cover
Contact Name
Mesiono
Contact Email
pemajournal@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
pemajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Mudabbir: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27748391     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Mudabbir (Journal Research and Education Studies) is Published by the Association of Indonesian Islamic Education Managers (PERMAPENDIS) North Sumatra. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education. Articles published in journals are the results of research or areas of educational thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue. This journal is published regularly twice in the period January-June and July-December.
Articles 698 Documents
Pengaruh Penerapan Kebijakan Lima Hari Sekolah terhadap Efektivitas Pembelajaran Siswa di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan Lubis, Muhammad Hamzah; Hasibuan, Siti Aisyah; Sari, Winda; Safitri, Aulia; Harahap, Selvi Septiani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kebijakan lima hari sekolah terhadap efektivitas pembelajaran siswa di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Plus Panyabungan yang berjumlah 168 orang, dengan sampel penelitian sebanyak 60 siswa yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup menggunakan skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, analisis regresi linear sederhana, dan uji t dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 79,02, sedangkan efektivitas pembelajaran siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 83,03. Hasil uji regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,997 yang berarti bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah berpengaruh sebesar 99,7% terhadap efektivitas pembelajaran siswa. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran siswa di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan. Dengan demikian, kebijakan lima hari sekolah dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah.
Posisi Manusia di Hadapan Ilmu Menurut Hadis: Refleksi atas Tantangan Pendidikan di Era Distraksi Digital Khairani, Ridha; Indah Sari, Devi; Abdul Ghani, Farhan; Fadhli Azmi , Muhammad; Imran Sinaga, Ali
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2233

Abstract

Disrupsi teknologi dan munculnya fenomena distraksi digital yang meluas telah menciptakan tantangan yang mendalam bagi ekosistem pendidikan kontemporer. Studi ini bertujuan untuk melakukan refleksi ulang terhadap kedudukan fundamental manusia dalam menghadapi ilmu pengetahuan (intelektual dan spiritual) melalui kacamata ajaran Hadis Nabi Muhammad SAW. Secara konsisten, Hadis menempatkan manusia sebagai entitas yang secara esensial terikat pada kewajiban untuk mencari dan mengamalkan ilmu (talab al-'ilm), bahkan menganugerahkan gelar terhormat sebagai ahli waris para nabi kepada ulama. Temuan utama dari analisis tekstual ini menunjukkan bahwa nilai inti dari proses edukasi dalam Islam berpusat pada pencapaian ketakwaan dan ketundukan batin (khashyah) kepada Sang Pencipta, suatu dimensi yang jauh melampaui sekadar proses akumulasi dan transfer data semata. Prinsip ini sangat vital untuk menyeimbangkan kecenderungan pendidikan modern yang rentan tereduksi menjadi hanya data-literacy di tengah gemuruh informasi digital. Kajian ini menyoroti peran sentral dari konsep Hadis tentang ilmu yang bermanfaat ('ilm nafi'). Konsep ini menyediakan kerangka kerja etis dan epistemologis yang dibutuhkan untuk mengarahkan fokus baik pendidik maupun peserta didik. Dengan berpegangan pada 'ilm nafi', upaya pendidikan dapat secara strategis menjauhi segala bentuk distraksi dan informasi tidak produktif yang ditawarkan oleh lingkungan digital, sekaligus menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai moral (adab) sebagai hasil akhir dari pembelajaran. Pada akhirnya, refleksi Hadis ini menegaskan perlunya reorientasi filosofis dalam pendidikan untuk membentuk pribadi yang paripurna (insan kamil) yang memiliki kontrol diri, kecerdasan digital, dan integritas moral yang kokoh sebagai respons terhadap fragmentasi perhatian di era digital.
Asesmen Berbasis Teknologi Dalam Pembelajaran PAI Fitria, Eila Mawar; Nurhayati, Ati; Luthfiyah, Luthfiyah; Ilham, Ilham; Syarifuddin, Syarifuddin
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2234

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Asesmen tidak lagi terbatas pada tes tertulis konvensional, tetapi berkembang menjadi penilaian berbasis teknologi yang lebih variatif, efisien, dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep asesmen berbasis teknologi dalam pembelajaran PAI dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif dalam konteks digital. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi memberikan efektivitas yang signifikan dalam proses penilaian pembelajaran PAI melalui penyediaan data belajar yang lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi secara sistematis. Instrumen digital seperti Google Form, Quizizz, dan platform e-learning terbukti mampu memperkaya variasi penilaian sekaligus memfasilitasi pemantauan capaian belajar secara real time. Selain itu, asesmen digital mendukung pengukuran kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara lebih komprehensif. Inovasi asesmen digital perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi guru dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Pentingnya Deteksi Dini dalam Memantau Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Rahmawati, Novia; Nasution, Annisa Zakia; Harahap, Miftahul Jannah; Khadijah, Khadijah; Nasution, Homsani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan dan pengalaman orang tua serta staf posyandu terkait pentingnya deteksi dini perkembangan anak berusia 0-72 bulan guna menghindari masalah perkembangan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung yang dilaksanakan di Posyandu Silindit. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang tua, 2 tenaga kesehatan, dan kader posyandu. Temuan menunjukkan bahwa meskipun orang tua mulai menyadari pentingnya deteksi dini setelah mengikuti penyuluhan di posyandu, pengetahuan mereka mengenai tanda-tanda gangguan perkembangan anak masih terbatas. Aspek utama yang memengaruhi efektivitas deteksi dini adalah pengetahuan orang tua, aksesibilitas posyandu, dan faktor sosial ekonomi. Posyandu memiliki peran sentral dalam melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi, tetapi terbatas oleh kendala sumber daya dan rendahnya partisipasi orang tua. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pendidikan untuk orang tua, pelatihan tambahan untuk petugas posyandu, serta perbaikan aksesibilitas untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini dan intervensi terhadap gangguan perkembangan anak.
Analysis of Lexical Retrieval Strategies During Tip-of-the-Tongue (TOT) States among English Education Students Rajagukguk, Sahmiral Amri; Siregar, Amanda; Lubis, Yani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2237

Abstract

This study investigates how English Education students experience and resolve Tip-of-the-Tongue (TOT) states during English word retrieval. The research uses a qualitative descriptive design to explore students’ natural responses and strategies when they temporarily cannot recall a word. Fifteen seventh-semester students from an English Education Department in Medan participated in individual observation sessions. The data were collected using a PowerPoint presentation containing twenty visual stimuli designed to trigger TOT moments and were analyzed through transcription, coding, and triangulation. The findings show that proper nouns were the most common triggers of TOT states, followed by uncommon concrete and abstract nouns. Five main types of retrieval strategies were identified, including phonological, semantic, gestural, interlingual, and associative strategies. Among them, phonological strategies were most frequently used, followed by semantic strategies, suggesting that learners rely heavily on sound and meaning cues to retrieve words. These results highlight how English learners manage lexical difficulties and show that TOT experiences can provide useful insight into mental lexicon functioning. The study also implies that raising awareness of retrieval strategies may help teachers design speaking and vocabulary activities that support faster word recall and reduce hesitation in communication.
Penerapan Prinsip Evaluasi Rasulullah dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah MI Darul Huda Codo Wajak Malang Farhus Sururi, Muhammad; Rohman, M. Taufik; Abdurrahman, Abdurrahman
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip evaluasi Rasulullah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah MI Darul Huda Codo Wajak Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip evaluasi Rasulullah, seperti evaluasi berkelanjutan, evaluasi berbasis kebutuhan, dan evaluasi yang bersifat formatif, telah diterapkan secara efektif dalam proses pembelajaran PAI di sekolah tersebut. Implementasi prinsip-prinsip tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat pemahaman materi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik PAI untuk mengadopsi prinsip evaluasi Rasulullah sebagai dasar dalam merancang sistem penilaian yang lebih holistik dan berpihak pada perkembangan peserta didik Kata kunci: Prinsip Evaluasi Rasulullah, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, MI Darul Huda, Pendidikan Islam, Evaluasi Pembelajaran.
Exploration of Students’ Knowledge about Predicate and Tree Construction in Syntax Tarigan, Najwa Ramadhani; Luthfi, Jihan; Farhansyah, Qoeddri; Ismahani, Siti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2243

Abstract

English language instruction places a high priority on syntax, notably in assisting pupils in comprehending grammatical relationships and sentence structure. Predicate identification and syntax tree creation, both of which demonstrate students' comprehension of hierarchical sentence structures, are two crucial aspects of syntax learning. This study seeks to determine how well students comprehend predicate identification and syntax tree creation in English syntax. Students in the English Department who had finished a syntax course participated in a quantitative descriptive study design. The data were gathered via an internet survey that included Likert scale questions and multiple-choice options. The data were then analyzed using descriptive statistics presented as percentages. According to the data, the majority of students exhibit a strong conceptual grasp of predicates, as seen by their capacity to recognize predicates in basic sentences and identify verbs as the head of verb phrases. But in analyzing complex sentence structures and building syntax trees, students exhibit less assurance and skill. Despite these challenges, students show a positive outlook on learning syntax and a strong desire to increase their knowledge. The research comes to the conclusion that, despite students having basic syntactic knowledge, more instructional focus should be placed on visual-based methods and guided practice in order to improve their practical skills in creating syntax trees.
Kreativitas Guru dalam Pemanfaatan Media Teks Digital Terhadap Keterampilan Membaca (Qira'ah) Salwa, Marhama; Kusuma, Sonya Rizla; Wilyam, Leoni; Zahara, Funna; Nasution, Sahkholid
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2244

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru untuk mengembangkan kreativitas pedagogis dalam memanfaatkan media teks digital, khususnya pada pembelajaran qira’ah yang menekankan kemampuan memahami makna, struktur, dan konteks teks Arab. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa media digital mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman membaca, kajian yang menempatkan kreativitas guru sebagai faktor penentu efektivitasnya masih terbatas. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara kreativitas guru, literasi digital, dan pemanfaatan media teks digital dalam penguatan keterampilan qira’ah melalui kajian pustaka Sistematic Literatur Review. Sumber literatur diperoleh dari database bereputasi seperti Scopus, Web of Science atau jurnal Sinta 1-2 dengan rentang tahun 2020–2025 dan dianalisis melalui pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kreativitas guru berpengaruh signifikan dalam mengubah media digital dari sekadar alat bantu menjadi instrumen pedagogis yang interaktif, multimodal, dan kontekstual. Media teks digital terbukti memperkaya akses kosakata, meningkatkan keterlibatan membaca, dan memfasilitasi analisis linguistik berbasis hyperlink. Kajian ini merumuskan model konseptual empat komponen, desain teks digital kreatif, integrasi multimodal, aktivitas qira’ah interaktif, dan evaluasi literasi berbasis digital sebagai kerangka untuk mengoptimalkan pembelajaran qira’ah. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi pengembangan pedagogi bahasa Arab di era digital.
Syntactic Differences Between Simple, Compound And Complex Sentences Afrizah, Andien; Isnani, Indah Alya; Zira, Nazwa Kaila; Ismahani, Siti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2245

Abstract

Sentence structure plays an important role in shaping clarity, coherence, and academic accuracy in scientific writing. This study aims to examine syntactic differences in the use of simple, compound, and complex sentences in two academic essays written by EFL students. Using a qualitative descriptive research design, this study analyzes two student essays entitled “Technology: Addressing Inequality, How Technology Can Promote Inclusive Education in the Digital Revolution” and “The Impact of Electronic Media Radiation Often Overlooked by Many People”. Data were collected through document analysis and classified based on clause structure, sentence types, as well as the use of coordinating and subordinating conjunctions. The findings reveal a clear difference in syntactic patterns between the two texts. The first essay shows a strong dominance of complex and compound–complex sentences, reflecting higher syntactic complexity and analytical depth, while the second essay primarily uses simple sentences with few complex constructions, indicating a more informative and linear writing style. These differences suggest that sentence structure choices are closely related to rhetorical purposes and the level of academic literacy. The study highlights the importance of syntactic awareness in academic writing and suggests that explicit instruction on sentence variation can support EFL students in developing more sophisticated and effective written discourse.
An Analysis of Pbi UINSU Students’ Understanding Of Transitive and Complex-Transitive Verbs in Syntax Laita, Rahma; Wulandari, Wulandari; Yulianti, Dwi; Ismahani, Siti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2246

Abstract

This study investigates PBI UINSU students’ understanding of transitive and complex-transitive verbs in syntactic analysis using a mixed-methods approach. The participants were seven students from the English Education Department at UIN Sumatera Utara who had completed a syntax course. Data were collected through a Google Form questionnaire consisting of seven knowledge-based multiple-choice items and five Likert-scale statements measuring students’ perceptions and confidence levels. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings reveal that students demonstrate a strong understanding of basic transitive verb constructions, particularly simple S–V–O patterns and the obligatory role of direct objects. However, their performance on complex-transitive verb items was less consistent, especially in identifying object complements and recognizing verbs that function as complex-transitive. Perception data indicate that although students generally feel confident in their understanding, confusion between direct objects and object complements remains evident. The study concludes that while students possess adequate foundational knowledge of transitive verbs, greater instructional emphasis on functional analysis and object complements is necessary to enhance their syntactic competence in analyzing complex-transitive constructions