cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENGUATAN GEREAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR Achmad Husen; Sanusi; Dina Rahma Fadlilah; Aditya Affandi; Yobel Andreas Parulian
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kerusakan lingkungan di Indonesia khususnya di Jakarta yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Sekolah dasar sebagai lingkungan awal pembentukan karakter anak dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai cinta lingkungan. Namun, minimnya integrasi nilai kepedulian lingkungan dalam pembelajaran, keterbatasan fasilitas gerakan lingkungan, dan kurangnya pelatihan bagi pendidik dalam membangun budaya lingkungan. Selain itu, sebagian besar sekolah belum memiliki program lingkungan yang terstruktur dan berkelanjutan, juga kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan cenderung bersifat insidental, menjadi kendala dalam mengembangkan gerakan berbudaya lingkungan. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi aktif warga sekolah dalam menjaga dan merawat lingkungan sekolah. Sebagai solusi, kegiatan ini menawarkan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penguatan peran guru dan kepala sekolah sebagai agen perubahan. Strategi yang ditawarkan meliputi integrasi materi lingkungan ke dalam mata pelajaran, pelatihan penerapan program berbasis lingkungan seperti bank sampah, penghijauan, dan pemilahan sampah, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung gerakan hijau. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 4 Agustus 2025, bertempat di Aula SD Negeri 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, diikuti oleh Kepala Sekolah dan Guru-guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah di Wilayah Binaan 1 Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, baik negeri maupun swasta, yang keseluruhannya berjumlah 40 orang. Berdasarkan pengamatan, para peserta menunjukkan sikap yang sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hasil tanya jawab dan wawancara pun menggambarkan hal serupa. Para peserta menilai bahwa narasumber sangat kompeten dalam bidangnya dan penyajiannya pun dapat dipahami. Itu sebabnya para peserta merasa banyak pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini, dan mereka berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan dan pengalamannya dalam program dan kegiatan di sekolahnya masing-masing. Selain itu mereka pun berharap hendaknya panitia berkenan menanggapi apabila di kemudian hari peserta ingin konsultasi dan mendalami materi yang disajikan, serta menerapkan.
Integrasi Mikroba dan Vermikompos sebagai Solusi Ekonomi untuk Petani dan Peternak dalam Pengelolaan Limbah Biomass Mahanani, Agni Ayudha; Riska Mayangsari; Khatifah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan pembuatan kompos dari bahan organik di Desa Onang, Kabupaten Majene, melalui pemanfaatan mikrobat dan cacing tanah (vermicompos) untuk menghasilkan pupuk organik dan produk bernilai tambah. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, edukasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 25% menjadi 75% setelah sosialisasi, serta peningkatan keterampilan dalam pembuatan kompos, biofertilizer, biopestisida, feed aditif, dan pakan pellet hingga 85%. Pemanfaatan Mikrobat dan vermicompos terbukti mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi kompos matang berkualitas dengan pH netral, tekstur remah, bau tidak menyengat, serta kandungan nutrien tinggi. Teknologi ini menurunkan biaya pemupukan hingga 60% dan memberikan nilai ekonomi tambahan. Kegiatan ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat serta pengolahan bahan organik secara berkelanjutan. This community service research aims to enhance compost production from organic materials in Desa Onang, Kabupaten Majene, through the use of mikrobat and earthworms (vermicompost) to produce organic fertilizer and value-added products. The methods applied included socialization, education, training, mentoring, as well as monitoring and evaluation. Results showed an increase in participants’ knowledge from 25% to 75% after socialization and an improvement in skills in producing compost, biofertilizer, biopesticides, feed additives, and pellet feed up to 85%. The use of Mikrobat and vermicompost effectively accelerated the decomposition of organic materials into high-quality mature compost with neutral pH, crumbly texture, pleasant odor, and high nutrient content. This technology reduced fertilization costs by up to 60% and provided additional economic value. The program contributed to community empowerment and the sustainable management of organic materials.
