cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 357 Documents
Meta-Analysis: Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Akhiroh, Muhibatur Rohmatul; A’liyah, Umi Habibahtul; Putri, Desti Nurdiana Eka; Bada, Sitti Sastriana; Pratiwi, Rina Hidayati
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1632

Abstract

Pada saat ini terdapat banyak kajian literatur yang membahas tentang kemampuan pemecahan masalah matematis yang didukung oleh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dalam berbagai literatur terdapat banyak laporan yang membahas tentang pengaruh PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa efek keseluruhan penggunaan PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan efek PBL jika ditinjau berdasarkan tahun penelitian, jenjang pendidikan serta kombinasi model pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis. Penelitian ini menganalisis 20 studi primer yang telah diterbitkan antara tahun 2019 sampai dengan tahun 2025 dengan tema penerapan PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Langkah-langkah analisis statistika dalam penelitian ini adalah: (a) menghitung ukuran efek setiap studi primer; (b) melakukan uji heterogenitas dan pemilihan model estimasi; (c) memeriksa bias publikasi; serta (d) menghitung nilai-p untuk menguji hipotesis penelitian ; (e) analisis karakteristik artikel; dan (f) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ukuran efek keseluruhan sebesar 0.937 dengan kategori sedang. Analisis karakteristik studi mengungkapkan bahwa penerapan PBL lebih efektif pada penelitian terbaru, jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan dikombinasikan dengan penggunaan software pembelajaran matematika. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi praktisi pendidikan matematika untuk implementasi PBL di masa depan.
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Articulate Storyline 3 untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas IV Rahayu, Annisa Septia; Wiarsih, Cicih
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1638

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV SD pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model PBL berbantuan Articulate Storyline 3. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak tiga siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas IV SD UMP. Pada siklus I, siswa diperkenalkan pada masalah melalui media interaktif dan dibimbing secara langsung oleh guru. Siklus II difokuskan pada peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelompok untuk mengembangkan solusi. Siklus III memperkuat kemandirian dan kemampuan reflektif siswa melalui presentasi hasil pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai siswa dari 70,45 pada siklus I menjadi 79,77 pada siklus II dan 81,14 pada siklus III. Keterlaksanaan pembelajaran meningkat secara bertahap di setiap siklus. Penggunaan Articulate Storyline 3 terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar, perhatian, dan keaktifan siswa. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Articulate Storyline 3 efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa serta mendukung pembelajaran kontekstual sesuai Kurikulum Merdeka.
Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Andriyani, Ani; Ismawati, Iis; Hadijah, Ifah; Dyah Ariyani, Wiwik
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1644

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Discovery Learning model in improving student learning activeness in Islamic Religious Education (PAI) subjects. The background of this study is the low level of students' active participation in the Islamic Education learning process, which is often one-way. The Discovery Learning model was chosen because it has the potential to stimulate students to discover concepts and principles independently, so it is expected to increase their involvement and understanding. The research method used was descriptive qualitative with a qualitative approach. The research subjects were fifth grade students at SDN 050 Cibiru who were the object of the implementation of the Discovery Learning model in PAI learning. Data were collected through direct observation in the classroom, interviews with PAI teachers, and document analysis related to the learning process. The results showed that the implementation of the Discovery Learning model can significantly increase students' learning activeness in PAI subjects. Students look more enthusiastic, dare to ask questions, discuss, and seek their own information to solve problems or understand the material. This can be seen from the increase in student interaction with teachers and fellow students, as well as internal motivation to learn. The obstacles found include students' initial adaptation to the new learning model and the need for more careful teacher preparation in designing learning scenarios. The conclusion of this study is that the Discovery Learning learning model is effective in increasing students' learning activeness in PAI subjects. It is recommended for PAI teachers to consider this model as one of the innovative and student-centered learning strategies.
Pendekatan Deep Learning Dalam Pembelajaran PAUD: Membangun Pemahaman Mendalam Bagi Anak Usia Dni Dwijantie, Jeane Siti
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1666

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap krusial dalam perkembangan anak, yang menuntut pendekatan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun pemahaman konseptual mendalam. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran mendalam (deep learning), yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap 30 artikel jurnal dan 10 buku akademik yang terbit antara tahun 2015–2024. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi isu-isu utama terkait implementasi deep learning di PAUD. Studi ini menemukan bahwa penerapan pendekatan deep learning dalam PAUD dapat memperkuat pembelajaran yang bermakna, sadar (mindful), dan menyenangkan (joyful). Namun, tantangan signifikan meliputi kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, serta kurikulum yang belum fleksibel. Keterlibatan orangtua dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem pembelajaran mendalam yang holistik. Pembelajaran deep learning berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan PAUD secara menyeluruh apabila didukung oleh desain pembelajaran yang tepat, kompetensi guru yang memadai, dan kolaborasi lintas pihak. Oleh karena itu, pengembangan profesional guru dan penguatan peran keluarga serta masyarakat menjadi elemen krusial dalam keberhasilannya.
Pengaruh Media Augmented Reality Terhadap Minat Belajar dan Pemahaman Konsep Pembelajaran IPAS Zulfa, Atikah; Afriyadi, Muhammad Muchsin; Baharudin, Baharudin; Fiteriani, Ida
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1670

Abstract

Minimnya antusiasme belajar serta penguasaan konsep oleh peserta didik dalam pembelajaran IPAS tetap menjadi kendala, khususnya akibat metode konvensional yang kurang interaktif. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis dampak penggunaan media Augmented Reality (AR) pada siswa kelas IV di MIS Mathlaul Anwar. Penelitian ini mengadopsi Metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental yang mengadopsi model pretest-posttest kelompok kontrol. Sebanyak 60 siswa menjadi sampel penelitian, yang terbagi menjadi dua golongan, yakni Grup eksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran memakai media Augmented Reality (AR) dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Instrumen penelitian terdiri atas Kuisioner berbasis skala Likert yang dirancang untuk menilai tingkat ketertarikan dalam belajar dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep. Hasil analisis menunjukan AR secara signifikan meningkatkan minat belajar (p=0.016) dan pemahaman konsep (p=0.000) dibandingkan metode konvensional. Visualisasi 3D dan interaksi berbasis AR terbukti mampu memfasilitasi pemahaman konsep abstrak dan menumbuhkan motivasi belajar. Keseimpulanya bahwa integrasi media AR dalam pembelajaran dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kontribusi Studi ini menyajikan data empiris tentang efektivitas Augmented Reality (AR) dalam dunia pendidikan dan menawarkan saran praktis untuk para pendidik dalam mengoptimalkan teknologi interaktif.
Integrasi Nilai-Nilai Tawassuth dalam Pengembangan Budaya Lokal: Studi Kasus Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Pesantren Sains Tebuireng Jombang Salsabila, Nadya Tahta; Hosna, Rofiatul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1716

Abstract

Era globalisasi menimbulkan tantangan terhadap pelestarian budaya lokal dan identitas keagamaan, sehingga diperlukan pendekatan moderat dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi nilai-nilai tawassuth dalam mengembangkan budaya lokal melalui peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di pesantren. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dilakukan di Pesantren Sains Tebuireng Jombang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengasuh, ustadz, pengurus, pembina, dan santri, observasi partisipatif terhadap kegiatan pesantren, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif model Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk validasi. Implementasi nilai tawassuth terwujud melalui tiga dimensi: kegiatan harian (shalat berjamaah, pengajian al-Qur'an, diniyah), kegiatan mingguan (jam'iyah kamar, tahlil, ro'an), dan kegiatan bulanan (ziarah makam, muhadharah, diba'iyah). Pembelajaran PAI terintegrasi antara dimensi teoritis melalui madrasah diniyah dan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi kompetensi ustadz dan lingkungan kondusif, sedangkan penghambat adalah keragaman karakter santri. Nilai-nilai tawassuth berhasil diintegrasikan dalam budaya lokal pesantren melalui pembelajaran PAI yang holistik, menciptakan model pendidikan Islam moderat yang responsif terhadap tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas tradisional.
Etnomatematika Pada Permainan Tradisional Patok Lele Dalam Pembelajaran Matematika Ningtias, Sinta Widya
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnomatematika dalam permainan tradisional patok lele pada konsep-konsep matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk memperoleh gambar analisis secara mendalam tentang suatu budaya berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan analisis data triangulasi yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan terdapat unsur-unsur matematika dalam permainan patok lele berupa konsep pengukuran, operasi aritmatika antara lain perkalian dan penjumlahan serta konsep arah pada bidang koordinat dan konsep probabilitas peluang. Dengan adanya permainan tradisional dalam pembelajaran matematika dapat memberikan manfaat yaitu memvisualisasikan pembelajaran matematika dalam bentuk nyata sehingga siswa lebih mudah memahami konsep-kansep matematika.
Pengaruh Penggunaan Metode Matching Card Terhadap Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Ratnawati, Endrik; Supratno, Haris; Hanifudin, Hanifudin; Hosna, Rofiatul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1734

Abstract

Menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien menjadi tujuan utama dalam pendidikan, terutama di era modern yang menuntut penerapan metode inovatif agar proses belajar lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Tantangan utama yang dihadapi oleh para pendidik adalah menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Matching Card terhadap efektivitas dan efisiensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Tanjunggunung Peterongan jombanga, dengan jumlah responden sebanyak 101 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik, uji normalitas, uji linieritas, uji regresi linier sederhana, serta MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Matching Card berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran, yang ditunjukkan dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta hasil belajar yang lebih baik. Selain itu, metode ini juga berpengaruh terhadap efisiensi pembelajaran, ditandai dengan optimalisasi waktu, tenaga, dan sumber daya dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, metode Matching Card dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa.
Pembelajaran Interaktif Dengan Talking Stick: Solusi Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Fiqih Al Fazila, Hana; Hosna, Rofiatul; Hanifudin, Hanifudin; Idawati, Khoirotul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1739

Abstract

Salah satu masalah dalam proses pembelajaran di kelas adalah kurangnya keaktifan siswa, sehingga siswa kurang respon pada materi yang disampaikan oleh gurunya yang berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih. Tujuan khusus penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar siswa, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode tersebut terhadap pemahaman siswa, dan (3) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keduanya secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan metode Talking Stick, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Dengan jumlah masing-masing responden kelas sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes (posttest), dan dokumentasi. Keaktifan siswa diukur dengan angket, sementara pemahaman siswa diukur melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Talking Stick berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar (sig. 0,000 < 0,05) dan pemahaman siswa (sig. 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat peningkatan keaktifan belajar sebesar 25,8% dan peningkatan pemahaman sebesar 18,3%. Dengan demikian, metode Talking Stick efektif diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih di kelas.
Persepsi Guru Terhadap Penerapan Deep Learning dalam Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam Mahardika, Yoyon; Jaya, Christian Arief
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap penerapan deep learning dalam kerangka kerja pembelajaran mendalam di SDN 02 Patemon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, wawancara dilakukan kepada tiga informan: kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami deep learning sebagai pendekatan yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam dan keterlibatan aktif siswa. Meskipun demikian, sebagian besar guru masih terbatas pada pemahaman dasar dan belum pernah mengikuti pelatihan terkait. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pelatihan dan dukungan bagi guru dalam menerapkan metode ini secara efektif. Guru kelas mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dan menerapkan strategi untuk mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Sementara itu, guru mata pelajaran menekankan pentingnya konteks kehidupan sehari-hari dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah menyoroti perlunya inovasi dan kreativitas dalam metode pengajaran serta dukungan pelatihan yang memadai. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun guru menghadapi tantangan dalam penerapan deep learning, mereka menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk beradaptasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan profesional bagi guru dalam mendukung implementasi deep learning secara efektif.