cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
STRATEGI BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN DI AGROWISATA DEPATI COFFEE PADA ERA DIGITALISASI Liantifa, Melifia; Lestari, Anggia Ayu
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6208

Abstract

The development of tourist villages, such as Agrowisata Depati Coffee in Sungai Penuh City, is a government strategy to encourage economic growth and the welfare of local communities. Despite its great potential, this agrotourism faces several significant challenges, including low levels of cooperation, ineffective communication, and a lack of understanding of clean production and digital marketing. To address these issues, the service team from STIE Sakti Alam Kerinci implemented a training program that focused on three main areas: improving service quality, optimizing digital marketing, and strengthening business management. This activity was designed to provide practical solutions for local business actors. The results of the program showed a very high level of participant participation and understanding of the material presented. The main conclusion is that this training provides real and positive benefits for the development of Agrowisata Depati Coffee. However, to ensure the sustainability and improvement of all aspects that have been learned, consistent action and active involvement from all relevant stakeholders are needed in the future. ABSTRAKPengembangan desa wisata, seperti Agrowisata Depati Coffe di Kota Sungai Penuh, merupakan strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Meskipun memiliki potensi besar, agrowisata ini menghadapi berbagai tantangan signifikan, termasuk rendahnya tingkat kerja sama, komunikasi yang tidak efektif, serta kurangnya pemahaman mengenai produksi bersih dan pemasaran digital. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pengabdi dari STIE Sakti Alam Kerinci melaksanakan program pelatihan yang berfokus pada tiga area utama: peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi pemasaran digital, dan penguatan manajemen usaha. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi para pelaku usaha setempat. Hasil dari program menunjukkan tingkat partisipasi dan pemahaman peserta yang sangat tinggi terhadap materi yang disampaikan. Simpulan utamanya adalah bahwa pelatihan ini memberikan manfaat nyata dan positif bagi pengembangan Agrowisata Depati Coffe. Namun, untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan seluruh aspek yang telah dipelajari, diperlukan tindakan yang konsisten serta keterlibatan aktif dari semua pemangku kepentingan terkait di masa mendatang.
PENINGKATAN NILAI PRODUKTIVITAS PAKAN BERNUTRISI TINGGI DENGAN TEKNOLOGI FERMENTASI JERAMI PADI MENGGUNAKAN RUMEN TERNAK TERMODIFIKASI UNTUK PENINGKATAN BERAT BADAN KAMBING Susanti, Rina; Shamad, Zulfaini; Sathalica, Cepryana
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6514

