cover
Contact Name
Muhtar
Contact Email
muhtarbima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nursingbima@gmail.com
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Mataram Kampus C, Program Studi Keperawatan Bima Jl. Gatot Soebroto No. 07 Sadia Kota Bima
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Bima Nursing Journal
ISSN : 27156834     EISSN : 27156834     DOI : https://doi.org/10.32807/bnj.v2i2
Core Subject : Health,
Bima Nursing Journal is a nursing journal published by Poltekkes Kemenkes Mataram. This journal focuses on original research about nursing care delivery, organization, management, workforce, policy, and research methods relevant to nursing and other health professions related to nursing. The journal particularly welcomes studies that aim to evaluate and understand complex health care and nursing care interventions and health policies which employ the most rigorous designs and methods appropriate for the research question of interest. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of Bima Nursing Journal includes, but is not limited to the research results of Fundamentals of Nursing, Management in Nursing, Medical-surgical Nursing, Critical Care Nursing, Emergency and Trauma Nursing, Oncology Nursing Community Health Nursing, Occupational Health Nursing, Mental Health Nursing, Holistic Nursing, Geriatric Nursing, Family Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Education in Nursing, Nursing Policies, Legal Nursing, Advanced Practice Nursing and Nursing Informatics.
Articles 163 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Perawatan Pasien TB Paru Rawat Jalan Selasa, Pius; Aty, Yoany Maria V.B.; Benu, Beatrice Amelia; Nurwela, Trivonia Sri; Romana, Aben B.Y.; Kusmiyati, Kusmiyati; Muhtar, Muhtar
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1669

Abstract

Backgroound : The importance of knowledge and family support of outpatient pulmonary TB patiens during treatment as part of the disease healing process.The purpose: This study aims to determine the relatonship between knowledge and family support with outpaient care of pulmonary TB patients. The study: The research design in this study is a quantitative method using a Cross Sectional design, the sample in this study were outpatient pulmonary TB patients at the Oesapa Health Center, Kupang City totaling 50 people who were obtained by simple random sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. The Results: The results showed that most of the knowledgee of respondents with pulmonary TB at the Oesapa Health Center in Kupang City was in the good category, namely 42 respndent (84,0%), family support was in the good category, namely 42 respondents (84,0 %) and most of them carried out pulmonary TB treatment. The good ones are 39 respondents (78,0%). The conclusion: There is significant relationship between knowledge and family support with pulmonary TB care with a p value= 0,00< 0,05 and family support with a p value of 0,03 < 0,05. Suggestions: The importance of maintaining the level of knowledge and support of the patient’s family to remain good and for the level knowledge and support of the family that is lacking so that i can be increased by providing information about pulmonary TB.
Intervensi Electroconvulsive Therapy (ECT) pada Skizofrenia Katatonik Muljanto, Rahaju Budhi; Herdaetha, Adriesti; Kusuma, Wijaya; Ahmad, Ahmad
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1717

Abstract

Laporan kasus ini mendokumentasikan intervensi Electroconvulsive Therapy (ECT) pada seorang pria berusia 30 tahun yang didiagnosis dengan skizofrenia katatonik, di mana pengobatan farmakologis tidak memberikan hasil yang memadai. Skizofrenia katatonik merupakan subtipe yang jarang namun parah, ditandai dengan gangguan motorik seperti katalepsi, mutisme, dan gerakan motorik yang tidak teratur. Pasien dalam laporan ini menunjukkan resistensi terhadap obat-obatan antipsikotik, termasuk Haloperidol dan Clozapine, yang mendorong tim medis untuk melakukan ECT sebagai alternatif terapeutik. Prosedur ECT dilakukan dengan pengawasan ketat, dan hasilnya menunjukkan perbaikan signifikan pada gejala katatonik pasien, dengan pengurangan halusinasi dan peningkatan interaksi sosial. Laporan ini menegaskan efektivitas ECT dalam mengatasi gejala katatonik pada kasus skizofrenia yang resisten terhadap pengobatan, serta pentingnya pendekatan individualisasi dalam pengelolaan gangguan ini.
Pengaruh Media Video Animasi terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Mencuci Tangan 6 Langkah pada Siswa Sekolah Dasar Emilyani, Desty; Kurnia, Theresia Avila; Mawaddah, Ely; Rusmini, Rusmini; Andini, Saskiyanti Ari; Riamah, Riamah
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1724

Abstract

Several diseases suffered by children are caused by the transmission of bacteria through the hands due to not washing hands with soap properly and correctly, such as ISPA, Covid 19, diarrhea and worms. Data on the proportion of hand washing behavior in NTB Province is 46.47%, while data in West Lombok is 49.54%. This research aims to analyze the influence of the 6-step hand washing animation video media on clean and healthy living behavior among students at elementary school. The design of this research is a one group pre test - post test design with two variables, namely the independent variable: animated video media and the dependent variable: clean and healthy living behavior, washing hands in 6 steps. With a total sample of 39 respondents. The research results show that there is an influence of the six-step hand washing animation video media on clean and healthy living behavior as proven by the Wilcoxson statistical test with a p-value of 0.000. In the areas of knowledge, attitudes and skills. Animated video media makes it easier for children to understand information so that they can improve their knowledge, attitudes and skills. Animated video media can stimulate children's thoughts, feelings and motivation through moving picture illustrations accompanied by narrative sound and serves to clarify the meaning of the message conveyed.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja tentang Pencegahan Penularan HIV/AIDS di Club Malam Sukmawati, Sukmawati; Yulanda, Nita Arisanti; Budiharto, Ichsan
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1482

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih sehingga sistem kekebalan tubuh menurun dan menjadi AIDS jika serangkaian gejala infeksi HIV terus berkembang. Jumlah kasus HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya, terutama di kalangan remaja, yang menyumbang sebanyak 51 persen kasus. Salah satu penyebab tertinggi kasus HIV/AIDS adalah kurangnya paparan informasi terkait HIV / AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS di lingkungan tempat hiburan malam. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis menggunakan uji Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13–21 tahun yang mengunjungi tempat hiburan malam, dengan instrumen berupa kuisioner pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS (p = 0,000), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,707 yang menunjukkan hubungan yang kuat. Artinya, semakin tinggi pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS, maka semakin positif sikap mereka dalam mencegah penularannya. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja tentang mencegah penularan HIV / AIDS di klub malam. Semakin tinggi pengetahuan remaja, semakin positif sikapnya terhadap pencegahan HIV/AIDS.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Pencegahan (HAIs) Pada Pasien RSI Sultan Agung Banjarbaru Abidin, Zainal; Abdurrouf, Muh; Sari, Dyah Wiji Puspita; Issroviatiningrum, Retno
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1681

Abstract

Penyakit Terkait Layanan Kesehatan (HAIs) adalah penyakit yang didapat seseorang di rumah sakit atau tempat layanan kesehatan lainnya saat menerima perawatan medis. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2022 melaporkan bahwa ada 8,9 juta kejadian Healthcare Associated Infections (HAIs) di fasilitas kesehatan pelayanan perawatan dan 1 dari setiap 10 persen telah meninggal dunia akibat infeksi nosokormial. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimanakah hubungan pengetahuan perawat dengan pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs) di ruang rawat inap RSI Sultan Agung Banjarbaru. Metodologi penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif cross-sectional. Sampling jenuh digunakan dalam pengambilan sampel, dan seluruhnya berjumlah 124 responden. Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan uji Spearmen p value 0,00 < 0,05 menunjukkan bahwa telrdapat hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan perawat dengan variabel pencegahan HAIs. Perawat diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuan pada diri perawat secara pribadi dan agar memaksimalkan kinerja perawat terutama terkait pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs) dengan mengikuti training dan monitoring tenaga keperawatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru.
Efektifitas Promosi Kesehatan melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap KAP Remaja Putri Terkait Anemia Defisiensi Besi dalam Upaya Preventif Penurunan Stunting Nurbaiti, Lina; Buanayuda, Gede Wira; Faradina Z, Fitriannisa
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1768

Abstract

Teenage girls who are anemic are at risk of developing anemia during pregnancy, which negatively affects fetal growth and development and can lead to complications during pregnancy and childbirth, including maternal and infant death. Anemia is also a major contributor to stunting in newborns of anemic mothers. Therefore, efforts to prevent and treat anemia in women of reproductive age are very important. Health promotion activities through FGDs to improve the cognitive (knowledge), affective (attitude) and psychomotor (behavior) of adolescent girls regarding the prevention and control of anemia, especially regarding the importance of TTD consumption, are expected to reduce the prevalence of anemia in adolescent girls and ultimately reduce stunting rates. Methods: Forty-eight teenage girls selected through multistage random sampling from several junior high schools in Mataram that were participating in the blood additive tablet (TTD) program were intervened with health promotion activities using the focus group discussion (FGD) method, and knowledge, attitudes, and behaviors were measured before and after the intervention. Activities were conducted during June-September 2023. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: There was an increase in cognitive affective and psychomotor skills of the respondents after FGD activities. At the beginning of the activity, the average cognitive score (knowledge) of adolescent girls about anemia was still low, which was around 58.5 shown by 65.3% of respondents. The average cognitive score (knowledge) increased to 87.5 for most (87.6%) of the respondents. The majority of the respondents had a positive attitude (affective) (97.3%) towards anemia and its prevention before the FGD activity, after the FGD activity the positive attitude of the respondents was 100%. Most of the respondents also did not apply good action (psychomotor) in preventing anemia (86.7%) and only 13.3% applied good action before conducting FGDs. After the FGD, 76.5% of the respondents, after the FGD activity, the positive attitude of the respondents was 100%. Most of the respondents also had not taken good (psychomotor) measures to prevent anemia (86.7%) and only 13.3% had taken good measures before the FGD. After the FGD activities, 76.5% of the respondents experienced an improvement in their anemia prevention efforts. Conclusion: There is a significant increase in cognitive affective and psychomotor in teenage girls related to iron deficiency anemia in preventive efforts to reduce stunting.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Media TB CARD Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru Tokan, Maria Maresty Patricia; Aty, Yoany Maria V.B.; Gonsalves, Dominggos; Tat, Florentianus
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1924

Abstract

Background: Tuberculosis is a chronic infectious disease that is still a global health problem, including in Kupang Regency, East Nusa Tenggara. One of the main challenges in TB treatment is the non-compliance of patients taking medication, and the treatment success rate in NTT, which is still below the national target. Health promotion is the key to increasing compliance, one of which is through educational media such as the TB CARD. Objective: To determine the effectiveness of health education with TB CARD media on the medication compliance of pulmonary TB patients in the working area of the Tarus Health Center. Methods: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group approach. The sampling technique was simple random sampling with a total of 19 respondents in the intervention group and 19 people in the control group, divided into the intervention group (with TB CARD) and control group (without TB CARD). The data collection instrument used the MMAS-8 questionnaire, and the data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: Wilcoxon test results showed a significant effect of health education with TB CARD media on increasing compliance with TB medication (p< value 0.05). Conclusion: TB CARD media is effective in increasing medication adherence to pulmonary TB patients in the working area of the Tarus Health Center. Tip: TB CARD can be an alternative educational medium to support the success of TB treatment through increased patient adherence.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Pada Usia Toddler: Hidayatin, Titin; Kamsari, Kamsari; Purbasary, Eleni Kenanga; Handayani, Eka Juwita; Riyanto, Riyanto; Jannah, Putri Rakhmatul
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1928

Abstract

Tahap toddler merupakan periode perkembangan krusial yang berperan penting dalam membentuk kualitas hidup pada tahap-tahap selanjutnya. Hambatan perkembangan yang terjadi pada fase ini dapat menyebabkan penyimpangan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Aspek biologis, psikologis, dan lingkungan dianggap memengaruhi pencapaian hasil perkembangan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan toddler. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki toddler yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kroya, dengan total 93 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner yang mengukur pengetahuan ibu, sikap, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan, sedangkan perkembangan anak dinilai menggunakan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan toddler (p = 0,013). Sebaliknya, sikap ibu (p = 0,167), tingkat pendidikan (p = 0,558), dan status pekerjaan (p = 0,482) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perkembangan anak. Simpulannya, penelitian ini menekankan bahwa pengetahuan ibu merupakan faktor dominan dalam mendukung perkembangan optimal pada masa toddler. Oleh karena itu, puskesmas didorong untuk memperkuat peran promotif dan preventif dengan memberikan edukasi, konseling, dan pemantauan perkembangan secara berkala untuk mencegah keterlambatan perkembangan sejak dini.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Video “MENJADI (Mencegah Sejak Dini)” Terhadap Pengetahuan dan Sikap Dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Fathoni, Akhmad; Sitti Rusdianah Jafar; Cembun; Nurhafizah
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1931

Abstract

Era yang semakin canggih dan modern ini banyak masyarakat yang cepat beradaptasi dengan perubahan gaya hidup modern. Hal ini menyebabkan meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) seperti Diabetes Mellitus di masyarakat. Masalah ini didukung dengan masyarakat yang menyukai makanan cepat saji yang tinggi gula, lemak jenuh, minuman berwarna dan minuman manis seperti soda kini semakin populer di kalangan masyarkat muda maupun dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui video “MENJADI (Mencegah Sejak Dini)” terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Janapria Wilayah Kerja Puskesmas Janapria Kabupaten Lombok Tengah tahun 2025.
Terapi Pilihan Pada Pasien Demensia dengan Pathological Crying : Evidence Based Case Report Ningrum, Ika Agitra; Herdaetha, Adriesti; Seno, Budhi Hami; Muljanto, Rahaju Budhi
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1760

Abstract

Latar Belakang: Demensia adalah sindrom dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk memori, pemahaman, berpikir, perhitungan, orientasi, bahasa, dan penilaian, yang sangat memengaruhi fungsi sehari-hari. Terapi non-farmakologis seperti akupunktur terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat dan kognisi. Penelitian, seri kasus, dan laporan kasus mendukung efektivitas, tolerabilitas, dan keamanan SSRI dalam menangani pathological laughing and crying.Tujuan: Menentukan terapi pilihan pada pasien demensia dengan pathological crying. Metode: Penelusuran dilakukan di PubMed, Cochrane, Springer, Trip Database, dan Science Direct dengan kata kunci Optional Therapy AND Dementia, Dementia AND Acupuncture, Dementia AND Pathological Crying. Penyaringan meliputi terbitan 10 tahun terakhir, penelitian pada manusia, tinjauan sistematis, meta-analisis, uji klinis acak, bahasa Inggris, dan artikel lebih dari 10 tahun. Hasil: Akupunktur menunjukkan manfaat potensial jika dikombinasikan dengan SSRI pada pasien demensia dengan pathological crying. Data statistik menunjukkan p-value ≤ 0,05%, menunjukkan keefektifannya sebagai terapi komplementer dan alternatif yang dapat diterapkan secara bertahap dalam pengobatan demensia klinis. Simpulan: Akupunktur direkomendasikan sebagai terapi pilihan pada pasien demensia dengan pathological crying. Terapi SSRI, seperti fluoxetine (20 mg), sertraline (50 mg), dan citalopram (10–20 mg), terbukti efektif menangani pathological crying pada demensia.