cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 321 Documents
PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI DONAT UBI SEBAGAI UPAYA PEN-INGKATAN KETERAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN IBU PKK DI DESA KARANG BARU KABUPATEN BATU-BARA Siregar, Hamida Sari; Syarifah, Tengku; Prawira, Muhammad Rinaldi; Pratama, Yogi; Rahmadani, Julia; Wahyuni, Nanda Sri; Halim Putri, Siti Indriani; Ananda, Della; Aulia, Mia
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5382

Abstract

Abstract: This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the skills and knowledge of the residents of Karang Baru Village, Datuk Tanah Datar District, Batu Bara Regency, in processing cassava into high-value donut products. The training was conducted on September 23, 2025, involving 40 participants consisting of PKK members, micro-entrepreneurs, and housewives. The implementation methods included socialization, training, hands-on practice, and group discussions. The results showed an improvement in participants’ abilities in cassava donut production, packaging techniques, and simple marketing strategies through social media. This program also fostered entrepreneurial motivation and awareness of the importance of innovation in utilizing local food resources. It is expected that the residents of Karang Baru Village can continue developing home-based businesses using local potential sustainably. Keywords: cassava donut, cassava, community empowerment, entrepreneurship, training Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Karang Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, dalam mengolah ubi kayu menjadi produk donat yang bernilai jual. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, dan ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam proses pembuatan donat ubi, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran sederhana melalui media sosial. Program ini juga menumbuhkan semangat berwirausaha dan kesadaran pentingnya inovasi dalam pemanfaatan bahan pangan lokal. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Karang Baru mampu mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Keywords: donat ubi, ubi kayu, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, pelatihan
FESTIVAL ANAK SHOLEH SEBAGAI MEDIA EDUKASI MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MUDA DI DESA UNTEMUNGKUR Sharqawi, Ahmad; Rizki, Abdur; Wahyudi, Muhammad; Rezeki, Dinda Sri; Daulay, Sonia
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5198

Abstract

Abstract: The pious children's festival as a medium for religious moderation education aims to understand and highlight the role of this festival as a means of character education for children, involving the development of interests and talents in the field of Islam. It is a medium for character building, strengthening religious identity, empowering local communities, promoting moral values, and instilling positive habits from an early age. This method is qualitative because it focuses on direct observation of the phenomena that occur during the festival activities. The data analysis techniques applied include three main stages, namely data reduction and conclusion drawing.  The pious children's festival shows that this festival plays an important role as a means of character education for children because it successfully develops children's interests and talents in the field of religion, increases their self-confidence, and fosters motivation to learn Islam. It also strengthens children's religious identity, empowers local communities, and promotes positive habits. The pious children's festival is not only a competition, but also a fun and effective learning medium for nurturing Islamic character and self-confidence from an early age. This short activity will be a direct learning experience that involves various aspects of holistic child development in Untemungkur Village, Kolang District, Central Tapanuli Regency.  Keywords: Educational Media, Religious Moderation, Anal Sholeh Festival Abstrak: Festival anak sholeh sebagai media edukasi moderasi bergama bertujuan untuk memahami dan menyalakan peran festival ini sebagai sarana pendidikan karakter anak yang melibatkan pengembangan minat dan bakat dalam bidang agama Islam. Media pembinaan karakter, penguatan identitas keagamaan, pemberdayaan komunitas lokas, promosi nilai moral, dan penanaman kebiasaan positif sejak dini. Pelaksanaan festival anak sholeh adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi tiga tahap utama yaitu reduksi data, dan penarikan kesimpulan.  Festival anak sholeh menunjukan bahwa festival ini berperan penting sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak, karena berhasil mengembangkan minat dan bakat anak dalam bidang agama, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan motivasi belajar agama Islam dan mampu memperkuat identitas keagamaan anak-anak, memberdayakan komunitas lokal, serta kebiasan positif. Kegiatan festival anak sholeh tidak hanya sebagai kompetensi ajang, tetapi juga sebagai media pembeajaran yang menyenangkan dan efektif untuk menumbuhkan karakter Islam dan rasa percaya disi sejak dini. Kegiatan yang berlangsung singkat akan menjadi pembelajaran langsung yang melibatkan berbagai aspek pengembangan anak secara holistik di Desa Untemungkur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah.Kata kunci: Media Edukasi, Moderasi Beragama, Festival Anal Sholeh
SOSIALISASI DAN EDUKASI GENERASI MUDA SADAR HUKUM TOLAK NARKOBA Suriani, Suriani; Rumondang, Rumondang; Siagian, Aldi Ardiansyah; Putri, Nadia Aulya; S, Arum Tsabitah; Wahdira, Dey; Luthfia, Annisa
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5389

Abstract

Abstract: Anti-drug education in educational institutions is an important step in preventing drug abuse among young people. This activity aims to increase students' understanding of the risks of drugs, foster an attitude of rejecting drugs, and hone social skills to deal with pressure from the environment. The evaluation results show significant progress in students' knowledge and attitude change towards drug use. Methods such as presentations, discussions, simulations, and role-playing have proven successful in conveying the anti-drug message. Strong support from schools and parents reinforces the impact of this education program. The development of supporting materials such as leaflets and posters also helps to expand access to information. The results of these activities emphasize the importance of continuing the education program and collaborating with various parties to shape a young generation that is free from drugs. Through a comprehensive approach, these activities contribute to creating a safe and healthy educational environment. Keyword: Education; Anti-Drug; School. Abstrak: Penyuluhan mengenai anti narkoba di institusi pendidikan adalah langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan obat terlarang di antara anak muda. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang risiko narkoba, menumbuhkan sikap menolak narkoba, dan mengasah kemampuan sosial guna menghadapi tekanan dari lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam pengetahuan serta perubahan sikap siswa terhadap pemakaian narkoba. Pelaksanaan metode seperti presentasi, diskusi, simulasi, dan bermain peran terbukti berhasil dalam menyampaikan pesan anti narkoba. Dukungan yang kuat dari sekolah dan orang tua memperkuat dampak program penyuluhan ini. Pengembangan materi pendukung seperti leaflet dan poster juga membantu memperluas akses informasi. Hasil dari aktivitas ini menegaskan pentingnya kesinambungan program penyuluhan dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk membentuk generasi muda yang terhindar dari narkoba. Melalui pendekatan yang menyeluruh, kegiatan ini turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Kata kunci: Penyuluhan hukum; Anti narkoba; Sekolah.
OPTIMISASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK EFISIENSI LAYANAN: STUDI KASUS PADA SISTEM ANTRIAN RSIA BATUSANGKAR Khomarudin, Agus Nur; Aulia, Romy; Novita, Rina; Nazli, Rabby; Putri, Ega Evinda; Amrizal, Amrizal; Putera, Perdana
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5509

Abstract

Abstract: The implementation of information technology in healthcare services has become a strategic necessity for improving service efficiency and quality, particularly in patient queue management systems. RSIA Batusangkar, a medium-scale hospital, has experienced operational challenges related to manual queue management, including prolonged waiting times, service irregularities, and decreased patient satisfaction. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat) aimed to optimize the use of information technology through the implementation of a web-based digital queue system integrated with the hospital’s internal service workflow. A participatory, community-driven approach was employed by involving hospital management, service staff, and patients throughout the stages of needs assessment, system design, implementation, and evaluation. The system was developed using the Agile methodology. Evaluation was conducted through quantitative pre- and post-implementation measurements, complemented by qualitative assessments. The results indicate that the digital queue system reduced the average patient waiting time by 44.4%, increased service throughput by approximately 50%, and improved patient satisfaction levels from moderately satisfied to satisfied–highly satisfied. These findings demonstrate that optimizing information technology through a digital queue system effectively enhances operational efficiency and the overall quality of healthcare services. This program is expected to serve as a practical reference model for digital transformation in regional hospital services. Keyword: digital queue system, information technology, service efficiency, hospital services, community service. Abstrak: Penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, khususnya pada sistem antrian pasien di rumah sakit. RSIA Batusangkar sebagai rumah sakit skala menengah masih menghadapi permasalahan antrian manual yang berdampak pada lamanya waktu tunggu, ketidakteraturan layanan, serta menurunnya kepuasan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi melalui implementasi sistem antrian digital berbasis web yang terintegrasi dengan alur layanan internal rumah sakit. Metode PkM yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan (community-driven), melibatkan manajemen rumah sakit, petugas layanan, serta pasien. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metodologi Agile, sementara evaluasi dilakukan melalui pengukuran kuantitatif pra dan pasca implementasi serta evaluasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem antrian digital mampu menurunkan waktu tunggu pasien rata-rata sebesar 44,4%, meningkatkan throughput pelayanan hingga 50%, serta meningkatkan skor kepuasan pasien dari kategori cukup puas menjadi puas–sangat puas. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi teknologi informasi melalui sistem antrian digital efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kesehatan. Program PkM ini diharapkan menjadi model transformasi digital layanan rumah sakit di daerah. Kata kunci: sistem antrian digital, teknologi informasi, efisiensi layanan, rumah sakit, pengabdian kepada masyarakat.
PENGRAJIN ANYAMAN BAION DI DESA MATITI 2 KECAMATAN DOLOK SANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Sihaloho, Ronal Donra; Siagian, Ester Mawar; Renata Marbun, Talenta Emma; Daniel Mahulae, David Yanto; Nababan, Benyamin; Tambunan, Samuel Parningotan; Simamora, Dinaria
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5220

Abstract

Abstract: This Community Service activity focuses on developing online marketing strategies using social media. Online marketing in the current era, known as the 4.0 era, is rapidly evolving through the use of information technology. The training, held in Matiti II Village, Dolok Sanggul District, Humbang Hasundutan Regency, aimed to empower local Baion weavers to optimize sales of their products and expand product distribution through online marketing. The methods used included a preparatory phase, which involved outreach to the local government, program implementation, and evaluation. Ten Baion weavers participated in the training. The training focused on optimizing the potential of the Baion weavers and motivating the Matiti II Village community to launch businesses through online marketing of their superior products. This initiative could then be followed up by establishing a joint business group.            Keywords: digital marketing, branding, and baion craftsmen Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu pengembangan tentang pemasaran yang dilakukan secara online yang memanfaatkan salah satu media sosial. Pemasaran online pada era sekarang ini yaitu era 4.0 dimana berkembang secara cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pelatihan berlokasi di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, dimana memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat pengrajin anyaman baion dalam mengoptimalkan penjualan produk anyaman baion, memperluas distribusi produk dengan memasarkan secara online. Metode yang digunakan yaitu Tahap persiapan dengan melakukan sosialisasi kepada pemerintah setempat, Pelaksanaan Program dan Evaluasi. Pelatihan ini diikuti sebanyak 10 pengrajin anyaman baion. Hasil dari pelatihan ini dapat mengoptimalkan potensi para pengrajin anyaman baion, juga dapat memotivasi masyarakat Desa Matiti II dalam membuka usaha melalui pemasaran online dengan produk unggulan yang dihasilkan pengrajin anyaman baion, sehingga kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan menginisiasi kelompok usaha bersama. Kata kunci: pemasaran digital, branding, pengrajin baion 
PELATIHAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG MENJADI MINUMAN KHAS MEKAR MULIO MELALUI BRANDING PRODUK DAN DIGITAL MARKETING Siregar, Aris; Herman, Herman; Aprilia, Jihan; Sari, Novita; Sahla, Hilmiatus
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5342

Abstract

Abstract: Training and mentoring in processing butterfly pea flowers into a specialty drink in Mekar Mulio Village, Asahan Regency, was conducted as a form of community empowerment based on local potential. This activity aimed to improve the community's skills in processing butterfly pea flowers into a beverage with economic value and to introduce branding and digital marketing strategies as promotional tools. The implementation method consisted of socialization, hands-on training, product development mentoring, and training in the use of digital media for marketing. The results showed that the community was able to produce high-quality butterfly pea flower drinks, with attractive packaging, and a strong brand identity, namely "Telangi." Furthermore, training participants were able to utilize social media platforms such as Facebook dan Shopee to expand their market reach. This activity had a positive impact on increasing community knowledge, skills, and income. The program also opened up opportunities for the establishment of sustainable village micro-enterprises based on local potential. Keywords: Butterfly pea flowers, training, community empowerment, product branding, digital marketing. Abstrak: Pelatihan dan pendampingan pengolahan bunga telang menjadi minuman khas di Desa Mekar Mulio, Kabupaten Batubara, dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bunga telang menjadi produk minuman bernilai ekonomi serta memperkenalkan strategi branding dan digital marketing sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung, pendampingan pembuatan produk, serta pelatihan penggunaan media digital untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan produk minuman bunga telang dengan kualitas baik, kemasan menarik, serta identitas merek yang kuat, yaitu “Telangi”. Selain itu, peserta pelatihan mampu memanfaatkan media sosial seperti Facebook, dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Program ini juga membuka peluang terbentuknya usaha mikro desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Bunga telang, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, branding produk, digital marketing.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA DINI RA. RAUDHATUL MAHABBAH SERDANG BEDAGAI Manurung, Rusda Nita Nelly; Sahara, Alyani; Putri, Amanda Cayahni
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5418

Abstract

Abstract: Digital literacy training through storytelling for early childhood aims to equip children aged 5-6 with basic skills in using technology safely and wisely, as well as to assist teachers and parents in their support in the digital era. Digital literacy training through storytelling for early childhood combines conventional storytelling with digital media, such as interactive picture books or video stories, to foster an understanding of basic digital concepts. The participants in this PKM were students from RA. Raudhatul Mahabbah Serdang Bedagai Kindergarten. The activity took place on Friday, October 16-17, 2025. The activity lasted for approximately two hours, from 8:00 to 10:00 a.m. WIB, with 50 participants. The media used in this PKM were interactive picture books, video stories, and banners. This community service effort aims to develop community skills so that students have basic skills in using technology safely and wisely, and to assist teachers and parents in supporting them in the digital era. After conducting digital literacy activities through storytelling for early childhood, there was an 80% increase in knowledge among participants. The community service team hopes that after this activity, students will improve their skills and interest in basic technology skills in using technology safely and wisely, and will also help teachers and parents support them in the digital age.Keywords: Digital Literacy, Early Childhood, Storytelling Method Abstrak: Pelatihan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini  bertujuan untuk membekali anak usia 5-6 Tahun dengan kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam pendampingan di era digital. Pelatihan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini dilakukan dengan mengombinasikan cerita konvensional dengan media digital, seperti buku cerita bergambar interaktif atau video cerita yang dapat menumbuhkan pemahaman konsep digital dasar. Para peserta yang mengikuti PKM ini adalah para siswa RA. Raudhatul Mahabbah Serdang Bedagai. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, tanggal 16-17 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung selama ± 2 jam dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wib, yang diikuti sebayak 50 peserta.Media yang digunakan dalam PKM ini adalah buku cerita bergambar interaktif, video cerita dan banner. Hal ini merupakan upaya pengabdi dalam mewujudkan pengembangan keterampilan masyarakat agar para siswa memiliki kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam mendampingan orang tua di era digital. Setelah Kegiatan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini  dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan 80% pada peserta. Harapan pengabdi setelah terlaksana kegiatan ini, para siswa dapat meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam mendampingan orang tua di era digital.Kata Kunci : Literasi Digital, Anak Usia Dini, Metode Bercerita
PEMERATAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: TINJAUAN KEBIJAKAN DAN LITERATUR Irwanto, Irwanto; Khodijah, Siti; Pramita, Rezky; Adelia, Adelia; Aldiana, Siti Mia; Ningsih, Putri Dwi; Lubis, Yeni
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5313

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the concept and implementation of equal distribution of education funding in Senior High Schools (SMA) through a library research approach. Equal distribution of education funding is one of the government's strategic efforts to realize justice and equality of access to education for all Indonesians. This research focuses on examining government policies, such as the School Operational Assistance (BOS), the Smart Indonesia Program (PIP), and the Special Allocation Fund (DAK) in the education sector, as well as a review of academic literature discussing the principles of equity and justice in education funding. The results show that the policy of equal distribution of education funding has made a significant contribution to improving access and quality of education at the senior high school level, especially for students from low-income families. However, the implementation of this policy still faces various challenges, such as limited resources, regional disparities, and weak budget oversight and transparency systems. Therefore, strengthened collaboration between the central government, regional governments, and the community is needed to create a more effective, transparent, and equitable education funding system. Keywords: Equity, Education Financing, High School, Education Policy, Literature Study Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi pemerataan pembiayaan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui pendekatan studi pustaka (library research). Pemerataan pembiayaan pendidikan merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penelitian ini berfokus pada kajian terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, serta tinjauan terhadap literatur akademik yang membahas prinsip pemerataan dan keadilan dalam pembiayaan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan pembiayaan pendidikan telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di tingkat SMA, terutama bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Namun demikian, pelaksanaan kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, ketimpangan wilayah, dan lemahnya sistem pengawasan serta transparansi anggaran. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pembiayaan pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Keywords: Pemerataan, Pembiayaan Pendidikan, Sekolah Menengah Atas, Kebijakan Pendidikan, Studi Pustaka
PEREMPUAN DESA PETATAL DIDORONG KUASAI LITERASI DIGITAL DAN BERDAYA DI ERA GLOBALISASI Nasution, Susi Masniari; Darmawan, Diki; Munandar, Haris; Amelia, Putri; Suci, Suci
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5399

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of digital literacy in empowering women in Petatal Village, Datuk Tanah Datar District, Batubara Regency. Digital literacy is a crucial need in the era of globalization, enabling women to adapt, become empowered, and contribute to village socio-economic development. The method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of the Socialization of the Role of Digital Literacy in Developing Women's Economic Potential and Character in the Era of Globalization, implemented by the KKNT Team of the Faculty of Teacher Training and Education, Asahan University. The results showed that the socialization activity was able to increase women's knowledge, skills, and confidence in utilizing digital technology productively. Petatal Village women began to understand the importance of utilizing digital media for micro-enterprises, learning, and social communication. In addition, this activity fostered awareness of media ethics and a spirit of economic independence through local innovations such as making soap from used cooking oil. Thus, digital literacy has proven to be an effective means of increasing the independence, participation, and competitiveness of village women amidst the challenges of globalization.Keywords: Women's Empowerment, Digital Literacy, Petatal Village, Globalization, Economic Independence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam pemberdayaan perempuan di Desa Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara. Literasi digital menjadi kebutuhan penting di era globalisasi agar perempuan mampu beradaptasi, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan sosial ekonomi desa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan Sosialisasi Peran Literasi Digital untuk Mengembangkan Potensi Perekonomian dan Karakter Perempuan di Era Globalisasi yang dilaksanakan oleh Tim KKNT FKIP Universitas Asahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Perempuan Desa Petatal mulai memahami pentingnya pemanfaatan media digital untuk usaha mikro, pembelajaran, dan komunikasi sosial. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan etika bermedia serta semangat kemandirian ekonomi melalui inovasi lokal seperti pembuatan sabun dari minyak jelantah. Dengan demikian, literasi digital terbukti menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kemandirian, partisipasi, dan daya saing perempuan desa di tengah tantangan globalisasi.Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Literasi Digital, Desa Petatal, Globalisasi, Kemandirian Ekonomi
DIGITALISASI UMKM MELALUI PEMANFAATAN GOOGLE MAPS:STRATEGI PEMBERDAYAAN UMKM LOKAL DI DESA UJUNG TERAN KABUPATEN KARO Alsha, Mukhazza Albitha; Jamil Rangkuti, Nur Asiyah; Wahyuni, Putri; Nugraha, Sandi; Safriaandy, Safriaandy
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5284

Abstract

 Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the Indonesian economy, especially in rural areas such as Ujung Teran Village, Karo Regency, which is rich in agricultural products but has limited market access. The main challenge is low digital literacy, which requires empowerment through technology such as Google Maps. This community service research examines the effectiveness of Google Maps as a digital marketing medium to increase the competitiveness of MSMEs. The method used a descriptive qualitative approach with field observations, in-depth interviews with 20-30 MSME owners, and training interventions and Google My Business (GMB) registration. The results showed an increase in online visibility, consumer reviews, and market reach, despite infrastructure constraints. The conclusion confirms that this strategy is effective in reducing the rural-urban economic gap, in line with the Industrial Revolution 5.0. Recommendations include continuous assistance and replication in similar areas for resilient MSMEs. This study contributes to community welfare and the study of MSME digitalization in Indonesia.            Keywords: SMEs, Google Maps, marketing digitalization, rural empowerment, Karo Regency Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan strategis dalam ekonomi Indonesia, khususnya di pedesaan seperti Desa Ujung Teran, Kabupaten Karo, yang kaya produk pertanian namun terbatas akses pasar. Tantangan utama adalah literasi digital rendah, sehingga diperlukan pemberdayaan via teknologi seperti Google Maps. Pengabdian pengabdian masyarakat ini mengkaji efektivitas Google Maps sebagai media digitalisasi pemasaran untuk meningkatkan daya saing UMKM. Metode menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi lapangan, wawancara mendalam kepada 20-30 pemilik UMKM, dan intervensi pelatihan serta pendaftaran Google My Business (GMB). Hasil menunjukkan peningkatan visibilitas online, ulasan konsumen, dan jangkauan pasar, meski ada hambatan infrastruktur. Kesimpulan menegaskan strategi ini efektif mengurangi kesenjangan ekonomi pedesaan-perkotaan, sejalan dengan Revolusi Industri 5.0. Rekomendasi meliputi pendampingan berkelanjutan dan replikasi di daerah serupa untuk UMKM tangguh. Pengabdian ini berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan kajian digitalisasi UMKM di Indonesia. Kata kunci: UMKM, Google Maps, digitalisasi pemasaran, pemberdayaan pedesaan, Kabupaten Karo