cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 527 Documents
Pengaruh Workload Terhadap Turnover Intention Melalui Burnout Dan Work Engagement Pada Karyawan Produksi PT Astra Honda Motor Karawang Lailafitri Lailafitri; Cecep Hermana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9560

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat turnover intention pada operator produksi di sektor manufaktur yang berpotensi mengganggu stabilitas tenaga kerja dan produktivitas perusahaan. Fenomena tersebut umumnya dipengaruhi oleh tingginya workload, kondisi burnout, serta rendahnya work engagement karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload terhadap turnover intention melalui burnout dan work engagement pada operator produksi PT FCC Indonesia Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian terdiri atas operator produksi PT FCC Indonesia Karawang dengan sampel sebanyak 138 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling melalui metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap burnout serta berpengaruh negatif terhadap work engagement. Selain itu, workload dan burnout terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan work engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa work engagement mampu memediasi pengaruh workload dan burnout terhadap turnover intention. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja dan kelelahan kerja dapat meningkatkan kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi, sementara tingginya keterikatan kerja mampu menekan niat tersebut. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola beban kerja secara proporsional, mengurangi risiko burnout, serta meningkatkan work engagement guna menurunkan tingkat turnover intention karyawan.
Implementasi Kebijakan Restorative Justice Dalam Penghentian Penuntutan: Studi Kasus Di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Haifa Noorfaiqoh; Muhammad Mpu Samudra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9565

Abstract

Sistem peradilan pidana di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan retributif yang menitikberatkan pada penghukuman pelaku sehingga sering kali belum mampu memberikan pemulihan yang optimal bagi korban maupun hubungan sosial di masyarakat. Sebagai bentuk pembaruan hukum pidana, Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif diterbitkan untuk menghadirkan mekanisme penyelesaian perkara pidana yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi restorative justice dalam penghentian penuntutan perkara penggelapan dalam jabatan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi berkas perkara restorative justice, dokumen penghentian penuntutan, serta studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan literatur hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghentian penuntutan dilakukan melalui proses mediasi antara pelaku dan korban, tercapainya kesepakatan perdamaian, serta penggantian kerugian sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaku. Penerapan restorative justice mampu memberikan penyelesaian perkara yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada pemulihan hubungan sosial dibandingkan proses peradilan pidana konvensional. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya, rendahnya pemahaman masyarakat, serta masih kuatnya paradigma hukum retributif di kalangan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan konsistensi penerapan kebijakan restorative justice agar pelaksanaannya lebih optimal dalam sistem peradilan pidana.  
Strategi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di SD IT Fathona Pakjo Novia Audina; Nyimas Atika; Wira Alvio
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9568

Abstract

Skripsi ini berjudul “Strategi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di SD IT Fathona Pakjo”. Sumber daya manusia yang baik merupakan kunci utama kemajuan dan kesuksesan bangsa. Sumber daya yang baik tentu memiliki karakter yang baik, termasuk karakter religius, karena karakter yang baik akan berdampak kepada sikap, sifat, perilaku, pemikiran, perkataan dan pandangan seseorang. Pendidikan sangat berperan penting dalam proses pembentukan karakter religius siswa, termasuk Sekolah Dasar (SD), karena pendidikan karakter harus diajarkan dan ditanamkan kepada anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam pembentukan karakter religius siswa di SD IT Fathona Pakjo serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat strategi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam pembentukan karakter religius siswa di SD IT Fathona Pakjo. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian bahwa strategi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam pembentukan karakter religius siswa di SD IT Fathona Pakjo sudah dijalankan dengan baik sesuai strategi yang telah direncanakan, dapat dilihat dengan adanya beberapa kegiatan religius yang dibuat wakil kesiswaan yaitu penerapan nilai 5S, (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), murajaah sebelum pembelajaran dimulai, shalat zuhur berjamaah, shalat duha berjamaah dan yasinan bersama. Adapun faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah dan adanya dukungan dari para guru. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kesadaran peserta didik dan pengaruh negatif lingkungan peserta didik.
Analisis City Branding Denpasar Sebagai Kota Wisata Budaya I Gusti Made Suka Arnawa; I Putu Arnawa
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi city branding “The Heart of Bali” sebagai identitas Kota Denpasar sebagai kota wisata budaya serta mengevaluasi efektivitasnya dalam memperkuat citra destinasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya city branding dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata, sekaligus adanya kesenjangan antara identitas Denpasar sebagai kota wisata budaya dengan persepsi wisatawan yang masih cenderung mengenal Denpasar sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen pemerintah, data statistik, serta berbagai publikasi yang relevan dengan city branding dan pariwisata budaya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan mengacu pada konsep City Brand Hexagon dari Anholt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi city branding “The Heart of Bali” dilakukan melalui pengembangan daya tarik wisata budaya, pelestarian budaya lokal, penyelenggaraan festival budaya, dan promosi destinasi berbasis budaya. Budaya lokal menjadi fondasi utama dalam pembentukan identitas Kota Denpasar yang direpresentasikan melalui berbagai aset budaya, tradisi masyarakat, dan aktivitas seni budaya yang masih berlangsung secara berkelanjutan. City branding tersebut telah berkontribusi dalam membangun citra Denpasar sebagai kota wisata budaya. Namun, efektivitasnya belum optimal karena positioning Denpasar sebagai destinasi wisata budaya masih belum sekuat destinasi unggulan lainnya di Bali. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi destinasi, promosi digital, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat citra dan daya saing Denpasar sebagai kota wisata budaya yang berkelanjutan.
Dampak Struktur Modal, Intellectual Capital, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Mediasi Pada Sub Sektor Logam Bei Periode 2020–2024 Ghina Salsabila; Melvi Yansi; Eko Wediyanto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak struktur modal, intellectual capital, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi pada perusahaan sub sektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan asosiatif kausal dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Populasi penelitian terdiri dari 16 perusahaan, dan melalui purposive sampling diperoleh 7 perusahaan sebagai sampel dengan 35 unit analisis. Analisis data menggunakan regresi data panel dan analisis jalur (path analysis) dengan dua model persamaan substruktur yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews 13. Pemilihan model terbaik menggunakan Uji Chow dan Uji Hausman yang menetapkan Fixed Effect Model (FEM) untuk Substruktur 1, sedangkan Common Effect Model (CEM) dipilih untuk Substruktur 2 berdasarkan Uji Lagrange Multiplier. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan model telah memenuhi syarat normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (koefisien = 0,006730; p = 0,027), sedangkan struktur modal dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (koefisien = 0,106739; p = 0,000), sementara intellectual capital dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (p = 0,327). Hasil analisis jalur menggunakan uji Sobel mengkonfirmasi bahwa profitabilitas tidak mampu memediasi hubungan antara struktur modal, intellectual capital, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor di sektor logam lebih memberikan apresiasi terhadap efisiensi aset tak berwujud dibandingkan struktur pendanaan maupun skala aset perusahaan selama periode pengamatan.
Analisis Kinerja Dan Budaya Organisasi SPPG Dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Jihan Fasabilla; Tiara Novita Sari; Shalina Niswa Ayyanus Saqi; Afifah Ulfatul Fauziyah; Dinda Shabrina Aini
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9591

Abstract

kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kinerja organisasi dan budaya organisasi yang berkembang dalam lembaga pelaksana, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kinerja organisasi yang efektif serta budaya organisasi yang mendukung diyakini berperan penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan budaya organisasi SPPG dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis sangat dipengaruhi oleh efektivitas kinerja organisasi yang mencakup aspek efisiensi, produktivitas, kualitas pelayanan, koordinasi, dan pencapaian tujuan organisasi. Selain itu, budaya organisasi yang ditandai oleh komitmen kerja, kedisiplinan, kerja sama, komunikasi yang efektif, serta orientasi pelayanan publik berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Sebaliknya, lemahnya koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan budaya kerja yang kurang adaptif berpotensi menjadi hambatan dalam mencapai tujuan program. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara kinerja organisasi dan budaya organisasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis secara efektif dan berkelanjutan.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dalam Tindak Pidana Kejahatan Seksual Online Moh Fakhri Anshori Adhyaksana; Zakiah Noer; Dara Puspitasari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9592

Abstract

This study examines the effectiveness of Law No. 12/2022 on the Crime of Sexual Violence (UU TPKS) and Government Regulation No. 27/2024 in protecting children from cybersexual crimes. Employing normative legal research with statutory and case approaches, the findings indicate a fundamental normative advancement through the criminalization of electronic non-physical sexual harassment under Article 5. However, the empirical reality reveals a minimalist case resolution rate due to the highly abstract nature of the offense elements, an asymmetric digital forensic burden of proof triggering a 70% case file return rate (p-19), and jurisdictional overlaps with the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) due to the absence of a bridging article. Furthermore, law enforcement is impeded by cognitive deficits among officials, inter-institutional fiscal fragmentation, transnational extraterritorial jurisdiction barriers, and a paradigm clash between restorative and retributive justice mechanisms. To realize the principle of the best interests of the child, this study recommends a comprehensive regulatory restructuring. This includes the unification of real-time digital reporting under KPAI, enhancing officials' digital forensic capabilities, material harmonization with the Juvenile Justice System Law (UU SPPA), institutionalizing a five-year special minimum prison sentence for adult offenders, and introducing the strict liability doctrine for digital platform corporations to curb the linear escalation of child exploitation in cyberspace.
Peran Hukum Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Dalam Penyelesaian Sengketa Utang Piutang Gunadi Gunadi; Andri Setiya Graha; Sumiadi Sumiadi; Ridho Hernowo; Sylvia Setjoatmadja
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9593

Abstract

Dalam ekosistem bisnis kontemporer, instrumen utang-piutang memegang peranan krusial sebagai katalis pembiayaan, namun eskalasi kompleksitas ekonomi berbanding lurus dengan meningkatnya risiko gagal bayar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi strategis dan komplementer dari rezim hukum kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam memitigasi risiko insolvensi dan menjaga stabilitas makroekonomi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif (legal research) dengan Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis menggunakan metode deduksi terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum kepailitan dan PKPU merupakan dua instrumen komplementer yang saling melengkapi dalam mengeliminasi tindakan eksekusi piutang secara sepihak. Hukum kepailitan memberikan perlindungan melalui peletakan sita umum untuk menjamin distribusi boedel pailit yang proporsional berdasarkan asas paritas creditorum dan stratifikasi kreditor. Sebaliknya, PKPU bertindak sebagai instrumen penyelamatan korporasi yang memberikan stimulus waktu bagi debitor solven untuk melakukan restrukturisasi keuangan melalui proposal perdamaian tanpa kehilangan kendali manajerial secara absolut. Namun, pada tataran empiris di Pengadilan Niaga, penegakan norma ini masih dihadapkan pada tantangan malapraktik yuridis berupa penyalahgunaan PKPU oleh pihak yang beriktikad buruk. Kesimpulannya, efikasi hukum kepailitan tidak hanya bertumpu pada teks undang-undang, melainkan sangat determinan pada transparansi finansial debitor, kualitas pembuktian, dan konsistensi yurisprudensi hakim dalam menegakkan asas keseimbangan guna mewujudkan kepastian hukum yang dapat diprediksi demi stabilitas ekonomi nasional.
Analisis Kebangkrutan PT Sariwangi Tahun 2018 Ditinjau Dari Perspektif Hukum Kepailitan Di Indonesia Muhammad Abu Hamid; Muhammad Fais Al-Qorni; Imam Wahyudi; Sylvia Setjoatmadja
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9594

Abstract

Kepailitan mencerminkan kondisi yuridis di mana seorang debitur tidak lagi mampu melunasi kewajiban finansialnya yang telah jatuh tempo kepada kreditur. Studi ini menyoroti kasus kepailitan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency pada tahun 2018, sebuah perkara yang menyita perhatian publik mengingat reposisi perusahaan tersebut sebagai pionir industri teh celup di Indonesia. Sengketa hukum ini berakar dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada tahun 2015 yang sebenarnya telah berujung pada pengesahan perjanjian perdamaian (homologasi). Kendati demikian, PT Sariwangi gagal merealisasikan pembayaran cicilan bunga yang telah disepakati, sehingga mendorong PT Bank ICBC Indonesia untuk melayangkan permohonan pembatalan homologasi ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji pertimbangan hukum majelis hakim dalam menjatuhkan vonis pailit, sekaligus menganalisis implementasi hukum kepailitan nasional dalam penyelesaian perkara ini. Dengan mengadopsi metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, data sekunder yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini bersandar pada regulasi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU. Hasil kajian menyimpulkan bahwa deklarasi pailit terhadap PT Sariwangi didasarkan pada pembuktian unsur wanprestasi atas kesepakatan damai yang telah dilegalisasi. Kelalaian debitur dalam memenuhi komitmen pembayaran utang memvalidasi langkah pembatalan homologasi tersebut. Oleh karena itu, amar putusan pailit dalam perkara ini dinilai telah selaras dengan tatanan hukum kepailitan yang berlaku di Indonesia
Pengaruh Good Corporate Governance Dan Whistleblowing System Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Wa Ode Anagata Talitha Ibrahim; Nabilah Khairina Zahro; Safina Naja Fauzi; Mila Roifatul Jannah; Brisani Elmiga Kareri; Rohmawati Kusumaningtias; Ambar Kusumaningsih
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan Whistleblowing System (WBS) terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2025. Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan GCG diukur melalui proporsi komisaris independen dan WBS diukur menggunakan variabel dummy berdasarkan kelengkapan mekanisme pelaporan pelanggaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 114 perusahaan dengan total 452 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang didukung oleh analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,283. Demikian pula, Whistleblowing System tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai signifikansi sebesar 0,439. Secara simultan, GCG dan WBS juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,412. Selain itu, nilai koefisien determinasi sebesar 0,004 menunjukkan bahwa kemampuan kedua variabel dalam menjelaskan variasi kinerja keuangan masih sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan GCG dan WBS pada perusahaan manufaktur selama periode penelitian belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan, sehingga faktor lain seperti efisiensi operasional, struktur modal, kondisi industri, dan faktor ekonomi makro diduga memiliki peran yang lebih dominan dalam memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.