cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
Inovasi Produk UMKM Tahu di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek Melalui Pelatihan dan Pendampingan Digitalisasi Pemasarannya Ermawati, Frida U.; Suaebah, Evi; Fitriana, Fitriana; Munasir, Munasir; Supardi, Zainul Arifin Imam; maftuhin, Wafa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4380

Abstract

Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, merupakan salah satu sentra produksi kedelai yang memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Namun, pengolahan kedelai oleh UMKM tahu setempat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan variasi produk dan pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga nilai jual dan jangkauan pasar produk belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu UMKM meningkatkan nilai tambah dan daya saing melalui inovasi produk serta pendampingan digitalisasi pemasaran. Kegiatan diawali dengan observasi dan identifikasi permasalahan mitra, dilanjutkan dengan penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan tahu sutera, pendampingan pemasaran digital, serta evaluasi dampak kegiatan. Pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik pembuatan tahu sutera dengan tekstur lebih lembut dan cita rasa yang lebih baik, disertai penerapan higiene dasar dan pengemasan sederhana. Pada aspek pemasaran, mitra didampingi memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk promosi, penyusunan katalog produk, dan pengelolaan pemesanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada praktik usaha mitra, ditandai dengan kemampuan memproduksi tahu sutera sebagai produk bernilai tambah, penggunaan kemasan dan label yang lebih informatif, serta mulai aktifnya kanal pemasaran digital. Selain memberikan dampak awal terhadap peningkatan kompetensi produksi dan pemasaran UMKM tahu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs No. 1 (No Poverty), SDGs No. 2 (Zero Hunger), dan SDGs No. 3 (Good Health and Well-being). Kegiatan ini berpotensi memperkuat keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara bertahap. Tofu MSME Product Innovation in Gandusari District, Trenggalek Regency Through Digital Marketing Training and Mentoring  Abstract Gandusari District in Trenggalek Regency is a soybean production center with the potential to meet the community's protein needs. However, the utilization of soybeans by tofu Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still faces limitations, particularly in product variation and conventional marketing, resulting in relatively low market reach and selling value. This Community Service (PKM) activity aims to increase the added value and competitiveness of tofu MSMEs through product innovation training in making silk tofu (tahu sutera) and digital marketing assistance. The implementation methods included observation and problem identification, program planning, counseling, practical training and mentoring, and impact evaluation. Product innovation training focused on mastering the techniques of producing seasoned silk tofu with a soft texture and improved flavor, accompanied by the application of basic hygiene and simple packaging. Digital marketing assistance was conducted by optimizing social media and instant messaging applications for promotion, product catalogs, and ordering. The results showed a significant increase in the partner's understanding and skills in producing silk tofu and managing digital marketing channels. This activity has successfully opened up new market opportunities and increased the economic value of the partner's tofu products.
Penerapan Metode Experiential Learning pada  Pelatihan Pencatatan Transaksi UMKM Binaan Perum Peruri Rilla Gantino; Gantino, Rilla; Rachmadany, Lianda
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4419

Abstract

Program pengabdian masyarakat melalui Peruri Entrepreneur Academy (PEDIA) bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas pencatatan transaksi UMKM binaan Perum Peruri, dengan fokus pada permasalahan klasik yaitu pencampuran harta pribadi dan usaha. Peserta dibekali pemahaman akuntansi dasar, mulai dari konsep akun hingga penyusunan laporan keuangan terintegrasi seperti neraca dan laporan laba rugi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan empiris bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia belum memiliki sistem pencatatan standar dan sering mencampuradukkan keuangan pribadi dengan usaha. Metode pelatihan menggunakan kerangka Experiential Learning Kolb (Kolb DA, 1984.) melalui empat tahap: pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Program dilaksanakan secara daring selama 12 minggu (3 bulan) dengan frekuensi satu kali pertemuan per minggu berdurasi 1,5 jam, total 18 jam. Setiap sesi terdiri atas penyampaian teori (30 menit), praktik studi kasus bisnis peserta (45 menit), serta diskusi dan tanya jawab (15 menit). Materi disusun progresif dari pengenalan akuntansi, pemahaman akun, neraca, laba rugi, pencatatan jurnal khusus, hingga integrasi laporan keuangan lengkap. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pemahaman tujuan pencatatan transaksi naik dari 9,6% (Pre-Test) menjadi 80,6% (Post-Test). Pengetahuan laporan posisi keuangan meningkat dari 9,6% menjadi 87%. Dalam praktik, 25 dari 31 peserta (lebih dari 80%) berhasil menyusun neraca dengan baik. Program ini juga mengubah persepsi peserta, dari anggapan “uang masuk ke kantong adalah milik pribadi” menjadi kesadaran pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Implementation of Experiential Learning Method in Training on Transaction Recording for MSMEs Assisted by Perum Peruri  Abstract This community service program aimed to strengthen financial literacy and transaction recording capacity among MSMEs assisted by Perum Peruri through the Peruri Entrepreneur Academy (PEDIA). The initiative addressed a common challenge faced by entrepreneurs: mixing personal and business finances. To overcome this, participants were introduced to fundamental accounting concepts, from accounts to preparing integrated financial statements such as balance sheets and income statements. The program responded to the reality that most MSMEs in Indonesia lack standardized recording systems and often combine personal and business funds.Training applied Kolb’s Experiential Learning framework (1984), implemented through four stages: Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, and Active Experimentation. Conducted fully online over three months (12 weeks), each weekly session lasted 1.5 hours, totaling 18 hours. Materials progressed from basic to advanced, covering accounting introduction, accounts, balance sheets, income statements, journal entries, and integrated reporting. Evaluation showed significant improvement. Correct answers on the purpose of financial recording rose from 9.6% (Pre-Test) to 80.6% (Post-Test). Over 80% of participants successfully prepared balance sheets, and perceptions shifted toward recognizing the importance of separating personal and business finances.
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Responsif Budaya Lokal di SMP Kota Malang untuk Penguatan Pembelajaran Mendalam Siswiyanti, Frida; Wahyuni, Sri; Muttaqin, Khoirul; Khoirul Muttaqin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4457

Abstract

Salah satu bentuk implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu menghubungkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan budaya agar pembelajaran lebih bermakna. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan berbasis kolaborasi dan partisipasi. Langkah-langkah pelaksanaannya meliputi: persiapan kegiatan, workshop pengembangan modul ajar, pengembangan modul ajar, telaah/uji ahli, penyempurnaan, dan rancangan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, sebagian besar guru Bahasa Indonesia di Kota Malang masih jarang mengimplementasikan unsur budaya dalam modul ajar. Selanjutnya, kegiatan workshop dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa kebutuhan guru terhadap pengembangan modul ajar yang mengimplementasikan budaya lokal. Seluruh peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Sebagian besar peserta 58,33% menyatakan sangat setuju dan 41,67% setuju materi pelatihan membantu pemahaman konsep midul ajar responsif budaya bagi guru.Peserta workshop juga sebagian besar sangat siap dan siap untuk menerapkan modul ajar responsif busaya (sejumlah 95,83%).Meskipundemikian 4,17% peserta masih merasa kurang siap. Persentase tersebut menunjukkan bahwa pelatihan ini secara umum dinilai efektif. Berdasarkan hasil penilaian yang diberikan oleh para validator dalam uji ahli, modul ajar yang dikembangkan secara umum menunjukkan kualitas yang baik. Kualitas perencanaan dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,96. Kualitas materi pembelajaran dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,98. Selanjutnya, integrasi budaya lokal juga dinilai sangat baik dengan dengan rata-rata skor 3,88. Strategi pembelajaran juga dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,94. Asesmen pembelajaran dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,73. Aspek bahasa dan keterbacaan juga dinilai sangat baik dengan skor 3,84. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan yang berkualitas, bermakna, dan memperkuat identitas nasional. Assistance in the Development of Local Culture-Responsive Indonesian Language Teaching Modules in Junior High Schools in Malang City to Strengthen In-Depth Learning Abstract One form of implementation of the deep learning approach in Indonesian language learning is connecting Indonesian language learning with culture to make learning more meaningful. The implementation of this community service activity uses a collaboration and participation-based approach. The implementation steps include: activity preparation, teaching module development workshop, teaching module development, expert review/testing, refinement, and follow-up design. Based on the results of the needs analysis, most Indonesian language teachers in Malang City still rarely implement cultural elements in teaching modules. Furthermore, the workshop activity was carried out by considering several teacher needs for the development of teaching modules that implement local culture. All participants gave a positive response to the implementation of the workshop. Most participants (58.33%) stated that they strongly agreed and 41.67% agreed that the training materials helped teachers understand the concept of culturally responsive teaching modules. Most workshop participants were also very ready and prepared to implement culturally responsive teaching modules (95.83%). However, 4.17% of participants still felt less prepared. This percentage indicates that this training was generally considered effective. Based on the assessment results given by the validators in the expert test, the developed teaching module generally showed good quality. The quality of the planning was assessed as very good with an average score of 3.96. The quality of the learning materials was assessed as very good with an average score of 3.98. Furthermore, the integration of local culture was also assessed as very good with an average score of 3.88. The learning strategy was also assessed as very good with an average score of 3.94. The learning assessment was assessed as very good with an average score of 3.73. The language and readability aspects were also assessed as very good with a score of 3.84. This training makes a positive contribution to strengthening quality, meaningful education and strengthening national identity.
Optimalisasi Kualitas Visual Buku Ajar Melalui Pelatihan Pembuatan Bagan dan Diagram Ilmiah Menggunakan Aplikasi App-Diagrams Bagi Dosen Sinthia Dewi, Earlyna; Sandra Dewi, Yanti; Fitri Hidayanti, Nur; Syaharuddin, Syaharuddin; Dewi, Earlyna Sinthia; Hulaimi, Ahmad; Dewi, Yanti Sandra; Ariani, Zaenafi; Hidayanti, Nur Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4480

