cover
Contact Name
Zulhendri
Contact Email
jpion.org@gmail.com
Phone
+6282385927972
Journal Mail Official
zulhendripoenya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang, Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
ISSN : 29619386     EISSN : 29619386     DOI : https://doi.org/10.31004/jpion.v1i1
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year.
Articles 778 Documents
Analisis Bahasa Gaul Dalam Konten Tiktok Dan Implikasi Terhadap Bahasa Indonesia Baku Ghina Kamelia; Mirnawati Mirnawati; Inka Octafitria; Siti Salmiah; Moh. Agus Wahyudin; Ainantya Dianti Giyatri; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1322

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong munculnya berbagai variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat, salah satunya bahasa gaul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa gaul dalam konten TikTok serta mengkaji implikasinya terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul yang ditemukan didominasi oleh serapan bahasa Inggris, akronim, campur kode, pemendekan kata, dan istilah viral media sosial. Bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan adalah serapan bahasa Inggris, seperti spill, healing, bestie, dan cringe. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dalam TikTok mencerminkan perkembangan variasi bahasa dalam komunikasi digital dan berimplikasi pada pilihan kosakata yang digunakan masyarakat. Meskipun demikian, bahasa gaul tidak menggantikan fungsi bahasa Indonesia baku karena keduanya digunakan dalam konteks komunikasi yang berbeda. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam penguatan literasi bahasa dan literasi digital peserta didik.
Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Qs. Al-‘Alaq Ayat 1 : Perspektif Cognitive Science Jihan Raihanah Putri; Muhammad Farhan; Muhamad Yahya
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban menuntut ilmu dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1 melalui perspektif Cognitive Science serta mengkaji relevansinya terhadap proses pembelajaran modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu kognitif dan pendidikan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dan interpretasi tematik terhadap konsep belajar yang terkandung dalam ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah iqra’ (membaca) dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1 tidak hanya bermakna aktivitas membaca teks, tetapi juga mencakup proses memperoleh, mengolah, dan mengonstruksi pengetahuan. Perspektif Cognitive Science menjelaskan bahwa aktivitas belajar melibatkan perhatian, persepsi, memori, penalaran, dan metakognisi yang berperan dalam pembentukan pemahaman. Ayat ini menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban fundamental manusia yang didukung oleh kemampuan kognitif sebagai anugerah Allah Swt. Kesimpulannya, QS. Al-‘Alaq ayat 1 mengandung landasan epistemologis dan pedagogis yang kuat mengenai pentingnya menuntut ilmu, serta memiliki relevansi yang tinggi dengan teori-teori kognitif modern dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembelajaran sepanjang hayat.
Analisis Komparatif Penggunaan AI Multiplatform terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 37 Jakarta. Ani Rosada; Suparno Suparno; Fitra Dila Lestari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan AI berupa ChatGPT, Gemini, dan Meta AI serta menggunakan Konvensional biasa pada mata pelajaran Ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 37 Jakarta. Sampel penelitian terdiri atas tiga kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan media berbasis Artificial Intelligence (AI), serta satu kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes objektif berupa berbentuk pilihan ganda. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok yang menggunakan AI dan kelompok konvensional (Sig. = 0,025 < 0,05). Namun, hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ChatGPT, Gemini, dan Meta AI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Penggunaan Media Sosial Terhadap Kemampuan Memproses Dan Memahami Bahasa Tulis (Reading Comprehension) Pada Mahasiswa PBSI UHN Medan: Kajian Psikolinguistik Taruli Hutajulu; Eka Putri Saptari Wulan; Kristina Natalia Situmorang; Nurhayani Hasugian
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kemampuan memproses dan memahami bahasa tulis (reading comprehension) pada mahasiswa dalam kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan memahami bacaan akademik, terutama pada aspek perhatian (attention), memori kerja (working memory), dan integrasi makna. Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan mempertahankan fokus, mudah terdistraksi oleh notifikasi media sosial, serta perlu membaca ulang untuk memahami isi bacaan. Meskipun demikian, mahasiswa menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan pemahaman bacaan, seperti membatasi penggunaan media sosial saat belajar, membuat rangkuman, dan mencatat poin-poin penting. Dengan demikian, kemampuan memahami bahasa tulis pada mahasiswa dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan media sosial dan proses kognitif yang terlibat dalam pemrosesan bahasa.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Angkaa Menggunakan Media Alam Melalui Kegiatan Menghitung di Tamaan Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing Rejang Lebong Provinsi Bengkulu Apriana Apriana; Rismareni Pransiska
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak usia dini melalui penerapan media alam dalam kegiatan menghitung di Taman Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing, Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 15 anak Kelompok B dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan, yaitu rata-rata pencapaian pada tahap pra-siklus sebesar 42,90% (kategori Mulai Berkembang), meningkat menjadi 63,73% pada Siklus I (kategori Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 83,28% pada Siklus II (kategori Berkembang Sangat Baik) serta telah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Analisis per indikator menunjukkan bahwa kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan jumlah mencapai pencapaian tertinggi sebesar 90,6%, sedangkan indikator membuat lambang angka dengan benar dan menjawab pertanyaan terkait angka menjadi aspek yang paling sulit dikuasai dengan pencapaian terendah sebesar 68,8%. Kesulitan tersebut disebabkan oleh tuntutan kematangan motorik halus yang belum sempurna serta kebutuhan kemampuan penalaran abstrak dan penguasaan bahasa yang masih terbatas pada anak usia 5–6 tahun. Peningkatan kemampuan ini didukung oleh teori perkembangan kognitif Jean Piaget pada tahap pra-operasional, di mana pemahaman konsep abstrak angka lebih efektif dibangun melalui interaksi langsung dengan benda konkret dari lingkungan alam sekitar. 
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Bahan Alam di Tk Tribina Sungai Rimbang Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Asrina Susi Yanti; Rismareni Pransiska
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1329

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu distimulasi secara optimal pada anak usia dini karena berperan penting dalam mendukung kesiapan belajar dan aktivitas sehari-hari. Hasil observasi di TK Tribina Sungai Rimbang Kecamatan Suliki menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak kelompok B masih belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dengan memanfaatkan bahan alam. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus terdapat 60% anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan 40% pada kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah penerapan kegiatan kolase pada siklus I, sebanyak 30% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 40% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 30% Mulai Berkembang (MB). Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, yaitu 30% anak berada pada kategori BSB, 50% kategori BSH, dan 20% kategori MB. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kolase berbahan alam efektif dalam meningkatkan koordinasi mata dan tangan, kelenturan jari, ketepatan gerakan, kerapian, penggunaan lem, serta kemandirian anak. Dengan demikian, kegiatan kolase menggunakan bahan alam dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Implementasi Pendidikan Inklusif dan Relevansinya Terhadap Sikap Toleransi di SDN Gunung Tugel 1 Nurin Nadia Usakinah; Novika Febriyanti; Nur Aisa Eka Rahayu; Achmad Akbar Qamaru Zaman; M. Jadid Khadavi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusif dan relevansinya terhadap pengembangan toleransi di kalangan siswa di SD SDN Gunung Tugel 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Penelitian menunjukkan bahwa sekolah tersebut berusaha mendorong pendidikan inklusif, memberikan kesempatan belajar yang sama kepada semua siswa, tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, atau emosional mereka.Implementasi pendidikan inklusif juga berkontribusi pada peningkatan interaksi sosial, toleransi, empati, dan kesadaran di antara siswa di lingkungan sekolah. Namun, implementasi pendidikan inklusif di SD SDN Gunung Tugel 1 masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketersediaan sumber daya pendukung yang terbatas, metode pengajaran yang belum sepenuhnya adaptif, Penting bagi guru untuk meningkatkan keterampilannya agar bisa mendukung siswa dengan kebutuhan khusus secara lebih baik. Kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua sangat penting agar pendidikan inklusif berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan fasilitas, menawarkan pelatihan berkelanjutan kepada guru, dan melakukan evaluasi permanen untuk memastikan bahwa implementasi pendidikan inklusif lebih efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang adil dan inklusif bagi semua siswa.
Pengembangan Motorik Kasar Anak Melalui Senam Kreasi di PAUD Rizqy Kabupaten Kaur Diszuriani Diszuriani; Elise Muryani; Dadan Suryana; Tisna Syafnita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1348

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh kekurangan kemampuan motorik kasar yang ditemukan pada anak usia dini di PAUD Rizqy, Kabupaten Kaur. Hal ini terlihat dari ketidakmampuan anak-anak untuk melakukan berbagai gerakan, seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, dan mengkoordinasikan tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dengan teknik senam baru. Penelitian ini melibatkan 10 anak dari PAUD Rizqy, terdiri dari 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Aksi Kelas (CAR) yang dilakukan dalam beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari langkah-langkah persiapan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak-anak usia prasekolah di PAUD Rizqy, Kabupaten Kaur. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kemajuan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik kasar anak di setiap siklus. Pada fase pra-siklus, persentase penyelesaian hanya mencapai 40%. Setelah pelaksanaan Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 55%. Pada Siklus II, tingkat penyelesaian mencapai 85%, sehingga penelitian ini dapat dianggap efektif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam kreatif yang menggunakan tongkat telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Rizqy, Kabupaten Kaur.
Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Broken Home Dan Harmonis Mildani Mildani; Micha Felayati Silalahi; Azam Arifyadi; Dian Fitriani
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1351

Abstract

Latar belakang keluarga sering dianggap sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar, di mana siswa dari keluarga tidak utuh (broken home) menghadapi kendala emosional yang dapat mengganggu konsentrasi, sementara siswa dari keluarga harmonis cenderung memperoleh dukungan penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar antara kedua kelompok tersebut di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif pada sampel 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa keluarga harmonis dan 11 siswa keluarga tidak utuh. Data diperoleh dari rekapan nilai rapor semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji independent sample t-test dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa keluarga harmonis sebesar 84,69 (standar deviasi 3,86), sedangkan siswa keluarga tidak utuh memperoleh rata-rata 83,05 (standar deviasi 3,41), dengan selisih 1,64 poin. Namun, uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,027 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keadaan keluarga bukanlah satu-satunya penentu hasil belajar, melainkan juga dipengaruhi oleh motivasi belajar, dukungan guru, lingkungan sekolah, dan kemampuan individual siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan sekolah tetap memberikan perhatian setara kepada semua siswa tanpa membedakan latar belakang keluarga, serta bagi peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variabel lain seperti pola asuh atau motivasi belajar agar analisis lebih komprehensif.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Siswa Dalam Menghadapi Bencana Letusan Gunungapi Gamalama Melalui Model Project Based Learning Syahril Lukman; Hujairah Hi. Muhammad; Asmin Lukman
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1352

Abstract

Rendahnya pengetahuan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana letusan Gunungapi menjadi permasalahan penting, khususnya bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana Gunungapi Gamalama Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kota Ternate dalam menghadapi bencana letusan Gunungapi Gamalama melalui penerapan model project based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 25 siswa, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sebanyak 15 siswa (60%) belum mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 10 siswa (40%) telah mencapai ketuntasan. Namun, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, di mana sebanyak 23 siswa (92%) telah mencapai ketuntasan belajar dan hanya 2 siswa (8%) yang belum tuntas. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model project based learning efektif meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana letusan Gunungapi Gamalama.