cover
Contact Name
PHIKA AINNADYA HASAN
Contact Email
phikahasan@unsulbar.ac.id
Phone
+6282259870185
Journal Mail Official
bioma@unsulbar.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Baharuddin Lopa, S.H., Talumung, Majene, Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27460029     DOI : https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2
BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya diterbitkan oleh  Universitas Sulawesi Barat. Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah bidang Biologi dan pembelajarannya yang diangkat dari hasil penelitian atau studi literature. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman sampul belakang. Naskah yang masuk ke redaksi BIOMA akan diseleksi oleh dewan redaksi.
Articles 110 Documents
Keanekaragaman Jenis Mollusca di Pantai Kuala Sipare Kabupaten Batu Bara Asni, Nur Asni; Jayanthi, Sri; Wahyuni, Ayu
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i1.3604

Abstract

Kabupaten Batu Bara adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatera Utara dan merupakan kawasan pesisir Pantai Timur yang memiliki perairan berupa pantai Kuala Sipare dimana tempat hidup berbagai hewan salah satunya mollusca. Mollusca memiliki peran penting dari segi ekologi yang berperan dalam penyediaan makanan bagi beberapa spesies lain dalam rantai makanan dan juga berperan sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mollusca, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, indeks similaritas dan parameter kondisi fisika kimia lingkungan di Pantai Kuala Sipare. Penentuan lokasi stasiun penelitian menggunakan purposive sampling dan ditetapkan 3 stasiun penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode transek dikombinasi metode plot dan menggunakan alat bantu berupa pukat naga dan pukat songket. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. Hasil penelitian didapatkan 3 kelas, 9 ordo, 12 famili, 17 genus dan 21 spesies mollusca. Indeks keanekaragaman mollusca yang didapat dengan nilai H’= 1.69432 dengan kategori sedang. Indeks keseragaman secara keseluruhan yaitu dengan nilai E = 0.539, indeks dominansi secara keseluruhan yaitu D = 0.3976 dan indeks similaritas yang paling tinggi terdapat pada stasiun 1 dan stasiun 2 dengan nilai IS = 0.923. Data pendukung yaitu dari parameter lingkungan berupa pH air, suhu air, salinitas dan pH tanah. pH air berkisar 7.3 – 7.8, suhu air berkisar 29.7℃, – 32.5℃, pH tanah berkisar 6.5 – 7 dan salinitar berkisar 200/00 – 250/00. Kata kunci— keanekaragaman, mollusca, Kuala Sipare
Pembelajaran Tutor Sebaya Berbantuan Mind mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Irfan, M; Syamsiara Nur; Nasir, Yusrianto; SY, Nursyamsi
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i1.3630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya berbantuan mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar biologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimen semu pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sendana yang terdaftar pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023 dengan materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Subjek penelitian ini adalah 64 siswa, yang dibagi menjadi 2 kelas. 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Jumlah siswa kelas ekpserimen sebanyak 32 orang dan di kelas kontrol sebanyak 32 orang. Kelas eksperimen diajar dengan metode pembelajaran tutor sebaya berbatuan mind mapping dan kelas kontrol diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah dan tanya tawab. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda sebanyak 30 item. Data penelitian dianalisis dengan dengan menggunakan Ancova satu jalur. Ditemukan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran tutor sebaya berbantuan mind mapping lebih tinggi daripada keterampilan hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional. Rekomendasi penelitian ini adalah metode pembelajaran tutor sebaya berbantuan mind mapping dapat digunakan untuk mata pelajaran yang lain karena dianggap memiliki potensi dalam meningkatkan hasil belajar. Kata Kunci: tutor sebaya, mind mapping, hasil belajar biologi
Mengeksplorasi Persepsi Mahasiswa: Implementasi Model Pembelajaran Reading, Questioning, and Answering dalam Perkuliahan Biologi Dasar Pujiastuti, Indah Panca; Fausan, Muhammad Mifta
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i1.3635

