cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,388 Documents
ANALISIS KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS III SD NATIONAL GLOBAL SCHOOL Neli Amelia; Saktian Dwi Hartantri; Sa’odah Sa’odah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedisiplinan belajar siswa kelas III di SD National Global School, Kota Tangerang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali perilaku, sikap, dan tantangan yang dihadapi siswa terkait kedisiplinan dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki tingkat kedisiplinan yang baik, yang tercermin dari kehadiran yang tepat waktu, kepatuhan terhadap peraturan sekolah, partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta kemampuan menyelesaikan tugas secara mandiri dan tepat waktu. Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan seperti ketidakkonsistenan dalam melaksanakan tugas piket, ketergantungan pada bantuan orang tua dalam mengerjakan pekerjaan rumah, dan rendahnya motivasi belajar secara mandiri. Faktor eksternal seperti pengawasan guru, komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta kurangnya media pembelajaran yang menarik juga memengaruhi kedisiplinan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedisiplinan siswa sebagian besar masih terbentuk melalui arahan eksternal, sehingga diperlukan upaya untuk menumbuhkan motivasi intrinsik siswa guna membangun sikap disiplin yang mandiri dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN LKPD IPAS BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PJBL) PADA TOPIK MENJADI PAHLAWAN LINGKUNGAN UNTUK PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI 2 WAJAK KIDUL KABUPATEN TULUNGAGUNG Ullyn Selly Ariyani; Diesty Hayuhantika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project-Based Learning (PjBL) pada topik "Menjadi Pahlawan Lingkungan" untuk peserta didik kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli materi, ahli media, praktisi, serta angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PjBL ini dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Aktivitas berbasis proyek dalam LKPD ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan, kreativitas, dan keterlibatan aktif peserta didik kelas IV SD dalam menjaga kelestarian lingkungan. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan praktisi, LKPD yang dikembangkan memperoleh kriteria sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket respons peserta didik juga menunjukkan bahwa LKPD mudah digunakan, menarik, dan membantu peserta didik memahami materi melalui kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan di sekitar mereka. Penerapan sintaks Project-Based Learning dalam LKPD mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi permasalahan, merencanakan dan melaksanakan proyek, bekerja sama dalam kelompok, serta menyajikan hasil proyek. Dengan demikian, LKPD berbasis PjBL pada topik “Menjadi Pahlawan Lingkungan” dapat menjadi bahan ajar yang mendukung pembelajaran IPAS secara kontekstual serta mendorong peserta didik untuk lebih aktif, kreatif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. LKPD yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar, tetapi juga sebagai panduan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengenali dan menyelesaikan permasalahan lingkungan. Melalui kegiatan proyek, peserta didik diarahkan untuk mengamati kondisi lingkungan sekitar, mengidentifikasi masalah, menentukan solusi, menyusun perencanaan, melaksanakan proyek, dan mempresentasikan hasilnya. Kegiatan tersebut dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Selain itu, penggunaan LKPD berbasis PjBL memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif dan mandiri melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Topik “Menjadi Pahlawan Lingkungan” juga memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan sederhana. Oleh karena itu, LKPD berbasis PjBL yang dikembangkan diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran IPAS yang bermakna, menyenangkan, dan kontekstual serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Wajak Kidul Kabupaten Tulungagung.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH SISWA KELAS II SDN BALONGGABUS Erika Suci Ariyanti; Fakhrur Rozy; Muhammad Assegaf Baalwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5890

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan minimnya penguasaan operasi hitung dasar khususnya penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada murid kelas II SDN Balonggabus. Maka dari itu, riset ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana model Problem Based Learning (PBL) mampu memberikan dampak terhadap keterampilan berhitung siswa. Pendekatan yang digunakan yakni kuantitatif pra-eksperimen dengan skema One Group Pretest-Posttest Design. Melalui teknik total sampling (sampling jenuh), sebanyak 26 siswa kelas II dijadikan subjek penelitian. Data dikumpulkan mengandalkan instrumen tes tertulis yang telah diuji kelayakannya. Dari total 10 item soal yang dirancang, pengujian membuktikan 7 butir di antaranya valid dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha mencapai 0,803. Selanjutnya, pengolahan data menerapkan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil analisis menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Problem Based Learning terbukti memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan cacah siswa kelas II SDN Balonggabus.
MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS IV SD UNISMUH MAKASSAR Nurfadila Rabial Tuljanah; Kristiawati Kristiawati; Hamdana Hadaming
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Unismuh Makassar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru melalui metode ceramah dan latihan individu, sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran masih rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa kelas IV SD Unismuh Makassar. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta angket respon siswa, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model NHT mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 62,5% pada Siklus I menjadi 87,5% pada Siklus II, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 68,13 menjadi 79,37. Aktivitas siswa meningkat dari 64,16% menjadi 89,33%, dan aktivitas guru meningkat dari 76,6% menjadi 90,83%. Respons siswa terhadap penerapan model NHT berada pada kategori sangat baik dengan persentase 88,44%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Unismuh Makassar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBING PROMPTING PADA SISWA KELAS IV SD INPRES MALLENGKERI II KOTA MAKASSAR Rezkya Annisaa; Adiwijaya Latief; Amal Akbar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Inpres Mallengkeri II Kota Makassar melalui penerapan kegiatan diskusi kelompok dengan teknik Probing Prompting. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa yang ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri, terbatasnya kesempatan untuk menyampaikan pendapat, serta dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kurt Lewin dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 22 siswa kelas IV. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes keterampilan berbicara, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan diskusi kelompok dengan teknik Probing Prompting dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan berbicara siswa. Persentase aktivitas siswa pada Siklus I meningkat dari 42,9% pada pertemuan pertama menjadi 57,1% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase aktivitas siswa kembali meningkat dari 64,3% pada pertemuan pertama menjadi 85,7% pada pertemuan kedua. Nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa juga meningkat dari 71,32 pada Siklus I menjadi 87,68 pada Siklus II. Pada Siklus II, seluruh siswa atau 100% telah mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan diskusi kelompok dengan teknik Probing Prompting efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Inpres Mallengkeri II Kota Makassar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BUBUR KERTAS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TKK PILARIN KUPANG Moni Aryanti Totu; Yohana Yuniati; Kamelia Olga Litna; Angelikus Nama Koten
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6017

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting yang perlu distimulasi sejak usia dini melalui media pembelajaran yang konkret dan menarik. Studi pendahuluan di TKK Pilarin Kupang menemukan bahwa sebagian anak usia 4-5 tahun masih mengalami hambatan dalam mengoordinasikan gerakan jari dan tangan, misalnya kesulitan memegang alat tulis, menggunting mengikuti pola, dan melakukan kegiatan yang memerlukan koordinasi mata-tangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TKK Pilarin Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental tipe One Group Pretest-Posttest, melibatkan 22 anak yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dengan lembar checklist yang telah diuji validitas isinya, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor motorik halus anak dari 63,15% pada pretest menjadi 86,80% pada posttest, dengan nilai t hitung 21,081 dan signifikansi 0,000 (< 0,05), sehingga Ha diterima. Temuan ini membuktikan bahwa media bubur kertas berpengaruh signifikan dan positif terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TKK Pilarin Kupang, sekaligus dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang aman, murah, dan mudah diterapkan oleh guru PAUD.
PENERAPAN MODEL INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERTANYA DAN MENJAWAB DALAM DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD INPRES BTN IKIP II Alfiana Alfiana; A. Sukri Syamsuri; Abd. Munir Kondongan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bertanya dan menjawab dalam diskusi pada siswa kelas IV SD Inpres BTN IKIP II melalui penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bertanya dan menjawab siswa secara bertahap. Pada kondisi awal, nilai rata-rata siswa sebesar 61,81 dengan persentase ketuntasan 0%. Setelah penerapan model IOC pada Siklus I, rata-rata meningkat menjadi 72,78 dengan ketuntasan 44,44% (8 siswa tuntas). Pada Siklus II, rata-rata mencapai 81,81 dengan ketuntasan 88,89% (16 siswa tuntas), yang telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu ≥85% siswa memperoleh nilai ≥74. Hasil observasi aktivitas siswa juga menunjukkan peningkatan partisipasi dari Siklus I ke Siklus II. Dengan demikian, penerapan model Inside Outside Circle (IOC) efektif dalam mengembangkan kemampuan bertanya dan menjawab dalam diskusi pada siswa kelas IV SD Inpres BTN IKIP II.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI GRAFIK DAN TABEL MELALUI DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN STICKY NOTES Giyat Muhammad Rafi; Mohamad Aminudin; Dwi Primar Dianti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6054

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika murid kelas II SD Negeri Kalisari 3 pada materi grafik dan tabel, yang ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan murid dalam proses pembelajaran serta kesulitan dalam memahami dan menginterpretasikan data. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction pada materi grafik dan tabel. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 36 murid kelas II SD Negeri Kalisari 3. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar murid. Nilai rata-rata meningkat dari 55,28 pada pra-siklus menjadi 68,89 pada siklus I dan 79,44 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 33,33% pada pra-siklus menjadi 55,56% pada siklus I dan 86,11% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan sebesar 85% telah tercapai. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Penerapan model Direct Instruction berbantuan media Sticky Notes dalam penelitian ini diikuti oleh peningkatan hasil belajar matematika murid pada materi grafik dan tabel pada murid kelas II. Implikasi penelitian ini adalah model Direct Instruction dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika yang membantu murid memahami konsep secara sistematis dan bertahap. Penggunaan model tersebut juga dapat dikombinasikan dengan media pembelajaran yang sesuai untuk mendukung keterlibatan murid dan pencapaian hasil belajar.
ANALISIS PENERAPAN INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN BERBASIS SOAL KONTEKSTUAL KELAS V DI SD NEGERI 071202 HELEZALULU Besti Ratna Hulu; Indah Wijaya Lase; Delipiter Lase; Agnes Renostini Harefa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6055

Abstract

Instrumen penilaian pengetahuan berbasis soal kontekstual dirancang untuk menilai pemahaman konsep peserta didik melalui masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan kemampuan peserta didik mengaitkan konsep dengan konteks nyata. Namun, observasi awal dan wawancara dengan guru kelas V SD Negeri 071202 Helezalulu menunjukkan bahwa instrumen penilaian masih didominasi soal prosedural, sedangkan soal kontekstual lebih sering digunakan sebagai latihan daripada alat penilaian. Guru juga mengalami kendala dalam menyusun soal kontekstual karena keterbatasan waktu dan penyesuaian dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan karakteristik instrumen penilaian pengetahuan berbasis soal kontekstual pada materi pecahan kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dilakukan melalui tes tertulis, tugas individu, dan soal cerita yang berkaitan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Instrumen yang digunakan telah memuat konteks nyata, berbentuk soal cerita, sesuai dengan capaian pembelajaran, serta mendorong kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Kendala utama yang ditemukan adalah kesulitan peserta didik memahami soal cerita dan operasi pecahan campuran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan instrumen penilaian yang lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
STRATEGI GURU DALAM PENGGUNAAN INSTRUMEN PENILAIAN FORMATIF PADA MATA PELAJARAN IPAS KONTEN IPS KELAS IV DI UPTD SD NEGERI 071082 LAWELU Siti Nur Hidayat Gulo; Elwin Piarawan Zebua; Eka Periaman Zai; Okniel Zebua
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6056

Abstract

Penilaian formatif merupakan proses pengumpulan informasi yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung untuk memantau perkembangan belajar peserta didik serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pada mata pelajaran IPAS konten IPS, penggunaan instrumen penilaian formatif sangat diperlukan untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Namun, penggunaan instrumen penilaian formatif di sekolah dasar masih belum terlaksana secara optimal. Kondisi tersebut ditemukan di UPTD SD Negeri 071082 Lawelu, yaitu guru telah melaksanakan penilaian formatif melalui kegiatan tanya jawab dan pemberian tugas, tetapi penggunaan instrumen penilaian formatif belum dilakukan secara terencana dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru serta strategi guru dalam mengatasi kendala penggunaan instrumen penilaian formatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi guru yaitu keterbatasan waktu pembelajaran serta keterbatasan dalam menyusun instrumen penilaian yang lebih terstruktur. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan strategi melalui tahap perencanaan, guru menyesuaikan penilaian dengan tujuan pembelajaran. dan memilih instrumen, yang digunakan seperti tanya jawab dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan instrumen tersebut selama proses pembelajaran, memberikan umpan balik secara langsung, serta melakukan diskusi dan berbagi pengalaman antar guru. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang diterapkan guru telah mendukung pelaksanaan penilaian formatif, namun masih diperlukan pengembangan dalam penyusunan dan penggunaan instrumen penilaian yang lebih terstruktur agar pelaksanaannya menjadi lebih sistematis dan optimal dalam mendukung pembelajaran.