cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 633 Documents
Digitalization and Preservation of the Cultural History of Ketangga Village, East Lombok Regency Apriana, Amelia; Hilmiati, Sri; Ritanti, Tri Yuliana; Umri, Hasbiyadi; Aulya, Eliza; Tohri, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6104

Abstract

Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu desa yang memiliki berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang berkaitan dengan jejak Kerajaan Selaparang. Berbagai situs bersejarah seperti Masjid Pusaka, Gedeng Raja Selaparang, Makam Mamiq Raja, Makam Prabu Rengkasari, Makam Tuan Lebe, Makam Anak Raja, dan Tapak Kaki Kuda Raja memiliki nilai historis yang tinggi. Namun, sebagian besar informasi mengenai situs tersebut masih diwariskan secara lisan dan belum terdokumentasi secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta melestarikan sejarah budaya Desa Ketangga melalui media digital dan penyediaan sarana informasi pada situs sejarah. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, observasi lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, dokumentasi foto dan video, serta pemasangan papan informasi pada situs sejarah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lima situs sejarah berhasil didokumentasikan dalam 5 video digital yang dipublikasikan melalui platform YouTube. Selain itu, 3 papan informasi berhasil dipasang pada situs Makam Mamiq Raja, Makam Prabu Rengkasari, dan Makam Tuan Lebe sebagai media edukasi bagi masyarakat dan pengunjung. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam pelestarian sejarah budaya lokal, meningkatkan akses informasi sejarah, serta mendukung pengembangan potensi wisata budaya Desa Ketangga. Digitalization and Preservation of the Cultural History of Ketangga Village, East Lombok Regency Abstract Ketangga Village, located in Suela District, East Lombok Regency, is home to various historical and cultural relics linked to the legacy of the Selaparang Kingdom. Sites such as the Masjid Pusaka (Heritage Mosque), Gedeng Raja Selaparang (King's Pavilion), and the tombs of Mamiq Raja, Prabu Rengkasari, Tuan Lebe, and the Anak Raja (Royal Child), as well as the Tapak Kaki Kuda Raja (King's Horse Footprint), hold significant historical value. However, much of the information regarding these sites has been passed down primarily through oral tradition and lacks optimal documentation. This initiative aimed to document and preserve the cultural history of Ketangga Village using digital media and by providing informational signage at the historical sites. The methodology employed included a needs assessment, field observations, interviews with community leaders, photo and video documentation, and the installation of information boards. The project successfully documented five historical sites into 5 digital videos published on YouTube. Additionally, 3 information boards were installed at the tombs of Mamiq Raja, Prabu Rengkasari, and Tuan Lebe to serve as educational resources for the local community and visitors. This activity contributes to the preservation of local cultural history, improves access to historical information, and supports the development of cultural tourism potential in Ketangga Village.
Penguatan Literasi dan Numerasi Anak Sekolah Dasar Melalui Pendampingan Belajar Berbasis Komunitas Meilina, Baiq Farida; Amania, Nai Lailatul; Fathin, Azro Anisah; Rohmayani, Tiya Pitri; Indra, Tomi; Wahyuni, Sri; Tohri, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6137

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca dan numerasi dasar masih menjadi tantangan pendidikan di wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Tejong, Desa Ketangga, yang ditandai dengan rendahnya minat membaca, keterbatasan bahan bacaan, serta rendahnya kepercayaan diri anak dalam menyelesaikan operasi perkalian dasar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kemampuan literasi dan numerasi anak sekolah dasar melalui pendampingan belajar berbasis komunitas sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekolah, pemerintah dusun, orang tua, dan masyarakat pada seluruh tahapan kegiatan, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program diikuti oleh 16 anak sekolah dasar sebagai peserta aktif. Pendampingan literasi dilakukan melalui penerapan metode phonics   dan storytelling, sedangkan penguatan numerasi dilaksanakan melalui latihan bertahap, metode perkalian bersusun pendek, serta pemberian reward untuk meningkatkan motivasi belajar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, ditandai dengan meningkatnya jumlah anak yang berani membaca dari 5 menjadi 14 orang, kemampuan retelling dari 3 menjadi 10 orang, serta kemampuan menyelesaikan operasi perkalian dari 5 menjadi 7 orang. Selain itu, program turut meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan partisipasi aktif peserta melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah dusun, orang tua, dan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan belajar berbasis komunitas memberikan hasil positif sebagai alternatif strategi pendampingan dalam memperkuat kemampuan literasi membaca anak, sementara peningkatan kemampuan numerasi dasar juga terlihat meskipun masih memerlukan pendampingan yang lebih berkelanjutan. Strengthening Literacy and Numeracy Skills of Elementary School Children Through Community-Based Learning Support in Tejong Hamlet Abstract Low levels of reading literacy and basic numeracy remain significant educational challenges in rural areas, including Dusun Tejong, Ketangga Village, characterized by low reading interest, limited access to reading materials, and low confidence in solving basic multiplication problems. This community service program aimed to strengthen elementary students' reading literacy and numeracy skills through community-based learning assistance while supporting Sustainable Development Goal (SDG) 4 on Quality Education. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program engaged university students participating in the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata), schools, village authorities, parents, and the local community in needs assessment, planning, implementation, and evaluation. Sixteen elementary students participated in activities combining phonics and storytelling for reading literacy with gradual practice, short-column multiplication, and motivational rewards for numeracy. Evaluation showed notable improvements: students confident in reading aloud increased from 5 to 14, those able to retell reading content increased from 3 to 10, and those able to solve multiplication problems increased from 5 to 7. The program also enhanced learning motivation, self-confidence, and active participation through multi-stakeholder collaboration. These findings demonstrate that community-based learning assistance is a promising strategy for strengthening children's reading literacy and supporting basic numeracy development, although sustained and continuous assistance remains necessary to consolidate numeracy gains and ensure longer-term educational outcomes. Low levels of reading literacy and basic numeracy remain major educational challenges in rural areas, including Dusun Tejong, Ketangga Village, as indicated by students’ low interest in reading, limited access to reading materials, and lack of confidence in solving basic multiplication problems. This community service program aimed to strengthen elementary school students’ reading literacy and numeracy skills through community-based learning assistance while supporting Sustainable Development Goal (SDG) 4 on Quality Education. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving university students participating in the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata), schools, village authorities, parents, and the local community in needs assessment, planning, implementation, and evaluation. Sixteen elementary school students participated in the program. Reading literacy was strengthened through phonics and storytelling, while numeracy activities used gradual practice, short-column multiplication, and rewards to enhance learning motivation. Evaluation results showed improvements in students’ abilities: those confident in reading aloud increased from 5 to 14, those able to retell stories from 3 to 10, and those able to solve multiplication problems from 5 to 7. The program also enhanced students’ learning motivation, self-confidence, and active participation. These findings indicate that community-based learning assistance can effectively strengthen children’s reading literacy and contribute to basic numeracy development, although numeracy gains remain relatively modest and require sustained follow-up support.
Pemberdayaan UMKM Berbasis Potensi Lokal melalui Inovasi Cookies Daun Kelor di Desa Ketangga Ardian, M.; Hisbiatan, Sohibil; Oktaviani, Reza Arsan; Nursasmila, Eci; Saputri, Pany Maulidia; Tohri, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6138

Abstract

Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) di Dusun Tejong, Desa Ketangga, Kabupaten Lombok Timur masih terbatas sebagai sayuran rumah tangga, meskipun tanaman ini tersedia cukup melimpah dan memiliki potensi sebagai bahan pangan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat kewirausahaan masyarakat melalui inovasi cookies daun kelor berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan melibatkan 38 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pemuda, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan mengacu pada tahapan ABCD, yaitu Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, yang diimplementasikan melalui identifikasi aset lokal, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, demonstrasi dan praktik pembuatan cookies, pendampingan analisis Break Even Point (BEP), serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi program dilakukan menggunakan instrumen pretest–posttest, observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian peserta pada aspek pengetahuan mengenai potensi daun kelor dari 15% menjadi 70%, keterampilan memproduksi cookies dari 25% menjadi 90%, dan minat berwirausaha dari 30% menjadi 85%. Program juga menghasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan cookies daun kelor, formula produk yang mudah diterapkan menggunakan teknologi tepat guna, hasil uji organoleptik sederhana yang menunjukkan tingkat penerimaan produk yang baik, serta simulasi analisis BEP sebagai dasar pengenalan kelayakan usaha skala rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai dasar pemberdayaan masyarakat dan menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha berbasis pangan lokal yang berkelanjutan. Local Potential-Based Community Empowerment through Moringa Leaf Cookie Innovation in Ketangga Village Abstract The utilization of Moringa (Moringa oleifera) leaves in Tejong Hamlet, Ketangga Village, East Lombok Regency, remains limited to household vegetable consumption, despite the plant's abundant availability and potential as a value-added food product. This community service initiative aimed to enhance the community's knowledge, skills, and entrepreneurial interest through the innovation of Moringa leaf cookies, utilizing the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The activity involved 38 participants, comprising housewives, youths, and general community members. Implementation followed the ABCD stages—Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny—encompassing local asset identification, Focus Group Discussions (FGD), training, cookie-making demonstrations and hands-on practice, Break-Even Point (BEP) analysis guidance, and monitoring and evaluation. Program evaluation utilized pre-test and post-test instruments, observations, questionnaires, interviews, and documentation, with data analyzed through both quantitative and qualitative descriptive methods. Evaluation results demonstrated significant improvements in participant outcomes: knowledge regarding Moringa leaf potential rose from 15% to 70%, cookie production skills increased from 25% to 90%, and entrepreneurial interest grew from 30% to 85%. The program also produced Standard Operating Procedures (SOP) for making Moringa leaf cookies, an easily applicable product formula utilizing appropriate technology, simple organoleptic test results indicating high product acceptance, and a BEP analysis simulation to introduce the concept of household-scale business viability. This activity demonstrates that the ABCD approach can effectively optimize local potential for community empowerment and serve as a foundational step toward developing sustainable, local food-based enterprises.
Pemberdayaan Kapasitas Usaha Pangan Lokal Desa Bebetin Melalui Digitalisasi Keuangan dan Smart Packaging Ni Putu Anindya Sarasija Prameswari; Prameswari, Ni Putu Anindya Sarasija; Nalarreason, Kadek Marlina; Ferdianto, Jemmy Regri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6233

Abstract

Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan usaha, antara lain belum adanya pencatatan keuangan yang sistematis, belum dilakukannya perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penggunaan kemasan produk yang masih sederhana, serta pemanfaatan media sosial yang belum optimal sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra melalui digitalisasi keuangan dan modernisasi kemasan produk. Program dilaksanakan selama enam bulan (April–September 2026) dengan melibatkan 10 anggota Kelompok Usaha Pangan Lokal menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta observasi terhadap implementasi teknologi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai digitalisasi keuangan dan pemasaran modern. Mitra mulai mampu menggunakan aplikasi Buku Warung untuk mencatat transaksi usaha, menyusun simulasi Harga Pokok Produksi (HPP), menerapkan kemasan standing pouch aluminium foil menggunakan hand sealer, serta membuat konten promosi melalui media sosial. Program ini juga mendorong penerapan praktik pengelolaan usaha yang lebih tertata dan mendukung perluasan pemasaran produk. Meskipun demikian, dampak terhadap peningkatan omzet dan keberlanjutan penggunaan teknologi masih memerlukan pemantauan lanjutan. Program ini menunjukkan bahwa kombinasi digitalisasi keuangan, modernisasi kemasan, dan pendampingan partisipatif berpotensi meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha pada kelompok usaha pangan lokal. Empowering the Capacity of Local Food Businesses in Bebetin Village through Financial Digitalization and Packaging Modernization Abstract The Local Food Business Group in Bebetin Village faces various obstacles in business management, including the lack of systematic financial records, the failure to calculate the Cost of Goods Sold (COGS), the use of simple product packaging, and the suboptimal use of social media as a marketing tool. This community service activity aims to increase partner capacity through financial digitization and product packaging modernization. The program was implemented for six months (April–September 2026) involving 10 members of the Local Food Business Group using a participatory approach through stages of socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments as well as observations of the implementation of the provided technology. The results of the activity showed an increase in partners' understanding of financial digitization and modern marketing. Partners began to be able to use the Buku Warung application to record business transactions, compile Cost of Goods Sold (COGS) simulations, implement aluminum foil standing pouch packaging using a hand sealer, and create promotional content through social media. This program also encouraged the implementation of more organized business management practices and supported the expansion of product marketing. However, the impact on increasing turnover and the sustainability of technology use still requires further monitoring. This program demonstrates that the combination of financial digitalization, packaging modernization, and participatory mentoring has the potential to increase business management capacity in local food business groups.
Program Edukasi Pencegahan Cedera Dan Self-Massage Olahraga Berbasis Lapangan Dalam Meningkatkan Kesiapan Pra-Kompetisi Atlet Sepak Bola Wanita Kota Banjarbaru Rachman, Aryadi; Arifin, Ramadhan; Mashud, Mashud; Warni, Herita; Nurdiansyah, Nurdiansyah; Amirudin, Akhamd; Candra, Hardyan; Putri, Meliyani; Haqqi, Muhammad Hafiz Ihsanul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6278

Abstract

Atlet sepak bola wanita memiliki risiko cedera yang lebih tinggi dibandingkan atlet pria, khususnya pada fase pra-kompetisi akibat peningkatan intensitas latihan yang tidak diimbangi dengan program pemulihan terstruktur. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan fisik pra-kompetisi atlet sepak bola wanita Kota Banjarbaru melalui program edukasi pencegahan cedera berbasis stretching terstruktur dan self-myofascial release (SMR) menggunakan foam roller. Program dilaksanakan pada tanggal 4–31 Mei 2026, diawali tahap persiapan modul/SOP dan koordinasi mitra, dilanjutkan pelaksanaan lapangan dalam empat pertemuan (10, 17, 24, dan 31 Mei 2026) yang melibatkan 27 atlet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, sit and reach test, serta Visual Analog Scale (VAS), dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test menggunakan desain one-group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman atlet dari rata-rata 9,74 menjadi 14,52 (p < 0,001), peningkatan fleksibilitas dari 9,59 cm menjadi 13,74 cm (p < 0,001), dan penurunan skor nyeri otot dari 5,70 menjadi 0,37 (p < 0,001). Seluruh variabel menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan besaran efek (Cohen's d) yang besar. Program edukasi pencegahan cedera berbasis stretching dan self-myofascial release menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan, fleksibilitas, dan menurunkan nyeri otot atlet sepak bola wanita sebagai bagian dari kesiapan pra-kompetisi, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 3 dan konteks kesetaraan akses layanan olahraga (SDG 5). Stretching and Self-Myofascial Release Based Injury Prevention Education for Female Football Athletes in Banjarbaru City Abstract Female soccer athletes face a higher injury risk than male athletes, particularly during the pre-competition phase due to increased training intensity without a structured recovery program. This community service program aimed to improve the pre-competition physical readiness of female soccer athletes in Banjarbaru City through an injury prevention education program based on structured stretching and self-myofascial release (SMR) using a foam roller. The program was conducted from May 4 to 31, 2026, beginning with module/SOP preparation and partner coordination, followed by field implementation across four sessions (May 10, 17, 24, and 31, 2026) involving 27 athletes. Evaluation used pre-test and post-test questionnaires, a sit and reach test, and the Visual Analog Scale (VAS), analyzed using a one-group pretest-posttest design with a Paired Sample t-Test. Results showed an increase in athletes' understanding from 9.74 to 14.52 (p < .001), an increase in flexibility from 9.59 cm to 13.74 cm (p < .001), and a decrease in muscle pain scores from 5.70 to 0.37 (p < .001). All variables showed significant differences (p < .05) with large effect sizes (Cohen's d). The injury prevention education program based on stretching and self-myofascial release showed positive effects on improving knowledge, flexibility, and reducing muscle soreness in female soccer athletes as part of pre-competition readiness, while also contributing to the achievement of SDG 3 and the broader context of equitable access to sport-support services (SDG 5).
Pelatihan Bahan Ajar Digital Berbasis Etnosains bagi Guru Sekolah Dasar di Malaysia Susilawati, Susilawati; Sutrio, Sutrio; Hikmawati, Hikmawati; Nisrina, Nina; Muliadi, Irman; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6324

Abstract

Transformasi digital membutuhkan guru yang mampu mengembangkan bahan ajar kontekstual, bukan sekadar menggunakan aplikasi. Sekolah Kebangsaan Manjoi 2, Ipoh, Perak, Malaysia memiliki potensi budaya lokal yang kuat, tetapi pemanfaatannya dalam bahan ajar digital belum optimal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, selama satu hari penuh secara luring di Sekolah Kebangsaan Manjoi 2 dan bertujuan memperkuat kapasitas 24 guru dalam merancang bahan ajar digital berbasis etnosains yang terintegrasi dengan Problem-Based Learning (PBL) dan simulasi virtual seperti PhET. Program menggunakan pelatihan partisipatif melalui sosialisasi, pemaparan konsep, eksplorasi budaya lokal, praktik penyusunan bahan ajar, pendampingan, refleksi, dan perencanaan keberlanjutan. Data diperoleh dari observasi, dokumentasi, catatan diskusi, dan telaah artefak awal, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa guru mulai memetakan hubungan budaya dan konsep pelajaran, menyusun masalah autentik, serta merancang struktur awal bahan ajar digital. Peserta juga memperoleh kerangka untuk memilih teknologi berdasarkan tujuan, akses, keterbacaan, dan kebutuhan peserta didik. Penyerahan dokumen kerja sama memperkuat kesiapan tindak lanjut antara Universitas Mataram dan sekolah mitra. Capaian program terutama berupa penguatan kapasitas awal, artefak desain, dan kesiapan kolaborasi. Program berkontribusi pada SDG 4 melalui penguatan kompetensi guru dan mendukung SDG 17 melalui kemitraan pendidikan lintas negara. Ethnoscience-Based Digital Teaching Material Training for Teachers at Sekolah Kebangsaan Manjoi 2, Malaysia Abstract Digital transformation requires teachers who can develop contextual teaching materials rather than merely operate applications. Sekolah Kebangsaan Manjoi 2 in Ipoh, Perak, Malaysia has rich local cultural potential, yet its use in digital teaching materials remains limited. The community service program was conducted in Monday, 20 July 2026, as a full-day face-to-face program at Sekolah Kebangsaan Manjoi 2 and aimed to strengthen the capacity of 24 teachers to design ethnoscience-based digital teaching materials integrated with Problem-Based Learning (PBL) and virtual simulations such as PhET. A participatory training approach was implemented through socialization, conceptual sessions, local culture exploration, teaching-material design practice, mentoring, reflection, and sustainability planning. Data were obtained from observation, documentation, discussion notes, and review of initial artifacts, and were analyzed qualitatively and descriptively. The results indicate that teachers began to map relationships between cultural contexts and subject concepts, formulate authentic problems, and prepare initial structures for digital teaching materials. Participants also gained a framework for selecting technology based on learning objectives, access, readability, and learner needs. The handover of a cooperation document strengthened readiness for follow-up collaboration between Universitas Mataram and the partner school. The main outcomes were initial capacity building, design artifacts, and partnership readiness. The program contributes to SDG 4 through teacher capacity development and supports SDG 17 through cross-border educational partnership
Peningkatan Kompetensi Guru TK ABA Kota Mataram melalui Pengembangan Modul Ajar Diferensiasi Berbasis Deep Learning Berbantuan Flipbook Sakban, Abdul; Maemunah, Maemunah; Dewi, Citra Ayu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6437

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kota Mataram dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi berbasis deep learning pedagogis berbantuan flipbook. Program dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, praktik penyusunan modul dan storyboard, pendampingan, post-test, serta refleksi. Data diperoleh melalui tes 25 butir, observasi, catatan pendampingan, dokumentasi, dan telaah produk. Pre-test melibatkan 23 responden dengan rata-rata 52, rentang 36-60, serta 18 orang (78%) kategori cukup dan 5 orang (22%) kategori kurang. Post-test pada 23 responden menghasilkan rata-rata jawaban benar 98,96%; aspek modul ajar dan deep learning pedagogis masing-masing 100%, pembelajaran berdiferensiasi 96,90%, dan flipbook 99,39%. Walaupun jumlah responden sama, skor individu tidak dapat dipasangkan karena kode responden tidak konsisten; karena itu, perbandingan hanya bersifat deskriptif. Temuan menunjukkan arah penguatan pemahaman konsep dan kesiapan awal guru, sedangkan kualitas produk dan keberlanjutan program masih perlu dikonfirmasi melalui rubrik dan uji implementasi kelas. Mentoring the Development of Differentiated Teaching Modules Based on Pedagogical Deep Learning for ABA Kindergarten Teachers in Mataram Abstract This community service program aimed to strengthen the competence of Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) kindergarten teachers in Mataram in developing differentiated teaching modules based on pedagogical deep learning and flipbooks. The program combined training, guided practice, mentoring, pre/post-tests, and reflection. The pre-test involved 23 respondents (mean 52; range 36-60), with 18 participants (78%) classified as sufficient and 5 (22%) as low. The post-test involved 23 respondents and yielded 98.96% correct responses on average; teaching-module and pedagogical-deep-learning aspects reached 100%, differentiated learning 96.90%, and flipbook use 99.39%. Individual scores could not be paired because respondent codes were inconsistent; therefore, the comparison was descriptive only. The findings indicate strengthened conceptual understanding and initial teacher readiness, while product quality and sustainability still require rubric-based assessment and classroom trials.
Revitalisasi Usaha Jamur Tiram melalui Inovasi Baglog Berbasis Bonggol Jagung di Desa Krobungan, Kabupaten Probolinggo Oktaviani, Dewi Anggun; Lidyana, Novita; Arista, Hermin; Haidiputri, Trivosa Aprilia Novadiani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6464

Abstract

UKM Jamur Tiram “Tiramku” di Desa Krobungan, Kabupaten Probolinggo menghadapi permasalahan berupa keterbatasan bahan baku serbuk kayu, proses produksi baglog yang masih dilakukan secara manual, pengelolaan usaha yang belum optimal, dan keterbatasan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keberdayaan mitra melalui pemanfaatan bonggol jagung sebagai bahan alternatif media baglog, penerapan teknologi tepat guna, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, penerapan mesin pencacah bonggol jagung, mixer media, dan press baglog, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra telah mampu menerapkan teknologi produksi dan memanfaatkan bonggol jagung sebagai bahan alternatif media baglog. Evaluasi keberdayaan menunjukkan peningkatan skor pada aspek produksi dari 1,4 menjadi 2,8, sedangkan aspek manajemen dan pemasaran meningkat dari 1,25 menjadi 3,0. Peningkatan skor tersebut menunjukkan adanya perkembangan kemampuan teknis, manajerial, dan pemasaran mitra setelah memperoleh pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Kegiatan ini menunjukkan indikasi awal peningkatan kemampuan mitra dalam mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya lokal, teknologi tepat guna, pengelolaan usaha, dan pemasaran digital. Pengujian lebih lanjut terhadap formulasi media, produktivitas baglog, efisiensi produksi, dan kinerja pemasaran diperlukan untuk memastikan dampak inovasi terhadap kinerja usaha secara berkelanjutan. Revitalization of Oyster Mushroom Enterprises through Corn Cob-Based Baglog Innovation in Krobungan Village, Probolinggo Regency Abstract The oyster mushroom micro-enterprise “Tiramku” in Krobungan Village, Probolinggo Regency, faces several challenges, including limited availability of sawdust as a raw material, manually performed baglog production processes, suboptimal business management, and limited marketing access. This community service program aimed to improve the capacity and empowerment of the partner through the utilization of corn cobs as an alternative baglog medium, the application of appropriate technology, business management strengthening, and digital marketing. The program was implemented through observation and problem identification, program socialization, training, hands-on practice, application of corn cob chopping, media mixing, and baglog pressing machines, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The results showed that the partner was able to apply production technology and utilize corn cobs as an alternative material for baglog media. The empowerment evaluation showed an increase in the production aspect score from 1.4 to 2.8, while the management and marketing aspect score increased from 1.25 to 3.0. These improvements indicate the development of the partner’s technical, managerial, and marketing capabilities following training, technology implementation, and mentoring. The program provides an initial indication of improved partner capacity in integrating local resource utilization, appropriate technology, business management, and digital marketing. Further testing of media formulation, baglog productivity, production efficiency, and marketing performance is required to determine the impact of the innovation on business performance and its long-term sustainability
Bongkar Rahasia HPP: Pelatihan Penetapan Harga Jual Produk Makanan bagi Pelaku Usaha Kecil Jabodetabek Rilla Gantino; Gantino, Rilla; Arianti, Yuanita; Setiyati, Ritta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6468

Abstract

Banyak pelaku UMKM sektor kuliner di Jabodetabek menghadapi masalah tata kelola keuangan, seperti pencatatan konvensional, mengabaikan penyusutan bahan (yield), biaya overhead, hingga penetapan harga spekulatif yang memicu pengikisan modal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) periode Maret–Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis penetapan harga presisi bagi 20 UMKM F&B Jabodetabek. Pendekatan Action Learning and Digital Mentoring diterapkan melalui enam sesi pelatihan daring, tugas praktik, pendampingan grup komunikasi, kunjungan lapangan, dan konsultasi individual. Materi mencakup kalkulasi HPP, yield percentage, BOM, BEP, food delivery pricing, dan aplikasi Accurate Online. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai pre-test dan post-test pertama dari rata-rata 37,5 menjadi 91,5 (N-Gain 0,864; kriteria tinggi). Hasil pre-test dan post-test kedua (skala Likert) naik dari 1,82 menjadi 4,35, serta 100% peserta (20 UMKM) dinyatakan lulus. Implikasinya, program ini berhasil mentransformasi pengelolaan keuangan mitra dari manual-spekulatif menjadi berbasis akuntansi digital yang presisi, sehat, dan berdaya saing. Empowering Jabodetabek F&B MSMEs: Enhancing COGS Calculation, Pricing Strategies, and Financial Digitalization  Abstract Many culinary SMEs in the Greater Jakarta (Jabodetabek) area face financial governance issues, such as conventional bookkeeping, overlooking material yield shrinkage, overhead costs, and speculative pricing that triggers capital erosion. This Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat / PkM) program, conducted from March to May 2026, aims to enhance the understanding and technical pricing skills for 20 F&B SMEs in Jabodetabek. An Action Learning and Digital Mentoring approach was implemented through six online training sessions, practical assignments, group mentoring, field visits, and individual consultations. The curriculum covered Cost of Goods Sold (COGS) calculation, yield percentage, Bill of Materials (BOM), Break-Even Point (BEP), food delivery pricing, and the Accurate Online application. Evaluation results demonstrated an increase in the first pre-test and post-test scores from an average of 37.5 to 91.5 (N-Gain 0.864; high category). The second pre-test and post-test results (Likert scale) rose from 1.82 to 4.35, with 100% of participants (20 SMEs) successfully passing. Consequently, the program successfully transformed partners' financial management from a manual-speculative model into a precise, healthy, and competitive digital accounting-based system
Penguatan Kapasitas UMKM melalui Teknologi Tepat Guna dan Pemasaran Digital pada Lila Bolen dan Cake Sulianti, Ani; Lidyana, Novita; Tyas, Yayuk Indah Wahyuning; Rustianawati, Mutimmah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6478

Abstract

UMKM Lila Bolen dan Cake di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, merupakan usaha pengolahan pangan yang memiliki potensi pengembangan, namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, penggunaan peralatan sederhana, pengelolaan usaha yang belum optimal, serta pemasaran yang masih terbatas. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan keberdayaan mitra melalui penerapan teknologi tepat guna, standardisasi proses produksi, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Teknologi yang diterapkan meliputi mesin mixer adonan, mesin pencetak bolen, dan oven pemanggang, yang didukung dengan penerapan SOP produksi dan sanitasi, pencatatan keuangan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kapasitas produksi meningkat dari 300–400 pcs/hari menjadi 500–600 pcs/hari. Tingkat keberdayaan bidang produksi meningkat dari rata-rata 1,4 menjadi 2,8, sedangkan bidang manajemen meningkat dari 1,25 menjadi 3,0. Mitra juga mulai menerapkan pencatatan usaha, perhitungan HPP, SOP produksi dan sanitasi, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi dan komunikasi dengan konsumen. Hasil tersebut menunjukkan indikasi awal bahwa integrasi teknologi produksi, penguatan manajemen, dan pemasaran digital dapat meningkatkan kapasitas produksi serta kesiapan mitra dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur. Namun, diperlukan pendampingan dan monitoring lanjutan untuk memastikan konsistensi penerapan teknologi, sistem manajemen, dan pemasaran digital. Strengthening MSME Capacity through Appropriate Technology and Digital Marketing: A Community Partnership Program for Lila Bolen and Cake Abstract Lila Bolen and Cake is a food-processing micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) located in Maron District, Probolinggo Regency, which has development potential but still faces limitations in production capacity, the use of simple equipment, suboptimal business management, and limited marketing. This Community Partnership Program (PKM) aimed to improve the partner’s production capacity and empowerment through the application of appropriate technology, production process standardization, business management strengthening, and digital marketing. The implementation methods consisted of socialization, training, technology application, mentoring, monitoring and evaluation, and sustainability strengthening. The technologies introduced included a dough mixer, bolen dough molding machine, and baking oven, supported by the implementation of production and sanitation SOPs, financial record-keeping, Cost of Goods Manufactured (COGM) calculation, and the use of social media for promotion. The results showed that production capacity increased from 300–400 pieces/day to 500–600 pieces/day. The empowerment level in the production aspect increased from an average score of 1.4 to 2.8, while the management aspect increased from 1.25 to 3.0. The partner also began implementing business record-keeping, COGM calculation, production and sanitation SOPs, and social media utilization for promotion and customer communication. These results provide an initial indication that the integration of production technology, business management strengthening, and digital marketing can improve production capacity and the partner’s readiness to manage the business in a more structured manner. However, further mentoring and monitoring are required to ensure the consistent implementation of the technology, management system, and digital marketing practices.