cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Pelatihan Branding Produk Bagi Kelompok Umkm “Pade Angen” Desa Kediri Lombok Barat Zainuddin, M; Fitriani, Herdiyana; Zulaifi, Reza; Royani, Ida; Supriatnak, Kokom
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w2xepk75

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas branding produk dan pemasaran digital pada Kelompok UMKM “Pade Angen” yang berlokasi di Desa Kediri, Kabupaten Lombok Barat, yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya pada aspek identitas merek, standar kemasan, literasi teknologi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan distribusi produk. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang meliputi penguatan konsep branding produk, desain logo dan kemasan menggunakan aplikasi Canva, pembuatan serta pengelolaan akun media sosial dan marketplace, serta pendampingan manajemen usaha sederhana dengan pendekatan partisipatif dan praktik berbasis kebutuhan mitra. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya identitas merek dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, disertai dengan terbentuknya desain logo dan kemasan baru yang lebih representatif serta meningkatnya motivasi mitra dalam mengembangkan pemasaran berbasis digital. Guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas penerapan hasil pengabdian, dirumuskan strategi tindak lanjut berupa pendampingan berkala, pelatihan lanjutan terkait pembuatan konten promosi dan evaluasi kinerja pemasaran digital, serta penguatan jejaring kemitraan dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal, mendorong kemandirian usaha, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Product Branding Training for the "Pade Angen" UMKM Group in Kediri Village, West Lombok  Abstract This community service program aims to improve the product branding and digital marketing capacity of the "Pade Angen" MSME Group located in Kediri Village, West Lombok Regency, which has so far faced various limitations, particularly in aspects of brand identity, packaging standards, technological literacy, and the use of digital media as a means of product promotion and distribution. Community service activities are carried out through a series of training and mentoring that includes strengthening the concept of product branding, logo and packaging design using the Canva application, creation and management of social media and marketplace accounts, and mentoring on simple business management with a participatory approach and practices based on partner needs. The results of the implementation of the activities show an increase in understanding and awareness of MSME actors regarding the importance of brand identity in increasing added value and product competitiveness, accompanied by the creation of new, more representative logo and packaging designs and increased motivation of partners in developing digital-based marketing. To ensure the sustainability and effectiveness of the implementation of community service results, a follow-up strategy is formulated in the form of regular mentoring, advanced training related to promotional content creation and digital marketing performance evaluation, and strengthening partnership networks with village governments and related stakeholders. Overall, this community service program contributes to increasing the competitiveness of local MSMEs, encouraging business independence, and supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) point 8 on inclusive and sustainable economic growth.
Strategi Promosi Digital dan Penguatan Citra Kelembagaan Perguruan Tinggi  Menuju Kampus Unggul  Berdaya Saing Global Satria, Chandra; Choirunniswah, Choirunniswah; Yuli, Yuli; Zaki, Zaki
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zq487737