Abstract

Kualitas visual ilmiah dalam buku ajar perguruan tinggi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keterpahaman materi dan efektivitas pembelajaran. Namun masih banyak dosen yang mengalami keterbatasan dalam merancang bagan dan diagram ilmiah yang sistematis, komunikatif, dan menarik secara visual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam pembuatan bagan dan diagram ilmiah melalui pemanfaatan aplikasi App-Diagrams. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis praktik yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan refleksi. Mitra kegiatan adalah 22 dosen dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Mataram. Sistem evaluasi dilakukan melalui observasi langsung selama kegiatan dengan menilai kemampuan peserta dalam membuat berbagai jenis bagan dan diagram ilmiah menggunakan menu General, Advanced, dan Infographic pada aplikasi App-Diagrams, serta refleksi melalui diskusi terbuka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% dosen mitra telah memahami dan mampu menghasilkan bagan dan diagram ilmiah yang layak digunakan dalam buku ajar atau referensi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis pendampingan praktik efektif dalam meningkatkan keterampilan visual ilmiah dosen dan mendukung pengembangan bahan ajar yang lebih berkualitas. Kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan kualitas penyajian materi pembelajaran berbasis visual ilmiah. Optimizing The Visual Quality of Textbooks Through Training in the Creation of Scientific Charts and Diagrams Using the App-Diagrams Application for Lecturers Abstract The quality of scientific visuals in college textbooks is one of the important factors in supporting material comprehension and learning effectiveness. However, many lecturers still experience limitations in designing systematic, communicative, and visually appealing scientific charts and diagrams. This community service activity aims to improve lecturers' competence in creating scientific charts and diagrams through the use of the App-Diagrams application. The activity was conducted using a practice-based training approach that included preparation, implementation, evaluation, and reflection stages. The activity partners were 22 lecturers from various faculties at Muhammadiyah University Mataram. The evaluation system was carried out through direct observation during the activity by assessing the participants' ability to create various types of scientific charts and diagrams using the General, Advanced, and Infographic menus in the App-Diagrams application, as well as reflection through open discussion. The evaluation results showed that 80% of the partner lecturers understood and were able to produce scientific charts and diagrams suitable for use in textbooks or academic references. These findings indicate that practice-based mentoring training is effective in improving lecturers' scientific visual skills and supporting the development of higher-quality teaching materials. This activity also contributes to improving the quality of higher education by strengthening the quality of scientific visual-based learning materials.
Keberlanjutan Industri Kreatif Batik Kayu Krebet melalui Penguatan Inovasi dan Peningkatan Manajemen Kualitas Mohammad Adam Jerusalem; Noor Fitrihana; Kiromim Baroroh; Grahita Prisca Brilianti; Nova Suparmanto; Jerusalem, Mohammad Adam; Fitrihana, Noor; Baroroh, Kiromim; Brilianti, Grahita Prisca; Suparmanto, Nova
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4498

Abstract

Industri kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, memiliki potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya, namun menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi dan diversifikasi produk, belum konsistennya penerapan manajemen kualitas, serta lemahnya pelayanan dan konektivitas pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha melalui penguatan kapasitas inovasi, penerapan manajemen kualitas dasar, dan peningkatan kompetensi layanan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan berpikir kreatif menggunakan metode CREATE, SCAMPER, dan SCUMPS, pelatihan pengembangan produk dan manajemen kualitas, adopsi teknologi melalui penyediaan peralatan produksi modern, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, yang melibatkan ±25 perajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan variasi produk inovatif, penerapan praktik pengendalian kualitas sederhana, peningkatan efisiensi produksi, serta perbaikan kualitas pelayanan pelanggan baik secara luring maupun daring. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 8, SDG 9, dan SDG 12. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kreatif batik kayu melalui pendekatan terintegrasi berbasis inovasi, kualitas, dan layanan. Sustaining the Krebet Wood Batik Creative Industry through Strengthening Innovation and Enhancing Quality Management Abstract The wood batik craft industry in Krebet Tourism Village, Yogyakarta, has significant potential as part of a culture-based creative economy; however, it faces key challenges including limited innovation and product diversification, inconsistent implementation of quality management, and weak service capability and market connectivity. This community engagement program aimed to enhance business sustainability by strengthening artisans’ innovation capacity, implementing basic quality management practices, and improving customer service competencies. A participatory approach was employed through five stages: socialization and needs assessment, creative thinking training using CREATE, SCAMPER, and SCUMPS methods, product development and quality management training, technology adoption through the provision of modern production equipment, and continuous mentoring and evaluation, involving approximately 25 artisans. The results indicate an increase in innovative product variations, the adoption of simple quality control practices, improved production efficiency, and enhanced customer service quality both offline and online. The program also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8, SDG 9, and SDG 12. It can be concluded that this integrated approach based on innovation, quality management, and service improvement is effective in strengthening the competitiveness and sustainability of the wood batik creative industry.
Penguatan Hilirisasi Cassava Menggunakan Teknologi Penggilingan untuk Meningkatkan Produktivitas Pangan Desa Sukamelang Praharsini, Bulan; Fitriyani, Nazwa Aulia; Fahrizal, Muhammad Imam; Setiabudi, Muhammad Raffaell Putra Heli; Feranie, Selly; Khoerunnisa, Fitri; Winarno, Nanang
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4530

