cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 386 Documents
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Dengan Hasil Belajar Aspek Kognitif Siswa Pada Materi Bangun Ruang Kubus Siswa Smps Karyawan Tanjung Morawa Nainggolan, Christina Fridawaty; Naibaho, Tutiarny; Sauduran, Golda Novatrasio
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i3.1117

Abstract

Matematika dapat membantu siswa dalam menerapkan pengetahuan mereka ke situasi dunia nyata. Oleh karena itu, matematika tidak mungkin dipisahkan dari penalaran. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara kemampuan penalaran matematis dengan hasil belajar aspek kognitif siswa dan besar hubungan antara kemampuan penalaran matematis dengan hasil belajar aspek kognitif siswa dalam menyelesaikan soal pada materi bangun ruang kubus kelas VII SMP Swasta Karyawan Tanjung Morawa T.A 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dan instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk uraian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 5 kelas. Kemudian pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling, maka didapat siswa kelas VII-1. Analisis data menggunakan korelasi sederhana dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data pada uji statistik diperoleh yang menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan penalaran matematis dengan hasil belajar aspek kognitif siswa. Kemudian besar hubungan kemampuan penalaran matematis siswa dengan hasil belajar aspek kognitif siswa adalah sebesar 0,71669 atau 71%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran matematis dengan hasil belajar aspek kognitif siswa pada materi bangun ruang kubus siswa kelas VII SMP Swasta Karyawan Tanjung Morawa T.A 2024/2025. Serta memiliki hubungan yang signifikan melalui pengujian hipotesis.
Analisis Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Mendukung Pembelajaran Kolaboratif di UNIPA Kampus Lamongan Rachma, Evi Aulia; Eryadini, Ninies; Youhanita, Ety
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i3.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media sosial dalam mendukung pembelajaran kolaboratif di Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan. Pembelajaran kolaboratif yang memanfaatkan media sosial memberikan peluang bagi siswa untuk berinteraksi, berbagi pengetahuan, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Media sosial memungkinkan terbentuknya ruang kelas virtual yang memfasilitasi kolaborasi tanpa batasan geografis. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keterampilan digital mahasiswa, keterlibatan pengajar, serta kualitas dan tujuan penggunaan media sosial itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan analisis data akan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa, memperkuat komunikasi, serta memperkaya proses belajar melalui berbagi informasi dan diskusi.
Urgensi dan Implementasi dasar-dasar pengetahuan dalam Pendidikan di Wilayah 3T indonesia Shoib, Abdullah As; Vebriansyah, Dwi Andre; Winarno, Agung
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1127

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi dan implementasi dasar-dasar pengetahuan dalam pendidikan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Indonesia. Dasar-dasar pengetahuan seperti literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, tantangan seperti infrastruktur pendidikan yang terbatas, kekurangan tenaga pengajar berkualitas, dan keterbatasan akses terhadap teknologi menjadi hambatan utama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis tinjauan pustaka untuk menganalisis tantangan dan solusi implementasi. Hasil penelitian menunjukkan perlunya strategi komprehensif, termasuk pelatihan guru, pemerataan fasilitas, dan inovasi metode pembelajaran. Implementasi yang konsisten dapat meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas nasional, dan kesiapan global peserta didik.
Eksplorasi Kode Etik Guru Dalam Konteks Pendidikan Indriawati, Prita; Azzahra, Fadhilah; Nisa’, Nabila Tun; Pardede, Christopher Immanuel Enggar; Latif, Latif; Ihsan, Bayu
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1128

Abstract

Kode Etik Guru berfungsi sebagai panduan dalam mengatur perilaku guru dalam berbagai situasi pendidikan. Guru seringkali dihadapkan pada tantangan praktis, seperti konflik antara kode etik dan kebijakan sekolah, atau situasi yang membingungkan mengenai tindakan etis. Urgensi penelitian ini adalah untuk memahami konsep Kode Etik Guru dalam konteks pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, membahas aspek-aspek kunci dari Kode Etik Guru, termasuk sejarah, prinsip-prinsip etika, dan dampak. Melalui metode studi literatur dan teori, Kode Etik Guru terbukti sebagai panduan moral dan profesional. Analisis kasus nyata menunjukkan bahwa implementasi yang konsisten mampu mencegah pelanggaran etika, memberikan dampak positif, dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah. Implementasi efektif dari Kode Etik Guru dapat membentuk dasar moral yang kokoh, mencegah pelanggaran etika, dan secara menyeluruh meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus mematuhi kode etik, sambil melakukan pembaruan dan penyesuaian berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan dinamika pendidikan.
Media Audio Visual untuk Sikap Disiplin Anak Usia Dini Utami, Rahayu Dwi; Wijaya, Rian Farta; Anggraini, Dwi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i3.1133

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini akhir-akhir ini mendapat perhatian yang besar dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan pemerintah melalui UU RI No. 20/2003 membuktikan keseriusannya untuk memberikan layanan pendidikan untuk anak usia dini Perhatian besar pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini juga lebih terfokus lagi setelah Tahun 2011 dijadikan sebagai Gerakan Paudnisasi, sehingga dapat mendongkrak perhatian berbagai pihak baik secara formal, informal dan non formal. Anak usia dini dipandang sebagai individu yang baru mengenal dunia. Untuk itu ia belum mengetahui tata krama, sopan santun, aturan, norma, etika dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan kehidupan duniawi. Peningkatan sikap disiplin anak pada siklus II pertemuan I terdapat 2 orang anak (20%) yang memperoleh kriteria Mulai Berkembang, 8 orang anak (80%) yang memperoleh kriteria Berkembang Sesuai Harapan, sedangkan pada pertemuan kedua 3 orang anak (30%) yang memperoleh kriteria Berkembang Sesuai Harapan dan 7 orang anak (70%) yang memperoleh kriteria Berkembang Sangat Baik. Rata-rata peningkatan sikap disiplin anak pada pertemuan pertama sebesar 69,07% dan pertemuan kedua 86,57%. Pada siklus ini sikap disiplin anak sudah tercapai.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Ditinjau Dari Tingkat Kecemasan Siswa Pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII SMP Negeri 4 kecamatan Pangaribuan Ritonga, Nora Winda; Manik, Efron; Simanjuntak, Ruth Mayasari
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan siswa dan kemampuan pemahaman matematika mereka pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 4 Kecamatan Pangaribuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data numerik untuk menggambarkan kondisi kedua variabel tersebut tanpa menguji hubungan atau pengaruh antara keduanya. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur tingkat kecemasan siswa dan tes untuk menilai kemampuan pemahaman matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pada tingkat kecemasan siswa, yang terbagi menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi. Begitu juga dengan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa mencakup beberapa indikator, seperti menyatakan ulang konsep, mengklasifikasi objek berdasarkan sifatnya, mengaplikasikan konsep, serta menyajikan konsep kedalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini menyajikan gambaran yang jelas mengenai distribusi kecemasan dan kemampuan pemahaman matematika tanpa menganalisis keterkaitan antara kedua variabel tersebut. Temuan ini diharapkan dapat membantu pihak pendidik untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan memperhatikan kondisi psikologis siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran matematika pada materi bilangan bulat.
Implementasi Assertive Training untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa dengan Teman Sebaya Agustin, Nela; Conia, Putri Dian Dia; Prabowo, Arga Satrio
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1137

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh layanan konseling kelompok dengan assertive training dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan teman sebaya. Desain kuasi eksperimen adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Populasi pada penelitian ini sebanyak 144 siswa yang merupakan siswa kelas XI-1 sampai dengan XI-4 di SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang. Hasil pre-test menunjukkan dari total 144 siswa, terdapat 10 siswa pada kategori rendah, 95 siswa pada kategori sedang, dan 39 siswa pada kategori tinggi. Pelaksanaan treatment diberikan kepada siswa yang berada pada kategori rendah sebanyak 10 siswa dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan tiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Metode analisis data yang digunakan adlah analisis uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank dan analisis Gain Score. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0.040. Sebagaimana melihat pada pengambilan Keputusan hipotesis, nilai 0.040 lebih rendah daripada 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Dengan demikian artinya terdapat keberhasilan dari pengaruh assertive training untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan teman sebaya pada siswa.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar “Petualangan Pancasila” Sebagai Media Pendidikan Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar Naqiyyah, Deva Khofifah Jauharotun; Wibowo, Bangun Yoga; Handoyo, Alfiandy Warih
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research aims to develop picture story books as a character education learning medium for elementary school students. The research method used is Research and Development (RnD) with the ADDIE development model approach. This model includes five stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The research participants consisted of 57 phase B students at SDIT El-Syarief, with a limited trial involving 36 students selected using the simple random sampling method. Data was collected via questionnaire as a research instrument. The results of the product feasibility test showed that the media feasibility test score reached 75%, the language feasibility test was 81%, the material feasibility test was 86%, and the practitioner feasibility test was 83%, resulting in an overall average of 83%, which was categorized as "very feasible". The students' response to the picture story book in the trial gave a score of 87%, also included in the "very decent" category. Trials show that the use of picture story books has a positive impact on increasing students' understanding at SDIT El-Syarief. Thus, the story book about character education developed by researchers was declared suitable for implementation with students. Keywords : Education, Picture Story Books, Characters, students ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar sebagai media pembelajaran pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan model pengembangan ADDIE. Model ini mencakup lima tahap, yaitu analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Partisipan penelitian terdiri dari 57 siswa fase B di SDIT El-Syarief, dengan uji coba terbatas yang melibatkan 36 siswa yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen penelitian. Hasil uji kelayakan produk menunjukkan bahwa nilai uji kelayakan media mencapai 75%, uji kelayakan bahasa 81%, uji kelayakan materi 86%, dan uji kelayakan praktisi 83%, menghasilkan rata-rata keseluruhan sebesar 83%, yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Respon siswa terhadap buku cerita bergambar dalam uji coba memberikan nilai sebesar 87%, juga termasuk dalam kategori “sangat layak”. Uji coba menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar memiliki dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa di SDIT El-Syarief. Dengan demikian, buku cerita tentang pendidikan karakter yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan layak untuk diimplementasikan kepada siswa. Kata Kunci : Edukasi, Buku Cerita Bergambar, Karakter , siswa
Analysis of The Language Functions By The Main Characters In The Mean Girls (2004) Movie Sirait, Hanna Jesica; Pasaribu, Tiara Kristina; Elfrida, Rotua
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1140

Abstract

In everyday life, humans are never separated from communication. One of the tools used to communicate is language. Language has many functions that can be found in various media, one of which is a movie. When watching movie, without realizing it, most people only watch scenes and listen to dialogue conversations in the movie and do not notice how the functions of language are used. This is why this study was conducted. By choosing Mean Girls movie as the object, this study aimed to discover the types of language functions used by the main characters and how language functions were realized in the Mean Girls movie. This study used mixed methods, quantitative and qualitative methods. The data analysis technique consisted of identifying the transcribed dialogues by the main characters, Cady Heron, Regina George, Janis Ian, Gretchen Wieners, and Karen Smith, using Geoffrey Leech's (1981) theory of language functions. The results show that in Mean Girls movie, five language functions are found. Expressive function is the most used which contains 135 utterances, followed by informative function with 90 utterances, directive function with 75 utterances, phatic function with 17 utterances and the least used is aesthetic function with 2 utterances. The realization is that there are five types of language functions, namely the informative function (when the main characters provide some factual information, actions, place, and direction using language that can be understood by the interlocutors without confusion). Directive function (when the main characters asked favour, command, give order, invite, and request, so that the listeners follow the wishes of the main characters). Expressive function (when the main characters use this function to express their feelings and emotions such as amazement, judgment, anger, falling in love, and happiness). Phatic function (when the main characters use this function to maintain a good social relationship with the recipients). And finally, aesthetic function (when the main characters use the function by prioritizing the beauty of language yet the meaning is still conveyed to produce a sensory or emotional experience of the recipients). So, it can be concluded that language functions can be found anywhere, including in the movies and moreover, language functions cannot be avoided from everyday life.
Keterampilan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Melaksanakan Layanan Konseling Individu Rahmayanti, Rahmayanti; Rochani, Rochani; Prabowo, Arga Satrio
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman keterampilan konseling individu pada guru BK SMK Negeri Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian ini berjumlah 23 guru bimbingan dan konseling yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Uji validitas dilakukan dengan validitas konstruk serta uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian keterampilan konseling individu menunjukan bahwa (1) dari 23 guru bimbingan dan konseling SMK Negeri Kota Tangerang, terdapat (27%) 6 guru yang memiliki tingkat pemahaman keterampilan konseling individu pada kategori tinggi, (43%) 10 guru yang berada pada kategori sedang, dan (30%) 7 guru berada pada kategori rendah, (2) Ditinjau dari 13 aspek keterampilan konseling individu, terdapat aspek yang berada pada kategori Sedang diantaranya: Attending, Bertanya, Eksplorasi, Dorongan Minimal, Fokus, Konfrontasi, Mengarahkan, Menyimpulkan Sementara, Refleksi, Memimpin, Memecahkan masalah, dan Menutup. Sedangkan, untuk aspek Empati berada pada kategori Tinggi. Jadi, tingkat pemahaman keterampilan konseling individu pada guru BK SMK Negeri Kota Tangerang berada pada kategori sedang.