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas promosi digital dan lemahnya citra kelembagaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya di wilayah VII Sumatera Selatan, berdampak menurunnya minat calon mahasiswa. Kondisi ini menjadi isu strategis yang memerlukan solusi inovatif melalui penguatan strategi komunikasi, digital branding, dan kolaborasi kelembagaan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pimpinan PTKIS dalam merancang dan mengimplementasikan strategi promosi digital yang efektif, membangun citra kelembagaan yang profesional dan bernuansa Islami, serta memperkuat jejaring kerja sama antarpengelola perguruan tinggi sebagai fondasi peningkatan daya saing jangka panjang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif dan pendampingan strategis yang diselenggarakan di Ballroom UIN Raden Fatah Palembang pada 8 Oktober 2025, dengan pendekatan participatory action learning. Data dikumpulkan melalui   wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan PTKIS dan Koordinator Perguruan Tinggi Keagmaan Islam Wilayah (Kopertais) VII Sumatera Selatan, kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik triangulasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pimpinan PTKIS sebesar 32%, khususnya pada pemahaman strategi digital branding, pengelolaan media sosial institusi, dan keinginan untuk pemanfaatan platform digital untuk promosi penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, 85% peserta menyatakan kesiapan institusinya untuk mengimplementasikan strategi promosi digital terintegrasi, dan 78% peserta berkomitmen menyusun langkah strategis promosi digital kelembagaan secara berkelanjutan. Secara jangka panjang, program ini diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan visibilitas PTKIS di tingkat regional dan nasional, serta berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah pendaftar mahasiswa baru melalui penguatan reputasi dan eksistensi digital masing masing perguruan tinggi. Implikasi kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi promosi digital berbasis nilai-nilai Islam, didukung kolaborasi kelembagaan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing, reputasi, dan keberlanjutan PTKIS menuju kampus unggul yang berdaya saing global. Digital Promotion Strategy and Strengthening University Image Towards a Competitive Global Campus Abstract This community service activity is motivated by the limited digital promotion capacity and weak institutional image of Private Islamic Religious Higher Education Institutions (PTKIS), particularly in Region VII of South Sumatra, which has resulted in declining interest from prospective students. This condition has become a strategic issue that requires innovative solutions through strengthening communication strategies, digital branding, and institutional collaboration. The objective of this activity is to improve the competence of PTKIS leaders in designing and implementing effective digital promotion strategies, building a professional and Islamic-nuanced institutional image, and strengthening collaborative networks among higher education administrators as a foundation for increasing long-term competitiveness. The activity was carried out in the form of an interactive workshop and strategic mentoring held at the Ballroom of UIN Raden Fatah Palembang on October 8, 2025, using a participatory action learning approach. Data were collected through semi-structured interviews with PTKIS leaders and the Coordinator of Islamic Religious Higher Education Institutions (Kopertais) VII in South Sumatra. These were then analyzed qualitatively and descriptively using triangulation techniques. The evaluation results showed a 32% increase in digital literacy among PTKIS leaders, particularly in their understanding of digital branding strategies, institutional social media management, and their desire to utilize digital platforms for new student admissions promotions. Furthermore, 85% of participants stated their institutions' readiness to implement an integrated digital promotion strategy, and 78% committed to developing strategic steps for sustainable institutional digital promotion. In the long term, this program is projected to contribute to increasing the visibility of PTKIS at the regional and national levels, and has the potential to drive growth in the number of new student applicants by strengthening the reputation and digital presence of each university. The implications of this activity emphasize that digital promotion transformation based on Islamic values, supported by ongoing institutional collaboration, is a crucial strategy for enhancing the competitiveness, reputation, and sustainability of PTKIS towards becoming superior, globally competitive campuses
Integrasi Literasi Digital Security, Edukasi Pinjaman Online Ilegal, dan Sosialisasi Waste Management dalam Pengembangan UMKM Binaan Yayasan Bina Mulia Depok Warsini, Sabar; Alyssa, Heidy Puspa; Aminah, Indianik; Ingriyani, Lini; Khotimah, Fajriana Khusnul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p2nz8e55

