cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Peningkatan Literasi Digital Guru melalui Pemanfaatan Teknologi Edukasi Gusty, Sri; Syafar, A.Muhammad; Londongsalu, Jefryanto; Batara, Chris; Waris, Milawaty; Asmeati, Asmeati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1931

Abstract

This activity aimed to enhance the digital literacy of junior high school teachers by introducing practical skills in educational technology and the use of artificial intelligence (AI)-based tools in the classroom. The community service program was conducted face-to-face in the form of a hands-on workshop using the lesson study approach (Plan-Do-See). The partners in this activity were the Tamalate Sub-district Government and several junior high schools in Makassar. It was held on July 16, 2025, at the Tamalate Sub-district Office Hall and attended by approximately 25 teachers representing various schools. Participants used their own devices for direct practice. Evaluation results indicated an improvement in teachers’ abilities after the training. Before the program, only 28% of participants were able to create Google Forms, which increased to 76% after the training. Skills in managing Google Classroom rose from 16% to 72%, using Google Sheets from 12% to 68%, and collaborating via Google Docs from 20% to 70%. The training outcomes reflected high enthusiasm, with participants demonstrating competence in operating Google Forms, Google Classroom, and Google Spreadsheets effectively. Many expressed strong interest in applying AI tools for content development and enhancing classroom interaction. Overall feedback was positive, although some challenges were noted, including limited time to explore AI in depth, internet access issues, and varying levels of digital proficiency among participants. The program successfully achieved its objective of improving teachers’ digital literacy, as evidenced by the increased skills in Google Forms, Classroom, Sheets, and Docs. Moreover, participants showed strong enthusiasm in utilizing AI to support teaching, making the program effective in equipping teachers with practical competencies while fostering readiness to face the challenges of 21st-century education.ABSTRAKKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru SMP dengan memperkenalkan keterampilan praktis dalam teknologi pendidikan dan penggunaan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka (luring) dalam bentuk workshop berbasis praktik langsung dengan pendekatan lesson study (Plan-Do-See). Mitra kegiatan adalah Pemerintah Kecamatan Tamalate dan beberapa sekolah menengah pertama di Kota Makassar pada tanggal 16 Juli 2025 di aula kantor Kecamatan Tamalate, Makassar, yang diikuti oleh sekitar 25 guru perwakilan sekolah. Para peserta menggunakan perangkat pribadi untuk praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru setelah pelatihan. Sebelum kegiatan, hanya 28% peserta mampu membuat Google Form, meningkat menjadi 76% setelah pelatihan. Kemampuan mengelola Google Classroom naik dari 16% menjadi 72%, penggunaan Google Sheets dari 12% menjadi 68%, serta kolaborasi melalui Google Docs dari 20% menjadi 70%. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi, dengan kemampuan peserta dalam mengoperasikan Google Forms, Google Classroom, dan Google Spreadsheet secara efektif. Banyak peserta menyatakan minat besar untuk menerapkan alat AI dalam pembuatan konten dan peningkatan interaksi pembelajaran. Umpan balik umumnya positif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dalam mengeksplorasi AI secara mendalam, permasalahan akses internet, serta perbedaan tingkat kemampuan digital peserta. Pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital guru sesuai tujuan kegiatan, ditunjukkan oleh peningkatan keterampilan pada Google Forms, Classroom, Sheets, dan Docs. Peserta juga antusias memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran, sehingga program ini efektif membekali guru dengan kemampuan praktis sekaligus menumbuhkan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Peningkatan Literasi Kesehatan Anak melalui EduDiabetes AR Berbasis Augmented Reality dan Smart Flash Card Paramadini, Adanti Wido; Nur, Yohani Setiya Rafika; Linda, Gusnita; Fathan, Faizal Burhani Ulil; Yasin, Feri; Maulana, Ihsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2076

