cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 633 Documents
Digitalisasi Perencanaan Keuangan Syariah: Pendampingan Aplikasi Pencatatan Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Keluarga Maslahah dengan Metode Participatory Action Learning (PAL) Tamimi, Yusrina Alyani; Ulfa, Muthia; Widoyoko, Bangun; Lisnawati, Rika; Safitri, Nurfala
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6488

Abstract

Pengelolaan keuangan keluarga yang kurang terstruktur serta rendahnya literasi keuangan syariah berbasis digital merupakan tantangan mendasar yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di Kabupaten Sumedang. Ketidakmampuan memisahkan keuangan rumah tangga dan keuangan usaha seringkali memicu kerentanan ekonomi keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis 21 ibu rumah tangga pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah dan memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan digital. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Learning (PAL) yang mengintegrasikan edukasi interaktif, simulasi penyusunan anggaran, pendampingan teknis intensif, dan evaluasi berbasis portofolio. Evaluasi keberhasilan diukur melalui kuesioner pre-test dan post-test yang mencakup 30 indikator literasi keuangan syariah dan digital. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta sebesar 15,05%, dari skor awal 3,84 (kategori paham) menjadi 4,42 (kategori sangat paham) pada skala Likert 1–5. Proporsi jawaban pada kategori "Sangat Paham" (Skor 5) meningkat secara deskriptif dari 28,89% menjadi 57,78%, dengan nilai Normalized Gain () sebesar 0,50 yang termasuk dalam kategori sedang menuju tinggi. Temuan ini menunjukkan peningkatan pemahaman awal dan kesiapan peserta untuk menerapkan pencatatan keuangan keluarga berbasis syariah, sebagai langkah awal memperkuat fondasi ketahanan ekonomi keluarga menuju keluarga maslahah yang sejahtera lahir dan batin. Mentorship on Sharia Financial Recording Applications for Strengthening Maslahah Families Through Participatory Action Learning (PAL) Abstract Inadequate household financial management and low digital-based sharia financial literacy represent fundamental challenges faced by female micro-entrepreneurs in Sumedang Regency. The inability to separate household and business finances frequently leads to family economic vulnerability. This community service program aims to enhance the understanding and practical skills of 21 female micro-entrepreneurs in Sumedang Regency in formulating sharia-based family financial plans and utilizing digital financial recording applications. The implementation method employed Participatory Action Learning (PAL), integrating interactive education, budget formulation simulations, intensive technical assistance, and portfolio-based evaluation. Program success was measured using pre-test and post-test questionnaires covering 30 indicators of sharia and digital financial literacy. The results demonstrated a descriptive increase in average knowledge scores of 15.05%, rising from a baseline score of 3.84 (understood) to 4.42 (strongly understood) on a 1–5 Likert scale. The proportion of responses in the "Strongly Understand" category (Score 5) increased from 28.89% to 57.78%, yielding a Normalized Gain () of 0.50, categorized as moderate-to-high effectiveness. These findings indicate an early increase in participants’ understanding and readiness to apply sharia-based family financial recording, thereby strengthening family economic resilience toward holistic maslahah households.
Pendampingan Pembukuan Sederhana dan Optimalisasi Pengemasan Vacuum Sealer dalam Mendukung Keberlanjutan Kelompok IKM Pengolahan Ikan Merta Segara, Abiansemal, Bali Pramartha, I Made Aditya; Setena, I Made; Purnamawati, Ida Ayu Putu Santi; Sarasmita, Ni Putu Bintang Putri; Dewi, Ni Nyoman Anggun Triana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6501

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman manajemen usaha, kualitas pengemasan produk, dan kesiapan keberlanjutan Kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) Pengolahan Ikan Merta Segara di Desa Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Permasalahan mitra meliputi belum adanya pencatatan dan pembukuan usaha yang terstruktur, kemasan produk pindang yang masih sederhana dan terbuka, serta belum tersedianya rencana keberlanjutan usaha dan legalitas produk pangan. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan lima tahapan, yaitu observasi, identifikasi masalah, perumusan solusi, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Implementasi program mencakup pendampingan pembukuan sederhana melalui buku kas dan laporan laba rugi, penerapan teknologi vacuum sealer double chamber untuk inovasi pengemasan produk pindang, serta edukasi awal legalitas pangan (SPP-IRT) dan penguatan identitas kelembagaan melalui pemberian 52 baju seragam kelompok. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi pembukuan sederhana, inovasi teknologi pengemasan pascaproduksi, dan penguatan legalitas dalam satu kerangka pemberdayaan, disertai penyesuaian solusi produksi berdasarkan kebutuhan aktual mitra, bukan sekadar peningkatan kapasitas seperti rencana awal proposal. Hasil pre-test dan post-test terhadap 52 anggota menunjukkan peningkatan pemahaman secara deskriptif sebesar 22–26 poin pada aspek pembukuan dan manajemen keuangan, 18–22 poin pada aspek optimalisasi pengemasan produk, serta 12–18 poin pada aspek keberlanjutan usaha. Observasi selama pelatihan menunjukkan bahwa mitra mulai mempraktikkan pencatatan transaksi dan pengoperasian vacuum sealer dengan pendampingan tim, sementara penerapan yang konsisten dan sepenuhnya mandiri masih memerlukan pendampingan lanjutan, dan legalitas produk pangan masih berada pada tahap edukasi awal. Program ini mendukung pencapaian SDGs 8, 9, dan 12, serta berpotensi menjadi model awal pemberdayaan IKM pengolahan hasil perikanan berbasis kebutuhan riil mitra.  Bookkeeping and Vacuum Packaging Assistance for the Merta Segara Fish Processing Group, Abiansemal, Bali Abstract This Community Service Program (PKM) aimed to enhance understanding of business management, packaging quality, and sustainability readiness of the Merta Segara Small and Medium Fish Processing Industry Group (IKM) in Abiansemal Village, Badung Regency, Bali. The main problems faced by the partner included the absence of structured business bookkeeping, simple and open packaging of the salted-boiled fish (pindang) products, and the lack of a business sustainability plan and food product legality. The method employed was participatory, comprising five stages: observation, problem identification, solution formulation, implementation, and monitoring and evaluation. Program implementation included simple bookkeeping assistance through cash books and profit-loss reports, the application of vacuum sealer double chamber technology for post-production packaging innovation, and initial education on food legality (SPP-IRT) together with institutional strengthening through the distribution of 52 group uniforms. The novelty of this program lies in the integration of simple bookkeeping, post-production packaging technology innovation, and legality strengthening within a single empowerment framework, accompanied by a needs-based adjustment of the production solution rather than merely following the initial proposal plan. The pre-test and post-test results for 52 members showed a descriptive increase of 22–26 points in the bookkeeping and financial management aspect, 18–22 points in the packaging optimization aspect, and 12–18 points in the business sustainability aspect. Observation during the training sessions indicated that partners began practicing transaction recording and operating the vacuum sealer with team assistance, while fully consistent and independent application still requires further mentoring, and food product legality remains at the initial education stage. This program supports the achievement of SDGs 8, 9, and 12, and offers a potential initial model for needs-based empowerment of household-scale fish processing industry groups.
Edukasi dan Skrining Kesehatan sebagai Upaya Deteksi Dini Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi pada Ibu-Ibu PKK di Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Sishartami, Lintang Widya; Weningtyas, Anditri; Ariesaka, Kiky Martha; Haliza, Septiana Nur; Sajidah, Akifah Hanin Najwa; Ahnaf, Ahmad Baihaqi; Nurbin, Afif Radika
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6519

Abstract

Diabetes melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan serta deteksi dini di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu PKK mengenai DM dan hipertensi serta mengidentifikasi kondisi kesehatan melalui skrining glukosa darah dan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan pada 52 ibu-ibu PKK di Desa Sumberejo melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet, pre-test dan post-test, serta pemeriksaan glukosa darah dan tekanan darah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan meningkat dari 72,50 pada pre-test menjadi 92,69 pada post-test setelah edukasi, dengan perbedaan bermakna (p < 0,001). Hasil skrining glukosa darah sewaktu menunjukkan bahwa 92,3% peserta berada dalam ketagori normal dan 7,7% berada dalam kategori hiperglikemia. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa 30,8% peserta berada dalam kategori normal, 13,5% termasuk hipertensi grade 1, dan 55,8% termasuk hipertensi grade 2. Hasil pemeriksaan disampaikan kepada peserta sebagai umpan balik untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan dan pentingnya pemeriksaan secara berkala karena skrining ini tidak digunakan sebagai diagnosis definitif. Peserta dengan hasil yang memerlukan perhatian lebih lanjut diberikan anjuran untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi dan skrining dapat meningkatkan pengetahuan serta membantu peserta mengenali kondisi kesehatan yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kontribusi ibu-ibu PKK melalui kegiatan ini berpotensi memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam deteksi dini serta pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan. Health Education and Screening of Type 2 Diabetes Mellitus and Hypertension among PKK Women in Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan Abstract Diabetes mellitus (DM) and hypertension are non-communicable diseases that require promotive and preventive efforts through improving health knowledge and facilitating early detection within the community. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of PKK women regarding DM dan hypertension and to identify health conditions through blood glucose and blood pressure screening. The activity involved 52 PKK women in Desa Sumberejo and consisted of health education using a booklet, pre-test and post-test assessments, blood glucose and blood pressure measurements. The results demonstrated that the mean knowledge score increased from 72,50 at pre-test to 92,69 at post-test, with a statistically significant difference (p < 0,001). Random blood glucose screening showed that 92,3% of participants had results within the normal category and 7,7% had results categorized as hyperglycemia. Blood pressure screening showed that 30,8% pf participants had normal blood pressure, 13,5% were classified as having grade 1 hypertension, and 55,8% as having grade 2 hypertension. The screening results were communicated to participants as direct feedback to increase awareness of their health status and the importance of regular health monitoring, as the screening was not intended to provide definitive diagnosis.Participants with findings requiring further attention were advised to undergo follow-up examintaions at healthcare facilities. These findings demonstrate that integrating health education and screening can improve knowledge while enabling participants to recognize health conditions requiring further monitoring. The involvement of PKK women through this activity has the potential to strengthen the role of families and communities in the early detection and prevention of non-communicable diaseases in a sustainable manner