cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 469 Documents
Survey Mathematical Creative Self Efficacy Siswa Terhadap Keterampilan Computational Thinking Siswa Sekolah Dasar Atikah Anjani Oktafianti; Rina Dyah Rahmawati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8298

Abstract

Penelitian ini diorientasikan untuk mengetahui hubungan antara mathematical creative self efficacy dengan keterampilan computational thinking pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui implementasi metode survei terhadap populasi yang berjumlah 126 siswa. Mengingat besaran populasi yang terjangkau, teknik pengambilan subjek dilakukan melalui prosedur sampling jenuh (total sampling), di mana seluruh elemen populasi diintegrasikan sebagai sampel riset guna menjamin representasi data yang komprehensif. Adapun instrumen yang digunakan meliputi angket mathematical creative self efficacy serta instrumen tes untuk mengukur tingkat keterampilan computational thinking siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara mathematical creative self efficacy dengan keterampilan computational thinking. Namun, hubungan tersebut terklasifikasi dalam kategori yang sangat rendah dengan perolehan koefisien korelasi sebesar 0,208. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat keterkaitan, kedekatan hubungan antara kedua variabel tersebut tidak bersifat dominan secara statistik dalam konteks subjek penelitian ini. Hasil estimasi koefisien determinasi mengungkap bahwa mathematical creative self efficacy hanya mengatribusikan pengaruh sebesar 4,3% terhadap keterampilan computational thinking, sementara mayoritas residu sebesar 95,7% diintervensi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diakomodasi dalam model penelitian ini.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN PENCAMPURAN WARNA DENGAN SMART BOARD PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK INDRIA Haripah Haripah; Nurhafit Kurniawan; Wedya Puspita
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9029

Abstract

Kemampuan mengenal warna merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang perlu dikembangkan pada anak usia dini. Berdasarkan hasil observasi di TK Indria, kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun masih belum optimal. Anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan warna, menyebutkan hasil pencampuran warna, dan mengelompokkan benda berdasarkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna melalui permainan pencampuran warna menggunakan Smart Board pada anak usia 4-5 tahun di TK Indria. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 30% pada pra siklus menjadi 60% pada Siklus I dan mencapai 80% pada Siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh kemampuan anak dalam mengenali warna dasar, menyebutkan hasil pencampuran warna, membedakan warna, dan mengelompokkan benda berdasarkan warna. Dengan demikian, permainan pencampuran warna menggunakan Smart Board terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun di TK Indria.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG PEMANFAATAN APLIKASI BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Puspita Dian Agustin; Waode Irawati; Ayu Hidayanti Ali
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9003

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur sistematis (SLR) mengenai pemanfaatan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tren publikasi ilmiah menunjukkan peningkatan signifikan dari dua artikel pada 2024 menjadi sembilan artikel pada 2025, mengindikasikan pengakuan luas terhadap potensi AI. Metode SLR menggunakan kerangka PRISMA, meninjau artikel dari Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan SINTA antara tahun 2024–2026. Hasil menunjukkan bahwa AI secara signifikan meningkatkan berbagai keterampilan bahasa dan kognitif mahasiswa, seperti menyimak, menulis esai, pengucapan, konstruksi kalimat, dan berbicara, serta mendukung pengembangan literasi kontekstual dan pemikiran kritis. Alat bantu AI seperti PjBL, GenAI, AI-Text-to-Speech (TTS), dan media video digital memperkaya pengalaman belajar. AI juga terbukti efektif meningkatkan partisipasi aktif, keterlibatan, kreativitas, dan motivasi reflektif pembelajar. Namun, implementasi menghadapi kendala seperti adopsi rendah di kalangan pendidik, kekhawatiran etika, kurangnya sensitivitas terhadap nuansa budaya, dan risiko ketergantungan. Studi ini memperluas pemahaman tentang AI dalam pembelajaran bahasa, menyoroti peran AI sebagai katalis motivasi dan alat bantu yang efektif sambil mengakui tantangan implementasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi keterbatasan AI terkait nuansa budaya dan mengembangkan model pedagogis yang adaptif.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL BROKEN STRINGH KARYA AURELIE MOREMAS Sukma Adelina Ray; Diah Kusyani; Aprilia Citra Harahap
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9035