Abstract

Pengolahan singkong di Desa Sukamelang masih dilakukan secara konvensional dengan kapasitas hanya 45-60 kg per hari per petani, waktu proses 6-8 jam, dan tekstur gilingan tidak seragam sehingga efisiensi dan produktivitas terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan dan menerapkan alat Singkong Giling Andalan Produktif (SIGAP) berbasis mesin diesel kepada 20 Petani mitra untuk memperkuat hilirisasi cassava dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dipadukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif melalui enam tahapan. Hasil implementasi menunjukkan alat SIGAP mampu meningkatkan produktivitas sekitar 1.567% dari kapasitas konvensional 6 kg/jam menjadi 100 kg/jam dengan tekstur lebih halus dan presisi sehingga mengurangi beban kerja petani. Penerapan teknologi ini berkontribusi pada pengurangan pembakaran limbah kulit singkong yang mencapai 100 kg per hari sehingga membuka peluang pengembangan produk turunan singkong yang bervariasi dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, hasil evaluasi terhadap buku panduan operasional menunjukkan tingkat efektivitas yang sangat tinggi dengan mean skor 3,64 dari skala 4 yang mengindikasikan bahwa alat mudah dipahami dan dioperasikan oleh pengguna. Alat SIGAP terbukti efektif mendukung peningkatan produktivitas dan mengurangi ketergantungan petani pada jasa penggilingan pihak ketiga sehingga memperkuat kemandirian hilirisasi singkong berkelanjutan di Desa Sukamelang. Strengthening Cassava Downstreaming Using Milling Technology to Increase Food Productivity in Sukamelang Village Abstract Cassava processing in Sukamelang Village is still carried out using conventional methods, with a capacity of only 45–60 kg per day per farmer, a processing time of 6–8 hours, and inconsistent grind texture, resulting in limited efficiency and productivity. This community service initiative aims to introduce and implement the diesel-powered Productive Cassava Grinding Machine (SIGAP) to 20 partner farmers to strengthen cassava downstream processing and increase the value added of local agricultural products. The implementation method employs a community empowerment approach combined with qualitative and quantitative methods through six stages. Implementation results show that the SIGAP machine can increase productivity by approximately 1,567%, from a conventional capacity of 6 kg/hour to 100 kg/hour, with a finer texture and greater precision, thereby reducing the farmers’ workload. The application of this technology contributes to a reduction in the burning of cassava peel waste, amounting to 100 kg per day, thereby opening opportunities for the development of diverse and high-value cassava-based products. Additionally, an evaluation of the operational manual revealed a very high level of effectiveness, with a mean score of 3.64 on a 4-point scale, indicating that the tool is easy for users to understand and operate. The SIGAP machine has proven effective in boosting productivity and reducing farmers’ reliance on third-party milling services, thereby strengthening the self-reliance of sustainable cassava downstream processing in Sukamelang Village.
Integrasi Deep Learning dan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dalam Upaya Penguatan Kompetensi Guru SMP Negeri 20 Kota Malang Yayuk, Erna; Iswatiningsih, Daroe
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4563

Abstract

Strengthening teacher competence is a strategic effort to improve the quality of learning at the junior high school level. Current educational challenges require teachers not only to master subject content and teaching methods but also to design and implement deep learning approaches integrated with value-based character education. This community service program aimed to enhance the conceptual understanding and pedagogical skills of teachers at SMP Negeri 20 Malang in integrating deep learning with character value reinforcement in the learning process. The program was implemented through workshops, mentoring, limited classroom implementation, and continuous evaluation. A total of 30 teachers from various subject areas participated in the activity. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding of deep learning, reflected in a shift from content-oriented instruction toward meaningful and reflective learning. In addition, teachers demonstrated improved competence in designing learning tools that integrate cognitive and affective dimensions as well as character values, supported by the use of authentic assessment. This program contributes to the development of contextual, sustainable, and character-oriented learning practices that support students’ holistic development.
Penguatan Daya Saing UMKM FANARA FROZEN: Integrasi Legalitas Usaha dan Transformasi Identitas Visual Endang; Endang, Endang; Astuti, Hartiningsih; Anala, Talitha Fatma Putri Fajra; Jayanti, Nofia Dwi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4587

Abstract

UMKM frozen food seperti FANARA FROZEN di Bojonegoro menghadapi tantangan signifikan dalam dua aspek fundamental: formalisasi legalitas usaha dan optimalisasi strategi branding. Meskipun telah membangun basis konsumen loyal melalui produk dengan cita rasa khas seperti sosis solo dan risol mayo, usaha ini terkendala oleh kompleksitas prosedur pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan minimnya pemahaman terhadap strategi komunikasi visual modern. Kondisi ini mencerminkan problematika umum yang dihadapi UMKM skala mikro yang tertinggal dalam adopsi praktik bisnis kontemporer meskipun memiliki keunggulan produk. Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan intensif kepada FANARA FROZEN dalam memperoleh legalitas formal dan mengembangkan identitas merek yang kuat untuk meningkatkan daya saing di pasar frozen food yang semakin kompetitif. Melalui metode action research kualitatif, program ini melibatkan pelaku UMKM secara langsung untuk menguji efektivitas pendekatan dual transformation yang memperkuat aspek legalitas dan citra merek (branding). Tahapan kegiatan dimulai dari pelatihan regulasi, asistensi administratif NIB, hingga transformasi identitas visual melalui desain partisipatif. Keberhasilan program dipantau melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi mendetail. Program berhasil mendampingi UMKM memperoleh NIB sebagai legitimasi formal usaha, serta menghasilkan identitas visual baru yang meningkatkan daya tarik merek dan kepercayaan konsumen, yang ditunjukkan melalui peningkatan skor pemahaman legalitas dan branding sebesar 86,4% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test. Pemilik usaha juga mengalami peningkatan kapasitas yang terukur dalam memahami aspek legalitas dan strategi branding. Program ini memberikan dampak komprehensif yang melampaui aspek administratif dan visual, yakni transfer pengetahuan berkelanjutan yang berkontribusi pada pencapaian SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan usaha mikro, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui adopsi inovasi identitas visual dan digitalisasi pemasaran. Model pendampingan yang dikembangkan terbukti efektif dan memiliki potensi replikasi pada UMKM sejenis di wilayah lain. Strengthening The Competitiveness of Fanara Frozen MSMEs: Integration of Business Legality and Visual Identity Transformation Abstract Frozen food MSMEs, such as FANARA FROZEN in Bojonegoro, face significant challenges in two fundamental aspects: the formalization of business legality and the optimization of branding strategies. Despite having established a loyal customer base through signature products such as sosis solo and risol mayo, the business is hindered by the complexity of obtaining a Business Identification Number (NIB) and a lack of understanding regarding modern visual communication strategies. This condition reflects a common problem faced by micro-scale MSMEs that lag in adopting contemporary business practices despite possessing product excellence. This community service initiative aims to provide intensive assistance to FANARA FROZEN in securing formal legality and developing a robust brand identity to enhance competitiveness in the increasingly crowded frozen food market. Using a qualitative action research method, this program directly involves MSME actors to test the effectiveness of a dual transformation approach that strengthens both legal and branding aspects. The stages of the activity range from regulatory training and administrative assistance for NIB acquisition to visual identity transformation through participatory design. Program outcomes were monitored through participatory observation, in-depth interviews, and detailed documentation. The program successfully guided the MSME in obtaining the NIB as formal business legitimacy and produced a new visual identity that enhanced brand appeal and consumer trust, as evidenced by a 86,4% improvement in legality and branding comprehension scores based on pre-test and post-test evaluation results. The business owner also demonstrated measurable capacity improvements in understanding legal aspects and branding strategies. This program delivers a comprehensive impact beyond administrative and visual dimensions, namely the sustainable transfer of knowledge that contributes to the achievement of SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) through the strengthening of micro-enterprises, and SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) through the adoption of visual identity innovation and marketing digitalization. The developed mentoring model has proven effective and holds strong potential for replication among similar MSMEs in other regions.
Optimizing Patient Engagement Through Strengthening the Competence of Health Workers at Community Health Centers in Central Lombok Regency Kusumwati, Prima Dewi; Munezarah, Munezarah; Karno, Darma
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4596

Abstract

Keterlibatan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Selain meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis, keterlibatan pasien juga berkontribusi terhadap kepuasan dan keberhasilan pelayanan kesehatan. Namun, praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kompetensi tenaga kesehatan dalam komunikasi efektif, pemberian edukasi kesehatan, serta kemampuan melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan bersama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pasien melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan evaluasi terkait komunikasi efektif, pendekatan patient-centered care, serta pemberdayaan pasien dalam proses pelayanan kesehatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari staf Puskesmas Mujur. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai keterlibatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Rata-rata skor pengetahuan tenaga kesehatan meningkat sebesar 33,6%, dari 38,5% pada pre-test menjadi 72,1% pada post-test, melebihi target kegiatan sebesar ≥25%. Selain itu, kategori pengetahuan tinggi meningkat 46,63%, semula 6,67% menjadi 53,3% setelah dilakukan edukasi dan simulasi role play. Peningkatan pengetahuan berdasarkan jenis kelamin juga relatif serupa, yaitu 34,2% pada peserta laki-laki dan 33,3% pada peserta perempuan. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik simulasi memberikan kontribusi positif dalam mendorong keterlibatan pasien secara lebih aktif dalam proses pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menegaskan bahwa peningkatan keterlibatan pasien dapat dicapai melalui strategi penguatan kapasitas tenaga kesehatan yang terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Optimizing Patient Engagement Through Strengthening the Competence of Health Workers at Community Health Centers in Central Lombok Regency Abstract Patient engagement is an important indicator in improving the quality of healthcare services in community health centers (Puskesmas). In addition to enhancing the quality of clinical decision-making, patient engagement also contributes to patient satisfaction and the effectiveness of healthcare services. However, healthcare practices in Puskesmas in Central Lombok Regency still face several challenges, particularly related to the competencies of healthcare workers in effective communication, health education delivery, and the ability to involve patients in shared decision-making. This community service activity aimed to increase patient engagement by strengthening the competencies of healthcare workers in Puskesmas. The methods included training, mentoring, and evaluation focusing on effective communication, a patient-centered care approach, and patient empowerment in the healthcare service process. The activity involved 30 participants consisting of staff from Puskesmas Mujur. Evaluation was conducted by measuring participants’ knowledge using pre-test and post-test methods. The results showed an improvement in participants’ understanding of patient engagement in healthcare services. The average knowledge score increased by 33.6%, from 38.5% in the pre-test to 72.1% in the post-test, exceeding the activity target of ≥25%. The proportion of participants in the high knowledge category also increased from 6.67% to 53.3% after educational sessions and role-play simulations. Knowledge improvement between male and female participants was relatively similar, increasing by 34.2% and 33.3%, respectively. These findings indicate that strengthening healthcare workers’ competencies contributes positively to encouraging more active patient engagement and improving the quality of healthcare services in Puskesmas.
Pemberdayaan Rumah Tangga melalui Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Produk Kerajinan Bernilai Ekonomis Sari, Rafika; Angraini, Femi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4648

Abstract

Permasalahan limbah plastik rumah tangga di Indonesia terus meningkat seiring tingginya konsumsi produk kemasan sekali pakai. Minimnya literasi pengelolaan sampah dan keterampilan pemanfaatan ulang menyebabkan limbah tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir dan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis. Kegiatan melibatkan 30 peserta ibu rumah tangga dengan metode sosialisasi dampak lingkungan sampah plastik, pelatihan pengolahan kemasan plastik, praktik pembuatan pot hias dan bunga hias, serta evaluasi pemahaman peserta. Selama kegiatan berlangsung, sekitar 4,5 kg limbah plastik berhasil dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran lingkungan peserta dari 30–50% menjadi 80–90% setelah pelatihan. Produk yang dihasilkan memiliki potensi nilai ekonomi   sekitar Rp15.000–Rp20.000 per unit, sehingga kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan limbah plastik sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan rumah tangga. Household Empowerment through the Utilization of Plastic Waste as Economically Valuable Craft Products Abstract The problem of household plastic waste in Indonesia continues to increase due to the high consumption of single-use packaging products. Lack of waste management literacy and recycling skills causes this waste to end up in landfills and pollute the environment. This community service activity aims to increase environmental awareness while empowering households through the utilization of plastic waste into economically valuable craft products. The activity involved 30 housewives with methods such as socialization of the environmental impact of plastic waste, training in plastic packaging processing, practical training in making decorative pots and decorative flowers, and evaluation of participant understanding. During the activity, approximately 4.5 kg of plastic waste was successfully utilized as raw material for crafts. The evaluation results showed an increase in participants' knowledge and environmental awareness from 30–50% to 80–90% after the training. The resulting products have a potential economic value of around IDR 15,000–20,000 per unit, thus this activity contributes to reducing plastic waste while opening up opportunities for additional household income