cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnalbimaabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27979407     EISSN : 27979423     DOI : https://doi.org/10.53299/bajpm.v1i1
Core Subject : Education,
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat terdaftar dengan e-ISSN: 2797-9423 dan p-ISSN: 2797-9407 menerbitkan artikel dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun metode pengabdian yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan dapat diterapkan dalam mengembangkan dan membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. Bima Abdi menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan dan panduan yang ada dalam template yang sudah disediakan oleh pengelola dalam website ini. Bima Abdi dibawah naungan Publisher Yayassan Pendidikan Bima Berilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 393 Documents
Penerapan Blended Learning dalam Pelatihan Bahasa Inggris bagi Staff Pemandu Wisata Semarang Zoo Allvian Ika Fiki Susanto; Aziza Restu Febrianto; Barans Irawan Palangan; Pratama Irwin Talenta
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4539

Abstract

Permasalahan utama yang diidentifikasi dan melatarbelakangi program Pengabdian kepada Masayarakat ini adalah adanya kurangnya kemampuan Bahasa Inggris di antara staf pemandu (Tour Guide Staff) di semarang zoo. Hal tersebut menghambat pelayanan optimal bagi wisatawan mancanegara, terutama dalam beramah-tamah. mendeskripsikan satwa dan menangani pertanyaan teknis. Sehingga, program pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi komunikasi staf pemandu di Semarang Zoo dalam menggunakan Bahasa Inggris secara profesional. Metode yang diterapkan adalah blended learning, yang mencakup sesi teori daring dan simulasi luring langsung di lapangan yang diikuti oleh 5 peserta. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes untuk mengukur peningkatan keterampilan komunikasi dalam Bahasa Inggris dan angket untuk mengukur kepuasan terhadap program pelatihan ini. Hasil dari pelatihan ini dianalisis secara deskriptif peningkatan rata-rata hasil pre-test dan post-test serta kepuasan peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman kosakata teknis satwa dan etika pelayanan profesional. Evaluasi melalui pre-test dan post-test mencatat kenaikan nilai rata-rata sebesar 10 poin, dari 65-70 menjadi 76,6. Selain itu, 80% peserta memberikan penilaian sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Simpulannya, pelatihan berbasis simulasi lapangan ini sangat efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri staf dan mendukung citra Semarang Zoo sebagai destinasi wisata berstandar internasional.
Dinamika Khidmah dan Pembentukan Karakter Abdi Dalem di Pesantren Al-Khoirot Malang Ahmad Dahlan; Muhammad Hasyim
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika khidmah abdi dalem di Pesantren Al-Khoirot Malang, menganalisis peran praktik khidmah dalam membentuk karakter, serta mengeksplorasi pengaruh otoritas karismatik kiai dan keyakinan terhadap barakah dalam membentuk loyalitas pengabdian. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas abdi dalem bersifat intens dan sering tidak terjadwal, mencakup tugas domestik serta pelayanan yang membentuk kesiapsiagaan fisik dan mental serta kemampuan pengendalian diri. (2) kepatuhan abdi dalem berkembang dari kepatuhan mekanistik menjadi proses internalisasi nilai khidmah melalui kedekatan emosional dengan kiai. (3) khidmah membentuk akhlak, kedisiplinan, ketangguhan, serta nilai tawadhu’ dan loyalitas secara terpadu. (4) keyakinan terhadap barakah membuat khidmah dipahami sebagai ibadah sekaligus proses pembentukan diri. Temuan ini menegaskan bahwa pengabdian abdi dalem merupakan transformasi moral dan spiritual yang dibangun melalui relasi kultural, emosional, dan religius di pesantren. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji praktik khidmah pada berbagai tipe pesantren atau menelusuri keberlanjutan karakter mantan abdi dalem di masyarakat.
Pemberdayaan Petani Kopra melalui Penerapan Sistem Monitoring Kadar Air Berbasis Sensor Digital di Desa Niwelehu Ronaldo Talapessy; Annamaintin Kobong Lebang; Henry Willyam Michel Patty; Juan Aldri Latumakulita; Jihan Khaerunnisa Louk
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4904

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Niwelehu, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam mengendalikan mutu kopra melalui penerapan sistem monitoring kadar air berbasis sensor digital portabel. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna melalui empat tahap, yaitu identifikasi masalah dan pengukuran kondisi awal, perancangan dan penerapan sistem monitoring, pelatihan dan penguatan kapasitas, dan pendampingan serta evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap 20 peserta yang tergabung dengan Kelompok Tani Kopra Desa Niwelehu Kecamatan Taniwel. Evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest sebanyak 29 butir yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kesiapan penggunaan alat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata jawaban benar dari 39,65% pada pretest menjadi 81,04% pada posttest, atau meningkat sebesar 41,39 %. Kegiatan ini juga menghasilkan perangkat monitoring kadar air, kontrol mutu, dan sistem pencatatan hasil pengukuran. Integrasi demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan mendukung peningkatan pemahaman petani mengenai hubungan kadar air dengan mutu kopra serta mendorong pengambilan keputusan berbasis data sebelum produk dipasarkan.
Pelatihan Literasi Maritim Terintegrasi STEAM bagi Siswa SUPM Negeri Waiheru Ambon untuk Peningkatan Pemahaman Potensi Bahari Maluku Merlyn Titahena; Eka Yulianti Bur; Iwan Rumalean; Areni Yulitawati Supriyono; Saharul Hariyono; Roxiel Ixeys Maatoke; Agnes Mainake
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5208

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi maritim dan keterampilan berpikir abad ke-21 siswa melalui pelatihan literasi maritim terintegrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di SUPM Negeri Waiheru Ambon. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 dengan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis proyek yang mengintegrasikan potensi bahari Maluku dalam karya kreatif siswa. Kebaruan program terletak pada model pelatihan kontekstual yang memadukan literasi maritim dan STEAM serta menekankan evaluasi autentik melalui produk karya sebagai luaran pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyampaian materi, integrasi STEAM dalam pembelajaran, praktik penulisan cerita maritim melalui LKPD, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui observasi aktivitas siswa, penilaian kualitas karya menggunakan rubrik, dan angket respons peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap potensi, nilai budaya, dan keberlanjutan bahari Maluku. Sebagian besar peserta mampu menghasilkan cerita maritim yang sistematis dan kreatif serta mencerminkan identitas budaya lokal. Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Direkomendasikan agar program pelatihan literasi maritim terintegrasi STEAM ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah-sekolah maritim lainnya di Maluku guna memperkuat pemahaman potensi bahari, meningkatkan keterampilan abad ke-21, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian sumber daya kelautan berbasis kearifan lokal.
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak melalui Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Pencegahan Bullying dan Pendidikan Seksual di Kota Bekasi Anastasia Arta Uli; Neddyana Pahlawaty; Maisa Hurul Aeni; Feri Dwi Jayanti; Rizki Achmad Husaeni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5209

Abstract

Kasus bullying dan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar di Kota Bekasi menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir, sementara sebagian besar guru belum memperoleh pembekalan memadai untuk berperan sebagai agen perlindungan anak secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar mengenai pencegahan bullying dan pendidikan seksual berbasis nilai perkembangan anak, sebagai upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop bertema “Menciptakan Sekolah Ramah Anak: Anti-Bullying dan Sex Education” yang diikuti oleh 17 guru SDN Bantargebang 3, Kota Bekasi, bekerja sama dengan mitra profesional Leader Lab. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus, dengan efektivitas diukur melalui pretest dan posttest pemahaman peserta (n=16, termasuk 2 data hasil imputasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, dari rata-rata skor pretest 76,25 menjadi 87,50 pada posttest (skala 0–100), dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,55 (kategori sedang) dan peningkatan yang signifikan secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p=0,014). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan pencegahan bullying dan pendidikan seksual efektif meningkatkan kesiapan guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman bagi anak, sehingga perlu direplikasi dan didampingi secara berkelanjutan pada sekolah dasar negeri lainnya, serta ditindaklanjuti dengan penelitian yang menggunakan desain kontrol untuk memperkuat validitas temuan.
Pendampingan Efisiensi Banana Lumer melalui Penerapan Teknologi Perajang Pisang dan Digital Marketing pada UMKM Arumi Yummi Kabupaten Gowa Melsa Jumliana; Rahadian Cahyadi; Alamsjah Alamsjah; Iin Fauziha Irham; Siti Kirani Ramadhani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5215

Abstract

UMKM Arumi Yummi merupakan usaha pangan lokal yang memiliki potensi untuk berkembang, namun masih menghadapi kendala dalam aspek produksi dan pemasaran. Proses pengolahan pisang yang masih dilakukan secara manual menyebabkan kapasitas produksi rendah dan waktu kerja kurang efisien. Di sisi lain, pemanfaatan pemasaran digital masih terbatas sehingga jangkauan pasar belum optimal. Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM melalui penerapan teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kapasitas produksi meningkat dari 2 kg menjadi 4 kg pisang per hari dengan kualitas produk yang lebih seragam dan waktu produksi yang lebih efisien. Selain itu, mitra berhasil mengelola akun Shopee dan TikTok Seller sebagai media promosi dan penjualan sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan digital marketing mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, daya saing, serta mendukung keberlanjutan UMKM berbasis pangan lokal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang penerapan teknologi dan pemasaran digital terhadap peningkatan pendapatan, perluasan pasar, serta keberlanjutan usaha UMKM dengan melibatkan lebih banyak mitra dan variabel penelitian yang lebih beragam.
Inovasi Penerapan Teknologi Smart Spice Dryer untuk Diversifikasi Produk Kopi Rempah pada Kawasan Wisata Dilem Wilis, Kabupaten Trenggalek Teti Setiawati; Titi Mutiara Kiranawati; Cassandra Permata Nusa; Muhammad Ilman Nur Sasongko; Muhammad Idris Effendi; Venny Anggraeni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5253

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Smart Spice Dryer untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pengeringan rempah sekaligus mendukung diversifikasi produk kopi rempah. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 dengan melibatkan kelompok usaha pengolahan kopi rakyat di Kawasan Wisata Dilem Wilis. Metode pelaksanaan meliputi (1) perancangan dan fabrikasi Smart Spice Dryer sesuai kebutuhan mitra, (2) uji fungsi untuk mengevaluasi kestabilan suhu, distribusi panas, kapasitas, dan kinerja alat, (3) uji coba pengeringan terhadap 14 jenis rempah melalui tahapan pembersihan, pencucian, penirisan, penataan bahan pada rak, dan pengeringan menggunakan sirkulasi udara panas pada suhu 55–70°C, (4) pengukuran kadar air akhir menggunakan digital moisture meter serta observasi warna, aroma, dan tekstur rempah, dan (5) pelatihan, penyusunan SOP, serta pendampingan pengoperasian alat, diversifikasi produk, dan pengemasan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa Smart Spice Dryer mampu mengeringkan seluruh 14 jenis rempah dengan kadar air akhir 9,7–10,6% dan mutu fisik serta aroma yang baik. Waktu pengeringan dapat dipersingkat dibandingkan metode penjemuran konvensional, dengan waktu pengeringan 5–7 jam bergantung pada karakteristik rempah. Kegiatan juga menghasilkan sepuluh varian produk kopi rempah celup bermerek REMPI beserta desain kemasan dan media promosi. Penerapan teknologi ini meningkatkan efisiensi proses pengeringan, konsistensi mutu bahan baku, serta mendukung diversifikasi produk kopi rempah yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kawasan Wisata Dilem Wilis.
Penerapan Teknologi Rotary Dryer untuk Meningkatkan Kualitas Biji Kopi “Van Dillem” pada Kelompok Masyarakat Dilem Wilis Trenggalek Widiyanti Widiyanti; Titi Mutiara Kiranawati; Nunung Nurjanah; Tri Wahyu Hardaningrum; Muhammad Idris Effendi; Venny Anggraeni; Irsyad Andhika Ariadi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5254

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Rotary Dryer untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pengeringan biji kopi, sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola proses pascapanen. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 dengan subjek kegiatan berupa anggota Kelompok Masyarakat Dilem Wilis yang terlibat dalam proses pengolahan pascapanen kopi. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, perancangan dan fabrikasi Rotary Dryer, pengujian fungsi dan kinerja alat, pelatihan pengoperasian melalui ceramah, demonstrasi dan praktik langsung, pendampingan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), pengukuran kadar air dan pengendalian mutu, serta serah terima alat kepada mitra. Hasil uji coba menunjukkan Rotary Dryer mampu mengeringkan ±20 kg biji kopi per proses pada rentang suhu 45–60°C selama 5–7 jam dengan kadar air akhir 11–12%, disertai stabilitas putaran, kemudahan pengoperasian, dan keamanan penggunaan yang baik. Penerapan teknologi ini terbukti mempercepat waktu pengeringan, mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, menghasilkan kadar air yang lebih seragam, serta meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mitra dalam pengoperasian dan pemeliharaan mesin. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan usaha pengolahan kopi “Van Dillem” berbasis teknologi tepat guna di Kawasan Wisata Dilem Wilis.
Diversifikasi Produk Olahan Cabai Merah untuk Akselerasi Hilirisasi pada KWT Anggrek Desa Rompegading Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Azisah Azisah; Mohammad Anwar Sadat; Hajar Hajar; Asriyani Asriyani; Arifin Arifin; Abd. Asis Pata
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5261

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi akselerasi hilirisasi melalui diversifikasi produk olahan cabai merah, yaitu kerupuk cabai merah (Camer), guna meningkatkan nilai tambah cabai merah dan pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14–15 Juni 2026 di Desa Rompegading dengan melibatkan 20 anggota KWT Anggrek. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi awal untuk memberikan pemahaman program, dilanjutkan dengan pelatihan olahan produk serta penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi. Peserta juga dibekali keterampilan pengemasan, pelabelan, dan digital marketing guna memperluas jangkauan pasar. Seluruh rangkaian ini didukung oleh pendampingan secara berkala serta evaluasi efektivitas program menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan: pada pelatihan kerupuk cabai merah, pengetahuan meningkat dari 41,25% menjadi 83,25% (Sangat Mengetahui) dan keterampilan dari 38,25% menjadi 85,00% (Sangat Terampil); pada pelatihan kemasan dan pelabelan, pengetahuan naik dari 44,00% menjadi 81,00% (Sangat Mengetahui) dan keterampilan naik dari 39,25% menjadi 82,00% (Sangat Terampil); serta pada pelatihan digital marketing, pengetahuan meningkat dari 44,25% menjadi 81,75% (Sangat Mengetahui) dan keterampilan dari 37,75% menjadi 81,25% (Sangat Terampil). Efektivitas kegiatan berada pada kategori efektif dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi KWT Anggrek dan mendukung keberlanjutan hilirisasi pertanian lokal. Kegiatan selanjutnya direkomendasikan untuk meningkatkan sarana produksi kerupuk cabai merah. Selain itu, diperlukan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan stakeholder terkait untuk mendukung produksi, pemasaran, serta penguatan kelompok agar berdampak ekonomi secara berkelanjutan.
Penerapan Teknologi Cocoa DryTech sebagai Inovasi Pengeringan Presisi Biji Kakao untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Coklat di Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek Nunung Nurjanah; Titi Mutiara Kiranawati; Cassandra Permata Nusa; Muhammad Ilman Nur Sasongko; Muhammad Idris Effendi; Venny Anggraeni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5262

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna Cocoa DryTech, yaitu mesin pengering presisi berbasis sirkulasi udara panas dengan pengendalian suhu, sekaligus mendampingi mitra dalam diversifikasi produk, penyusunan label gizi, dan penentuan umur simpan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan fabrikasi alat, uji fungsi, pelatihan operasional melalui ceramah, demonstrasi dan praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Cocoa DryTech mampu mengeringkan sepuluh kilogram biji kakao fermentasi pada suhu tujuh puluh derajat Celsius dalam waktu sekitar dua puluh jam hingga kadar air akhir enam sampai tujuh persen, jauh lebih cepat dibandingkan penjemuran konvensional, dengan warna, aroma, dan tekstur biji yang seragam. Program juga menghasilkan produk diversifikasi berupa cokelat karakter Legenda Menak Sopal yang dilengkapi informasi nilai gizi dan pendugaan umur simpan menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Testing model Arrhenius. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang dipadukan dengan pendampingan partisipatif mampu meningkatkan efisiensi produksi, mutu produk, serta daya saing UMKM kakao berbasis kearifan lokal. Untuk keberlanjutan program, mitra direkomendasikan menerapkan SOP secara konsisten, melakukan perawatan berkala Cocoa DryTech, mengembangkan variasi bentuk, rasa, dan kemasan produk, serta memperkuat jejaring pemasaran melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi.