cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
Hadis Populer di Uji Kebenarannya Simulasi & Pelatihan Analisis Hadis Dhaif dan Palsu di-MUI Jakarta Timur Khairil Ikhsan Siregar; Izzah M; Faza; Mila
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keagamaan melalui pelatihan dan simulasi analisis hadis lemah dan palsu. Peserta adalah pengurus MUI, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan teori, studi kasus hadis populer, dan praktik analisis sanad-matan dengan sumber rujukan cetak maupun digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengidentifikasi keautentikan hadis. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada pengurangan penyebaran hadis lemah atau palsu di ruang publik.  Abstract  This community service program aims to enhance religious literacy through training and simulation on the analysis of weak and fabricated hadiths. The participants consist of MUI administrators, religious leaders, university students, and the general public. The implementation methods include theoretical presentations, case studies of popular hadiths, and practical analysis of sanad and matan using both printed and digital sources. The results show a significant improvement in participants’ understanding and skills in identifying the authenticity of hadiths. This program is expected to contribute to reducing the spread of weak or fabricated hadiths in the public sphere.
KONSERVASI CERITA SI PITUNG MELALUI PELATIHAN STORY TELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MASARAKAT MARUNDA PULO JAKARTA UTARA Siti Gomo Attas; Novi Anoegrajekti; Rizky Wardhani; Ely Rusliawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-PWBU) ini bertujuan untuk melestarikan sastra lisan melalui model pelatihan C berbasis cerita rakyat Si Pitung di Kawasan Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara. Pengabdian ini  bertujuan sebagai upaya konservasi warisan budaya Betawi yang kian tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, terutama generasi muda, dalam pelatihan teknik bercerita (story telling) agar mereka dapat memahami, mengapresiasi dan mewariskan kembali cerita kisah Si Pitung sebagai simbol heroisme, keberanian dan keadilan dalam budaya Betawi. Model Pelatihan story telling  dibagi dalam dua bagian yaitu proses memberi rangsangan para  peserta dengan  sejarah Marunda dan cerita yang berkembang di sekitar Cagar Buday si Pitung, Selanjutnya Para peserta akan dilatih menuliskan kembali cerita si Pitung yang diingat berdasarkan  memori kolektif sebagai warga Marunda yang kental dengan cerita si Pitung. Selanjutnya  para peserta dalam lokakarya menunjukkan interaktif, pendampingan intensif serta simulasi pementasan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menyampaikan cerita secara menarik dan berkesan. Hasil dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sastra lisan, memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam mencitai cerita rakyat sebagai kearifan lokal masyarakat Pesisir masyarakat Marunda Pulo.   ABSTRACT The Community Service Program for Excellent Development Areas of the University (PPM-PWBU) aims to preserve oral literature through a storytelling-based training model inspired by the Betawi folk tale of Si Pitung in the Marunda Pulo area, Cilincing, North Jakarta. This program serves as an effort to conserve Betawi cultural heritage, which is increasingly being eroded by modernization. The activity involves local communities, especially the younger generation, in storytelling training so that they can understand, appreciate, and pass down the story of Si Pitung a symbol of heroism, courage, and justice in Betawi culture. The storytelling training model is divided into two parts. The first phase stimulates participants with insights into the history of Marunda and the stories surrounding the Si Pitung Cultural Heritage Site. The second phase trains participants to rewrite the Si Pitung story based on their collective memory as Marunda residents closely connected to the legend. Participants then engage in interactive workshops, intensive mentoring, and performance simulations to enhance their storytelling skills in a captivating and memorable way. The outcomes of this program are expected to increase public awareness of the importance of preserving oral literature, strengthen local cultural identity, and encourage active participation among the younger generation in appreciating folk tales as a form of local wisdom within the coastal community of Marunda Pulo.
PELATIHAN PERWASITAN RENANG Ika Novitaria Marani; Heni Widyaningsih; Ari Subarkah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perwasitan renang adalah salah satu teknik penjurian agar pertandingan renang yang dilakukan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Tugas dan wewenang dari wasit juri renang adalah sebagai pengadil serta memutuskan hasil waktu yang diperoleh oleh atlet pada saat mereka bertanding, hal ini bertujuan untuk memberikan hasil laporan resmi dari pencapaian masing-masing limit waktu renang yang diperoleh oleh atlet tersebut. Wasit memiliki peran yang penting dalam suatu perlombaan renang, karena wasit merupakan ujung tombak untuk mensukseskan perlombaan tersebut. Sebagai seorang wasit harus dapat bersikap netral untuk bisa menerapkan peraturan perlombaan yang berlaku.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan perwasitan renang. Kegiatan ini perlu dilakukan karena mengingat daerah kota Bekasi memiliki banyak klub renang dan mulai memiliki kalender perlombaan yang banyak sehingga memerlukan wasit dan juri untuk memimpin perlombaan renang. Tempat pelatihan dilakukan di wilayah binaan Universitas yaitu di Kota Bekasi Jawa Barat. Waktu kegiatan dilakukan selama kurang lebih 8 bulan yaitu dimulai dari bulan Maret – September 2025, yang dimulai dari pembuatan proposal, koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pembuatan laporan hingga tagihan luaran yang diperlukan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Gedung aula arena centre Vida, Bekasi. Adapun peserta dari pelatihan ini Adalah para pelatih renang dan guru olahraga Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah metode ceramah dan diskusi saat menyampaikan materi tentang peraturan perlombaan renang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang peraturan perlombaan renang, sehingga diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan saat menjadi wasit dalam perlombaan renang. Abstract  Swimming refereeing is one of the judging techniques so that the swimming matches carried out can run safely and smoothly. The duties and authorities of the swimming referee are as referees and decide the results of the time obtained by the athletes at the time of their competition, this aims to provide official reports of the achievement of each swimming time limit obtained by the athlete. Referees have an important role in a swimming competition, because referees are the spearhead to make the competition a success. As a referee, you must be able to be neutral to be able to apply the applicable competition rules. This activity aims to provide swimming referee training. This activity needs to be carried out because considering that the Bekasi city area has many swimming clubs and begins to have a large competition calendar so that it requires referees and judges to lead swimming competitions. The training place was carried out in the University's assisted area, namely in Bekasi City, West Java. The activity time is carried out for approximately 8 months, starting from March – September 2025, which starts from making proposals, coordination related to the implementation of activities, implementing activities and making reports to the necessary output bills. The implementation of the activity was carried out at the Vida arena center hall building, Bekasi. The participants of this training are swimming coaches and sports teachers The method used in this socialization is the method of lectures and discussions when delivering material about the rules of swimming competitions. The results of the service activities showed that there was an increase in knowledge about the rules of the swimming competition, so it is hoped that the participants can apply it when becoming referees in swimming competitions.
PELATIHAN OLAHRAGA AIR BADMINTON UNTUK PELATIH BULUTANGKIS DI KEPULAUAN SERIBU Fajar Arie Mangun; Ari Subarkah; Burhan Basyiruddin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Olahraga Air Badminton Untuk Pelatih Bulutangkis di Kepulauan Seribu akan menjadi istimewa serta menjadi tempat yang sesuai untuk melakukan pelatihan dalam waktu jangka panjang untuk masa yang akan datang. AirBadminton menjadi salah satu cabang olahraga tambahan di luar 10 cabang olahraga wajib dalam ANOC World Beach Games 2023 yaitu seperti aquathlon, bola tangan pantai, sepakbola pantai, tenis pantai, voli pantai 4×4, polo air pantai, gulat pantai, karate, selancar layang, dan renang perairan terbuka 5km. Kehadiran AirBadminton ini diharapkan bisa lebih memasyarakatkan bulu tangkis karena bisa dimainkan di berbagai permukaan lapangan. Melansir dari BWF, AirBadminton dapat dimainkan di lapangan rumput seperti di taman, lapangan dengan permukaan keras, hingga pantai berpasir. BWF pun mengeklaim bahwa olahraga AirBadminton dapat dimainkan oleh semua usia karena fleksibilitas jenis lapangan luar lapangan. Secara kesehatan, AirBadminton memiliki banyak manfaat mulai dari meningkatkan kemampuan fisik seperti kecepatan, ketahanan, kekuatan, dan kelincahan. Begitu juga mencegah stres dan mengurangi risiko miopia atau rabun jauh pada anak-anak. Selain itu, AirBadminton juga membantu mengurangi risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan membantu menjaga berat badan. AirBadminton sendiri bisa dimainkan 1 vs 1, 2 vs 2 (double), 3 vs 3 (triple), atau lebih dari itu untuk laga yang bersifat rekreasional. Kecuali nomor single, satu pemain dalam sebuah "tim" tak boleh memukul atau mengembalikan bola secara beruntun alias harus saling bergantian. Peralatan yang digunakan AirBadminton pun hampir serupa dengan bulu tangkis umumnya, yakni net, raket, dan tentunya shuttlecock yang diberi nama AirShuttle. Berbeda dengan kok yang terbuat dari bulu angsa, AirShuttle memakai bahan plastik yang didesain agar bisa dimainkan di luar ruangan terutama terakit embusan angin. Abstract  The Badminton Water Sports Training for Badminton Coaches in the Seribu Islands will be a special and suitable place for long-term training in the future. AirBadminton is one of the additional sports outside the 10 mandatory sports in the ANOC World Beach Games 2023, which include aquathlon, beach handball, beach soccer, beach tennis, 4x4 beach volleyball, beach water polo, beach wrestling, karate, kite surfing, and 5km open-water swimming. The presence of AirBadminton is expected to further popularize badminton because it can be played on various court surfaces. Reporting from the BWF, AirBadminton can be played on grass courts, such as in parks, hard-surfaced courts, and sandy beaches. The BWF also claims that AirBadminton can be played by all ages because of the flexibility of the outdoor court type. In terms of health, AirBadminton has many benefits, ranging from improving physical abilities such as speed, endurance, strength, and agility. It also prevents stress and reduces the risk of myopia or nearsightedness in children. In addition, AirBadminton also helps reduce the risk of diseases such as high blood pressure and diabetes, and helps maintain body weight. AirBadminton itself can be played 1 vs 1, 2 vs 2 (double), 3 vs 3 (triple), or more than that for recreational matches. Except for singles, one player in a "team" is not allowed to hit or return the ball consecutively, but must take turns. The equipment used in AirBadminton is almost the same as in general badminton, namely the net, rackets, and, of course, the shuttlecock called the AirShuttle. Unlike shuttlecocks made of goose feathers, AirShuttle uses plastic material designed to be played outdoors, especially when assembled with gusts of wind.
PUPUK ORGANIK KoHeA+MF: INOVASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL UNTUK PEMBERDAYAAN PETANI PENANGKAR BENIH CABAI VARIETAS UNGGUL LOKAL Wulantika, Trisia; Yun Sondang; Wiwik Hardaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan kapasitas petani penangkar benih cabai dalam pengelolaan input pertanian yang ramah lingkungan merupakan langkah penting untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha tani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberdayaan petani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan ayam dengan bioaktivator MOL Bonggol Pisang, yang dikenal sebagai pupuk organik KoHeA+MF. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2025 bersama Kelompok Tani Pincuran Tujuah, Jorong Parumpung, Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan pupuk, serta praktik langsung oleh petani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani terkait pemanfaatan sumber daya lokal dalam pembuatan pupuk organik. Selain itu, petani memperoleh pemahaman tentang manfaat pupuk organik KoHeA+MF dalam meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan petani berbasis inovasi lokal yang aplikatif dan berdaya guna dalam mendukung produktivitas benih cabai varietas unggul lokal.. Strengthening the capacity of chili seed growers in managing environmentally friendly agricultural inputs is an important step to support independence and sustainability of farming practices. One of the efforts carried out was farmer empowerment through training on the production of organic fertilizer made from chicken manure with banana corm MOL bioactivator, known as KoHeA+MF organic fertilizer. This training was held on August 23, 2025 with the Pincuran Tujuah Farmer Group, Jorong Parumpung, Nagari Koto Baru Simalanggang, Payakumbuh District. The implementation method included counseling, demonstration of fertilizer production, and direct practice by farmers. The results of the training showed an increase in farmers' knowledge and skills regarding the utilization of local resources in the production of organic fertilizers. In addition, farmers gained an understanding of the benefits of KoHeA+MF organic fertilizer in improving soil fertility, reducing dependence on chemical fertilizers, and supporting sustainable agriculture principles. This activity is expected to become a model of farmer empowerment based on local innovation that is applicable and useful in supporting the productivity of local superior chili seed varieties.
PEMBERDAYAAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN SISWA TERKAIT KONSERVASI AIR Rahmayanti, Henita; Irah Kasirah; Nurzengky Ibrahim; Winoto Hadi; Nur Azisah; Feryl Ilyasa; Irsyaad Hafizd; Muhamad Sowwam; Fanny Aulia Nuraini; Rizki Hamdallah Habel
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan memiliki tema terkait dengan konservasi air. Mitra dari kegiatan ini adalah SMP Al Ashriyyah Nurul Iman, terletak di Jl. Nurul Iman No. 11 Desa Waru, Kecamatan Parung, Kab Bogor. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan pengetahuan siswa terkait upaya konservasi air. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode seminar dalam pembekalan materi kepada peserta dan metode praktik lapangan dalam pembuatan biopori. Hasil dari kegiatan ini berjalan dengan baik dan peserta terlihat antusias dalam menjalani kegiatan yang sudah dilaksanakan di lokasi mitra. Hasil pre-test dan post-test yang sudah diukur rata-ratanya menunjukkan bahwa terdapat kenaikan skor pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait konservasi air setelah diberikan materi dan praktik di lapangan terkait konservasi air. The community service activity carried out had a theme related to water conservation. The partner for this activity was Al Ashriyyah Nurul Iman Junior High School, located at Jl. Nurul Iman No. 11, Waru Village, Parung District, Bogor Regency. The purpose of this activity was to empower students' knowledge regarding water conservation efforts. The methods used in this activity were a seminar method for delivering material to the participants and a field practice method for making biopores. The results of this activity ran smoothly, and the participants appeared enthusiastic in participating in the activities that had been carried out at the partner's location. The results of the pre-test and post-test, which had their averages measured, showed an increase in the students' knowledge scores after participating in the community service activity. The conclusion of this activity is that there was an increase in students' knowledge related to water conservation after being provided with material and field practice related to water conservation.
PENINGKATAN DAYA SAING DAN KEBERLANJUTAN USAHA KECIL DI MERUYA SELATAN MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING Mirza Zulkifli
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBelum banyaknya Para usaha kecil di Meruya Selatan yang menggunakan Tools Digital Marketing dalamaktivitas pemasaran, Sehingga perlu dilakukan Pelatihan Digital Marketing agar meningkatkanPengetahuan dan keterampilan penggunaan beberapa tools Digital Marketing serta meningkatkan frekuensiPenggunaan tools digital marketing oleh para usaha kecil yang nantinya berdampak pada peningkatanpenjualan, pangsa pasar, daya saing dan keberlanjutan usaha. AbstractNot many small business owners in South Meruya use Digital Marketing Tools in marketing activities. Soit is necessary to conduct Digital Marketing Training to improve the knowledge and skills of small businessowners in using several Digital Marketing tools and increase the frequency of use of digital marketing toolsby small businesses which ultimately have an impact on increasing sales, market share, competitivenessand business sustainability.
SOSIALISASI TEKNIS PENGUKURAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN APLIKASI SIPGAR PADA MASYARAKAT KECAMATAN PULOGADUNG JAKARTA TIMUR Kuswahyudi; Yasep Setiakarnawijaya; Yuliasih; Iis Indrawati; Khonsa Tsabita; Muhammad Nabil Maulana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi aplikasi SIPGAR ini diberikan untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mengenai tingkat kebugaran jasmani masyarakat yang bersangkutan. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi teknik pengukuran kebugaran jasmani yang akan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Kegiatan ini berisi tentang teori dan simulasi tes pengukuran kebugaran jasmani melalui aplikasi SIPGAR. Kegiatan ini bermitra dengan I Can Gymnastics Club Jakarta sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh orangtua member I Can Gymnastics Club sebanyak 49 orang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 23 Juli 2025 di I Can Gymastics Club Jakarta. Karena tidak semua masyarakat mengetahui mengenai pengukuran kebugaran jasmani dengan aplikasi SIPGAR, oleh karena itu sangat perlu diadakan sosialisasi teknis pengukuran kebugaran jasmani dengan aplikasi SIPGAR kepada masyarakat agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pengukuran kebugaran jasmani dapat meningkat, sehingga mereka dapat mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya masing-masing dan dapat melaksanakan program latihan fisik ketika sudah mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya masing-masing. Pada akhirnya tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya agar dapat menjadi masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif. Abstract The socialization of the SIPGAR application was given to provide services and information to the community in the Pulogadung District area, East Jakarta, regarding the level of physical fitness of the community concerned. The method used is a method of socialization of physical fitness measurement techniques that will be implemented to meet existing needs. This activity contains the theory and simulation of physical fitness measurement tests through the SIPGAR application. This activity is in partnership with I Can Gymnastics Club Jakarta as a form of community service. This activity was attended by 49 parents of I Can Gymnastics Club members. This community service was held on Wednesday, July 23, 2025 at the I Can Gymastics Club Jakarta. Because not all people know about physical fitness measurement with the SIPGAR application, it is therefore very necessary to hold technical socialization of physical fitness measurement with the SIPGAR application to the public so that public knowledge and understanding of physical fitness measurement can increase, so that they can know their respective physical fitness levels and can carry out physical exercise programs when they already know the level of fitness their respective bodies. In the end, the purpose of this activity is to foster public awareness of the importance of knowing their level of physical fitness to become a healthy, fit, and productive society.
PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BAGI SISWA MELALUI PEMBUATAN SUSU BERBAHAN BIJI-BIJIAN DALAM PEMBELAJARAN GREEN CHEMISTRY MENGGUNAKAN MODEL C-R-E-A-T-E BERBASIS DL-ESD-AI Wawan Wahyu; Ali Kusrijadi; Asep Suryatna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi pengembangan ekonomi kreatif melalui dunia pendidikan semakin meningkat seiring dengan Era Society 5.0 serta tuntutan abad ke-21 yang menekankan keterampilan inovatif, keberlanjutan, dan literasi teknologi. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran green chemistry dalam membangun jiwa kewirausahaan siswa melalui proyek pembuatan susu berbahan biji-bijian dengan penerapan model C-R-E-A-T-E (Connecting, Restructuring, Elaborating, Applying, Tasking, Evaluating) berbasis Deep Learning (DL), Education for Sustainable Development (ESD), dan Artificial Intelligence (AI). Penelitian ini menggunakan metode Design-based Research (DbR) yang dilaksanakan dalam empat siklus iteratif. Subjek penelitian adalah 20 siswa SMA di Kota Bandung yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan meliputi TCOF (Teaching for Creativity Observation Form) untuk menilai dimensi pedagogi kreatif guru, serta lembar observasi aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi produk, dan wawancara. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola kreativitas, pemahaman konsep kimia hijau, dan potensi ekonomi produk yang dibuat oleh siswa sebagai sumber inspirasi pengembangan ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model C- R-E-A-T-E berbasis DL-ESD-AI mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, mendorong kreativitas multidimensi (ekologis, sosial, dan teknologi), serta menghasilkan produk susu nabati yang layak secara nutrisi dan bernilai jual. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis proyek dan pelatihan guru untuk mendukung ekonomi kreatif di lingkungan pendidikan. Abstract The urgency of developing the creative economy through the world of education is increasing in line with the Society 5.0 Era and the demands of the 21st century that emphasize innovative skills, sustainability, and technological literacy. This paper aims to examine the effectiveness of green chemistry learning in building students' entrepreneurial spirit through a project to make milk from grains with the application of the C-R-E-A-T-E (Connecting, Restructuring, Elaborating, Applying, Tasking, Evaluating) model based on Deep Learning (DL), Education for Sustainable Development (ESD), and Artificial Intelligence (AI). This research uses the Design-based Research (DbR) method which is carried out in four iterative cycles. The subjects of the study were 20 high school students in the city of Bandung who were selected purposively. The instruments used include TCOF (Teaching for Creativity Observation Form) to assess the dimensions of teachers' creative pedagogy, as well as observation sheets of student activities and involvement in the learning process. Data is collected through direct observation, product documentation, and interviews. Data processing is carried out in a qualitative descriptive manner with thematic analysis to identify patterns of creativity, understanding of green chemistry concepts, and the economic potential of products made by students as a source of inspiration for creative economy development. The results of the study show that the integration of the DL-ESD-AI-based C-R-E-A-T-E model is able to increase student active engagement, encourage multidimensional creativity (ecological, social, and technological), and produce plant-based dairy products that are nutritionally viable and have a selling value. This study recommends strengthening project-based curriculum and teacher training to support the creative economy in the educational environment.
EDUKASI PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA KLUB I CAN GYMNASTICS Ruliando Hasea Purba; Ela Yuliana; Dadan Resmana; Tridinda Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cedera olahraga merupakan salah satu risiko yang sering dialami oleh atlet senam, terutama pada klub olahraga dengan intensitas latihan yang tinggi. Penanganan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya keparahan cedera serta dapat mempercepat proses pemulihan atlet. Namun, masih banyak pelatih, orang tua, maupun atlet yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai prosedur pertolongan pertama pada cedera olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas pengetahuan penanganan pertama cedera olahraga pada Klub I Can Gymnastics. Edukasi ini melibatkan sejumlah 49 orang tua sebagai responden. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan simulasi praktik pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan responden setelah diberikan edukasi yaitu sebesar 38 %. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi penanganan pertama cedera olahraga berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan cedera pada klub senam I Can Gymnastic. Oleh karena itu, program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di klub olahraga lainnya. Abstract Sports injuries are a common risk for gymnasts, especially in high-intensity training clubs. Appropriate first aid is crucial for preventing injury severity and accelerating recovery. However, many coaches, parents, and athletes still lack knowledge of first aid procedures for sports injuries. This study aimed to determine the effectiveness of knowledge regarding first aid for sports injuries at the I Can Gymnastics Club. Forty-nine parents participated in the education program. The education was delivered through lectures and practical simulations of first aid for sports injuries. The results showed a significant increase in respondents' knowledge scores after the education, with a 38% increase. This finding confirms that first aid education for sports injuries plays a crucial role in improving preparedness and injury management skills at the I Can Gymnastics Club. Therefore, similar educational programs are recommended for ongoing implementation at other sports clubs.