INOVASI BAKSO IKAN NILA DAN MEDIA INTEGRATING CARD UNTUK OPTIMALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TAMANGAPA KAB. PANGKEP. Puspitasari, Ayu; Wudi Darul Putra; Rezki Aulia Yusuf; Didit Fachri Rifai; Muhammad Yahya; Rizma Juwita; Fika Pinrakati; Annisa Atuz Zahra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem that impacts child growth and development, particularly in coastal areas. Tamangapa Village, Ma'rang District, Pangkep Regency, is one of the areas with a relatively high stunting rate. Community service activities were conducted with the aim of improving family nutrition knowledge, encouraging fish consumption as a source of animal protein, and strengthening public awareness of the importance of balanced nutritional parenting. Methods used included nutrition education, training in innovative fish meatball processing, training in using measuring tools, and community mentoring in utilizing local resources. The results of the activities showed an increase in fish consumption in the community and a decrease in stunting cases from 59 to 35. These findings indicate that locally-based interventions can be an effective strategy for preventing and reducing stunting in coastal areas. Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, khususnya di wilayah pesisir. Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep merupakan salah satu daerah dengan angka kejadian stunting yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dialkukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan gizi keluarga, mendorong konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pola asuh pemenuhan gizi seimbang. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi, pelatihan pengolahan inovasi ikan menjadi bakso, pelatihan menggunakan metode alat ukur, serta pendampingan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan konsumsi ikan dimasyarakat dan penurunan kasus stunting dari 59 menjadi 35. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis potensi lokal dapat menjadi srategi efektif dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Wilayah pesisir.
Pelatihan Analisis SWOT untuk Peningkatan Kemampuan Wirausaha di Masyarakat Binaan FT UNJ Ratu Amilia Avianti; Aam Amaningsih Jumhur; Adi Tri Tyassmadi; Fransisca Maria Farida
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya, analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis untuk memaparkan kondisi unit usaha agar berjalan maksimal. Cara kerja analisis SWOT adalah mengidentifikasi dan menghubungkan faktor internal dan eksternal dalam suatu unit usaha, serta memanfaatkannya untuk meraih keuntungan jangka panjang. Untuk membuat analisis SWOT, seorang pelaku usaha bisa mengidentifikasi 4 indikator SWOT yang disebutkan di atas. Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengandung komponen SWOT seperti di bawah ini: (a) Kelebihan atau strength internal perusahaan. (b) Kelemahan atau weakness yang dapat menghambat kinerja usaha. (c) Peluang atau opportunity yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan perusahaan. (d) Ancaman atau threat yang berpotensi merugikan perusahaan. Setelah mengenali empat indikator SWOT itu, pelaku usaha kemudian dapat menanyakan pertanyaan lanjutan mengenai: (a) Kekuatan perusahaan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan atau peluang yang ada. (b) Cara mengatasi kelemahan yang berpotensi menggagalkan perusahaan mendapatkan peluang di masa depan. (c) Memaksimalkan kekuatan perusahaan untuk menghadapi ancaman dari luar. (d) Mengatasi kelemahan yang mengancam perusahaan dari dalam agar tidak menciptakan ancaman baru. Masyarakat memerlukan Kemampuan melakukan Analisis SOWT untuk memulai usaha atau mengevaluasi usahanya. ABSTRACT Essentially, a SWOT analysis is a strategic planning method for explaining the condition of a business unit so that it runs optimally. SWOT analysis works by identifying and connecting internal and external factors within a business unit, and utilizing them to achieve long-term benefits. To conduct a SWOT analysis, a business owner can identify the four SWOT indicators mentioned above. This is done by asking questions containing SWOT components such as the following: (a) The company's internal strengths. (b) Weaknesses that could hinder business performance. (c) Opportunities that can be exploited to develop the company. (d) Threats that could potentially harm the company. After identifying the four SWOT indicators, a business owner can then ask further questions regarding: (a) How the company's strengths can be utilized to gain existing advantages or opportunities. (b) How to overcome weaknesses that could potentially prevent the company from gaining future opportunities. (c) Maximizing the company's strengths to face external threats. (d) Overcoming weaknesses that threaten the company from within to prevent creating new threats. People need the ability to conduct a SWOT analysis to start a business or evaluate their business.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGUATAN MUTU PANGAN OLAHAN DAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA PASIRNANJUNG, SUMEDANG Setia Budi; Yusmaniar; Yussi Pratiwi; Rasikha Ulhaq; Anisa Hanum; Almira Talitha Hasna; Masykur Falah Naidi; Madinah Fatma; Retno Dewi Kusumaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan era digital telah menjadikan pemasaran online sebagai strategi utama dalam mendukung keberlanjutan usaha, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan olahan. Namun, masyarakat di wilayah pedesaan masih menghadapi keterbatasan dalam akses informasi dan penguasaan teknologi digital. Tujuan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Perumahan Griya Sahla, Desa Pasirnanjung, Sumedang dilaksanakan untuk menjawab tantangan tersebut. Kegiatan dilaksanakan meliputi pelatihan peningkatan mutu produk pangan olahan dan strategi pemasaran digital berbasis marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah produk pangan yang berkualitas serta kemampuan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Dampaknya produk lokal menjadi lebih dikenal, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat setempat. Program ini sekaligus menunjukan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan transformasi digital. Abstract The development of the digital era has made online marketing a key strategy in supporting business sustainability, including for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) engaged in the processed food industry. However, communities in rural areas still face limitations in accessing information and mastering digital technologies. The Community Service Program (PKM), integrated with the Student Community Service (KKN) in Griya Sahla Housing, Pasirnanjung Village, Sumedang, was carried out to address these challenges. The activities included training on improving the quality of processed food products and implementing digital marketing strategies through online marketplaces. The results showed an increase in community skills, including the ability to produce higher-quality food products, as well as the capacity to utilize digital platforms to expand market reach. As a result, local products have become more recognized, competitiveness has improved, and contributions to household income and the local economy have increased. This program also highlights the strategic role of universities in supporting community empowerment, leveraging local potential, and digital transformation.
PENGUATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS LAPORAN KEUANGAN BUMDES KALONGAN Amir Mahmud; Widya Hary Cahyati; Wara Dyah Pita Rengga; Lilis Hartati; Nurdian Susilowati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pengelolaan keuangan yang dihadapi oleh BUMDes Kalongan Jaya Mandiri, yang berpotensi menghambat keberlanjutan bisnisnya. Meskipun BUMDes memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian desa, kompleksitas operasional dari berbagai unit usaha (telur bebek, peternakan kambing, dan pengelolaan sampah) memerlukan sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan untuk memastikan partisipasi aktif pengelola BUMDes. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap: pelatihan akuntansi sederhana dan pendampingan intensif. Pelatihan berfokus pada edukasi pencatatan keuangan yang mudah dipahami, sementara pendampingan membantu pengelola menyusun laporan persediaan, kas masuk, kas keluar, dan aset tetap. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan pengelola untuk menyusun laporan keuangan yang terstruktur. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan akuntabilitas, tetapi juga menjadi fondasi untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan peningkatan kepercayaan dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Abstract This community service program aims to address the financial management challenges faced by BUMDes Kalongan Jaya Mandiri, which could potentially hinder its business sustainability. Although BUMDes plays a strategic role in driving the village economy, the operational complexity of its various business units (duck egg production, goat farming, and waste management) requires a transparent and accountable financial reporting system. The Participatory Rural Appraisal (PRA) method was used to ensure the active participation of BUMDes managers. The project was divided into two phases: simple accounting training and intensive mentoring. The training focused on educating managers on easy-to-understand financial record-keeping, while the mentoring helped them prepare inventory reports, cash inflow and outflow statements, and fixed asset lists. The results showed a significant improvement in the managers' understanding and ability to create structured financial reports. This not only enhanced operational efficiency and accountability but also served as a foundation for better decision-making and increased trust from the community and other stakeholders.
PELATIHAN PEMBUATAN BUSSINESS PLAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS TATA KELOLA BUMDES DI DESA BULAK INDRAMAYU Adam Zakaria; Gentiga Muhammad Zairin; Dwi Kismayanti Respati; Mauna; Isti Qomariana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan Pembuatan Bussiness Plan Untuk Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola untuk BUMDes di Desa Bulak, Indramayu, dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam merancang usaha yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diinisiasi oleh SPI UNJ, diawali dengan analisis kebutuhan dan koordinasi dengan pemerintah desa, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yang terdiri atas tiga sesi: penyusunan proposal bisnis, pengenalan aplikasi pelaporan akuntansi digital, dan pemanfaatan media sosial untuk promosi. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan dan mengisi pre-test serta post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Peserta mampu menyusun rencana usaha, menggunakan aplikasi akuntansi untuk mencatat transaksi, serta membuat strategi promosi digital untuk produk BUMDes. Meskipun kegiatan ini hanya dilaksanakan selama satu hari dan belum mencakup pendampingan jangka panjang, pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan BUMDes untuk kembali aktif dan berkontribusi terhadap ekonomi desa. Program ini diharapkan dapat direplikasi di desa lain dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kapasitas manajerial BUMDes. AbstractThe Business Plan Training Program for BUMDes in Bulak Village, Indramayu, was conducted to strengthen the managerial capacity of BUMDes administrators in designing professional, transparent, and sustainable businesses. The program held by SPI began with a needs assessment and coordination with the village government, followed by a training series consisting of three sessions: business proposal preparation, introduction to digital accounting and reporting applications, and the use of social media for business promotion. A total of 30 participants took part in the training and completed pre- and post-tests to measure knowledge improvement. Evaluation results indicated a significant increase in participants’ understanding and skills after the training. Participants were able to prepare structured business plans, utilize digital accounting applications to record transactions, and develop digital promotion strategies for BUMDes products. Although the program was implemented within a single day and did not include long-term mentoring, it produced a positive impact on the readiness of BUMDes to become active and contribute to the village economy. This program is expected to be replicated in other villages as a capacity-building model for community-based economic empowerment.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Olahan Mangga untuk Buah Tangan Khas Desa Bulak Indramayu Cucu Cahyana; Guspri Devi Artanti; Annis Kandriasari; Yeni Yulianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, merupakan salah satu sentra penghasil mangga berkualitas, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan buah segar yang rentan terhadap fluktuasi harga dan pemborosan hasil panen. Di sisi lain, ibu rumah tangga yang memegang peran penting dalam ekonomi keluarga belum memiliki keterampilan yang optimal mengenai kewirausahaan dan peluang usaha. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan produk oleh-oleh berbahan dasar mangga, seperti keripik, manisan, dodol, selai, sirup, serta produk aplikatif lainnya. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pengolahan pangan higienis, pendampingan pemasaran digital, penguatan manajemen usaha, hingga fasilitasi legalitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah mangga menjadi produk bernilai tambah dengan kemasan menarik dan potensi jual yang lebih tinggi. Selain itu, terbentuk kelompok usaha bersama (KUB) yang menjadi wadah kolaborasi untuk produksi dan pemasaran. Program ini tidak hanya mendukung penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi berkelanjutan. Hasil pelatihan menunjukkan 19,48% pengetahuan peserta mengalami peningkatan yang ditandai dengan bertambahnya jumlah jawaban benar pada post test. Hasil nilai gain skor pada pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan nilai gain 0,66 berada pada rentangan 0,3 ≤ g ≤ 0,7 artinya peningkatan pengetahuan tentang pembuatan roti gulung sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan dengan kategori sedang. Angket kepuasan kegiatan pengabdian masyarakat menyatakan 94,7% peserta puas. Abstract Bulak Village, Jatibarang District, Indramayu, is one of the centers of high-quality mango production; however, its utilization is still limited to the sale of fresh fruit, which is vulnerable to price fluctuations and post-harvest waste. On the other hand, housewives, who play an important role in the family economy, don’t have optimal skills in entrepreneurship and business opportunities. This program aims to empower housewives through training in the production of mango-based souvenir products, such as chips, candied fruits, dodol, jam, syrup, and other applicable products. The implementation methods include socialization, technical training on food processing, mentoring in digital marketing, strengthening business management, and facilitating product legality. The results of the activity show an improvement in participants’ skills in processing mangoes to higher market potential. In addition, a joint business group was formed as a collaborative forum for production and marketing. This program supports the strengthening of family and village community economies and also contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). Training results showed a 19,48% increase in participants' knowledge, as indicated by the increase in the number of correct answers on the post-test. The results of the gain score on knowledge before and after training showed a gain value of 0.66 in the range of 0.3 ≤ g ≤ 0.7, meaning that the increase in knowledge about making bread rolls before and after participating in the training was in the moderate category. A community service satisfaction questionnaire indicated that 94.7% of participants were satisfied.
PENCAPAIAN SDGs: LITERASI DATA STATISTIK POTENSI DESA DI KELURAHAN KAMPUNG RAWA, JAKARTA PUSAT Bagus Sumargo; Suyono; Dian Handayani; Ria Arafiyah; Nilam Novita Sari; Vera Maya Santi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Desa Cantik (Cinta Statistik) bertujuan untuk meningkatkan literasi data serta kemampuan aparat kelurahan, dan masyarakat dalam mengelola serta memanfaatkan data statistik secara mandiri dan sistematis. Sehubungan dengan hal ini, kami hadir di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta pusat dalam progam pengabdian kepada masyarakat. Kami sebagai civitas akademika terpanggil untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu sesuai tujuan Sustainable Development Goals SDGs Nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas dan Nomor 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan. Pendidikan berkualitas dalam rangka memberikan literasi tentang data statistik – khususnya data PODES potensi Desa. Abstract The Beautiful Village (Love Statistics) program aims to improve data literacy and the ability of village officials and communities to manage and utilize statistical data independently and systematically. In this regard, we are present in Kampung Rawa Village, Central Jakarta, as part of a community service program. As academics, we are called to implement the Tri Dharma of Higher Education, in accordance with Sustainable Development Goals (TPB) Number 4, namely quality education, and Number 17, Partnership to Achieve Goals. Quality education aims to provide statistical data literacy—specifically PODES data regarding village potential. The statistical data literacy activity was held on July 15, 2025, with 19 participants: 2 village officials, 12 Regional Community members, and 5 Dasawisma cadres (Village Community Empowerment). The effectiveness of the training was evaluated through analysis of pre- and post-test results, which consisted of 10 statements with "Yes" and "No" answer options. The analysis was conducted using the McNemar test. The results of the pre- and post-test evaluations showed a significant increase in participant understanding, as confirmed by analysis using the McNemar test. Most participants also stated that the material presented was easy to understand, applicable, and useful for supporting data management at the sub-district level. Keywords: Beautiful Village, Village Potential, Statistical Data Literacy; McNemar; Improvements
PENGUATAN POTENSI EDUWISATA HALAL DAN DAYA SAING PELAKU USAHA MIKRO DI DESA WATES JAYA MELALUI SERTIFIKASI HALAL Sahlan Hasbi; Rifqi Syahlendra; Andri Brawijaya; Imam Abdul Aziz; Adil Muthi Tsani; Alya Amani; Aulia Putri Hidayat; Farra Diba Maulida Malik; Lisda Khoirunisa; Muhammad Najialah; Octaviana Delia Putri; Samsu Karim Sormin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meskipun UMKM sangat penting untuk perekonomian desa, mereka sering menghadapi masalah seperti kurangnya informasi, akses ke pasar, dan permodalan. Untuk mengatasi masalah ini, program pengabdian masyarakat Desa Watesjaya menggunakan dua pendekatan utama: workshop sertifikasi halal dan penerapan skema pembiayaan partisipatif Getuk Tular yang difasilitasi BUMDES. Workshop halal meningkatkan pemahaman UMKM tentang pentingnya legalitas produk, dan 12 dari 15 UMKM yang berpartisipasi langsung mendaftarkan usaha mereka ke sistem SIHALAL. Sebaliknya, skema Getuk Tular, inovasi pembiayaan berbasis gotong royong, menawarkan akses permodalan yang lebih inklusif bagi UMKM. Integrasi kedua program ini menunjukkan bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan kualitas dan jaminan produk, tetapi juga keberlanjutan akses modal usaha. Hasilnya, UMKM Desa Watesjaya meningkatkan kepercayaan dan kepercayaan pelanggan melalui sertifikasi halal dan meningkatkan kapasitas permodalan melalui Getuk Tular. Oleh karena itu, dengan menggabungkan metode sertifikasi halal dan program pembiayaan partisipatif berbasis BUMDES, dapat diciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan, kompetitif, dan dapat diterapkan di desa lain. Abstract Although MSMEs are crucial to the village economy, they often face challenges such as a lack of information, market access, and capital. To address these challenges, the Watesjaya Village community service program employed two main approaches: a halal certification workshop and the implementation of the Getuk Tular participatory financing scheme facilitated by the Village-Owned Enterprise (BUMDES). The halal workshop increased MSMEs' understanding of the importance of product legality, and 12 of the 15 participating MSMEs immediately registered their businesses with the SIHALAL system. Conversely, the Getuk Tular scheme, a mutual cooperation-based financing innovation, offers more inclusive access to capital for MSMEs.The integration of these two programs demonstrates that the competitiveness of MSMEs is not only determined by product quality and assurance, but also by sustainable access to business capital. As a result, MSMEs in Watesjaya Village increased customer trust and confidence through halal certification and increased capital capacity through Getuk Tular. Therefore, by combining halal certification methods and a participatory financing program based on BUMDES, a sustainable, competitive MSME empowerment ecosystem can be created that can be applied in other villages.