cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
Edukasi Pencegahan Tindakan Bullying di KalanganPelajar melalui media pembelajaran di kelas X D SMAN 1 Wundulako
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4704

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masayarakat edukasi pencegahan tindakan bullying melalui media pembelajaran di kelas X D SMAN 1 Wundulako. Masalah utama yang ditemukan yaitu rendahnya kesadaran siswa terhadap bentuk, dampak, dan konsekuensi bullying, di mana sebagian siswa masih menganggap perilaku mengejek, mengucilkan, atau memberi julukan sebagai hal yang wajar dalam pergaulan. Metode yang digunakan adalah edukatif partisipatif, yaitu pendekatan yang menggabungkan penyampaian materi dengan keaktifan siswa dalam setiap tahap kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi 4 tahap, yaitu: (1) tahapan persiapan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; serta (4) keberlanjutan program. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa, dilanjutkan dengan penyampaian materi secara interaktif menggunakan media presentasi, diskusi, dan studi kasus, serta diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kategori nilai “Sangat Baik” dari 5 menjadi 10 siswa, serta penurunan pada kategori “Cukup Baik” dan “Kurang Baik”. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep, bentuk, dan strategi pencegahan bullying. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran, empati, serta komitmen siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying. Bullying Prevention Education among Students through Learning Media in Grade X D of SMAN 1 Wundulako Abstract Community service activities to educate on bullying prevention through learning media in class X D SMAN 1 Wundulako. The main problem found was the low awareness of students regarding the forms, impacts, and consequences of bullying, where some students still consider the behavior of teasing, ostracizing, or giving nicknames as normal in social interactions. The method used was participatory education, an approach that combines material delivery with student activity in each stage of the activity. The implementation method includes 4 stages, namely: (1) preparation stage; (2) implementation; (3) evaluation; and (4) program sustainability. The activity began with a pre-test to determine the level of students' initial understanding, continued with interactive material delivery using presentation media, discussions, and case studies, and ended with a post-test to measure the increase in understanding. The results showed a significant increase in the "Very Good" category from 5 to 10 students, as well as a decrease in the "Quite Good" and "Less Good" categories. This shows that the education provided is effective in increasing students' understanding of the concepts, forms, and strategies for preventing bullying. Thus, this activity has a positive impact in fostering students' awareness, empathy, and commitment to creating a school environment that is safe, comfortable, and free from bullying
Pendampingan Perencanaan Struktur dan Rencana Anggaran Biaya Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Tigawasa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4723

Abstract

Keterbatasan dokumen perencanaan teknis dan estimasi biaya menjadi kendala utama dalam pengembangan sistem penyediaan air bersih di Desa Tigawasa, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan pengabdian ini menawarkan pendekatan terintegrasi berbasis teknologi dengan mengombinasikan pemetaan menggunakan unmanned aerial vehicle (UAV), perencanaan struktur bangunan air, serta penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) sebagai dasar pembangunan infrastruktur air bersih desa. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan berbasis UAV untuk memperoleh data topografi resolusi tinggi, identifikasi kebutuhan mitra, perencanaan teknis bangunan air (broncaptering dan reservoir), serta pelatihan penyusunan estimasi biaya konstruksi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, pemetaan drone, dan diskusi partisipatif dengan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif berupa desain struktur dan RAB yang akurat serta aplikatif. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas mitra dalam memahami proses perencanaan berbasis data spasial dan teknis. Integrasi UAV, analisis struktur, dan perencanaan biaya menjadi kebaruan yang memberikan solusi lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan dalam pengembangan sistem penyediaan air bersih di wilayah pedesaan. Assistance in Structural Planning and Cost Estimation of Clean Water Supply System in Tigawasa Village Abstract The availability of clean water is a basic necessity that plays an important role in improving public health and quality of life. Tigawasa Village, located in Buleleng Regency, Bali, still faces limitations in clean water supply infrastructure due to the absence of adequate technical planning documents and construction cost estimates. This community service activity aims to assist the village government and community in preparing structural planning and cost estimation (Bill of Quantities) for a clean water supply system as a basis for village infrastructure development. The implementation method included field surveys, identification of partner needs, assistance in technical planning of water infrastructure, and training on construction cost estimation. The activity involved village officials and community representatives responsible for managing village water facilities. Data were obtained through field observations, participatory discussions, and technical analysis of structural planning. The results indicate an improvement in the partners’ understanding of clean water infrastructure planning and the preparation of structural design documents and cost estimates that can be used as references for the development of the village clean water supply system. This activity provides practical technical solutions and supports the village’s readiness to develop a sustainable clean water supply system.
Peningkatan Visibilitas Bisnis, Pemasaran Media Sosial, dan Pembukuan Digital UMKM Vidyasari, Rahmanita; Pratiwi, Desyria; Alyssa, Heidy Puspa; Cahya, Nilam; Aghna, Nashwa Alia; Tajuddin, Arif Hafiidh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0zz8em66

