohammad Anam Al; Rosyada, Zulfi Nur Amrina
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2201

Abstract

Tujuan dari program ini adalah meningkatkan produktivitas ternak kambing dan domba melalui penerapan teknologi complete feed dengan penambahan feed additive nanopartikel ekstrak meniran (Phyllanthus niruri). Masalah utama yang dihadapi oleh peternak di Desa Sepande adalah rendahnya produktivitas ternak akibat pengelolaan pakan yang masih tradisional dan kurangnya pemahaman tentang ransum pakan yang tepat. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi dengan menggunakan teknologi complete feed berbasis nanopartikel. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan bobot harian ternak kambing dan domba yang lebih spesifik, yaitu dari 0,3 kg/hari menjadi 0,5 kg/hari, yang menunjukkan kenaikan sebesar 66,7%. Evaluasi post-test juga mengungkapkan bahwa 90% peternak menyatakan akan melanjutkan penggunaan teknologi ini. Peningkatan produktivitas ternak berdampak langsung pada peningkatan pendapatan peternak hingga 30%. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di sektor peternakan. Dengan adopsi teknologi ini, peternak mampu meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. Application of Nano Meniran Extract Technology in Feed and Management Practices to Enhance Economic Independence of Goat and Sheep Farmers in Sepande Village, Sidoarjo Abstract The purpose of this program is to increase the productivity of goats and sheep through the application of complete feed technology with the addition of nanoparticle feed additive of meniran extract (Phyllanthus niruri). The main problem faced by farmers in Sepande Village is the low productivity of livestock due to traditional feed management and lack of understanding of the right feed ration. The methods used in this program include counseling, training, and evaluation using nanoparticle-based complete feed technology. The results obtained showed a more specific increase in the daily weight of goats and sheep, from 0.3 kg/day to 0.5 kg/day, which showed an increase of 66.7%. The post-test evaluation also revealed that 90% of farmers stated that they would continue using this technology. The increase in livestock productivity has a direct impact on increasing farmers' income by up to 30%. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 2 (No Hunger) and SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), by supporting food security and inclusive economic growth in the livestock sector. With the adoption of this technology, farmers are able to significantly increase their income.
Aksi Lingkungan: Praktek Membuat Ecobrick di Sekolah Dasar Ardiansari, Lia; Arista, Hermin; Rahma, Ary Analisa; Swari, Utami Ratna
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2211

Abstract

Kegiatan "Aksi Lingkungan: Praktek Membuat Ecobrick di Sekolah Dasar" adalah inisiatif edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa Sekolah Dasar, khususnya kelas 2. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep ecobrick sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik. Kegiatan ini melibatkan 26 siswa, yang tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat ecobrick dari sampah plastik yang mereka kumpulkan. Proses ini mencakup pengenalan konsep, demonstrasi pembuatan, dan sesi praktek kelompok. Selain itu, terdapat 2 guru pendamping yang berperan aktif dalam membimbing siswa selama proses pembuatan, serta memastikan setiap siswa memahami dan menguasai teknik yang diajarkan. Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam mendaur ulang plastik, meningkatkan pemahaman mereka tentang dampak negatif sampah plastik, serta mendorong sikap proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Setelah sesi edukasi dan praktek pembuatan ecobrick, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang sangat mencolok, yaitu sekitar 85% siswa dapat menjawab dengan benar tentang langkah-langkah pembuatan ecobrick dan 90% memahami manfaat ecobrick bagi lingkungan. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diajarkan, tetapi juga menunjukkan efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan ini. Environmental Action: Ecobrick Making Practice in Elementary School Abstract The "Environmental Action: Ecobrick Making Practice in Elementary School" activity is an educational initiative designed to raise environmental awareness among elementary school students, especially grade 2. Through this activity, students are introduced to the concept of ecobricks as an innovative solution in managing plastic waste. This activity involves 26 students, who not only learn the theory, but also gain hands-on experience in making ecobricks from the plastic waste they collect. This process includes an introduction to the concept, a demonstration of making, and a group practice session. In addition, there are 2 accompanying teachers who play an active role in guiding students during the making process, as well as ensuring that each student understands and masters the techniques taught. The main objectives of this activity are to equip students with practical skills in recycling plastic, increase their understanding of the negative impacts of plastic waste, and encourage a proactive attitude in maintaining environmental cleanliness. After the educational session and practice of making ecobricks, the post-test results showed a very striking increase, namely around 85% of students were able to answer correctly about the steps for making ecobricks and 90% understood the benefits of ecobricks for the environment. This improvement not only reflects a better understanding of the material taught, but also shows the effectiveness of the learning methods applied in this activity.
Pendampingan Pengisian SJPH Melalui Digitalisasi dan Registrasi Sihalal Bagi UMKM Desa Wisata Hijau Bilebante Kabupaten Lombok Tengah Purwati, Duwi; Mulianah, Baiq; Rusdan, Rusdan; Ardiansyah, Ardiansyah; Agustian, Edwin; Sari, Baiq Mustika; Hidayani, Sari
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2219

Abstract

Tujuan sertifikasi halal pada dasarnya untuk melindungi hak-hak konsumen dalam hal ini konsumen muslim. Adanya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, tentunya mendorong para pelaku industri pangan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pangan untuk segera mendaftarkan produknya mendapatkan sertifikat halal. Desa Bilebante sebagai salah satu desa wisata yang sudah masuk kategori Maju dan berada di Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan bahwa minat pelaku UMKM untuk mengajukan sertifikasi halal masih rendah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk 1) Memberikan pendampingan bagi kelompok UMKM berdasarkan kriteria pengajuan sebagai akselerasi sertifikat halal produk di Desa Wisata Halal Bilebante. 2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku umkm dengan memberikan edukasi pengisian SJPH melalui digitalisasi dan registrasi Sihalal. 3) Menyediakan materi KIE terkait pelaksaanaan praktek digitalisasi untuk pengembangan produk umkm baik dari segi legalitasi produk (menyusun SJPH) maupun kualitas produk terutama di bagian packaging dan branding. Hasil pengabdian ini menunjukkan 100% UMKM yang menjadi responden sudah memiliki legalitas usaha yaitu NIB dan sertifikat halal. Setiap pelaku UMKM diberikan fasilitasi kemasan yang menarik dan alat pemasaran berupa website UMKM Desa Bilebante sehingga memudahkan untuk melakukan pemasaran yang lebih luas. Selain itu, pemahaman UMKM terkait kehalalan produk meningkat dengan adanya kebijakan halal. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian dinyatakan efektif dalam proses pendampingan UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal. Assistance in Filling Out SJPH Through Digitization and Sihalal Registration for SMEs in the Green Tourism Village of Bilebante, Central Lombok Regency Abstract The primary goal of halal certification is to protect the rights of consumers, particularly Muslim consumers. The enactment of Law No. 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance encourages food industry players and small and medium enterprises (SMEs) in the food sector to promptly register their products for halal certification. Bilebante Village, recognized as an advanced tourism village in Central Lombok Regency, exhibits a low interest among SME operators in applying for halal certification. This community service program aims to: (1) Provide assistance to SME groups based on application criteria to accelerate halal product certification in the Halal Tourism Village of Bilebante. (2) Enhance the knowledge and skills of SME operators by providing education on filling out SJPH (Halal Product Assurance System) through digitization and Sihalal registration. (3) Provide communication, information, and education (CIE) materials related to the implementation of digitalization practices for SME product development, focusing on product legality (preparing SJPH) and product quality, particularly in packaging and branding. The results of this program indicate that 100% of SMEs involved as respondents have obtained business legality, including Business Identification Numbers (NIB) and halal certificates. Each SME operator received attractive packaging assistance and marketing tools in the form of a website for Bilebante Village SMEs, facilitating broader marketing opportunities. Additionally, SME understanding of product halalness improved with the implementation of halal policies. This demonstrates that the community service program was effective in assisting SMEs in obtaining halal certification.
Sosialisasi dan Bimtek Pembuatan Biosaka untuk Tanaman Pakcoy di Dusun Montong Lauq, Desa Selat, Narmada Azizah, Isnaniar Rahmatul; Susilowati, Lolita Endang; Arifin, Zaenal; Jaya, Dori Kusuma
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2221

Abstract

Desa Selat adalah salah satu desa utama penghasil beras di Kecamatan Narmada menghadapi berbagai tantangan seperti produktivitas tanaman dan ketergantungan pada pupuk kimia. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) memperkenalkan Biosaka sebagai inovasi berbasis bahan baku lokal untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman bagi petani di Dusun Montong Lauq, Desa Selat, Kecamatan Narmada. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara partisipatif dan observasi langsung di lapangan. Pelatihan mencakup diskusi kelompok, praktek pembuatan Biosaka, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 23 anggota kelompok tani “Pamansam” Dusun Montong Lauq. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, 47% petani memiliki pemahaman sangat rendah tentang Biosaka, dan hanya 3% yang sangat baik. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan 36% petani kini memahami Biosaka dengan sangat baik, 37% baik, dan hanya 9% yang tetap pada pemahaman rendah. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan kegiatan PkM dalam meningkatkan pengetahuan petani.  Socialization and Training on Biosaka Production for Pakcoy Plants in Montong Lauq, Selat Village, Narmada Abstract Selat Village is one of the primary rice-producing villages in the Narmada District, facing various challenges such as crop productivity and reliance on chemical fertilizers. The Community Service Program (PkM) introduced Biosaka as an innovation based on local raw materials to enhance plant growth and yields for farmers in Montong Lauq Hamlet, Selat Village, Narmada District. Data collection methods included participatory interviews and direct field observations. The training comprised group discussions, practical Biosaka production, and evaluations, involving 23 members of the "Pamansam" farmer group. Results indicated that prior to training, 47% of farmers had a very low understanding of Biosaka, with only 3% demonstrating a very good understanding. Post-training, the results showed that 36% of farmers now understood Biosaka very well, 37% well, and only 9% remained at a low understanding level. This improvement demonstrates the success of the PkM program in enhancing farmers' knowledge.
Inovasi Playbook dalam Peningkatan Pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN Sumbersih 01 Kabupaten Blitar Paramita, Farah; Rachmawati, Windi Chusniah; Rahmawati, Indana Tri; Katmawanti, Septa; Samah, Dea Aflah; Wahyuni, Oktavia Sri; Kriscahyanti, Sila; Fitriani, Amelia Salsabila; Pahlevi, Reza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2227

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat merupakan aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dalam bidang kesehatan. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun derajat kesehatan masyarakat ialah melalui program PHBS. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa proporsi rumah tangga yang menerapkan PHBS di Indonesia mengalami peningkatan dalam selama sepuluh tahun terakhir. Meski terjadi peningkatan, angka tersebut berselisih cukup jauh dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan yaitu 71%. Dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar, Kecamatan Panggungrejo memperoleh persentase akses sanitasi layak yang terendah yaitu 56,49% kepala keluarga yang memiliki akses fasilitas sanitasi yang layak. Selain itu, dari 18.997 keluarga di Kecamatan Panggungrejo, sebanyak 7.624 keluarga belum menerapkan CTPS. Rendahnya penerapan PHBS di Kecamatan Panggungrejo juga mencakup sekolah-sekolah di dalamnya. Hingga saat ini, pendidikan kesehatan belum secara masif diberikan dan ketersediaan fasilitas sanitasi belum memadai dari segi jumlah seperti yang dialami oleh SDN Sumbersih 01. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi terkait PHBS di sekolah melalui kegiatan edukasi PHBS pada siswa dengan menggunakan media interaktif playbook PHBS. Kegiatan dilakukan dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon dari data pretest dan posttest diperoleh nilai signifikansi sejumlah 0,03 dengan nilai positive ranks sejumlah 17 dari 31 data dan nilai negative ranks sejumlah 9 dari 31 dar. Nilai signifikansi yang diperoleh tersebut < 0,05 dimana menunjukkan adanya perbedaan antar variabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media playbook PHBS terhadap peningkatan pengetahuan siswa di SDN Sumbersih 01. Innovation Playbook in Enhancing Knowledge of Clean and Healthy Living Behavior among Students at SDN Sumbersih 01, Blitar Regency  Abstract The level of public health is a crucial aspect in achieving national development goals in the health sector. One of the efforts made by the government to improve public health is through the PHBS program (Kurnianingsih et al., 2023). Basic Health Research data shows that the proportion of households implementing PHBS in Indonesia has increased over the past ten years. Despite this increase, the figure is still significantly below the target set by the Ministry of Health, which is 71% (Ministry of Health RI, 2021). Among the 22 sub-districts in Blitar Regency, Panggungrejo Sub-district has the lowest percentage of households with access to adequate sanitation, with only 56.49% of households having access to proper sanitation facilities. Furthermore, out of 18,997 families in Panggungrejo Sub-district, 7,624 families have not yet practiced proper handwashing with soap (CTPS). The low implementation of PHBS in Panggungrejo Sub-district also extends to the schools within the area. To date, health education has not been widely provided, and the availability of sanitation facilities is still inadequate in terms of quantity, as experienced by SDN Sumbersih 01. Therefore, it is necessary to provide PHBS education in schools through PHBS education activities for students using an interactive PHBS playbook. The activities were carried out through planning, preparation, implementation, and evaluation stages. Based on the Wilcoxon test results from pretest and posttest data, a significance value of 0.03 was obtained, with 17 positive ranks out of 31 data points and 9 negative ranks out of 31 data points. The obtained significance value of <0.05 indicates a difference between the variables, leading to the conclusion that the use of the PHBS playbook has a significant impact on increasing students' knowledge at SDN Sumbersih 01.
Pendampingan Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Badung Rideng, I Wayan; Wijaya, Ketut Kasta Arya; Widiati, Ida Ayu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2237

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk mendukung penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang terkait dengan perlindungan dan pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Badung. Metode yang digunakan mencakup pendekatan yuridis empiris yang mengombinasikan analisis hukum dengan data lapangan, yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan 50 responden (30 pelaku usaha mikro dan 20 perwakilan instansi pemerintah). Analisis ROCCIPI (Rules, Opportunities, Capacities, Communication, Interests, Processes, Ideals) diterapkan untuk mengevaluasi berbagai faktor yang memengaruhi penerapan regulasi, sementara Regulatory Impact Assessment (RIA) digunakan untuk mengukur dampak kebijakan yang diusulkan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa 60% pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya legalitas usaha, dan 50% mulai mempertimbangkan adopsi teknologi digital untuk pemasaran. Ranperda yang disusun diproyeksikan memberikan dampak langsung berupa kemudahan akses permodalan dan perizinan bagi usaha mikro serta peningkatan daya saing di pasar lokal. Potensi jangka panjang dari Ranperda ini meliputi peningkatan kontribusi usaha mikro terhadap ekonomi lokal dan penguatan stabilitas usaha mikro di Kabupaten Badung, khususnya dalam sektor pariwisata. Assistance in the Preparation of Academic Papers and Draft Local Regulations of Badung Regency on The Protection and Empowerment of Micro Businesses in Badung Regency Abstract This mentoring activity aims to support the preparation of Academic Manuscripts and Draft Regional Regulations (Ranperda) related to the protection and empowerment of micro businesses in Badung Regency. The methods used include an empirical juridical approach that combines legal analysis with field data, obtained through direct interviews with 50 respondents (30 micro business actors and 20 representatives of government agencies). The ROCCIPI (Rules, Opportunities, Capacities, Communication, Interests, Processes, Ideals) analysis is applied to evaluate various factors affecting the implementation of regulations, while the Regulatory Impact Assessment (RIA) is used to measure the impact of the proposed policy. The results of the mentoring show that 60% of business actors have increased their understanding of the importance of business legality, and 50% are starting to consider the adoption of digital technology for marketing. The Ranperda that has been prepared is projected to have a direct impact in the form of ease.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai ECO Enzyme Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan Setyowati, Erni Dwi Puji; Sandriya, Ardi; Setyowati, Erni; Andanu, Odi; Dwijayanti, Rts. Sherly
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2245

Abstract

Limbah pertanian merupakan sisa hasil kegiatan pertanian yang dimulai dari proses produksi hingga panen. Pentingnya penanganan dan pengelolaan limbah di dasari atas sistem pertanian berkelanjutan sehingga dapat menghemat biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu cara pengelolaan limbah pertanian adalah dengan pembuatan eco enzyme. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk tepat guna yaitu eco enzyme. Pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu survey, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap survey dilakukan pengumpulan data, identifikasi permasalahan dan diskusi dengan mitra untuk menyesuaikan kebutuhan mitra serta berkoordinasi mengenai potensi yang dapat dikembangkan. Tahap perencanaan dilakukan untuk persiapan materi serta koordinasi dengan mitra mengenai waktu dan tempat pelaksanaan serta bahan yang perlu dipersiapkan. Tahap pelaksanaan dibagi menjadi sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai eco enzyme. Pelatihan berguna untuk memberi pengalaman langsung mengenai pembuatan eco enzyme. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta sebesar 72% setelah dilakukannya sosialisasi. Hasil kuisioner evaluasi kegiatan menunjukan semua peserta menyatakan bahwa kegiatan ini telah sesuai kebutuhan (100%), memiliki kebermanfaatan yang tinggi (100%) dan peserta merasa puas selama kegiatan berlangsung (100%). Minat penggunaan eco enzyme setelah sosialisasi dan pelatihan mengalami peningkatan dari 80% peserta menjadi 100% peserta. Diharapkan adanya peningkatan pengelolaan limbah pertanian di kebun Oibama untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dari segi penggunaan bahan organik pada proses budidaya dan menjaga kelestarian lingkungan. SOCIALIZATION AND TRAINING OF AGRICULTURAL WASTE AS ECO ENZYME TO SUPPORT SUSTAINABLE AGRICULTURE Abstract Agricultural waste is the remaining results of agricultural activities starting from the production process to harvest. The importance of handling and managing waste is based on a sustainable farming system to save production costs and maintain environmental sustainability. One way to manage agrarian waste is by making eco enzymes. The objective of this community service initiative is to enhance the expertise and proficiency of farmers in the conversion of agricultural waste into suitable products, specifically eco enzymes. This community service is divided into several stages, namely survey, planning, implementation, and evaluation. During the survey stage, data is gathered, problems are identified, and discussions are held with partners to align their needs and collaborate on potential development opportunities The planning phase involves preparing materials and coordinating with partners about the timing and location of implementation, as well as the necessary materials. The implementation stage is divided into socialization and training. Socialization is carried out to increase participants' knowledge about eco enzymes. Training is beneficial for gaining hands-on experience in producing eco enzymes. The assessment findings demonstrated a 72% increase in participant knowledge levels following the socialization activity. The results of the activity evaluation questionnaire showed that all participants stated that this activity was by their needs (100%), had high benefits (100%) and participants were satisfied during the activity (100%). After the process of socialization and training, the percentage of participants expressing interest in utilizing eco enzyme rose from 80% to 100%. The expectation is for an enhancement in the handling of agricultural waste within the Oibama garden, to promote a sustainable approach to farming through the utilization of organic materials in the cultivation process and the maintenance of environmental sustainability.
Sosialisasi Peraturan Pertandingan dan Perwasitan Cabang Olahraga Sepak Takraw Heriansyah, Heriansyah; Patta, Iwan; Suhartiwi, Suhartiwi; Marsuna, Marsuna; Azzurah, Dwi Restu Ayla
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2251

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dalam sosialisasi peraturan pertandingan dan perwasitan cabang olahraga sepak takraw. Permasalahan yang mungkin dihadapi oleh mitra dalam sosialisasi yaitu mengalami keterbatasan dalam jumlah tenaga ahli yang dapat diikutsertakan dalam sosialisasi, seperti pelatih berpengalaman atau wasit berlisensi. Sumber daya fisik seperti fasilitas pelatihan atau peralatan yang memadai bisa menjadi kendala jika tidak tersedia dalam jumlah atau kualitas yang sesuai. Mitra sering kali menghadapi masalah pendanaan yang membatasi kemampuan mereka untuk menyelenggarakan sosialisasi secara efektif, termasuk biaya untuk narasumber, materi pelatihan, dan transportasi. Mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam sosialisasi peraturan pertandingan dan perwasitan cabang olahraga sepak takraw, serta mencapai target yang diinginkan, solusi dan langkah-langkah berikut dapat diterapkan yaitu menyediakan pelatihan intensif dan sertifikasi untuk wasit dan pelatih guna meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga ahli. Ini bisa melibatkan pelatih dari luar daerah atau ahli nasional yang berpengalaman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami peraturan dengan baik setelah sosialisasi. Sebagian besar peserta dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam latihan dan pertandingan. Ada peningkatan dalam penerapan peraturan dan teknik perwasitan dalam pertandingan yang diadakan setelah sosialisasi, dengan pengamatan adanya keputusan yang lebih konsisten dan adil. Survei menunjukkan bahwa 90% peserta menyatakan puas dengan materi pelatihan, kualitas narasumber, dan fasilitas yang disediakan selama program. Dari jumlah tersebut, 60% menyatakan sangat puas, sementara 30% merasa cukup puas. Sebaliknya, 10% peserta merasa belum sepenuhnya memahami materi yang disampaikan dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Socialization of Match Regulations and Refereeing Sepak Takraw Sports Branch  Abstract The purpose of this community service is to improve understanding in the socialization of the rules of the match and refereeing of the sepak takraw sport. Problems that partners may face in socialization are experiencing limitations in the number of experts who can be included in the socialization, such as experienced coaches or licensed referees. Physical resources such as adequate training facilities or equipment can be obstacles if they are not available in the appropriate quantity or quality. Partners often face funding issues that limit their ability to conduct socialization effectively, including costs for resource persons, training materials, and transportation. To overcome the problems faced in the socialization of the rules of the match and refereeing of the sepak takraw sport, and to achieve the desired targets, the following solutions and steps can be applied, namely providing intensive training and certification for referees and coaches to improve the quality and number of experts. This can involve coaches from outside the region or experienced national experts. The evaluation results showed that participants understood the rules well after the socialization. Most participants were able to apply this knowledge in training and matches. There was an increase in the application of the rules and refereeing techniques in matches held after the socialization, with observations of more consistent and fair decisions. Satisfaction surveys showed that around 90% of participants were satisfied with the training materials, speakers, and facilities provided. And 10% did not really understand the material explained. Many participants felt that the socialization met their needs and provided added value.
Implementasi Flavoured Liquid Syrup Maker (FLASER) sebagai Upaya Pemanfaatan Buah Salak menjadi Flavoured Liquid Syrup di Kecamatan Padangsidimpuan Utara Aznur, Tifany Zia; Syukri, Muhammad; Pulungan, Delyana Rahmawany; Putri, Nesti Helpitiana; Ardiansyah, Sukses; Hamid, Faris
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2264

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam penerapan teknologi pengolahan buah salak menjadi sirup cair yang hasilnya dapat dikemas dengan baik sehingga memiliki daya saing di pasar. Tim pengabdian memberikan Solusi dengan mendesain dan membuat luaran dalam bentuk teknologi tepat guna ‘Mesin FLASER” yang bisa membantu mitra dan petani salak membuat produk olahan sirup dari buah salak. Mitra pengabdian ini adalah Pemuda Tani Cabang Kota Padang Sidimpuan. Hasil pengabdian ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani salak Bersama pemuda tani untuk mengolah buah salak menjadi sirup dengan komposisi bahan baku dan bahan tambahan yang ideal menggunakan mesin FLASER. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, terdapat perbedaan rata – rata secara sginifikan sebelum dan sesudah dilakukan pelatuhan Flaser dengan nilai t hitung sebesar 12,093. Artinya terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan Flaser sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan. Skor mean pre-test peserta pelatihan sebesar 41,68 dan setelah diberi materi pelatihan Flaser skor mean post-test meningkat menjadi 75,6 sehingga peningkatan sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 81,38%. Berdasarkan survey kepuasan peserta PKM didapatkan bahwa nilai capaian rata - rata peserta sebesar 92%. Peserta mengakui bahwa seluruh materi yang disampaikan oleh tim dosen bermanfaat bagi masyarakat, dan mereka mendukung apabila kegiatan pelatihan teknis ini ditindaklanjuti dengan bimbingan teknis secara berkala. Implementation of Flavored Liquid Syrup Maker (FLASER) as an Effort to Utilize Salak Fruit into Flavored Liquid Syrup in Padangsidimpuan Utara District Abstract This service aims to empower village communities in the application of salak fruit processing technology into liquid syrup whose results can be packaged properly so that they have competitiveness in the market. The service team provides solutions by designing and making outputs in the form of appropriate technology “FLASER Machine” which can help partners and salak farmers make processed syrup products from salak fruit. This service partner is the Youth Tani Branch of Padang Sidimpuan City. The results of this service provide an increase in knowledge and skills of salak farmers together with farmer youth to process salak fruit into syrup with the ideal composition of raw materials and additives using the FLASER machine. Based on the activities carried out, there is a significant average difference before and after the Flaser training with a t value of 12,093. This means that there is an increase in the understanding of participants after attending Flaser training before and after assistance. The mean score of the pre-test of the trainees was 41.68 and after being given the Flaser training material, the mean score of the post-test increased to 75.6, so the increase before and after training was 81.38%. Based on the satisfaction survey of PKM participants, it was found that the average achievement value of participants was 92%. Participants recognized that all the material presented by the lecturer team was useful for the community, and they supported if this technical training activity was followed up with regular technical guidance.
Inovasi Kemasan Saset untuk Meningkatkan Penjualan Produk Cabai Hiyung di Kelompok Tani Karya Baru Purba, Febriani; Saputra, Riza Adrianoor; Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis; Rohmanna, Novianti Adi; Kastalani, M. Abral; Hakim, Muhamad Karim Abdillah; Prayogo, Joni Yogo; Najwa, Nugraha Anthoni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2270

Abstract

Karya Baru merupakan kelompok tani di desa Hiyung tapin yang bergerang dalam budidaya cabai Hiyung dan pengolahan produk turunananya. Kelompok tani ini mengelola sekitar 450 ha lahan pertanian cabai Hiyung dan telah menghasilkan berbagai produk turunan yang dijual secara komersil seperti benih, cabai kering, saos dan aneka jenis sambal. Cabai Hiyung merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Tapin yang memiliki tingkat kepedasan 17 kali lebih pedas dari cabai pada umumnya. Namun demikian kelompok tani Karya Baru menghadapi tantangan dalam proses pemasarannya. Produk yang saat ini dijual dalam kemasan botol ukuran 100mL belum mampu menjangkau pasar yang luas terutama untuk kalangan konsumen yang baru ingin mencoba dan ibu rumah tangga yang menginginkan ukuran yang ekonomis. PkM ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang terdiri dari survey awal, sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi serta pendampingan dan evaluasi. Seluruh peserta telah menghasilkan desain kemasan saset untuk produk sambal. Seluruh peserta juga telah mampu menerima proses alih teknologi yang tercermin dari kemapuan dalam mengoperasikan mesin pengemas saset otomatis. Hasil penerapan PkM ini telah mampu meningkatkan 53.11% penjualan produk sambal di kelompok tani Karya Baru pada periode Juli-Agustus 2024. Innovative Saset Packaging to Enhance Sales of Hiyung Chili Products from Karya Baru Farmers Group Abstract Karya Baru is a farmer group in Hiyung Tapin village that cultivates Hiyung chili and processes its derivative products. This farmer group manages around 450 ha of Hiyung chili farming land. It has produced various derivative products sold commercially, such as seeds, dried chili, sauce and various types of chili sauce. Hiyung chili is a superior commodity in Tapin Regency, exhibiting a spiciness intensity 17 times more than typical chili. However, the Karya Baru farmer group faces challenges in its marketing process. The product, presently available in 100mL bottles, has not attained a broad market presence, particularly among consumers experiencing it for the first time and homemakers seeking an economical size. This PkM was carried out through a series of activities consisting of an initial survey, socialization, training and application of technology, mentoring, and evaluation. Training has been conducted, and a packaging design for chili sauce items has been created. In addition, technology transfer has been carried out using an automatic sachet packaging machine. Training has been conducted on utilizing the Shopee e-commerce platform for sales and Instagram for product promotion. Implementing PkM has increased chili sauce product sales in the Karya Baru farmer group.