cover
Contact Name
Saryono
Contact Email
saryono.bhumi@stkipkusumanegara.ac.id
Phone
+628129959122
Journal Mail Official
adpk@stkipkusumanegara.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan Gedung STKIP Kusuma Negara Jalan Raya Bogor KM. 24 Cijantung, Jakarta Timur 13770
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Citizenship Virtues
Published by STKIP Kusuma Negara
ISSN : 27759946     EISSN : 27759946     DOI : prefix 10.37640
Jurnal Citizenship Virtues is a multi-disciplinary national academic publication with internet access followed by peers qualified to disseminate state-of-the-art knowledge in education, teaching development, instructional projects and inventions, learning methodologies, and new technologies in the field of education. Index Copernicus, Google Scholar and Moraref are currently indexing this journal. Jurnal Citizenship Virtues is a scientific journal containing and disseminating research findings, in-depth study, and innovative ideas in the field of education. Teacher and lecturer innovation in educational sector development can make a positive contribution to schools and educational institutions. Jurnal Citizenship Virtues is organized periodically (twice a year in March and September) by Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan. The scope of this journal is: 1) The Five Principles; 2) Citizenship; and 3) Humanities.
Articles 121 Documents
Pedagogi Kewarganegaraan dan Pembentukan Civic Virtues Mahasiswa: Praktik Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Takarina, Setyo Budi; Subagio, Hani; Hastangka, Hastangka
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2701

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi model pedagogis kewarganegaraan dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di perguruan tinggi guna melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan pembelajaran kewarganegaraan abad ke-21. Urgensi penelitian ini berangkat dari tuntutan pengembangan civic knowledge, civic skills, dan civic dispositions di lingkungan perguruan tinggi sebagai fondasi pembentukan warga negara demokratis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif yang berfokus pada praktik pembelajaran PKN pada satu kelas perkuliahan. Partisipan penelitian berjumlah 23 orang, terdiri atas 1 dosen pengampu mata kuliah PKN dan 22 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PKN di perguruan tinggi telah mengakomodasi nilai Pancasila, demokrasi, HAM, serta pluralisme, namun implementasi pedagogis masih didominasi metode ceramah dan evaluasi berbasis kognitif. Model pembelajaran partisipatif, berbasis proyek, serta problem-based civic learning telah mulai diterapkan, namun belum terintegrasi secara sistemik. Penelitian ini menegaskan perlunya reposisi kurikulum dengan memperkuat experiential learning, interdisipliner, literasi digital kewarganegaraan, serta kolaborasi sosial komunitas. Implikasi penelitian menawarkan rekomendasi akademik dan kebijakan untuk pengembangan kurikulum PKN yang lebih transformatif dan relevan terhadap dinamika sosial-politik kontemporer.
Dari Nongkrong ke Networking, Budaya Kafe sebagai Ruang Produksi Karakter Identitas Anak Muda di Era Platformisasi Digital Hidayah, Yayuk; Permatasari, Rr. Yudiswara Ayu; Irianti, Nathasa Pramudita
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2708

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran makna “nongkrong” di kafe-kafe sebagai bagian dari aktivitas rekreatif menjadi praktik networking yang berkelindan dengan platformisasi digital. Berangkat dari asumsi bahwa kafe tidak lagi sekadar ruang konsumsi, studi ini menelusuri bagaimana anak muda memaknai kehadiran di kafe sebagai proses produksi identitas melalui estetika ruang, performativitas gaya hidup, relasi pertemanan/komunitas, serta jejak digital  pada platform Digital. Data dihimpun melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipan di sejumlah kafe yang menjadi titik temu anak muda, disertai penelusuran jejak digital partisipan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis dengan lensa kritis untuk mengungkap bukan hanya pola makna dan praktik, tetapi juga relasi kuasa, logika komodifikasi diri, dan batas-batas sosial yang bekerja dalam pengalaman “nongkrong” kontemporer. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafe berfungsi sebagai “panggung” identitas dan modal sosial: anak muda merancang citra diri, mengelola kesan, serta membangun koneksi akademik, kreatif, dan profesional melalui kombinasi interaksi luring dan visibilitas daring. Namun, praktik ini memunculkan ketegangan antara autentisitas dan komodifikasi, inklusi dan eksklusi berbasis kelas, serta kenyamanan ruang publik dan logika pengawasan/penilaian digital. Studi ini berkontribusi pada pemahaman relasi ruang urban, budaya anak muda, dan platform digital dalam pembentukan identitas kontemporer.
Transformasi Nilai Etika dan Karakter Pancasila pada Mahasiswa PPKn UNTIKA Luwuk dalam Arus Digitalisasi Ahmadin, Ahmadin; Noprianto, Noprianto; Ilham, M. Jayadin; Laadi, Mukhlish A.; Asmar, Andi
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2720

Abstract

Perkembangan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan mahasiswa, terutama dalam cara berinteraksi, memperoleh informasi, dan berpartisipasi dalam ruang publik digital. Kondisi ini menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga etika dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nilai etika dan karakter Pancasila pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Tompotika Luwuk dalam arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan enam mahasiswa PPKn Universitas Tompotika Luwuk sebagai partisipan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi nilai etika Pancasila tercermin dalam pemahaman etika digital, kesadaran tanggung jawab digital, dan partisipasi kewargaan digital dalam penggunaan media sosial. Selain itu, transformasi nilai karakter Pancasila juga terlihat melalui praktik kolaborasi digital, kemandirian digital, dan integritas digital dalam aktivitas akademik dan interaksi daring mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mempengaruhi pola komunikasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang penting bagi internalisasi nilai-nilai Pancasila yang membentuk perilaku kewargaan digital yang etis, bertanggung jawab, dan partisipatif serta memberikan implikasi bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi digital.
Implementasi Nilai-Nilai Humanistik dalam Pendidikan Karakter untuk Membentuk Peserta Didik Beretika di Lingkungan Sekolah Jenjang SMA Eti Hayati; Azzahra, Isnaini Septa; Zahira, Inayah Junika; Wardani, Ayu Pramudita Putri; Sholeh, Silmi Aulia; Parida, Resa
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2580

Abstract

Peserta didik saat ini lebih banyak terlibat dengan teknologi saat berinteraksi. Akibatnya, kemampuan bersosialisasi mereka berkurang.  Hal ini dapat menyebabkan kurangnya empati, tanggung jawab sosial, dan kesadaran untuk membangun hubungan positif dengan teman sebaya dan guru.  Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah ini, nilai-nilai humanistik harus diterapkan dalam pendidikan karakter.  Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan hubungan antara nilai humanistik dan pendidikan karakter; menganalisis peran nilai humanistik dalam pembentukan karakter; menentukan seberapa efektif dan fleksibel model pembelajaran humanisme; dan menganalisis manfaat dan kelemahan teori belajar humanisme.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur.  Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai humanistik membentuk generasi yang memiliki moralitas kuat dan kejujuran tinggi. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang didasarkan pada nilai humanistik tidak hanya membantu peserta didik belajar semakin banyak, tetapi juga membantu peserta didik menjadi jauh lebih baik secara emosional dan sosial. Ini membantu mereka mengatasi tantangan hidup dengan cara moral dan etika.
Hubungan Pemahaman Bela Negara dan Perilaku Anti-Radikalisme terhadap Sikap Patriotisme Siswa SMK Susanti, Ernah; Sutisna, Mohamad; Subhan, Muhamad
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman siswa tentang konsep bela negara dan perilaku anti radikalisme dengan sikap patriotisme pada siswa SMK PUI Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas tes pemahaman konsep bela negara serta angket skala Likert untuk mengukur perilaku anti radikalisme dan sikap patriotisme. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang konsep bela negara berada pada kategori tinggi dengan tingkat pencapaian sebesar 84,13%. Perilaku anti radikalisme siswa juga berada pada kategori baik dengan tingkat pencapaian sebesar 81,56%, sedangkan sikap patriotisme siswa berada pada kategori tinggi dengan tingkat pencapaian sebesar 82,76%. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa pemahaman konsep bela negara memiliki hubungan positif dengan sikap patriotisme dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,069 dan kontribusi sebesar 0,5%. Perilaku anti radikalisme memiliki hubungan positif dengan sikap patriotisme dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,227 dan kontribusi sebesar 5,2%. Secara simultan, pemahaman konsep bela negara dan perilaku anti radikalisme memiliki hubungan positif dengan sikap patriotisme dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,259 dan kontribusi sebesar 6,7%. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan sikap patriotisme tidak hanya dipengaruhi oleh pemahaman konsep kebangsaan, tetapi juga oleh perilaku sosial yang mencerminkan penolakan terhadap ideologi ekstrem.
Evaluasi Inakurasi Penyaluran Bantuan BPJS kepada Kelompok Prasejahtera: Kajian Normatif Pancasila dan Prinsip Ekonomi Islam dalam Mewujudkam Kesejahteraan Nasional Indah, Isha; Fakurohaman, Rio; Ikram, M Nazirul
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2726

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan ketidaktepatan penyaluran bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan kepada kelompok prasejahtera di Indonesia, serta mengevaluasinya melalui perspektif normatif Pancasila dan Prinsip ekonomi Islam. Ketidaktepatan sasaran, inakurasi data, dan kelemahan administrasi menunjukkan bahwa sebagian masyarakat miskin belum menerima bantuan, sementara kelompok non-prasejahtera masih tercatat sebagai penerima. Kondisi ini diperburuk oleh ketidaksinkronan basis data, kapasitas verivikasi daerah yang terbatas, serta kendala geografis dan sosial yang menghambat akses layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kualiitatif melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah, laporan resmi, dan publikasi lembaga nasional maupun internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidaktepatan penyaluran PBI merupakan pelanggaran terhadap nilai keadilan sosial dalam Pancasila, khususnya sila kedua dan sila kelima, serta bertentangan dengan prinsip maqasid al-syari’ah dalam ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan jiwa serta harta. Selain itu, studi ini menemukan bahwa integrasi instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat dan waqaf berpotensi memperkuat resdistribusi dan menutupi kesenjangan layanan kesehatan di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan tata kelola data, penguatan verivikasi berbasis komunitas, dan integrasi nilai-nilai normatif pancasila dan ekonomi Islam diperlukan untuk meningkatkan akurasi penyaluran, mendorong inklusi kesehatan, dan emwujudkan kesejahteraan nasional yang berkeadilan
Peran Sekolah Terbuka dalam Meningkatkan Kesetaraan dan Hak atas Pendidikan di Kota Depok Suryamin, Suryamin; Pudjiastuti, Sri Rahayu; Suidat, Suidat
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2744

Abstract

Sekolah Terbuka merupakan salah satu alternatif layanan pendidikan yang dirancang untuk memperluas akses belajar bagi peserta didik yang menghadapi keterbatasan sosial, ekonomi, maupun kondisi personal yang menghambat partisipasi mereka dalam pendidikan formal reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Terbuka dalam meningkatkan kesetaraan pendidikan serta mengurangi disparitas hak dalam memperoleh pendidikan di Kota Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengelola Sekolah Terbuka, guru pamong, peserta didik, serta pihak terkait dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Terbuka berperan penting dalam memperluas akses pendidikan bagi peserta didik yang berisiko putus sekolah, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi maupun peserta didik yang harus bekerja. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, pendekatan pembelajaran yang adaptif, serta dukungan sekolah induk, Sekolah Terbuka mampu menjembatani kesenjangan akses pendidikan formal. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan tenaga pendidik, serta masih adanya stigma masyarakat terhadap Sekolah Terbuka. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dukungan kebijakan serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat agar peran Sekolah Terbuka dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Perilaku Politik Elite Nahdlatul Ulama dan Implikasinya terhadap Pemilih Nahdliyin pada Pilpres 2024 di Kota Depok Mafudoh, Udoh; Abduh, Mohamad; Rumiati, Sri
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2746

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki pengaruh sosial dan politik yang signifikan, terutama melalui peran elite keagamaannya di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika dan perilaku politik elite NU serta implikasinya terhadap perilaku pemilih nahdliyin pada Pemilihan Presiden 2024 di Kecamatan Cipayung Kota Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari elite NU struktural, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik elite NU pada Pilpres 2024 bersifat cair, plural, dan tidak monolitik. Secara organisatoris NU tetap berpegang pada khittah sebagai organisasi sosial-keagamaan, namun secara personal elite NU terlibat dalam politik elektoral melalui dukungan informal, jaringan politik kandidat, legitimasi simbolik keagamaan, serta pemanfaatan media digital. Fragmentasi sikap politik elite NU berimplikasi pada perilaku pemilih nahdliyin yang semakin rasional dan mandiri, khususnya di wilayah urban. Elite NU tidak lagi menjadi penentu tunggal pilihan politik, melainkan berperan sebagai referensi moral dalam pembentukan preferensi politik masyarakat.
Peran Statistik dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada Era Data dan Digital Citizenship di Kelas XI SMA Al-Hasra Pudjiastuti, Sri Rahayu; Miranda, Amelia; Nurhidayat, Candra Rahadyan; Rahmawati, Reni
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi statistik dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) serta hubungannya dengan penguatan digital citizenship siswa pada era masyarakat berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Al-Hasra sebanyak 120 siswa, dengan sampel 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes literasi statistik, kuesioner digital citizenship, observasi pembelajaran, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara literasi statistik dan pemahaman digital citizenship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi statistik pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 78,5, sedangkan pemahaman digital citizenship berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan rata-rata skor 81,3. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara literasi statistik dan digital citizenship (r = 0,68; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan mereka dalam menilai informasi digital secara kritis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, integrasi literasi statistik dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi pendekatan pedagogis yang efektif untuk memperkuat literasi data, berpikir kritis, dan pembentukan karakter warga negara digital pada siswa.
Penguatan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Ekstrakurikuler Paskibra di Sekolah Menengah Pertama Agustina, Dendi M; Sopian, Sopian; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dalam memperkuat pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan di SMP Negeri 1 Malausma, Kabupaten Majalengka. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina dan pelatih Paskibra, serta 15 peserta didik anggota Paskibra yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Paskibra berkontribusi dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air melalui pembiasaan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Proses tersebut terjadi melalui pengalaman langsung peserta didik dalam kegiatan latihan, interaksi kelompok, dan partisipasi dalam aktivitas kebangsaan di sekolah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Paskibra dapat dipahami sebagai bentuk pembelajaran kewarganegaraan berbasis pengalaman yang mengintegrasikan civic knowledge, civic skills, dan civic disposition dalam pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun kesadaran kebangsaan peserta didik di lingkungan sekolah.

Page 12 of 13 | Total Record : 121