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah ekonomi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui pelatihan optimalisasi Google Business Profile, pemasaran media sosial, dan pembukuan digital. Program dilaksanakan selama dua bulan di Kabupaten Bogor dengan rangkaian kegiatan berupa pelatihan tatap muka, praktik langsung, serta pendampingan intensif kepada pelaku UMKM dalam mengimplementasikan materi yang diberikan. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan aset komunitas yang telah dimiliki sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha. Google Business Profile dimanfaatkan untuk memperkuat visibilitas dan aksesibilitas informasi usaha, sementara strategi pemasaran digital difokuskan pada penggunaan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Pembukuan digital diperkenalkan sebagai alat yang membantu UMKM mencatat transaksi secara akurat dan memantau kondisi keuangan secara lebih teratur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test. Skor rata-rata pada domain Penggunaan Teknologi Marketing meningkat dari 10,47 menjadi 14,47; domain Penerapan Digital Marketing meningkat dari 6,93 menjadi 14,37; dan domain Keberhasilan Usaha meningkat dari 7,10 menjadi 14,90. Peningkatan ini menunjukkan potensi kontribusi program dalam memperkuat kesiapan dan kapasitas digital UMKM, meski verifikasi jangka panjang masih diperlukan untuk menilai keterkaitannya dengan performa dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Digital Capacity Building for MSMEs through Business Visibility, Social Media Marketing, and Digital Bookkeeping Abstract Digital transformation has become a strategic necessity for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to survive and compete in the technology-based economic era. This community service activity aims to increase the digital capacity of MSMEs through training on optimizing Google Business Profile, social media marketing, and digital bookkeeping. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach in developing MSMEs in Bogor Regency, focusing on strengthening assets that are already owned by the community to increase competitiveness and business sustainability, as well as direct assistance to MSME actors in the target area. Google Business Profile is used to improve visibility and accessibility of business information in search engines, while digital marketing strategies emphasize the use of social media and e-commerce platforms to expand market reach efficiently. Digital bookkeeping is introduced to help MSMEs record transactions accurately, monitor cash flow, and make data-based decisions. The results of the pre-test and post-test evaluation show a significant increase in participants' understanding of the use of digital technology in business operations. The average pre-test score for the Marketing Technology Usage domain was 10.47, increasing to 14.47 in the post-test. For the Digital Marketing Implementation domain, it increased from 6.93 to 14.37, and for the Business Success domain, it increased from 7.10 to 14.90. The implementation of this strategy is expected to encourage business growth, strengthen competitiveness, and foster MSME sustainability amid digital economic development.
Pemberdayaan Peternak Kambing Etawa Wijaya Makmur Farm dan Pengembangan Produk Diversifikasi Olahan Susu di Desa Alangamba Kecamatan Binangun Cilacap Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Mubarak, Zulfikar Yusya; Aji, Ajeng Puspo; Sumarmono, Juni; Rahayu, Ahadiyat Yugi; Jati, Dian Purnomo; Ananta, Sella Dwi; Arianto, Cindy Chavally; Octavia, Wenny Puspita; Putri, Adisa Refinatania; Fauziah, Khansa Intan; Khairunnisa, Husna Salma Nur
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3923

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian peternak kambing Etawa di Wijaya Makmur Farm, Desa Alangamba, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, melalui diversifikasi produk olahan susu, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan keterampilan pengolahan, rendahnya nilai tambah susu segar, belum optimalnya branding, serta pemasaran yang masih bergantung pada jaringan lokal. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, dan pelatihan pemasaran digital. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, perbandingan nilai pretest-posttest, pencatatan jumlah varian produk, dan data penjualan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari skor pretest 50 menjadi 85 atau naik 35 poin. Nilai aspek kewirausahaan, manajemen usaha, branding produk, dan pemasaran digital meningkat dari 48-54% menjadi 80-88%. Diversifikasi produk berkembang dari satu menjadi lima varian, sedangkan penjualan meningkat dari 100 menjadi 132 unit per bulan atau naik 32%. Keberlanjutan program ditindaklanjuti melalui kelompok usaha bersama, jejaring pemasaran, pencatatan usaha, dan pemantauan tahunan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas susu kambing dan penguatan ekonomi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna di sektor peternakan rakyat. Empowerment of Etawa Goat Farmers at Wijaya Makmur Farm and Development of Diversified Goat Milk Products in Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap.” Abstract This community service program aimed to improve the capacity of Etawa goat farmers at Wijaya Makmur Farm, Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap Regency, through goat milk product diversification, business management strengthening, and digital marketing implementation. The main problems identified included limited technical skills in milk processing, low added value of fresh milk, suboptimal product branding, and marketing practices that still depended on local networks. The program was conducted using a participatory approach through socialization, practice-based training, production assistance, business management strengthening, and digital marketing training. Evaluation was carried out through observation, interviews, questionnaires, pretest-posttest comparison, records of product variants, and sales data. The results showed an increase in participants understanding from a pretest score of 50 to a posttest score of 85, indicating a 35 poin improvement. Score in entrepreneurship, business management, product branding and digital marketing increased from 48-54% to 80-88%. Product diversification increased from one to five variants, while monthly sales rose from 100 to 132 units, or by 32%. Program sustainability is supported through a joint business group, marketing networks, business records, and annual monitoring. Overall, this program contributes to increasing the addes value of Etawa goat milk and strengthening local potential based economic self-reliance.
Pemberdayaan Mitra Tani Maju Makmur dan PKK Desa Sawangan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal melalui Produksi Gula Semut dan Pemanfaatan TOGA-LAMPOT Zulfikar, Zulfikar; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Aji, Ajeng Puspo
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3935

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan kapasitas produksi masyarakat melalui pemberdayaan Mitra Tani Maju Makmur dan kelompok PKK Desa Sawangan berbasis potensi sumber daya lokal. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya keterampilan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Kegiatan utama meliputi pelatihan produksi gula semut berbahan dasar nira kelapa menggunakan teknologi sederhana dan higienis serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) melalui sistem lahan pot (LAMPOT). Selain itu, dilakukan pelatihan manajemen usaha, pengemasan produk, dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta peningkatan kapasitas produksi gula semut sebesar 35% setelah program berlangsung. Produk gula semut dan olahan TOGA-LAMPOT mulai dipasarkan secara mandiri di lingkungan desa dan melalui media daring. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Empowering Mitra Tani Maju Makmur and the PKK of Sawangan Village in Local Economic Development through Palm Sugar Production and the Utilization of TOGA-LAMPOT Abstract This community service activity aims to increase economic independence and community production capacity through the empowerment of Mitra Tani Maju Makmur and the Sawangan Village PKK group based on the potential of local resources. The main problems of partners include low skills in processing agricultural products into value-added products and the lack of optimal use of yard land. The program is carried out with a participatory approach through the stages of socialization, training, technical assistance, and evaluation. The main activities include training on the production of ant sugar based on coconut sap using simple and hygienic technology and the use of family medicinal plants (TOGA) through the potting land system (LAMPOT). In addition, business management, product packaging, and digital marketing training were carried out. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of partners by 78% based on the results of the pre-test and post-test, as well as an increase in the production capacity of ant sugar by 35% after the program took place. TOGA-LAMPOT ant and processed sugar products began to be marketed independently in the village environment and through online media. This activity contributes to strengthening the local economy and increasing people's income and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Pemberdayaan Pramuka Siaga Di SDN 1 Mojopanggung Dengan Permainan Ular Tangga Anti Bullying Sebagai Pencegahan Dan Peningkatan Kesadaran Bullying Putri, Novita Surya; Migaputri, Septilia; Iriyanti, Devanny Dwi; Lestari, Hestin Ayu; Ariyani, Ridma
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8a626t88

