cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Pusat PPM Poltekkes Kemenkes Kendari, Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Jendral A.H. Nasution No. G14, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27765628     EISSN : 27765628     DOI : https:/doi.org/10.36990/jippm
Core Subject : Health, Science,
Terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun yang menghimpun laporan ilmiah hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat baik itu inovasi dan pemberdayaan dalam bidang kesehatan oleh dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kendari maupun oleh penulis lain di luar institusi Poltekkes Kemenkes Kendari.
Articles 74 Documents
Edukasi Pencegahan Penyakit Demam berdarah Dengue dan Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Berpotensi Penolak Vektor Penular DBD Yunus, Reni; Supiati, Supiati; Nurtimasiah, Wa Ode
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Juli- Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v4i2.1535

Abstract

There are approximately 50 million cases of dengue fever every year, and 40% of the population is at risk of being infected with the dengue virus. Apart from utilizing government programs through the 3M program, dengue prevention measures can be taken by sowing larvicide. However, the use of chemical larvicides has disadvantages, such as repeated use of chemical larvicides carries the risk of contamination of pesticide residues in water, especially drinking water, and repeated use results in the emergence of resistance from various mosquito species. Research on plants with the potential to be larvicidal and repellent or mosquito repellents has proven that plants can be used as mosquito repellents, therefore it can eliminate the population level of the Aedes mosquito as a vector for transmitting dengue fever. The results of the research require to be introduced to the community,because indirectly reduce the occurrence of dengue fever cases in a village. The aim of this community service is to provide education to the public regarding Dengue Hemorrhagic Fever and information about plants that have the potential to repel mosquitoes as an effort to eliminate vectors that transmit dengue fever. This community service also aims to measure community knowledge about dengue hemorrhagic fever and its prevention. Educational activities regarding dengue hemorrhagic fever, prevention methods and socialization of plants that have the potential to repel dengue vectors were carried out on September 14 2023 in Taipa village, Lembo district, North Konawe district. In the education provided, it was seen that the participants were very active in asking questions about things they did not understand. The percentage increase in public knowledge regarding Dengue Hemorrhagic Fever after being given education was 76%.
Edukasi Efek Protektif dan Pemeriksaan Kadar High Density Lipoprotein Terhadap Perlemakan Hati Pada Masyarakat Desa Awila Kabupaten Konawe Utara Atmaja, Ratih Feraritra Danu; Orno, Theosobia Grace; Hasan, Fonnie Esther
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Juli- Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v4i2.1608

Abstract

Low high density lipoprotein level is one of the dyslipidemia conditions that can increase the risk of non-alcoholic fatty liver. Public knowledge about the different functions of fat components, especially HDL, is important to reduce the incidence of fatty liver including other complications such as metabolic syndrome and cardiovascular-related diseases. This activity aims to educate the public about the function of HDL as well as determine the HDL levels of each individual. This activity involved a team of lecturers, students of Poltekkes Kemenkes Kendari, media and 40 community members of Awila Village, Molawe District, North Konawe Regency as participants. This activity includes education, interactive discussions and checking community HDL levels. From the results of the activity, the post-education post-test results increased to 65% from 45% in the pre-test. The HDL level check showed that 55% of the participants had low HDL levels. Educational activities regarding the protective function and food sources high in HDL still need to be done in the community to improve the mindset related to fat and increase public awareness of the complications caused by the disease.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Rosnah, Rosnah; Rofiqoh, Rofiqoh; Risma, Risma; Kasim, Syaifudin Suhri
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Juli- Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v4i2.1642

Abstract

Adolescent girls are a group at higher risk of developing anemia compared to adolescent boys with a prevalence in Indonesia of 26.5%. One of the causes of these nutritional problems is a lack of knowledge about anemia. Efforts that can be made to reduce the problem of anemia are by providing nutrition education. The implementation of this nutrition education aims to increase adolescent girls' knowledge about anemia. This nutrition education was carried out at SMAN 1 Soropia with 30 young women as subjects. The method used in this nutrition education is the counseling method with presentations about iron deficiency anemia using pocket books, PowerPoint, and two-way discussions. and the results of nutrition education were tested using the paired t test.   This community service program was carried out by a team of lecturers from the Nutrition Department, Health Polytechnic, Ministry of Health, Kendari, involving students. This activity will be carried out in September 2024.  The results showed that the nutritional knowledge score increased from 80.8 to 87.7, there was a significant difference (p<0.05) in the knowledge score about anemia before and after counseling.  These results indicate that nutrition education using pocket books can increase knowledge about anemia in adolescent girls.
Pelatihan Penggunaan 3S (SDKI, SLKI, SIKI) dalam Asuhan Keperawatan di Puskesmas Motui Muhsinah, Sitti; Rini, Dewi Sartiya; Tahir, Rusna
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1315

