cover
Contact Name
Fatmawati
Contact Email
fatma.n2n@gmail.com
Phone
+6281269803666
Journal Mail Official
jurnal@akimal.ac.id
Editorial Address
Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe Jl. Alkalali No. 09 hagu Selatan, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Akimal
ISSN : 26150573     EISSN : 29633338     DOI : https://doi.org/10.58435/jka.v1i2
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Akimal is a scientific journal which Published by Nursing Academic of Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe. The editors welcome scientific articles relevant to National and International medical nursing and health issues. This journal accepts submissions from all countries and Indonesia. The journal is published twice a year. This journal is expected to be a medium of interaction for people interested in the world of health, including health service organizations, health services departments, relevant government agencies, the drug industry, health insurance, health researchers, and related sciences teachers, scientists who are interested in the application of science in the health sector. The Journal contents can be articles that are relevant to clinical and social health issues in the form of research articles, literature review articles, or field report articles . The topics of interenst include but are not limited to: Gerontik Nursing Surgical Mesdical Nursing Disaster and Emergency Nursing Mental Nursing General/Service Public Health Health Education and Promotion Health Management Disease Prevention Maternity and Child care Neonatology Health and Social Behavior Nutrition and Health Food Safety Hygiene Food technology related to Disease Prevention and Rehabilitation Environmental Health
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026" : 16 Documents clear
TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR DI AKPER KESDAM IM LHOKSEUMAWE Masdiana, Erna; Aprilia, Devi; Phonna, Liza; Gaol, Lasmina Lumban
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.210

Abstract

Penyusunan tugas akhir merupakan salah satu tuntutan akademik yang sering menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa tingkat akhir, khususnya mahasiswa keperawatan yang dituntut untuk mampu menyelesaikan proses akademik secara tepat waktu. Stres akademik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kondisi psikologis, motivasi belajar, konsentrasi, serta kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik pada mahasiswa keperawatan dalam menghadapi penyusunan tugas akhir di Akper Kesdam IM Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 85 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir. Pengumpulan data dilakukan Maret 2026, menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), khususnya sub-skala stres. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 74 orang (87,1%). Berdasarkan tingkat stres, sebagian besar mahasiswa mengalami stres sedang sebanyak 64 responden (75,3%), sedangkan 21 responden (24,7%) mengalami stres ringan. Tidak ditemukan responden dengan kategori stres berat. Hasil ini menunjukkan bahwa penyusunan tugas akhir memberikan tekanan akademik yang cukup nyata bagi mahasiswa, meskipun belum mencapai kategori berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif dan promotif dari institusi pendidikan, seperti bimbingan akademik yang terarah, konseling, edukasi manajemen stres, serta penguatan strategi koping adaptif untuk mencegah peningkatan stres dan risiko burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA TANJUNG ANOM Elpriska; Lahagu, Esteriani; Ovi Krisna Ndraha
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.211

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥130/80 mmHg dan berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi regulasi tekanan darah melalui mekanisme neurohormonal dan aktivitas sistem saraf otonom. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 64 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Mayoritas kualitas tidur responden dalam kategorik buruk sebanyak sebanyak 56 responden (78,9%) dan mayoritas tekanan darah responden yaitu hipertensi derajat 2 sebanyak 36 responden (50,7%) dan hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah (p < 0,05), dimana semakin buruk kualitas tidur maka semakin tinggi tekanan darah. Terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi mengenai pentingnya perbaikan kualitas tidur sebagai bagian dari pengendalian hipertensi.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Nasution, Nurromsyah; Satria, Orita; Apriani, Fitri; Damayanti, Siti
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.212

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu sindrom gangguan pencernaan yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari penderitanya. Keluhan dispepsia umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, cepat kenyang, dan rasa penuh setelah makan. Salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya dispepsia adalah kondisi psikologis, terutama stres. Stres dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan melalui peningkatan sekresi hormon kortisol yang berperan dalam merangsang produksi asam lambung, sehingga dapat memperberat keluhan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada periode 30 Juni sampai dengan 22 Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner gejala dispepsia untuk menilai kejadian dispepsia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 28,3% dan stres sangat berat sebanyak 28,3%. Selain itu, mayoritas responden mengalami dispepsia kategori berat sebanyak 56,7%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05.  Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai manajemen stres sebagai salah satu upaya pencegahan kekambuhan dispepsia.
PENGARUH SELF-COMPASSION THERAPY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR Afni Yan Syah; Cut Rahmiati; Juliana; Lisa Fitriani; Eri Riana Pertiwi
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.213

Abstract

Mahasiswa sangat rentan terhadap masalah yang terkait dengan tekanan akademis akibat transisi yang terjadi pada tingkat individu maupun sosial. Diperkirakan 10-30% mahasiswa mengalami stres akademis selama menjalani studi di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion therapy terhadap tingkat stres pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen dengan pendekatan pretest dan postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang berjumlah 292 orang dengan jumlah sampel 42 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling jenis purposive sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) yang terdiri dari 10 item dengan skala Likert untuk menilai persepsi stres responden. Penelitian ini dilakukan pada semester ke enam tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa self-compassion therapy efektif dalam menurunkan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir yaitu  pada saat pengukuran pre test nilai rata-rata (mean) adalah 25,53, sedangkan hasil pengukuran saat post test didapatkan nilai rata-rata (mean) 22,23 dengan p < 0.05, bahwa ada perbedaan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir sebelum dan sesudah diberikan self-compassion therapy. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan desain Quasi  experiment, yaitu dengan memberikan dua intervensi yang berbeda kepada mahasiswa untuk mengurangi tingkat stres mahasiswa.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD Satria, Orita; Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Apriani, Fitri; Ajasni, Niatul Maulida
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.215

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena rendahnya pengetahuan dan kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini terlihat dari masih tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut pada penduduk usia 3 tahun ke atas yang mencapai 57%, sementara perilaku menyikat gigi dengan benar dua kali sehari masih kurang dari 7%. Rendahnya pemahaman anak mengenai kebersihan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies, gangguan gusi, nyeri gigi, serta menurunkan kenyamanan dan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk video animasi berdurasi 4–5 menit yang ditayangkan dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi melalui video animasi, dengan nilai signifikansi p = 0,001 atau p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa media video animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi siswa. Video animasi dapat direkomendasikan sebagai media edukasi kreatif, komunikatif, dan efektif dalam promosi kesehatan gigi di lingkungan sekolah dasar.
PENERAPAN TERAPI KOMPRES BAWANG MERAH DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA REMAJA PUTRI DENGAN DISMENORE Putri, Risqina; Fazrina, Afrilia; Destari, Popi Lya; Faidhil; Amalia, Riska
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.217

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang dirasakan setiap wanita, terutama setiap periode menstruasi. Apabila dismenore tidak diatasi, akan menyebabkan komplikasi fisik, meliputi nyeri, mual, diare atau konstipasi, kram, komplikasi psikologis, meliputi depresi, kecemasan dan emosional serta komplikasi lainnya meliputi penurunan kualitas hidup, infertilitas dan disfungsi seksual. Salah satu intervensi untuk menurunkan nyeri pada remaja dengan dismenore adalah terapi kompres bawang merah. Hal ini karena bawang merah mengandung kandungan penting seperti allicin, flavonoid dan kaempferol, yang berperan menurunkan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi kompres bawang merah dalam menurunkan skala nyeri pada remaja putri dengan dismenore. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Penelitian ini melibatkan dua remaja putri yang menderita dismenore primer dengan skala nyeri pada kategori sedang (4-6). Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri sebelum intervensi pada Subjek I adalah 5 (sedang) dan Subjek II adalah 4 (sedang). Terjadi penurunan skala nyeri setelah pemberian 10 gram bawang merah yang dikompres selama 20 menit dalam dua hari berturut-turut, Subjek I menjadi skala 2 (ringan) dan Subjek II menjadi skala 1 (ringan) setelah intervensi. Terapi kompres bawang merah terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri pada remaja dengan dismenore. Diharapkan terapi kompres bawang merah ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi untuk menurunkan skala nyeri menstruasi pada remaja putri.
PENGGUNAAN Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) DALAM DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL REMAJA UNTUK MENDUKUNG SDM TANGGUH Ismailinar; Yusnita; Sukma, Zahara; Marlina; Sulaiman
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.219

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, produktif, dan berkualitas. Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki kondisi psikologis yang sehat agar mampu berperan optimal dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil deteksi dini kesehatan mental remaja menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2025 dengan teknik total sampling terhadap 45 siswa kelas XI. Instrumen yang digunakan adalah SDQ-25, yang mencakup domain gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah teman sebaya, skor kesulitan, dan perilaku prososial. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, yaitu 37 siswa (82%), dan mayoritas berusia 16 tahun. Pada domain gejala emosional, sebanyak 5 siswa (11%) berada pada kategori abnormal, 3 siswa (7%) borderline, dan 37 siswa (82%) normal. Pada domain masalah perilaku, 4 siswa (9%) abnormal, 7 siswa (15%) borderline, dan 34 siswa (76%) normal. Domain hiperaktivitas menunjukkan 1 siswa (2%) abnormal, 2 siswa (5%) borderline, dan 42 siswa (93%) normal. Sementara itu, masalah teman sebaya menunjukkan proporsi borderline yang cukup tinggi, yaitu 15 siswa (33%). Skor kesulitan menunjukkan 20 siswa (44%) berada pada kategori abnormal. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan deteksi dini dan program promotif-preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah.
INSTRUMEN PENGUKURAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS Khairani, Hilda; Krianto, Tri; Herdhianta, Dhimas
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.221

Abstract

Literasi kesehatan digital berperan penting dalam memungkinkan individu mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan daring secara efektif. Namun, ketersediaan serta karakteristik instrumen tervalidasi untuk mengukur literasi kesehatan digital dalam konteks Indonesia masih terbatas. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian yang secara sistematis mensintesis instrumen pengukuran literasi kesehatan digital yang telah divalidasi untuk populasi Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai instrumen pengukuran literasi kesehatan digital yang diadaptasi maupun dikembangkan untuk populasi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang diikutsertakan meliputi penelitian validasi kuantitatif maupun kualitatif yang dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau Inggris serta mengkaji instrumen literasi kesehatan digital pada populasi Indonesia. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian data terkait karakteristik instrumen, validitas, dan reliabilitas diekstraksi dan dianalisis. Sebanyak empat studi memenuhi kriteria inklusi dan dimasukkan dalam analisis akhir. Hasil tinjauan mengidentifikasi dua instrumen utama, yaitu versi adaptasi eHealth Literacy Scale (eHEALS) dan Digital Health Literacy Competency for Citizen (DHLC), yang menunjukkan reliabilitas dan validitas yang memadai. Tinjauan ini memiliki keterbatasan pada jumlah studi yang terbatas (n=4). Penelitian selanjutnya perlu melakukan validasi pada populasi dan setting yang lebih beragam untuk memperkuat penerapan instrumen serta mendukung kajian hubungan literasi kesehatan digital dengan luaran kesehatan dan intervensi kesehatan digital di Indonesia.
PENERAPAN TERAPI Virgin Coconut Oil (VCO) DALAM MENGURANGI MILIARIA (BIANG KERINGAT) PADA ANAK Fazrina, Afrilia; Putri, Risqina; Destari, Popi Lya; Mairoel; Nelly
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.223

Abstract

Miliaria (biang keringat) adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh produksi keringat berlebihan akibat penyumbatan saluran kelenjar keringat. Kondisi ini menyebar ke wajah, dada, lipatan kulit, punggung, anggota tubuh yang tertutup pakaian, serta telapak tangan dan kaki, disertai rasa terbakar dan gatal. Sekitar 80% kasus miliaria di dunia terjadi pada anak-anak, dengan 65% terjadi pada bayi. Prevalensi miliaria di Indonesia mencapai 49,6%, umumnya terjadi pada bayi, terutama di kota-kota besar. Miliaria menempati peringkat ke-7 dari 10 penyakit kulit yang terjadi pada bayi dan balita. Prevalensi penyakit kulit ini tercatat sebesar 6,8% di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam mengurangi miliaria (biang keringat) pada anak. Metode penelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua orang anak dengan miliaria berusia 0-12 tahun yang sesuai dengan kriteria inklusi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Terapi VCO diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan dibubuhkan dibagian yang terdapat tanda miliaria. Sebelum dilakukan intervensi, Subjek I mengalami bintik-bintik merah, sensasi terbakar, dan gatal, sedangkan Subjek II mengalami bintik- bintik merah yang menyebar, gatal, terbakar, dan nanah. Setelah intervensi, kondisi kedua subjek membaik, bintik-bintik dan gatal menghilang, dan nanah berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi VCO efektif dalam mengurangi biang keringat pada anak-anak dan dapat digunakan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis.
PEMBERDAYAAN PRAREMAJA USIA 9–12 TAHUN DALAM KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI KONDISI GAWAT DARURAT KESEHATAN Jundapri, Kipa; Suharto; Manurung, Husny; Afriza, Reni; Agustin, Tia Pamela
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.224

Abstract

Kejadian gawat darurat kesehatan dapat terjadi pada semua kelompok usia dan sering kali tidak dapat diprediksi. Kondisi seperti henti jantung, tersedak, dan perdarahan akibat cedera dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Kesiapsiagaan menghadapi kondisi gawat darurat perlu ditanamkan sejak dini, termasuk pada kelompok praremaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan praremaja usia 9–12 tahun terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi gawat darurat kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di SD 106190 Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa praremaja usia 9–12 tahun. Intervensi dilakukan melalui edukasi dan simulasi sederhana mengenai pertolongan pertama pada henti jantung, tersedak, dan perdarahan akibat cedera. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan praremaja setelah diberikan edukasi dan simulasi pertolongan pertama. Analisis statistik menunjukkan pemberdayaan praremaja berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan gawat darurat kesehatan dengan nilai p-value = 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberdayaan praremaja efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi gawat darurat kesehatan, khususnya pada penanganan henti jantung, tersedak, dan perdarahan akibat cedera.

Page 1 of 2 | Total Record : 16