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional dengan kontribusi 61% terhadap PDB, namun masih menghadapi tantangan dalam literasi keuangan digital dan maraknya pinjaman online ilegal yang mengancam keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap keamanan digital, risiko pinjaman ilegal, serta memperkenalkan prinsip pengelolaan sampah berbasis 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) sebagai bagian dari pengembangan usaha berkelanjutan. Program dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning melalui pelatihan interaktif kepada 50 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman binaan Yayasan Bina Mulia, Kota Depok. Materi disampaikan oleh narasumber ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilengkapi dengan penyerahan modul pelatihan untuk implementasi mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan metode N-Gain, yang menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 77,61% dan tergolong efektif. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami legalitas pinjaman online, perlindungan data pribadi, dan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan limbah usaha. Kegiatan ini mengidentifikasi tantangan implementasi seperti keterbatasan akses digital dan ruang usaha, yang diatasi melalui strategi pendampingan berkelanjutan dan sistem dukungan terstruktur. Dampak jangka panjang yang diharapkan mencakup peningkatan daya saing UMKM melalui stabilitas finansial dan akses ke green financing, serta keberlanjutan lingkungan melalui praktik ramah lingkungan yang meningkatkan brand image dan efisiensi operasional. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif terpadu dengan dukungan pasca-pelatihan mampu membentuk literasi digital dan kesadaran berkelanjutan untuk pengembangan UMKM yang tangguh dalam konteks ekonomi digital dan tantangan lingkungan global. Integration of Digital Security Literacy, Illegal Online Loan Education, and Waste Management Socialization in The Development of MSMEs Assisted by The Bina Mulia Depok Foundation Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy, contributing 61% to GDP, yet they still face challenges in digital financial literacy and the proliferation of illegal online loans that threaten business sustainability. This community service activity aims to enhance MSMEs' understanding of digital security, illegal loan risks, and introduce waste management principles based on 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) as part of sustainable business development. The program was implemented using a Service Learning approach through interactive training for 50 food and beverage sector MSME operators under Yayasan Bina Mulia, Depok City. Materials were delivered by expert speakers from the Financial Services Authority (OJK) and the National Research and Innovation Agency (BRIN), complemented by training module distribution for independent implementation. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using the N-Gain method, showing a 77.61% improvement in understanding, categorized as effective. Participants demonstrated significant improvement in understanding online loan legality, personal data protection, and environmental awareness through business waste management. This activity identified implementation challenges such as limited digital access and business space, which were addressed through continuous mentoring strategies and structured support systems. Expected long-term impacts include enhanced MSME competitiveness through financial stability and access to green financing, as well as environmental sustainability through eco-friendly practices that improve brand image and operational efficiency. This program demonstrates that an integrated educational approach with post-training support can build digital literacy and sustainability awareness for resilient MSME development in the context of the digital economy and global environmental challenges.
Socialization of Product Innovation and Financial Literacy for Malay Culinary Businesses among the Community of Kampung Bandar, Senapelan District, Pekanbaru City Ibrahim, Mariaty; Etika, Etika; Nurita, Riau; Sulistyani, Andri; Martina, Elti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cg0tkt73

Abstract

Kontribusi UMKM dalam lingkup perekonomian nasional bergerak signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar lebih dari 60% atau sekitar Rp8.573 Triliun setiap tahunnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang inovasi produk dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM Kampung Bandar kawasan heritage Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Sebagian besar UMKM di wilayah ini menjual produk unggulan daerah terutama cita rasa Melayu. Permasalahan yang muncul yakni persaingan usaha di sekitar kawasan Kampung Bandar pada bidang FnB yang didominasi dengan aneka kuliner kekinian. Selain itu, observasi tim pengabdian menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan cara-cara non konvensional dalam mencatat laporan keuangan. Kondisi ini terkadang menyebabkan pembukuan laba-rugi tidak dapat dilakukan dengan rapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang difokuskan pada dua aspek utama, yaitu pengembangan inovasi produk kuliner (rasa, kemasan, dan branding) dan penguatan literasi keuangan dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengembangkan produk yang lebih menarik serta pengelolaan keuangan usaha yang lebih terstruktur. Inovasi produk dan literasi keuangan terbukti menjadi kombinasi yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk serta mendorong minat beli konsumen terhadap kuliner khas Melayu. Ke depan, diperlukan intervensi dalam bentuk pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait untuk memastikan bahwa UMKM di Kampung Bandar adaptif dari segi inovasi maupun pencatatan keuangan. Hal ini dikarenakan inovasi yang berorientasi pada perkembangan zaman dan metode pencatatan keuangan yang terstruktur merupakan kebutuhan dasar untuk mendorong UMKM maju. Socialization of Product Innovation and Financial Literacy for Malay Culinary Businesses among the Community of Kampung Bandar, Senapelan District, Pekanbaru City  Abstract The contribution of MSMEs in the national economy has a significant impact on the Gross Domestic Product (GDP) of more than 60% or around IDR 8,573 trillion annually. This community service activity aims to provide information about product innovation and financial literacy for MSME actors in Kampung Bandar, a heritage area in Pekanbaru City, Riau Province. Most SMEs in this area sell regional specialty products, particularly those with Malay flavors. The issue that arises is business competition in the Kampung Bandar area in the F&B sector, which is dominated by various modern culinary offerings. Additionally, the outreach team's observations revealed that most business operators still use non-conventional methods in recording financial statements. This situation sometimes results in profit and loss accounting that is not properly organized. The methods used in this activity include socialization, training, and mentoring focused on two main aspects: culinary product innovation (flavor, packaging, and branding) and strengthening basic financial literacy. The results of the activities showed an increase in participants' knowledge and skills in developing more attractive products and more structured business financial management. Product innovation and financial literacy proved to be an effective combination in increasing product competitiveness and encouraging consumer interest in purchasing Malay culinary products. Going forward, intervention in the form of ongoing assistance from relevant agencies is needed to ensure that MSMEs in Kampung Bandar are adaptive in terms of innovation and financial record-keeping. This is because innovation that is oriented towards the times and structured financial record-keeping methods are basic requirements for encouraging MSMEs to progress.
Pelatihan Bisnis Model Canvas (BMC) untuk Meningkatkan Manajemen Bisnis yang Dituangkan dalam Sebuah Visualisasi Gambar atau Chart yang Terdiri atas Sembilan (9) Elemen pada Masyarakat di Desa Cangkering Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Haris Fadillah; Fadillah, Haris; Yudianto, Ary; Rifani, Jamil; Hasanah, Nurul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s3ycqx97

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen bisnis masyarakat Desa Cangkering, Kecamatan Amuntai Selatan, melalui pelatihan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat pemetaan dan pengembangan model bisnis. Permasalahan utama yang ditemukan pada masyarakat adalah rendahnya pemahaman tentang manajemen bisnis modern, belum adanya model bisnis yang terstruktur, minimnya identifikasi nilai tambah produk, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Untuk mengatasi persoalan tersebut, kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, workshop penyusunan BMC, studi kasus, dan evaluasi partisipatif. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan pelaku UMKM, ibu rumah tangga pelaku usaha, anggota karang taruna, dan pengurus BUMDes. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta—dari 60% sebelum pelatihan menjadi 90% setelah pelatihan—serta terciptanya 25 Business Model Canvas yang disusun sesuai jenis usaha masing-masing peserta. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya perencanaan usaha, inovasi produk, serta strategi pemasaran berbasis pelanggan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan BMC terbukti efektif sebagai pendekatan edukatif yang mampu meningkatkan keterampilan manajerial masyarakat desa serta mendukung terbentuknya model bisnis yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pemahaman manajerial jangka pendek, pelatihan Business Model Canvas (BMC) ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap pengelolaan usaha masyarakat. Penerapan BMC memungkinkan pelaku UMKM memiliki perencanaan bisnis yang lebih terstruktur, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, serta memperkuat daya saing usaha lokal. Dalam jangka menengah (1–2 tahun), penggunaan BMC berpotensi mendorong peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, dan perluasan pasar, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal Desa Cangkering secara berkelanjutan. Training on the Business Model Canvas (BMC) to Improve Business Management among Communities in Cangkering Village, South Amuntai District, Hulu Sungai Utara Regency Abstract This community service program aimed to enhance the business management capacity of the community in Cangkering Village, South Amuntai District, through training on the Business Model Canvas (BMC) as a tool for mapping and developing business models. The main problems identified included limited understanding of modern business management, the absence of structured business models, insufficient identification of product value-added aspects, and low utilization of digital technology in business management. To address these challenges, the program was implemented using interactive lectures, group discussions, BMC development workshops, case studies, and participatory evaluation. The training was conducted in a participatory manner involving micro and small enterprise (MSME) actors, entrepreneurial housewives, youth organization members, and BUMDes administrators. The results demonstrated a significant increase in participants’ understanding, rising from 60% before the training to 90% after the training, as well as the development of 25 Business Model Canvases tailored to the specific types of businesses operated by the participants. In addition, the program encouraged a shift in community mindset regarding the importance of business planning, product innovation, and customer-oriented marketing strategies. The program concludes that BMC training is an effective educational approach for improving managerial skills among rural communities and for supporting the development of more structured, professional, and sustainable business models. Beyond short-term improvements in managerial understanding, the Business Model Canvas (BMC) training is expected to generate long-term impacts on community business management. The application of BMC enables MSME actors to develop more structured business planning, enhance adaptability to market changes, and strengthen the competitiveness of local enterprises. In the medium term (1–2 years), the use of BMC has the potential to improve operational efficiency, foster product innovation, and expand market reach, ultimately contributing to the sustainable local economic growth of Cangkering Village.
DISEMINASI PROTOTYPE PRODUK BERBASIS BAHAN ALAM DI TAMAN SANGKAREANG KOTA MATARAM TAHUN 2025 Prihartini, Dita; Rahmawati, Khairul Pahmi; Idawati, Sri; Pertiwi, Ajeng Dian; Kurniawati, Ari; Ratulangi, Wulan Ratia; Widyan, Rosnalia; Utami, Evi Fatmi; Purmafitriah, En; Hardani, Hardani; Rahmawanti, Isna; Pertila, Dwi Marselina; Nawawi, Muhammad; Suhada, Adriyan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/q3j2tq11