Abstract

The students' perception of the implementation of the Reading, Questioning, and Answering (RQA) learning model was still an essential domain to be explored further. Therefore, this study aimed to explore students' perceptions of the implementation of the RQA learning model in Basic Biology lectures. This descriptive research used an exploratory survey method. The respondents who participated were 57 students (30%) enrolled in the Basic Biology course at the Health Administration Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Sulawesi Barat. The instrument used to collect data was a questionnaire consisting of 30 statements with four answer choices using the Likert scale. The data obtained from the research were analyzed descriptively. The study findings indicated that students' perceptions were at a slightly high level after the implementation of the RQA learning model in Basic Biology lectures.
Kelimpahan Perifiton pada Substrat Alami di Air Terjun Muara Karing Kawasan Geopark Merangin Jambi Amatullah, Dhiny; Sukmono, Tedjo; Ihsan, Mahya; Wulandari, Tia; Suprayogi, Dawam
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i1.3637

Abstract

Air terjun Muara Karing termasuk ke dalam kawasan Geopark Merangin yang menjadi tujuan wisata alam. Hal ini tidak seimbang dengan pengetahuan wisatawan terhadap kondisi lingkungan. Perifiton dapat dijadikan sebagai bioindikator perairan karena sifat perifiton yang mampu merespon bahan polutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan perifiton pada substrat alami di air terjun muara karing kawasan Geopark Merangin. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2022-Juni 2023 dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan perifiton pada ketiga stasiun (dalam satuan individu/125cm2) berturut-turut yaitu 1.554; 461; dan 490.
Identifikasi Kandungan Fenolik pada Ekstrak Maserasi Bertingkat dari Daun Segar dan Daun Kering Tanaman Kersen (Muntingia calabura) Hatur Rahmah, Mufti
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i1.3737

Abstract

Abstrak Muntingia calabura termasuk ke dalam jenis tanaman neotropik yaitu tanaman yang hidup dengan baik pada iklim tropis seperti Indonesia bahkan dikenal sebagai spesies invasif di beberapa wilayah, termasuk di Majene Sulawesi Barat yang memiliki dinamika iklim tropis dengan musim kemarau yang panjang. M. calabura banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai bahan minuman herbal untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, sehingga eksplorasi potensi tanaman ini sebagai sumber bahan alami yang dapat digunakan dalam produk-produk farmasi dan pangan sangat penting untuk dilakukan. Namun, belum ada penelitian yang membandingkan kandungan aktivitas antioksidan ekstrak daun segar dan kering hasil maserasi bertingkat menggunakan tiga jenis pelarut organik yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol, sehingga dihasilkan ekstrak senyawa bioaktif yang lebih murni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa fenolik yang terkandung pada daun M. calabura, baik yang segar maupun yang kering. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode maserasi bertingkat melalui tahap ekstraksi dan skrining senyawa-senyawa fenolik. Hasil penelitian ini adalah ekstrak daun kersen positif mengandung senyawa fenol, flavonoid dan tanin yang termasuk kedalam senyawa fenolik. Sehingga M. calabura memiliki potensi yang penting sebagai sumber bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan obat alami atau pangan fungsional.
Tingkat Pengetahuan Keterampilan 4C Guru Biologi se-Kabupaten Sidrap Alonemarera, A. S.; Arhamar, A. S. Muhammad; Lodang, Hamka; Palennari, Muhiddin
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i2.3821

Abstract

Guru biologi sebagai pendidik harus memiliki pengetahuan yang baik tentang keterampilan 4C (creative thinking, critical thinking, communication, dan collaboration) agar dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan 4C itu sendiri secara efektif. Penelitian berjenis deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keterampilan 4C guru biologi SMA Negeri se-Kabupaten Sidrap. Subjek penelitian ini adalah 18 orang guru biologi berstatus PNS yang berasal dari 9 SMA Negeri di Kabupaten Sidrap. Data dikumpulkan melalui teknik tes dengan instrumen penelitian berupa lembar tes pengetahuan keterampilan 4C berisi 4 butir pertanyaan dan 30 butir pernyataan yang dikembangkan dari 4 aspek keterampilan 4C. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai persentase rata-rata pengetahuan pada aspek creative thinking, critical thinking, communication, dan collaboration secara berturut-turut adalah 63,33% (Baik); 68,75% (Baik); 47,47% (Cukup); dan 67,59% (Baik). Sedangkan nilai rata-rata umum sebesar 61,79% (Baik). Dengan demikian, diperoleh kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan keterampilan 4C guru biologi SMA Negeri se-Kabupaten Sidrap berada pada kategori baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan keterampilan 4C guru biologi dan strategi terbaik untuk meningkatkannya.
The Morphometry of Body and Organ Indices of Broiler Chickens [Gallus gallus gallus (Linnaeus, 1758)] After Administration of Blue-spotted Maskray Liver Extract [Neotrygon caerulopunctata (Last, White & seret, 2016)] Saragih, Hendry Tri Sakti Surya Gunawan; Ria Vinola Septhya Sari; Shintia Oktaviana; Filda Mega Ayunda
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i2.3935

Abstract

The broiler chicken industry is a primary provider of protein for the Indonesian population. For optimal growth, broiler chickens require feed with a high protein content, which currently remains expensive due to the majority of its raw materials being imported products. Waste from fish processing, such as the liver of the blue-spotted stingray (Neotrygon caerulepunctata), is rich in protein and can serve as an economical alternative feed for broiler chickens. This study aims to evaluate the impact of blue-spotted stingray liver extract on the morphometric structure and organ indices of broilers. A total of 300 male and female Cobb 500 DOC broiler chickens were raised until 16 days old using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, each with 5 replications consisting of 15 chickens. The treatments of blue-spotted stingray liver extract (EHP) were administered per kg of basal feed (PB) with variations of Control (0% EHP/kg PB), T1 (0.5% EHP/kg PB), T2 (1% EHP/kg PB), and T3 (2% EHP/kg PB). Parameters observed included morphometry and organ indices such as intestinal weight, intestinal length, muscle length, muscle area, bursa weight, and spleen weight. The results showed that the T3 treatment group with 2.0% stingray liver extract demonstrated significant improvements in morphometry and organ indices such as intestinal weight, intestinal length, muscle length, muscle area, bursa weight, and spleen weight compared to the Control group (0% EHP). The T3 group also exhibited better growth performance compared to the Control group.
Desain dan Uji Efektivitas Nanoemulsi Ektrak Kombucha Pohon Barru sebagai Agen Anti-Maag Melalui Mekanisme Perusakan Struktur Sel Bakteri Isdaryanti, Isdaryanti; Nasir, Yusrianto; Nur, Syamsiara; Yunus, Muh. Rizal Kurniawan; Jirana; Damayanti, Mesra; Rahmah, Mufti Hatur
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i2.4059

