cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 352 Documents
STATUS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN PERIKANAN TANGKAP DI SUMATERA BARAT: STATUS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN PERIKANAN TANGKAP DI SUMATERA BARAT Mufti, Wahyu Fitrianda; Nesti, Lisa; Viarani, Suci Oktri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.92-99

Abstract

Potensi besar sumberdaya ikan di Samudera Hindia akan dapat dimanfaatkan masyarakat Sumatera Barat secara optimum jika tersedia infrastuktur perikanan yang memadai. Pembangunan infrastruktur perikanan ini sebaiknya sinergi dengan output dan outcome dari program pengembangan kawasan pesisir Sumatera Barat sebelumnya. Salah satu langkah awal untuk membuat sinergi ini adalah melakukan penelitian yang bertujuan menganalisis kondisi perikanan tangkap yang akan dikembangkan dan kondisi infrastruktur yang tersedia di kawasan pesisir tersebut, yaitu sarana dan prasarana perikanan serta program pengembangan kawasan perikanan tangkap. Penelitian ini menggunakan data dan informasi yang diperoleh dari observasi lapangan, wawancara, focus group discussion (FGD), pengisian kuesioner, dan data sekunder yang bersumber dari instansi pemerintahan. Kesiapan kawasan dinilai dari indeks ketersedian infrastuktur relatif terhadap kebutuhan infrastruktur untuk sasaran yang direncanakan. Analisis menyimpulkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana perikanan memiliki status tercapai kategori sedang, masing-masing 63% dan 72%. Di antara beberapa jenis fasilitas yang masih harus dilengkapi adalah penyediaan air bersih dan pengadaan pabrik es untuk menjaga kualitas ikan.
PENGARUH TEKNOLOGI PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS TERHADAP KUALITAS HASIL BUDIDAYA IKAN NILA: PENGARUH TEKNOLOGI PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS TERHADAP KUALITAS HASIL BUDIDAYA IKAN NILA Chaidir, Ali Rizal; Herdiyanto, Dedy Wahyu; Eska, Andrita Ceriana; Kalandro, Guido Dias
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.44-51

Abstract

Budidaya ikan air tawar memiliki peran penting untuk mencapai ketahanan pangan di Indonesia. Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar yang diperoleh melalui aktivitas perikanan budidaya. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan ikan nila, seperti kualitas air, proses pemberian pakan, dan kualitas pakan yang diberikan. Jumlah pemberian pakan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan ikan nila mengalamai pertumbuhan lambat, sedangkan pemberian pakan yang terlalu banyak dapat menyebabkan kualitas air menjadi tidak baik karena ada pakan yang tidak dimakan atau terlambat untuk dimakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan automatic feeder dibandingkan dengan cara konvensional, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pilihan yang dapat diterapkan dalam perlakuan budidaya ikan tertentu untuk menghasilkan panen maksimal. Hasil dari penerapan teknologi tersebut menunjukkan efisiensi pemberian pakan mencapai 97,6%; tingkat kelulusan hidup sebesar 94,4%; dan laju pertumbuhan spesifik mencapai 3,58%. Hal tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa perlakuan lain dalam budidaya ikan, sehingga dapat mengakibatkan hasil panen lebih cepat dengan penggunaan pakan yang efisien, dan jumlah panen yang maksimal.
PENILAIAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN LEMURU MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN: PENILAIAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN LEMURU MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN Larasati, Rakhma Fitria; Sari, Iya Purnama; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Satyawan, Noar Muda; Tanjov, Yulia Estmirar; Mainnah, Muth; Aziz, Muh. Arkam; Suhery, Noveldesra; Sarasati, Wulandari; Suratna, Suratna
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.22-32

Abstract

Lemuru adalah salah satu jenis ikan yang memberikan kontribusi besar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Potensi sumber daya perikanan lemuru melimpah dan bernilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai performa status domain sumber daya ikan dengan pendekatan ekosistem. Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan terhitung dari bulan Januari sampai Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni pendekatan analisis multi kriteria dengan penilaian dan visualisasi indeks komposit dengan model bendera. Enam indikator pada domain sumber daya ikan (SDI) yang diteliti yakni tren CPUE baku, ukuran ikan lemuru, proporsi juvenile yang ditangkap, komposisi spesies hasil tangkapan, range collapse sumber daya ikan, dan spesies endangered, threatened, and protected (ETP). Indikator pada domain SDI menandakan bahwa tren CPUE baku menurun, tren ukuran ikan lemuru relatif tetap, proporsi ikan yuwana yang tertangkap 53%, komposisi spesies hasil tangkapan yakni proporsi ikan target lebih banyak, range collapse sumber daya ikan untuk daerah penangkapan ikan relatif tetap tergantung spesies target, dan untuk spesies ETP tertangkap namun dilepas. Hasil akhir penilaian status sumber daya ikan lemuru yang berbasis di PPN Pengambengan mendapatkan nilai komposit sebesar 70 sehingga masuk dalam kategori baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN: STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Muhammad, Muhammad; Hastuti, Yuni Puji; Nurmawati, Subekti
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.63-76