Abstract

Viralnya video Bullying di media sosial yang dilakukan oleh siswa SDN 1 Mojopanggung dan didukung oleh pernyataan kepala sekolah bahwa pihak sekolah kesulitan memberikan edukasi tentang bullying, hal ini menjadi masalah prioritas utama yang di alami SDN 1 Mojopanggung. Pembullyan yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan dampak serius bagi korban sehingga seorang siswa terganggu dan keberhasilan dalam sekolahnya akan terhambat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan kesadaran tentang perilaku bullying. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Game Based Learning (GBL)-peserta pemberdayaan pramuka yaitu siswa kelas 4 dan 5 SDN 1 Mojopangung. Siswa kelas 4 berjumlah 15 orang dan siswa kelas 5 berjumlah 15 orang. Total peserta yang diberdayakan dalam pengabdian masyarakat ini berjumlah 30 orang mahasiswa. Untuk menilai pemahaman siswa tentang bullying diberikan pre-test dan post-test, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 60% siswa memiliki pemahaman yang kurang tentang bullying, terutama terkait bentuk-bentuk tindakan verbal, fisik, dan pelecehan. Setelah intervensi berupa pemberian materi dan pelatihan menggunakan papan permainan ular tangga yang memuat kata-kata terkait tindakan bullying dan tindakan positif, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, terdapat 90% siswa menunjukkan pemahaman baik tentang konsep anti-bullying. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pendekatan GBL yang mampu melibatkan siswa secara aktif, membuat materi lebih mudah dipahami, serta membantu mereka membedakan perilaku yang termasuk bullying dan yang tidak. Temuan ini menegaskan bahwa permainan edukatif dapat menjadi metode intervensi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Empowerment of Cub Scouts at SDN 1 Mojopanggung Through Anti-Bullying Snakes and Ladders Games as Prevention and Awareness Enhancement of Bullying Abstract The viral video of bullying on social media carried out by students of SDN 1 Mojopanggung and supported by the principal's statement that the school has difficulty providing education about bullying, this is a top priority problem experienced by SDN 1 Mojopanggung. Bullying that occurs continuously can cause serious impacts for victims so that a student is disturbed and his success in school will be hampered. The purpose of this activity is to increase knowledge and raise awareness about bullying behavior. The method used in this community service is Game Based Learning (GBL) - Scout empowerment participants are students of grades 4 and 5 of SDN 1 Mojopangung. 4th grade students numbered 15 people and 5th grade students numbered 15 people. The total number of participants empowered in this community service was 30 students. To assess students' understanding of bullying, a pre-test and post-test were given, which were then analyzed descriptively. Pre-test results showed that 60% of students had a poor understanding of bullying, especially regarding forms of verbal, physical, and harassment. After the intervention of providing materials and training using a snakes and ladders board game containing words related to bullying and positive actions, there was a significant increase in post-test results, with 90% of students showing a good understanding of the concept of anti-bullying. This increase reflects the effectiveness of the GBL approach which is able to actively engage students, make the material easier to understand, and help them distinguish between behaviors that are bullying and those that are not. These findings confirm that educational games can be an effective intervention method in increasing anti-bullying awareness in elementary school students.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Gulma Rawa dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis; Purba, Febriani; Saputra, Riza Adrianoor; Rohmanna, Novianti Adi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rq9vqt56

