cover
Contact Name
Tety Nur Cholifah
Contact Email
tetynurcholifah@gmail.com
Phone
+6285735620790
Journal Mail Official
jurnalprimed@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari No.2, Dawuhan, Jatirejoyoso, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PRIMED:Primary Education Journal atau Jurnal Ke-SD An
ISSN : 27761703     EISSN : 27764796     DOI : https://doi.org/10.33379/primed.v2i1
Core Subject : Education, Social,
Jurnal PRIMED:Primary Education Journal atau Jurnal Ke-SD An merupakan sebuah jurnal yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang ilmu sekolah dasar, inovasi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, inovasi pembelajaran, dan manajemen pembelajaran. Jurnal PRIMED diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Agustus
Articles 436 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING, QUESTIONING AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS V SEKOLAH DASAR Grace Keren Hapukh Mendrofa
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.7708

Abstract

Perkembangan teknologi dan Kurikulum Merdeka menuntut siswa lebih kreatif, mandiri, dan memilikiliterasi sains yang baik. Namun, hasil PISA menunjukkan literasi sains siswa Indonesia masih rendah. Kondisi ini juga terlihat di SDN 104208 Cinta Rakyat, di mana meski fasilitas memadai, hasil belajar mata pelajaran IPAS belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering (RQA) terhadap hasil belajar literasi sains siswa kelas V. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengandua kelas, yaitu kelas eksperimen menggunakan model RQA dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Materi yang diajarkan adalah Ekosistem. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 74,25 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 71,37. Uji t- independen menunjukkan perbedaan signifikan (t_hitung > t_tabel; p < 0,05), sehingga model RQA berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Model RQA efektif meningkatkan keaktifan, kemampuan membaca, bertanya, menjawab, dan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran RQA dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran aktif, berpikir kritis, dan penguatan kompetensi abad ke-21.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI SPARCOL VIDEOSCRIBE PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR Leni Marlina Br Tarigan; Robenhart Tamba
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.7713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, praktikalitas, dan efektivitas media pembelajaran videoberbasis Sparcol Videoscribe pada materi magnet di kelas V SDN 106161 Laut Dendang. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan guru praktisi. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh rata-rata skor kevalidan sebesar 92,8% dengan kategori “Sangat Layak”. Uji praktikalitas oleh guru dan siswa juga menghasilkan skor rata-rata di atas 90% yang berarti “Sangat Praktis”. Untukmengetahui efektivitas, digunakan analisis N-Gain berdasarkan nilai rata-rata pretest dan posttest siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai dari 62 menjadi 90,4 dengan N-Gain sebesar 0,75 yang termasuk kategori “Tinggi (Sangat Efektif)”, sehingga media dinyatakan efektif meningkatkan pemahaman siswa. Dengan demikian, media video berbasis Sparcol Videoscribe ini terbukti valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PENGARUH MEDIA FLASH CARD DAN KARTU KATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA II SEKOLAH DASAR Putri Habibah Azaahra; Ibrahim Gultom
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.7733

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh media flash card dan kartu kata terhadap hasil belajar siswa materi berhati-hati di mana saja pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II di SDN 064994 Medan. Populasi penelitian ini terdiri dari 40 siswa yang terdiri 20 siswa kelas II-A dan 20 siswa kelas II-B. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh. Sampling jenuh merupakan teknik pengambilan sampel apabila seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel pada penelitian yaitu siswa kelas II-A dan siswa kelas II-B. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu (Quasy experiment). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes soal pilihan berganda berjumlah 20 soal. Berdasarkan analisis data yang telah diperoleh pada media flash card secara rata rata terjadi peningkatan nilai dari pretest ke posttest yakni 65 menjadi 83,75 dan pada media kartu kata secara rata-rata terjadi peningkatan nilai dari pre-test ke post-test yakni dari 61,75 menjadi 79,5. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan media pembelajaran flash card dan kartu kata terhadap hasil belajar membaca. Berdasarkan hasil uji t-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan, antara media flash card dan kartu kata pada hasil belajar membaca siswa. Dengan kata lain, Media pembelajaran flash card, signifikan lebih baik, dibandingkan media kartu kata.
PENGARUH MODEL GAME BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR Sarah Azura Lubis; Wildansyah Lubis; Ibrahim Gultom; Nurkhairani Nurkhairani; Husna Parluhutan
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.7849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaranGame Based Learning terhadap hasil belajar IPAS pada materi Rantai Makanan kelas V. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri Medan Jalan Sei Petani No. 19 Medan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan penelitian Quasi-Experiment (Eksperimen Semu) dan menggunakan Nonequivalent Control Group Design sebagai desain penelitian. Jumlah sampel sebanyak 59 siswa yang ditentukan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil penelitian diperoleh uji t Paired Simple T Test dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Game Based Learning berpengaruh dan memberikan efek yang tinggi terhadap hasil belajar IPAS materi Rantai Makana pada kelas V SD Negeri Percobaan Medan.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS V DALAM MENYELESAIKAN SOAL NUMERASI TIPE AKM Sephia Silviana; Dindin Abdul Muiz
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.7856

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara self efficacydengan kemampuan numerasi pada siswa kelas V di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan soal numerasi AKM. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif denganmodel korelasional. Data diperoleh dengan membagikan angket self efficacy dan soal tes numerasi kepada siswa. Berdasarkan korelasi Pearson, diperoleh hasil0,723, lebih besar dari r hitung sebesar 0,166 pada taraf signifikansi 5%. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Analisis data di atas menghasilkan kesimpulan bahwa self efficacy memiliki hubungan erat dengan keterampilan numerasi. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self efficacy siswa, semakin tinggi pula keterampilan numerasinya.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS V MATERI CAHAYA DAN SIFATNYA Kriska Oktaviani; Sumarli; Erdi Guna Utama
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.7915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar dan hasil belajar faktor yang menyebabkan kesulitan belajar materi cahaya dan sifatnya kelas V di SDN 26 Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diambil dan dikumpulkan bersumber dari guru kelas dan siswa kelas V. Analisis data yang dilakukan melalui tiga tahap pelaksanaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemerikasaan keabsahan data yang digunakan yaitu dengan triangualsi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kesulitan belajar materi cahaya dan sifatnya pada kelas V di SDN 26 Singkawang yaitu kesulitan dalam mengingat, memahami dan menganalisis. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar materi cahaya dan sifatnya terdiri dari faktor internal dan eksternal. Yaitu, minat dan motivasi belajar yang kurang, kemampuan dalam memahami pelajaran (intelegensi), daya ingat, suasana belajar yang kurang kondusif, dan penggunaan media pembelajaran.
PENGARUH METODE READ ALOUD BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS II SD Alfajra Muliaty Puteri Zein; Masta Marselina Sembiring; Albert Pauli Sirait; Husna Parluhutan Tambunan; Sri Mustika Aulia
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.8168

Abstract

Keterampilan menyimak yang baik sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal berkomunikasi dan melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan bagaimana pengaruh metode Read Aloud berbantuan media audio visual terhadap keterampilan menyimak siswa kelas II di SDN 054901 Sidomulyo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian adalah Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Read Aloud berbantuan media audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa kelas II di SDN 054901 Sidomulyo.
PERAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS: KAJIAN LITERATUR Ade Darmawan Pardosi; Tahasya Octavia Br Simanjuntak; Gladys Putri Ferica; Desta F.R Sihombing; Mariati Simanjuntak
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.8190

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah masih sering berpusat pada guru sehingga kurang memberikan kesempatankepada peserta didik untuk melakukan penyelidikan, analisis dan pemecahan masalah secara mandiri. Kondisi tersebutmenuntut penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif dalam prosespembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model Modified Free Inquiry (MFI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah 20 artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model MFI efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan divergen siswa pada berbagai mata pelajaran seperti fisika, biologi, dan IPA. Model ini mendorong proses berpikir aktif melalui kegiatan refleksi dan diskusi terbimbing, sehingga peserta didik mampu menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menyusun strategi logis. Selain itu, MFI juga berdampak positif terhadap keterampilan proses sains, kemampuankolaborasi, dan literasi digital, serta mampu mengurangi miskonsepsi dalam pembelajaran. Model ini juga fleksibeluntuk diintegrasikan dengan teknologi pembelajaran daring. Namun, efektivitasnya cenderung lebih optimal pada peserta didik dengan kemampuan awal tinggi, sehingga diperlukan strategi pendukung untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan. Dengan demikian, MFI memiliki potensi sebagai alternatif model pembelajaran abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
STUDI LITERATUR: PERAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN ABAD 21 PADA MATERI FISIKA SMA Sazkia Amrina Haurissa; Salsabilah Indah Ramadhani; Siti Anggi Maisyaroh Hasibuan; Mariati Purnama Simanjuntak
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.8245

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam pembelajaran fisika SMA, hal ini sering menjadi tantangan karena sifat materi yang abstrak dan sulit dipahami. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menumbuhkan keterlibatan aktif siswa serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran model Problem Based Learning (PBL) dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada materi fisika SMA. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah dua puluh jurnal nasional terbitan 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi ilmiah siswa. Melalui penyelesaian masalah kontekstual, PBL mendorong siswa berpikir aktif dan membangun pemahaman konsep secara mandiri. Integrasi teknologi dan media interaktif seperti simulasi dan e-modul juga memperkuat efektivitasnya. Dengan demikian, PBL menjadi model pembelajaran yang inovatif dan relevan untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.
ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN SEKOLAH DASAR DI SDN 104202 BANDAR SETIA Najwa Utami Humaira; Nayla Arifa Rayhan; Putri Ayu Lestari; Putri Sabatini Br Tarigan; Fitriani Meslin Br Ginting; Agum Budianto
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.8490

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana kepemimpinan kepala sekolah berperan dalam manajemen sekolah dasar di SDN 104202 Bandar Setia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memegang peranan strategis melalui pelaksanaan supervisi akademik yang menekankan pembinaan guru, pengelolaan kurikulum yang fleksibel terutama pada masa peralihan menuju Kurikulum Merdeka, serta penguatan kompetensi guru secara kontinu melalui berbagai pelatihan dan kegiatan komunitas belajar. Dalam aspek sarana prasarana dan keuangan, meskipun masih terdapat sejumlah keterbatasan, sekolah mampu menerapkan manajemen yang transparan, partisipatif, dan responsif dengan melibatkan guru dan komite sekolah serta memastikan penggunaan dana BOS tetap akuntabel. Hubungan sekolah dengan masyarakat pun terbangun secara positif melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang memperkuat dukungan eksternal bagi penyelenggaraan pendidikan. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola sekolah yang kolaboratif, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, meskipun masih menghadapi kendala terkait waktu dan keterbatasan sumber daya.