cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MELALUI PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Deselia Khairunnisa, Asni; Marlina, Marlina; Fathony, Hafiz; Shafwan, Rofi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6375

Abstract

This Community Service (PKM) program aimed to enhance teachers’ competence in scientific writing through the Classroom Action Research (CAR) approach. The mentoring was conducted at MIS Darul Ma’rifah, Tanah Bumbu Regency, involving 24 teachers through lectures, discussions, Q&A sessions, and direct guidance. As a result, 80% of participants were able to independently and correctly structure CAR reports, two teachers’ manuscripts were selected as exemplary models, and the average score increased from 68.5 (pre-test) to 85.2 (post-test). Feedback indicated that the program supported teachers in formulating research problems relevant to their teaching practice and fostered a research culture in elementary schools. The unique contribution of this program compared to previous studies lies in its development of a CAR-based teacher mentoring model that integrates theoretical training, hands-on classroom practice, and continuous evaluation through online forums. This model not only improved scientific writing skills but also cultivated reflective and collaborative mindsets, making it replicable in other schools. CAR-based mentoring proved effective in strengthening teacher professionalism and improving teaching quality.   ABSTRAK Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan karya ilmiah melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendampingan dilaksanakan di MIS Darul Ma’rifah, Kabupaten Tanah Bumbu, melibatkan 24 guru dengan metode penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan bimbingan langsung. Hasilnya, 80% peserta mampu menyusun sistematika PTK secara mandiri dan benar, dua draft karya ilmiah guru terpilih sebagai contoh, serta terjadi peningkatan skor rata-rata dari 68,5 pada pre-test menjadi 85,2 pada post-test. Umpan balik menunjukkan kegiatan ini membantu guru merumuskan masalah penelitian relevan dari praktik mengajar dan mendorong budaya meneliti di sekolah dasar. Kontribusi unik kegiatan ini dibanding studi terdahulu adalah pengembangan model pendampingan guru berbasis PTK yang menggabungkan pelatihan teori, praktik langsung di kelas, dan evaluasi berkelanjutan melalui forum daring. Model ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis ilmiah, tetapi juga membentuk pola pikir reflektif dan kolaboratif yang dapat direplikasi di sekolah lain. Pendampingan berbasis PTK terbukti efektif memperkuat profesionalisme guru dan meningkatkan mutu pembelajaran.
PENINGKATAN KESADARAN HUKUM BAGI SISWA TERHADAP BAHAYA LATEN KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Rahadian, Dian; Sawen, Kristina; Rohrohmana, Basir; Kaplele, Farida; Awi, Sara Ida Magdalena
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6685

Abstract

The low level of legal awareness among students regarding the latent dangers of corruption remains a hot topic. The objective of this Community Service program is to enhance the legal knowledge and awareness of students at Jayapura State High School 4 regarding the definition of corruption, its types or forms, causes and impacts, as well as the legal provisions governing corruption-related criminal offenses and their penalties. Additionally, this activity aims to instill anti-corruption education as part of secondary school education. The methods used include interactive legal counseling, case simulations, group discussions, role-playing, and evaluations of 73 students. After the implementation of the community service program, there was a significant increase in understanding and attitudes toward anti-corruption, with students scoring very high increasing from 5.5% to 67.1%. This success was due to the active role of teachers, principals, and the faculty-student team in creating a collaborative learning environment and setting an example in applying anti-corruption values during the community service program. This program is not only about disseminating knowledge but also about building students' character so that they are willing and able to combat and report all forms of corruption, as well as internalize the nine core anti-corruption values such as honesty, responsibility, discipline, independence, hard work, simplicity, courage, compassion, and justice. The proposed solutions focus on improving communication and developing new approaches to student engagement, ensuring the sustainability of this program. ABSTRAK Rendahnya kesadaran hukum siswa tentang bahaya laten korupsi masih menjadi isu yang hangat. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum siswa SMA Negeri 4 Jayapura tentang pengertian korupsi, jenis atau bentuk, penyebab dan dampak korupsi, serta ketentuan hukum yang mengatur tindak pidana korupsi dan ancaman pidananya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari pendidikan sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum interaktif, simulasi kasus, diskusi kelompok, bermain peran (roleplay), serta evaluasi terhadap 73 siswa. Setelah pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan sikap antikorupsi, dengan siswa yang berada pada nilai sangat tinggi meningkat dari 5,5% menjadi 67,1%. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif guru, kepala sekolah, serta tim dosen-mahasiswa dalam menciptakan iklim belajar bersama dan memberikan contoh dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi pada pelaksanaan pengabdian. Program ini tidak hanya untuk menyebarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter siswa agar mau dan mampu melawan dan melaporkan segala bentuk korupsi, serta menghayati sembilan nilai inti antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemandirian, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, kepedulian, dan keadilan. Solusi yang diusulkan berfokus pada peningkatan komunikasi, pengembangan pendekatan baru dalam keterlibatan siswa sekolah, yang memungkinkan keberlanjutan program ini.
MENGANGKAT ISU LOKAL DARI MASYARAKAT SUKU BATIN KECAMATAN TABIR MELALUI PERTUNJUKAN SENI TARI DI MI DARUSSALAM JELUTUNG KOTA JAMBI Ulfa, Rhesti Laila; Matvayodha, Gupo; Nurhasanah, Andi; Sholehah, Alya Jum’atul; Harmen, Chelsia; Mardhatillah, Dina; Ardianti, Gus; Parastika, Yulia Diah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6691

Abstract

This research is motivated by the decline in appreciation for local culture and the marginalization of indigenous issues, such as the Batin Tribe in Tabir District, due to modernization. The focus of this research is to analyze the use of dance performances as an innovative educational medium to raise local issues of the Batin Tribe and instill cultural awareness in students at MI Darussalam Jelutung, Jambi City. As a crucial step, this research uses a descriptive qualitative method with a mentoring approach, which includes stages of material preparation, intensive practice, and development of performance creativity. The main findings indicate that dance art that raises the theme of traditional life is successful as an effective means to communicate the values of local wisdom symbolically and emotionally. This activity has a significant impact on improving students' contextual understanding of their culture, fostering empathy, and strengthening self-confidence and teamwork. In conclusion, dance performances have proven to be a powerful pedagogical strategy for cultural preservation. By integrating local issues into artistic expression, schools create meaningful, relevant, and transformative learning experiences for the younger generation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh lunturnya apresiasi terhadap budaya lokal dan terpinggirkannya isu-isu masyarakat adat, seperti Suku Batin di Kecamatan Tabir, akibat arus modernisasi. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan pertunjukan seni tari sebagai media edukasi inovatif untuk mengangkat isu lokal Suku Batin dan menanamkan kesadaran budaya pada siswa di MI Darussalam Jelutung, Kota Jambi. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pendampingan, yang meliputi tahapan persiapan materi, latihan intensif, dan pengembangan kreativitas pertunjukan. Temuan utama menunjukkan bahwa seni tari yang mengangkat tema kehidupan tradisional berhasil menjadi sarana yang efektif untuk mengkomunikasikan nilai-nilai kearifan lokal secara simbolis dan emosional. Kegiatan ini berdampak signifikan pada peningkatan pemahaman kontekstual siswa terhadap budaya mereka, menumbuhkan rasa empati, serta memperkuat rasa percaya diri dan kerja sama tim. Kesimpulannya, pertunjukan seni tari terbukti menjadi strategi pedagogis yang kuat untuk pelestarian budaya. Dengan mengintegrasikan isu lokal ke dalam ekspresi seni, sekolah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan transformatif bagi generasi muda.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK MEWUJUDKAN KAMPUNG SIAGA BENCANA (KSB) DI DESA BANGBAYANG KAMPUNG CIPADANG AYAM PELUNG Situmorang, Marningot Tua Natalis; Noviana, Linda
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6692

Abstract

Indonesia is an archipelagic country located at the confluence of three tectonic plates, which means that the possibility of occurrence of disasters is extremely high. Especially after the issue of the potential earthquake and tidal flood 'Megatrust' that could hit this country at any time. Bangbayang Village is one of the tectonic areas located in Cianjur Regency, with the potential for earthquakes, tidal floods and tornadoes. With the Disaster Preparedness Village (KSB) it is hoped that it can help and increase public awareness of the importance of disaster preparedness, and the community can be independent and adapt in facing potential threats of disasters that will occur. In an effort to realize the Disaster Preparedness Village, community participation is a very important indicator. Because the main principle of implementing the Disaster Alert Village is to prioritize community independence in disaster management and to know what actions to take during pre-disaster, during disaster and post-disaster. The method used in this research is descriptive qualitative by conducting a pre test, lecture, and post test. The results of this community service are other steps taken in disaster management to create a disaster preparedness village. ABSTRAKIndonesia adalah negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng eurasia, lempeng pasifik dan lempeng indo-australia sehingga tingkat kemungkinan terjadinya bencana sangat tinggi. Beredarnya isu mengenai potensi gempa bumi “Megatrust” yang bisa terjadi kapan pun di negeri ini salah satu akibat dari hal tersebut. Desa Bangbayang sebuah desa yang tertetak di wilayah pegunungan di Kabupaten Cianjur, yang memiliki potensi kebencanaan berupa gempa bumi dan banjir rob. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta mendorong masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dan mampu beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi terjadi. Dalam upaya mewujudkan Kampung Siaga Bencana partisipasi masyarakat menjadi indikator yang sangat penting. Hal ini karena prinsip utama dalam pelaksanaan Kampung Siaga Bencana adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan pada fase pra bencana, saat bencana terjadi dan pasca bencana. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan test awal, ceramah dan post test serta dalam ceramah ada diskusi (tanya jawab) terkait tema pengabdian kepada masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah informasi dan pengetahuan tentang partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana untuk mewujudkan Kampung Siaga Bencana.
PENDAMPINGAN INVENTARISASI DAN PENGHAPUSAN SARPRAS UNTUK TERTIB ADMINISTRASI SMP YPK HEDAM DAN SD YPK SION PADANG BULAN JAYAPURA Aryesam, Agnes; Sampe, Novihta; Toam, Agnes; Maseyra, Mutiara; Tanggronefa, Delvi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6716

Abstract

ABSTRACT The inventory and disposal of school facilities and infrastructure (sarpras) constitute a critical component of effective and accountable school asset management. However, field observations reveal that many schools—including SMP YPK Hedam and SD YPK Sion Padang Bulan in Jayapura City—have yet to implement these processes in a systematic and compliant manner. Key challenges include the absence of valid inventory data, non-compliance with proper disposal procedures, and limited administrative competence among school personnel. This community service initiative aims to provide both technical and educational support to schools through structured training, simulations, and hands-on practice. The implementation methods include preliminary observations, the development of training materials, demonstrations of inventory and disposal procedures, and participatory evaluations. A participatory approach was employed, involving principals, teachers, and administrative staff in each stage of the program. The results indicate a significant improvement in participants' understanding and skills related to asset recording, the preparation of official disposal reports, and the classification of asset conditions. Furthermore, the activity fostered a collective awareness of the importance of administrative order in managing school infrastructure and resources. In conclusion, the practice-based assistance effectively strengthened schools' managerial capacities, enhanced asset accountability, and laid the groundwork for a more professional and transparent educational administrative system. ABSTRAK Inventarisasi dan penghapusan sarana-prasarana (sarpras) merupakan bagian penting dari pengelolaan aset sekolah yang efektif dan akuntabel. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa banyak sekolah, termasuk SMP YPK Hedam dan SD YPK Sion Padang Bulan di Kota Jayapura, belum melaksanakan kedua proses tersebut secara tertib. Permasalahan yang dihadapi mencakup ketiadaan data inventaris yang valid, prosedur penghapusan yang tidak sesuai aturan, serta rendahnya pemahaman administrasi oleh tenaga kependidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis dan edukatif kepada pihak sekolah melalui pelatihan, simulasi, dan praktik langsung. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, penyusunan materi pelatihan, demonstrasi prosedur inventarisasi dan penghapusan, serta evaluasi partisipatif. Pendekatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf administrasi dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta mengenai pencatatan aset, penyusunan dokumen berita acara penghapusan, serta klasifikasi kondisi barang. Selain itu, terbentuk kesadaran kolektif akan pentingnya tertib administrasi dalam pengelolaan sarpras. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik mampu memperkuat kapasitas manajerial sekolah, meningkatkan akuntabilitas aset, dan menjadi langkah awal menuju sistem administrasi pendidikan yang profesional dan transparan.
PENINGKATAN LITERASI GURU SMA NEGERI PLUS SUKOWONO DENGAN PELATIHAN PENULISAN BUKU BER-ISBN Murtikusuma, Randi Pratama; Afifah, Ngizatul; Mutammam, Muhamad Badrul; Salim, Abdurrahman
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.6995

Abstract

The book writing training with an International Standard Book Number (ISBN) for teachers at SMA Negeri Plus Sukowono was carried out as an effort to improve literacy and writing productivity among educators. Teachers’ enthusiasm for writing was quite high, but most still faced difficulties in preparing systematic manuscripts and understanding the procedures for publishing ISBN books. This community service activity was implemented using a participatory approach through three main stages, namely needs identification, material delivery, and writing assistance. The training materials covered finding book ideas, understanding structures and types of books, and avoiding plagiarism in writing. The activity was conducted in the form of interactive lectures, hands-on drafting practice, and question-and-answer sessions. The final results showed a significant increase in participants’ understanding of the training materials. Some participants successfully compiled outlines and began writing their own book manuscripts. This activity served as an initial step in establishing a school literacy culture centered on teachers’ work, while also opening up opportunities for higher-quality publications in the future. ABSTRAK Kegiatan pelatihan penulisan buku dengan International Standard Book Number (ISBN) bagi guru SMA Negeri Plus Sukowono dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan produktivitas karya tulis di kalangan pendidik. Antusiasme guru dalam menulis cukup tinggi, tetapi sebagian besar masih menghadapi kendala dalam menyusun naskah yang sistematis dan memahami prosedur penerbitan buku ber-ISBN. Pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, dan pendampingan penulisan. Materi pelatihan mencakup menemukan ide penulisan buku, sistematika dan jenis-jenis buku, serta menghindari plagiarisme dalam penulisan buku. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk ceramah interaktif, praktik langsung penyusunan draf buku, serta sesi tanya jawab. Hasil akhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. Sebagian peserta berhasil menyusun kerangka dan mulai menulis naskah buku masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi sekolah berbasis karya guru, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya publikasi yang lebih berkualitas di masa mendatang.
PEMETAAN KEBUTUHAN DAN POTENSI DESA MEDALSARI DENGAN ANALISIS SWOT SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT Mursita, Rohmah Ageng; Asshidiqy, Ahmad Rifqy; Yuniarti, Puji; Nurmalinda, Rossa; Annur, Siti Ayu Jahrotun Nisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7094

Abstract

ABSTRACT Medalsari Village, Pangkalan District, Karawang Regency, has great potential in social, economic, and cultural aspects that can be developed through community service based on real needs. The mapping identifies two main needs: child development education and strengthening creative economy through MSMEs. This program aims to enhance the capacity of village women in child care and household economic management, while also strengthening village self-reliance. The implementation method uses a participatory approach through stages of observation, interviews, Focus Group Discussions (FGD), training, mentoring and pre-test and post-test evaluation. Activities include parenting education (positive parenting, balanced nutrition, child development stimulation), MSME training (production based on local potential, business management, business legality through NIB, branding and packaging), and product exhibitions. A SWOT analysis was used to map strengths, weaknesses, opportunities, and threats, as well as to formulate sustainability strategies. The results show a significant increase in mothers' knowledge regarding child development, creative economic skills, and awareness of business legality. Village MSME products were successfully developed with more attractive branding and packaging, and promoted through local exhibitions. In addition, a need for higher education literacy was identified, particularly information on admission pathways and scholarships, to motivate mothers to encourage their children to pursue university studies. Overall, this community service program contributed to enhancing mothers’ capacity in child-rearing, creative economic empowerment, and awareness of higher education. The synergy of these three focuses is expected to create a holistic and sustainable community empowerment ecosystem in Medalsari Village, oriented toward improving quality of life and village self-reliance. ABSTRAK Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, memiliki potensi besar dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat dikembangkan melalui pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan riil. Pemetaan mengidentifikasi dua kebutuhan utama: edukasi tumbuh kembang anak dan penguatan ekonomi kreatif berbasis UMKM. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu-ibu desa dalam pengasuhan anak dan pengelolaan ekonomi rumah tangga, sekaligus memperkuat kemandirian desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan meliputi edukasi parenting (pola asuh positif, gizi seimbang, stimulasi perkembangan anak), pelatihan UMKM (produksi berbasis potensi lokal, manajemen usaha, legalitas usaha melalui NIB, serta branding dan pengemasan), hingga pameran produk. Analisis SWOT digunakan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sekaligus merumuskan strategi keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu-ibu mengenai tumbuh kembang anak, keterampilan ekonomi kreatif, serta kesadaran pentingnya legalitas usaha. Produk UMKM desa berhasil dikembangkan dengan merek dan kemasan lebih menarik serta dipromosikan melalui pameran lokal. Selain itu, teridentifikasi kebutuhan literasi pendidikan tinggi, terutama informasi jalur masuk dan beasiswa, untuk memotivasi ibu-ibu mendorong anak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas ibu-ibu dalam pengasuhan anak, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta kesadaran pendidikan tinggi. Sinergi ketiga fokus tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem pemberdayaan masyarakat Desa Medalsari yang holistik, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup serta kemandirian desa.
MENINGKATKAN KAPASITAS LITERASI DIGITAL BAGI GENERASI MUDA DI KEC. PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR Rijal, Muh; Dewi, Desi Ratna; Salma, Dini Kamilia; Hastharita, Rafiqa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7244

Abstract

The rapid development of digital technology demands that young people possess adequate digital literacy skills to participate productively, ethically, and safely in the digital environment. However, several studies indicate that many youths still have limited understanding of how to use technology wisely, particularly in the areas of data privacy and online ethics. This community service program aimed to enhance the digital literacy capacity of young people in Panakkukang District, Makassar City, through educational and participatory approaches. The implementation method consisted of lectures, interactive discussions, and case-based simulations focusing on two main topics: basic digital literacy and online ethics. Evaluation was conducted through pre-test and post-test instruments that measured eight indicators of digital literacy using true–false statements. The results showed an improvement in six of the eight indicators, with the most significant increase observed in the “types of digital literacy” indicator (nine-point increase), while two indicators “digital security” and “personal data management” remained unchanged. Furthermore, more than 80% of participants actively engaged in discussions and reflection sessions, indicating high enthusiasm and the effectiveness of interactive learning in fostering critical digital awareness. This program demonstrates that participatory-based digital literacy training can significantly improve young people’s understanding of responsible technology use. Strengthening digital security and data privacy content is recommended as the main focus for future program development. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu berpartisipasi secara produktif, etis, dan aman di ruang digital. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak, terutama dalam aspek keamanan data pribadi dan etika bermedia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital generasi muda di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi berbasis studi kasus yang difokuskan pada dua topik utama, yaitu literasi digital dasar dan etika berinternet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mengukur delapan indikator kemampuan literasi digital menggunakan instrumen berbentuk pernyataan benar–salah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada enam dari delapan indikator, dengan peningkatan paling signifikan pada indikator “jenis literasi digital” sebesar sembilan poin, sedangkan dua indikator yakni “keamanan digital” dan “pengelolaan data pribadi” belum menunjukkan perubahan berarti. Selain itu, lebih dari 80% peserta aktif dalam sesi diskusi dan refleksi, menandakan tingginya antusiasme serta efektivitas pendekatan interaktif dalam membangun kesadaran digital yang kritis. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan literasi digital berbasis partisipasi mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan teknologi secara positif. Ke depan, penguatan materi tentang keamanan digital dan privasi data menjadi rekomendasi utama dalam keberlanjutan program pengabdian ini.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA): TEMUAN DARI FGD KOLABORATIF UPI-UNY Nurjanah, Nunuy; Suherman, Agus; Hendrayana, Dian
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7318

Abstract

This community service activity aims to improve teachers’ capacity in designing local language learning models, particularly Sundanese and Javanese, based on local wisdom. The method employed was participatory training with a collaborative Focus Group Discussion (FGD) approach involving lecturers and teachers. The training participants consisted of local language teachers from various junior high schools (SMP) and Islamic junior high schools (MTs) in the Special Region of Yogyakarta. The results of the activity indicated that teachers showed high enthusiasm for developing more innovative and contextual learning models. The characteristics of the designed model emphasized the integration of local cultural values, the use of creative methods, and strategies for strengthening students’ character. Further analysis revealed that the model’s strengths lie in its relevance to the Kurikulum Merdeka and its appeal to students, but it also faces challenges such as limited implementation and varying levels of teacher readiness. The recommendations include school-based trials of the model, follow-up training, and the development of supporting modules with cross-institutional collaboration support. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun model pembelajaran bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda dan Jawa, yang berbasis pada kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif yang melibatkan dosen dan guru. Peserta pelatihan terdiri atas guru bahasa daerah dari berbagai sekolah SMP dan MTs di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Karakteristik model yang disusun menekankan integrasi nilai budaya lokal, penggunaan metode kreatif, serta strategi penguatan karakter siswa. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa model memiliki kekuatan pada aspek relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan daya tarik bagi siswa, tetapi juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan implementasi dan variasi kesiapan guru. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup uji coba model di sekolah, pelatihan lanjutan, serta pengembangan modul pendukung dengan dukungan kerja sama lintas institusi.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) BAGI GURU PENJAS Marsuki, Marsuki; Torano, Fazryani Mazita; Hidayah, Hidayah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7319

Abstract

This training is entitled “Training on Making Artificial Intelligence (AI)-Based Learning Videos for Physical Education Teachers” and is motivated by the digital literacy gap among physical education teachers in the digital 4.0 era, where 40% of teachers have a basic understanding of AI but almost none of them have implemented it in their teaching, while Generation Z and Alpha students need innovative and interactive learning approaches in line with technological developments. The objective of the training is to improve the digital competence of physical education teachers in creating AI-based learning videos, effectively integrating AI technology, and creating interactive learning media to improve the quality of physical education learning. The training was conducted over two days with a theoretical and practical approach by a team from Cenderawasih University, covering four main topics: an introduction to AI in learning, AI tools and applications (Pictory, Lumen5, Synthesia, Descript), steps for making videos, and editing using Kapwing with intensive guidance. The training results showed that 78% of teachers successfully produced at least 2 quality learning videos, 85% of teachers felt more confident in using AI technology, a sustainable learning community was formed with 24 active teachers collaborating, and an AI-based motion analysis system with a response time of 1.8 seconds and 95% cross-device compatibility. The training outcomes included an 83% increase in student engagement, a 12.5% increase in learning outcomes, a transformation of learning from a traditional paradigm to modern adaptive learning, the availability of digital resources in the form of modules, tutorials, and AI application guides, and scientific publications in Sinta-level community service journals. ABSTRAKPelatihan ini berjudul "Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Penjas" yang dilatarbelakangi oleh kesenjangan literasi digital guru Pendidikan Jasmani di era digital 4.0, dimana 40% guru memiliki pengenalan dasar AI namun hampir seluruhnya belum mengimplementasikannya dalam pembelajaran, sementara siswa generasi Z dan Alpha membutuhkan pendekatan pembelajaran inovatif dan interaktif sesuai perkembangan teknologi. Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kompetensi digital guru Penjas dalam membuat video pembelajaran berbasis AI, mengintegrasikan teknologi AI secara efektif, dan menciptakan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dengan pendekatan teoritis dan praktis oleh tim pengabdi Universitas Cenderawasih, mencakup empat materi utama yaitu pengantar AI dalam pembelajaran, alat dan aplikasi AI (Picstory, Lumen 5, Synthesia, Descript), langkah pembuatan video, dan pengeditan menggunakan Kapwing dengan pendampingan intensif. Hasil pelatihan menunjukkan 78% guru berhasil memproduksi minimal 2 video pembelajaran berkualitas, 85% guru merasa lebih percaya diri menggunakan teknologi AI, terbentuknya komunitas pembelajaran berkelanjutan dengan 24 guru aktif berkolaborasi, dan sistem analisis gerakan berbasis AI dengan waktu respons 1,8 detik serta kompatibilitas 95% lintas perangkat. Luaran pelatihan meliputi peningkatan keterlibatan siswa 83%, peningkatan hasil belajar 12,5%, transformasi pembelajaran dari paradigma tradisional menuju pembelajaran modern adaptif, tersedianya sumber daya digital berupa modul, tutorial dan panduan aplikasi AI, serta publikasi ilmiah di jurnal pengabdian kepada masyarakat level sinta.