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan teknologi pembuatan pupuk organik berbasis gulma rawa dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mendukung keberlanjutan budidaya Cabai Hiyung di Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Metode yang diterapkan meliputi survei awal, sosialisasi, pembangunan rumah pupuk, pelatihan pembuatan pupuk organik dan pengoperasian mesin pencacah bahan organik, serta pendampingan dan monitoring produksi kompos pada skala kelompok. Hasil pelaksanaan menunjukkan: (1) terbangunnya fasilitas rumah pupuk beserta mesin pencacah; (2) percepatan waktu kematangan kompos dari rata-rata 2–3 bulan menjadi sekitar 3–4 minggu pada kondisi operasional rumah pupuk; (3) pengurangan kebutuhan tenaga kerja pada tahap pengolahan hingga ≈40%; (4) 100% peserta pelatihan mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri setelah pendampingan; dan (5) estimasi awal potensi penghematan biaya pembelian pupuk anorganik berkisar 20–30% dengan penurunan penggunaan NPK tampak pada tingkat kelompok (≈10% pada periode awal adopsi). Selain itu, sampel kompos yang dipantau selama 21 hari menunjukkan karakter fisik kematangan yang sesuai kriteria (warna coklat gelap, tekstur remah, tidak berbau menyengat). Kegiatan ini memperkuat kemandirian penyediaan input organik oleh kelompok tani dan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah jangka menengah. Rekomendasi meliputi pendampingan lanjutan untuk uji lapang efektivitas pupuk terhadap produktivitas tanaman, optimasi rasio bahan, serta pemeliharaan fasilitas agar keberlanjutan produksi pupuk organik dapat terjamin.  Empowerment of Farmer Groups through Organic Fertilizer Production Based on Swamp Weeds and Oil Palm Empty Fruit Bunches Abstract This community service program aimed to develop an organic fertilizer production technology utilizing swamp weeds and empty fruit bunches of oil palm (EFB) to support the sustainable cultivation of Hiyung chili in Hiyung Village, Tapin Regency, South Kalimantan. The methods included preliminary surveys, awareness sessions, the construction of an organic fertilizer house, training on the production of organic fertilizer and the operation of a shredding machine, as well as mentoring and monitoring of compost production at the farmer-group level. The results demonstrated: (1) the successful establishment of an organic fertilizer house equipped with a shredding machine; (2) a significant reduction in compost maturation time, from the usual 2–3 months to approximately 3–4 weeks under controlled operational conditions; (3) a reduction of labor requirements by around 40% during the processing stage; (4) full adoption of the technology by participants, with 100% of trainees able to independently produce organic fertilizer after the mentoring phase; and (5) an estimated 20–30% potential reduction in chemical fertilizer expenditure, accompanied by an observed initial decrease of about 10% in NPK use at the group level. Weekly monitoring over 21 days also showed that the compost produced met the physical criteria for maturity—including dark brown color, crumbly texture, and the absence of foul odor. Overall, the program strengthened the self-sufficiency of the farmer group in producing organic inputs and has the potential to improve soil fertility in the medium term. Future recommendations include extended mentoring through field trials, optimization of raw material ratios, and regular maintenance of production facilities to ensure long-term sustainability.
INOVASI PESTISIDA NABATI: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Muhammad Amiruddin; Amiruddin, Muhammad; Khasanah, Nur; Nuranisa, Nuranisa; Jusriadi, Jusriadi; Mutmainah, Mutmainah; Dwiyanto, Diky
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6em8sf34

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi serta memanfaatkan pestisida nabati sebagai strategi pengendalian hama yang berkelanjutan di Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berbasis tumbuhan lokal, serta evaluasi efektivitas kegiatan melalui pre-test dan post-test. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati antara lain daun widuri, daun mimba, serai wangi, bawang putih, cabai, lengkuas dan daun sirsak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani yang sangat signifikan. Pada tahap pre-test, sebanyak 71% peserta berada pada kategori “sangat tidak paham” dan tidak terdapat peserta pada kategori “paham” maupun “sangat paham”. Setelah pelaksanaan kegiatan (post-test), terjadi peningkatan yang drastis, di mana 89% peserta berada pada kategori “sangat paham” dan 19% pada kategori “paham”. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan demonstrasi langsung sangat efektif dalam mentransfer pengetahuan serta membentuk sikap positif petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. kegiatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa, sebagai upaya mendukung pengurangan penggunaan pestisida kimia dan mendorong penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Innovation of Local Plant-Based Botanical Pesticides as an Effort for Sustainable Pest Control among Farmers in Padang Tumbuo Village Abstract This community service activity aims to improve farmers' knowledge and skills in producing and utilizing botanical pesticides as a sustainable pest control strategy in Padang Tumbuo Village, Tojo Una-Una Regency. The implementation method includes initial observation, socialization, training, and demonstration of making botanical pesticides based on local plants, as well as evaluating the effectiveness of the activity through pre-tests and post-tests. The main ingredients used in making botanical pesticides include widuri leaves, neem leaves, lemongrass, garlic, chili, galangal, and soursop leaves. The evaluation results show a very significant increase in farmers' understanding. In the pre-test stage, 71% of participants were in the "very unclear" category and there were no participants in the "understanding" or "very understanding" categories. After the implementation of the activity (post-test), there was a drastic increase, where 89% of participants were in the "very understanding" category and 19% were in the "understanding" category. These findings indicate that the training and direct demonstration methods are very effective in transferring knowledge and forming positive attitudes of farmers towards the use of botanical pesticides. Overall, this activity contributes significantly to increasing farmers' awareness and capacity to reduce dependence on synthetic chemical pesticides. This activity has great potential for replication and development in other regions with similar challenges, as an effort to reduce the use of chemical pesticides and encourage the implementation of sustainable agricultural systems
Pendampingan Desain Perangkat Pembelajaran Deep Learning di MA NW Sukamulia Fatmawati, Baiq; Muliawan, Wawan; Asri, Indra Himayatul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4204

Abstract

Program Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan desain pembelajaran mendalam (deep learning) bagi guru-guru di MA NW Sukamulia. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman praktis tentang penerapan deep learning dalam pembelajaran. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang meliputi sosialisasi teori deep learning dan pendampingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran berbasis deep learning sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Hasil tes pengetahuan yang dilakukan melalui platform Quizizz menunjukkan bahwa mayoritas guru memahami konsep dasar deep learning, terutama dalam kategori Kerangka Pembelajaran Mendalam (94,2% jawaban benar) dan Prinsip Pembelajaran Mendalam (87,3% jawaban benar). Namun, terdapat tantangan pada kategori Pengalaman Belajar Mendalam, dengan 21,5% jawaban salah, yang mengindikasikan kesulitan dalam penerapan konsep tersebut di kelas. Kontribusi pengabdian ini adalah untuk memperkuat pemahaman praktis guru dalam menerapkan deep learning, dengan fokus pada peningkatan keterampilan dalam merancang pengalaman belajar mendalam. Diharapkan, pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk tantangan pendidikan abad ke-21, dengan menekankan pemahaman yang mendalam, berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah. Deep Learning Device Design Assistance at MA NW Sukamulia Abstract This Community Service Program aims to provide deep learning design assistance to teachers at MA NW Sukamulia. The main problem faced by partners is a lack of practical understanding of the application of deep learning in teaching. This program uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, which includes socialization of deep learning theory and assistance in developing deep learning-based learning tools according to the subjects taught. The results of the knowledge test conducted through the Quizizz platform indicate that the majority of teachers understand the basic concepts of deep learning, especially in the categories of Deep Learning Framework (94.2% correct answers) and Deep Learning Principles (87.3% correct answers). However, there are challenges in the Deep Learning Experience category, with 21.5% incorrect answers, indicating difficulties in implementing these concepts in the classroom. The contribution of this community service is to strengthen teachers' practical understanding in implementing deep learning, with a focus on improving skills in designing deep learning experiences. It is hoped that this assistance will improve the quality of learning and prepare students for the challenges of 21st-century education, by emphasizing deep understanding, critical thinking, and problem-solving skills.
Optimalisasi Ketahanan Pangan melalui Pelatihan Manajemen Usaha Tani dan Edukasi Pupuk Berbasis Unsur Hara Tanah harini puspita; Puspita, Ni Nyoman Harini; Wisnawa, I Putu Oka; Rai, I Nyoman; Pratama, I Putu Arie; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4336

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan ketahanan pangan melalui pelatihan manajemen usaha tani yang berfokus pada pencatatan keuangan sederhana serta peningkatan pemahaman praktik pertanian berkelanjutan pada kelompok tani. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendampingan pemanfaatan informasi unsur hara tanah untuk mendukung pengambilan keputusan penggunaan input pertanian secara lebih bijak. Pelatihan yang dilaksanakan pada 13 November 2025 meliputi pencatatan keuangan usaha tani serta sosialisasi dampak penggunaan pupuk kimia terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara kepada peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80% peserta mampu memahami dan melakukan pencatatan keuangan usaha tani secara mandiri, serta 85% peserta meningkat pemahamannya mengenai dampak penggunaan pupuk kimia terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 (Partnership for the Goals) melalui penguatan kapasitas petani dan kolaborasi dalam penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Optimizing Food Security through Farm Management Training and Soil Nutrient-Based Fertilizer Education Abstract This Community Service Program aims to optimize food security through farm business management training focused on financial record-keeping and improving farmers’ understanding of sustainable agricultural practices. The activity was conducted as part of mentoring in utilizing soil nutrient information to support more informed and responsible input management. The training, held on November 13, 2025, covered simple farm financial records and socialization on the environmental and soil fertility impacts of excessive chemical fertilizer use. The results indicate improved farmers’ awareness of the importance of financial records for evaluating farm performance and increased understanding of the risks associated with improper fertilizer application. Soil nutrient information was used as an educational medium to encourage more appropriate and sustainable fertilizer practices. Overall, the program contributed positively to enhancing farmers’ economic and environmental awareness in support of sustainable food security.