cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 565 Documents
Penyuluhan Bahan Kimia Berbahaya melalui Piktogram Globally Harmonized System (GHS) dan Safety Data Sheet (SDS) Piawi, Kiprah; Murwindra, Rosa; Musdansi, Dwi Putri; Irfandi, Irfandi; Ningsih, Jumriana Rahayu; Marthisza, Zelandy Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2487

Abstract

Occupational health and safety are an important part of carrying out activities in the laboratory. The Globally Harmonized System (GHS) is a global integrated system for standardizing the classification and labeling of chemicals. In addition, the Safety Data Sheet (SDS) is a safety data sheet that contains information about the safety and instructions for use of each chemical. Practical activities carried out in schools still experience shortcomings in providing understanding to students about this. The counseling activity carried out by the Chemistry Education Study Program, Kuantan Singingi Islamic University was held on May 9, 2025. The method used in this activity is a counseling method supported by a survey. The target of this activity is 17 students of the Syafa'aturrasul Kuantan Singingi Islamic Boarding School. From these activities it can be concluded that (1) The Community Service (PkM) material is in accordance with the needs of participants/partners; (2) Participants/Partners get direct benefits from this activity for safety in working in the laboratory and in daily life; (3) PkM activities are successful in increasing students' knowledge and awareness of how to handle hazardous chemicals. In general, participants are satisfied with activities.ABSTRAKKesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di laboratorium. Sistem Harmonisasi Global (GHS) adalah sistem terpadu global untuk menstandarisasi klasifikasi dan pelabelan bahan kimia. Selain itu, Lembar Data Keselamatan (SDS) adalah lembar data keselamatan yang berisi informasi tentang keselamatan dan petunjuk penggunaan setiap bahan kimia. Kegiatan praktikum yang dilakukan di sekolah masih mengalami kekurangan dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang hal ini. Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Kimia Universitas Islam Kuantan Singingi dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2025. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode konseling yang didukung oleh survei. Target kegiatan ini adalah 17 siswa Pondok Pesantren Syafa'aturrasul Kuantan Singingi. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Materi Pengabdian Masyarakat (PkM) sesuai dengan kebutuhan peserta; (2) Peserta memperoleh manfaat langsung dari kegiatan ini untuk keselamatan dalam bekerja di laboratorium dan dalam kehidupan sehari-hari; (3) Kegiatan PkM berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Peserta tentang cara menangani bahan kimia berbahaya. Secara umum, peserta PkM merasa puas dengan kegiatan PkM.
Edukasi dan Budidaya Umbi Yakon sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Diabetes Melitus Murwani, Arita; Widiyaningsih, Dwi; Efendi, Yuli Nurullaili
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2305

Abstract

Background: The increase in the number of DM (Diabetes Miletus) in Wonosobo Regency, Central Java, especially in the highland areas, the largest of which is in Kejajar District, namely Buntu Village, with a percentage increase of 43% from 2000 to 2025, unfortunately, it was recorded that 50% of DM patients in this area (17 out of 34 patients) did not undergo medical treatment or management (diet), on the other hand, the Buntu Kejajar Wonosobo village grows abundantly with Yakon plants, but even though the majority of the community are farmers, they are unable to cultivate them because of the expensive price of seeds and the lack of knowledge in the cultivation and processing process, even though if this plant is used as an alternative treatment, especially for DM, it will certainly be very helpful for the community. The purpose of PMP is to increase public knowledge about DM and the benefits of the Yakon plant as an anti-diabetic food. The method is carried out through health education about DM, training in yakon tuber processing and the technology application stage with assistance in planting yakon using the tuber method with organic fertilizer, assistance and evaluation of activities are also carried out using post-tests and online monitoring for the sustainability of the program with the commercialization of yakon as a DM medicine and the expansion of yakon cultivation to improve the community's economy. The results of this PMP include planting 100 cultivated yakon trees, increasing the knowledge of 60% of cadres (PUS) about yakon processing and its benefits for diabetes, increasing the knowledge of the elderly about DM by 25%, increasing the knowledge of cadres and youth organizations about diabetic seams.ABSTRAKLatar belakang: Peningkatan angka penyakit DM (Diabetes Miletus) di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah khususnya kawasan dataran tinggi yang terbanyak berada di kecamatan kejajar yaitu Desa Buntu, dengan prosentase peningkatan 43% dari tahun 2000 hingga 2025, sayangnya tercatat pasien DM di wilayah ini 50% (17 dari 34 pasien) tidak melakukan pengobatan maupun tatalaksana secara medis (diet), disisi lain desa buntu kejajar Wonosobo tumbuh dengan subur tanaman Yakon namun meskipun masyarakat mayoritas petani mereka tidak mampu melakukan budidaya karena harga bibit yang mahal serta kurangnya pengetahuan dalam proses budidaya dan pengolahannya, padahal jika tanaman ini dijadikan alternatif pengobatan terutama untuk penyakit DM tentu akan sangat membantu masyarakat. Tujuan PMP Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM dan manfaat tanaman yakon sebagai salah satu makanan anti diabetik Metode dilakukan melalui edukasi kesehatan tentang DM , pelatihan pengolahan umbi yakon dan tahap penerapan teknologi dengan pendampingan penanaman yakon metode bonggol dengan pupuk organic, dilakukan juga pendampingan dan evaluasi kegiatan menggunakan post-test dan monitoring secara daring demi keberlanjutan Program dengan komersialisasi yakon sebagai obat DM dan perluasan budidaya yakon untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Hasil PMP ini diantaranya Tertanamlah 100 pohon yakon yang dibudidayakan, meningkatnya pengetahuan sejumlah 60% Kader (PUS) tentang pengolahan yakon dan manfaatnya untuk diabetes, Meningkatnya Pengetahuan lansia tentang DM sebesar 25%, meningkatnya pengetahuan Kader dan karang taruna tentang seam diabetic.
Penerapan Teknologi Smart Security IoT untuk Peningkatan Lingkungan di Padukuhan Mlati, Yogyakarta Sulistiyono, Mulia; Kharisma, Rizqi Sukma; Sidauruk, Acihmah; Bernadhed, Bernadhed
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2349

Abstract

This community service program aims to improve environmental security in Mraen Hamlet, Mlati, which previously had a vulnerable point due to minimal lighting and the lack of a technology-based monitoring system. The method applied in this activity consists of several stages, starting with the preparation stage, namely a needs analysis based on the results of observations and interviews. The next stage is the implementation of activities, consisting of software installation in the form of the installation of three Internet of Things (IoT)-based CCTVs, the installation of four automated street lights. Configuration of the system, operational training of the devices to residents. The final stage of this activity is an evaluation of the implementation of the community service activity, the evaluation was carried out using a questionnaire technique distributed to residents as activity partners. The results of the activity from the questionnaire data processing showed a significant increase in lighting quality, environmental monitoring capabilities, and citizen participation. Security perceptions increased from 50-60% to 80-90% after the activity. This program proves the effectiveness of Smart Security IoT technology in improving environmental security and supporting the development of Smart RT/VillageABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keamanan lingkungan di Padukuhan Mraen, Mlati, yang sebelumnya memiliki titik rawan akibat minimnya penerangan dan tidak tersedianya sistem pemantauan berbasis teknologi. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, diawali dari tahapan persiapan yaitu melakukan analisis kebutuhan berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara. Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan, terdiri dari pemasangan perangkat lunak berupa pemasangan tiga CCTV berbasis Internet of Things (IoT), pemasangan empat lampu jalan otomatisasi, Konfigurasi terhadap sistem, pelatihan operasional perangkat kepada warga. Tahapan terakhir dari kegiatan ini adalah dilakukan evaluasi terhadap pelaksaanan kegiatan pengabdian, evaluasi dilakukan dengan teknik kuisioner yang dibagikan terhadap warga sebagai mitra kegiatan. Hasil kegiatan dari olah data kuisioner tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas penerangan, kemampuan pemantauan lingkungan, serta partisipasi warga. Persepsi keamanan meningkat dari 50–60% menjadi 80–90% setelah kegiatan. Program ini membuktikan efektivitas teknologi Smart Security IoT dalam meningkatkan keamanan lingkungan dan mendukung pengembangan Smart RT/Village.
Pelatihan Decoupage Untuk Meningkatkan Keterampilan Vokasional pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo Herviani, Vivi Kurnia; Mahmudah, Siti; Sartinah, Endang Pudjiastuti; Mashitoh, Siti; Budiati, Eryana Fatimasari Retno; Anggraeny, Diah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2405

Abstract

Vocational Education for Children with Special Needs (CSN) in special schools continues to face challenges, including limited relevant skill development, a lack of adaptive vocational learning methods, and insufficient focus on fostering student independence. To address these issues, this community service program implemented decoupage training as an alternative vocational skill that is accessible and suitable for the learning characteristics of CSN at SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo as the program partner. The program employed a participatory and collaborative approach involving coordination with the partner school, development of step-by-step visual learning materials, technique demonstrations, hands-on practice, and intensive mentoring by the PKM team and supporting teachers. The training involved 15 junior and senior high school students. The results indicate direct improvements in participants’ fine motor skills, ability to follow procedural instructions, creativity, and self-confidence during the learning process. In addition, the program had an immediate institutional impact by strengthening teachers’ capacity to implement adaptive vocational instruction and by providing supporting resources for continued learning activities. Overall, the decoupage training contributed to the development of foundational vocational skills and supported the implementation of sustainable vocational education for CSN in the partner school.ABSTRAKPelaksanaan pendidikan vokasional bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan keterampilan yang relevan, minimnya metode pembelajaran vokasional yang adaptif, serta belum optimalnya kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian peserta didik. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melaksanakan pelatihan teknik decoupage sebagai alternatif keterampilan vokasional yang mudah dipelajari dan sesuai dengan karakteristik belajar ABK di SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo sebagai mitra kegiatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui koordinasi dengan mitra, penyusunan materi visual step-by-step, demonstrasi teknik, praktik langsung, serta pendampingan intensif oleh tim PKM dan guru pendamping. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 15 peserta didik tingkat SMP dan SMA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus, kemampuan mengikuti instruksi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta dalam menghasilkan karya decoupage sederhana. Dampak kegiatan ini terlihat pada penguatan dasar keterampilan vokasional peserta serta peningkatan kapasitas sekolah mitra dalam menyelenggarakan pembelajaran vokasional yang adaptif dan berkelanjutan. Luaran kegiatan secara umum berupa dokumentasi dan publikasi kegiatan.
Teknologi MEB sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Menuju Desa Mandiri di Kabupaten Sukabumi Alphanoda, Abid Fahreza; Kurniawan, Yani; Rahayu, Dyah Sulistyowati; Ningsih, Ratih Hendra; Shidiq, Muhammad Hafizh
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2376

Abstract

Mangkalaya Village in Sukabumi Regency faces the problem of organic waste management that has not been optimally handled. Approximately 115.10 m³ of waste per month with a composition of 56% organic waste, only 36% is transported to the landfill, while the rest is burned or dumped into the environment, causing pollution, health risks, and greenhouse gas emissions. This community service activity aims to implement Microbial Electrolysis Biodigester (MEB) Technology as a solution for processing organic waste into biogas and liquid organic fertilizer, while empowering the community to become an independent village in processing waste. The approach used includes socialization, technical and business management training, construction and commissioning of a community-scale MEB reactor unit, operational assistance, and technology and socio-economic evaluation. Data were collected through field observations, interviews, reactor operational records, and documentation of the activities of ABEL Porridge and Wet Cake MSME partners. The program successfully installed one MEB reactor unit with a design capacity of 1,000 L of organic waste, to process household waste and remaining MSME raw materials. Initial operational tests showed that the reactor was able to produce biogas that began to be used on a household scale and liquid organic fertilizer that was tested on residents' land. Waste incineration practices have decreased, while organic waste sorting has increased in partner households. However, through intensive mentoring and strengthening the role of partners, most of the first-year output indicators, including technology installation, increased production capacity, the formation of management groups, and publications, have been achieved. The implementation of MEB in Mangkalaya Village has proven technically and socially feasible as the first step for an independent village to manage waste. The next phase focuses on optimizing operations, strengthening the biogas and fertilizer business model, and replication to other villages.ABSTRAKDesa Mangkalaya di Kabupaten Sukabumi menghadapi persoalan pengelolaan sampah organik yang belum tertangani optimal. Sekitar 115,10 m³ sampah per bulan dengan komposisi 56% sampah organik hanya 36% yang terangkut ke TPA, sedangkan sisanya dibakar atau dibuang ke lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran, risiko kesehatan, dan emisi gas rumah kaca. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Teknologi Mikroba Elektrolisis Biodigester (MEB) sebagai solusi pengolahan sampah organik menjadi biogas dan pupuk organik cair, sekaligus memberdayakan masyarakat menuju desa mandiri mengolah sampah. Pendekatan yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis dan manajemen usaha, pembangunan dan komisioning satu unit reaktor MEB skala komunitas, pendampingan operasional, serta evaluasi teknologi dan sosial-ekonomi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, pencatatan operasional reaktor, dan dokumentasi aktivitas mitra UMKM Bubur dan Kue Basah ABEL. Program berhasil memasang satu unit reaktor MEB berkapasitas desain 1.000 L sampah organik, untuk mengolah sampah rumah tangga dan sisa bahan baku UMKM. Uji operasi awal menunjukkan reaktor mampu menghasilkan biogas yang mulai dimanfaatkan pada skala rumah tangga serta pupuk organik cair yang diuji pada lahan warga. Praktik pembakaran sampah berkurang, sementara pemilahan sampah organik di rumah tangga mitra mulai meningkat. Namun, melalui pendampingan intensif dan penguatan peran mitra, sebagian besar indikator luaran tahun pertama yaitu instalasi teknologi, peningkatan kapasitas produksi, terbentuknya kelompok pengelola, serta publikasi dapat dicapai. Penerapan MEB di Desa Mangkalaya terbukti layak secara teknis dan sosial sebagai langkah awal desa mandiri mengolah sampah. Tahapan berikutnya difokuskan pada optimasi operasi, penguatan model bisnis biogas dan pupuk, serta replikasi ke desa lain.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANNG BAHAYA MPASI DINI BAGI TUMBUH KEMBANG BAYI DI DESA PADELEGAN Karina, Nur; Rusady, Yulia Paramita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2565

Abstract

Giving complementary foods (MPASI) before the age of 6 months still happens quite often and can cause various health problems, such as digestive issues, increased risk of infections, and less optimal infant development. Therefore, it is very important to provide education for parents. This community service activity aims to improve parents’ knowledge about the dangers of giving MPASI too early as well as the correct practices of MPASI based on health recommendations. The methods used include interactive counseling sessions, distribution of educational leaflets, demonstrations of appropriate MPASI textures according to age, and evaluations through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the risks of early MPASI, their ability to recognize danger signs, and their knowledge of proper MPASI principles in terms of texture, feeding frequency, and nutritional content. In conclusion, this educational program is effective in increasing parents’ knowledge and can help prevent early MPASI practices, thereby supporting optimal infant growth and development.ABSTRAKPemberian MPASI sebelum usia 6 bulan masih sering terjadi dan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan, lebih rentan terkena infeksi, dan perkembangan bayi yang tidak optimal. Karena itu, penting banget untuk memberikan edukasi kepada orang tua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang bahaya pemberian MPASI terlalu dini serta cara pemberian MPASI yang benar sesuai dengan rekomendasi kesehatan. Metodenya meliputi penyuluhan interaktif, pembagian leaflet edukasi, demonstrasi tekstur MPASI sesuai usia, serta evaluasi lewat pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang risiko MPASI dini, kemampuan mengenali tanda bahaya, dan pengetahuan tentang prinsip pemberian MPASI yang benar dari segi tekstur, frekuensi, dan kandungan gizinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa edukasi ini efektif meningkatkan pengetahuan orang tua dan bisa mencegah pemberian MPASI dini, yang tentunya mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Pengaruh Pendidikan Terakhir Ayah Terhadap BMI Siswa di Desa Cibadak Maula, Kamila; Rey, Devina Faliza; Rahmawati, Evi Kurnia; Fitriana, Narti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2231

Abstract

The purpose of this study was to analyze the influence of parents' highest educational level, particularly fathers', on the Body Mass Index (BMI) of students in Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. This study used a quantitative approach with a one-way ANOVA method. The independent and dependent variables that were the main determinants in this analysis were parents' highest educational level and students' BMI. The results of this study showed no significant difference between parents' highest educational level and students' BMI. This proves that formal education is not a factor in students' BMI. However, there are other factors that have a more significant influence, such as genetics, diet, and physical activity. Therefore, efforts to improve children's nutrition require a multicultural approach in collaboration with health facilities, schools, and the local community.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh level pendidikan terakhir orang tua, khususnya ayah terhadap Body Mass Index (BMI) siswa di Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ANOVA satu jalur. Variabel independen dan dependen yang menjadi penentu utama dalam analisis ini adalah pendidikan terakhir orang tua dan BMI siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat signifikansi antara level pendidikan terakhir orang tua dengan BMI siswa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan formal bukan menjadi faktor BMI siswa. Akan tetapi, ada faktor lain yang memiliki pengaruh yang lebih signifikan seperti genetika, pola makan dan aktivitas fisik. Sehingga upaya perbaikan gizi anak diperlukan menggunakan pendekatan multikultural dengan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan, sekolah dan masyarakat setempat.
Pendidikan Kemaritiman Anak PAUD melalui Pendekatan Experiential Learning dan STEAM dalam Program Lautku Lestari Olii, Rahmat; Ardini, Pupung Puspa; Pratama, Fiola Indah Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2388

Abstract

Low levels of environmental literacy and limited understanding among early childhood learners of the sea’s role as a source of life constitute a major challenge for Early Childhood Education (ECE) institutions in the coastal areas of Gorontalo. This Community Service Program aims to cultivate maritime environmental awareness and pro-environmental behaviors from an early age through an experiential learning approach integrated with the principles of Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) within the Lautku Lestari program. The activities were implemented by a team of lecturers and students from the Early Childhood Teacher Education Program at Universitas Negeri Gorontalo through hands-on, experience-based learning, designed as a marine-themed carnival and bazaar. Children actively participated in creating works from recycled materials, parading in marine-biota costumes, and engaging in exploratory activities that holistically stimulated the cognitive, affective, and psychomotor domains. Based on structured observations of children’s behavior and participation, the results indicate improved understanding of marine cleanliness and recognition of marine organisms, alongside consistent initial behavioral changes, such as properly disposing of waste, reusing materials during play activities, and identifying simple environmentally friendly actions. Beyond its impact on children, the program produced a marine-themed learning module, eco-friendly educational media, and documentation of best practices in maritime education for ECE. Collaboration among the university, ECE institutions, and the local community emerged as a key factor supporting the program’s success. In terms of sustainability, the program is expected to serve as an adaptive model of maritime education-based community service that can be replicated by other ECE institutions, particularly in coastal regions.ABSTRAKRendahnya literasi lingkungan dan pemahaman anak usia dini terhadap fungsi laut sebagai sumber kehidupan menjadi permasalahan utama yang dihadapi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah pesisir Gorontalo. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menanamkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan maritim sejak usia dini melalui pendekatan experiential learning yang terintegrasi dengan prinsip Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dalam Program Lautku Lestari. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Gorontalo melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang dikemas dalam karnaval dan bazar tematik laut. Anak-anak terlibat aktif dalam pembuatan karya dari bahan daur ulang, parade kostum biota laut, serta aktivitas eksploratif yang menstimulasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara terpadu. Hasil kegiatan, berdasarkan observasi terstruktur terhadap perilaku dan partisipasi anak, menunjukkan peningkatan pemahaman tentang kebersihan laut dan pengenalan biota laut, serta munculnya perubahan perilaku awal yang konsisten, seperti kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, penggunaan ulang bahan bekas dalam kegiatan bermain, dan kemampuan mengidentifikasi tindakan sederhana yang ramah lingkungan. Selain berdampak pada anak, program ini menghasilkan modul pembelajaran tematik laut, media edukatif ramah lingkungan, serta dokumentasi praktik baik pembelajaran maritim untuk PAUD. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga PAUD, dan masyarakat menjadi faktor pendukung keberhasilan program. Secara berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi model pengabdian berbasis pendidikan kemaritiman yang adaptif dan dapat direplikasi oleh lembaga PAUD lain, khususnya di kawasan pesisir.
Integrasi Edukasi Kesehatan Berbasis Multimedia dan Produksi Kombucha Lokal untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Muntang Paramadini, Adanti Wido; Aldo, Dasril; Faizah, Faizah; Sa'adah, Aminatus; Prabowo, Dedy Agung; An-Naayif, Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky; Oktavia, Laksmi Dwi; Briliana, Carlita Wahyu; Salsabila, Luciana; Fiqrian, Muhammad Nafal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2540

Abstract

This community-based program aimed to improve health literacy among residents of Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency through the integration of multimedia-based health education and the production of locally sourced kombucha as a probiotic product based on village potential. The activities were implemented through several main stages, including community needs analysis, program socialization, development and utilization of multimedia educational media, training on hygienic kombucha production using local ingredients, implementation of digital promotion, mentoring, and sustainability evaluation. The results showed a 70 percent increase in community health literacy based on pre-test and post-test comparisons involving 50 training participants. The program also successfully produced 200 bottles of local kombucha with various flavor variants and improved hygienic production skills, with all participants able to independently apply standard operating procedures. The involvement of village youth in digital promotion contributed to a 50 percent increase in social media activity within three months, while the use of digital educational media engaged 50 active users during the program period. Participant satisfaction surveys yielded an average score of 4.6 on a 5-point scale, categorized as very satisfied. Overall, the program successfully established a community empowerment model based on health literacy and local product innovation that has the potential to be sustainably replicated in other rural communities.ABSTRAKProgram pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga melalui integrasi edukasi kesehatan berbasis multimedia dan produksi kombucha lokal sebagai produk probiotik berbasis potensi desa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama, meliputi analisis kebutuhan masyarakat, sosialisasi program, pengembangan dan pemanfaatan media edukasi multimedia, pelatihan produksi kombucha higienis berbahan lokal, penerapan promosi digital, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan literasi kesehatan masyarakat sebesar 70 persen berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test pada 50 peserta pelatihan. Program ini juga berhasil menghasilkan 200 botol kombucha lokal dengan berbagai varian rasa, serta meningkatkan keterampilan produksi higienis masyarakat hingga seluruh peserta mampu menerapkan SOP produksi secara mandiri. Keterlibatan remaja desa dalam promosi digital berdampak pada peningkatan aktivitas media sosial sebesar 50 persen dalam tiga bulan, sementara penggunaan media edukasi digital melibatkan 50 pengguna aktif selama periode program. Survei kepuasan peserta menunjukkan skor rata-rata 4,6 pada skala 5 yang termasuk kategori sangat puas. Program ini berhasil membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis literasi kesehatan dan inovasi produk lokal yang berpotensi direplikasi pada komunitas pedesaan lainnya secara berkelanjutan.
TRANSFORMASI INOVASI PRODUK DAN PENGEMBANGAN SDM BERKELANJUTAN BAGI UMKM KOTA METRO-LAMPUNG Indriyani, Susi; Bakti, Umar; Yusda, Desi Derina; Loliyani, Rini; Wardana, Made Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2261

Abstract

This Community Service (PkM) aims to enhance the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Metro City, Lampung, through intensive training in product innovation strategies and sustainable Human Resource Development (HRD). A total of 25 MSME actors from the culinary and craft sectors participated in the three-day activity. The PkM methods included focus group discussions (FGD), material delivery, product innovation design workshops, and post-training mentoring. The evaluation results showed a significant increase in participants' understanding of the importance of product differentiation (35%) and the concept of sustainable HRD (40%). Participants successfully identified at least one new strategic product innovation idea and developed a Simple Employee Development Plan Framework (RPKS). This success indicates that interventions focusing on strategic planning and Human Capital are highly effective in preparing MSMEs to face dynamic market challenges. This training provides a tangible contribution to fostering innovative MSMEs in Metro City with a strong HR foundation for long-term growth, ensured by the formation of the "Metro MSME Innovation Forum" for sustainability.ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Metro, Lampung, melalui pelatihan intensif di bidang strategi inovasi produk dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkelanjutan. Sebanyak 50 pelaku UMKM dari sektor kuliner dan kerajinan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari. Metode PkM meliputi focus group discussion (FGD), penyampaian materi, lokakarya desain inovasi produk, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait pentingnya diferensiasi produk (35%) dan konsep pengembangan SDM berkelanjutan (40%). Peserta berhasil mengidentifikasi satu ide inovasi produk baru yang strategis dan menyusun Kerangka Rencana Pengembangan Karyawan Sederhana (RPKS). Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi yang fokus pada perencanaan strategis dan modal manusia (Human Capital) sangat efektif dalam mempersiapkan UMKM menghadapi tantangan pasar yang dinamis. Pelatihan ini memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan UMKM di Kota Metro yang inovatif dan memiliki fondasi SDM yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang, dengan jaminan keberlanjutan melalui pembentukan "Forum Inovasi UMKM Metro".

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue