cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Ecoprint Sebagai Basis Pemberdayaan Lansia: Kajian Persepsi Ekologi, Estetika, Sosial, Ekonomi, dan Keberlanjutan Ismanto, Denny; Aprilia, Nani; Ismanto, Ismanto; Sayuti, Muhammad; Silva, Silva Diva Da; Prayogi, Guntur Reza; NurAini, Aisyah; Nulziyati, Nova; Ana, Ana; Pramesti, Della Eka
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/kmxdg104

Abstract

Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat dan telah mencapai 10,48% dari total populasi (BPS, 2022). Kondisi ini menuntut adanya strategi pemberdayaan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan yang aktif dan produktif. Salah satu pendekatan potensial adalah pengembangan ecoprint, yaitu industri kreatif ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif artistik pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi lansia terhadap ecoprint ditinjau dari lima dimensi, yaitu ekologis, estetika, sosial, ekonomi, dan keberlanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden 25 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling di Argosari, Sedayu. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologis memperoleh skor tertinggi (90,4%), diikuti dimensi sosial (89,3%), estetika (88,1%), keberlanjutan (85,7%), dan pengetahuan (85,7%), sedangkan dimensi ekonomi memiliki skor terendah (59,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa lansia memiliki persepsi positif terhadap nilai ekologis dan sosial ecoprint, namun masih ragu terhadap potensi ekonominya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ecoprint berpotensi menjadi sarana edukasi ekologis, penguatan kohesi sosial, dan pemberdayaan ekonomi kreatif lansia. Diperlukan dukungan kelembagaan, penguatan jejaring pemasaran, dan pelatihan kewirausahaan agar ecoprint dapat berkelanjutan. Ecoprint as a Basis for Elderly Empowerment: A Multidimensional Study of Ecological, Aesthetic, Social, Economic, and Sustainability Perceptions Abstract The elderly population in Indonesia continues to increase, reaching 10.48% of the total population (BPS, 2022). This demographic shift indicates the need for empowerment strategies that enable the elderly to become active and productive contributors to sustainable development. One promising approach is ecoprint, an environmentally friendly creative industry that utilizes natural materials such as leaves and flowers to produce artistic textile patterns. This study aims to analyze the perceptions of elderly individuals toward ecoprint from five dimensions: ecological, aesthetic, social, economic, and sustainability perspectives. The research employed a quantitative descriptive method with 14 respondents selected through purposive sampling in Argosari, Sedayu. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The findings show that the ecological dimension scored the highest (90.4%), followed by social (89.3%), aesthetic (88.1%), sustainability (85.7%), and knowledge (85.7%), while the economic dimension received the lowest score (59.5%). These results indicate that elderly participants appreciate ecoprint as an environmentally sustainable and culturally valuable craft but remain uncertain about its economic potential. The study concludes that ecoprint holds significant promise as a medium for ecological education, social cohesion, and creative economic empowerment for the elderly. Strengthening institutional support, marketing networks, and entrepreneurship training is essential to enhance its sustainability.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Kelompok Ternak Lebah Madu untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam : Madu Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Wijaya, Triyadi Hendra; Aji, Ajeng Puspo; Tahya, Khofifah; Rizkya, Dayna; Muslimah, Gadizza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tc54q653

Abstract

Pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial kelompok ternak lebah madu KUBE Banyu Aji di Desa Welahan Wetan, Kabupaten Cilacap, melalui pengembangan madu sebagai produk unggulan desa. Program dilaksanakan selama enam bulan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi lokal, pelatihan teknis budidaya lebah madu, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, serta evaluasi partisipatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan survei pendapatan rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan teknis peternak, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 35–45 meningkat menjadi 75–82 pada post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek teknik panen madu higienis dan manajemen koloni lebah. Observasi lapangan mengonfirmasi perbaikan praktik pemeliharaan sarang, penggunaan alat panen berbahan stainless steel, serta pengemasan madu sesuai standar mutu. Selain itu, kelompok berhasil mengembangkan produk turunan seperti madu herbal dan salep propolis serta memperluas jaringan pemasaran melalui koperasi desa dan pelaku usaha lokal. Dampak ekonomi menunjukkan peningkatan pendapatan rumah tangga peternak sebesar 30–45%. Program ini memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan berpotensi direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa. Community Empowerment through the Development of Honey Bee Farming Groups to Strengthen the Local Economy Based on Natural Products: Honey Abstract Community empowerment based on local natural resource potential is a key strategy for strengthening sustainable rural economies. This community service program aimed to enhance the technical and managerial capacities of the honey bee farming group KUBE Banyu Aji in Welahan Wetan Village, Cilacap Regency, by developing honey as a flagship local product. The program was implemented over six months using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, including needs and potential assessment, technical training in honey bee cultivation, production mentoring, business management strengthening, and participatory evaluation. Data were collected through pre-test and post-test assessments, field observations, focus group discussions, and household income surveys. Quantitative results indicated a significant improvement in participants’ technical skills, with average pre-test scores ranging from 35–45 and post-test scores increasing to 75–82. The most notable improvements were observed in hygienic honey harvesting techniques and colony management practices. Qualitative field observations confirmed better hive sanitation, use of stainless steel harvesting equipment, and standardized honey packaging. In addition, the group successfully developed value-added honey products, such as herbal honey and propolis ointment, and expanded market access through collaboration with village cooperatives and local businesses. Economic impact assessment showed an increase in household income of 30–45%. This program strengthened community economic independence and demonstrates strong potential for replication in other rural areas with similar ecological conditions.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Welahan Wetan melalui Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Produk Alam: TOGA-LAMPOT Issusilaningtyas, Elisa; Yunadi, Frisca Dewi; Indratmoko, Septiana; Wijaya, Triyadi Hendra; Mubarak, Zulfikar Yusya; Rizqi, Titis Alvanur; Salsabila, Wilda Adelia; Wulandari, Mutia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tm202n38

Abstract

Pemberdayaan kelompok PKK Desa Welahan Wetan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Sebelum program dilaksanakan, komunitas sasaran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ekonomi rumah tangga, rendahnya keterampilan teknis dalam budidaya tanaman obat, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan yang relatif sempit. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anggota PKK belum memiliki pengetahuan standar mengenai budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan sekitar 70 persen pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara produktif. Program ini berfokus pada pemanfaatan TOGA dan lahan pekarangan produktif dalam pot (TOGA-LAMPOT) sebagai basis pengembangan produk unggulan berbasis ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota PKK secara aktif melalui pemetaan kebutuhan mitra, penyuluhan potensi ekonomi TOGA-LAMPOT, serta pelatihan budidaya dan pengolahan di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta, ditandai dengan keberhasilan sekitar 70% anggota PKK dalam mempertahankan minimal tiga jenis tanaman obat hingga akhir program, serta terbentuknya inisiatif pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) TOGA-LAMPOT. Pemberdayaan kelompok PKK melalui integrasi TOGA-LAMPOT dan penguatan ekonomi lokal terbukti efektif dalam mengoptimalkan lahan terbatas menjadi sumber daya produktif, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional tentang tanaman obat. Program ini direkomendasikan sebagai model pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis produk alam di wilayah pedesaan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya. Empowerment of the PKK Group in Welahan Wetan Village through Strengthening the Local Economy Based on Natural Products: TOGA-LAMPOT Abstraks The empowerment of the PKK women’s group in Welahan Wetan Village represents a strategic effort to improve community welfare through strengthening the local economy based on natural resources. Prior to program implementation, the target community faced several challenges, including limited household economic capacity, low technical skills in medicinal plant cultivation, and suboptimal utilization of relatively small home gardens. The initial needs assessment indicated that more than 60 percent of PKK members lacked standardized knowledge of Family Medicinal Plant (TOGA) cultivation, while approximately 70 percent of household yards had not been used productively. This program focused on utilizing TOGA and productive home-garden cultivation in pots (TOGA-LAMPOT) as a foundation for developing value-added local products. A participatory approach was employed, actively involving PKK members through partner needs mapping, education on the economic potential of TOGA-LAMPOT, and hands-on training in home-garden cultivation and processing. The results demonstrated an improvement in participants’ technical skills, as evidenced by approximately 70 percent of PKK members successfully maintaining at least three types of medicinal plants until the end of the program, as well as the initiation of plans to establish a TOGA-LAMPOT Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama). The empowerment of the PKK group through the integration of TOGA-LAMPOT and local economic strengthening proved effective in optimizing limited land into productive resources while preserving traditional knowledge of medicinal plants. This program is recommended as a replicable model for community-based economic empowerment using natural products in rural areas with limited land and resources.
Pendampingan Teknis Pola Pemupukan Berimbang dan Terintegrasi untuk Tanaman Padi Varietas M70D pada Program IP400 di Lahan Sawah Desa Banyu Urip, Lombok Barat Jaya, Dori Kusuma; Kusumo, Bambang Hari; Sukartono, Sukartono; Muliarta, I Gusti Putu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/n8k2y715

Abstract

Rendahnya produktivitas padi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, disebabkan oleh penerapan sistem pertanian konvensional dan penggunaan pupuk kimia yang tidak berimbang sehingga menurunkan efisiensi lahan serta kesuburan tanah. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas padi melalui pendampingan teknis penerapan pola pemupukan berimbang dan terpadu pada varietas padi genjah M70D dalam rangka mendukung program IP400. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pembuatan pupuk organik, penerapan teknologi di lahan percontohan (demplot), pendampingan, dan evaluasi. Teknologi yang diintroduksikan mencakup, penggunaan pupuk organik dari kotoran sapi dengan bioaktivator EM4 dan MOL, sistem tanam SRI, kombinasi pupuk organik–anorganik secara berimbang, serta pemanfaatan varietas padi M70D berumur panen ±70 hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani terhadap konsep pemupukan berimbang dan sistem tanam SRI, kemampuan produksi pupuk organik mandiri hingga 4 kwintal, serta penerapan budidaya padi berkelanjutan pada lahan tadah hujan dengan irigasi tenaga surya. Varietas M70D berpotensi meningkatkan produktivitas padi hingga 9–10 ton/ha dan mendukung peningkatan IP menuju 400 dan pemahaman petani terhadap teknologi ini mencapai lebih dari 80%. Hasil evaluasi program ini menunjukkan bahwa program ini akan dilanjutkan guna memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat hasil yang lebih optimal selama minimal 3-4 tahun kedepan. Program ini juga mendorong kemandirian petani dalam pengelolaan lahan dan penggunaan pupuk ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan. Technical Assistance on Balanced and Integrated Fertilization Practices for M70D Rice Cultivation under the IP400 Program in Paddy Field of Banyu Urip, West Lombok Regency Abstract The low rice productivity in Banyu Urip Village, Gerung District, West Lombok, is caused by the implementation of conventional farming systems and the unbalanced use of chemical fertilizers, which reduce land efficiency and soil fertility. This Community Service Program aims to increase rice productivity through technical assistance in implementing balanced and integrated fertilization patterns on the M70D variety in order to support the IP400 program. Activities are carried out through stages of socialization, training, producing organic fertilizers, implementing technology in demonstration plots, mentoring, and evaluation. The technologies introduced include the use of organic fertilizer from cow dung with EM4 and MOL bioactivators, the SRI planting system, a balanced combination of organic-inorganic fertilizers, and the use of the M70D rice variety with a harvest age of ±70 days. The results of the activities show an increase in farmers' knowledge of the concept of balanced fertilization and the SRI planting system by more than 80%, the ability to produce independent organic fertilizers of up to 4 quintals, and the implementation of sustainable rice cultivation on rain-fed land with solar-powered irrigation. The M70D variety has the potential to increase rice productivity and support an increase in the rice yield index (PI) towards 400. This program also encourages farmer independence in land management and the use of environmentally friendly fertilizers for sustainable agriculture.
Pengolahan Rempah dan Minuman Tradisional bagi PKK dan Kader Posyandu Desa Bengkaung Tahun 2025 Bayani, Faizul; Hulyadi, Hulyadi; Muhali, Muhali; Yuliana, Depi; Hamdani, Ade Sukma; Pomeistia, Meilynda; Gargazi, Gargazi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bw99gy69

Abstract

Pemanfaatan rempah dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk minuman tradisional berpotensi memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan membuka peluang usaha rumah tangga. Namun, pengolahan di tingkat rumah tangga/UMKM masih menghadapi kendala dalam hal higienitas, keamanan pangan, dan kewirausahaan. Desa Bengkaung di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, yang kaya rempah dan TOGA, memiliki PKK dan kader Posyandu yang berperan penting dalam kesehatan masyarakat, namun belum memiliki keterampilan dalam mengolah minuman tradisional yang sehat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas PKK dan kader Posyandu untuk memproduksi minuman tradisional berbasis rempah lokal yang higienis serta menumbuhkan orientasi usaha mikro. Pendekatan yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan paradigma Participatory Action Research (PAR), mencakup analisis kebutuhan, penyusunan modul higiene-sanitasi dan prinsip HACCP sederhana, serta pelatihan kewirausahaan dasar. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi praktik, dan penilaian organoleptik produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait manfaat rempah dan keamanan pangan, serta keterampilan teknis pengolahan dan pengemasan, yang mendorong inisiatif untuk mengembangkan minuman tradisional sebagai usaha mikro berbasis komunitas. Processing of Traditional Spices and Beverages for the PKK and Posyandu Cadres of Bengkaung Village in 2025  Abstract The utilization of spices and family medicinal plants (TOGA) for traditional beverages has the potential to strengthen family health resilience and open opportunities for household businesses. However, processing at the household/SME level still faces challenges in hygiene, food safety, and entrepreneurship. Bengkaung Village in Batulayar District, West Lombok Regency, rich in spices and TOGA, has PKK and Posyandu cadres who play an important role in public health, but they lack skills in processing healthy and safe traditional beverages. This community service activity aims to enhance the capacity of PKK and Posyandu cadres to produce hygienic traditional beverages based on local spices and foster a microenterprise orientation. The approach used is participatory training with a Participatory Action Research (PAR) paradigm, including needs analysis, the development of hygiene-sanitation modules, and simple HACCP principles, as well as basic entrepreneurship training. Evaluation was carried out through pre-post tests, practice observations, and organoleptic product assessments. The results show an increase in participants' knowledge regarding the benefits of spices and food safety, as well as technical skills in processing and packaging, which encourage the initiative to develop traditional beverages as a community-based microenterprise.
Optimalisasi Pemasaran Produk Home Industry di Kabupaten Musi Banyuasin Melalui Pelatihan Desain Kemasan. Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nv4kw978

Abstract

https://docs.google.com/document/d/139DydUhwHwy-Asu2cAu5snd9U5PrGABC/edit?usp=drive_link&ouid=105857590544126872103&rtpof=true&sd=true
Implementasi AI untuk Otomatisasi dan Desain Cerdas dalam Media Presentasi Pendidikan di SMKN 10 Semarang Prabowo, Dwi Puji; Sulistiyawati, Puri; Ulumuddin, Dimas Irawan Ihya; Muqoddas, Ali; Soeleman, Arief
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5437mr02

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan vokasi menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi, kualitas visual, dan kesiapan lulusan menghadapi industri kreatif berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 10 Semarang dengan tujuan membekali siswa kompetensi implementatif AI dalam otomatisasi pembuatan media presentasi yang cerdas, menarik, dan profesional. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan literasi AI, rendahnya keterampilan desain grafis visual, serta inefisiensi waktu dalam penyusunan materi presentasi yang masih dilakukan secara manual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui hands-on workshop yang mencakup pengenalan konsep Generative AI, praktik prompt engineering, serta pendampingan intensif pemanfaatan fitur otomatisasi desain berbasis AI pada platform Canva. Kegiatan yang dilaksanakan pada 3 September 2025 ini diikuti oleh 32 siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan, ditandai dengan 87,5% peserta mencapai kategori baik pada post-test. Secara kualitatif, siswa mampu menghasilkan presentasi tematik seperti profil startup digital dan proposal aplikasi dengan struktur narasi yang runtut, konsistensi visual, serta kualitas estetis yang mendekati standar industri. Dampak jangka panjang kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesiapan siswa dalam menghadapi kebutuhan industri kreatif dan teknologi informasi. Keberlanjutan program diarahkan melalui integrasi materi AI ke pembelajaran produktif serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu pengembangan portofolio siswa. Implementation of AI For Automation and Smart Design in Educational Presentation Media at SMKN 10 Semarang Abstract The integration of artificial intelligence (AI) in vocational education is a necessary strategy to improve efficiency, visual quality, and graduate readiness to face the technology-based creative industry. This community service activity was carried out at SMKN 10 Semarang with the aim of equipping students with AI implementation competencies in the automation of creating intelligent, attractive, and professional presentation media. The main problems of partners include limited AI literacy, low visual graphic design skills, and time inefficiency in preparing presentation materials which are still done manually. The implementation method used a participatory approach through a hands-on workshop that included an introduction to the concept of Generative AI, practice of prompt engineering, and assistance in intensifying the use of AI-based design automation features on the Canva platform. The activity, which was held on September 3, 2025, was attended by 32 students majoring in Software Engineering. The training results showed a significant increase in competency, marked by 87.5% of participants achieving a good category in the post-test. Qualitatively, students were able to produce thematic presentations such as digital startup profiles and application proposals with a coherent narrative structure, visual consistency, and aesthetic quality approaching industry standards. The long-term impact of this activity contributes to improving student preparedness for the needs of the creative and information technology industries. The sustainability program is guided by the integration of AI materials into productive learning and the use of AI as a tool to develop student portfolios.
Peningkatan Daya Saing UMKM melalui Pelatihan Desain Kemasan dan Pendampingan Legalitas di Desa WidasariKabupaten Indramayu Khodijah, Tiara; Putra, Galih Mandala; Rachmawati, Ine; Rosyid, Dzulfiqar Fickri; Solihah, Yuni Awalaturrohmah; Kusnadi, Kusnadi; Ananda, Nailah Rizky
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bv6b1e22

Abstract

Kemasan memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen, di mana lebih dari 70% konsumen cenderung memilih produk dengan kemasan yang menarik dan informatif. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga memperkuat identitas produk dan meningkatkan daya saing UMKM. Di Desa Widasari, banyak pelaku UMKM belum memahami prinsip desain kemasan yang efektif serta prosedur pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui pelatihan desain kemasan dan pendampingan legalitas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan teoritis, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Materi yang diberikan mencakup prinsip visual branding, pemilihan warna dan material, serta tahapan administratif pembuatan legalitas usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test, serta meningkatnya kemampuan pelaku UMKM dalam merancang perbaikan kemasan dan mengurus legalitas usaha. Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk mengimplementasikan hasil pelatihan secara mandiri dengan dukungan pendampingan lanjutan melalui fasilitas CIC Hub, termasuk konsultasi desain kemasan dan asistensi pengurusan legalitas, guna memastikan keberlanjutan penerapan hasil pelatihan. Program ini berkontribusi pada peningkatan daya saing UMKM lokal dan mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi. Improving the Competitiveness of MSMEs through Packaging Design Training and Legal Assistance in Widasari Village Indramayu Regency  Abstract Packaging plays an important role in influencing consumer purchasing decisions, with more than 70% of consumers tending to choose products with attractive and informative packaging. In addition to serving as protection, packaging also strengthens product identity and increases the competitiveness of MSMEs. In Widasari Village, many MSME players do not yet understand the principles of effective packaging design and business legality procedures such as Business Identification Numbers (NIB) and halal certification. This community service activity aims to improve the capacity of MSMEs through packaging design training and legality assistance. The methods used include theoretical lectures, interactive discussions, as well as pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' understanding. The material provided covers the principles of visual branding, color and material selection, and the administrative stages of business legality. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding, as seen from the comparison of pre-test and post-test scores, as well as an increase in the ability of MSME players to design packaging improvements and take care of business legality. As a follow-up, participants are encouraged to independently implement the training results with continued support through the CIC Hub facility, including packaging design consultations and legal assistance, to ensure the sustainability of the training results. This program contributes to improving the competitiveness of local MSMEs and supports the achievement of SDGs, particularly in terms of economic growth.
Perancangan Sistem Informasi Layanan Kedukaan KazBim Berbasis Web Pada Yayasan Pengembangan Dhu’afa Bina Insan Mubarak Mulyati, Sri; Ariesta, Atik; Amini, Safrina; Mulya, Annisa Amalia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/x5w1x009

Abstract

Yayasan Pengembangan Dhu’afa Bina Insan Mubarak (YPDBim) berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pemulasaran jenazah melalui program KazBim. Namun, YPDBim menghadapi tantangan dalam manajemen relawan dan donasi, terutama terkait pendataan pelayanan kedukaan, koordinasi relawan, serta pelaporan donasi yang masih dilakukan secara manual. Hal ini menghambat efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan layanan sosial yang diberikan. Solusi yang diusulkan adalah mengembangkan sistem informasi berbasis website untuk mempercepat layanan kedukaan, dan untuk melakukan koordinasi relawan dengan lebih baik serta transparansi donasi kepada donatur. Sistem Informasi pengelolaan relawan dan donasi berbasis web dikembangkan dengan melakukan identifikasi permasalahan mitra dan analisa kebutuhan Sistem. Setelah itu dilakukan perancangan aplikasi berbasis web dengan merancang basis data, desain interface serta modul transaksi. Setelah itu dilakukan pengujian aplikasi. Setelah aplikasi selesai dirancang, aplikasi diimplementasi serta diujicoba oleh para pengurus yayasan, dan dievaluasi. Jika masih terdapat kesalahan dan kekurangan dari sistem, dilakukan perbaikan sehingga sistem dapat dipakai oleh pengurus yayasan untuk pelayanan kedukaan selanjutnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam manajemen relawan dan donasi melalui sistem informasi berbasis website. Dengan demikian, kualitas layanan sosial dapat lebih baik dengan penanganan yang lebih cepat, pengurus yayasan memiliki kemampuan manajerial relawan yang lebih baik, serta dampak positif terhadap masyarakat dapat diperluas karena informasi donasi didapatkan secara cepat dan akurat. Dari evaluasi pengenalan sistem saat pelatihan kepada pengurus yayasan, dapat disimpulkan bahwa fitur yang dibuat pada aplikasi KazBIM mudah dioperasikan. Terbukti dengan hasil kuesioner pada peserta pelatihan sebanyak 71% memberikan pendapat bahwa fitur yang dibuat mudah dipakai. Sedang 25% peserta menganggap fitur yang dibuat pada aplikasi sangat mudah dan 4% dari peserta berpendapat bahwa fitur pada aplikasi KazBIM cukup mudah dipakai. Kemudian hasil dari kuesioner selanjutnya, semua peserta berpendapat bahwa pelatihan yang berikan sangat bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Demikian juga penggunaan sistem informasi layanan kedukaan KazBimKazbim dapat memberikan manfaat yang besar (sebanyak 100%) bagi peserta dalam menyelesaikan pekerjaan mereka di KazBIM. Design of a Web-Based KazBim Grief Service Information System at the Bina Insan Mubarak Dhu'afa Development Foundation Abstract The Mubarak Human Development and Dhu'afa Empowerment Foundation (YPDBim) focuses on community empowerment, particularly in body care services through the KazBim program. However, YPDBim faces challenges in volunteer and donation management, especially regarding data collection, coordination, and reporting, which are still carried out manually. This hinders efficiency and transparency in managing the social services provided. The proposed solution is to develop a website-based information system for donation transparency. The web-based Donation Information System was developed by identifying partner issues and analyzing system requirements. The web-based application was then designed, including database design, interface design, and transaction modules. The application was then tested. After the design was complete, it was implemented and tested by the foundation's administrators, and evaluated. If errors or deficiencies remained, improvements were made so that the system could be used by the foundation's administrators in the future. This information system is designed to facilitate various transaction services such as a donation system, providing grief support services, and donation reports to donors and volunteer management in real time. Users can access this system through a web browser using a computer device. Through socialization and training in the use of digital systems, it is hoped that the foundation's management can manage volunteer data and donation reports more efficiently and transparently. This activity is expected to improve efficiency and transparency in volunteer and donation management through a website-based information system. Thus, the quality of social services can be enhanced, the foundation's management will have better managerial skills, and the positive impact on the community can be expanded. From the evaluation of the system introduction during training for the foundation's management, it can be concluded that the features created in the KazBIM application are easy to operate. This is evidenced by the questionnaire results from training participants, where 71% stated that the features were easy to use. Meanwhile, 25% of participants found the features in the application very easy to use, and 4% of participants believed that the features in the KazBIM application were quite easy to use. The results of the subsequent questionnaire showed that all participants found the training very beneficial to their work. Likewise, using the KazBIM website significantly benefited participants (100%) in completing their work within KazBIM.
Pemanfaatan Minyak Maggot untuk Lilin Aromaterapi sebagai Implementasi 3R dan Ekonomi Sirkular di Bank Sampah Sumur Batu Sulastri, Sulastri; Kuswowo, Kuswowo; Sidqi, M. Ahsan; Lestari, Syarifa Yunindiah; Qalbi, Putri Mutiara; Fitrah, Muhammad Danan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/d0qdqc75

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan nilai tambah budidaya maggot di Bank Sampah Sumur Batu melalui hilirisasi minyak maggot menjadi produk lilin aromaterapi, sebagai bentuk implementasi konsep 3R dan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Mitra telah mampu mengolah sampah organik dengan maggot, namun belum memiliki produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing pasar. Kegiatan PkM meliputi pelatihan budidaya maggot berorientasi produksi minyak, teknik ekstraksi minyak maggot, formulasi dan pembuatan lilin aromaterapi, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital untuk mendukung keberlanjutan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formulasi optimal lilin aromaterapi menggunakan komposisi 30 g beeswax, 35 g soywax, dan 20 ml minyak maggot, yang menghasilkan kualitas aroma dan tekstur yang stabil. Perhitungan harga pokok produksi (HPP) menunjukkan biaya sebesar Rp22.500 per unit, dengan potensi harga jual Rp40.000, sehingga memberikan margin keuntungan yang menjanjikan bagi mitra. Evaluasi pre–post test menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan teknis peserta, khususnya pada keterampilan pembuatan lilin yang meningkat dari nilai rata-rata 2,71 menjadi 4,07. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program berada pada kategori tinggi dengan skor antara 4,00–4,43. Keberlanjutan program dirancang melalui rencana pemasaran berbasis digital, pengembangan variasi aroma dan kemasan ramah lingkungan, serta penguatan kelembagaan usaha komunitas agar produk lilin aromaterapi berbahan minyak maggot dapat menembus pasar lokal hingga regional secara berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Utilization of Maggot Oil for Aromatherapy Candles as an Implementation of 3R and Circular Economy at the Sumur Batu Waste Bank Abstract This Community Service Program (PkM) aims to increase the added value of maggot cultivation at the Sumur Batu Waste Bank through downstream processing of maggot oil into aromatherapy candles, as an implementation of the 3R concept and a sustainable circular economy. The partner community has been able to process organic waste using maggots; however, it has not yet developed high-value derivative products with market competitiveness. The program activities included training on maggot cultivation oriented toward oil production, maggot oil extraction techniques, formulation and production of aromatherapy candles, as well as strengthening business management and digital marketing to ensure business sustainability. The results indicate that the optimal candle formulation consists of 30 g of beeswax, 35 g of soy wax, and 20 ml of maggot oil, producing stable aroma quality and texture. The calculation of the cost of goods sold shows a production cost of IDR 22,500 per unit, with a potential selling price of IDR 40,000, indicating a promising profit margin for the partner community. Pre–post evaluation demonstrates a significant improvement in participants’ technical skills, particularly in candle-making, with the mean score increasing from 2.71 to 4.07. Participant satisfaction with the program implementation was high, with scores ranging from 4.00 to 4.43. The sustainability of the program is supported through a digital-based marketing plan, the development of diverse scents and eco-friendly packaging, and the strengthening of community-based business institutions, enabling maggot oil–based aromatherapy candles to expand into local and regional markets while enhancing long-term community economic independence