cover
Contact Name
Gunawan
Contact Email
gunawan@unram.ac.id
Phone
+6281246673311
Journal Mail Official
jppm.fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Kampus FKIP Universitas Mataram, Jln. Majapahit No. 62 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26147947     EISSN : 26147939     DOI : https://doi.org/10.29303/jppm
Core Subject : Education,
PPM ini merupakan wadah publikasi ilmiah di bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun kelompok masyarakat lainnya. Jurnal ini menerima artikel hasil pengabdian maupun pemberdayaan masyarakat pada semua bidang baik pendidikan, seni, sosial budaya, ekonomi, hukum, pertanian, perikanan, dan lain-lain baik yang berbentuk penyuluhan, pendampingan, bimbingan teknis, dan jenis kegiatan lain yang relevan. Jurnal ini merupakan Open Access Journal dengan e-ISSN 2614-7939 dan p-ISSN 2614-7947, terbit perdana mulai Februari 2018. Dalam 1 (satu) tahun terbit 2 kali yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Mulai 2019 artikel terbit 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 609 Documents
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI PEMBUATAN RENCANA TUTORIAL DI PPA ID 0810 Salu, syani Bombongan Rante; Herman, Joffri
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6640

Abstract

Pencapaian suatu tujuan haruslah dengan perencanaan yang baik dan benar. Dalam peningkatan mutu pembelajaran di PPA ID 0810, hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah pembuatan rencana tutorial. Pembuatan rencana tutorial membantu pengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran pada indicator penanda kemajuan yang berdasarkan pada kurikulum dan objektif masalah. Dalam pembuatan rencana tutorial ini, pengajar akan menyesuaikan materi yang telah disesuaikan antara kurikulum dan objektif masalah dengan alokasi waktu pembelajaran selama satu semester. Dengan metode ceramah, Tanya jawab dan praktek, dihasilkan sebuah sebuah modul hasil pembuatan rencana tutorial yang telah disesuaikan dengan misi PPA.
PSIKOEDUKASI PENGENALAN BAHAYA HIV/AIDS PADA SISWA SMAN 2 BIREUEN GUNA MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA Safarina, Nur Afni; Hizriani, Hizriani; Ulfayani, Ulfayani; Fari, Cut Salaisya; Handayani, Putri; Jumadilla, Julia; Iramadhani, Dwi; Julistia, Rini; Safitri, Yulia Nanda
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6753

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa SMAN 2 Bireuen agar dapat mengetahui serta mengenal bahaya HIV/AIDS serta meningkatkan pengetahuan mereka terkait jenis-jenis gangguan mental yang dialami penderita hiv/aids, gejala-gejala psikologis yang sering dialami yakni dampak psikologis yang dialami penderita  HIV/AIDS serta cara penangannya. Metode yang digunakan dalam psikoeducasi ini adalah memberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan memberikan pengetahuan mengenai HIV/AIDS serta dampak psikologis yang dialami. Hasil yang diperoleh dari psicoedukasi ini sesuai dengan target yang telah ditentukan peneliti, psikoeducasi berjalan dengan lancar, para siswa antusias dalam mendengar dan juga bertanya, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar hingga akhir.  
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI DENGAN MENGELOLA STRES PADA MASYARAKAT DI DESA BUGAK MESJID Safarina, Nur Afni; Ramadhani, Nurul; Khaira, Rizka Nidaul; Indah, Sri; Waddah, Syifa Rahimatul; Rahmasari, Ulfa; Taringan, Beby Astri; Dewi, Rahmia; Amin, Safuwan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi Dimana tekanan darah individu meningkat melebihi batas normal, tekanan darah normal adalah tekanan darah sistolik 120 mmHg, tekanan darah diastolik adalah 80 mmHg. Faktor penyebab hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti pola hidup tidak sehat serta faktor psikologis seperti kecemasan atau stres. Stres adalah bagian normal dari kehidupan akan tetapi terlalu sering merasa stres akan berdampak pada Kesehatan. Oleh karena itu, setiap individu harus dapat mnegelola perasaan stres dengan baik. Kabupaten Bireuen tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di Provinsi Aceh tahun 2019. Artikel ini mendeskripsikan tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa prodi Psikologi dalam mengedukasi para masyarakat terkait cara mengelola stress guna mencegah peningkatan kasus hipertensi. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 10 orang masyarakat desa Bugak Mesjid Kec. Peusangan, Kab. Bireuen dengan menggunakan metode penyampaian materi secara langsung oleh narasumber.
PSIKOEDUKSI MENINJAU PENGARUH STRES TERHADAP KESEHATAN LAMBUNG PADA REMAJA PALOH IGEUH DEWANTARA Safarina, Nur Afni; Amel, Isnaini Amelia; Zahra, Riza; Mutia, Faradina; Astria, Revi; Humayrah, Intan; Suzanna, Ella; Musni, Riza
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6766

Abstract

Masa remaja merupakan masa penuh gejolak emosi dan ketidakseimbangan, yang tercakup dalam "Strom and stres". Stres dapat mempengaruhi pola makan dan waktu istirahat seseorang sehingg hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perubahan hormon dalam tubuh dan peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan terjadinya gastritis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stress terhadap penyakit lambung dan untuk mengajarkan peserta bagaimana cara mengelola stres secara positif. Metode dalam kegiatan ini menggunakan metode psikoeduasi yang terbagi menjadi dua sesi yaitu pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan 12 peserta yakni remaja yang tinggal di Desa Paloh Igeuh Dewantara. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta dapat memahami tentang hubungan stress terhadap kesehatan lambung maupun bagaimana cara untuk mengkoping stress agar terhindar dari penyakit gastritis atau penyakit lambung. Selain itu, kegiatan psikoedukasi ini juga diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan bagi para remaja di Desa Paloh Igeuh Dewantara yang ikut terlibat dalam kegiatan ini.
PELATIHAN MENYUSUN INSTRUMEN PENELITIAN UNTUK GURU, KARYAWAN, DAN PENELITI PEMULA Arif Rahman Hakim; M. Tohimin Apriyanto; Napis; Farhan, Muhamad; Rahmatulloh
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyusun instrumen penelitian pendidikan dan pembelajaran di kalangan guru, karyawan, dan peneliti pemula merupakan salah satu keterampilan yang harus terpenuhi secara optimal demi terlaksananya kegiatan penelitian yang baik dan benar. Namun pada kenyataannya secara umum para guru, karyawan, dan peneliti pemula masih merasakan kesulitan dan bingung dalam hal menyusun instrumen penelitian. Sehingga seringkali terjadi stagnant untuk kegiatan penelitian di kalangan guru, karyawan, dan peneliti pemula. Permasalahan tersebut menjadi fokus Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk menawarkan solusi kepada Annadif Bimbel (Lembaga Bimbingan & Konsultasi Belajar) untuk melakukan pelatihan, bimbingan, dan pendampingan mengenai penyusunan dan pembakuan instrumen penelitian. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Aula Annadif Bimbel Wisma Asri Bekasi Utara yang diikuti oleh 23 orang dengan profesi guru, karyawan, dan peneliti pemula. Rangkaian kegiatan dalam pelatihan ini yaitu: (1) Tahap persiapan; (2) Tahap pemaparan mengenai deskripsi kegiatan; (3) Tahap penyampaian materi tentang instrumen penelitian; (4) Tahap latihan terbimbing, (5) Tahap diskusi. Kegiatan pelatihan menyusun instrumen penelitian kepada para guru, karyawan, dan peneliti pemula yang sudah dilaksanakan ini sangat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir. Para peserta yang hadir dalam kegiatan mampu menyusun kisi-kisi instrumen, mampu menyusun instrumen soal dan angket, dan mampu memahami langkah berikutnya berupa validasi instrumen yang sudah tersusun. Secara keseluruhan kegiatan PkM ini dapat disimpulkan sudah terlaksana dengan baik dan menghasilkan dampak yang positif dari Tim Pelaksana PkM kepada lembaga mitra kegiatan.
PEMBERDAYAAN REMAJA MASJID RIYADUSSHALIHIN CAKRANEGARA BARAT MELAUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KEAGAMAAN DALAM MEMBANGUN GENERASI SEHAT DAN RELIGIUS Musanip, Musanip; Al Gifari, Zaid; Pahmi, Khairil; Iswaini, Dedi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6838

Abstract

Program pemberdayaan remaja masjid Riyadusshalihin, Cakranegara Barat, berfokus pada integrasi pendidikan kesehatan dan keagamaan sebagai upaya membangun generasi yang sehat dan religius. Masjid menjadi platform yang strategis untuk mempengaruhi pola pikir dan perilaku remaja. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk remaja masjid, pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ahli kesehatan. Kegiatan program mencakup serangkaian kegiatan berupa ceramah/presentasi, diskusi, dan praktek kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan fisik dan spiritualitas dalam Islam. Masjid menjadi tempat bagi remaja untuk belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan jiwa, serta mendalami nilai-nilai keagamaan yang akan membimbing mereka dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Melalui program ini, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran remaja tentang kesehatan dan keagamaan sebesar 33.28%. Integrasi pendidikan kesehatan dan keagamaan di masjid merupakan strategi yang efektif dalam membentuk karakter dan moralitas remaja. Melalui kolaborasi dan dukungan yang kuat dari masyarakat dan pengurus masjid, program pemberdayaan remaja di Masjid Riyadusshalihin diharapkan menjadi kegiatan kontinu dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja menuju generasi yang sehat dan religius.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BOLA UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK KELAS 2 SD NEGERI 12 AMPENAN Hikmawati, Hikmawati; Wiwindiarti; Taufiqurrahman, Irwan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6847

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas 2 SD Negeri 12 Ampenan melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan pemanfaatan media pembelajaran bola. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2023 di SD Negeri 12 Ampenan dengan peserta kegiatan sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan terbagi ke dalam tiga tahapan yakni: pembukaan, inti (pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan media pembelajaran bola pada Mata Pelajaran Matematika, topik penjumlahan dan pengurangan), dan penutup. Data Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (KBTT) diperoleh dari pemberian tes sejumlah 10 soal. Ketuntasan klasikal terpenuhi bila 85% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 80. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata KBTT peserta didik sebesar 86, dengan nilai tertinggi sebesar 100 dan nilai terendah sebesar 60. Ketuntasan klasikal sebesar 90% peserta didik memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 80. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan pemanfaatan media pembelajaran bola dapat dijadikan alternatif model dan media pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas 2 SD Negeri 12 Ampenan.
MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL DENGAN MENCEGAH PERILAKU PERUNDUNGAN Agus Kurnia; Winny Anindya Nadi; Lia Qurnia; Zaura Intan Zaraoda; Asmara Yang Quraini; Fina Saprina
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6924

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Perundungan terhadap kesehatan mental, terutama pada siswa tingkat Sekolah Dasar. Perilaku Perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar dapat memberikan dampak terhadap mental, fisik dan pikiran siswa. Islam juga melarang perilaku perundungan sebagaimana terdapat dalam QS Al-Hujurat ayat 11. Pengabdian ini menggunakan salah satu metode penyuluhan, yaitu dengan mensosialisasikan dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku perundungan terjadi karena keadaan fisik dan penampilan korban yang sedikit berbeda, sehingga menyebabkan terjadinya tindakan seperti menghina dan mengolok-olok dengan menjadikan hal tersebut sebagai bahan candaan. Anak-anak yang menjadi korban perundungan juga kerap memendam sendiri perasaan yang mereka rasakan tanpa berani melawan atau bercerita kepada orang yang lebih tua karena merasa takut tidak didengar. Perilaku perundungan dapat terjadi secara verbal (langsung) maupun nonverbal (tidak langsung). Perilaku perundungan secara verbal seperti mengganggu, mengancam, mempermalukan atau menyebarkan berita buruk tentang orang lain. Perundungan juga dapat terjadi di dunia maya yang memanfaatkan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, serta platform game online. Dampak yang ditimbulkan pada korban seperti depresi, menurunnya tingkat kepercayaan diri, kehilangan kemampuan bergaul dan lebih suka menyendiri, hingga memiliki keinginan untuk balas dendam. Dampak yang diperoleh oleh pelaku adalah merasa memiliki kekuasaan dan merasa memegang kendali serta semakin kehilangan rasa empati. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kognitif siswa terhadap bahaya tindakan perundungan dan pentingnya menjaga kesehatan mental.
PELATIHAN SASTRA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS SISWA KELAS 5 DAN 4 DI SDN 86 KOTA BENGKULU ermita; Paulina, Yanti; Hakim, Man
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i3.7150

Abstract

Mahasiswa sebagai agen of change atau biasa dikenal dengan sebutan agen perubahan dalam dunia pendidikan, oleh karena itu gerakan perubahan itu dapat meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia dan salah satunya diimplementasikan dalam bentuk pentas seni yang akan menanamkan pengetahuan juga keterampilan peserta didik dalam mengenal seni dan menanamkan jiwa kreatif. Salah satu pendukung mahasiswa menjadi agen of change itu adalah Program Kampus Mengajar yang mana sekarang telah mencapai angkatan ke 7 merupakan program yang lahir dari konsep kebebasan belajar yang memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berkembang dan berkontribusi, khususnya di bidang literasi dan numerasi. Kegiatan Kampus Mengajar tentu diharapkan dapat memberikan dampak positif pada tempat pelaksanaan program salah satunya SDN 86 Kota Bengkulu. Kegiatan pada program Kampus Mengajar ini memiliki berbagai program kerja salah satu program kerja yang dilaksanakan di SDN 86 Kota Bengkulu yaitu program kerja pentas seni dan pameran karya. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk dapat membangun motivasi siswa dalam proses pembelajaran di SDN 86 Kota Bengkulu melalui rangkaian acara "Perpisahan KM7 dengan Pentas Seni dan Pameran Karya". Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan dengan pemaparan pada artikel secara deskriptif kualitatif. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru SDN 86 Kota Bengkulu, beserta dosen pembimbing lapangan. Melalui serangkaian latihan dan kerja sama antar siswa dan mahasiswa acara ini berjalan dengan lancar. Harapan kedepannya sekolah dapat mengembangkan kembali kreativitas siswa dan mewadahinya agar kemampuan para siswa tidak dibiarkan dengan sia-sia.
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL DENGAN POLA INTERAKSI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 101 BENGKULU SELATAN Putra, Pili Angga; Hakim, Man; Paulina, Yanti
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i3.7153

Abstract

Kegitan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan media sosial dengan pola interaksi belajar kepada siswa SD Negeri 101 Bengkulu Selatan.  Manusia sebagai makhluk sosial adalah sebagian dari masyarakat. manusia tidak lepas dari hubungan antara sesama manusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah memakai jenis penelitian lapangan (field research), yaitu yang sebenarnya. Pada hakikatnya penelitian ini merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realita tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Dalam bentuk ini guru mengajar di sekolah hanya menyuapi makanan kepada anak. Siswa selalu menerima suapan itu tanpa komentar, tanpa aktif berfikir. Mereka mendengarkan tanpa kritik, apakah pengetahuan yang diterimanya di bangku sekolah itu benar atau tidak. Dalam hal seperti ini, guru sangat berperan penting, karena apa yang disampaikan oleh guru itulah yang diterima oleh siswa, interaksi seperti ini juga sangat penting, karena dengan adanya interaksi ini siswa akan fokus dan memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh gurunya. Dari kegiatan ini anak-anak bisa menggunakan media sosial dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah dan mendapatkan pembelajaran yang baru di dalam kegiatan kampus mengajar di sd negeri 101 bengkulu selatan. Kesimpulan dari kegiatan ini media sosial memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik dan mempengaruhi perilaku masyarakat, baik secara positif maupun negatif Program ini membantu mengatasi kekurangan tenaga pengajar di daerah-daerah terpencil dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.