Abstract

Kombucha merupakan produk fermentasi yang diketahui banyak mengandung senyawa anti-inflamasi dan anti-bakteri. Pada penelitian ini ekstrak senyawa hasil fermentasi dikemas dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan stabilitas senyawa dan efektivitasnya sebagai anti-maag. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi nanoemulsi ekstrak kombucha dari pohon barru dalam meningkatkan aktivitas perusakan sel bakteri Helicobacter pylori. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Factorial). Hasil pengukuran pH dari setiap yaitu berada pada kisaran 1,9. Pada peak yang diperoleh senyawa yang terkandung dalam kombucha tersebut adalah kafein, hasil uji antimikroba memiliki zona hambat dengan kategori kuat dengan kisaran luas zona 11-15 nm. Uji in silico menunjukkan kafein mampu menghambat penghancuran struktur sel, kedua protein uji yang digunakan menunjukkan nilai binding afinity yaitu -4,31 dan -4,8. Berdasarkan pada seluruh data yang diuraikan dapat disimpulkan kombucha pohon barru memiliki aktivitas antimikroba yang dapat digunakan untuk mengobati maag. Akan tetapi, untuk membutikkan lebih lanjut maka diperlukan analisis in vivo serta analisis lainnya.
INDEKS KEANEKARAGAMAN PHYLUM ECHINODERMATA DI PANTAI PULAU TABUHAN BANGSRING BANYUWANGI INDONESIA Hikamah, Siti Roudlotul; Safira, Safira; Afandi, Benny; Nurjanah, Umi
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i2.4109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman Phylum Echinodermata tertinggi berdasarkan hasil perhitungan. Desain penelitian menggunakan fenomenologi, jenis data kualitatif, analisis data menggunakan rumus Indeks Keragaman dari Shannon Winner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pantai pulau Tabuhan merupakan daerah yang berpasir putih, terdapat terumbu karang. Jenis-jenis Echinodermata yang berhasil diamati terdiri dari Linckia laevigasta, Echinaster luzonicus, Archaster angulatus, Fromia milleporella, Choriaster granulatus, Omphiura sp., Tripneustes depressus, Toxopneustes pileolus, Diadema setosum, Himerometra robustipinna, Holothuria sp, Holouthuria atra, Holothuria leucospilota, Holothuria hilla, Synapta maculata. Indeks Keragaman hasil analisis data yang diperoleh dari rumus menunjukkan bahwa komposisi spesies Echinodermata yang terbanyak di temukan di pantai pulau Tabuhan terdapat pada classis Holothuroidea dengan komposisi 31 individu dan terendah pada classis Crinoidea dengan komposisi 1 individu, Familia dominan dan co-dominan 1 familia diantaranya termasuk kategori dominan dengan nilai persentase yaitu 29,11% yang terdapat pada familia Holothuriidae. Sedangkan 10 familia lainnya merupakan kategori co-dominan dengan persentase terendah yaitu 1,26% yang terdapat pada familia Archasteridae, Struktur Echinodermata yang memiliki nilai penting tertinggi yaitu terdapat pada spesies Fromia milleporella dengan jumlah nilai penting 10,702%. Sedangkan jenis Echinodermata yang memiliki nilai penting terendah yaitu terdapat pada spesies Himerometra robustipinna dengan nilai penting 0,667% dan Indeks Keanekaragaman Echinodermata tertinggi yaitu terdapat pada spesies Tripneustes depressus dan Holothuria atra dengan Indeks Keanekaragaman Echinodermata bernilai 0,541. Indeks Keanekaragaman Echinodermata terendah terdapat pada spesies Archaster angulatus, Himerometra robustipinna, Holothuria sp. dengan nilai 0,24.
Analisis Vegetasi dan Potensi Pemanfaatan Tumbuhan Invasif di Area Persawahan Gampong Blang Crum, Lhokseumawe, Aceh Nir Fathiya; Qariza, Maulin Hayatun; Puspa, Vivera Ruselli; Artika, Wiwit; Yassir, Muhammad; Ulhaq, Riza
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2024): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v6i2.4147

Abstract

Area persawahan dapat menjadi sangat rentan terhadap tumbuhan invasif sehingga bisa mengancam produktivitas pertanian dan keberlanjutan ekosistem lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan invasif dan potensi pemanfaatannya di area persawahan Gampong Blang Crum, Lhokseumawe, Aceh. Metode yang digunakan adalah metode jelajah (eksplorasi) dan studi literatur, dengan teknik pengambilan data melalui inventarisasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis tumbuhan invasif dalam 15 famili yang ditemukan di area persawahan Gampong Blang Crum. Famili yang paling mendominasi adalah Asteraceae (4 spesies) yang terdiri atas Pluchea indica, Praxelis clematidea, Synedrella nodiflora, dan Chromolaena odorata. Diikuti oleh famili lain yaitu Fabaceae (3 spesies), Cyperaceae, Euphorbiaceae, Lamiaceae, Malvaceae, Verbenaceae masing-masing sebanyak 2 spesies. Sedangkan Acanthaceae, Capparaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Rubiaceae, Sphenocleaceae, Urticaceae, dan Vitaceaea masing-masing sebanyak 1 spesies. Berdasarkan hasil studi literatur, seluruh jenis tumbuhan invasif berpotensi untuk dikembangkan dalam berbagai aplikasi kehidupan manusia. Di antaranya sebagai tumbuhan obat (22 spesies), pakan ternak (2 spesies), tanaman hias (2 spesies), sedangkan untuk sayuran dan pewarna makanan; fitoremediasi; tekstil dan komposit; serta bioherbisida masing-masing sebanyak 1 spesies.

Page 10 of 11 | Total Record : 110