cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Pusat PPM Poltekkes Kemenkes Kendari, Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Jendral A.H. Nasution No. G14, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27765628     EISSN : 27765628     DOI : https:/doi.org/10.36990/jippm
Core Subject : Health, Science,
Terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun yang menghimpun laporan ilmiah hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat baik itu inovasi dan pemberdayaan dalam bidang kesehatan oleh dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kendari maupun oleh penulis lain di luar institusi Poltekkes Kemenkes Kendari.
Articles 84 Documents
PEMBERDAYAAN KADER REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN PERILAKU GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA: Pemberdayaan Kader Remaja di SMAN 01 Motui Kab. Konawe Utara Rasmaniar, Rasmaniar; Fathurrahman, Teguh; Ahmad; Nurlaela, Euis; I Made Rai , Sudarsono
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1751

Abstract

Nutritional problems in adolescents include stunting, wasting, chronic energy deficiency, micronutrient deficiencies, anaemia and eating disorders. These problems can have an impact on reducing adolescent productivity and the risk of non-communicable diseases. This community service activity aims to empower adolescent posyandu cadres in improving balanced nutrition behaviour for adolescents with nutrition counselling methods for adolescent posyandu cadres. The results showed that the knowledge of adolescents before counselling was mostly in the poor category, namely 72.4% (n = 21), after counselling knowledge increased, more adolescents had knowledge in the good category, namely 48.3% (n = 14). There is an effect of empowering adolescent cadres with counselling methods to increase the knowledge of adolescent cadres about balanced nutrition.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DAN SKRINING PROTEINURIA DALAM DETEKSI DINI RISIKO GAGAL GINJAL KRONIK PADA REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL Tirta, Johan; Rosyanti, Lilin; Saranani, Muhaimin; Hadi, Indriono; Sinosi, Andi Mir'atul hayat; Maharani, Ni Putu Diah Ayu Wulan
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1783

Abstract

Latar belakang: Gagal ginjal kronis pada remaja meningkat, sementara kebiasaan minum air putih rendah dan skrining ginjal jarang dilakukan. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dan skrining proteinuria sebagai deteksi dini risiko gagal ginjal kronik pada remaja SMA. Metode: Pengabdian masyarakat dengan desain pre–eksperimental one group pretest–posttest pada 50 siswa SMA Negeri 2 Kendari. Intervensi berupa edukasi menggunakan video dan presentasi disertai diskusi, dilanjutkan pemeriksaan protein urin sewaktu dengan metode carik celup. Data pengetahuan dijelaskan secara deskriptif komparatif. Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 68,80 menjadi 98,10 (kenaikan 42,6%) dengan penyebaran skor yang lebih homogen. Skrining menunjukkan 12% siswa tanpa proteinuria, 82% positif +1, dan 6% positif ++2. Simpulan: Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan gagal ginjal kronik, sedangkan tingginya temuan proteinuria membuktikan pentingnya penemuan dini. Saran: Diperlukan pemantauan lanjutan, indikasi klinis, dan integrasi program pendidikan ginjal berkelanjutan di sekolah
Pendampingan Kader Posyandu Pada Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di Puskesmas Mata Kota Kendari Rosnah, Rosnah; Yunanci V. Gobel, Sri; Ahmad; Sake, Risma; Irma, Rita; Fathurrahman, Teguh; Hasan; Syahrianti
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1785

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that remains a challenge in Kendari City. One prevention strategy is through a local food-based Supplementary Feeding (PMT) program supported by Posyandu (Integrated Service Post) cadres. This community service program aims to improve the cadres' capacity in processing, serving, providing nutrition education, and assisting families of toddlers. Implementation methods included training, hands-on practice, and on-the-job mentoring for 30 Posyandu cadres in the Mata Community Health Center (Puskesmas Mata) work area. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, as well as skills observations. Pre-and post-test data were analyzed quantitatively to illustrate improvements in participants' knowledge scores, while observation and interview results were analyzed qualitatively to determine changes in cadres' behavior and practical skills. Data are presented in tables and narratives explaining the achievements in improving the Posyandu cadres' capacity. Results show an increase in the average cadre's knowledge from 62.4 to 88.6, as well as significant improvements in skills in local food processing and nutrition education. This activity effectively strengthens the role of Posyandu cadres in implementing local PMT, in accordance with the 2023 Ministry of Health Technical Guidelines, to accelerate stunting reduction.
EDUKASI, SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) PADA MASYARAKAT AWAM/SEKOLAH MENENGAH ATAS ALFITYAN SCHOOL DI WILAYAH KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2025: Kata Kunci: Pertolongan Pertama; PPGD; Edukasi Kesehatan; Sekolah; Kesiapsiagaan Maulidah Ida; Puspa Wardhani; Ruri Virdiyanti; Suhendra; Alvi Roelanda; Asep Kusdiana
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1791