Abstract

Proses keperawatan adalah metode yang sistematis dalam memberikan asuhan keperawatan yang berfokus pada induvidu, keluarga dan masyarakat. Pemberian asuhan keperawatan harus terdokumentasi dengan baik. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah menerbitkan secara resmi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Buku 3S (SDKI, SLKI dan SIKI) dapat digunakan oleh perawat di Puskesmas dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang 3S (SDKI, SLKI dan SIKI) melalui sosialisasi pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu pre dan post test tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampling dengan total sampling 20 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan tentang 3S (SDKI, SLKI, SIKI). Hasil kegiatan ini didapatkan pengetahuan perawat sebelum pelatihan dengan pengetahuan kurang 35 %, pengetahuan cukup 60 %, dan pengetahuan baik 5 %. Setelah pelatihan pengetahuan perawat meningkat menjadi baik (100%).
dukasi dan Skrining Resiko Penularan TB Paru pada Anak di wilayah Pesisir: Edukasi dan Skrining Resiko Penularan TB Paru pada Anak di wilayah Pesisir Rini, Dewi Sartiya; Tahir, Rusna; Sulupadang, Prishilla
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1638

Abstract

Salah satu penyebab penularan TB pada anak juga disebabkan karena keterlambatan diagnostik dan juga kesulitan mendiagnosis TB. Melakukan skrining pada anak yang mempunyai kontak dengan TB Paru penting sebagai deteksi awal infeksi TB Anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan edukasi dan skrining risiko penularan TB pada anak di wilayah pesisir. Kegiatan ini melibatkan aparat desa, puskesmas dan anggota masyarakat yang sedang menjalani atau terdeteksi positif TB paru. Dari hasil evaluasi kegiatan diketahui bahwa rerata terjadi peningkatan tingkat pengetahuan tentang TB paru  (80%) dan ditemukan 7 orang peserta berisiko tinggi menularkan TB pada anak dari 25 orang peserta pengabdian masyarakat. Diharapkan instrument skrining ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas dalam melakukan deteksi dini risiko penularan TB paru pada anak yang serumah dengan penderita atau riwayat TB paru.
The Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak oleh Kader Posyandu pada Wilayah Kerja Puskesmas Motui Konawe Utara Imanuddin, Imanuddin; Kusumawati, Evi; Astati; Rosnah; Hariani; Kasmawati; Sudarsono, I Made Rai
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1660

Abstract

Posyandu cadres have a strategic role in monitoring child growth and development, but their limited skills can hinder service optimization. This community service activity aims to improve the skills of posyandu cadres through practice-based training in the Motui Health Center work area, North Konawe. Training methods include lectures, simulations, group discussions, and field practice. The results showed an increase in cadre skills in monitoring child growth and development (from 50.0% to 73.3%), measuring body dimensions (from 90.0% to 100%), and counseling (from 66.7% to 90.0%). The average cadre skill score also increased, especially in measuring body dimensions with an increase of 21.6 points. This training shows that cadre training helps improve child growth and development monitoring skills. It is recommended that ongoing training programs and routine refresher courses be provided evenly to ensure optimal quality of posyandu services.
OPTIMALISASI PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU JANTUNG (POSBINDU JANTUNG) DI DESA BAJO INDAH KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Banudi, La; Toruntju, Sultan Akbar; Rofiqoh
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1673

Abstract

Heart disease usually occurs due to damage to the heart muscle cells in pumping blood flow throughout the body. This disease can be prevented by minimizing risk factors including unhealthy diet, lack of physical activity, cigarette consumption, and increased stressors and exposure to causes. This activity aims to optimize the implementation of the Integrated Heart Development Post (Posbindu Jantung) in Bajo Indah Village. The implementation of community service activities uses the Participatory Action Research (PAR) method. Preparation for activities carried out is program coordination to the Soropia Health Center, the results of the implementation of the Posbindu Jantung training are that the level of knowledge of cadres has increased based on the results of the pre and post tests. The level of cadre skills has also increased. The results of the screening were mostly normal blood pressure category 60%, normal body mass index category 80%, and obese waist circumference category 55%. Evaluation was held post-test with an increase of 3.8%. Optimization was carried out in the implementation of Cadre activities. The suggestion submitted was Cross-sector cooperation between the local government and the Health Center in terms of providing facilities and infrastructure for the smooth running of the PTM posbindu activities. The suggestions given are to increase the capacity of cadres through further training, provide more adequate resources, and increase educational efforts on an ongoing basis.
Pentingnya Skrining Kesehatan Remaja sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit di SMAN 11 Konawe Selatan Rosnah, Rosnah; Syukur Bau, Abdul; Hasan; Petrus; Fathurrahman, Teguh; Atoy, Lena; Atmaja, Ratih Feraritra Danu; Kasim, Syaifudin Suhri
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1686

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan golongan darah, tekanan darah dan status gizi sebagai upaya deteksi dini penyakit yang umum terjadi di kalangan pelajar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap persiapan, sosialisasi, dan pelaksanaan skrining kesehatan. Sebanyak 50 siswa SMAN 11 Kabupaten Konawe Selatan mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining diketahui 32 siswa (64%) memiliki status gizi normal, 9 siswa (18%) status gizi kurang, 4 siswa (8%) kelebihan berat badan, dan 5 siswa (10%) mengalami obesitas. Golongan darah yang paling banyak ditemukan adalah golongan darah O, sebanyak 23 orang (46%), diikuti oleh golongan darah A sebanyak 13 orang (26%), golongan darah B sebanyak 9 orang (18%), dan golongan darah AB sebanyak 5 orang (10%). Sebagian besar siswa (43 siswa atau 86%) memiliki tekanan darah kategori normal, dan 7 siswa (14%) memiliki tekanan darah pada kategori pra hipertensi. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa dalam kondisi sehat, namun terdapat sebagian yang memerlukan perhatian terkait status gizi dan tekanan darah. Rekomendasi intervensi seperti edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, perlu diterapkan guna menjaga dan meningkatkan kesehatan remaja secara menyeluruh. Kata Kunci: Deteksi Dini, Remaja, Skrining Kesehatan
JURNAL INOVASI PEMBERDAYAAN DAN Skrining PTM Hipertensi dan Terapi Pencegahannya (Terapi Komplementer Bekam) Serta Pemeriksaan Kesehatan di Daerah Pesisir Kecamatan Soropia Rosyanti, Lilin; Hadi, Indriono; Rosyanti, Anita; Sarimusrifah; Koro, Suriana
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1695

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berkontribusi besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas. Skrining penyakit tidak menular (PTM) khususnya hipertensi di daerah pesisir Kecamatan Soropia penting dilakukan untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Terapi komplementer bekam telah banyak digunakan sebagai metode non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan tekanan darah dengan mekanisme stimulasi vasodilatasi melalui peningkatan zat nitroksida. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan skrining PTM di wilayah pesisir ini diharapkan dapat mendukung pemberian terapi komplementer bekam sebagai intervensi pencegahan dan pengendalian hipertensi secara holistik. Pendekatan ini dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat pesisir yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan konvensional. Tujuan: Masyarakat dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan serta menggunakan Pendekatan terapi komplementer bekam dalam meningkatkan kesehatan pada Masyarakat Pesisir Kepulauan Badjoe, Metode: survei kesehatan, edukasi, dan terapi bekam sebagai upaya pencegahan hipertensi. Hasil: Sebagian besar peserta menunjukkan tekanan darah di atas normal. Setelah intervensi terapi bekam, terdapat penurunan rerata tekanan darah pada kelompok peserta yang mengikuti terapi secara rutin. Hambatan utama adalah keterbatasan waktu dan pengetahuan peserta. Kesimpulan: Terapi bekam sebagai intervensi komplementer, dikombinasikan dengan pendidikan dan skrining kesehatan, terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat pesisir. Kata Kunci: hipertensi, terapi komplementer, masyarakat pesisir, skrining kesehatan
EDUKASI TEKNIK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DENGAN BANTAL HANGAT DI DESA BAJOE INDAH KECAMATAN SOROPIA SULAWESI TENGGARA Wulandari, Hesti; Saraswati, Endah; Dolofu, Muliaty; Malahayati N
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1703

Abstract

Latar Belakang: Persalinan adalah proses kompleks yang melibatkan perubahan fisik dan emosional signifikan pada ibu hamil. Salah satu fase yang sering menimbulkan ketidaknyamanan adalah fase meneran. Nyeri dan ketidaknyamanan ini dapat disebabkan oleh tekanan yang tinggi pada area perut, punggung, dan panggul. Selama proses ini, ibu membutuhkan strategi manajemen nyeri yang efektif dan aman. Bantal panas dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan ketegangan otot dengan cara meningkatkan aliran darah ke area yang tertekan. Panas dari bantal dapat membantu merelaksasi otot-otot yang tegang dan mengurangi rasa nyeri. Ini bisa menjadi alat bantu non-farmakologis yang efektif dalam manajemen nyeri. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan bantal panas pada saat meneran pada ibu bersalin. Metode: Metode kegiatan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan demonstrasi. Hasil: Pengetahuan ibu hamil dan masyarakat tentang penggunaan bantal panas pada posisi semi fowler saat meneran sebelum edukasi sebagian besar pada kategori kurang (93%) dan setelah edukasi seluruhnya pada kategori baik (96%). Kata Kunci: Edukasi, Bantal Panas, Intrapartum.