cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.cjpe@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jl. Latamacelling No 19B, Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Primary Education
ISSN : 26546426     EISSN : 26546434     DOI : -
The focus of this journal is primary education, which covers related aspects such as students, teachers, teaching materials, evaluation and assessment, curriculum, and lesson study.
Articles 499 Documents
Pengembangan Media Pixel Bhinneka Materi Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Salma Harun; Candra Cuga; Reska Putri Ismail; Muhammad Sarlin; Nurainun Nurainun
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9189

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran PKn yang masih didominasi metode ceramah dan terbatasnya penggunaan media interaktif sehingga berdampak pada pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Pixel Bhinneka serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi keberagaman suku bangsa dan budaya Indonesia di kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek implementasi penelitian adalah 13 siswa kelas V SDN 1 Bulango Selatan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, ahli pengguna, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pixel Bhinneka memperoleh rata-rata kelayakan sebesar 91,2% dengan kategori sangat layak, yang terdiri atas validasi ahli media sebesar 95%, ahli materi sebesar 88,8%, dan ahli bahasa sebesar 90%. Dari aspek kepraktisan, media memperoleh persentase sebesar 87,5% berdasarkan penilaian ahli pengguna dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai siswa dari 43,85 pada pre-test menjadi 93,08 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 49,23 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa media Pixel Bhinneka layak, praktis, dan efektif digunakan untuk meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa dalam pembelajaran PKn.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Mindful Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Sekolah Dasar pada Materi Sistem Pernapasan  Ainurrahma Amalia Putri Sidiki; Gamar Abullah; Rifda Mardian Arif; Abdul Haris Panai; Vicka Muniati Arifin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9192

Abstract

Hasil belajar murid pada materi Sistem Pernapasan Manusia masih tergolong rendah sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif, kesadaran belajar dan pemahaman konsep murid. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid pada materi sistem pernapasan manusia melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis Mindful Learning pada murid kelas V SDN 10 Tilango. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah murid kelas V yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan melihat persentase ketuntasan belajar murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis Mindful Learning dapat meningkatkan hasil belajar murid. Pada siklus I, dari 10 murid terdapat 6 murid (60%) yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 4 murid (40%) belum tuntas sehingga belum memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, hasil belajar murid meningkat dimana dari 12 murid terdapat 10 murid (83,33%) yang mencapai ketuntasan belajar dan 2 murid (16,66%) belum tuntas. Dengan demikian, dapat disimpulkan model pembelajaran Project Based Learning Berbasis Mindful Learning meningkatkan hasil belajar murid kelas V pada pembelajaran Sistem Pernapasan. Hasil penelitian ini berimplikasi bahwa model Project Based Learning (PjBL) berbasis Mindful Learning dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar murid pada pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Teknik Round Table Berbantuan Media Cerita Bergambar Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Sekolah Dasar Basri Basri; Rahmat Rahmat; Masnur Masnur
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9218

Abstract

Kemampuan menulis narasi merupakan fondasi literasi yang kerap belum berkembang optimal pada siswa kelas IV sekolah dasar, terlebih ketika pembelajaran masih berpusat pada kerja individu dan minim stimulus visual. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana teknik Round Table yang dipadukan dengan media cerita bergambar digital mampu meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. Rancangan yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dua siklus dengan pendekatan campuran (mixed methods). Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV UPT SDN 128 Patampanua yang ditetapkan melalui total sampling. Data dijaring melalui tes menulis pada tahap awal dan akhir, lembar observasi partisipatif, serta dokumentasi tulisan. Instrumen tes divalidasi oleh dua ahli dengan indeks Aiken’s V sebesar 0,86 (kategori tinggi) dan reliabilitas antarpenilai 0,84. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan N-gain, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dan diperkuat melalui triangulasi. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila ≥75% siswa mencapai KKM (≥75). Hasil uji statistik memperlihatkan perbedaan yang signifikan antara skor awal dan akhir (t = 12,56; p < 0,001), dengan rerata naik dari 61,20 menjadi 82,70 dan N-gain 0,55 (kategori sedang). Temuan kualitatif memperkuat angka tersebut melalui tiga tema: partisipasi kolaboratif, stimulasi kreativitas oleh media digital, dan penguatan pemahaman struktur narasi. Implikasinya, pemaduan strategi kooperatif bergilir dengan media visual digital patut dipertimbangkan sebagai praktik rutin pembelajaran menulis di jenjang sekolah dasar.
Talking Stick Berbantuan Media Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa IPA Kelas IV SD Herawati Herawati; Saleha Saleha; Muhammad Junaidi Mahyuddin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9219

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar Indonesia hingga kini masih kerap diwarnai pola pasif dan dominasi ceramah guru, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar serta minimnya keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan model Talking Stick berbantuan media visual untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SDN 167 Kabupaten Pinrang pada mata pelajaran IPA. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi-eksperimen tipe one-group pretest–posttest dengan 18 siswa sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar serta lembar observasi keaktifan terstruktur yang mencakup empat indikator selama enam pertemuan. Analisis dilakukan menggunakan uji paired sample t-test, analisis persentase deskriptif, dan perhitungan effect size Cohen’s d. Hasil pengujian memperlihatkan kenaikan rata-rata skor yang signifikan, yaitu dari 47,83 pada pretest menjadi 57,61 pada posttest [t(17) = -14,50; p < 0,001; Cohen’s d = 3,45]. Keaktifan siswa pun meningkat secara progresif dari 29,0% (kategori rendah) di pertemuan pertama menjadi 79,0% (kategori tinggi) di pertemuan keenam, dengan kenaikan terjadi pada keempat indikator yang diamati. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi Talking Stick dan media visual mampu menggeser pembelajaran IPA dari pola pasif menuju keterlibatan partisipatif. Implikasi praktisnya, strategi ini layak menjadi alternatif instruksional berbiaya rendah bagi guru di sekolah dengan keterbatasan sumber daya.
Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Indonesia melalui Metode Ice Breaking dan Media Poster di Sekolah Dasar Mulyana Mulyana
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9220

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa sekolah dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan persoalan pedagogis yang belum tuntas mendapat penyelesaian sistematis, khususnya di wilayah pedesaan Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan metode ice breaking dan media poster, baik secara parsial maupun simultan, terhadap minat belajar siswa kelas III pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen model Nonequivalent Control Group Design diterapkan pada 23 siswa kelas III UPT SD Negeri 25 Pinrang yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (n=12) dan kelas kontrol (n=11). Instrumen pengumpulan data berupa angket minat belajar dengan 20 butir pernyataan berbasis skala Likert empat tingkat yang dikembangkan dari empat indikator utama: perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan aktif. Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji-t sampel independen dan berpasangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor minat belajar kelas eksperimen meningkat dari 47,67 menjadi 71,58, jauh melampaui peningkatan kelas kontrol dari 46,91 menjadi 52,82. Ketiga hipotesis penelitian terkonfirmasi secara statistik dengan nilai signifikansi 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi metode ice breaking dan media poster secara signifikan mampu mentransformasi suasana belajar dari pasif menuju aktif dan bermakna. Implikasi hasil penelitian ini memberikan model intervensi yang sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan guru untuk memperkuat strategi pembelajaran bahasa di sekolah dasar wilayah terpencil serta mendukung penguatan literasi nasional secara lebih inklusif.
Penggunaan Model Role Playing dalam Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar Hasna Nur Fa’izah; Anita Trisiana; Dite Hastini
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9238

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar memerlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif sehingga memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model Role Playing dalam pembelajaran PPKn, respons siswa terhadap penerapannya, serta dampak dan kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2025/2026 di kelas III SD Negeri Cengklik Surakarta dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Role Playing memperoleh respons positif dari siswa, meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penerapan model ini juga menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu, persiapan skenario pembelajaran, dan perbedaan karakter siswa. Berdasarkan temuan tersebut, penggunaan model Role Playing mendukung terciptanya pembelajaran PPKn yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru sekolah dasar dalam memilih model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa pada pembelajaran PPKn.
Pengembangan Picture Storybook Tradisional Kota Serang “Jajanan Kite” dalam Meningkatkan Literasi Anak Usia Dini Ayu Yulia; Erna Budiarti; Debie Susanti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9242

Abstract

Penggunaan media pembelajaran berbasis buku yang mengintegrasikan kearifan lokal masih terbatas, sehingga belum mampu mendukung pengembangan literasi awal anak usia dini secara optimal. Buku cerita bergambar makanan tradisional Kota Serang dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi awal AUD sekaligus mengenalkan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan mengetahui efektivitas buku cerita bergambar makanan tradisional khas Kota Serang dalam meningkatkan literasi awal AUD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data adalah observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 5–6 tahun dan 3 orang guru. Hasil analisis kebutuhan pengembangan media buku cerita makanan tradisional Kota Serang diperoleh nilai rata-rata literasi awal AUD sebesar 49,86%, menunjukkan bahwa literasi awal AUD masih perlu ditingkatkan. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh kategori sangat layak dari ahli materi (90%) dan ahli media (84%), serta kategori layak dari ahli PAUD (78,18%). Hasil uji coba skala kecil dan skala besar memperoleh persentase masing-masing sebesar 85,50% dan 90,68% dengan kategori sangat baik. Efektivitas penggunaan media berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh p-value 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar makanan tradisional Kota Serang layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan literasi awal AUD.
Pengembangan Media Monopoli Keberagaman Budaya Lokal (Moraya) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SDN 44 Ampenan Andiana Rachmawati; Asrin Asrin; Radiusman Radiusman
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9245

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi yang berkaitan dengan keberagaman budaya. Banyak siswa yang masih menunjukkan pemahaman yang terbatas terhadap materi pembelajaran, sementara penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual masih belum memadai. Oleh sebab itu, pengembangan media pembelajaran MORAYA (Monopoli Keberagaman Budaya Lokal) diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran MORAYA pada mata pelajaran IPA kelas IV serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas IV SDN 44 Ampenan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk data wawancara, analisis deskriptif kuantitatif untuk data angket, serta uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji N-Gain untuk menganalisis hasil tes. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase sebesar 80% dari ahli media dan 80% dari ahli materi dengan kategori valid. Selain itu, hasil angket respon guru memperoleh persentase sebesar 85% dan respon siswa sebesar 86% dengan kategori sangat praktis. Nilai rata-rata pretest siswa sebesar 56,07 meningkat menjadi 84,29 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sedangkan hasil uji N-Gain memperoleh persentase sebesar 65% dengan kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran MORAYA cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 44 Ampenan. Dengan demikian, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran MORAYA dinyatakan layak, sangat praktis, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran materi Indonesia Kaya Budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pengembangan media pembelajaran berbasis permainan yang mengintegrasikan kearifan lokal SASAMBO sebagai alternatif inovatif untuk mendukung pembelajaran IPAS yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Pengembangan E-LKM Berbasis PjBL Terintegrasi Joyfull Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Ni Ketut Anggi Sugiarti; Gamar Abdullah; Rifda Mardian Arif; Isnanto Isnanto; Kudus Kudus
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9271

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-LKM berbasis Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi Joyfull Learning yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan pada pembelajaran IPAS materi Wujud Zat dan Perubahannya. Kebaruan produk terletak pada pemaduan sintaks PjBL dengan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan, seperti video pembelajaran, Joyfull Quiz, kegiatan proyek, dan refleksi murid, sehingga E-LKM tidak hanya berfungsi sebagai lembar kerja digital, tetapi juga sebagai bahan ajar interaktif yang mendorong keterlibatan aktif murid. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, tes, dokumentasi, dan lembar validasi. Validasi produk dilakukan oleh tiga validator, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna. Sementara itu, uji coba terbatas untuk menilai kepraktisan dan keefektifan melibatkan 21 murid kelas IV SD Negeri 2 Tilango. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa E-LKM memperoleh rata-rata persentase sebesar 97,71%, yang dihitung berdasarkan rata-rata persentase penilaian dari masing-masing validator, dan termasuk kategori “sangat layak”. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase respon guru sebesar 97,5% dan respon murid sebesar 97,85%, sehingga termasuk kategori “sangat praktis”. Hasil uji keefektifan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 46,38 menjadi 88,00 pada post-test, dengan selisih 41,62 poin. Skor N-Gain sebesar 0,77 termasuk kategori tinggi, sedangkan N-Gain persen sebesar 77,62% menunjukkan bahwa E-LKM berada pada kategori efektif. Dengan demikian, E-LKM berbasis PjBL terintegrasi Joyfull Learning dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.