cover
Contact Name
Khairuddin Tampubolon
Contact Email
khoir.tb@gmail.com
Phone
+6283185551001
Journal Mail Official
lemkomindo.jlas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Seser, Perumahan Citra Mulia Sejahtera Blok D, no. 11 Medan Amplas, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Liaison Academia and Society
ISSN : 27981061     EISSN : 27980871     DOI : https://doi.org/10.58939/j-las
Jurnal Liasion of Academia and Sosiety (J-LAS) menerima naskah ilmiah dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk bidang ilmu : - Administrasi dan rumun ilmunya - Hukum dan rumpun ilmu lainnya - Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Akuntansi dan rumpun ilmu lainnya - Pendidikan, Olahraga dan rumpun ilmu lainnya - Teknik dan ilmu keteknisan lainnya - Agama dan Kebudayaan - Kesehatan dan Farmasi - Bahasa, Ilmu Komunikasi dan rumpun ilmu lainnya - Komputer dan rumpun ilmu komputer - Pertanian, Agroteknologi dan rumpun ilmu pertanian lainnya - Dan disiplin keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023" : 14 Documents clear
Sosialisasi Pentingnya Teknis Komunikasi yang Baik, Ramah dan Familiar dengan Wisatawan br Tarigan, Fatin Nadifa; Sibuea, Nunti; Mahuli, Jenda Ingan; Pangeran, Pangeran; Siregar, Imanuddin; Gultom, Fransiskus
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.560

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan saran dan solusi kepada pihak pengelola wisata dan masyarakat dalam membangun komunikasi yang baik dan menyenangkan dalam mengelola kawasan wisata sehingga kawasan wisata lebih dikenal dan diminati wisatawan serta memberikan kenyamanan serta ketertarikan kepada wisatawan untuk berkunjung kembali dan memberitahukannya kepada saudara serta teman mereka kesan yang mereka alami. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan beberapa tahapanan, dimulai dari observasi, pendekatan terhadap mitra, kesepakatan waktu plaksanaan, jenis kegiatanyang akan dilakukan dan hasil yang akan diharapkan. Adapun komponen pembentuk destination branding adalah pariwisata, people, governance, export, investment/immigration, culture and heritage. Dalam kegiatan PKM ini sasaran destination brandingnya adalah menciptakan komunikasi baik, ramah, sopan dan familiar kepada wisatawan. Hasil kegiatan Komunikasi yang baik, ramah, sopan dan familiar dengan wisatawan sangat diperlukan dalam pengelolaan kawasan wisata, manfaatnya memberikan kesan baik dan perasaan menyenangkan kepada wisatawan ketika berkunjung dan dapat menjadi duta wisata gratis yang akan menyampaikan kesan baik yang dia alami ketika berkunjung kepada saudara, teman atau orang lain. Bahkan bisa jadi akan menjadi wisatawan pelanggan aktif yang akan datang kembali. Saran: Pengelola melakukan evaluasi terhadap pihak yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan kawasan wisata terkait cara berkomunikasi kepada wisatawan. Jika diperlukan dilakukan pelatihan dan sosialisasi akan pentingnya komunikasi yang baik dengan wisatawan secara terjadwal.Kata Kunci : Sosialisasi; Komunikasi; Ramah; Familiar; Wisatawan 
Pelatihan Strategi Menarik Minat Wisatawan melalui Atribut dan Akses Jalan yang Indah dipandang di Bukit Lawang Yusri, Yusri; Julian, Julian; Nasution, Alwi Fahruzy; Herlina, Herlina; Masitah, Tina Herianty; Alinur, Alinur
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.561

Abstract

Kawasan wisata Bukit lawang Sumatera Utara memang sudah cukup dikenal hingga ke manca negara, akan tetapi sarana maupun pasilitas disekitar wisata terkadang belum memadai seperti atribut menuju lokasi wisata dan di lokasi wisata. Perlu dilakukan penataan atribut wisata agar kawasan wisata ini lebih menarik. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan saran dan solusi kepada pihak pengelola wisata dan masyarakat dalam penambahan atribut wisata dalam penataan kawasan wisata sehingga kawasan wisata lebih menarik dan diminati wisatawan serta memberikan kemudaham akses serta ketertarikan kepada wisatawan untuk berkunjung kembali dan memberitahukannya kepada saudara serta teman atau orang lain. Hasil kegiatan PKM: Pemasangan atribut dan Akses Jalan yang Indah menuju kawasan wisata sangat diperlukan bahkan menunjang minta wisatawan untuk berkunjung. Pemasangan atribut yang disarankan pada kegiatan PKM ini yaitu:1) Pemasangan arah tempat wisata dimulai dari jalan besar menuju kawasan wisata bukit lawang, 2) Pemasngan atribut berupa baliho yang menampilkan tampat wisata unggulan yang tersedia di beberapa titik strategis menuju lokasi wisata, 3) Pemasangan baliho sarana dan prasarana yang tersedia di tempat wisata, 4) Pemasangan harga jual pedagang baik food maupun non food termasuk assesoris khas kawasan wisata, 5) Pemasangan tarif parkir dan penggunaan sarana dan prasarana atau wahana yang ada di tempat wisata.Manfaat pemasangan atribut untuk memandu wisata menuju lokasi wisata dengan mudah, mengetahui gambaran keunggulan kawasan wisata dan transparansi harga yang ditawarkan disetiap tempat, wahana, souvenir dan makanan. Sehingga wisatawan merasa diberi kebebasan menentukan pilihan secara mudah untuk menyesuaikan dengan selera, keinginann dan tingkat ekonominya. Serta menghilangkan rasa kekhawatiran dibedakan dengan wisatawan lain atau takut ditipu dengan harga yang berbeda-beda untuk wisatawan tertentu. Saran: Pengelola wisata dapat berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mitra industri setempat dalam upaya mendukun pengadaan atribut tersebut, sehingga secara pendanaan akan terbantu dan legalitas pemasangan atrubut mudah di dapat. Kata Kunci : Pelatihan; Strategi; Menarik Minat; Atribut Akses; Wisatawan
Sosialisasi Pengembangan Kewirausahaan dengan Meningkatkan Kreativitas dan Bahan Baku Tahu pada Guru TK. RA. Ulfa Khairuna Irama, Ova Novi; Samosir, Suhaila Husna; Tiara, Shita
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.566

Abstract

Kegiatan PKM ini dilaksanakan untuk membantu pengembangan kreativitas para Guru dan pihak sekolah. tujuan diadakannya PKM ini untuk memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan para guru untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam hal pengolahan tahu baik digunakan sebagai produk olahan makanan maupun pengolahan dalam bentuk limbah tahu menjadi suatu produk layak dijual atau dipasarkan. Permasalahan yang sering terjadi dimana para guru kurang memahami cara pengolahan tahu yang tepat guna selain menjadi lauk pauk makanan ternyata banyak produk yang dapat diolah dengan tahu. Maka disini Guru sebagai mitra dan media pembelajaran siswa/i tk ulfa khairuna untuk mengajarkan kreativitas siswa sejak dini dengan berbahan dasar tahu. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan metode ceramah dan metode diskusi kepada para guru dan pihak sekolah. Hasil yang telah dilakukan dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diantaranya adalah memberikan pemahaman mengenai pengelolahan dan inovasi dalam pembuatan makanan olahan berbahan dasar tahu yang nanti bisa diaplikasikan sebagai makanan olahan untuk sehari-hari yang bisa dikonsumsi sendiri maupun di pasarkan. Kata Kunci: Inovasi; Makanan Olahan; Tahu
Interaksi dan Diskusi dengan Masyarakat Kampung Angro di Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara Samah, Eri; Rahmaniah, Rahmaniah; Misdawati, Misdawati; Parinduri, Ramadha Yanti; Hiya, Nirmadarningsih; Hani, Sheila
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.557

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih memahami pentingnya pembinaan agro wisata sebagai salah satu alternatif dan cara membina masyarakat dalam mewujudkan sinergitas pariwisata dengan pertanian yang dapat menghasilkan pertumbuhan sosial, ekonomi dan organisasi masyarakat. Ada beberapa poin materi PKM yang disampaikan yaitu 1) Aspek sumber daya manusia, 2) Aspek keuangan, 3) Aspek fasilitas, sarana, dan prasarana, 4) Aspek pemilihan lokasi agro wisata, 5) Karakteristik tradisi para petani, 6) Karakteristik agro industri. Hasil Kegiatan PKM yaitu dari hasil sosialisasi dan interkasi dengan masyarakat diharapkan masyarakat memahami bagaimana menciptakan kampung Agro, sehingga selain m,endukung daya tarik kawsan wisata maka kampung agro akan memilki ruang tersendiri pula untuk mendapatkan niali ekonomis bagi masyarakatnya. Kemudian dari kegiatan tersebut masyaearakt terlihjat antusias dan termotivasi untuk dapat menata kampung agro bersama masyarakat alinnya.Kata Kunci : Interaksi; Diskusi; Masyarakat; Kampung Agro.
Sosialisasi Cara Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Wisata Melalui Penyediaan Homestay yang Nyaman dan Murah Rinanda, Teja; Afrida, Elli; Sriyanto, Darmawan; Helman, Helman; Yanti, Novi; Elfina, Hetty
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.562

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat akan pentingnya akses jalan menuju homestay maupun villa sehingga diharapkan menjadi perhatian agar memperhatikan faktor ini, sebab kita ketahui home stay salah satu bentuk bisnis yang dapat meningkatkan ekonomi msayarakat. Akan tetapi jika tidak dikelola dengan baik dan benar maka akan menimbulkan kerugian. Dikawasan wisata bukit lawang terdapat banyak hotel, villa dan homestay, akan tetapi ada kendala, kebanyakan home stay dan villa memiliki akses kenderaan yang jauh, sehingga menylitkan wisatawan untuk langsung ke lokasi, hal ini berpengaruh, sebab kebanyakan wisatawan yang datnbg menggunakan kenderaan mobil pribadi dengan barang bawaan yang banyak. Bisnis homestay lebih mudah dilakukan masyarakat di sekitar kawasan wisata sebagai peningkatan ekonomi masyarakat akan tetapi perlu diperhatikan beberapa aspek seperti: 1) Pilihlah lokasi yang strategis, 2) Dirikan penginapan yang sesuai dengan modal dimiliki, 3) Lakukan promosi secara efektif melalui media sosial, 4) Akses Kenderaan langsung ke lokasi Homestay, 5) Terjaga kebersihan dan kenymanan. Saran: Pengelola wisata dan masyarakat harus sinergi untuk menciptakan lingkungan homestay yang asri dan menarik serta bekerjasama dengan pemerintahan setempat dalam upaya memfasilitasi jalan atau akses yang baik. Kata Kunci : Sosialisasi; Ekonomi; Masyarakat; Home Stay.
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Hutagaol, Jarungjung; Subiantoro, Nur; Razali, Muhammad; Robiyanti, Dewi; Harahap, Syaiful Khoiri; Situmeang, Mahyudin
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.567

Abstract

Kawasan wisata Bukit lawang Sumatera Utara memang sudah cukup dikenal hingga ke manca negara, akan tetapi sarana, prasaran maupun pasilitas disekitar wisata terkadang banyak yang harus diperbaharui. Perlu dilakukan strategi pemasaran secara terintegrasi agar wisatanya tetap menarik dan bahkan semakin menarik. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan saran dan solusi kepada pihak pengelola wisata dan masyarakat dalam pengelolaan dan menentukan tindakan prioritas dalam penataan kawasan wisata sehingga kawasan wisata lebih menarik dan diminati wisatawan serta memberikan kenyamanan kepada wisatawan untuk berkunjung kembali dan memberitahukannya kepada saudara serta teman. Hasil kegiatan PKM yaitu pengelola wisata dan masyarakat lebih banyak mengetahui tentang apa itu tempat wisat, manfaatnya, jenisnya dan tahapan pengembangannya, sehingga menjadi pembuka ide bagi pengelola wisata dan masyarakat untuk lebih kreatif dan bahkan diharapkan dapat berinovatif untuk pengembangan kawasan wisata di bukit lawang. Adapun  tahapan yang adapat dilakukan yaitu: 1) Tahap rintisan, 2) Tahap berkembang, 3) Tahap maju, 4) Tahap mandiri. Tahapan ini sekaligus menjadi indikator capaian yang telah dilakukan oleh pelaku wisata bukit lawang. Saran: Pemerintah daerah, pengelola wisata dan masyarakat diharapkan melakukan evaluasi bersama secara terjadwal dan melakukan diskusi terkait hasil capaian yang sudah diperoleh, keadaan tempat wisata sekarang dan bagaimana pengembangan kawasan wisata bukit lawang kabupaten langkat sumatera utara selanjutnya. Kata Kunci : Strategi; Pengembangan; Kawasan Wisata.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pertanian sebagai Daya Tarik Wisatawan di Bukit Lawang Tanjung, Yulia Tiara; Br Bangun, Nirwana; Sibuea, Nurhalimah; Dewi, Dora Silvia; Batu, Fider Lumban; Zulfida, Ida
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.558

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini untuk memberikan masukan kepada msyarakat terkait pengelolaan dan pemanfaatn lahan pertanian sekitar wisata sehingga dapat menghasilkan income tambahan bagi masyarakat sekitarnya serta menambah kekayaan daya tarik kawasan wisata bukit lawang tersebut. Adapun tempat pelaksanaan PKM ini dilakukan di kawasan wisata bukit lawang kabupaten langkat Sumatera Utara. Kita ketahui kawasan wisata bukit lawang memilki daya tarik alam yang asri dengan habitat orang utannya dan juga terdapat sungai yang indah dengan bebatuan yang inmdah serta aliran air yang lumayan deras sehingga dapat dilaksanakan arung jeram. Disekitar kawasan wisata tersebut masih banyak ditemukan lahan persawahan dan pertanian, sehingga berpeluang untuk dikelola menjadi bagian dari kawasan wisata. 1) Wisata Agro, 2) Dimensi Ekologi, Sosial-Budaya, dan Ekonomi4) Potensi Daya Tarik Dominan dan Penunjang, 4) Wisata Agro dalam Skala Kecil. Hasil kegiatan ini yaitu: Pelaksanaan PKM ini memberikan masukan kepada masyarakat terkait teknis, Ide dan bidang fokus yang memungkinkan untuk dilaksanakan dalam upaya pemanfaatan lahan pertaniah maupun lahan yang ada sebagai bagian dari kawasan wisata sehingga akan mendatangkan benefit kepada masyarakat dan PAD. Pelaksanaan PKM ini mendapat respon positif dan antusias dari masyarakat dan dari interkasi yang terjadi masyarakat menginginkan tim PKM dapat melakukan pendampingan berkala. Artinya pelaksanaan PKM ini sangat bermanfaat dilakukan.Kata Kunci : Sosialisasi; Lahan Pertanian; Wisata; Bukit Lawang.
Sosialisasi Pentingnya mengadakan Sovenir dan Kuliner Ciri Khas Kawasan Wisata di Bukit Lawang Chairina, Chairina; Ismayani, Ismayani; Sahid, Muhammad; Tulim, Anto; Nasution, Ridwan; Rini, Rini
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.563

Abstract

Dikawasan wisata bukit lawang terdapat penjual souvenir dan pedagang kuliner. Souvenir yang dijual beragam akan tetapi belum unik begitupun kulinernya masih belum membawa ciri khas langkat yang arahnya kepada kuliner melayu dan oleh-olehnya juga belum ada yang khas. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat akan pentingnya pengadaan souvenir unik dan khas serta kuliner seta oleh-oleh khas tempat wisata, sebab ini termasuk salah satu bentuk bisnis yang dapat meningkatkan ekonomi msayarakat dan menarik minat wisatawan. Hasil kegiatan merumuskan pentingnya mengadakan souvenir dan kuliner ciri khas kawasan wisata di bukit lawang denagn tujuan sebagai daya tarik wisatawan, meningkatkan perekonomian masyarakat dan turut melestarikan budaya daerah. Akan tetapi perlu diperhatikan fungsi dan kualitas dari souvenir dan keunikannya sehingga akan memberi harga jual yang sesuai bahkan bernilai lebih. Begitupun kulinernya perlu diperhatikan citarasa, bidang kesehatan dan tampilan penyajiannya, sehingga wisatawan akan tertarik dan bahkan menjadi penggemarnya. Saran: Peran pemerintah lokal diharapkan untuk menjadi motor dan donator bagi masyarakat, baik sebagai tenaga ahli atau mendatangkannya dan sebagai evaluasi keberlangsungan perencanaan program yang dilaksanakan di kawasan wista tersbut. Kata Kunci : Sosialisasi; Souvenir; Kuliner; Kawasan Wisata.
Sosialisasi Pentingnya Penyediaan Akses Jalan yang Baik dan Parkir Kenderaan yang baik di Tempat Wisata dan Villa di Kawasan Wisata Bukit Lawang Daulay, Dicky Edwar; Gulo, Yona; Karo-karo, Selamat; Nadhira, Ahmad; Hastalona, Dina; Sitepu, Elisabeth
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.568

Abstract

Akses menuju wisata bukit lawang sangat baik akan tetapi ketika sampai dilokasi wisata, parkir yang dekat dengan kawasan wisata kurang memadai, sehingga wisatawan harus parkir jauh dari lokasi wisata. Hal ini tentunya memberikan pengalaman kurang menyenangkan. Adapun hasil temuan permasalahan yaitu: 1) Akses menuju penginapan, villa ataupun homestay yaitu masih kurang nyaman sebab jauh dari parkir, 2) Area parkir dekat area wisata masih sempit sehingga lebih banyak yang parkir jauh dari area wisata, 3) Sistem kutipan retribusi parkir dan masuk ke kawasan wisata banyak calo, sehingga terkesan tidak nyaman. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat tentang pentingnya akses dan lokasi parkir bagi kawasan wisata bukit lawang. Hasil kegiatan PKM yaitu bahwa akses atau jalan menuju lokasi wisata bukit lawang sudah baik, hanya diperlukan atribut tambahan untuk memperindah jalan dan memudahkan wisatawan. Akses jalan menuju villa, penginapan dan homestay terlalu jauh sehingga perlu dilakukan perbaikan baik dari pihak pnegelola maupun pemerintah setempat. Saran: Perlu dilakukan edukasi dan dukungan dari pemerintah terkait pengelolaan kawasan wisata, jika perlu untuk parkir dan retribusi ditetapkan dengan harga yg murah dengan tetap memperhatikan cara mensejahterakan masyarakat sekitarnya. Kata Kunci : Sosialisasi; Akses; Jalan; Parkir.
Analisis, Diskusi dan Memberikan Saran Strategi Pengenalan Kawasan Wisata dengan Pelaku Pengelola Kawasan Wisata di Bukit Lawang Tampubolon, Khairuddin; Elazhari, Elazhari; Lubis, Reza Hanafi; Tanjung, Ali Mukti; Siregar, Barham; Manullang, Marihot
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.559

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan saran dan solusi kepada pihak pengelola wisata dan masyarakat dalam pemasaran dan menentukan tindakan prioritas dalam penataan kawasan wisata sehingga kawasan wisata lebih dikenal dan diminati wisatawan serta memberikan kenyamanan serta ketertarikan kepada wisatawan untuk berkunjung kembali dan memberitahukannya kepada saudara serta teman. Hasil diskusi dengan pihak pengelola wisata terkait perkenalan kawasan wisata dan objek wisata lainnya dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek seperti: 1)Membangun Identitas Tempat Wisata, 2) Menentukan Target Pasar, 3) Menetapkan Harga, 4) Merumuskan Unique Selling Proposition (USP), 5) Melakukan Pemasaran. dan yang tak kalah pentingnya adalah akses jalan atau infrastruktur yang baik dan nyaman. Kawasan wisata bukit lawang memiliki potensi sebagai tujuan wisata sangat menarik, sebab kompleksitas tujuan wisata termasuk lengkap yaitu ada wisata alam bebas, wisata kampung agro, wisata hewan langka seperti orang hutan, sungai yang indah dan jernih, arung jeram dan lainnya. Saran: Akses menuju homestay dan penginapan lainnya di lokasi wisata bukit lawang harusnya dibangun langsung mencapai lokasi penginapan dan home stay atau tidak terlalu jauh untuk parkir kenderaan, sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan tidak membuat wisatawan manula kesulitanberkunjung.Kata Kunci : Analisis; Diskusi; Wisata; Strategi; Pengenalan Kawasan Wisata

Page 1 of 2 | Total Record : 14