Abstract

Childhood diabetes is an increasing health concern that requires early prevention strategies through education and health literacy. Conventional educational methods are often less engaging for children, leading to low effectiveness in delivering health information. This community service program aimed to improve children’s health literacy on diabetes through the innovation of EduDiabetes AR, an interactive educational media that combines Augmented Reality (AR) with Smart Flash Cards. The implementation consisted of media development, volunteer training, socialization sessions, and evaluation through pre-test and post-test. The program was carried out at Limbah Pustaka, Muntang Village, Purbalingga, involving 70 children from elementary and kindergarten levels and 20 volunteers. The results showed a significant improvement, with participants’ health literacy increasing by more than 90% after using EduDiabetes AR. Children expressed greater interest in learning through AR-based media, while volunteers considered the media effective in supporting health education. This program concludes that EduDiabetes AR is an effective interactive learning media to enhance children’s health literacy in the early prevention of diabetes. Future development may focus on expanding the scope of educational content and integrating the system into broader digital learning platforms.ABSTRAKDiabetes pada anak merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan membutuhkan strategi pencegahan dini melalui pendidikan serta literasi kesehatan. Metode edukasi konvensional sering kali kurang menarik bagi anak-anak sehingga efektivitas penyampaian informasi rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan anak terkait diabetes melalui inovasi media EduDiabetes AR, sebuah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan Smart Flash Card interaktif. Metode pelaksanaan meliputi perancangan media edukasi, pelatihan relawan, sosialisasi kepada peserta, serta evaluasi literasi kesehatan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Limbah Pustaka, Desa Muntang, Purbalingga, dengan melibatkan 70 anak dari tingkat SD dan TK serta 20 relawan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan tingkat literasi kesehatan peserta meningkat lebih dari 90% setelah menggunakan media EduDiabetes AR. Anak-anak merasa lebih tertarik belajar dengan media berbasis AR, sedangkan para relawan menilai media ini efektif dalam membantu edukasi kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa EduDiabetes AR merupakan media edukasi interaktif yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan anak dalam upaya pencegahan dini diabetes. Ke depan, program ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memperluas cakupan materi dan integrasi ke dalam platform pembelajaran digital yang lebih luas.
Membangun Kompetensi Petani Padi melalui Pelatihan Partisipatif dalam Produksi Pupuk Organik Zulkifli, Lutfi; Setyaningrum, Agustinah; Budiyoko, Budiyoko; Rachmah, Malinda Aptika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2036

Abstract

The Gatos Farmers’ Group, as a pioneer of organic rice cultivation in Sumpiuh, has faced challenges due to the limited availability of high-quality and affordable organic fertilizers. At the same time, goat manure generated from local livestock farming has not yet been optimally utilized. This community service activity was designed to enhance farmers’ capacity in processing goat manure into organic fertilizer through participatory training. A total of 25 organic rice farmers, all members of the Gatos Farmers’ Group, took part in this program. The method consisted of three stages: preparation (observation and focused group discussions), implementation (technical training and hands-on practice), and post-training assistance. Evaluation results indicated a 41% increase in participants’ understanding, as reflected in the comparison of pre-test and post-test scores. The participatory training approach not only improved the knowledge and technical skills of organic rice farmers in producing their own organic fertilizer but also fostered the integration of crop–livestock farming systems that support the application of a circular economy at the local level.ABSTRACTKelompok Tani Gatos sebagai pionir budidaya padi organik di Kelurahan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, menghadapi kendala keterbatasan pupuk organik berkualitas dengan biaya terjangkau. Di sisi lain, limbah kotoran kambing dari peternakan masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik melalui pelatihan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 25 orang petani padi organik yang merupakan anggota Kelompok Tani Gatos. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (observasi dan diskusi terarah), pelaksanaan (pelatihan teknis dan praktik langsung), serta pendampingan pasca-pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 41% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Kegiatan pelatihan dengan pendekatan partisipatif ini berhasil pengetahuan dan keterampilan petani padi organik dalam memproduksi pupuk organik mandiri, sekaligus menciptakan integrasi pertanian-terpadu yang mendukung ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Hipertensi serta Diabetes Melitus pada Lansia Dusun Baruga, Kabupaten Maros melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Febriza, Ami; Nurmila, Nurmila; Sahabuddin, Rosdiana; Ibrahim, Juliani; Faidah, Nur; Khairunnisa, Khairunnisa; Anurogo, Dito; Mappanyompa, Fatimah; Nelly, Nelly; Syahrir, Andi Karlina; Fitria, Anni; Samsani, Samsani; Bahjah, Dzata
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1935

Abstract

The prevalence of hypertension and diabetes mellitus (DM) among the elderly is steadily increasing, particularly in rural areas with limited access to healthcare services. This community-based activity aimed to enhance awareness, knowledge, and self-management skills among elderly residents of Dusun Baruga, Maros Regency, for early detection of hypertension and DM through integrated health education and screening. Methods included educational seminars, health screening using Easy Touch GCU (blood pressure, random blood sugar, cholesterol, uric acid), and waist circumference measurement. Results indicated a high prevalence of hypertension (43%), prediabetes (26%), borderline cholesterol levels (28%), high uric acid (17%), and abdominal obesity risk (70%). In conclusion, culturally-tailored educational interventions combined with routine health screenings effectively improved elderly awareness and self-detection skills for hypertension and DM, with potential applicability to similar community settings.ABSTRAKPrevalensi hipertensi dan diabetes melitus (DM) pada lansia terus meningkat, khususnya di wilayah pedesaan dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta keterampilan mandiri lansia Dusun Baruga, Kabupaten Maros dalam mendeteksi dini hipertensi dan DM melalui edukasi dan skrining kesehatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, seminar edukasi, pemeriksaan kesehatan menggunakan Easy Touch GCU (tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat), serta pengukuran lingkar pinggang. Hasil pemeriksaan menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 43%, prediabetes 26%, kolesterol borderline 28%, asam urat tinggi 17%, serta risiko obesitas abdominal 70%. Kesimpulannya, intervensi edukasi yang disesuaikan dengan kondisi sosial-budaya lokal serta skrining rutin efektif meningkatkan kesadaran dan kemampuan deteksi dini lansia terhadap hipertensi dan DM, dengan potensi untuk diaplikasikan pada komunitas serupa lainnya.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis IoT dan Panel Surya untuk Meningkatkan Produktivitas Penetasan Telur Ayam Kampung Fathoni, M. Yoka; Alika, Shintia Dwi; Aldo, Dasril; Maulida, Elsa; Ramadhan, Firman Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2081

Abstract

This community service program aims to address the low hatching success rate of native chicken eggs experienced by the partner, Petet Ayam Lestari Unit, in Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. The main problems identified were limited electricity supply, unstable incubator temperature and humidity, and manual production record-keeping. To overcome these issues, the team implemented the program “Integration of IoT and Renewable Energy in Automatic Incubators as Appropriate Technology for Farmer Empowerment and Mitigation of Hatching Failures”. The program was conducted from June to September 2025 using a participatory approach through several stages: socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The technology introduced included an automatic incubator integrated with Internet of Things (IoT) sensors, powered by solar panels as an alternative energy source, and supported by digital systems for production and financial recording. The results demonstrated a significant improvement in the partner’s knowledge and skills. The average pretest score of 31% increased to 87% in the posttest, with an average improvement of +56%. The hatching success rate also rose from 50–70% to 75–85%. In addition, the partner satisfaction survey yielded an average score of 4.68, categorized as very satisfied. In conclusion, this program not only improved technical aspects such as hatching success and business management but also empowered the community, particularly women, and strengthened business sustainability through the adoption of renewable energy and digital record-keeping.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya tingkat keberhasilan penetasan telur ayam kampung pada mitra Unit Usaha Petet Ayam Lestari di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan suplai listrik, ketidakstabilan suhu dan kelembapan inkubator, serta pencatatan usaha yang masih manual. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim melaksanakan kegiatan “Integrasi IoT dan Energi Terbarukan pada Mesin Tetas Otomatis sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Pemberdayaan Peternak dan Mitigasi Kegagalan Penetasan”. Metode pelaksanaan program dilakukan sejak Juni hingga September 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi yang diterapkan berupa mesin tetas otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi alternatif, serta pencatatan produksi dan keuangan berbasis digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pemahaman mitra. Nilai rata-rata pretest sebesar 31% meningkat menjadi 87% pada posttest, dengan peningkatan rata-rata +56%. Tingkat keberhasilan penetasan juga meningkat dari 50–70% menjadi 75–85%. Selain itu, kuesioner kepuasan mitra memperoleh skor rata-rata 4,68 (kategori sangat puas). Kesimpulannya, program ini tidak hanya meningkatkan aspek teknis berupa keberhasilan penetasan dan manajemen usaha, tetapi juga memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, serta memperkuat keberlanjutan usaha melalui pemanfaatan energi terbarukan dan digitalisasi pencatatan.
Pendampingan UMK Kedai Kuliner Berbasis Model Partisipatif untuk Sertifikasi Halal Self-Declare di Kota Bandung Muljana, Fathan Hadinur Malik; Najmudin, Deden; Faruq, Raffi Muhammad; Fahrezi, Reza
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2027

Abstract

The self-declare halal certification introduced under BPJPH Decree No. 146 of 2025 has opened new opportunities for micro and small enterprises (MSEs), particularly meat-based culinary businesses that face the most complex halal critical points. Indonesia, with over 65 million MSMEs, still struggles with limited halal literacy, challenges in verifying critical ingredients, and incomplete Halal Product Assurance System (SJPH) documentation. This community engagement project was conducted with a single SME, Dapur Mamih in East Bandung, aiming to strengthen SJPH understanding, improve ingredient traceability, ensure proper documentation, and build the capacity to input applications through the Sihalal platform until the halal certificate was issued. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program involved field observation, interviews, intensive mentoring, and document verification over one month (August 2025). The pre- and post-test questionnaires revealed clear improvements: halal literacy increased from 35% to 75%, ingredient record-keeping from 40% to 68%, and document validation from 30% to 85%. The SME responded positively, demonstrating behavioral changes in ingredient selection, consistency in record-keeping, and successful submission of data through Sihalal, which led to halal certification of seven culinary menus by BPJPH. These results confirm that participatory mentoring not only enhances declarative knowledge but also develops technical skills, thereby achieving the program’s goal of preparing SMEs for halal self-declare certification. ABSTRAKSertifikasi halal self-declare melalui Keputusan Kepala BPJPH No. 146 Tahun 2025 membuka peluang besar bagi usaha mikro dan kecil (UMK), khususnya kuliner berbahan daging yang memiliki titik kritis paling kompleks. Indonesia dengan lebih dari 65 juta UMKM masih menghadapi tantangan literasi halal yang rendah, keterbatasan verifikasi bahan, dan ketidaktertiban dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada satu UMK, yaitu Dapur Mamih di Bandung Timur, dengan tujuan meningkatkan pemahaman SJPH, keterlacakan bahan, kelengkapan dokumen, serta kemampuan menginput data ajuan pada aplikasi Sihalal hingga terbit sertifikat halal. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) diterapkan melalui observasi, wawancara, pendampingan intensif, dan verifikasi dokumen selama satu bulan (Agustus 2025). Hasil kuisioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan: literasi halal naik dari 35% menjadi 75%, pencatatan bahan dari 40% menjadi 68%, dan validasi dokumen dari 30% menjadi 85%. Respon pelaku usaha positif, ditandai dengan perubahan perilaku dalam pemilihan bahan, keteraturan pencatatan, serta keberhasilan menginput data ke Sihalal hingga tujuh menu kuliner memperoleh sertifikat halal BPJPH. Dengan demikian, pendampingan partisipatif berbasis PAR tidak hanya meningkatkan pengetahuan deklaratif, tetapi juga membangun keterampilan teknis, sehingga tujuan pengabdian tercapai dalam memperkuat kesiapan UMK menghadapi sertifikasi halal self-declare.
Pelatihan Komprehensif Desain Mesin Berbasis Teori Wedhasari, Tyas; Ruhyat, Nanang; Multahada, Erna
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1957

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aimed to enhance the capacity of micro, small, and medium enterprise partners in the manufacturing sector through theoretical-based machine design training. This training is distinctive because, in addition to mechanics and design theory, the material also covers production management and digital marketing concepts, providing participants with a comprehensive perspective on operational processes and business strategies. The implementation method involved a series of training modules covering fundamental machine design principles using mechanics and materials, Computer-Aided Design software utilization, production management, and digital marketing. The training was conducted in Malaysia with active participation from partner participants, students, and lecturers. The activity results demonstrated a significant improvement in participants' theoretical understanding and practical skills in machine design, modern technology application, as well as production management and marketing. Initial evaluation through surveys and feedback indicated that the capacity building targets were successfully achieved. In conclusion, this activity provided a tangible contribution to improving the human resources quality of the partners, potentially enhancing their business competitiveness in the market.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra, yaitu pelaku usaha kecil dan menengah di sektor manufaktur, melalui pelatihan pembuatan desain mesin dengan pendekatan teoretis. Pelatihan ini berbeda karena tidak hanya teori mekanika dan desain, materi juga mencakup konsep manajemen produksi dan pemasaran digital, memberikan peserta perspektif menyeluruh tentang proses operasional dan strategi bisnis. Metode pelaksanaan meliputi serangkaian tahapan pelatihan desain mesin menggunakan prinsip dasar mekanika dan material, pemanfaatan perangkat lunak Computer-Aided Design, manajemen produksi, serta pemasaran digital. Pelatihan dilaksanakan di Malaysia dengan melibatkan peserta mitra, mahasiswa, dan dosen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teoretis dan keterampilan praktis peserta dalam desain mesin, penggunaan teknologi modern, serta manajemen produksi dan pemasaran. Evaluasi awal melalui survei dan umpan balik menunjukkan tercapainya target peningkatan kapasitas. Simpulan kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia mitra, yang berpotensi meningkatkan daya saing usaha mereka di pasar.
Sosialisasi Teknik Dasar Pembuatan Video Pemasaran Digital Berbasis Partisipasi Masyarakat Desa Wisata Sugihmukti Rachmawati, Indira; Octavia, Damayanti; Millanyani, Heppy; Apon, Nathaleo Michel
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1920

Abstract

Sugihmukti Village is a tourist village that has great potential to develop in the tourism sector. One of the main challenges faced by this village is the limitation in marketing its tourism attractions to a wider audience. In today's digital era, visual content-based marketing, especially video, is an effective strategy to increase the attractiveness and promotional reach of tourist villages. To overcome these challenges, this community service program aims to provide training in Basic Techniques for Making Digital Marketing Videos Based on Tourism Village Community Participation. The training methods provided are basic skills in video production, including shooting techniques, video editing, and distribution strategies through social media. The training was conducted to 21 participants and based on the post-test results, it was found that the average score of the participants was above 80%. In addition, based on the feedback results, it is known that 97% of participants are satisfied and This training has implications for Sugihmukti Village to be able to produce interesting video content and increase its competitiveness in the tourism sector.ABSTRAKDesa Sugihmukti merupakan desa wisata yang memiliki potensi besar untuk berkembang dalam sektor pariwisata. Salah satu tantangan utama yang dihadapi desa ini adalah keterbatasan dalam memasarkan daya tarik wisata yang dimiliki kepada khalayak yang lebih luas. Di era digital saat ini, pemasaran berbasis konten visual, terutama video, menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan daya tarik dan jangkauan promosi desa wisata. Untuk mengatasi tantangan tersebut, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Teknik Dasar Pembuatan Video Pemasaran Digital Berbasis Partisipasi Masyarakat Desa Wisata. Metode Pelatihan yang diberikan adalah keterampilan dasar dalam produksi video, termasuk teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, dan strategi distribusi melalui media sosial. Pelatihan dilakukan kepada 21 peserta dan berdasarkan hasil post-test diketahui bahwa nilai rata-rata peserta diatas 80%. Selain itu berdasarkan hasil feedback diketahuio bahwa 97% peserta merasa puas dan mDengan adanya pelatihan ini, memberikan implikasi kepad Desa Sugihmukti agar mampu menghasilkan konten video yang menarik dan meningkatkan daya saingnya di sektor pariwisata.
Pelatihan Bahasa Inggris untuk Mendukung Daya Saing Internasional Hernadi, Nour Ardiansyah; Sugiarto, Eko; Hakim, Lutfi Maulana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2089

Abstract

Turgo-Merapi Tourism Village is a community-based destination located on the slopes of Mount Merapi, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The village possesses substantial potential in terms of natural beauty, cultural richness, and local wisdom, which collectively contribute to its attractiveness for both domestic and international tourists. Nevertheless, the development of this destination continues to face several challenges, particularly the limited English language proficiency of local tour guides. This linguistic barrier hampers the provision of optimal services to international visitors, thereby necessitating capacity-building initiatives focused not only on physical infrastructure but also on human resource development. Proficiency in English is an essential competency for tour guides, functioning not merely as a communication tool but also as a medium to convey the uniqueness of the destination. Guides with adequate English skills are able to enrich the visitor experience, enhance the professional image of the destination, and expand the global tourism market reach. To address this critical need, a specialized English language training program was implemented for Turgo tour guides. The program encompassed structured stages, including theoretical input, role-play simulations, and field practice, enabling participants to apply language skills in authentic contexts. The training was facilitated by lecturers and undergraduate students of English studies, who acted as both instructors and mentors. The outcomes of the program indicated significant improvement in participants’ communication skills, motivation, and confidence in engaging with foreign tourists. In addition to acquiring new vocabulary, participants demonstrated the ability to construct appropriate responses to diverse tourist inquiries. More broadly, this initiative not only strengthened individual capacities but also contributed to the advancement of Turgo Tourism Village as a model of community-based tourism that is increasingly prepared to compete at the international level.ABSTRAKDesa Wisata Turgo-Merapi merupakan destinasi wisata berbasis masyarakat yang terletak di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki potensi besar dari segi keindahan alam, kekayaan budaya, serta kearifan lokal yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan kemampuan bahasa Inggris pemandu wisata lokal. Hal ini menjadi kendala dalam memberikan layanan optimal kepada wisatawan asing sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di samping penyediaan fasilitas pendukung. Kemampuan berbahasa Inggris merupakan keterampilan utama bagi pemandu wisata karena tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan informasi mengenai keunikan destinasi. Pemandu dengan kemampuan bahasa yang baik dapat memberikan pengalaman lebih berkesan, meningkatkan citra profesional, serta memperluas jangkauan pasar pariwisata. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, diselenggarakan program pelatihan bahasa Inggris khusus bagi pemandu wisata Desa Turgo. Program ini mencakup tahapan pembekalan materi, praktik dengan metode role-play, hingga praktik lapangan yang memungkinkan peserta berinteraksi langsung. Pelatihan difasilitasi oleh dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta yang berperan sebagai narasumber sekaligus pendamping. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan komunikasi, motivasi, dan rasa percaya diri peserta dalam melayani wisatawan asing. Mereka tidak hanya menambah kosakata baru, tetapi juga mampu melatih respons terhadap berbagai pertanyaan. Secara lebih luas, program ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga mendukung pengembangan Desa Wisata Turgo-Merapi sebagai destinasi unggulan berbasis masyarakat yang lebih siap bersaing di tingkat internasional. 
Strategi Pemberdayaan UMKM Pangan Dapur Sehat Binaan Baitul Maal Muamalat di Kebon Waru Bandung Lasmanah, Lasmanah; Nurrachmi, Intan; Rukmana, Jaka; Zaeni, Mutiara Refanisa; Fitriyanti, Asti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2061

Abstract

Food MSMEs have a strategic role in encouraging local economic growth, increasing food security, and creating jobs. However, many food MSME actors, including the Baitul Maal Muamalat Healthy Kitchen in Kebon Waru Village, Bandung, face challenges in the aspect of product innovation, namely low product durability due to suboptimal food preservation and packaging methods, thus hindering the distribution of products to a wider market. In addition, the lack of halal certification for some members causes limitations in reaching a wider market segment. This program aims to formulate an effective empowerment strategy to increase the capacity and competitiveness of healthy kitchen MSMEs in terms of product preservation and packaging, as well as business sustainability management. The methods used include a qualitative approach with field observations, in-depth interviews with MSME actors and Baitul Maal Muamalat managers, as well as participatory and applicative approaches. The results show that empowerment based on continuous mentoring, product innovation training, and halal certification assistance are able to increase knowledge about product preservation techniques, improve production management and awareness of the importance of halal certification. Based on the results of the pretest conducted before the training, the partner's knowledge of food preservation techniques obtained an average score of 68.9, while the posttest results conducted after the training obtained an average score of 89.4, which shows an increase in ability of 20.5% in terms of knowledge of food preservation and packaging techniques. An empowerment strategy that is integrated with a participatory approach and institutional support can encourage the independence and sustainability of food MSMEs.ABSTRACUMKM pangan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan ketahanan pangan, dan membuka lapangan kerja. Namun, banyak pelaku UMKM pangan, termasuk Dapur Sehat binaan Baitul Maal Muamalat yang berada di Kelurahan Kebon Waru, Bandung, menghadapi tantangan dalam aspek inovasi produk yaitu rendahnya daya tahan produk akibat metode pengawetan dan pengemasan makanan belum optimal, sehingga menghambat distribusi produk ke pasar yang lebih luas. Disamping itu, belum adanya sertifikasi halal bagi sebagian anggota menyebabkan keterbatasan dalam menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Program ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Dapur sehat dalam hal pengawetan dan pengemasan produk, serta manajemen keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM dan pengelola Baitul Maal Muamalat, serta pendekatan partisipatif dan aplikatif. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis pendampingan berkelanjutan, pelatihan inovasi produk, dan pendampingan sertifikasi halal mampu meningkatkan pengetahuan tentang teknik pengawetan produk, memperbaiki manajemen produksi dan kesadaran pentingnya sertifikasi halal. Berdasarkan hasil pretest yang dilakukan sebelum pelatihan bahwa pengetahuan mitra tentang teknik pengawetan makanan didapatkan skor rata-rata 68,9, sedangkan hasil postest yang dilakukan setelah pelatihan didapatkan skor rata-rata 89,4, hal tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan sebesar 20,5% dalam hal pengetahuan teknik pengawetan dan pengemasan makanan. Strategi pemberdayaan yang terintegrasi dengan pendekatan partisipatif dan dukungan kelembagaan dapat mendorong kemandirian dan keberlanjutan UMKM pangan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue