Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
805 Documents
Jenis dan Fungsi Frasa Eksosentris dalam Berita Kompas.com tentang Prakiraan Cuaca BMKG: Kajian Sintaksis
Rista Yulistina;
Riska Hilma Destiana;
Danisa Najwa Luthfiyyah;
Iis Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2656
Penelitian mengenai frasa eksosentris dalam teks berita masih cenderung berfokus pada identifikasi bentuk, sementara kajian yang mengaitkan jenis dengan fungsi sintaktis dalam konteks wacana spesifik, seperti berita prakiraan cuaca, masih terbatas. Padahal, teks berita cuaca memiliki karakteristik kebahasaan yang khas, terutama dalam penyampaian informasi yang bersifat temporal, spasial, dan kausal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis frasa eksosentris serta menjelaskan fungsi sintaktisnya dalam teks berita prakiraan cuaca BMKG yang dipublikasikan oleh Kompas.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode dokumentasi melalui teknik simak dan catat. Data berupa satu teks berita BMKG tentang potensi hujan pada tanggal 6–7 April 2026. Analisis dilakukan berdasarkan teori frasa eksosentris menurut Ramlan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi fungsi sintaktis dalam konteks kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis frasa eksosentris yang dominan, yaitu direktif, relatif, dan objektif. Frasa eksosentris direktif muncul paling dominan dan berfungsi menyatakan keterangan waktu, tempat, arah, dan sumber, yang mencerminkan kebutuhan teks dalam menyajikan informasi secara kontekstual. Frasa relatif digunakan secara terbatas untuk memperjelas dan membatasi referen, sedangkan frasa objektif berperan dalam menyampaikan proses, pengaruh, serta hubungan sebab-akibat. Sementara itu, frasa eksosentris predikatif tidak ditemukan dalam bentuk murni karena relasi predikatif lebih banyak direalisasikan dalam bentuk klausa. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian sintaksis berbasis wacana dengan menunjukkan bahwa distribusi dan fungsi frasa eksosentris tidak hanya ditentukan oleh kaidah gramatikal, tetapi juga oleh kebutuhan komunikatif teks. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam analisis sintaksis pada teks berita, khususnya dalam memahami keterkaitan antara struktur bahasa dan fungsi penyampaian informasi.
RAGAM BAHASA DALAM MEDIA SOSIAL TIKTOK: AKUN GERALD VINCENT DAN IDOEL IMOETS
Hasby Fauzan Ode;
La Yani Konisi;
Rachman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2014
This study aims to describe the language variations used by speakers in the comments sections of the TikTok accounts @Gerald Vincent and @Idoel Imoets. The research background is based on the role of language as a means of communication that continues to evolve and adapt to the needs of its users, particularly in digital interactions on social media. The method used was descriptive qualitative, using reading and note-taking techniques and documentation through screenshots of comments containing elements of language variations. The data obtained were then selected, classified, and analyzed to identify the types of language variations based on the speakers. The results show that of the eight types of language variations, only three were found in TikTok comments: slang, colloquial, and vulgar, with 41 slang words, 21 colloquial words, and 3 vulgar words, respectively. Acrolect, basilect, jargon, argot, and ken did not appear in the data. These findings illustrate the variety of Indonesian language developing in the digital space and reflect the communication patterns of the younger generation. This research is expected to contribute to the development of linguistics, particularly in the study of Indonesian Language and Literature Education.
TINDAK TUTUR DALAM PIDATO SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN ‘SRI MULYANI’ (KONVENSI SAINS-TEKNOLOGI 2025) : KAJIAN PRAGMATIK
Gusthini, Misyi;
Fitriyani, Risa;
Istiningdias, Dini Sri
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2090
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna tuturan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, yang memberikan sambutan pada Konvensi Sains-Teknologi 2025 di kampus Institut Teknologi Bandung pada 7 Agustus 2025. Dalam pidatonya, terdapat pernyataan yang membuat para pendidik di seluruh Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap momen tersebut, “Banyak yang di media sosial selalu mengatakan, oh menjadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya tidak besar, apakah semuanya harus keuangan negara? Ataukah ada partisipasi masyarakat?” Tuturan tersebut menimbulkan berbagai interpretasi dari kalangan pendidik maupun non-pendidik sehingga penulis merasa perlu untuk menganalisis secara mendalam makna dari tuturan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penulis menganalisis teks transkripsi pidato Menteri Keuangan dalam Konvensi Sains-Teknologi 2025. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pola tindak tutur dalam konteks pidato politik formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 data, yang terdiri dari 9 data representatif termasuk representatif-direktif, serta 3 data ekspresif termasuk ekspresif-representatif-direktif. Tindak tutur representatif digunakan untuk menyampaikan pernyataan, serta menginformasikan asal dana pendidikan dari APBN, jumlahnya, dan bagaimana dana tersebut didistribusikan dalam klaster 1, 2, dan 3 beserta tujuan masing-masing. Sementara itu, tindak tutur ekspresif digunakan untuk mengungkapkan sudut pandang pribadi Menteri Keuangan terkait keluhan para pendidik di Indonesia mengenai dana tunjangan kinerja.
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE DALAM PUISI SEHABIS SEMBAHYANG KARYA JOKO PINURBO
Aulia, Dian;
Ikhwanuddin Nasution;
Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2250
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas pemaknaan puisi yang tidak dapat dipahami secara literal, sehingga memerlukan pendekatan semiotika untuk mengungkap makna tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna puisi Sehabis Sembahyang karya Joko Pinurbo dengan menggunakan teori semiotika Michael Riffaterre. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, serta identifikasi matriks, model, dan varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara heuristik puisi menampilkan peristiwa yang tampak realistis, sedangkan secara hermeneutik mengandung kritik terhadap kesalehan semu yang dipenuhi kepentingan material dan mengabaikan nilai kemanusiaan. Matriks puisi berpusat pada ironi religius dan ketimpangan sosial, yang dimodelkan melalui oposisi antara tokoh “aku” dan “kau”, serta diperkuat oleh varian-varian berupa doa materialistis, penderitaan sosial, dan ironi simbolik. Kesimpulannya, puisi ini menegaskan bahwa praktik religius tanpa empati sosial menghasilkan paradoks moral. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semiotika sastra Indonesia, khususnya penerapan teori Riffaterre pada puisi kontemporer.
NOVEL SAGA DARI SAMUDRA KARYA RATIH KUMALA: KAJIAN MIMETIK
Firdausi Nunzula;
Sri Yanuarsih;
I Wayan Letreng
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2496
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami hubungan antara karya sastra dan realitas melalui pendekatan mimetik, khususnya dalam novel Saga dari Samudra karya Ratih Kumala yang memadukan unsur sejarah dan imajinasi. Masalah penelitian ini adalah belum banyak kajian yang secara mendalam menelaah representasi realitas sejarah, sosial, dan budaya maritim Nusantara dalam novel melalui perspektif mimetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana realitas tersebut direpresentasikan dalam aspek tokoh, latar, peristiwa, struktur sosial, ekonomi, dan kekuasaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teks sastra melalui teknik baca dan catat serta interpretasi berbasis teori mimetik Aristoteles dan konsep representasi realitas M. H. Abrams. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks dalam novel yang merepresentasikan realitas sosial, budaya, dan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merefleksikan kehidupan masyarakat maritim Nusantara pada masa perdagangan rempah melalui penggambaran tokoh yang merepresentasikan struktur sosial, latar yang sesuai dengan kondisi historis dan geografis, serta konflik yang mencerminkan dinamika ekonomi, politik, dan sosial. Selain itu, ditemukan adanya representasi stratifikasi sosial, sistem budaya, praktik ekonomi maritim, serta kekuasaan yang bersifat hierarkis. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian sastra melalui pendekatan mimetik sebagai alat untuk memahami hubungan antara teks sastra dan realitas historis, sekaligus memperkaya kajian sastra Indonesia dalam konteks representasi budaya dan sejarah maritim.
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES
Dicky Rafly Pradana;
Rizka Adelia Amanda;
Rifa’atussalwa Hayati;
Widya Gusvita
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2523
Budaya lokal dalam karya sastra sering direpresentasikan tidak hanya melalui pernyataan eksplisit, tetapi juga melalui tanda, simbol, tindakan tokoh, dan relasi sosial yang dibangun dalam teks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca kembali cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari sebagai teks sastra yang merekam nilai budaya masyarakat pedesaan di tengah kemiskinan, ketimpangan sosial, dan daya tahan hidup masyarakat desa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi budaya lokal dalam cerpen Senyum Karyamin melalui kerangka semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah teks cerpen Senyum Karyamin, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan semiotika, budaya lokal, dan kajian sastra Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, kemudian dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima tanda budaya yang dominan, yaitu kerja keras, kesederhanaan, sikap menerima keadaan atau nrimo, religiusitas, solidaritas sosial, serta senyum Karyamin sebagai tanda ironi penderitaan dan keteguhan hidup. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa cerpen Senyum Karyamin tidak hanya menceritakan kehidupan buruh desa yang miskin, tetapi juga merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pedesaan Banyumas yang menjunjung kesabaran, ketekunan, kehidupan kolektif, dan kepasrahan spiritual. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan terletak pada penguatan pembacaan semiotik sebagai cara mengungkap makna budaya lokal serta penempatan cerpen sebagai dokumen kultural yang menyimpan nilai kehidupan masyarakat.
PERAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA INDONESIA: PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK
Elva Meilani Sagita;
Pramudita Arjuna Aryo Penangsang;
Rifa’atussalwa Hayati;
Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2524
Keberagaman bahasa daerah merupakan kekuatan kebudayaan Indonesia, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan akibat dominasi bahasa nasional, bahasa global, urbanisasi, media digital, dan perubahan pilihan bahasa generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa daerah dalam pembentukan identitas budaya Indonesia dari perspektif sosiolinguistik, khususnya pada fungsi bahasa sebagai penanda identitas, media pewarisan nilai budaya, penguat solidaritas sosial, dan arena negosiasi identitas dalam masyarakat multibahasa. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Sumber data berupa artikel jurnal, buku teori sosiolinguistik, dan dokumen kebahasaan yang relevan; unit analisisnya adalah gagasan, temuan, dan konsep tentang bahasa daerah, identitas, pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa, alih kode, dan ideologi bahasa. Instrumen penelitian berupa lembar telaah dokumen dan kartu data, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, sintesis konseptual, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah berperan sebagai penanda keanggotaan etnis, media transmisi nilai budaya dalam keluarga, penguat kohesi sosial dalam komunitas, simbol legitimasi dalam praktik adat dan ritual, serta strategi komunikasi dalam masyarakat multibahasa melalui alih kode dan campur kode. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sumber daya simbolik dan modal sosial yang membentuk identitas budaya Indonesia. Kontribusi penelitian terletak pada penyusunan sintesis sosiolinguistik yang menempatkan pelestarian bahasa daerah sebagai persoalan ilmiah tentang identitas, ranah penggunaan bahasa, transmisi antargenerasi, dan kebijakan kebahasaan berbasis komunitas
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERGESERAN NORMA KESOPANAN DALAM INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL
Khoirun Nisa;
Tiara;
Rifa’atussalwa Hayati;
sonya Trikandi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2526
Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh media sosial terhadap pergeseran norma-norma kesopanan dalam interaksi sosial di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bahwa media sosial mendorong pergeseran dalam cara berkomunikasi yang cenderung mengabaikan etika kesopanan yang sudah ada. Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada timbulnya perilaku agresif, seperti perundungan daring dan penggunaan bahasa yang kurang sopan, adalah fenomena anonimitas, kontrol diri yang rendah, serta algoritma pada platform tersebut. Dampak sosial dari hal ini terlihat melalui meningkatnya konflik di dunia digital dan menurunnya kualitas interaksi langsung, sementara dari segi budaya, terjadi pengikisan nilai-nilai lokal seperti unggah-ungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan literasi digital dan penguatan kembali budaya lokal sangat penting untuk melindungi identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Hugo Dimas Ohsyahiba;
Angel Vionika Saharani;
Rifa’atussalwa Hayati;
Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2527
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.
REPRESENTASI KEKUASAAN DAN RESISTENSI DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE
Dita;
Amirudin Rahim;
Saidiman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2547
This study aims to describe the representation of power and resistance in the novel. The type of research used is library research. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through reading and note-taking. Data were analyzed using a sociology of literature approach, which was carried out in four stages: data identification, data classification, data description, and interpretation. The data in this study consisted of words, sentences, and events contained in the novel, using Faucault's theory of power. In his view, power is not centered on a single point but spreads across social networks or relations. The results of the study indicate the existence of power in the novel, represented through power relations over thoughts, in the form of domination, stigmatization, manipulation of thought, control of thought, and power relations over the social body. Furthermore, resistance emerges as a form of rejection by those who feel oppressed, either openly or covertly. Keywords: representation of power, resistance, novel