Abstract

ABSTRACT Ruminant livestock productivity in Indonesia still faces major challenges, particularly due to limited feed quality during the dry season and insufficient utilisation of agricultural waste. This community service programme aims to improve goat productivity through rice straw fermentation technology using modified goat rumen. The activities were carried out in the "Karya Bakti" farmer group in Lemper Village, Pamekasan, which has great potential for utilising abundant rice straw waste. The program stages include training, production of rumen-based fermentation starter with the addition of turmeric and ginger, rice straw fermentation for 14 days, feeding the fermented feed to goats for 30 days, and evaluating its impact on livestock productivity. Research results indicate that rice straw fermentation can increase protein content from 3.2% to 14.5% and reduce crude fibre from 34.6% to 20.1%. Additionally, pH levels decreased from 6.5 to 3.8, indicating successful fermentation in creating ideal anaerobic conditions. As a result, the average weight of goats increased by 4.1 kg over 30 days of fermented feed administration, accompanied by improved appetite and feed efficiency. This programme provides a practical solution for farmers facing limited feed availability during the dry season while supporting the optimal utilisation of agricultural waste. In conclusion, rice straw fermentation technology has proven effective in improving feed quality and livestock productivity. It is recommended to replicate this programme in other farming communities with similar conditions and conduct further research to enhance fermentation efficiency and reduce production costs. Thus, this programme has the potential to support national meat self-sufficiency and empower local farmers. ABSTRAK Produktivitas ternak ruminansia di Indonesia masih menghadapi kendala besar, terutama karena terbatasnya kualitas pakan selama musim kemarau dan kurangnya pemanfaatan limbah pertanian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kambing melalui teknologi fermentasi jerami padi menggunakan rumen kambing yang dimodifikasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kelompok tani "Karya Bakti", Desa Lemper, Pamekasan, yang memiliki potensi besar dalam memanfaatkan limbah jerami padi yang melimpah. Tahapan program meliputi penyuluhan, pembuatan starter fermentasi berbasis rumen kambing dengan penambahan kunyit dan temulawak, fermentasi jerami selama 14 hari, pemberian pakan fermentasi kepada kambing selama 30 hari, dan evaluasi dampaknya terhadap produktivitas ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi jerami padi mampu meningkatkan kandungan protein dari 3,2% menjadi 14,5% dan mengurangi serat kasar dari 34,6% menjadi 20,1%. Selain itu, pH sedotan menurun dari 6,5 menjadi 3,8, menandakan keberhasilan fermentasi dalam menciptakan kondisi anaerobik yang ideal. Akibatnya, berat rata-rata kambing meningkat sebesar 4,1 kg dalam 30 hari pemberian pakan fermentasi, disertai dengan peningkatan nafsu makan dan efisiensi pakan. Program ini memberikan solusi praktis bagi peternak dalam menghadapi pakan yang terbatas di musim kemarau, sekaligus mendukung penggunaan limbah pertanian secara optimal. Kesimpulannya, teknologi fermentasi jerami padi telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pakan dan produktivitas ternak. Disarankan untuk mereplikasi program ini pada kelompok tani lain dengan kondisi serupa dan melakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan efisiensi fermentasi dan mengurangi biaya produksi. Dengan demikian, program ini berpotensi mendukung swasembada daging nasional dan memberdayakan peternak lokal.
MENJADI ORANG TUA BIJAK DI ERA DIGITAL: PSIKOEDUKASI ORANG TUA SISWA SEKOLAH KRISTEN YUSUF Sahrani, Riana; Mursalim, Tania; Imanuel , Dastin
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6590

Abstract

The challenges of parenting children and adolescents in the digital era are becoming increasingly complex, particularly regarding the use of digital technology, which is not matched by adequate parenting literacy among parents. Parents often struggle to decide between being a “good” or a “right” parent when dealing with their children's digital behavior. This community service program aimed to enhance parents' capacity to establish healthy, adaptive, and empathetic digital parenting practices. Unlike similar programs that focus solely on device control and screen-time limitations, this activity introduced a reflective and comprehensive psychoeducational approach by integrating digital literacy, empathetic communication, emotional regulation, and stress management strategies. The seminar was delivered by lecturers and graduate students from the Faculty of Psychology, Tarumanagara University, through three stages: pre-test, material delivery, case discussion, and post-test. The pre-test results from 27 participants showed an average score of 86, which increased to 94 in the post-test completed by 10 participants, along with a decrease in standard deviation from 13.34 to 10.75. These results indicate that the reflective psychoeducational approach successfully improved participants’ understanding in a more evenly distributed and in-depth manner. In conclusion, a reflective and case-based psychoeducation model can serve as an effective intervention to better prepare parents to face the challenges of raising adolescents wisely and with digital awareness. ABSTRAK Tantangan pengasuhan anak dan remaja di era digital semakin meningkat, khususnya dalam penggunaan teknologi digital yang belum diimbangi dengan literasi pengasuhan yang memadai di kalangan orang tua. Orang tua sering kali kebingungan dalam menentukan sikap antara menjadi “baik” atau “benar” dalam menghadapi dinamika perilaku anak di dunia digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam membangun pola pengasuhan digital yang sehat, adaptif, dan empatik. Berbeda dari kegiatan sejenis yang hanya menekankan pada kontrol perangkat dan pembatasan waktu layar, kegiatan ini menawarkan pendekatan reflektif dan menyeluruh melalui seminar psikoedukatif yang mengintegrasikan aspek literasi digital, komunikasi empatik, regulasi emosi, dan strategi pengelolaan stres. Seminar dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Tarumanagara dalam tiga tahapan: pre-test, penyampaian materi, diskusi kasus, dan post-test. Hasil pre-test dari 27 peserta menunjukkan skor rata-rata 86, yang meningkat menjadi 94 pada post-test dari 10 peserta, dengan penurunan standar deviasi dari 13,34 menjadi 10,75. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan reflektif dalam psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman orang tua secara lebih merata dan mendalam. Kesimpulannya, psikoedukasi berbasis refleksi dan studi kasus nyata dapat menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesiapan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan remaja di era digital secara lebih bijaksana dan sadar teknologi.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE FAST DI DESA UJUNGRUSI KABUPATEN TEGAL Hidayati, Sri; Ratnaningsih, Ani; G, Theodora Rosaria; Hapsari, Woro; Syafii, Imam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6610

Abstract

Stroke ranks as the second leading cause of death globally, a position it has held for the last decade since 2023, with 12% of cases proving fatal. Delayed treatment due to a failure to recognize stroke symptoms can worsen the condition, increase the risk of recurrent strokes, and lead to death. One way to improve public understanding is through health education. This community service project aimed to enhance the ability of individuals at high risk of stroke to recognize early symptoms using the FAST method. The approach involved providing animated video-based education and early detection training using the FAST method to the community in Ujungrusi village. The training started with a lecture and a screening of an animated video on early stroke detection using the FAST method, followed by a discussion and a practical session on performing acute stroke detection with the FAST method. The target group for the training consisted of 50 high-risk individuals. Post-training evaluations showed a significant increase in participants' knowledge and attitude scores. This demonstrates that the training was effective in improving the community's understanding and attitudes toward acute stroke detection using the FAST method. This increased awareness is crucial for minimizing the impact of stroke on at-risk groups. ABSTRAK Stroke menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian global selama satu dekade terakhir, terhitung sejak tahun 2023, dengan 12% kasus berakibat fatal. Menunda penanganan akibat terlambat mengenali gejala stroke dapat memperburuk kondisi, meningkatkan risiko stroke berulang, dan menyebabkan kematian. Salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat adalah melalui edukasi kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu berisiko tinggi stroke dalam mengenali gejala awal dengan metode FAST. Pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan melalui video animasi dan pelatihan deteksi dini stroke menggunakan metode FAST di desa Ujungrusi. Pelatihan ini diawali dengan ceramah dan pemutaran video animasi, diikuti dengan sesi diskusi dan praktik deteksi dini. Target pelatihan adalah 50 orang yang berisiko tinggi stroke. Hasil evaluasi pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai pengetahuan dan sikap peserta. Ini membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat mengenai deteksi dini stroke akut melalui metode FAST. Peningkatan kesadaran ini sangat krusial untuk meminimalkan dampak stroke pada kelompok yang berisiko.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM UPAYA OPTIMALISASI PERKEMBANGAN OTAK BALITA MELALUI PELATIHAN BRAIN GYM Sugiarti, Sugiarti; Puspitarini, Zenni; Fikri, Ahmad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6784

Abstract

Posyandu plays a strategic role as the frontline of primary health care in Indonesia, particularly in providing promotive and preventive services throughout the life cycle, including during the toddler years, which are a critical period for child growth and development. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in implementing Brain gym stimulation as an early intervention to support the motor and cognitive development of toddlers. The methods used include socialization and training in Brain gym through interactive counseling, screening of tutorial videos, and hands-on practice by 30 cadres from 27 Posyandus in the working area of the Labuhan Ratu Raya Health Center, conducted over two days. Evaluation results showed a significant increase in cadres' knowledge and skill scores, with an average pretest score of 60 and an increase to 72 on the posttest. These findings indicate that Brain gym training is effective in enhancing cadres' capacity to provide developmental stimulation for infants at the primary care level. This intervention is expected to strengthen the role of posyandu in supporting optimal child development and supporting community-based health service transformation. ABSTRAK Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di Indonesia, khususnya dalam memberikan layanan promotif dan preventif sepanjang siklus kehidupan, termasuk pada masa balita yang merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam menerapkan stimulasi brain gym sebagai salah satu bentuk intervensi dini yang mendukung perkembangan motorik dan kognitif balita. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan brain gym melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video tutorial, serta praktik langsung oleh 30 kader dari 27 posyandu di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu Raya, yang dilaksanakan selama dua hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan keterampilan kader, dengan rerata skor pretest sebesar 60 dan meningkat menjadi 72 pada posttest. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan brain gym efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan stimulasi perkembangan bagi balita di tingkat layanan primer. Intervensi ini diharapkan dapat memperkuat peran posyandu dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak serta mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.
BUDAYA MALU SEBAGAI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BAGI PELAJAR DI KABUPATEN KEEROM Kaplele, Farida; Reumi, Frans; Tanggahma, Biloka; Pelupessy, Eddy; Rahadian, Dian; Awi, Sara Ida Magdalena
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6795

Abstract

The Science and Technology Application Program in the form of legal counseling on "The Culture of Shame as Anti-Corruption Education for Students in Keerom Regency" was conducted with the objectives of (1) identifying and understanding the correlation between the culture of shame and the prevention of corrupt behavior, and (2) identifying and understanding efforts to prevent corrupt behavior through the culture of shame among students in Keerom Regency. The activity was conducted through a lecture approach with material presentation techniques accompanied by case examples from the community, utilizing two-way communication techniques. Through this communication technique, the level of interest and understanding of the counseling material presented to the counseling participants could be directly measured through feedback in the form of a question-and-answer discussion during the activity. The legal counseling activity for students in Keerom Regency was conducted at the State Islamic Senior High School (Madrasah Aliyah Negeri) in Keerom Regency. This activity is very beneficial in developing students who are physically and mentally prepared to face challenges as the nation's next generation of quality. Similar activities need to be carried out continuously in other schools and also in the general community to foster the ability to think and act ethically in everyday interactions, fostering the habit of implementing anti-corruption behaviors within the family, play environment, and school. ABSTRAK Program Penerapan Iptek dalam bentuk Penyuluhan hukum tentang “Budaya Malu Sebagai Pendidikan Anti Korupsi Bagi Pelajar Di Kabupaten Keerom” dilakukan dengan tujuan (1) untuk mengetahui dan memahami korelasi antara budaya malu dan pencegahan perilaku koruptif, dan (2) untuk mengetahui serta memahami upaya pencegahan perilaku koruptif melalui budaya malu pada kalangan pelajar di Kabupaten Keerom. Kegiatan dilakukan melalui metode pendekatan yang berbentuk ceramah dengan teknik presentasi materi disertai contoh kasus yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan teknik komunikasi dua arah (Two-Ways-Communication). Melalui teknik komunikasi tersebut maka materi penyuluhan yang disampaikan kepada para peserta penyuluhan dapat langsung diukur tingkat ketertarikan dan pemahaman peserta melalui umpan balik (feedback) berupa diskusi tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Kegiatan penyuluhan hukum bagi pelajar di Kabupaten Keerom dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Keerom. Kegiatan ini sangat bermanfaat guna membentuk pelajar yang siap secara fisik dan mental dalam menghadapi tantangan sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas. Perlu dilakukan kegiatan sejenis secara continue (berkesinambungan) di sekolah-sekolah lainnya dan juga perlu dilakukan pada masyarakat umum lainnya sehingga dapat terbentuk kemampuan berpikir dan bertindak yang etis dalam pergaulan sehari-hari guna terciptanya kebiasaan menerapkan perilaku anti korupsi baik dilingkungan keluarga, lingkungan bermain maupun di lingkungan sekolah.
OPTIMALISASI LAYANAN LES BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM KKN UNP DI NAGARI LUBUK BESAR Yefterson, Ridho Bayu; Putri, Trya Hazia; Nofitri, Villanda; Umaira, Nabila; Hanum, Wahdania; Putra, Aria Fajar
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6862

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology has opened up new opportunities in the world of education, including in additional learning activities such as tutoring. In Nagari Lubuk Besar, Asam Jujuhan District, there are still limitations in access to quality additional education. This study aims to examine the optimization of supplementary learning through the implementation of digital-based tutoring as a solution to improve educational quality. The digital tutoring program tested in this study focuses on three core subjects: Indonesian Language, English Language, English, and Mathematics, which are essential foundational competencies for elementary school students. The method used is a qualitative descriptive approach with observations and literature reviews to explore the potential and challenges of digitalizing tutoring. The research findings indicate that the use of digital media such as interactive learning videos can enhance students' learning motivation and provide flexibility in terms of time and location for learning. Despite obstacles such as limited devices and internet networks, active participation from parents and support from the village government are key to the success of this program's implementation. In conclusion, digital-based tutoring has great potential to improve the quality of supplementary learning in Lubuk Besar Village, but a sustainable strategy is needed to address infrastructure and digital literacy challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk pada kegiatan pembelajaran tambahan seperti les. Di Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan, masih terdapat keterbatasan dalam akses pendidikan tambahan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pembelajaran tambahan melalui penerapan les berbasis digital sebagai solusi peningkatan mutu pendidikan. Program les digital yang diuji dalam penelitian ini difokuskan pada tiga mata pelajaran inti, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, yang merupakan kompetensi dasar penting bagi siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi dan studi literatur untuk menggali potensi dan tantangan digitalisasi les. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti video pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta memberikan fleksibilitas dalam waktu dan tempat belajar. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan perangkat dan jaringan internet, partisipasi aktif orang tua dan dukungan dari pemerintah nagari menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini. Kesimpulannya, les berbasis digital berpotensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tambahan di Nagari Lubuk Besar, namun perlu strategi berkelanjutan untuk mengatasi tantangan infrastruktur dan literasi digital.
EKONOMI KREATIF BERLANDASKAN NILAI KRISTIANI: MENGELOLA TALENTA UNTUK KEMANDIRIAN DAN PELAYANAN JEMAAT Matruty, Dinatonia Jovery
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6878

Abstract

The creative economy is a strategic sector that relies on ideas, knowledge, and human creativity to generate added value and enhance competitiveness. In the context of the church, developing a creative economy grounded in Christian values offers an innovative approach to empowering congregations, particularly young generations, to achieve economic independence while strengthening their service. This community engagement program was conducted at GPM Wayame Congregation, involving 50 catechism students aged ?16 years. The program adopted a participatory approach through interactive lectures, group discussions, case studies, and Q&A sessions, covering topics such as the concept of the creative economy, classification of business types, strategies for utilizing local potential, and the integration of faith-based values including honesty, hard work, and service to others. Evaluation was carried out through pre-tests, post-tests, and observations of active participation. The results of the activity showed an increase in participants understanding from 62% to 89%, as well as their ability to identify five main categories of local potential: processed bananas, processed sago, smoked fish, fish floss, fish nuggets, fish scale handicrafts, and bamboo musical instruments. Business ideas generated included packaging innovation, digital marketing, and church bazaars. These findings confirm that the combination of contextual learning and Christian values can effectively enhance creativity, entrepreneurial ethics, and participant motivation. Moving forward, program sustainability can be strengthened through technical training, business mentoring, and the utilization of digital marketing strategies, with potential for replication in other congregations by adapting to their respective local contexts. ABSTRAKEkonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang mengandalkan ide, pengetahuan, dan kreativitas manusia untuk menciptakan nilai tambah serta mendorong daya saing. Dalam konteks gereja, pengembangan ekonomi kreatif berlandaskan nilai Kristiani menjadi pendekatan inovatif untuk memberdayakan jemaat, khususnya generasi muda, agar mandiri secara ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Jemaat GPM Wayame dengan melibatkan 50 siswa katekisasi berusia ?16 tahun. Program dirancang menggunakan metode partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan tanya jawab, dengan materi mencakup konsep ekonomi kreatif, klasifikasi jenis usaha, strategi pemanfaatan potensi lokal, serta integrasi nilai-nilai iman seperti kejujuran, kerja keras, dan pelayanan kepada sesama. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan observasi partisipasi aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 62% menjadi 89%, serta kemampuan mengidentifikasi lima kategori potensi lokal utama: olahan pisang, olahan sagu, ikan asap, abon ikan, nugget ikan, kerajinan sisik ikan, dan alat musik bambu. Ide usaha yang dihasilkan mencakup inovasi kemasan, pemasaran digital, dan bazar jemaat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kombinasi pembelajaran kontekstual dengan nilai-nilai Kristiani mampu meningkatkan kreativitas, etika wirausaha, dan motivasi peserta. Ke depan, keberlanjutan program dapat diperkuat melalui pelatihan teknis, pendampingan bisnis, dan pemanfaatan strategi pemasaran digital, serta berpotensi direplikasi di jemaat lain dengan adaptasi konteks lokal masing-masing.
PEMANFAATAN LIMBAH FESES KAMBING DAN DOMBA MENJADI BIOBRIKET RAMAH LINGKUNGAN DI DUSUN 3 DESA SEI GLUGUR, KEC. PANCUR BATU, KAB. DELI SERDANG Yunilas, Yunilas; Adanan Purba, Mhd; Elimasni, Elimasni; Amran, Muhamad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.6879

Abstract

Goat and sheep fecal waste from livestock activities is often underutilized and contributes to environmental pollution. This program adopted a participatory approach based on Participatory Rural Appraisal (PRA), which distinguishes it from previous top-down initiatives. It aimed to apply appropriate technology to process feces into eco-friendly and economically viable biobriquettes. The activity was conducted with the KaPeDo Livestock Group in Dusun 3, Sei Glugur Village, Pancur Batu Subdistrict, through five stages: socialization, training, mentoring, monitoring, and evaluation. A total of 16 farmers actively participated. Training results showed that all participants understood the benefits of biobriquettes and were able to produce them independently. The initial trial yielded 120 briquettes with an average burning time of 25–30 minutes. Pre- and post-training evaluations showed significant improvement in environmental awareness and technical skills. This initiative has long-term implications for sustainable technology adoption, rural empowerment, and the development of renewable energy-based microenterprises. ABSTRAK Limbah feses kambing dan domba dari aktivitas peternakan sering kali tidak dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan. Program ini mengusung pendekatan partisipatif berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA), yang membedakannya dari studi sebelumnya yang bersifat top-down. Tujuannya adalah menerapkan teknologi tepat guna untuk mengolah feses menjadi biobriket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Ternak KaPeDo di Dusun 3, Desa Sei Glugur, Kecamatan Pancur Batu, melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Sebanyak 16 peternak berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan. Pelatihan menunjukkan seluruh peserta memahami manfaat briket dan mampu memproduksinya secara mandiri. Uji coba awal menghasilkan 120 briket dengan rata-rata waktu nyala 25–30 menit. Evaluasi pra dan pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran lingkungan dan keterampilan teknis. Kegiatan ini berimplikasi jangka panjang terhadap adopsi teknologi tepat guna di tingkat desa, pemberdayaan peternak, dan pembukaan peluang usaha energi terbarukan secara berkelanjutan.
KESEJAHTERAAN EMOSIONAL GURU PAUD: PENERAPAN TERAPI WARNA SUJOK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN Utomo, Agus Setyo; Hidayah, Nurul
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.6894

Abstract

The Emotional well-being plays a crucial role in enhancing teaching quality, particularly in Early Childhood Education (ECE), yet it is often overlooked. Sujok color therapy, which utilizes color psychology to balance emotions, emerges as an innovative approach to supporting teachers' emotional well-being. This study aims to analyze the implementation of Sujok color therapy among ECE teachers at TK Dharma Wanita Sumberporong Lawang as an effort to improve their emotional well-being. The method employed combines a mixed-method approach, incorporating both quantitative and qualitative techniques, with stages including hands-on education, counseling, and evaluation. The results indicate that the Sujok color therapy training effectively increased the teachers' knowledge and skills, with 50% of participants, initially categorized as having "Poor" knowledge, progressing to the "Good" category after the training. The application of color therapy also showed positive changes, with 58.3% of participants successfully applying the therapy in their daily lives. These findings suggest that this approach not only enhances the teachers' emotional well-being but also enriches their teaching strategies. This research is expected to contribute to the development of higher-quality ECE and the ongoing well-being of teachers. ABSTRAKKesejahteraan emosional guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran, khususnya di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), namun sering kali terabaikan. Terapi warna Sujok, yang memanfaatkan psikologi warna untuk menyeimbangkan emosi, menjadi salah satu pendekatan inovatif untuk mendukung kesejahteraan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi warna Sujok pada guru PAUD di TK Dharma Wanita Sumberporong Lawang sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan emosional mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan mix-method, menggabungkan kuantitatif dan kualitatif, dengan tahapan edukasi berbasis praktik langsung, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan terapi warna Sujok efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, dengan 50% peserta yang semula berada dalam kategori pengetahuan "Kurang" berhasil mencapai kategori "Baik" setelah edukasi. Penerapan terapi warna juga menunjukkan perubahan positif, di mana 58,3% peserta mampu mengaplikasikan terapi ini dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan emosional guru, tetapi juga dapat memperkaya strategi pengajaran mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan PAUD yang lebih berkualitas dan mendukung kesejahteraan guru secara berkelanjutan.