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas perikanan yang dikembangkan di Kota Tarakan khususnya di Perairan Pantai Amal Kota Tarakan sejak tahun 2009 dengan produksi yang fluktuatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial budidaya rumput laut berdasarkan faktor internal dan eksternal serta menyusun strategi yang tepat untuk peningkatan produksi rumput laut di Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan pendekatan kualitatif menggunakan alat bantu kuesioner. Hasil analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) dan QSP (quantitative strategic planning) menunjukkan bahwa terdapat lima kekuatan dan lima kelemahan internal dengan nilai IFE (internal factor evaluation) 2,57, serta empat ancaman dan lima peluang eksternal dengan nilai EFE (external factor evaluation) 2,86. Berdasarkan matriks IE (internal-eksternal) usaha berada dalam fase pertumbuhan (sel V), sehingga strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha budidaya rumput laut K. alvarezii menggunakan metode longline di Kota Tarakan melalui pemberdayaan anggota dan kelompok guna peningkatkan usaha (dengan skor 5,83), memperluas lahan budidaya (skor 5,65), dan peningkatan keterampilan teknis budidaya untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produk (skor 5,52).
POLA PENGUPAHAN DAN KOMPOSISI UPAH AWAK KAPAL PURSE SEINE: STUDI KASUS KM. SUMBER MAJU: POLA PENGUPAHAN DAN KOMPOSISI UPAH AWAK KAPAL PURSE SEINE: STUDI KASUS KM. SUMBER MAJU Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari; Heriyandi, La Ode; Hutapea, Roma Yuli Felina; Djunaidi, Djunaidi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.52-62

Abstract

Purse seine yang digunakan di Kota Batam berjenis waring, dikenal dengan istilah purse seine waring. Pendapatan setiap awak kapal memiliki bagian yang berbeda dipengaruhi oleh jumlah hasil tangkapan dan level jabatan di kapal. Perhitungan pola pengupahan di Kota Batam ditentukan oleh perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk menghitung hasil pendapatan selama 3 trip, menentukan pola pengupahan, dan menganalisis komposisi upah awak kapal dan awak kapal purse seine berdasarkan jumlah hasil tangkapan per trip. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari-Mei 2022. Metode yang dilakukan adalah observasi dan wawancara melalui 3 trip. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 3 trip awak kapal mendapatkan hasil tangkapan 74 ton sejumlah Rp 138.674.300. Pendapatan awak kapal disesuaikan dengan jabatan organisasi di kapal. Nahkoda mendapatkan 3 bagian, kepala kamar mesin (KKM) 2,5 bagian; kerani, mualim, juru sampan, dan wakil KKM I masing-masing 2 bagian; juru haluan, wakil juru sampan, juru batu, wakil KKM II, dan koki masing-masing 1,5 bagian, dan ABK kapal 1 bagian. Sumber pendapatan awak kapal terbagi atas 6 jenis, yaitu upah pokok 1, 2, 3, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap 1 dan 2. Setiap awak kapal mendapatkan setiap jenis pendapatan berdasarkan jabatan di kapal.
VARIASI GLUKOSA DAN KORTISOL: STUDI AWAL RESPONS FISIOLOGIS KEPITING BAKAU SETELAH KEGIATAN TRANSPORTASI: VARIASI GLUKOSA DAN KORTISOL: STUDI AWAL RESPONS FISIOLOGIS KEPITING BAKAU SETELAH KEGIATAN TRANSPORTASI Sulistiono, Sulistiono; Marisa, Marisa; Wildan, Dudi Muhammad; Nurussalam, Wildan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.85-91

Abstract

Sistem pengangkutan kepiting bakau (Scylla spp.) yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dengan meletakkan pada kotak sterofoam diperkirakan dapat menjadi pemicu tingkat stress pada biota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai variasi glukosa dan kortisol kepiting bakau sebagai respons fisiologis setelah kegiatan transportasi. Analisis dilakukan terhadap 2 kelompok populasi kepiting bakau (I-Februari dan II-Maret 2024). Masing-masing populasi diamati sebanyak 3 kali, yaitu populasi kepiting yang baru datang dari pengambilan di lapang (H0), populasi kepiting yang sudah dipelihara 5 hari (H5), dan populasi kepiting yang sudah dipelihara selama 10 hari (H10) di karanjang plastik (30x25x20 cm3) dalam bak semen (180x180x75 cm3) yang berisi air laut (25 PSU). Kepiting diberi pakan berupa potongan ikan sebanyak dua kali. Pada populasi I, nilai glukosa dan kortisol rata-rata dari perlakuan H0 adalah 78,3±30,5 mg/100ml dan 0,5±0,1 ng/dL, pada H5 berkisar 42,7±4,9 mg/100ml dan 1,0±0,3 ng/dL, dan pada H10 berkisar 47,0±8,5 mg/100ml dan 0,6±0,2 ng/dL. Pada populasi II, pada H0 berkisar 60,4±37,4 mg/100ml dan 0,5±0,2 ng/dL, pada H5 berkisar 44,2±3,6 mg/100ml dan 0,9±0,3 ng/dL, dan pada H10 berkisar 75,2±19,7 mg/100ml (glukosa). Berdasarkan pengamatan tersebut, nilai glukosa pada kedua populasi kepiting bakau bervariasi (3,6-37,4 mg/100ml), dan melalui ANOVA nilai tersebut tidak berbeda nyata (p>0,05). Namun demikian terdapat tren penurunan pada H0 sampai H5.
PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI DANAU SIDENRENG, SULAWESI SELATAN: PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI DANAU SIDENRENG, SULAWESI SELATAN Hasrianti, Hasrianti; Puspito, Gondo; Iskandar, Budhi Hascaryo; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.33-43

Abstract

Ikan tawes adalah salah satu jenis ikan introduksi yang populer di Danau Sidenreng, Sulawesi Selatan. Keberadaannya sangat menguntungkan bagi nelayan karena bernilai ekonomis penting. Nelayan menjadikannya sebagai target utama penangkapan ikan. Aktivitas penangkapan ikan tawes dilakukan sepanjang tahun menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring beragam dari kecil hingga besar, yaitu 1,5”, 2”, 2,5”, 3”, dan 3,5”. Keduanya mengakibatkan populasi ikan tawes di Danau Sidenreng semakin menurun. Oleh karena itu, informasi terkait biologi perikanan ikan tawes menjadi penting untuk diketahui. Penelitian bertujuan untuk menentukan ukuran ikan tawes pertama kali tertangkap (Lc), ukuran ikan tawes pertama kali matang gonad (Lm), dan ukuran mata jaring (mesh size) jaring insang yang sesuai untuk menangkap ikan tawes layak tangkap. Data sampel dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa ukuran ikan tawes pertama kali tertangkap di Danau Sidenreng adalah Lc = 132,66 mm. Ikan tawes betina dan jantan mengalami kematangan gonad pertama kali pada ukuran panjang cagak FL = 140,95 mm dan jantan 173,08 mm. Ukuran mata jaring insang yang direkomendasikan untuk menangkap ikan tawes layak tangkap adalah 3”, karena ukuran rata-rata FL yang tertangkap lebih besar dari nilai Lm.
ENVIRONMENTAL PARAMETERS AND COASTAL ECOTOURISM POTENTIAL OF AMBON BAY: PARAMETER LINGKUNGAN DAN POTENSI EKOWISATA PANTAI TELUK AMBON Leiwakabessy, Fredy; Sampe, Viesta; Kubangun, Muhammad Tarmizi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.136-146

Abstract

Ambon Bay is one of the waters in Maluku Province that has the potential for ecotourism, but the quality of the waters needs to be considered because over time it changes and experiences changes to the point of coastal damage from various natural events and human activities, especially on Wayame Village Beach, Galala Village Beach, and Passo Village Beach. This study aimed to determine the environmental parameters of Ambon Bay waters as an ecotourism area. This study measured salinity, pH, dissolved oxygen, temperature, and changes in the coastline using Sentinel 2 Imagery. The results of the study showed that the three locations had DO values ​​of 2.8 mg/L, 3.1 mg/L, and 1.4 mg/L; salinity at 32 ppt, 34 ppt, and 33 ppt; pH ranging from 7.6 to 8.6; and temperatures ranging from 27°C to 29°C, and within a period of 4 years (2018-2022) there have been changes in the coastline. The results of the inventory found several tourist areas that can be revitalized and developed to help the economy of coastal communities. This research can be a reference for village communities and the government in making regulations and activities to prevent damage and handle it appropriately.
IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF ECTOPARASITES IN BLUE SWIMMING CRAB (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) ON THE NORTH COAST OF JAVA: IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) DI PANTAI UTARA PULAU JAWA Shofirma, Adela; Krisanti, Majariana; Butet, Nurlisa A.; Mashar, Ali
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.189-197

Abstract

Besides overfishing, other factors that influence the decline in blue swimming crab (Portunus pelagicus) production are diseases caused by parasites. Poor environmental conditions could trigger parasite infestation on their host. This study aims to identify ectoparasites morphologically based on the research location and to analyze the prevalence of ectoparasites of the blue swimming crabs. Crab samples and data collection of aquatic environmental parameters were carried out at five locations in the northern part of Java Island, Indonesia: Pasuruan, Lamongan, Semarang, Cirebon, and Banten. The study was conducted from December 2021 to July 2023. Morphological identification of ectoparasites was carried out at the Biology Micro Laboratory I, Department of Aquatic Resources Management, IPB University. Interviews with fishermen were also conducted to ensure the crab catchment area around the research location. The number of blue swimming crabs obtained at each location varied, ranging from 25 to 35 individuals, consisting of large, medium, and small crabs. Based on the results of morphological identification, there were a total of five types of parasites found in all research locations, namely Allokepon sp., Chelonibia testudinaria, Octolasmis angulata, Octolasmis warwickii, and Octolasmis sp. The prevalence rate of crabs in each location was significantly different in five locations, namely Pasuruan, Lamongan, Semarang, Cirebon, and Banten, which were 80%, 74%, 80%, 12%, and 70%, respectively. The highest prevalence was in Pasuruan and Semarang. Factors affecting the prevalence rate of ectoparasites in blue swimming crabs included environmental quality such as temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen (DO).
EVALUATION OF NUSANTARA 3 REMOTELY OPERATED VEHICLE (N3-ROV) SPECIAL REPORT OF PERFORMANCE AND STABILITY IN VARIOUS WATER CONDITIONS: EVALUASI KINERJA DAN STABILITAS NAVIGASI NUSANTARA 3 REMOTELY OPERATED VEHICLE (N3-ROV) DALAM LINGKUNGAN PERAIRAN BERBEDA Pratama, Xavercius Cezar; Jaya, Indra; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.160-172

Abstract

Sumber daya laut yang luas memerlukan observasi dan eksplorasi bawah air, tetapi metode konvensional penyelaman memiliki banyak risiko. Oleh karena itu, pengembangan teknologi bawah air seperti Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) sangat penting untuk mengurangi risiko. Namun, lingkungan bawah air yang tidak terduga memerlukan pengujian kinerja ROV sebelum digunakan secara optimal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk menguji kinerja N3-ROV, mengetahui spesifikasi khususnya, serta merancang sistem kendali dan akuisisi video agar dapat menjadi alternatif untuk observasi dan eksplorasi bawah air. N3-ROV memiliki dimensi 61x65x34 cm, berat total 13 kg dengan daya apung sebesar 128,4 kg.m/s2 dengan kendali di permukaan menggunakan gamepad yang terhubung ke laptop. Uji kinerja dilakukan pada dua lingkungan yang berbeda, lingkungan kolam dan lingkungan lapang. N3-ROV memiliki pergerakan lurus pada lingkungan kolam dengan error sebesar 0° dan pada lingkungan lapang sebesar 1,7° dengan kecepatan berturut-turut 76,6 cm/s dan 77,2 cm/s. Gerak turun pada kedua lingkungan berbeda dimana pada lingkungan kolam gerak turun memiliki delay dan error berturut-turut sebesar 9,7 detik dan 94,1° dibandingkan dengan lingkungan lapang 3,9 detik dan 48,8°. Delay dan error pada gerak berbelok di lingkungan kolam lebih tinggi dibandingkan lingkungan laut. Gerak gliding pada lingkungan kolam memiliki kecepatan surfacing yang lebih lambat dibandingkan dengan lingkungan lapang.