Abstract

Pengabdian kepada massyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan produk berbasis bahan alam lokal, yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi dan Sains Biomedis Universitas Bima Internasional MFH kepada masyarakat Kota Mataram. Produk yang disosialisasikan meliputi Mbojo Herbs, Teh Pataha Ati, Chocoginger, SariMorrie, dan King Annona Tea yang terbuat dari bahan alami seperti jahe, kunyit, sereh, dan kayu manis. Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan di Taman Sangkareang, Kota Mataram, dengan pembagian sampel gratis, sosialisasi produk melalui brosur dan banner, serta pengumpulan data melalui kuesioner. Sebanyak 100 responden berpartisipasi dalam survei ini. Hasil survei menunjukkan bahwa 52% responden mengonsumsi produk berbasis herbal sebanyak 1-2 kali sebulan. 63% responden menilai kualitas produk yang disosialisasikan sebagai "baik". Aroma produk herbal dianggap cukup ringan dan menyegarkan oleh 45% peserta. Selain itu, 41% responden merasakan langsung manfaat kesehatan seperti perasaan hangat. Namun, 38% responden merasa bahwa informasi yang diberikan perlu penjelasan lebih lanjut. Selain itu, 63% responden menunjukkan ketertarikan pada kemasan praktis seperti kemasan sachet. Temuan ini menunjukkan bahwa produk berbasis herbal ini diterima dengan baik oleh masyarakat, namun perlu adanya perbaikan pada rasa dan kemasan untuk meningkatkan daya tarik dan keberlanjutan produk di pasar. Dissemination of a Natural Ingredient Based Product Prototype at Sangkareang Park, Mataram City, in 2025 Abstract This community service aims to introduce products based on local natural ingredients, developed by lecturers and students of the Pharmacy and Biomedical Sciences Study Program at University of Bima International MFH to the people of Mataram City. The products socialized include Mbojo Herbs, Teh Pataha Ati, Chocoginger, SariMorrie, and King Annona Tea made from natural ingredients such as ginger, turmeric, lemongrass, and cinnamon. This dissemination activity was carried out at Sangkareang Park, Mataram City, with free sample distribution, product socialization through brochures and banners, and data collection through questionnaires. A total of 100 respondents participated in this survey. The survey results show that 52% of respondents consume herbal-based products 1–2 times a month. 63% of respondents rated the quality of the socialized products as "good." The aroma of the herbal products was considered fairly light and refreshing by 45% of participants. In addition, 41% of respondents felt direct health benefits such as a feeling of warmth. However, 38% of respondents felt that the information provided needed further explanation. In addition, 63% of respondents showed interest in practical packaging such as sachet packaging. These findings indicate that these herbal-based products are well received by the community, but improvements in taste and packaging are needed to increase the products' attractiveness and sustainability in the market
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Asam Urat melalui Program Edukasi dan Aktivitas Fisik ‘ASIK’ di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur Mardiana, Laila; Rohmatillah, Laila Mardiana; Ningsih, Murtiana; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Rayani, Dewi; Ali, Nur Aini Abdurrahman; Alifariani, Aulia; Astawan, Wanda Januar; Herawati, Yunita; Sahrun, Lia; Mayani, Evi; Sinar, Wahyuni; Nuari, Iin Erlisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a1dh5c94

Abstract

Penyakit Asam Urat (Gout) adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Data Puskesmas Mujur menunjukkan peningkatan kasus sebesar 304 dari tahun sebelumnya, hal ini dipicu oleh pola makan tinggi purin dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Mujur terhadap pencegahan dan penanganan asam urat melalui intervensi terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, dengan melibatkan 10 orang sasaran. Intervensi dilakukan melalui program ASIK (Asam Urat Sehat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) yang meliputi penyuluhan kesehatan, aktivitas fisik berupa senam bersama, dan demonstrasi pembuatan jus sehat berbahan nanas, timun, dan jahe. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen berbentuk kuesioner berupa pre-test dan post-test yang berisi 10 butir pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran setelah intervensi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan kurang pada saat sebelum intervensi menjadi cukup dan baik pada saat setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya terkait penyakit asam urat. Model intervensi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan promosi diet sehat merupakan pendekatan yang efektif dan direkomendasikan untuk mendukung program promotif-preventif di tingkat komunitas. Enhancing Community Knowledge of Gout through Integrated Education and Physical Activity in Mujur Village Abstract Gout is a non-communicable disease that continues to rise every year. Data from the Mujur Health Center shows an increase of 304 cases compared to the previous year, triggered by a high purine diet and low public awareness. This community service activity aims to increase knowledge and awareness among the people of Mujur Village about the prevention and management of gout through integrated interventions. The activity was held in Pendem Hamlet, Mujur Village, East Praya District, Central Lombok, involving 10 participants. The intervention was carried out through the ASIK program (Healthy Gout with Exercise and Health Information), which included health counseling, physical activities such as group exercise, and a demonstration of making healthy juice with pineapple, cucumber, and ginger. Evaluation was conducted quantitatively using a pre-test and post-test questionnaire containing 10 questions to measure the participants' level of knowledge. The results showed an increase in knowledge after the intervention, indicated by a shift in knowledge categories from predominantly low before the intervention to sufficient and good after the intervention. These findings suggest that health education, accompanied by direct practice, is effective in improving public understanding, particularly regarding gout. The intervention model that integrates education, physical activity, and the promotion of a healthy diet is an effective approach and is recommended to support promotive-preventive programs at the community level.
PENDAMPINGAN LITERASI AI BERBASIS CHATGPT-SCITE.AI DALAM PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA: ANALISIS CAPAIAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI UIN MATARAM Nevi Ernita; Ernita, Nevi; Muin, Abdul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4dg1j123

Abstract

Mahasiswa UIN Mataram, khususnya mantan peserta Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) di Desa Setanggor, menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan skripsi. Tantangan tersebut mencakup keterbatasan literasi akademik, integrasi teknologi, dan pemahaman terhadap etika penggunaan kecerdasan buatan (AI). Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi penulisan akademik, literasi AI, kemampuan integratif dalam pemanfaatan AI untuk penyusunan skripsi, serta kesadaran etis mahasiswa dalam penggunaannya. Program ini telah melibatkan 18 mahasiswa (12 mantan peserta KKP dan 6 non-KKP) melalui pelatihan dan lokakarya partisipatif yang disertai dengan pendampingan terarah. Alat bantu yang digunakan meliputi ChatGPT dan Scite.AI, yang difungsikan untuk membantu penyusunan argumen, penelusuran pustaka, dan pengelolaan referensi secara etis. Evaluasi dilaksanakan melalui pretest dan posttest pada empat aspek: literasi penulisan akademik (LPA), literasi AI (LAI), integrasi AI dalam penulisan (ILAI), dan etika penggunaan AI (EAI). Analisis bersifat deskriptif pada tingkat kelompok, tanpa pendekatan inferensial. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor total dari 12,39 menjadi 14,00 poin, dengan kenaikan tertinggi pada aspek ILAI (+0,64) dan LPA (+0,53). Aspek EAI mencapai skor penuh, namun terdapat indikasi efek plafon (ceiling effect). Secara umum, efektivitas program tergolong dalam kategori kecil hingga sedang. Rekomendasi mencakup pengembangan instrumen evaluasi yang lebih sensitif, pendalaman materi terkait etika AI, serta pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat literasi AI di kalangan mahasiswa. Assisting AI Literacy through ChatGPT–Scite.ai in Undergraduate Thesis Writing: An Analysis of Community Service Program Outcomes at UIN Mataram Abstract Students of UIN Mataram, particularly former participants of the Participatory Community Service Program (KKP) in Setanggor Village, face various challenges in writing their undergraduate theses. These challenges include limited academic literacy, inadequate integration of technology, and a lack of understanding regarding the ethical use of artificial intelligence (AI). This Community Service Program (PkM) aims to enhance academic writing literacy, AI literacy, integrative skills in utilizing AI for thesis writing, and students' ethical awareness in its application. The program involved 18 students (12 former KKP participants and 6 non-KKP) through participatory training and workshops, combined with structured mentoring. The tools employed included ChatGPT and Scite.AI, used to support argument development, literature searching, and ethical reference management. Evaluation was conducted through pretests and posttests on four aspects: academic writing literacy (AWL), AI literacy (AIL), AI integration in writing (AIIW), and ethics of AI use (EAI). The analysis was descriptive at the group level, without inferential statistical testing. The results indicated an increase in the average total score from 12.39 to 14.00 points, with the highest gains in AIIW (+0.64) and AWL (+0.53). The EAI aspect reached full scores, though with indications of a ceiling effect. Overall, the program’s effectiveness was categorized as small to moderate. Recommendations include the development of more sensitive evaluation instruments, deepening of AI ethics content, and continuous mentoring to strengthen students’ AI literacy.
Pengenalan Penggunaan Fitur Baru Canva Magic AI Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMK NU 1 Islamiyah Kramat Tegal Budihartono, Eko; Khakim, Lukmanul; Rais, Rais; Nurohim, Nurohim; Supriyono, Dwie Kukuh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/x4r31f93

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendorong transformasi pembelajaran, khususnya pada bidang desain digital. Pemanfaatan AI memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, dan adaptif, serta mendorong peningkatan kreativitas peserta didik. Salah satu platform yang mengintegrasikan teknologi AI dalam desain visual adalah Canva Magic AI, yang menyediakan fitur otomatis untuk membantu pengguna menghasilkan desain secara cepat dan menarik. Namun, siswa SMK NU 1 Islamiyah Kramat masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan pemahaman fitur AI, serta minimnya akses terhadap pelatihan teknologi kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, kreativitas visual, dan kompetensi teknis siswa melalui pelatihan Canva Magic AI. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training) yang meliputi pemaparan materi, demonstrasi fitur, diskusi, dan pendampingan intensif. Peserta kegiatan berjumlah 36 siswa dari berbagai program keahlian. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan dokumentasi hasil karya, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan siswa dalam menggunakan Canva Magic AI, ditandai dengan penurunan siswa yang belum mengenal AI dari 75% menjadi 0%. Penguasaan fitur Magic Write mencapai 90%, Magic Design 85%, dan Text to Image 80%. Selain itu, kualitas kreativitas visual siswa juga meningkat. Meskipun terdapat keterbatasan perangkat, pelatihan berjalan efektif dan mendapat respons positif dari peserta, serta mendukung pencapaian SDG 4, SDG 8, dan SDG 9. Introducing Canva’s New Magic AI Features for Enhancing Student Creativity at SMK NU 1 Islamiyah Kramat Tegal Abstract The development of Artificial Intelligence (AI) has driven significant transformation in education, particularly in digital design–based learning. AI enables learning processes to become more effective, efficient, and adaptive while fostering students’ creativity. One platform that integrates AI into visual design is Canva Magic AI, which provides automated features to support fast and attractive design creation. However, students of SMK NU 1 Islamiyah Kramat still face challenges, including low digital literacy, limited understanding of AI-based features, and restricted access to structured creative technology training. This community service program aimed to enhance students’ digital literacy, visual creativity, and technical competencies through Canva Magic AI training. The method applied was hands-on training, consisting of material presentation, feature demonstrations, guided discussions, and intensive mentoring during practice sessions. The participants were 36 vocational high school students from various study programs. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and documentation of students’ works, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The results indicate a significant improvement in students’ understanding and skills in using Canva Magic AI, reflected by a decrease in students unfamiliar with AI from 75% to 0%. Mastery of Magic Write reached 90%, Magic Design 85%, and Text to Image 80%. In addition, students’ visual creativity improved in terms of composition, color selection, and design relevance. Despite limitations in computer facilities, the training was conducted effectively and received positive responses, contributing to the achievement of SDG 4, SDG 8, and SDG 9.
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Dalam Pengembangan Pariwisata Sejarah Dan Budaya Serta UMKM Yang Berkelanjutan Di Desa Ketangga Berbasis Sistem Informasi Informacore Guna Memaksimalkan Potensi Sumberdaya Wilayah Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Busyairi, Ahmad; Supriadi, Herman; Saputri, Baiq Rasmila; Hatta, Dean Jundri; Tamimi, Khaeril; Halki, Lalu; Saupi, Lalu Muhammad; Liana, Liana; Riyandi, Muhammad; Faizi, Muhammad Taufiq Al; Hidayat, M. Adnan; Nova, Mera Iza; Aji, Moh. Wanda; Marzuki, Nadia Nurliza; Astuti, Neti Paria; Humaero, Siti; Agustina, Widiya Ayu; Wadi, Winda Nur; Mahindra, Yusril; Maoizati, Ziana; Zubaedah, Zubaedah; Zulzafitri, Zulzafitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1x00rr19

Abstract

Industri pariwisata global telah bertransformasi menjadi sektor ekonomi yang dinamis, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, banyak daerah, termasuk Desa Ketangga di Lombok Timur, menghadapi tantangan dalam pengelolaan potensi pariwisata. Program PKM PMM ini menyoroti kesenjangan antara potensi budaya dan sejarah Desa Ketangga dengan kapasitas pengelolaannya. Pada program ini, diidentifikasi berbagai masalah, termasuk kurangnya optimalisasi peran Lembaga Adat Desa dan Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kolaboratif, workshop, dan penggunaan Teknologi Sistem Informasi InformaCore untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata serta promosi produk lokal dengan Indikator pemberdayaan aspek produksi, manajemen dan sosial kemasyarakatan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan dalam kapasitas pengelolaan pariwisata pada aspek manajemen dengan tersusunnya masterplan, Hanbook Pariwisata dan Paket Perjalanan Wisata telah terlaksana. Peningkatan aspek produksi tercapai melalui pengembangan lima produk UMKM oleh Karang Taruna. Program PKM PMM berhasil memperkuat peran Lembaga Adat dan Karang Taruna dalam pengembangan pariwisata. Luaran digital platform InformaCore yang mendukung promosi juga terlaksana. Pemanfaatan teknologi InformaCore membantu meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas potensi wisata. Melalui program ini Integrasi kearifan lokal dan teknologi digital diketahui adalah kunci dalam mencapai pariwisata berkelanjutan dan mendukung SDGs khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Student Capacity-Building Assistance for the Development of Historical and Cultural Tourism and Sustainable MSMEs in Ketangga Village, Based on the Informacore Information System to Maximize Regional Resource Potential Abstract The global tourism industry, a vital economic driver, faces challenges in optimizing local potential, as seen in Desa Ketangga, East Lombok. This Community Service Program (PKM PMM) identified a gap between the village's rich cultural and historical tourism potential and its management capacity, particularly regarding the underutilization of the Village Customary Institution and Youth Organization (Karang Taruna). Employing a collaborative approach involving workshops and the implementation of the InformaCore Information System Technology, the program aimed to enhance tourism management and local product promotion. Key indicators for empowerment focused on production, management, and socio-community aspects. Results revealed a significant improvement in tourism management capacity, evidenced by the successful development of a masterplan, tourism handbook, and travel packages. Furthermore, five UMKM products were developed by Karang Taruna, enhancing production aspects. The program effectively strengthened the roles of the customary institution and Karang Taruna, supported by the digital platform InformaCore for improved accessibility and visibility of tourism potential. This integration of local wisdom and digital technology proved crucial for sustainable tourism and aligning with SDGs, specifically SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 17 (Partnerships for the Goals).