cover
Contact Name
Safiruddin Al Baqi
Contact Email
albaqi@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285646562647
Journal Mail Official
maalim@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Siman Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 27456293     EISSN : 27456285     DOI : https://doi.org/10.21154/maalim
Maalim Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal yang dikelola oleh Juruasan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo. Maalim Jurnal Pendidikan Islam terbit dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan Juni dan Desember. Maalim Jurnal Pendidikan Islam menerbitkan karya ilmiah baik studi literature ataupun hasil penelitian lapangan dengan tema pendidikan agama Islam, pendidikan pesantren dan tema lain terkait pendidikan Islam.
Articles 111 Documents
Islamic Education According to Ahmad Dahlan's Perspective: Contribution and Implementation in A Modern Social Context Agus, Ratna Etikasari
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v5i2.9896

Abstract

The thoughts of KH. Ahmad Dahlan are a practical reaction to the bad conditions faced by Muslims in Indonesia. Muslims are left behind in the political, social, and economic fields. KH. Ahmad Dahlan stated that Islamic education seeks to develop Muslims into individuals who are virtuous, pious in their religious beliefs, have broad insight and awareness of modern scientific issues, and are ready to fight for the progress of their society. The purpose of this study is to analyze Islamic education according to Ahmad Dahlan's thoughts in the contribution and implementation of the modern social context. This study is part of a qualitative research project using a systematic review approach. Systematic review is a method that uses evidence based on previous evidence through review, structured evaluation, classification, and categorization. The results of the study show: 1) Ahmad Dahlan has a view on the importance of personality formation as an important target of educational goals; 2) Islamic education needs to be open, innovative, and progressive in relation to improving the curriculum by including religious and general education materials in an integrative manner; 3) changes and renewal are able to integrate aspects of religious values and general knowledge, faith, and technological progress; 4) through the process of awareness, the social contextual pattern learning approach.
Pelaksanaan Program Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin (P5 dan PPRA) di Madrasah Tsanawiyah Tuban Burhanuddin, Hamam; Imron, M.
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v5i2.9897

Abstract

Penelitian ini akan fokus pada Implementasi Program Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin (P5 dan PPRA) di MTs Islamiyah Kedungjambe Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskrptif, yang mempunyai ciri alami (natural setting) sebagai sumber data deskriptif langsung, proses lebih penting dari pada hasil, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dilakukan melalui penanaman nilai-nilai moderasi beragama dan strategi penerapan agama moderat melalui pengembangan program dan Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam mewujudkan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila (P5) dan Profil Siswa Rahmatan lil’alamin (PPRA) di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dilakukan melalui Kegiatan kokurikuler, integrasi dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan menitikberatkan pada tiga nilai yaitu nasionalisme, keberagaman dan toleransi melalui transformasi, transinternalisasi dan transaksi nilai. Nilai-nilai moderasi beragama yang ditanamkan pada diri siswa adalah nilai-nilai toleransi dan keadilan yang merupakan prinsip yang ditanamkan pada diri siswa.
Building Positive Relationships Between Teachers and Students in Improving a Conducive Learning Environment Al-Nawawi Ad-Dimasyqi Perspective Yuliani, Bustanul; Ni’amillah, ‘Izziy Nailata; Faaizah, Alfi Nur; Maulidah, Alif Yusril
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v5i2.9904

Abstract

Dalam proses belajar dan mengajar, sebagian besar hasil belajar siswa ditentukan oleh peran guru. Bisa juga dikatakan bahwa syarat mutlak untuk pendidikan yang berkualitas adalah keberadaan guru/pendidik. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan akan lebih mampu mengelola proses belajar dan mengajar sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Selain lingkungan yang nyaman, hubungan yang baik antara guru dan siswa juga sangat penting. Hubungan keduanya tidak seperti hubungan antara atasan dan bawahan, melainkan konsep psikologis kekerabatan sehingga setiap aktivitas yang terjadi di antara mereka berfokus pada pengembangan potensi dan pembentukan karakter. Hal ini menunjukkan bahwa menjadikan siswa yang beretika dimulai dari etika guru terhadap muridnya, seperti yang diajarkan oleh Imam Nawawi. Dalam perspektif Imam Nawawi, guru mengutamakan kehati-hatian terhadap siswanya, karena apa yang dilakukan guru akan menjadi pedoman perilaku bagi siswanya. Selain itu, guru juga harus mendidik dan membimbing siswa tanpa pamrih dan tanpa pandang bulu, hal ini menunjukkan bahwa guru peduli terhadap siswanya secara fisik dan spiritual. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian perpustakaan untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara guru dan siswa melalui etika guru, pembelajaran yang kondusif, dan hubungan antara guru dan siswa dalam perspektif Imam Nawawi dalam upaya meningkatkan pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini dapat bermanfaat bagi seluruh guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
The PERAN STRATEGIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MEMBENTUK GENERASI BERAKHLAK DAN BERWAWASAN KEISLAMAN DI ERA DIGITAL: Peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembentukan Akhlak Afif, Yusmicha Ulya; Ningrum, Ana Rahayu Setia
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v5i2.9916

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran strategis Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk generasi berakhlak mulia dan berwawasan keislaman di era digital. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya PAI semakin kompleks. Pendidikan tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Fokus utama adalah bagaimana PAI mampu menjawab tantangan era digital yang menawarkan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain berpotensi menurunkan nilai-nilai spiritual dan moral generasi muda. Melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang holistik, PAI diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi dengan ajaran Islam, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai moral yang luhur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan peran strategis Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk generasi berakhlak dan berwawasan keislaman, terutama di era digital yang mana sumber data baik primer maupun sekunder diperoleh dari buku, artikel ilmiah, jurnal dan makalah. Artikel ini menyimpulkan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berwawasan keislaman di tengah era digital.
Pendidikan Agama Islam pada Keluarga Pernikahan Dini di Binangun Bandar Batang Fihris; Khoirunnisa
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v5i2.10001

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu tanggung jawab orang tua kepada anak, karena pendidikan menempati kedudukan penting dalam kehidupan seseorang yang menjadi pendoman dalam kehidupannya, tak terkecuali pada Pendidikan Agama Islam. Agama berperan sebagai batasan dalam seseorang melakukan suatu tindakan, sehingga akan mempengaruhi terbentuknya karakter dan kepribadian sang anak. Demi mencapai pendidikan keluarga yang baik maka orang tua harus siap secara fisik dan psikologis, oleh karena itu hendaknya pasangan suami istri menikah pada usia yang ideal supaya siap secara fisik maupun mental. Kemudian bagaimana Pendidikan Agama Islam pada keluarga pernikahan dini? Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pendidikan Agama Islam pada keluarga pernikahan dini di Binangun Bandar Batang dengan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dengan memahami fenomena yang dialami objek penelitian, yang didapatkan berdasarkan kegiatan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Kemudian dianalisis dalam bentuk uraian deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dalam keluarga pernikahan dini di Binangun Bandar Batang diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu golongan santri dan abangan. Materi yang disampaikan yaitu Al-Qur’an, akidah, ibadah, dan akhlak. Adapun metode yang digunakan diantaranya Metode keteladanan, pembiasaan, hukuman, internalisasi, kisah, hukman, nasihat dan dialog. Kendala yang di hadapi diantaranya: kurangnya pengetahuan orang tua atau pendidik, kesibukan orang tua, kemajuan teknologi, faktor lingkungan.
Internalizing Islamic Values in Students: The Role of Character Education in Building Morals and Ethics Mahfud, Moh.; Sofiatus Zahriyah
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i1.10150

Abstract

This article discusses the importance of character education in Islamic education to strengthen students' morals and ethics. In Islamic education, character education aims not only to transfer religious knowledge to students but also to prepare them to be virtuous individuals, possessing high morality, and practicing ethics in daily life. However, there are challenges in strengthening students' morals and ethics through character education, such as the negative influence of the surrounding environment, social media, and rapid social changes. This research uses a literature review method to support the understanding of character education in Islamic education. This article is expected to contribute to the understanding and development of character education in Islamic education. This article highlights the importance of character education in Islamic education and several factors that influence it, such as the role of teachers, teaching methods, the role of family and community, assessment and evaluation, contextual character education programs, as well as policies and guidelines that support the implementation of character education.
Prophetic Parenting Strategi Mencegah Krisis Identitas Remaja Muslim di Era Hiperrealitas Alhabsyi, Zulfi Farhan
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i1.10174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan prophetic parenting dapat mencegah krisis identitas pada remaja di era hiperrealitas, serta bagaimana strategi-strategi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (studi pustaka) sehingga datanya bersumber dari buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan tentang prophetic parenting, krisis identitas remaja, dan fenomena hiperrealitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa prophetic parenting, yang didasarkan pada teladan Nabi Muhammad ﷺ, dapat memberikan dasar yang kuat bagi remaja dalam mengenali jati diri mereka, mengurangi ketergantungan pada validasi eksternal, dan membangun kepercayaan diri melalui penerimaan diri yang tulus. Prinsip-prinsip seperti self-acceptance, kata-kata afirmasi, dan internalisasi akhlak dapat menjadi strategi dalam membentuk identitas diri yang sehat dan otentik di fase krisis identitas di era digital yang penuh dengan tantangan berupa ilusi seta hal-hal yang tidak realistis.
Strategi Santri Pengurus Pesantren Anwarul Huda Dalam Menghadapi Transisi Menuju Dunia Kerja Faidl Huda, Ahmad Tirtho; Pratama Meiji, Nanda Harda
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i1.10267

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bagaimana santri pengurus mempersiapkan diri mereka menghadapi transisi ke dunia kerja yang semakin kompleks. Kelima Prinsip dalam perspektif life course digunakan dalam mengkaji dinamika kehidupan para santri pengurus menuju dunia kerja. Temuan penelitian menunjukkan selain adanya peran agen sosial dalam kehidupannya, para santri pengurus juga mampu menentukan setiap tahapan perkembangan diri mereka menuju dunia kerja dengan menerapkan berbagai strategi. Perspektif masyarakat risiko Ulrich Beck juga digunakan dalam mengidentifikasi setiap tantangan santri pengurus. Berbagai strategi seperti mengikuti pelatihan skill  yang sesuai, mengambil pekerjaan paruh waktu, serta memperluas relasi sosial telah diakukannya. Penelitian ini menggunakan teknik observasi non partisipasi dan wawancara mendalam kepada sembilan informan penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling serta dokumentasi dan studi literatur sebagai pelengkap data. Analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana digunakan sebagai teknik analisis data, serta triangulasi sumber dan waktu guna mendukung keabsahan data penelitian.
Sekolah Ramah Anak Berbasis Pesantren: Integrasi Pendidikan Karakter dan Nilai-Nilai Religius Al Rosid, Moh. Harun; Wakhid, Lutfi; Nasikhatul Murtafi'ah, Aniq; Septiana, Nani
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i1.10513

Abstract

The concept of a child-friendly school based on Islamic boarding schools is an integration of character education and religious values ​​of Islamic boarding schools. This study aims to analyze the concept and implementation of a child-friendly school based on Islamic boarding schools. The approach to this research is qualitative while the design is a case study. The location of the research is at the Darussalam Islamic Boarding School Blokagung Banyuwangi. Research is the key instrument of the research. The subjects of the research are the head of education, principal, vice principal, teachers, and students. Determination of informants using purposive and snowball sampling. Data collection techniques are participant observation, in-depth interviews and document studies. Data analysis using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana theory, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data validity testing uses credibility, dependability, and confirmability tests. Data validity is checked continuously, triangulation, member checking, peer discussion, and reference checking. The research findings are the implementation of child-friendly schools based on Islamic boarding schools through the formulation of policies through the head of education and teaching, principal, and vice principal, provision of facilities and infrastructure, educators and education personnel who understand and are certified and trained in children's rights, involvement of students to actively participate in the development of talents and interests, involvement of parents, alumni and the community, and learning with a fun, active, integrated concept known as recreational learning.
Sufism Education as a Strategy for Developing Social and Religious Character: A Literature Review of the Book “Mati Sebelum Mati, Buka Kesadaran Hakiki” Habibi, Mukhlas; Hidayati, Lailatul; Sholihah , Alfiani Rif’atus
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i1.10783

Abstract

This article aims to analyzed Sufism education as a strategy for shaping social and religious character in the book Mati Sebelum Mati, Buka Kesadaran Hakiki by Fahruddin Faiz. With a literature review approach, this study examines the concept of Sufism education proposed by the author and its relevance in the context of character formation in society. The method used in this study is a qualitative analysis of the content of the book, identified the basic principles of Sufism that support the development of individual and social character. The results of the study show that Sufism education not only functions as a spiritual tool, but also as an effective strategy in forming a strong social and religious character. Through Sufism practices, indiv iduals can experience profound self-transformation, increasing awareness of moral, ethical, and social values that are important in community life. This article concludes that the application of Sufism education has great potential to build a better character among the younger generation, as well as encourage the creation of a harmonious and civilized society.

Page 9 of 12 | Total Record : 111