cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.cjpe@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jl. Latamacelling No 19B, Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Primary Education
ISSN : 26546426     EISSN : 26546434     DOI : -
The focus of this journal is primary education, which covers related aspects such as students, teachers, teaching materials, evaluation and assessment, curriculum, and lesson study.
Articles 499 Documents
Penggunaan Media Kotak Cahaya Berbantuan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran IPAS Dwi Aswiya Is. Ibrahim; Isnanto Isnanto; Irvin Novita Arifin; Nurfadliah Nurfadliah; Gamar Abdullah
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9139

Abstract

Rendahnya hasil belajar murid pada mata pelajaran IPAS khususnya materi cahaya dan sifat-sifatnya di kelas V SDN 2 Talaga Jaya menjadi permasalahan yang mendasari penelitian ini yang disebabkan antara lain oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret, model pembelajaran yang belum bervariasi, serta rendahnya partisipasi aktif murid selama proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN 2 Talaga Jaya melalui penerapan media pembelajaran kotak cahaya berbantuan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan dengan empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 murid, terdiri dari 12 laki-laki dan 5 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi guru dan lembar observasi murid untuk mengamati aktivitas pembelajaran, tes tertulis berupa 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian untuk mengukur hasil belajar murid, serta dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan penelitian. Pada siklus I, hanya 5 murid (29,41%) yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP ≥75), sementara 12 murid (70,58%) belum memenuhi ketuntasan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar murid meningkat signifikan, dengan 16 murid (94,11%) telah mencapai ketuntasan dan hanya 1 murid (5,88%) yang belum. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kotak cahaya berbantuan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar murid di kelas V SDN 2 Talaga Jaya. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya guru mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran konkret dan inovatif yang dipadukan dengan model pembelajaran yang relevan, khususnya PBL sebagai alternatif strategi pembelajaran IPAS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar murid sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam menyusun kebijakan terkait pengembangan media dan model pembelajaran yang inovatif.
Meningkatkan Hasil Belajar Murid Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Smart Box Materi Bangun Datar pada Murid Sekolah Dasar Adelya Harviany Azis; Abdul Haris Panai; Andi Marshanawiah; Nur Sakinah Aries; Kudus Kudus
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9149

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar murid pada materi bangun datar. Murid mengalami kesulitan dalam membedakan berbagai jenis bangun datar dan sering kurang fokus selama proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang masih terbatas menyebabkan pembelajaran menjadi kurang menarik sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar murid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid melalui penggunaan media pembelajaran Smart Box pada materi bangun datar di kelas III SDN 66 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 24 murid kelas III SDN 66 Kota Timur Kota Gorontalo. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila minimal 80% murid memperoleh nilai yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Smart Box dapat meningkatkan hasil belajar murid pada materi bangun datar. Pada Siklus I, sebanyak 16 murid (66, 67%) mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 8 murid (33, 33%) belum mencapai ketuntasan belajar. Pada Siklus II, jumlah murid yang mencapai ketuntasan belajar meningkat menjadi 21 murid (87, 5%), sedangkan 3 murid (12, 5%) belum mencapai ketuntasan belajar. Peningkatan hasil belajar tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas guru dan aktivitas murid selama proses pembelajaran menggunakan media Smart Box.Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran Smart Box dapat meningkatkan hasil belajar murid pada materi bangun datar di kelas III SDN 66 Kota Timur Kota Gorontalo
Integrasi Etnomatematika Budaya Papua: Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Media Noken terhadap Hasil Belajar Geometri pada Murid Sekolah Dasar Yongki Dwi Fadhli; Triwiyono Triwiyono; Wigati Yektiningtyas
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9152

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah perlunya mengintegrasikan etnomatematika budaya Papua melalui model Problem Based Learning berbantuan media Noken untuk meningkatkan hasil belajar geometri siswa sekolah dasar sekaligus melestarikan kearifan lokal dalam pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Pembelajaran geometri di sekolah dasar sering kali dihadapkan pada rendahnya kemampuan spasial dan pemecahan masalah akibat jarangnya integrasi budaya lokal sebagai jangkar kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika melalui pemanfaatan budaya Papua (media noken) untuk meningkatkan hasil belajar geometri murid sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi (One-Group Pretest-Posttest Design). Penelitian ini melibatkan 30 murid kelas V SD Negeri 3 Abepura sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan geometri pada dua rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perolehan skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai murid pada RPP 1 meningkat dari pretest 49,0 menjadi posttest 71,0 dengan skor N-Gain 0,4 (kategori sedang). Pada RPP 2, pemahaman murid semakin matang dengan peningkatan nilai pretest 55,0 menjadi posttest 78,7 dan capaian N-Gain sebesar 0,5 (kategori sedang). Secara akumulatif, penerapan model ini menghasilkan rata-rata skor N-Gain gabungan sebesar 0,45 yang masuk dalam kategori sedang. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi noken sebagai representasi kearifan lokal budaya Papua dalam sintaks PBL efektif mentransformasi materi geometri yang abstrak menjadi konkret, interaktif, dan bermakna. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi kurikulum berbasis kebudayaan lokal untuk mengoptimalkan literasi numerasi murid di tanah Papua.
Penerapan Metode SQ3R Berbasis Padlet untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Nova Nur Fitriah; Iin Dwi Aristy Putri; Juwita Crestiani M
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9157

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan karena diperlukan strategi pembelajaran membaca yang sistematis dan didukung media digital interaktif untuk mengatasi rendahnya kemampuan siswa dalam memahami ide pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VB melalui penerapan metode SQ3R berbasis media Padlet pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 11 Dangerakko. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa, terdiri atas 11 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar tes pilihan ganda, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar observasi aktivitas siswa. Keterlaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini merujuk pada kesesuaian pelaksanaan langkah-langkah SQ3R berbasis media Padlet dengan rencana pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, keterlaksanaan pembelajaran mencapai 84,1% dengan kategori sangat baik dan aktivitas siswa mencapai 84,1% dengan kategori sangat aktif. Nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa pada skala 0–100 mencapai 49,3 dengan kategori sedang, sedangkan ketuntasan klasikal sebesar 20% berdasarkan KKTP ≥71. Pada siklus II, keterlaksanaan pembelajaran meningkat menjadi 100% dengan kategori sangat baik dan aktivitas siswa mencapai 100% dengan kategori sangat aktif. Nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 89,3 dengan kategori tinggi dan ketuntasan klasikal mencapai 86,7%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan metode SQ3R berbasis media Padlet dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VB, khususnya dalam mengidentifikasi ide pokok, menentukan kalimat utama, dan membedakan kalimat utama dengan kalimat penjelas. Namun, karena penelitian ini merupakan PTK dengan subjek terbatas pada satu kelas, hasil penelitian ini bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan secara luas.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Partisipasi Aktif Siswa pada Pembelajaran IPAS Kelas V Sekolah Dasar Afi Atul Aini; Indah Aulia Dinata; Pio Komala Sari; Yuda Prabowo; Rini Oktavia; Nurlela Nurlela
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9158

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan karena partisipasi aktif siswa merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap partisipasi aktif siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design berbentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas V SDN 127 Palembang. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi partisipasi aktif siswa yang meliputi indikator bertanya, mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat teman, bekerja sama dalam kelompok, dan mempresentasikan hasil diskusi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji N-Gain, dan uji hipotesis (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata partisipasi aktif siswa meningkat dari 66, 07 pada pretest menjadi 85, 71 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 19, 64 poin. Hasil perhitungan N-Gain memperoleh nilai 0, 58 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 8, 47 lebih besar daripada t tabel sebesar 2, 052 dengan nilai signifikansi 0, 000 < 0, 05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa.Model PBL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga mendorong keterlibatan mereka secara optimal dalam proses pembelajaran IPAS.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Murid Sekolah Dasar pada Materi Pengukuran Panjang Dan Berat Fauzia Suleman; Abdul Haris Panai; Andi Marshanawiah; Nur Sakinah Aries; Hadi Yamin Assel
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid pada materi pengukuran panjang dan berat melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas III SDN 2 Telaga. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 murid kelas III SDN 2 Telaga. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid. Pada siklus I, jumlah murid yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 9 murid atau 56,25%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, jumlah murid yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 14 murid atau 87,5%. Selain itu, aktivitas guru dan aktivitas murid selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dan berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid pada materi pengukuran panjang dan berat kelas III SDN 2 Telaga.
Pengembangan dan Validasi Media Awutar (Awuta Ciri-Ciri Bangun Datar) pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Laila Tri Riana; Wiwy Triyanty Pulukadang; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Ade Mahniar
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9183

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan media pembelajaran yang inovatif, konkret, dan interaktif. Penelitian Unu Bertujuan Untuk Mengembangakan media pembelajaran berbasis permainan bernama Media Awutar (Awuta Ciri-Ciri Bangun Datar) guna membantu guru dalam proses pembelajaran secara lebih menarik serta membantu murid memahami konsep Ciri-Ciri bangun datar secara lebih Konkret serta membantu murid memahami konsep ciri-ciri bangun datar secara lebih interaktif dan dan menyenangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman murid terhadap materi ciri-ciri bangun datar yang bersifat abstrak, khususnya dalam memahami jumlah sisi, sudut, simetri lipat, dan simetri putar. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan melibatkan murid secara aktif dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Awutar (Awuta Ciri-Ciri Bangun Datar) serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya dalam membantu murid memahami materi ciri-ciri bangun datar secara konkret dan menyenangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo dengan subjek penelitian yaitu murid kelas IV dan guru mata pelajaran matematika. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon guru dan murid. Teknik analisis data dilakukan menggunakan skala penilaian untuk menghitung persentase kelayakan dan kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Awutar memperoleh persentase kelayakan sebesar 90,84% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan berdasarkan respon guru memperoleh persentase sebesar 95,83% dan respon murid memperoleh persentase sebesar 95,83% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media Awutar dinyatakan layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi ciri-ciri bangun datar di kelas IV sekolah dasar.
Pengembangan Media SIBILAH Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah pada Pembelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar Siti Nur Fadila Y. Kasim; Isnanto Isnanto; Andi Marshanawiah; Nur Sakinah Aries; Hadi Yamin Assel
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9184

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat, motivasi, dan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah, serta kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang variatif dan interaktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran SIBILAH (Spinner Bilangan Cacah) yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas IV SDN 2 Kota Barat Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SIBILAH memperoleh rata-rata validasi sebesar 91,9% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase respon guru sebesar 97,5% dan respon siswa sebesar 95,1% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pre-test dari 50 menjadi 90 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,80 berkategori tinggi dan tingkat efektivitas sebesar 80%. Dengan demikian, media SIBILAH dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di sekolah dasar.
Pengembangan Media Komik Sila Squad Adventures pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar  Rahma Nurul Hidayah Babuta; Candra Cuga; Reska Putri Ismail; Ade Mahniar; Nurainun Nurainun
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9185

Abstract

. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Lambang dan Nilai sila-sila Pancasila di kelas IV sekolah dasar masih didominasi metode ceramah dengan penggunaan media yang terbatas sehingga murid mengalami kesulitan memahami makna dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual untuk membantu murid memahami materi secara lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan awal media pembelajaran murid kelas IV sekolah dasar, merancang dan mengembangkan media Komik Sila Squad Adventures, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Lambang dan Nilai sila-sila Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, ahli bahasa, ahli pengguna, dan murid kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kabila. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Komik Sila Squad Adventures berhasil dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran murid sekolah dasar. Hasil validasi oleh para ahli memperoleh persentase rata-rata sebesar 93,4 persen dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase 100 persen dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar murid yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata sebelum pembelajaran dari 45 menjadi 86,5 setelah pembelajaran, serta memperoleh nilai peningkatan hasil belajar sebesar 0,75 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media Komik Sila Squad Adventures sangat layak, sangat praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Lambang dan Nilai sila-sila Pancasila di kelas IV sekolah dasar.
Pengembangan Media PORANA (Pop Up Book Flora dan Fauna) Berbantuan Augmented Reality untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Adinda Assyfa Nurdina; Galih Mahardika Christian Putra
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9186

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah perlunya pengembangan media PORANA (Pop Up Book Flora dan Fauna) berbantuan Augmented Reality untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan mampu memvisualisasikan konsep flora dan fauna secara nyata. Penggunaan media pendidikan yang tidak efektif dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa mengakibatkan hasil belajar yang kurang memuaskan pada materi Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia yang digunakan dalam pembelajaran IPAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran PORANA (Pop-up book flora dan fauna) berbantuan Augmented Reality yang mampu menyajikan materi secara konkret dan konstekstual. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model Borg dan Gall digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan hingga tahap uji produk. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas V SD Negeri Ngaliyan03, Kota Semarang yang dibagi menjadi dua tahap uji coba: uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar validasi materi dan media, kuesioner respon guru dan siswa, serta instrumen evaluasi berupa pretest dan posttest. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik observasi, wawancara, penyebaran angket, pelaksanaan tes, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, uji validitas, uji normalitas, paired sample t-test, serta perhitungan skor N-Gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa media PORANA memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor validasi dari ahli materi sebesar 93% dan ahli media sebesar 87%. Selain itu, uji efektivitas membuktikan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan, ditunjukkan oleh perolehan nilai N-Gain sebesar 0,71 yang termasuk dalam kriteria tinggi.