cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
Rencana Reklamasi Bentuk Lain Dengan Memanfaatkan Lahan Bekas Tambang Emas Menjadi Kolam Budidaya Perikanan Pada Wilayah Usulan Pertambangan Rakyat Di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sidiq, Braja Tejha; Purwoko, Budhi; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84700

Abstract

Kecamatan Matan Hilir Selatan merupakan daerah yang memiliki Sumberdaya bahan tambang yang memiliki potensi untuk dapat ditambang. Usaha penambangan mineral seperti emas telah memberikan pengaruh terhadap masyarakat sekitar. Adanya lubang bekas tambang (void) yang ditinggalkan pada akhir kegiatan pertambangan, saat ini mendapatkan perhatian yang cukup serius bagi masyarakat sekitar. Lubang bekas tambang tersebut setelah dilakukan penambangan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar untuk dimanfaatkan dalam meningkat nilai ekonomi, sosial dan lingkungan, serta ekosistem kawasan disekitar penambangan. Berdasarkan hal itu, maka tujuan penelitian ini adalah merencanakan pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi kolam budidaya perikanan bagi masyarakat. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan melakukan pengamatan langsung dan pengambilan data di lapangan berupa data kondisi kolam, kondisi topogafi, kondisi geologi lokal, serta sampel air. Hasil yang diperoleh adalah luas lubang bukaan tambang, nilai baku mutu air serta rencangan dimensi saluran yaitu dengan Panjang saluran 84 m, kemiringan dinding saluran (α) 60 °, kedalaman saluran (d) 1,0318 m, ketebalan air (h) 0,5318 m, lebar dasar saluran (b) 1,1865 m, lebar bagian atas saluran (B) 1,8033 m, panjang dinding saluran (a) 1.1914 m.
PERBANDINGAN RANCANGAN METODE PELAKSANAAN PEMANCANGAN FONDASI TIANG PANCANG PRATEGANG PENAMPANG PERSEGI BERDASARKAN ALAT PANCANG GUNA MENGGANTIKAN PENGGUNAAN CERUCUK KAYU HUTAN Albert Stanley Michelim; Riyanny Pratiwi; Rafie Rafie
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.52335

Abstract

Penggunaan kayu hutan sebagai bahan konstruksi khususnya tiang pancang, membuka peluang kepada penebang tidak berizin memasarkan kayu hasil hutan mereka yang mana permintaannya cukup besar akan tetapi merusak lingkungan. Di sudut pandang manajemen konstruksi kayu hutan merupakan produk alam yang hampir tidak diolah hanya dibersihkan dari cabang dan langsung digunakan. Dengan membandingkan metode pelaksanaan berdasarkan alat pancangannya dari segi biaya dan waktu dan tentunya setiap metode memiliki kesesuaiannya sendiri dalam hal alternatif pengganti cerucuk. Metode yang akan dikaji dari metode rancangan pemancangan adalah dengan menggunakan Drop Hammer Rig 500 Kg dan 1 Ton, Hydraulic Crawler Post Driver 6500 Kg dan Tripod 250 Kg dari segi Waktu dan Biaya dengan studi kasus rumah tipe 36, tipe 150 dan ruko 2 tingkat. Dari hasil perhitungan biaya dan produktivitas alat dan waktu untuk masing-masing studi kasus, disimpulkan penggunaan tiang pancang pracetak 10x10 cm dan 15x15 cm berpenampang persegi dapat menggantikan cerucuk kayu hutan dari segi biaya, waktu dan metode pelaksanaannya. Sehingga menjadi alternatif peralihan. Kata Kunci : Biaya, Cerucuk, Metode Pelaksanaan, Pracetak, dan Waktu
ANALISIS KONDISI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA PONTIANAK BERDASARKAN ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Putri, Nabila Hardi; Pratiwi, Nana Novita; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67820

Abstract

Kota Pontianak memiliki total luas permukiman kumuh sebesar 97,6 ha yang mencakup 28 kawasan permukiman kumuh yang mana tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Selain kondisi fisik, kondisi sosial ekonomi masyarakat memengaruhi kondisi permukiman kumuh. Pekerjaan penduduk di sektor informal, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya tingkat pendapatan merupakan faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi kekumuhan permukman. Pada tahun 2021, persentase masyarakat miskin di Kota Pontianak masih mencapai 4,58%, yang artinya sebanyak 4-5 orang dari 100 orang merupakan masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh di Kota Pontianak. Analisis Deskriptif Kualitatif dan metode Distribusi Frekuensi digunakan sebagai teknik analisis. Hasil penelitian ini adalah temuan terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 28 kawasan kumuh Kota Pontianak, sebanyak 24 kawasan atau 85,71% kawasan ditinggali oleh masyarakat pekerja sektor informal pada kategori tinggi, 19 kawasan atau 67,86% kawasan ditinggali oleh masyarakat tidak tamat SMA pada kategori rendah, dan 13 kawasan atau 46,43% kawasan ditinggali oleh masyarakat yang berpendapatan kurang dari Rp578.615,04 pada kategori tinggi.
PERBANDINGAN ASPAL SHELL DAN ASPAL ELASTOBOND MELALUI SISTEM PENGUJIAN MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE) Evan, Evan; Erwan, Komala; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63229

Abstract

Perkerasan jalan umumnya menggunakan lapis campuran aspal panas, aspal beton (Asphalt Concrete) dan Lataston (Hot Rolled Sheet), tetapi lapisan ini sering mengalami kerusakan dini akibat pengaruh iklim dan peningkatan volume lalu lintas yang tinggi.Untuk membuat campuran aspal panas pada perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Course (Laston-Lapis Aus) dimulai dari pemeriksaan material agregat dan aspal. Agregat yang dipakai adalah agregat kasar dan agregat halus, yaitu batu 1/1 dan batu 0,5 adalah, dan abu batu, pasir dan filler. Aspal yang dipakai adalah aspal Shell pen 60/70 dan aspal Polimer Elastomer. Material agregat dan aspal yang memenuhi spesiifikasi Bina Marga Tahun 2018 revisi 2,kemudian dibuat sejumlah benda uji yang selanjutnya dilakukan pengujian dengan alat Marshall.Sampel penelitian ini adalah sampel yang menggunakan aspal Shell pen 60/70, aspal polimer (Elastobond), dan campuran dari keduanya dengan variasi 10:90,20:80,30:70,40:60,50:50. Dari pengujian Marshall didapat parameter yaitu Stabilitas, Flow, Void In The Mixture(VIM), Void in The Mineral Aggregate(VMA), Voids Filled with Bitumen (VFB), dan Marshall Quotient (MQ).Campuran dengan variasi aspal 40:60 (40% aspal Shell dan 60% aspal Elastobond) memiliki nilai stabilitas paling tinggi diantara campuran lainnya yaitu 936,80 Kg, Flow 3,1mm, VIM 3,72%, VMA 16,63%, VFB 87,71%, dan MQ 302,48 (Kg/mm).Kata Kunci : Asphalt Concrete "“ Wearing Course (AC-WC), Shell pen 60/70, Elastobond, Uji MarshallPERBANDINGAN ASPAL SHELL DAN ASPAL ELASTOBOND MELALUI SISTEM PENGUJIAN MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE)
IDENTIFIKASI BESARAN LAHAN TERBANGUN DI SEKITAR BUNDARAN ARTERI SUPADIO Gilang Ridho Ananto; Firsta Rekayasa Hernovianty; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60132

Abstract

Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa dapat memicu perubahan pada penggunaan lahan di suatu kawasan. Bundaran Arteri Supadio sebagai salah satu persimpangan untuk simpul kegiatan yang strategis karena berkaitan dengan Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) sehingga perubahan pemanfaatan lahan di kawasan tersebut diperuntukkan untuk kepentingan ekonomi khususnya perdagangan dan jasa. Hal ini berpengaruh terhadap lahan terbangun dan meningkatkan kejenuhan suatu lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi besaran lahan terbangun di kawasan sekitar Bundaran Arteri Supadio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis spasial yang diaplikasikan pada lokasi yang terbagi menjadi 2 (dua) zona. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka luas lahan terbangun pada tahun 2006 sebesar 5,23 Ha (10,27%) dengan jumlah bangunan sebanyak 69 bangunan, tahun 2011 luas lahan terbangunnya sebesar 7,66 Ha (15,72%) dengan jumlah bangunan sebanyak 106 bangunan, tahun 2016 luas lahan terbangunnya 10,48 Ha (21,5%) dengan jumlah bangunan sebanyak 146 bangunan, tahun 2021 luas lahan terbangunnya 14,01 Ha (24,74%) dengan jumlah bangunan sebanyak 164 bangunan. Kegiatan yang terdapat di Koridor Jalan Arteri Supadio (Zona I) berupa industri, pendidikan, perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, perkantoran permukiman. Kegiatan yang terdapat pada koridor Jalan Mayor Alianyang (Zona II) diantaranya yaitu perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, permukiman, serta pertahanan dan keamanan.
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM DI DESA MUNGGUK KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Ifada, Adinda Rizky; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53695

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting sebagai penggerak perekonomian suatu daerah. Desa Mungguk merupakan salah satu desa yang dikenal dengan objek-objek wisata alamnya. Air Terjun Setegung sebagai salah satu destinasi wisata alam yang belum terkelola secara optimal dan Aek Merah yang memiliki daya tarik yang mulai dikelola. Namun, objek-objek wisata tersebut memiliki permasalahan pada aksesibilitas dan kualitas sarana prasarana yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kelayakan pengembangan potensi objek wisata alam Air Terjun Setegung dan Aek Merah di Desa Mungguk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan studi literatur. Berdasarkan hasil identifikasi   karakteristik kawasan wisata, diketahui bahwa Air Terjun Setegung dan Aek Merah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam di Kecamatan Ngabang. Hal ini tak terlepas dari keberadaan objek-objek wisata tersebut yang cukup strategis bila diukur dari Ibukota Kabupaten Landak (Kota Ngabang). Berdasarkan hasil analisis skoring menggunakan pedoman analisis Objek dan Daya Tarik Daerah Wisata Alam (ODTWA) Direktorat Jendral Tahun 2003, diketahui bahwa Air Terjun Setegung dan Aek Merah sama-sama memperoleh skor 66,67 persen. Artinya objek-objek wisata tersebut tergolong dalam klasifikasi kelas kelayakan tinggi atau layak untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam
EVALUASI KINERJA BANGUNAN PELINDUNG PANTAI SINAM KECAMATAN PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Albanius, Rodi; Lestari, Arfena Deah; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76533

Abstract

Pantai Sinam yakni salah satu pantai yang berada di Desa Gugah Sejahtera Kecamatan Pemangkat, KabupatenSambas, Kalimantan Barat. Pantai ini yakni salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Sambas. Tetapi kondisibangunan pelindung pantai yang ada di beragam titik mengalami kerusakan dan terjadi abrasi. Bangunan yg barudirevitalisasi tersebut perlu dilakukan evaluasi kinerjanya terhadap pengaruh aspek-aspek Hidro Oseanografi yangterjadi. Data yang digunakan adalah data angin dari tahun 2012 hingga 2022 yang didapatkan dari BMKG. Dataangin ini diolah dengan menggunakan metode Shore Protection Manual sehingga didapatkan tinggi gelombang dilaut dalam dari arah barat yaitu sebesar 1,3 m dengan periodenya 4,6 detik, sedangkan tinggi gelombang di lautdalam dari arah Barat Laut adalah 1,5 m dengan periodenya 4,9 detik. Data ini dipakai guna menentukan muka airtinggi tertinggi serta muka air surut rendah terendah melalui nilai tertinggi adalah 1,36 m dan terendah 0,11 m.Survey pengukuran beda tinggi dengan menggunakan Waterpass juga dilakukan untuk menentukan Bench Markdi Pantai Sinam. Evaluasi kinerja bangunan pelindung pantai sinam yang sudah direvitalisasi ini juga dilihat daripengaruh kenaikan muka air terhadap gelombang dan angin .Kata kunci: Angin, Gelombang, Pasang Surut
IMPLEMENTASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) SESUAI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN NO 10 TAHUN 2021 PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS JEMBATAN SUNGAI PANDAN WAJOK HULU, Kec. JONGKAT, Kab. MEMPAWAH) Nugraha, Aditya; Rafie, Rafie; Syahrudin, Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.65578

Abstract

Meningkatnya tingkat kecelakaan kerja pada sektor pekerjaan konstruksi maka diperlukan Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi (SMKK) yang baik disetiap proyek pekerjaan konstruksi. Peneliti akan meninjau tentang SMKK untuk proyek pekerjaan Jembatan Sungai Pandan. Penelitian dilakukan secara langsung dilapangan. Data diolah menggunakan observasi kondisi lapangan terhadap pengaplikasian SMKK. Setelah itu data hasil pengamatan tersebut dibandingkan dengan data hasil perencanaan yang diperoleh dari pihak pelaksana proyek Jembatan Sungai Pandan. Data yang telah dibandingkan kemudian dievaluasi dengan merujuk pada "Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021". Berdasarkan hasil analisis dokumen dari PT. Bara Furot Nagata dan PT. Surya Murakabi Abadi terhadap Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021 menyatakan pihak penyedia jasa (kontraktor) minimal membuat 4 dokumen yang terdiri dari "Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK), Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK), Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKPPL), dan Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan (RMLLP)".
ANALISIS LAJU SEDIMENTASI DI SUNGAI SILAT KECAMATAN SILAT HILIR oneciencius febryoga; Kartini Kartini; Henny Herawati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.58377

Abstract

Sedimentasi merupakan salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan laju sedimentasi. Karakteristik sedimen pada Nanga Silat memiliki gradasi butiran   berkisar antara 0,017 mm sampai 0,066 mm, rata-rata berat jenis sebesar 2,48 gr/cm³, sedangkan kecepatan jatuh berkisar antara 0,0002 m/detik sampai 0,0037 m/detik. Nanga Nuar memiliki gradasi butiran   berkisar 0,084 mm sampai 0,105 mm, rata-rata berat jenis sebesar 2,60 gr/cm³, sedangkan kecepatan jatuh berkisar antara 0,0060 m/detik sampai 0,0102 m/detik. Nanga Dangkan memiliki gradasi butiran   berkisar antara 0,105 mm sampai 0,163 mm, rata-rata berat jenis sebesar 2,61 gr/cm³ sedangkan kecepatan jatuh berkisar antara 0,0099 m/detik sampai 0,0226 m/detik. Analisis laju sedimentasi menggunakan metode, L. C. Van Rijn, Meyer Peter Muller, Einstein dan DuBoys. Dari keempat metode yang digunakan, metode Duboys yang memenuhi persyaratan gradasi, dimana untuk Nanga Silat laju angkutan sedimen terbesar di titik 2 sebesar 51,97 ton/hari dan terkecil di titik 5 sebesar 10,199 ton/hari, untuk Nanga Nuar laju angkutan sedimen terbesar di titik 2 sebesar 137,81 ton/hari dan terkecil terjadi di titik 5 sebesar 29,30 ton/hari, Nanga Dangkan laju angkutan sedimen terbesar  di titik 3 sebesar 843,35 ton/hari dan terkecil terjadi di titik 5 sebesar 440,82 ton/hari.Kata Kunci: Karakteristik sedimen, Laju angkutan Sedimentasi, Nanga Silat
PERENCANAAN STRUKTUR TAHAN GEMPA HOTEL 17 TINGKAT MAKASSAR Wirata, Willy; Faisal, Faisal; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53970

Abstract

Perencanaan gedung hotel 17 tingkat di Makassar direncanakan dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) tanpa dinding geser. Direncanakan juga dengan konsep Strong Column Weak Beam yang mana saat terjadi gempa akan terbentuk sendi plastis pada balok sehingga dibutuhkan desain kolom yang kuat dari balok. Perencanaan menggunakan struktur beton bertulang yang mengacu pada SNI 2847:2013 dan SNI 1726:2012. Perhitungan gaya dalam dan pengecekan syarat gempa pada struktur akan dibantu dengan software analisa struktur. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk pelat lantai diperoleh ketebalan pelat 120 mm. Penulangan pelat lantai 1"“17 menggunakan wiremesh M8"“150 dan M12"“100. Untuk balok diperoleh, balok B1 (250x400) menggunakan tulangan lentur D13 dan tulangan geser Ø10 serta Ø8. Balok B2 (350x500), balok B3 (350x700) dan Tie Beam (350x800) menggunakan tulangan lentur D16 dan tulangan geser Ø10 serta Ø13. Untuk kolom diperoleh, kolom utama 750x750, 700x700, 650x650 dengan tulangan 20D25, 20D20 dan 20D18. Untuk kolom lift 500x500 tulangan 20D16, kolom tangga 550x550 dan 450x450 tulangan 12D20 dan 12D18. Untuk pondasi digunakan pondasi tiang pancang. Penulangan pilecap P1 (2800x2800x800) dan P2 (2200x3000x750) mengunakan tulangan bawah D19 dan tulangan atas D13 jarak 110 mm. Pilecap P3 (2200x2200x600) dan P4 (1000x2000x600) menggunakan tulangan yang sama hanya jaraknya 150 mm.  Kata Kunci       :   Perencanaan Hotel, Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), Strong Column Weak Beam

Page 81 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue