cover
Contact Name
Suci Rahmi
Contact Email
jtpp@utu.ac.id
Phone
+6285260005998
Journal Mail Official
jtpp@utu.ac.id
Editorial Address
jtpp@utu.ac.id
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : -     EISSN : 27235157     DOI : -
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian (JTPP) focuses on publishing original research manuscripts and reviewing manuscripts dealing with food science, food technology, food nutrition, the application in the food industry, and other related topics. The JTPP welcomes research manuscripts as follows: Food science (including food chemistry, food microbiology, and food biochemistry), Food technology, Food processing, Food engineering, Food safety, Food nutrition and quality, Postharvest technology, Their application in the food industry
Articles 60 Documents
OPTIMASI PRODUKSI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) MELALUI FERMENTASI Rhizopus Oligosporus DENGAN KATALIS ENZIM PAPAIN: STUDI EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUK Baihaqi, Baihaqi; Fatahu, Fatahu; Nugrawati Mustarim, Andi Laila; Nafilawati, Wa Ode
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i2.10864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui kombinasi fermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus dan katalis enzim papain. Kombinasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi dan kualitas produk, termasuk hasil, kadar air, kadar asam lemak bebas, dan bilangan iodin. Proses fermentasi dilakukan pada krim santan kelapa dengan variasi konsentrasi ragi tempe dan ekstrak pepaya pada pH 3, 4, dan 5, diikuti dengan analisis kualitas VCO yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kombinasi ini mampu meningkatkan hasil secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Kondisi optimal tercapai dengan penambahan 0,5 gram ragi tempe dan 10 mL ekstrak pepaya pada pH 4, menghasilkan rendemen sebesar 30,45%. Pada kondisi ini, kadar air, kadar asam lemak bebas, dan bilangan iodin masing-masing tercatat sebesar 0,27%, 0,144%, dan 7,12 gram iodin/100 gram minyak, memenuhi standar kualitas VCO. Penambahan konsentrasi ekstrak pepaya yang lebih tinggi cenderung meningkatkan kadar asam lemak bebas, tetapi mengurangi bilangan iodin. Kombinasi metode fermentasi dan enzimatis ini membuktikan keunggulannya dalam menghasilkan VCO berkualitas tinggi dengan waktu produksi yang lebih efisien. Temuan ini menawarkan solusi inovatif untuk pengembangan teknologi produksi VCO dalam industri pangan, kesehatan, dan kosmetik.
Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus Blume) pada Bakso Ikan Lele (Clarias gariepinus) Puteri, Nafisah Eka; Tambulon, Dion; Anggriawin, Mirza; Maryati, Sri; Angraeni, Lia
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i2.10956

Abstract

This study aims to explore the effect of adding porang flour on the quality of catfish meatballs, with a focus on texture improvement and its potential use as a natural binder. Porang flour, rich in glucomannan, is used as a substitute for synthetic binders in the meatball industry. The study employs a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments (0%, 1%, 2%, 3%, and 4% porang flour) and four replications. The results indicate that the addition of porang flour significantly affects the moisture content, fat content, and organoleptic characteristics of catfish meatballs. A decrease in moisture content was observed with increasing concentrations of porang flour, with the lowest moisture content found in the 4% treatment. The fat content increased with the addition of porang flour but remained within the standard requirements of the Indonesian National Standard (SNI). Hedonic testing revealed that the addition of porang flour improved the panelists' preferences for the color and taste of the meatballs and enhanced the texture at a 3% concentration. However, adding porang flour above 3% resulted in a texture that was too firm. This study recommends using porang flour up to 3% to improve the quality of catfish meatballs, particularly in terms of texture and taste, without compromising the acceptance of aroma.
Peredaran Daging Glonggong Ditinjau Dari Aspek Bioetika Dan Etika Perdagangan Berdasarkan Perundang-Undangan Annasri, Munawir; Munzilin, Munzilin; Almira, Cut Syifa; Syahira, Siti Ashiva; Morhaban, Vania Fachreyna; Tiara, Wiga
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i2.10947

Abstract

Daging Sapi yang Tergenang Air merupakan produk yang dihasilkan dari praktik kejam dengan memaksa ternak untuk mengonsumsi udara dalam jumlah berlebihan sebelum disembelih, yang bertujuan untuk menambah berat daging sementara. Praktik ini menimbulkan beberapa masalah, termasuk pelanggaran etika, bahaya kesehatan, dan penipuan konsumen. Daging sapi yang tergenang udara mengandung kadar udara yang tinggi, cepat rusak, dan rentan terhadap kontaminasi patogen, sehingga menimbulkan risiko keracunan makanan. Selain itu, praktik ini bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan dan telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena metode penyembelihan yang tidak manusiawi. Analisis bioetika mengungkapkan bahwa praktik ini melanggar norma moral, prinsip agama, dan praktik perdagangan yang adil. Artikel ini menggunakan metode observasi pustaka dengan menganalisis 21 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2002 dan 2024, memberikan wawasan tentang dampak negatif daging sapi yang tergenang air terhadap konsumen, praktik penyembelihan yang etis, dan rekomendasi hukum untuk mengurangi peredarannya. 
Pengaruh Penambahan Variasi Daging Buah Pisang Pada Pembuatan Tahu Maulana, Angga Prasetya; Alus, Yuliana Jurita; Rukmelia, Rukmelia; Khabisa, Andi Ahmad Fajri
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i2.11025

Abstract

Tahu adalah salah satu produk olahan dari kacang kedelai yang kaya akan kandungan gizi. Sebagai sumber protein nabati, tahu tidak hanya bergizi tinggi tetapi juga memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan produk hewani, sehingga sering dijadikan alternatif dalam pola makan sehat.untuk membuat tahu pencucian, perendaman pengupasan penyortiran, penghalusan, perebusan, pengeringan, pencampuran, pencetakan, fermentasi.setelah itu ditambahkan dengan cuka tahu untuk fermentasi.dengan penambahan pisang kapok, pisang Raja, dan pisang Mas. Penelitian ini menggunakan metode rancangan lengkap(RAL).A0 = Kedelai 70 gram dan pisang 0 gram, A1 = kedelai 70 gram dan pisang kapok 70 gram, A2 = 70 gram dan pisang raja 50 gram, A3 = kedelai 70 gram dan pisang raja 50 gram.
PENGARUH VARIASI REMPAH DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI PADA SUSU KEDELAI TERHADAP PENERIMAAN KONSUMEN Nurwidah, Andi; Rabiah, Rabiah; Nurwilda, Nurwilda; Ismaizura, Nur
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i2.10926

Abstract

Soy milk is a drink that has high nutrition, especially because of its protein content. Soybeans have a protein content of around 35%, even in superior varieties, the protein content can reach 40-43% (Margono et., al. 2000). Apart from that, soy milk also contains fat, carbohydrates, calcium, phosphorus, iron, pro-vitamin A, vitamin B complex (except B12) and water. The aim of this research is to determine the effect of adding a variety of spices (cloves (Syzygium aromaticum), nutmeg (Myristica fragrans)) and cinnamon (Cinnamomum verum)) with different concentrations in making soy milk. Based on the results of organoleptic tests that were carried out on samples with the addition of 2% spices, it was found that the average level of panelists' liking was higher in the SK 4 (cinnamon) samples with values for color (3.72), taste (3.62), aroma (3.72), and texture (3.76). Meanwhile, the results of the organoleptic test on samples with the addition of 3% showed that the average level of preference for the panelists was color SK 2 (3.56), taste SK (3.61), aroma SK (3.57), and texture SK (3 .76). 
Konjac Glucomannan: A Functional Dietary Fiber for Gut Health, Metabolic Regulation, and Clinical Applications – A Comprehensive Review Rustan M, Nurchalisah; Wahyuni, Sri; Baihaqi, Baihaqi; Massinai, Rustan; Pagala, Febryansyah
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i1.12080

Abstract

This study aims to review the potential of Konjac Glucomannan (KGM) as a functional dietary fiber in improving digestive health, regulating metabolism, and its clinical applications. The focus is on KGM's benefits in weight management, glycemic control, and modulation of gut microbiota. A comprehensive literature review was conducted to examine various studies on KGM's extraction methods, structural composition, physiological effects, and clinical uses. The review also addresses KGM’s regulatory status and safety to ensure appropriate dosing standards and long-term efficacy. Results demonstrate that KGM forms a gel matrix in the gastrointestinal tract, promoting satiety, reducing glucose absorption, and influencing lipid metabolism. Additionally, KGM exhibits prebiotic properties that support beneficial gut microbiota and enhance gut barrier integrity through the production of short-chain fatty acids (SCFAs). KGM's role in improving metabolic health and digestive function highlights its potential as a promising dietary fiber. Future research should focus on optimizing KGM formulations, exploring its role in personalized nutrition based on microbiome composition, and investigating its impact on neurological and metabolic disorders. This review emphasizes the need for further clinical trials to better understand KGM's therapeutic applications and long-term effects in promoting health and preventing disease.
Optimization of Chitosan Production from Mangrove Crab Shell Waste Using Response Surface Methodology (RSM) Rosalina, Dian; Wijayanti, Willy
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i1.12305

Abstract

This study optimized chitin extraction into chitosan from mangrove crab shells using the Response Surface Methodology (RSM) approach. Three independent factors were used: NaOH concentration (A), deacetylation temperature (B), and deacetylation time (C) at five levels (-α, -1, 0, +1, α). The NaOH concentration ranged from 43.2% to 78.8%, the deacetylation temperature ranged from 83.2°C to 116.8°C, and the deacetylation time ranged from 0.4 hours to 3.6 hours. The dependent variables were yield (Y1), degree of deacetylation (Y2), intrinsic viscosity (Y3), and molecular weight (Y4). The results of chitin deacetylation to chitosan optimization using the Design Expert program with the RSM approach led to 42 optimization formulas. The formula with the highest desirability value of 0.927 was the extraction condition using a 50% NaOH concentration, 110°C deacetylation temperature, and 1 hour deacetylation time. Chitosan obtained under these extraction conditions yielded 33.61%, a deacetylation degree of 79.2%, an intrinsic viscosity of 34.96 ml/g, and a molecular weight of 9.25 kDa. The deacetylation of the chitosan produced met the quality standards from Protan Laboratory, as deacetylation was ≥70%.
Pemanfaatan Pati Limbah Biji Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Sebagai Edible Coating Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Langsat (Lansium Domesticum L.) Febriaty, Irma Ramadhani; Utami, Naniek Tri; santoso, Hendi; Munandar, Rizqan Khairan
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i1.11999

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, khususnya buah-buahan tropis seperti langsat. Namun, buah langsat memiliki umur simpan yang sangat pendek dengan perubahan warna kulit menjadi coklat setelah 3 hari penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan buah langsat. Metode penelitian mencakup preparasi biji rambutan, pembuatan pati, formulasi edible coating dengan berbagai konsentrasi (0-5%), dan aplikasinya pada buah langsat. Parameter yang diamati selama 7 hari penyimpanan meliputi padatan terlarut, susut bobot, kadar air, dan uji organoleptik, serta karakterisasi FTIR untuk analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 menunjukkan performa optimal dalam mempertahankan padatan terlarut dengan nilai tertinggi (28,90635%) pada hari ke-7. Perlakuan P1 terbukti paling efektif dalam menghambat susut bobot (4,95840%) dibandingkan perlakuan lainnya yang berkisar antara 23,89951-29,55146%. Untuk kadar air, perlakuan P2 memiliki kemampuan terbaik mempertahankan kadar air (64,94%) pada hari ke-7, jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol (56,20%). Uji organoleptik menunjukkan konsentrasi 3-4% memberikan hasil optimal dalam mempertahankan kualitas warna, bau, tekstur, dan rasa hingga hari ke-5. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil (-OH) pada 3313.33 cm⁻¹, gugus karbonil (C=O) pada 1636.82 cm⁻¹, dan gugus C-O pada kisaran 1000-1200 cm⁻¹, yang membuktikan kemiripan struktur dengan pati kentang. Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating yang efektif untuk memperpanjang umur simpan buah langsat.
Karakteristik Fisik dan Kimia Kecap Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) dengan Penambahan Sari Nanas (Ananas comosus) Rosita, Wiwit; Haryati, Sakinah; Aditia, Rifki Prayoga
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i1.11939

Abstract

Kecap ikan merupakan salah satu produk perikanan hasil fermentasi dengan bahan baku ikan. Ikan yang digunakan pada penelitian ini yaitu ikan kuniran yang merupakan salah satu jenis ikan rucah yang mempunyai nilai ekonomis rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaktersitik fisik dan kimia dari kecap ikan kuniran dengan penambahan sari nanas. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan faktor pertama yaitu A1( penambahan sari nanas 15%)  dan faktor kedua waktu fermentasi (0, 7, 14, 21 dan 28 hari) dan garam 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari nanas 15% dan lama fermentasi memiliki pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap rendemen, pH, kadar garam dan kadar amino nitrogen. Karakteristik asam amino didominasi oleh asam glutamat sebesar 0,72% dan leusin 0,49%. Kecap ikan dengan penambahan sari nanas 15% pada hari ke-14 lebih disukai oleh panelis dan telah memenuhi standar SNI kecap ikan.
Kelayakan Ekonomis Penerapan Teknologi Pengolahan Jeruk Nipis Sebagai Bahan Dasar Sabun Cuci Skala UMKM di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya Safrika, Safrika; Darma, Rizki Muthiara; Atikah, Qhisthina; Malia, Rezqi; Maliza, Noer Octaviana; Bagio, Bagio
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the feasibility of a lime-based dishwashing soap business developed by the Women's Entrepreneur Group (KWW) Makmue Beujaya in Kuta Makmue Village, Nagan Raya Regency. Using a case study approach and quantitative analysis, the research examines production aspects, costs, and business profitability. The results show that this business has a Revenue-Cost Ratio (R/C Ratio) of 1.94, indicating excellent financial feasibility according to UNIDO standards (2022). Profit per production cycle reaches IDR 581,000 with a 48.4% profit margin, significantly exceeding the average for similar MSMEs (25-30%) based on data from the Ministry of Cooperatives and SMEs (2023). The cost structure is dominated by variable costs (96.9%), primarily for packaging materials (40.2%) and texapon (30%). Further analysis reveals that this business model is not only financially viable but also has development potential through production scale-up and supply chain optimization. These findings make an important contribution to the development of micro-enterprises based on local commodities in rural areas.