cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pengenalan Cyber Security Dalam Revousi Industri 4.0 dan Menyongsong Era Society 5.0 Wahyu Tisno Atmojo; Master Edison Siregar; Kelly Kirsten Audrey
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.034 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1278

Abstract

Pengetahuan mengenai keamanan sistem informasi terutama keamanan dalam bertransaksi dalam internet mutlak diperlukan oleh masyarakat. Di masa pandemi seperti saat ini, transaksi melalui internet jauh meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh adanya anjuran dari pemerintah bahwa semua kegiatan wajib dilakukan dari rumah. Dengan adanya jumlah transaksi melalui internet yang jauh meningkat, maka akan memunculkan peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk “menyusupi” setiap transaksi yang kita lakukan. Lemahnya password yang kita gunakan kadangkala menjadi salah satu titik lemah kita dalam melakukan trasaksi di internet. Kadangkala kita merasa nyaman dengan penggunaan password sederhana yang kita gunakan. Hal tersebut tentu akan memudahkan penyusup untuk mengambil alih akun milik kita. Terdapat sebuah pendapat yang mengatakan bahwa kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Hal tersebut tentu saja merujuk kepada nyamanya kita dalam mengingat password transaksi akan berbading terbalik dengan tingkat keamanan akun kita. Untuk itulah diperlukan pemahaman mengenai pentingnya keamanan dalam berinternet bagi setiap lapisan masyarakat khususnya adalah peserta PkM ini. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan bertatap muka secara langsung dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keamanan dalam berinternet.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PESERTA DIDIK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 PRIA Juhdeliena Juhdeliena; Maria Susila Sumartiningsih; Ian Rudy Mambu; Christie Lidya; Maria Maxmila Yoche
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.195 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1280

Abstract

Lembaga Pembinaan Khusus Anak klas I (LPKA) merupakan lembaga yang memiliki program pembinaan, pengasuhan dan pendampingan pada anak-anak yang mendapat sanksi hukuman, namun pada program tersebut tidak terdapat komponen yang berkaitan dengan pemenuhan kesehatan. Sekitar 50% dari 283 anak di LPKA Provinsi X mengalami scabies, beberapa kasus diare dan typhus abdominalis yang menggambarkan pemenuhan kebersihan yang kurang terpenuhi. Padahal dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang-Nasional tahun 2005 - 2025 dicantumkan bahwa: Pembangunan bidang kesehatan diarahkan pada kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya dapat terwujud (Undang - undang Nomor 17 Tahun 2007). Upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka dilakukan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan jumlah peserta 62 peserta. Materi diberikan melalui ceramah dan demonstrasi tentang cara melakukan cuci tangan secara benar. Hasil yang didapatkan sekitar 95% peserta menunjukkan kemampuannya melakukan demonstrasi cara melakukan cuci tangan dengan benar.
Mental Health Corner: Membangun Kesadaran Masyarakat terhadap Pentingnya Kesejahteraan Psikologis bagi Penyintas Intimate Partner Violence di Masa Pandemi Covid-19 Pradipta Christy Pratiwi; Fatma Kusuma Mahanani; Tri Esti Budiningsih; Devi Ajeng Efrilianda; Dyah Ayu Rahmawati; Chamila Ahda Soraya Rahma; Ambarita Mumpuni; Erika Noor Dianti; Tiatira Evangelista; Anggita Fathidhia Ivana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.564 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1284

Abstract

Terjadinya peningkatan kasus kekerasan interpersonal selama masa pandemi covid-19 patut menjadi perhatian masyarakat. Pelaku kekerasan ini biasanya orang terdekat dan menyebabkan berbagai dampak psikologis kepada penyitasnya. Variasi dampak yang dapat dialami penyintas misalnya kecemasan, self-esteem yang rendah, PTSD hingga bunuh diri. Penanganan psikologis selama ini telah dilakukan untuk meringankan dampak dari penyintas, termasuk salah satunya penelitian yang telah terlaksana pada tahun 2020 oleh tim pengabdi. Sebagai kelanjutan dari roadmap penelitian tersebut, tim pengabdi bersinergi dengan Komunitas Batir yang selama ini melakukan penanganan pelecehan seksual di seputar Kota Semarang. Tim pengabdi dan Komunitas Batir berfokus pada tujuan untuk peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya psychological welfare pada penyintas kekerasan interpersonal (IPV). Metode yang digunakan yaitu psikoedukasi dan konseling. Sasaran program ini adalah para anggota Komunitas Batir, para penyintas kekerasan, dan masyarakat umum yang dirangkum dalam rangkaian 7 kegiatan onlineselama 6 bulan (Bulan Maret-Agustus 2021). Hasilnya, telah terlaksana kegiatan 1 dan 2 berupa pembekalan bagi anggota Batir yang akan memberikan penanganan pada penyintas telah terlaksana berupa pelatihan psychological first-aid (PFA). Kegiatan 3 dan 4 berupa IG live psikoedukasi pada masyarakat bersama BEMKM UNNES dan Komunitas Batir. Kegiatan 5 berupa pembuatan konten-konten psikoedukasi berbasis gambar pada akun IG @yuksehatmental. Kegiatan 6 kontes foto bertema HOPE yang diikuti oleh para penyintas IPV. Kegiatan 7 telah terlaksana webinar mengenai IPV bersama pembicara ahli bidang psikologi klinis dan penanganan kasus-kasus kekerasan interpersonal (IPV).
Pendampingan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Yang Dilakukan Oleh Kelompok Rentan Suwarno Abadi; Rihantoro Bayu Aji
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.903 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1285

Abstract

Asas praduga tak bersalah adalah salah satu asas yang terdapat dalam hukum acara pidana dimana dalam asas ini setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap. Namun asas ini tidak mudah untuk diterapkan, terutama dalam kasus-kasus pidana yang dilakukan oleh kelompok rentan. Dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok rentan seringkali mengabaikan hak hak hukum yang mereka miliki yang disebabkan oleh para pelaku tidak merasa bersalah, tidak adanya biaya untuk menyewa pengacara dan minimnya akses pengetahuan untuk mendapatkan bantuan hukum secara gratis. Berdasarkan hal tersebut, kami melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan hukum kepada pelaku tidak pidana pencurian dengan kekerasan dimaksud di Pengadilan Negeri Lumajang, Jawa Timur. Tujuan dari program pendampingan ini yang pertama adalah memberikan bantuan hukum kepada kelompok rentan yang sedang menghadapi kasus hukum, kedua untuk menganalisis secara mendalam permasalahan praktek penegakan hukum bagi pelaku tindak pidana kelompok rentan. Metode yang digunakan adalah memberikan bantuan hukum dan melakukan pendampingan hukum. Hasil yang dicapai dalam pendampingan ini adalah sanksi pidana yang diterima oleh pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan adalah lebih ringan 1 (satu) tahun penjara dari tuntutan jaksa penuntut umum. Kata Kunci: Pendampingan Hukum, Kelompok Rentan, Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan, Bantuan Hukum Gratis
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DENGAN KUBE DI DESA KENDUNG SURABAYA Yuli Ermawati; Suprayoga Suprayoga; Antoni Antoni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.475 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1287

Abstract

Kendung village is known as "Kampung Semanggi" because the majority of semanggi traders both raw and processed semanggi come from this area. Starting from semanggi farmers, semanggi collectors, to traders of pecel semanggi and other semanggi preparations. The partners who become partners of the Community Empowerment Program (PPM) are 10 semanggi traders in Kendung RT 07 RW III. The conditions of their business activities have started to improve, some are still sitting in place, and some are experiencing a decline. The main problems faced by partners are the absence of well-organized business management and conventional external access to both funding and marketing and the absence of facilities that can facilitate them to form a community. The purpose of this empowerment is to explore the potential of semanggi traders in Kendung and find the right strategy to provide training, form a Joint Business Group among semanggi traders and escort them to get further empowerment from the government. The method used is mentoring 1) Making a SWOT analysis to explore the potential of clover traders in Kendung village, 2) For aspects of Business Management (Governance, finance, marketing), the Abmas team provides business management, finance, and online marketing training, 3) For Socio-Cultural aspects, the team inspires partners to form a Joint Business Group (KUBE) team and oversees proposals for submitting KUBE formation to sub-districts and reaches the relevant government offices to get further empowerment from the government. The results obtained are the implementation of training activities, the emergence of various variants of processed clover products, the formation of the "Omah Semanggi" Online Shop, and the formation of the KUBE "Smanggi Bersemi" to be continued to the relevant Government Service.
Virtual Class Solusi Pembelajaran Daring Terpadu di Masa Pandemi Pada SMA Wijaya Putra Surabaya surya priyambudi; Yulis Setyowati; M. Harist Murdani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.052 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1290

Abstract

Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah SMA Wijaya Putra Surabaya. Permasalahan Mitra, yaitu: 1)Guru belum memaksimalkan penggunaan materi digital; 2)Guru mengalami kebingungan mengelolah perangkat pembelajaran daring; 3)Peserta didik mengalami kebingungan belajar karena berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dipergunakan guru; 4)Pimpinan sekolah tidak dapat memonitoring kegiatan belajar karena aplikasi pembelajaran daring yang dipergunakan berbeda-beda. Metode menyelesaikan masalah, yaitu: 1)Pelatihan dan pendampingan Guru pembuatan materi digital pada aplikasi pembelajaran daring; 2)Pembuatan aplikasi LMS berupa Virtual Class untuk pembelajaran daring; 3)Pelatihan dan pendampingan Guru dan Peserta Didik dalam penggunaan aplikasi Virtual Class pembelajaran daring; 4)Pelatihan dan pendampingan Pimpinan Sekolah dalam memonitoring pembelajaran daring aplikasi Virtual Class. Pelaksanaan program, yaitu: 1)Koordinasi mitra dalam perancangan materi digital dan storyboard aplikasi Virtual Class; 2)Pelatihan dan pendampingan pembuatan materi digital menggunakan aplikasi Power Point, Kinemaster, dan Google; 3)Pembuatan LMS berupa aplikasi Virtual Class; 4)Pelatihan dan pendampingan aplikasi Virtual Class bagi guru dan peserta didik; 5)Pelatihan dan pendampingan pimpinan sekolah memonitoring pembelajaran daring aplikasi Virtual Class. Evaluasi kegiatan dilakukan setiap selesai pelatihan dan pendampingan serta keberlanjutan dilakukan minimal 2 bulan sekali dalam 1 tahun setelah program selesai dilakukan. Diharapkan SMA di Kota Surabaya yang memiliki permasalahan tentang media pembelajaran dapat diberikan Training of Trainers oleh SMA Wijaya Putra Surabaya.
PENINGKATAN KOMPETENSI SDM PARIWISATA DI DESA PAGERHARJO KECAMATAN SAMIGALUH, KABUPATEN KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA Cucu Kurniati; Endang Komesthy Sinaga; Ayu Nurwitasi; Nur Komariah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.056 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1292

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Pagerharjo sebagai salah satu desa yang berada di kawasan penyangga destinasi Borobudur. Saat ini kegiatan wisata masih terpusat di Desa Wisata Nglinggo dan paket wisata yang ada belum melibatkan dusun di kawasan Desa Pagerharjo. Solusi yang diberikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat di Desa Pagerharjo adalah memberikan pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi mengenai penyusunan paket wisata perdesaan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengemasan paket wisata yang beragam dengan harga jual produk yang lebih kompetitif dan variatif sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui peningkatan usaha ekonomi produktif. Adapun judul pengabdian masyarakat adalah “Peningkatan Kompetensi SDM Pariwisata di Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta”. Metode kegiatan adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan dalam bentuk workshop bagi masyarakat, penggunaan metode menitikberatkan pada simulasi praktek di lapangan secara berkesinambungan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah peserta mampu menerapkan pengetahuan yang didapat dalam mengemas dan menghitung harga paket wisata. Program yang dibuat peserta selama proses pelatihan menunjukkan kompetensi yang baik dalam memadukan potensi dari setiap dusun dengan mempertimbangkan atraksi wisata, lokasi, rute dan waktu. Kata Kunci: kompetensi masyarakat, paket wisata, wisata pedesaan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEMANDUAN WISATA DI DESA WISATA SUNTENJAYA KABUPATEN BANDUNG BARAT FAISAL FAHDIAN PUKSI; Endang Komesty Sinaga; Cucu Kurniati; Nuraeni Handayaningrum
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.023 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1293

Abstract

Potensi besar yang dimiliki Desa Wisata Suntenjaya di Kabupaten Bandung Barat tidak diimbangi dengan tersedianya sumber daya manusia pariwisata yang terlatih dan profesional. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dalam pengembangan kompetensi pemanduan wisata melalui suatu program pengabdian masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, pada November 2019, dilaksanakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemanduan wisata. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan potensi masyarakat Desa Wisata Suntenjaya dalam meningkatkan kemampuan pemanduan wisata. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop yang dilaksanakan selama tiga hari sehingga pada setiap akhir sesi masyarakat Desa Wisata Suntenjaya memiliki hasil yang dapat langsung digunakan nanti saat menerima wisatawan. Materi workshop yang dibahas adalah pelayanan prima, bahasa Inggris dasar, pengetahuan daya tarik wisata, serta teknik interpretasi dan teknik memandu wisatawan. Peserta kegiatan ini adalah 20 orang masyarakat desa wisata Suntenjaya yang memiliki pekerjaan utama sebagai petani, peternak, dan anggota Karang Taruna. Tim pengabdian kepada masyarakat terdiri dari empat orang dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung yang didukung oleh lima orang mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini adalah SOP pemanduan wisata, daftar daya tarik potensial, pola aktivitas wisata, dan skrip pemanduan wisata. Selain itu, kemampuan pemanduan wisata masyarakat desa juga diharapkan meningkat dengan dilaksanakannya praktek pemanduan wisata.
PPM USAHA KECIL BUBUK JAHE DI KELURAHAN KEPUTRAN KECAMATAN TEGALSARI KOTA SURABAYA ASTRIA HINDRATMO; Ong Adre Wahyu Riyanto; Muhammad Agung Setyawan; Andi Firman Baihaqi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.191 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1295

Abstract

Usaha kecil bubuk jahe Bu Nining merupakan usaha yang dirintis sejak 3 tahun lalu yang tadinya digunakan untuk mencari pendapatan tambahan di waktu luang. Namun hingga saat ini usaha tersebut memiliki beberapa mengalami beberapa permasalahan seperti aspek produksi dimana kemasan tidak mempunyai lebel kemasan, proses pengemasan masih menggunakan bahan baku plastik yang tipis dengan perekat menggunakan media api dari lilin, dan tidak memiliki variasi ukuran produk hanya ukuran 200gr saja. Permasalahan aspek manajemen yaitu terkait manajemen pemasaran dimana mitra hanya menjual produk berdasarkan jumlah pesanan, permasalahan manajemen mutu juga belum ada penerapan, tidak adanya penerapan manajemen pengadaan bahan baku karena pembelian bahan baku seringkali menunggu ada pesanan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan perbaikan pada aspek produksi dan manajemen guna meningkatkan jumlah produksi dan omset penjualan. Kegiatan ini memberikan pelatihan dan pendampingan perbaikan pada permasalahan yaitu terkait label kemasan, bahan kemasan, penggunaan alat press kemasan, pemasaran offline mapun online, penerapan manajemen mutu, dan pengadaan bahan baku. Hasil dari kegiatan yaitu mitra telah memiliki desain label pada kemasan, memiliki kemasan yang baik yang sehingga layak untuk di jual di toko oleh-oleh, serta telah mampu menjual pruduk secara online, memiliki konsep pemasaran offline yang baik, jumlah produksi dan penjualan meningkat.
PPM PENINGKATAN PRODUKTIFITAS SEMANGGI SUROBOYO DI KELURAHAN SEMEMI, KECAMATAN BENOWO SURABAYA Faisol Humaidi; Dwiyana Anela Kurniasari; Adelia Putriani; Ananda Istiqomah N
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.914 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1296

Abstract

Mitra dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini adalah Bapak Lodji yang mengeluti usaha budidaya semanggi di Dusun Kendung Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Surabaya. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain; 1). Rendahnya Produksi daun semanggi; 2). Kurangnya sanitasi lahan budidaya; 3). Kurangnya suplai air irigasi pertanaman semanggi di musim kemarau; 4). Menurunya luasan lahan pertanaman semanggi; 5). Menurunnya kesuburan lahan pertanaman semanggi; 6). Terbatasnya pemasaran daun semanggi hanya untuk pemasok pedagang pecel semanggi; 7). Sistem pemasaran bersifat tradisional; Sedangkan tujuan dari kegiatan PPM ini adalah menjadikan kelompok tani semanggi lebih produktif dalam budidaya daun semanggi. Metode yang dilaksanakan antara lain; Penggunaan paket teknologi budidaya semanggi dengan pupuk organik yang memadai dengan menggunakan biofertiliser; Perlunya perbaikan saluran drainasi dan suplai air budidaya semanggi terpenuhi. Hasil kegiatan PPM ini yaitu: Produksi daun semanggi terjamin pasokannya ke pedagang pecel semanggi; Suplay air dan biofertilizer untuk tanaman semanggi dapat terpenuhi di musim kemarau dan produksi meningkat sebesar 67% serta produksi daun semanggi menjadi berkesinambungan; Tingkat kesuburan tanah meningkat ; Adanya peningkatan pendapatan petani semanggi suroboyo sebesar 65%. Adapun luaran adalah prosiding ilmiah terakreditasi dan HKI.

Page 71 of 138 | Total Record : 1378