Abstract

Penelitian ini menganalisis gaya bahasa dalam novel Broken Stringh karya Aurelie Moremas menggunakan pendekatan stilistika deskriptif-kualitatif. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan bahasa emosional dan ekspresif dalam novel populer Indonesia, khususnya novel yang menyasar pembaca muda, serta masih terbatasnya kajian stilistika terhadap karya penulis muda Indonesia secara menyeluruh. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa, menganalisis makna penggunaannya, dan menjelaskan fungsi gaya bahasa dalam membangun cerita serta emosi pembaca. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat terhadap keseluruhan novel, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menemukan 74 data penggunaan gaya bahasa yang terdistribusi dalam empat kategori utama: gaya bahasa perbandingan (50,0%), pertentangan (27,1%), sindiran (17,6%), dan penegasan (13,5%). Gaya bahasa dominan meliputi metafora (18,9%), personifikasi (16,2%), dan hiperbola (14,9%). Secara makna, gaya bahasa digunakan untuk merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, relasi kuasa yang tidak setara, pola komunikasi toksik, serta eskalasi konflik batin. Secara fungsi, gaya bahasa berperan membangun suasana emosional, memperjelas karakter tokoh, meningkatkan nilai estetika bahasa, serta menyampaikan pesan implisit kepada pembaca. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis jenis, makna, dan fungsi gaya bahasa dalam satu novel modern yang merepresentasikan dinamika relasi toksik dalam narasi sastra populer Indonesia.
HUBUNGAN REGULASI DIRI DAN EFIKASI DIRI DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA SMK Selfi Puspadiani Prameswari
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8716

Abstract

Tekanan persaingan global di dunia kerja dewasa ini menuntut para lulusan SMK untuk sungguh-sungguh menyiapkan diri agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika lingkungan profesional yang terus berubah. Melalui metode kuantitatif, penelitian ini dirancang menggunakan desain korelasional untuk menelaah keterkaitan antara regulasi diri dan efikasi diri dengan kesiapan kerja siswa SMK. Sampel pada penelitian melibatkan 225 siswa yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen, yaitu short self regulation questionnaire, skala efikasi diri, dan skala kesiapan kerja yang seluruhnya disusun dalam bentuk skala Likert 1–4. Analisis data mencakup uji korelasi product moment, dan uji korelasi berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan positif antara regulasi diri dengan kesiapan kerja, dengan nilai korelasi sebesar 0,456 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Di samping itu, ditemukan pula hubungan positif antara efikasi diri dengan kesiapan kerja dengan nilai korelasi 0,370 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji korelasi berganda mengonfirmasi adanya hubungan positif secara signifikan secara simultan antara regulasi diri dan efikasi diri dengan kesipan kerja. Hubungan ini dibuktikan melalui nilai koefisien korelasi ganda yaitu 0,511 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan tersebut mengonfirmasi bahwa peningkatan regulasi diri dan efikasi diri pada siswa sejalan dengan meningkatnya kesiapan kerja yang mereka miliki.
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN EMPATI UNTUK MENCEGAH PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMP NEGERI 2 LAMASI Arini Arini; Muhammad Irham Zainuri; A. Nurhayati A. Nurhayati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8940

Abstract

Perilaku bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif bagi korban maupun pelaku. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku bullying adalah dengan meningkatkan kemampuan empati siswa melalui layanan konseling kelompok menggunakan teknik rolle playing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik rolle playing dalam meningkatkan empati untuk mencegah perilaku bullying pada siswa SMPN 2 Lamasi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Exsperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Hasil analisis uji hipotesis pada pretest-posttest eksperimen menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0.000 dimana nilai tersebut < 0.05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini ialah H0 ditolak dan Ha diterima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling, menjadi referensi bagi guru BK dalam menyusun program pencegahan bullying, serta menjadi dasar bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying.
PENGEMBANGAN MEDIA MATHERY BERBASIS ARTICULATE STORYLINE MELALUI MODEL GROUP INVESTIGATION PADA MATERI PENYAJIAN DATA DI KELAS V SD Dwi Aisyah Putri; A.Heryanto A.Heryanto; Sunedi Sunedi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Mathery berbasis Articulate Storyline yang diterapkan melalui model Group Investigation pada materi penyajian data kelas V SD yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Mathery memperoleh tingkat validitas sebesar 92,6% dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli pada aspek media, bahasa, dan materi. Pada aspek kepraktisan, respon peserta didik melalui uji one to one, small group, dan field test memperoleh rata-rata 84,11% dengan kategori praktis, sedangkan respon guru memperoleh rata-rata 93,75% dengan kategori sangat praktis. Efektivitas media diukur menggunakan uji N-Gain. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata 54,12 dan meningkat menjadi 83,75 pada post-test setelah penggunaan media Mathery. Nilai N-Gain sebesar 0,65 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Selain itu, media ini juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil tersebut, media Mathery dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang interaktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Keefektifan Layanan Bimbingan Klasikal Dengan media Lembar Kerja Word Search sebagai Upaya Optimalisasi Interaksi Sosial Siswa SMK Lathifah Rahajeng Nursabrina; Arbin Janu Setiyowati; Herlina Effendi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8755

Abstract

Keterampilan interaksi sosial merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan beradaptasi dengan lingkungan belajar maupun lingkungan kerja. Berdasarkan observasi awal selama kegiatan praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMKN 1 Malang pada kelas XI ULW 1 menunjukkan siswa kurang aktif dalam kegiatan kerja kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan layanan bimbingan klasikal dengan media lembar kerja Word Search dalam mengoptimalkan interaksi sosial siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI ULW SMKN 1 Malang. Instrumen penelitian meliputi angket interaksi sosial, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan interaksi sosial siswa setelah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan media lembar kerja Word Search. Dengan demikian, layanan tersebut efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan partisipasi sosial siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Word Search dapat dijadikan alternatif inovatif dalam layanan bimbingan klasikal untuk mengoptimalkan interaksi sosial siswa di sekolah.
ANALISIS MEKANISME PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROJECT BASED LEARNING (PjBL): SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Selvi Andari; Rian Nurizka
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8211

Abstract

The purpose of this study was to examine how Project-Based Learning (PjBL) can enhance creativity in elementary school students using learning stages and creativity markers. Fifty publications published between 2016 and 2026 were examined using a Systematic Literature Review approach. The PjBL stages planning, investigation, product design, and reflection were used to map the analysis, which was conducted using Torrance's creativity indicators fluency, flexibility, originality, and elaboration. The findings indicate that the development of creativity indices is influenced differently by each PjBL stage. The planning, investigation, product design, and reflection stages are where fluency, adaptability, and uniqueness develop the most. Furthermore, a progressive growth pattern was found based on grade level, with reflective and deep thinking skills developing in upper grades and divergent thinking skills developing in lower and middle grades. These results suggest that PjBL not only enhances creativity as an end result, but also gradually and systematically shapes the creative thinking process. Keywords: Project Based Learning, Creativity, Elementary School, Learning Phase, Systematic Literature Review
PENGARUH ANTARA POLA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DAN SELF-CONTROL TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL REMAJA Nadya Nuryandi Koemala; Nur Saqinah Galugu; Samsinar Samsinar
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9040

Abstract

Perilaku prososial merupakan Aspek penting dalam pertumbuhan sosial remaja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cara berkomunikasi dalam keluarga dan kemampuan mengendalikan diri. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana cara berkomunikasi dalam keluarga dan self-control mempengaruhi tindakan sosial positif yang dilakukan remaja di SMAN 15 Luwu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 209 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan skala Likert. Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik regresi linear berganda menggunakan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam keluarga dan self-control berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial remaja, baik secara parsial maupun simultan. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut mampu memberikan kontribusi dalam menjelaskan variasi perilaku prososial remaja, meskipun masih terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang turut memengaruhi perilaku tersebut.Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian kedua variabel secara simultan pada remaja sekolah menengah atas di Kabupaten Luwu. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi perkembangan serta menjadi masukan bagi keluarga dan sekolah dalam mengembangkan perilaku prososial remaja melalui komunikasi yang efektif dan peningkatan self-control.