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kegawatdaruratan masih tergolong rendah, termasuk di lingkungan sekolah, di mana guru dan siswa sering kali belum memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi seperti henti jantung, pingsan, tersedak, atau patah tulang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMA Alfityan School Kubu Raya melalui edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung, yang melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test melalui kuesioner untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 60,8 menjadi 79,3 setelah pelatihan, dengan uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan (p<0,05). Selain itu, peserta juga memperlihatkan peningkatan keterampilan dalam melakukan tindakan CPR, manuver Heimlich, serta imobilisasi patah tulang. Dengan demikian, kegiatan edukasi dan demonstrasi PPGD terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara berkelanjutan serta diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana dan keadaan gawat darurat.
Anthropometric Screening, Nutrition Education and Demonstration of Healthy Food/Drinks as an Effort for Early Detection and Prevention of Non-Communicable Diseases Rasmaniar Rasmaniar; Hasmia Naningsih; Teguh Fathurrahman; La Banudi; Arsulfa Arsulfa; Sri Yunanci V. Gobel; Lena Atoy; Evi Kusumawati; Ahmad Ahmad; Melania Asi; Muliati Dolofu; Hasan Hasan; La Taha; Sudarmin
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1894

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Hiperkolesterolemia, dan Gout Arthritis semakin meningkat di masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Matanauwe, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, bertujuan melakukan skrining kesehatan (antropometri, gula darah, kolesterol, dan asam urat) serta pemberian edukasi gizi sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan PTM. Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan sebagian peserta memiliki kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat di atas nilai normal, serta variasi status gizi yang berpotensi meningkatkan risiko PTM. Edukasi gizi dan demonstrasi masak sehat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menegaskan pentingnya skrining rutin dan edukasi gizi berkelanjutan di tingkat desa.
Implementation of the RAMAI (Rutin Minum Air) Program as a Preventive and Promotive Effort to Improve Kidney Health Among Students Through Education and Urine Sediment Examination: Implementasi Program RAMAI (Rutin Minum Air) Sebagai Upaya Preventif dan Promotif Kesehatan Ginjal di Kalangan Mahasiswa Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Sedimen Urine Thesobia Grace Orno; Tuti Yuniarty; Ratih Feraritra Danu Atmaja; Ahmat Rediansya Putra; Aulia Rachma
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1921

Abstract

Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada penurunan fungsi fisiologis, metabolik, dan kognitif. Mahasiswa yang merupakan bagian dari kelompok remaja menuju dewasa muda merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami hipohidrasi, seiring dengan meningkatnya aktivitas akademik dan pergeseran lifestyle. Edukasi pentingnya perbaikan status hidrasi yang didukung dengan pemeriksaan sedimen urine merupakan Tindakan penting dalam upaya peningkatan pengetahuan sekaligus perbaikan parameter klinis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 150 peserta dalam kegiatan edukasi. Pengetahuan tentang hidrasi diukur menggunakan kuesioner, sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 31 peserta yang telah menjalani skrining awal pemeriksaan sedimen urine sebelumnya dengan hasil abnormal, menjalani terapi hidrasi selama dua pekan, dan dilakukan pemeriksaan sedimen post terapi hidrasi. Analisis menggunakan uji t-berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 69,23 menjadi 79,33 (p<0,001), setara dengan peningkatan sebesar 14, 6%. Pemeriksaan sedimen urine menunjukkan rerata temuan sel eritrosit (1,19 menjadi 0,19), sel leukosit (5,48 menjadi 1,00), sel epitel (9,58 menjadi 3,16) dan sel bakteri (1,29 menjadi 0,29). Penurunan juga terjadi pada kristal asam urat (1,48 menjadi 0,23), serta kristal oksalat dan kristal fosfat yang sebagian besar tidak ditemukan post terapi hidrasi. Disimpulkan bahwa terapi edukasi dan pemeriksaan sedimen urine terbukti meningkatkan pengetahuan dan animo peserta untuk memperbaiki status hidrasi. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai strategi promotif-preventif dalam menjaga kesehatan ginjal.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Terapi Komplementer Dalam Pencegahan Penyakit Menular TBC Lilin Rosyanti; Indriono Hadi; Johan Tirta; Nurjannah Nurjannah; Andhika Firmansyah Putra; Nikmaturohmah Hadi
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1697

Abstract

Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah utama kesehatan di daerah pesisir Indonesia akibat faktor lingkungan, perilaku, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan TBC melalui intervensi terapi komplementer (bekam basah dan terapi spiritual ATAQ) di Desa Badjoe, Soropia. Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 70 peserta nelayan melalui penelitian kesehatan, edukasi, pelatihan, dan simulasi terapi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan tentang TBC (80% peserta mencapai kategori “baik” pada post-test) dan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik 12,4 mmHg ( p < 0,05). Terapi bekam basah dan ATAQ diterima secara budaya, dengan 73,3% peserta melaporkan peningkatan kenyamanan fisik dan spiritual. Studi ini memperkuat bukti bahwa integrasi terapi komplementer berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian TBC di wilayah marjinal. Kata Kunci: Terapi Komplementer, Penyakit menular TBC
PKM Edukasi Kesehatan Dengan Pemanfaatan Budaya Lokal Suku Kokoda Tentang Risiko Perkawinan Anak Terhadap Stunting Pada Balita Di Kampung Maibo, Kabupaten Sorong : Strategi Edukasi Kesehatan untuk Pencegahan Stunting melalui Pendekatan Budaya Kokoda Maria Loihala; Ivony Putriningtyas; Stefanny Kristin Pattypeilohy
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1752

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Kabupaten Sorong dengan prevalensi 29,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Praktik perkawinan anak yang tinggi di masyarakat kokoda, dipengaruhi budaya, ekonomi, dan rendahnya literasi kesehatan, berdampak pada kesiapan ibu dan meningkatkan risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga dan remaja terkait risiko perkawinan anak melalui edukasi berbasis keluarga dengan pendekatan budaya Kokoda. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Maibo, Distrik Aimas, melalui tahapan koordinasi, focus group discussion (FGD), pre-test, edukasi terpadu tentang kesehatan reproduksi remaja, bahaya perkawinan anak, serta gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan diakhiri dengan post-test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 77,3% peserta memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 59,1% peserta memiliki pengetahuan baik dan 40,9% cukup, serta tidak terdapat peserta dengan pengetahuan kurang Keterlibatan tokoh adat Moi memperkuat penerimaan informasi. Kesimpulan, Edukasi berbasis keluarga dengan pendekatan budaya lokal efektif meningkatkan pengetahuan mengenai risiko perkawinan anak dan pencegahan stunting, serta dapat dijadikan model intervensi di komunitas adat.
Screening and Education on Anemia and Non-Communicable Diseases in Adolescents in Motui Sitti Muhsinah; Sitti Rachmi Misbah; Fitri Wijayati
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1856

Abstract

Remaja, merupakan kelompok umur terbesar dalam struktur penduduk Indonesia. Remaja sangat rentang terhadap masalah kesehatan seperti anemia bagi remaja putri dan risiko terkena penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan skrining kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah, status gizi, dan kadar Hb, serta bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan penyakit tidak menular. Hasil pengabdian masyarakat, ditemukan bahwa sebagian besar 71,4 % remaja memiliki tekanan darah yang normal, 25,7% prehipertensi, dan 2,9 % hipertensi Tk. 1. Status gizi remaja sebagian besar 57,1 % remaja memiliki IMT kategori normal, 31 % kategori kurus, dan 11,4 % kategori gemuk ringan. Skrining anemia pada remaja putri ditemukan kadar Hb remaja 11,4 gr/dl hingga 16, 3 gr/dl. Remaja putri sebagian besar 95,7 % tidak mengalami anemia, dan hanya 4,3% yang mengalami anemia. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan penyakit tidak menular sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan peningkatan skor terjadi peningkatan rata-rata skor yaitu menjadi 9,25 dengan skor maksimum 9,25 dengan p value 0,000. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar remaja dalam kondisi sehat, edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan. Rekomendasi kegiatan ini adalah kolaborasi dengan pihak terkait agar pemeriksaan kesehatan remaja rutin dilaksanakan, edukasi kesehatan berbasis media sosial tentang pola hidup dan pola makan, peningkatan aktiftas fisik, sehingga tercapai kesehatan remaja yang menyeluruh.
EDUKASI REMAJA PUTRI UNTUK MENGGERAKKAN TEMAN SEBAYA DALAM MEMBENTUK REMAJA YANG SEHAT DI KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE wita Aswita; Askrening; Sitti Aisa; Melania Asi; Elyasari; Yustiari
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa yang membutuhkan perhatian khusus. Aturan terkait masa remaja terutama pengetahuan remaja hidup sehat perlu diperhatikan agar remaja tidak salah memahami kesehatan reproduksi yang benar. Remaja perlu mendapatkan ilmu pengetahuan yang benar terkait kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, dan penyakit menular seksual, penyalahgunaan NAPZA, HIV AIDS, agar terhindar dari pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan mereka (Pitri et al., 2026). Sebagai langkah awal pencegahan, peningkatan pengetahuan remaja perlunya memberikan edukasi remaja Putri dalam menggerakkan teman sebaya dalam membentuk remaja yang sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP I Soropia. Peserta berjumlah 30 siswa yang terbagi dalam dua kelas. Metode Kegiatan dilakukan dengan pihak sekolah agar tidak mengganggu jam belajar. Pembentukan remaja dan yang berminat menjadi penggerak kesehatan menggerakkan teman sebaya. Pemberian materi berupa kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, dan terinfeksi penyakit menular seksual, penyalahgunaan NAPZA serta HIV AIDS Kesehatan Kebersihan Diri/ organ reproduksi. Hasil Pengukuran terhadap pengetahuan remaja dalam menggerakkan teman sebaya dalam membentuk remaja yang sehat di peroleh hasil nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil saat pretest adalah 86,7, semua peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 100,00 (kategori baik menurut Arikunto). Kesimpulan Terlaksananya pemberian edukasi remaja Putri dalam menggerakkan teman sebaya dalam membentuk remaja yang sehat