cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Gerakan Melek Aksara: Upaya Kolaboratif Menurunkan Buta Huruf di Komunitas Pinggiran Arifuddin, Ayu Arisna; Ridha, Nurul Azmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1950

Abstract

The “Literacy Movement” program aims to reduce illiteracy rates in Katangka Village through a collaborative approach involving universities, local communities, and community leaders. The novelty of this program lies in the application of andragogy and contextual learning methods specifically designed for adults and the elderly. The implementation included surveys, module development, facilitator training, literacy classes, and evaluation. Out of 40 participants, 33 (82.5%) showed significant improvement in basic reading and writing skills. In addition, participants experienced increased self-confidence and social engagement. This program demonstrates that a contextual and community-based collaborative learning model is effective in combating illiteracy and can be replicated in other regions.ABSTRAKProgram “Gerakan Melek Aksara” bertujuan menurunkan angka buta huruf di Desa Katangka melalui pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat lokal, dan tokoh masyarakat. Nilai kebaruan program ini terletak pada penerapan metode andragogi dan pembelajaran kontekstual yang dirancang khusus untuk warga dewasa dan lansia. Metode pelaksanaan mencakup survei, penyusunan modul, pelatihan fasilitator, kelas literasi, serta evaluasi. Dari 40 peserta, 33 orang (82,5%) menunjukkan peningkatan kemampuan membaca dan menulis dasar. Selain itu, peserta mengalami peningkatan rasa percaya diri dan keterlibatan sosial. Program ini membuktikan bahwa model pembelajaran berbasis komunitas yang kontekstual dan kolaboratif efektif memberantas buta huruf dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Teknologi IoT dan Energi Terbarukan dalam Pengelolaan Bank Sampah Nur, Yohani Setiya Rafika; Tanjung, Nia Annisa Ferani; Ginting, Melinda Br.; Sulaeman, Gilang; Al Faiz, M. Hanif
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2084

Abstract

Waste banks are a form of circular economy initiative that increase the added value of inorganic waste while empowering local communities. However, their operations often face limitations such as inadequate production facilities, high energy costs, and manual record-keeping systems. This community service program aimed to strengthen the capacity of the “Sampah Sahabatku” Waste Bank in Muntang Village through the application of appropriate technology based on solar panels and IoT sensors, as well as by enhancing women’s roles in management. The implementation methods included situation analysis, solar panel installation, technical and managerial training, mentoring, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The results showed that solar panels successfully reduced electricity costs and supported the operation of plastic and paper shredding machines, while IoT sensor integration improved the accuracy of record-keeping. The average knowledge level of participants increased by +58% after training. The community’s response was highly positive, reflected in improved technical skills and greater confidence among women in waste bank management. In conclusion, the combination of appropriate technology and renewable energy has strengthened the independence, efficiency, and sustainability of community-based waste banks.ABSTRAKBank sampah merupakan salah satu instrumen ekonomi sirkular yang dapat meningkatkan nilai tambah sampah anorganik sekaligus memberdayakan masyarakat. Namun, pengelolaan bank sampah sering menghadapi keterbatasan sarana produksi, tingginya biaya energi, dan sistem pencatatan yang masih manual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Bank Sampah “Sampah Sahabatku” di Desa Muntang melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis panel surya dan sensor IoT, serta penguatan peran perempuan dalam pengelolaan. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, pemasangan panel surya, pelatihan teknis dan manajerial, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa panel surya mampu mengurangi biaya listrik dan mendukung operasional mesin pencacah plastik maupun kertas, sementara integrasi sensor IoT meningkatkan akurasi pencatatan. Nilai rata-rata pemahaman mitra meningkat sebesar +58% setelah pelatihan. Respon mitra juga positif, ditandai dengan meningkatnya keterampilan teknis dan kepercayaan diri perempuan dalam pengelolaan bank sampah. Kesimpulannya, kombinasi teknologi tepat guna dan energi terbarukan mampu memperkuat kemandirian, efisiensi, serta keberlanjutan bank sampah berbasis komunitas.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UMKM KULINER DI ERA MEDIA SOSIAL Hakim, Muhamad Rachman; Abdillah, Khoiruddin; Sitinjak, Gabriel Asoloan; Prasetyoningtyas, Ari Anggarani Winadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2058

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed the marketing landscape for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly in the culinary sector. Social media has become not only a communication platform but also a strategic tool for building brand identity, expanding market reach, and strengthening customer relationships. This article aims to analyze digital marketing strategies that can be applied by culinary MSMEs in the social media era through literature review and conceptual analysis. The results of this study indicate several relevant strategies, namely brand identity and storytelling, creating creative and interactive content, collaboration with influencers, enhancing customer engagement, and utilizing paid advertising. Nevertheless, culinary MSMEs still face several challenges, such as limited digital literacy, restricted promotional budgets, and intense market competition. On the other hand, significant opportunities are offered through short-video content trends, the optimization of WhatsApp Business, and the use of analytics tools for evaluating marketing performance. With the implementation of appropriate and consistent digital marketing strategies, culinary MSMEs have the potential to increase competitiveness, expand their markets, and establish long-term relationships with customers.ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pemasaran bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun merek, meningkatkan jangkauan pasar, dan memperkuat hubungan dengan konsumen. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan UMKM kuliner di era media sosial melalui kajian literatur dan pendekatan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi kunci yang relevan, yaitu pembangunan identitas merek dan storytelling, penciptaan konten kreatif dan interaktif, kolaborasi dengan influencer, peningkatan keterlibatan konsumen (customer engagement), serta pemanfaatan iklan berbayar. Meskipun demikian, UMKM masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan literasi digital, modal promosi, dan persaingan pasar yang ketat. Di sisi lain, peluang besar terbuka melalui tren video pendek, optimalisasi WhatsApp Business, serta pemanfaatan data analitik untuk evaluasi strategi. Dengan penerapan strategi pemasaran digital yang tepat dan konsisten, UMKM kuliner berpotensi meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Identifikasi & Tindak Lanjut Pengembangan Model Bisnis Pariwisata Desa Cibodas Santoso, Teguh Iman; Ferdian, Ary; Tyas, Wulandari Ayuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2034

Abstract

Cibodas Village in Pasirjambu District, ‘Bandung Regency’, has been designated a Pioneer Tourism Village since December 2022. Despite its abundant natural and cultural potential, the management of this tourism village remains suboptimal, particularly in terms of business planning and financial management. Based on the results of the first phase of community service visits by the Telkom University team, improvements to the previously developed Business Model Canvas (BMC) were identified. This second phase of community service aimed to provide further solutions for developing and updating the BMC through a participatory lecture approach, involving local stakeholders such as farmer groups, MSMEs, village officials, and tourism managers. The methods used included presentation materials, group discussions, BMC development simulations, and participant assessments. Results showed that participants were able to restructure the nine main elements of the BMC in a more realistic and relevant way to the village's conditions. Furthermore, this activity successfully raised public awareness of the importance of financial record-keeping and digital marketing strategies. The evaluation showed that over 70% of participants experienced an improved understanding of village tourism business planning. This activity contributes to building a more focused and sustainable community-based tourism business governance, and can be replicated in other pioneering tourism villages.ABSTRAKDesa Cibodas di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten ‘Bandung’, telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Rintisan sejak Desember 2022. Meskipun memiliki potensi alam dan budaya yang melimpah, pengelolaan desa wisata ini masih belum optimal, terutama dalam aspek perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil kunjungan pengabdian tahap pertama oleh tim Universitas Telkom, ditemukan perlunya penyempurnaan Business Model Canvas (BMC) yang telah disusun sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian tahap kedua ini bertujuan untuk memberikan solusi lanjutan dalam penyusunan dan pemutakhiran BMC melalui pendekatan ceramah partisipatif, yang melibatkan stakeholder lokal seperti kelompok tani, pelaku UMKM, perangkat desa, dan pengelola wisata. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi material presentasi, diskusi kelompok, simulasi penyusunan BMC, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun ulang sembilan elemen utama BMC secara lebih realistis dan relevan dengan kondisi desa. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan keuangan dan strategi pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap perencanaan usaha desa wisata. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun tata kelola usaha pariwisata berbasis komunitas yang lebih terarah dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di desa wisata rintisan lainnya.
Perencanaan Keuangan Bagi Karang Taruna Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat Yuliandhari, Willy Sri; Asalam, Ardan Gani; Wulansari, Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1923

Abstract

This community service activity was carried out as a form of contribution to enhancing the understanding of the members of Karang Taruna in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency, consisting of youths under the age of 35, in the field of organizational financial planning. The limited knowledge of effective financial management has often become an obstacle in implementing work programs and ensuring the sustainability of Karang Taruna activities. Therefore, this activity aimed to provide basic training on financial literacy, budget preparation, cash recording, and transparent and accountable fund management. The implementation methods included counseling, interactive discussions, and simulations of preparing simple financial reports based on the Karang Taruna cash book in Kertawangi Village. The activity involved 31 participants consisting of administrators and active members of Karang Taruna, held on June 16, 2025. The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of both short-term and long-term financial planning, as well as their ability to prepare organizational budgets and financial reports. In addition, participants were encouraged to develop creative economic potential as an alternative source of funding for the sustainability of Karang Taruna activities. On average, participants expressed a high level of satisfaction with the activity and acknowledged that the material delivered was well received. This activity is expected to serve as a model of youth empowerment based on financial literacy that can be replicated in other rural youth communities. Collaboration between academics, village governments, and youth communities is key to realizing an independent and sustainable Karang Taruna organizationABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pemahaman para anggota Karang Taruna Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terdiri dari pemuda dan pemudi dalam range umur usia di bawah 35 tahun dalam bidang perencanaan keuangan organisasi. Minimnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang efektif kerap menjadi hambatan dalam pelaksanaan program kerja serta keberlanjutan kegiatan Karang Taruna. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar terkait literasi keuangan, penyusunan anggaran, pencatatan kas, serta pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, serta simulasi penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis buku kas Karang Taruna Desa Kertawangi. Kegiatan ini melibatkan 31 orang peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota aktif Karang Taruna yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang, serta kemampuan dalam menyusun anggaran dan laporan keuangan organisasi. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif sebagai sumber pendanaan alternatif bagi keberlangsungan kegiatan Karang Taruna. Karang Taruna Desa Kertawangi rata-rata menyatakan sangat puas telah mengikuti kegiatan abdimas tersebut, dan dapat menerima materi yang kami berikan dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan pemuda berbasis literasi keuangan yang dapat direplikasi pada komunitas pemuda lainnya di wilayah pedesaan. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas pemuda menjadi kunci dalam mewujudkan organisasi Karang Taruna yang mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan Penggunaan Aplikasi Balale Dalam Mendata Penerimaan Bantuan Bagi PPKS Yuliana, Yuliana; Gudiato, Candra; Noviyanti, Noviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2040

Abstract

Technology plays an important role in improving the progress of a region that is located in a remote area and far from the center of economic growth. Through technology that has been developed and also as the fastest and widest media in presenting and accommodating information so that it is used in data and information storage. For the government and all Social Service, Women's Empowerment and Child Protection apparatus of Bengkayang Regency, technology is very much needed, Data storage and storage-based technology, so operators are also needed to manage the application in this case are service devices, Village Heads/Lurah, TKSK, and data collection officers who need assistance. The method used in the service is through stages such as Socialization by discussing with the head of the service and the head of the field in preparing activities, assistance and evaluation. This service aims to facilitate in managing and operating the application in recording Assistance Receipts for PPKS. The results of the assistance to the service devices, Village Heads/Lurah, TKSK, and data collection officers are directed to get to know the application features such as the PPKS data input form, get to know the Graph of data types based on villages and the number of PPKS recipients and explain the Manual Book which is a Learning Module in the use of the Balale Application.ABSTRAKTeknologi berperan penting dalam meningkatkan kemajuan suatu daerah yang lokasinya terpencil dan jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi. Melalui Teknologi yang sudah dikembangkan dan juga sebagai media tercepat dan terluas dalam menyajikan dan menampung informasi sehingga digunakan dalam penampungan data dan informasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mempermudah dalam mengelola dan mengoperasi aplikasi dalam mendata Penerimaan Bantuan Bagi PPKS. Metode yang digunakan meliputi Sosialisasi dan berdiskusi bersama kepala dinas dan kepala bidang dalam persiapan kegiatan, pendampingan dan evaluasi kepada petugas pendata PPKS (perangkat dinas, Kades/lurah, TKSK). Jumlah peserta pendampingan sekitar 40 peserta dan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati. Hasil  pezngabdian ini adalah pendampingan yang telah dilaksanakan kepada seluruh peserta; perangkat dinas, Kades/Lurah, TKSK, dan petugas pendata yaitu diarahkan untuk mengenal fitur aplikasi fitur seperti form input data PPKS, mengenal Grafik jenis data berdasarkan desa dan jumlah penerima PPKS dan menjelaskan Manual Book yang adalah Modul  Pembelajaran  dalam  penggunaaan  Aplikasi Balale.
Pemberian Kapur Pertanian Untuk Meningkatkan pH Tanah di Desa Tanjung Sari, Kabupaten OKU Novriani, Novriani; Pusvita, Ema; Asroh, Ardi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2041

Abstract

Acidic soils are one of the major constraints in agricultural development in tropical regions, including in Tanjung Sari Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. Field surveys indicated that most farmlands in this village have soil pH ranging from 4.5 to 5.0, which is categorized as acidic. This condition negatively affects nutrient availability, microbial activity, and the productivity of food and horticultural crops. One of the recommended practices to overcome this problem is the application of agricultural lime (liming). This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills regarding the benefits, dosage, and techniques of lime application, as well as to directly improve soil pH through field demonstration. The method consisted of three stages: preparation (survey and soil analysis), implementation (training, extension, and field practice), and evaluation (measurement of soil pH and assessment of farmers’ knowledge improvement). The training materials included soil pH concepts, its influence on crop growth, types of agricultural lime, calculation of lime requirements, and proper application techniques. The results of this activity indicated an increase in farmers’ understanding of the importance of liming and an improvement in soil pH in demonstration plots after lime application. In conclusion, liming practices in Tanjung Sari Village proved beneficial for improving soil quality and supporting sustainable agricultural productivity. It is expected that farmers will be able to apply this technology independently in the future, with continuous support from local government through the provision of agricultural lime.ABSTRAKTanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan pertanian di daerah tropis, termasuk di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desa ini memiliki pH tanah berkisar antara 4,5–5,0, yang tergolong masam dan berdampak negatif terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas mikroorganisme, serta produktivitas tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pemberian kapur pertanian atau pengapuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat, dosis, dan teknik aplikasi kapur pertanian, sekaligus memperbaiki pH tanah melalui penerapan langsung di lahan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan (survei dan analisis tanah), pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan, dan praktik lapangan), serta evaluasi (pengukuran pH tanah dan peningkatan pengetahuan peserta). Materi kegiatan mencakup konsep pH tanah, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, jenis kapur pertanian, perhitungan dosis kapur, serta teknik aplikasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai peran kapur pertanian, serta adanya perbaikan pH tanah di lahan percontohan setelah pengapuran. Dengan demikian, kegiatan pengapuran di Desa Tanjung Sari terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Ke depan, diharapkan petani dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan kapur pertanian secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Inovasi Silase Kulit Nanas Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Karangjengkol Budiyoko, Budiyoko; Zulkifli, Lutfi; Prihambodo, Tri Rachmanto; Syamsi, Afduha Nurus; Rachmah, Malinda Aptika; Hidayat, Atika Wildatun; Prasetya, Emanuel Desta Herry; Hidayat, Yazid Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2026

Abstract

Honey pineapple is one of the commodities widely cultivated by the community of Karangjengkol Village, Purbalingga District. The utilization of honey pineapple is still focused on the fruit, while the waste from the skin has not been optimally utilized. Pineapple skin has the potential to be further processed into silage, but the community of Karangjengkol Village has limited capacity to do so. This community service activity aims to empower women farmers through training in making silage from pineapple peel using the asset-based community development (ABCD) approach. The implementation of community service activities began with mapping local assets, designing training activities, and conducting training and practice in making silage from pineapple peel. The evaluation of the training activity was carried out by administering pre-tests and post-tests that emphasized key indicators related to silage production. The results of the activity showed a significant increase in the participants' knowledge and understanding of silage production. This was demonstrated by an average increase in pre-test and post-test scores of 94 percent. These results indicate that training followed by hands-on practice can increase community capacity, particularly in terms of knowledge and skills in processing pineapple peels into silage.ABSTRAKNanas madu menjadi salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat Desa Karangjengkol, Kabupaten Purbalingga. Pemanfaatan nanas madu masih ditekankan pada buahnya, sedangkan limbah kulitnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit nanas berpotensi untuk diolah lebih lanjut menjadi silase, namun masyarakat Desa Karangjengkol memiliki keterbatasan dari sisi kapasitas dalam melakukan hal ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok wanita tani melalui pelatihan dalam pembuatan silase dari kulit nanas dengan pendekatan asset-based community development (ABCD). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan pemetaan aset lokal, perancangan kegiatan pelatihan, serta pelaksanaan pelatihan dan praktik pembuatan silase dari kulit nanas. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan dengan pengisian pre-test dan post-test yang menekankan pada indikator utama terkait pembuatan silase. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pembuatan silase. Hal ini ditunjukkan dengan dengan peningkatan rata-rata skor pre-test dan post-test sebesar 94 persen. Hasil ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan yang diikuti dengan praktik langsung dapat meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya dari aspek pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan kulit nanas menjadi silase.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menuju Green Village di Desa Pengadegan Latif, Elok Ainur; Muhibun, Ahmad; Istiqomah, Rahmah Sari; Kurniati, Evi; Kharisma, Lutfia Nur; Rofikoh, Ainur; Anandani, Akmal; Muraniasih, Arni; Setiawan, Edi; Maghfiroh, Hibatul; Ivana, Rajendra Ahnaf; Mubarok, Rezky; Larasati, Rheika Mosa; Muamala, Usriyanida; Safira, Veren Permata
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1975

Abstract

Household waste management remains a major challenge in many rural areas, including Pengadegan Village, Wangon District, Banyumas Regency. Organic waste is often discarded without treatment, leading to environmental pollution. To address this issue, the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata – KKN) of Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) was designed to empower local communities through household waste processing as a strategy to develop a Green Village. This program applied a Participatory Action Research (PAR) approach by involving women’s community groups (PKK) as the primary participants. The activities included socialization, training, practical workshops on producing liquid organic fertilizer (POC), and mentoring in the use of polybags for horticultural cultivation. Data were collected through pre–post questionnaires, observation, and interviews, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The findings reveal significant improvements across several indicators. Community knowledge of POC increased from 28% to 82%, while 81% of participants successfully produced POC independently. In addition, 87% of households applied polybag planting, and 90% expressed strong commitment to continue the program. Field observations also showed positive behavioral changes in waste sorting and processing, accompanied by enhanced social interactions that fostered collaboration among residents. This study concludes that community-based household waste management not only reduces waste but also strengthens household food security and creates opportunities for local economic development. With consistent support from village authorities, this model has strong potential for replication in other rural areas to promote environmentally sustainable Green Villages.ABSTRAKPengelolaan limbah rumah tangga masih menjadi tantangan di banyak desa, termasuk Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Limbah organik umumnya dibuang tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui pengolahan limbah rumah tangga sebagai upaya mewujudkan konsep Green Village. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan kelompok Ibu PKK sebagai partisipan utama. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) serta pendampingan pemanfaatan polybag untuk budidaya tanaman hortikultura. Data diperoleh melalui kuesioner pra–pasca, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai indikator. Pengetahuan warga tentang POC naik dari 28% menjadi 82%, keterampilan membuat POC berhasil dikuasai oleh 81% peserta, dan 87% warga mampu memanfaatkan polybag untuk bercocok tanam. Selain itu, 90% peserta menyatakan kesediaan melanjutkan program secara mandiri. Observasi lapangan juga memperlihatkan perubahan perilaku warga dalam memilah dan mengolah sampah organik, disertai peningkatan interaksi sosial yang lebih produktif. Temuan ini menegaskan bahwa pengolahan limbah rumah tangga berbasis partisipasi masyarakat tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang ekonomi lokal. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa, model ini berpotensi direplikasi di wilayah lain untuk mewujudkan desa ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan Bagi Pengrajin Tas Di Kecamatan Kasemen Kota Serang Utami, Kurnia Dwi Sari; Fatoni, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2115

Abstract

The background to this service is the still low level of good financial management skills and adequate understanding of accounting. This community service program aims to assist bag craftsmen in Kasemen District, Serang City, in preparing financial reports to gain access to capital from financial institutions. Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) often face obstacles in managing their finances, making it difficult for them to obtain the capital needed for business development. This assistance includes training on the main components of financial reports, namely the profit and loss statement, balance sheet, and cash flow, as well as a simulation of capital applications. The community service implementation method is carried out in 3 (three) stages: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The results of this activity show that with a better understanding of financial management, business actors can prepare neat financial reports and increase their opportunities in obtaining access to financing from financial institutions.ABSTRAKLatar belakang pengabdian ini adalah masih rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan yang baik dan pemahaman akuntansi yang memadai. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi para pengrajin tas di Kecamatan Kasemen, Kota Serang dalam penyusunan laporan keuangan guna memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sering menghadapi kendala dalam mengelola keuangan, sehingga menyulitkan mereka untuk mendapatkan modal yang diperlukan guna pengembangan usaha. Pendampingan ini mencakup pelatihan tentang komponen utama laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi, neraca, dan arus kas, serta simulasi pengajuan permodalan. Metode pelaksanaan pengabdian yakni dengan 3 (tiga) tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen keuangan, para pelaku usaha mampu menyusun laporan keuangan yang rapi dan meningkatkan peluang mereka dalam mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue