cover
Contact Name
Muhammad Muharram
Contact Email
jatimas@unik-kediri.ac.id
Phone
+6282232209148
Journal Mail Official
jatimas@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Kadiri University, Agriculture Faculty Building G-103 Selomangleng #1, Pojok, Mojoroto Kediri City, East Java Province, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 28092422     EISSN : 28092414     DOI : https://doi.org/10.30737
Core Subject : Agriculture, Social,
JATIMAS aims to provide a platform for publishing reports and research findings on community service activities conducted in rural areas, with a specific emphasis on addressing the needs and challenges faced by rural communities. The journal seeks to promote knowledge sharing and innovative approaches to enhance the well-being and development of rural areas. The journal scope includes (but is not limited to): 1. Community Service Activities: The journal welcomes reports on a wide range of community service activities undertaken in rural areas or related to agricultural activities, such as healthcare initiatives, educational programs, infrastructure development projects, environmental conservation efforts, social welfare projects, and more. These reports should highlight the impact and outcomes of the activities, providing valuable insights for future initiatives. 2. Rural Community Development: Manuscripts focusing on strategies, policies, and best practices for rural community development are encouraged. This may include topics such as capacity building, entrepreneurship, sustainable livelihoods, local governance, social inclusion, and empowering marginalized groups within rural communities. 3. Agricultural Innovations and Practices: The journal covers agricultural topics relevant to rural areas, including but not limited to agricultural practices, techniques, innovations, and technologies. Contributions may explore areas such as crop cultivation, livestock management, agroforestry, sustainable farming methods, organic agriculture, and the use of modern tools and machinery in rural farming. 4. Sustainable Resource Management: Manuscripts addressing the sustainable management of natural resources in rural areas are of particular interest. This includes research on land use planning, water resource management, soil conservation, biodiversity preservation, and the adoption of renewable energy sources in rural communities. 5. Policy and Governance: The journal encourages articles examining policy frameworks and governance mechanisms that influence rural development and agricultural practices. These may include analyses of government policies, regulations, funding mechanisms, and institutional arrangements relevant to rural community service and agricultural sectors. 6. Case Studies and Experiences: The journal welcomes case studies and practical experiences from researchers, practitioners, and community members engaged in rural community service and agricultural activities. These reports should provide valuable insights into successful models, challenges encountered, lessons learned, and recommendations for future endeavours. JATIMAS seeks to foster interdisciplinary collaboration, bridge the gap between research and practice, and contribute to the overall development and sustainability of rural areas worldwide.
Articles 100 Documents
Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Sampah Organik di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember Arisandi, Dewi Puspa; Yulianto, Ma’ruf; Nailurrakhman, Adrian; Savero, Fernanda; Aurellia, Tiffany; Alwi, Kharisma Shofiudin Ma’sum; Nisa, Ulfi Khorun; Halimah, Nur; Rejeki, Desi; Anindita, Devina Cinantya
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6468

Abstract

Pocangan Village is located in Jember Regency, where the majority of the population works as farmers. These farmers are highly dependent on the availability of inorganic fertilizers, which are becoming increasingly scarce, expensive, and have been shown to reduce soil fertility. Organic waste is abundantly found in Pocangan Village and has the potential to be recycled into compost that is more environmentally friendly and aligns with the principles of sustainable agriculture. The objective of this community service activity was to provide training on the production of compost from organic waste to enhance the capacity of farmers in Pocangan Village. The activity was conducted from July to August 2023. Knowledge transfer to the farmers was carried out in three stages: (1) presentation of the material, (2) assistance in compost production, and (3) evaluation. The presentation phase involved lectures and demonstrations of the composting process to 12 farmers. Assistance was then provided to two farmers who practiced the compost-making process firsthand and applied the compost to their crops. An evaluation was conducted to measure the farmers' knowledge, skills, and satisfaction before and after the activity using a questionnaire. The questionnaire consisted of eight questions and was administered to all 12 farmer participants as respondents. The compost training based on organic waste successfully increased the farmers' capacity to recycle organic waste into compost by 82.29%. The training also contributed to reducing farmers' dependency on inorganic fertilizers and addressed the issue of unmanaged organic waste in the village. Desa Pocangan terletak di Kabupaten Jember yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Petani sangat bergantung pada ketersediaan pupuk anorganik yang saat ini semakin langka, harganya mahal, dan terbukti menurunkan kesuburan tanah. Sampah organik banyak di temukan di Desa Pocangan dan berpotensi di daur ulang menjadi kompos yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan pelatihan pembuatan kompos berbasis sampah organik untuk meningkatkan kapasitas petani di Desa Pocangan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2023. Transfer pengetahuan kepada petani dilakukan melalui 3 tahap, yaitu 1) pemaparan materi, 2) pendampingan pembuatan kompos, dan 3) evaluasi. Pemaparan materi dilakukan dengan metode ceramah dan demonstasi proses pembuatan kompos kepada 12 orang petani. Pendampingan dilakukan kepada 2 orang petani yang mempraktikkan langsung pembuatan kompos sampai aplikasi ke tanaman. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan kepuasan petani sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuisioner. Kuisioner terdiri dari 8 pertanyaan yang diberikan kepada 12 orang petani peserta pelatihan sebagai responden. Pelatihan pembuatan kompos berbasis sampah organik dapat meningkatkan kapsitas petani dalam mendaur ulang sampah organik menjadi kompos sebesar 82,29%. Pelatihan dapat mengatasi masalah ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan keberadaan sampah organik di desa.
Pendampingan Kelompok Tani Bangsring Jaya dalam Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Kotoran Sapi di Desa Bangsring Kabupaten Banyuwangi Effendi, Mokhtar; Indraloka, Aldy Bahaduri; Shidiqi, Moh Hasbi Ash; Mudhor, Mohammad Ali
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6469

Abstract

Fertilizers are a key component in agriculture, supporting soil fertility and enhancing crop productivity. However, the scarcity of subsidized fertilizers often poses significant challenges for farmers in meeting the nutritional needs of their crops, ultimately affecting yields and farmers' economic well-being. On the other hand, cattle manure waste remains largely underutilized. This waste is often left to accumulate in livestock enclosures or discarded without proper treatment. Processing cattle manure into organic fertilizer can not only mitigate the negative environmental impacts of waste but also offer an alternative solution to the shortage of subsidized fertilizers. The objective of this community service program is to assist farmer groups in producing organic fertilizer from cattle manure, with the aim of improving farmers' knowledge and skills in waste management and organic fertilizer production. Furthermore, this initiative seeks to support food security and promote sustainable agricultural productivity in Bangsring Village, Banyuwangi Regency. The program has successfully reduced farmers’ dependence on subsidized fertilizers and contributed to increased crop yields. Pupuk merupakan komponen utama dalam pertanian yang mendukung kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Namun, kelangkaan pupuk bersubsidi seringkali mengakibatkan petani menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman mereka, yang pada akhirnya memengaruhi hasil panen dan kesejahteraan ekonomi petani. Di sisi lain, ada permasalahan limbah kotoran sapi yang belum diolah secara optimal. Limbah ini seringkali dibiarkan mengendap di kandang ternak atau dibuang tanpa pengolahan yang tepat. Pengolahan kotoran sapi untuk diolah sebagai pupuk organik tidak hanya dapat mengurangi dampak negatif dari limbah, tetapi juga memberikan alternatif solusi bagi kelangkaan pupuk bersubsidi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah pendampingan kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik berbahan kotoran sapi sehingga diharapkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik. Adapun itu, program ini juga bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan di Desa Bangsring Kabupaten Banyuwangi. Program ini telah berhasil mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi dan meningkatkan hasil panen.
Mengubah Sampah menjadi Peluang: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Barang Bernilai di Desa Woromarto, Kediri Firmansyah, Edo Prastiko Fredi; Prayoga, Reksa Nanda; Probojati, Rasyadan Taufiq; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Supandji, Supandji; Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi; Aji, Satriya Bayu; Rahardjo, Djoko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6470

Abstract

Plastic waste represents a significant global environmental challenge due to its resistance to natural degradation and its widespread pollution impact. In Indonesia, the management of household plastic waste remains inadequate, largely due to limited public awareness and engagement. To address this issue, a community-based initiative was developed to build local capacity for managing plastic waste by creatively repurposing used water gallons into functional trash bins. This approach involved direct, hands-on training and ongoing mentoring of residents in Bangi, Woromarto Village, Purwoasri District, Kediri Regency. The effectiveness of the program was evaluated through participatory observation and systematic documentation of the products created by community members. The findings revealed a significant increase in community participation in recycling activities and the strategic placement of the repurposed trash bins throughout the village, thereby improving local waste management practices. Beyond providing a practical solution for reducing plastic waste accumulation, this initiative fostered positive behavioral changes by encouraging residents to adopt more responsible and sustainable practices centered on environmental stewardship and maximizing the value of discarded materials. Permasalahan sampah plastik merupakan isu global yang memberikan dampak serius terhadap pencemaran lingkungan karena sifat plastik yang sangat sulit terurai secara alami. Di Indonesia, pengelolaan sampah rumah tangga terutama plastik, masih belum optimal akibat rendahnya tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui pemanfaatan galon bekas sebagai bahan utama pembuatan tempat sampah. Pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada warga Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan observasi partisipatif dan dokumentasi hasil karya warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam proses daur ulang serta tersebarnya tempat sampah hasil olahan di berbagai titik desa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengurangan sampah plastik, tetapi memicu perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab, berkelanjutan, dan bernilai guna.
Peningkatan Literasi Anak dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Forum Edukasi Keluarga dalam Perspektif Desa Ramah Perempuan dan Anak Sutini; Palal, Ghaza Juliet; Sallimah, Durratul Fuadatus; Mayanti, Aldila Dwi; Tansania, Rita; Amin, Mohammad; Azim, Hafidz Afrizal
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6618

Abstract

This article discusses efforts to improve child literacy and empower women through the establishment of a Family Education Forum (FEK) using a participatory approach in Sidorejo Village, as part of implementing a child- and women-friendly village model. The background of this community service is the limited access to informal education at the family level, minimal involvement of mothers in their children's home learning, and the absence of a forum that integrates family-based education. The community engagement employed the Participatory Action Research (PAR) method, comprising stages that included problem mapping, program planning, forum implementation, and participatory evaluation. The results show that FEK effectively improves children's basic literacy and strengthens the role of women in family decision-making. The forum also becomes a productive communication medium among family members and the village community. The novelty of this research lies in the integration of family education, children’s literacy, and women’s empowerment into a single, sustainable, and participatory platform, unlike conventional family literacy models that focus solely on children’s cognitive aspects. This article concludes that the family education forum model has great potential in developing an inclusive and sustainable community-based education support system. Artikel ini membahas tentang upaya peningkatan literasi anak dan pemberdayaan perempuan melalui pembentukan Forum Edukasi Keluarga (FEK) berbasis pendekatan partisipatif di Desa Sidorejo sebagai bentuk implementasi desa ramah perempuan dan anak. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya akses edukasi nonformal di tingkat keluarga, minimnya peran ibu dalam pembelajaran anak di rumah, serta belum adanya forum yang mengintegrasikan edukasi berbasis keluarga. Kegiatan pengabdian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan pemetaan masalah, perencanaan program, implementasi forum edukasi, serta evaluasi bersama mitra. Hasil menunjukkan bahwa FEK mampu meningkatkan literasi dasar anak dan memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga. Forum ini juga menjadi sarana komunikasi produktif antaranggota keluarga dan komunitas desa. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendidikan keluarga, literasi anak, dan pemberdayaan perempuan dalam satu wadah partisipatif yang berkelanjutan, berbeda dengan model literasi keluarga konvensional yang hanya berfokus pada aspek kognitif anak. Artikel ini menyimpulkan bahwa model forum edukasi keluarga memiliki potensi besar dalam membangun sistem pendukung pendidikan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Efektivitas Pelatihan Berbasis Partisipatif terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani dalam Pembuatan Pupuk Organik PSB (Photosyntetic Bacteria) Barokah, Umi; Durrotul Jannah, Mastsani
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6632

Abstract

Training on the production of PSB liquid organic fertilizer was conducted in Jatimalang Village to enhance farmers' knowledge and skills in environmentally friendly fertilizer technology. This activity implemented a participatory action learning model that emphasized direct practice, so that participants not only understood the theoretical concept but also participated in all stages of PSB fertilizer production, from raw material preparation and fermentation to application on agricultural land. In addition, the training included counseling on the benefits of phosphate-solubilizing bacteria (PSB) in increasing phosphorus availability in the soil, enhancing fertilizer efficiency, and reducing the need for chemical fertilizers. Evaluation results for participants showed an increase in knowledge after the training, from 65.09 to 77.51 and from 72.1 to 79.84 in two different groups. This increase in scores indicates a positive response and a good understanding of the material, especially in the application section in the field. Participants also stated that PSB is relatively easy to produce using locally available materials, thereby reducing production costs and making it an appropriate innovation to support the sustainability of their farming businesses. Therefore, this training is expected to be the first step in encouraging a more environmentally friendly, productive, and efficient agricultural transformation in Jatimalang Village. Pelatihan pembuatan pupuk organik cair PSB dilaksanakan di Desa Jatimalang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terhadap teknologi pupuk ramah lingkungan. Kegiatan ini menerapkan model participatory action learning yang menekankan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga terlibat dalam seluruh tahapan pembuatan pupuk PSB mulai dari persiapan bahan baku, proses fermentasi, hingga cara aplikasi di lahan pertanian. Selain itu, pelatihan juga dilengkapi dengan penyuluhan mengenai manfaat bakteri phosphate solubilizing bacteria (PSB) dalam meningkatkan ketersediaan fosfor di tanah, efisiensi pemupukan, dan pengurangan penggunaan pupuk kimia. Hasil evaluasi kepada peserta menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan yaitu dari 65,09 menjadi 77,51 dan dari 72,1 menjadi 79,84 pada dua kelompok berbeda. Peningkatan skor ini menunjukkan adanya respon positif dan kemampuan pemahaman materi yang baik, terutama pada bagian aplikasi di lapangan. Para peserta juga menyampaikan bahwa PSB relatif mudah diproduksi dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, sehingga dapat menekan biaya produksi dan menjadi inovasi tepat guna untuk menunjang keberlanjutan usaha tani mereka. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi pertanian yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan efisien di Desa Jatimalang.
Peningkatan Kapasitas Petani melaui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka Naikofi, Kristina Irnasari; Pareira, Magdalena Sunarty; Banunaek, Zofar Agluis; Naisanit, Gregoriana; Fanu, Arnoldina; Sesnae, Claudius
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6690

Abstract

Fafoe Village in West Malaka District, Malaka Regency, has great potential for cultivating horticultural vegetables, particularly white mustard greens (Brassica pekinensis L.). However, farmers in this village face a major obstacle: a lack of knowledge about organic fertilizer production and efficient, environmentally friendly cultivation techniques. The Professional Work Lecture (KKP) program aims to increase farmer capacity by providing training and mentoring in the production of organic fertilizer based on livestock waste and improving cultivation techniques. The method employed was participatory training and continuous mentoring, which lasted for four weeks. The effectiveness of this approach was measured through pre- and post-tests, designed to assess improvements in farmers' knowledge and skills. The evaluation results showed an average increase in understanding of 52.6%. Additionally, 50% of farmer group members were able to independently produce and apply organic fertilizer to their cultivated land, which has had a positive impact on crop productivity and farmer economic well-being. This program shows potential as a model for sustainable agricultural development in other rural areas with similar contexts. Desa Fafoe di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hortikultura, khususnya sawi batang putih (Brassica pekinensis L.). Namun, petani di desa ini menghadapi kendala utama berupa kurangnya pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik serta teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Program Kuliah Kerja Profesi (KKP) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak serta teknik budidaya yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan selama empat minggu, dengan pengukuran efektivitas melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 52,6% dan sebanyak 50% petani anggota kelompok tani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mengaplikasikannya di lahan budidaya, yang berdampak positif pada produktivitas tanaman dan kesejahteraan ekonomi petani. Program ini menunjukkan potensi sebagai model pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan lain dengan konteks serupa.
Penguatan Potensi Maritim melalui Peningkatan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan dan Pendidikan di Desa Patuguran Kabupaten Pasuruan Palupi, Hapsari Titi; Swasono, Muh. Aniar Hari; An Nabawy, Achmad Riefqy; Rizqi, Silfi Oktafiani; Rohima, Ainur Febrianti; Akhsani, Murikhatul; Isnaini, Nurul; Dayana, Putri; Dewitasari, Eka Aprilia; Zaidan , Muchammad
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6792

Abstract

The objectives of the Community Service Program (KKN) in Patuguran Village are: 1) Building partnerships between students, the village government, and the community to create sustainable village development, especially in the maritime sector. 2) Increasing knowledge related to branding, packaging, and digital marketing of fishery product processing businesses as an effort to strengthen maritime economic potential. 3) Increasing knowledge and fostering a love of maritime potential through maritime creativity-based teaching activities for elementary school students. The methods used include observation, interviews, training, mentoring, creative teaching activities, and pre-test and post-test evaluations. Strengthening maritime potential through fishery product business development and maritime creativity education successfully achieved the expected goals. There was an increase in knowledge and interest among the village community to become entrepreneurs in fishery product processing. Training and mentoring in packaging, branding, and digital marketing led to the development of brands, labels, product packaging, and marketing channels through social media accounts, thereby enhancing product marketing. Educational activities with a maritime creativity theme for elementary school students increased students' knowledge about maritime potential, fostered a love of the maritime, and enhanced students' creativity and skills. These activities need to be continuously developed with a focus on economic empowerment and education as an effort to maintain the sustainability of maritime village development. Tujuan kegiatan KKN di Desa Patuguran adalah: 1) Membangun kemitraan antara mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat untuk  menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan terutama dari sektor maritim, 2) Meningkatan pengetahuan terkait branding, pengemasan, dan digital marketing usaha pengolahan hasil perikanan sebagai upaya penguatan potensi ekonomi maritim, 3) Meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap potensi maritim melalui kegiatan pengajaran berbasis kreativitas maritim bagi siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, pendampingan, serta kegiatan pengajaran kreatif, serta evaluasi pre-test dan post-test.  Penguatan potensi maritim melalui pengembangan usaha hasil perikanan dan pendidikan kreativitas maritim berhasil mencapai tujuan yang yang diharapkan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketertarikan masyarakat desa untuk menjadi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. Pelatihan dan pendampingan branding pengemasan, dan digital marketing menghasilkan merk, label, kemasan produk, serta saluran pemasaran melalui akun media sosial sehingga meningkatkan pemasaran produk. Kegiatan pendidikan dengan tema kreativitas maritim bagi murid sekolah dasar memberikan peningkatan pengetahuan siswa tentang potensi maritim, tumbuhnya rasa cinta maritim, serta meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa.  Kegiatan ini perlu terus dikembangkan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan sebagai upaya menjaga keberlanjutan pembangunan desa maritim.
Inovasi Pengolahan Ampas Tahu menjadi Tepung Guna Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Pabrik Tahu Pak Badrun Yuniantari, Ni Luh Putu; Anjarsari, Dini Nastiti; Susilowati, Erlin
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6809

Abstract

Solid waste from tofu production, commonly referred to as tofu dregs, has not been further processed by partners, in this case, the Pak Badrun Tofu factory. The tofu dregs produced by partners are only sold to cattle and goat farmers as animal feed. However, according to several studies conducted, it has been found that the nutritional value of tofu dregs is quite high; therefore, tofu dregs have great potential to be further processed into flour. A lack of knowledge about the use of tofu dregs in flour is one of the obstacles to processing tofu dregs, which could be utilized in other products with high economic value. The utilization of tofu dregs can provide economic and practical benefits in their processing. Additionally, processing tofu dregs can offer the community choices in terms of selecting flour with better nutritional content. Processing tofu dregs into flour can encourage the development of new processed products from tofu dregs, as a way to support food security and safety, ultimately improving community nutrition. In order to provide appropriate solutions to partners, the tofu dregs processing program is carried out in three stages, namely: 1) Conducting outreach on the production of flour from tofu dregs to partners, 2) Training on the production of flour from tofu dregs, and 3) Training in product management and digital marketing. This program successfully enhanced the knowledge, production skills, and digital marketing capabilities of participants, enabling them to process tofu dregs into value-added products with the potential to positively impact the community's economy in a sustainable manner. Limbah padat hasil produksi tahu yang biasa disebut sebagai ampas tahu belum diolah lebih lanjut oleh mitra dalam hal ini pabrik Tahu Pak Badrun. Selama ini ampas tahu yang dihasilkan dari proses produksi tahu hanya dijual ke peternak sapi dan kambing sebagai pakan ternak, padahal menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwasanya ampas tahu memiliki kandungan gizi yang baik oleh karena itu ampas tahu memiliki potensi yang besar untuk dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung. Kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan ampas tahu menjadi tepung merupakan salah satu kendala dalam upaya pengolahan ampas tahu yang seharusnya dapat dimanfaatkan menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pemanfaatan ampas tahu dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dan praktis dalam pengolahannya selain itu dengan diolahnya ampas tahu dapat memberikan pilihan kepada masyarakat dalam hal memilih tepung dengan kandungan gizi yang lebih baik. Pengolahan ampas tahu menjadi tepung dapat mendorong munculnya produk olahan baru dari ampas tahu sebagai salah satu cara mendukung ketahanan dan keamanan pangan dalam hal ini adalah meningkatkan gizi masyarakat. Guna memberikan solusi tepat guna pada mitra maka program pengolahan ampas tahu dikerjakan dalam tiga tahapan yaitu; 1) melakukan Sosialisasi pembuatan tepung dengan berbahan dasar ampas tahu pada mitra, 2) Pelatihan Pembuatan tepung berbasis ampas tahu, 3) Pelatihan manajerial dan digital marketing produk. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan produksi, dan pemasaran digital peserta, sehingga ampas tahu dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan dengan Penanaman Pakan Ternak Ruminansia Berbasis Data Kemampuan Lahan di Kelurahan Kulaba Kota Ternate Robo, Sarif; Sulasmi, Sulasmi; Hartono, Gunawan
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6904

Abstract

The availability of ruminant feed in Kulaba Village, Ternate City, is still dependent on the seasons, often disrupting livestock productivity. To address this, the community service program aims to increase livestock feed self-sufficiency through outreach and assistance in land use based on land capability data. The method used is a participatory approach, comprising stages of problem identification, spatial analysis of land capability maps, outreach and training, and the construction of demonstration plots (demplots) in yards, rain-fed rice fields, and marginal land. These activities have resulted in an increase in partners' understanding of land map symbols and interpretation, their ability to select forage crops according to land class, and their awareness of the importance of feed preservation through silage technology. Despite these improvements, the main obstacles, such as limited access to seeds, capital, and irrigation facilities, remain. However, the presence of demonstration plots and facilitation by farmer groups has helped accelerate the adoption of technology. As such, this program contributes to strengthening local food security and provides a foundation for the development of sustainable land-use systems in the future. Ketersediaan pakan ruminansia di Kelurahan Kulaba Kota Ternate masih bergantung pada musim, sehingga produktivitas usaha ternak kerap terganggu. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian pakan ternak melalui sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan lahan berdasarkan data kemampuan lahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, analisis spasial peta kemampuan lahan, sosialisasi dan pelatihan, serta pembangunan demonstration plot (demplot) di pekarangan, sawah tadah hujan, dan lahan marginal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap simbol dan interpretasi peta lahan, kemampuan memilih jenis tanaman pakan ternak sesuai kelas lahan, serta kesadaran pentingnya pengawetan pakan melalui teknologi silase. Hambatan utama masih meliputi keterbatasan akses bibit, modal, dan sarana irigasi, namun adanya demplot dan fasilitasi kelompok tani terbukti mempercepat adopsi teknologi. Program ini berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pakan lokal dan memberikan dasar bagi pengembangan sistem pemanfaatan lahan berkelanjutan di masa depan.
Pelatihan Pembuatan Biofertilizer Bokashi sebagai Alternatif Substitusi Pupuk Kimia di Kabupaten Tulang Bawang Barat Zulfahmi, Reza; Putrantri, Desty Aulia; Lestari, Mustika Adzania
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6914

Abstract

Farmers' dependence on chemical fertilizers remains a major problem in Indonesia's agricultural system, including in West Tulang Bawang Regency. The high price of chemical fertilizers and their negative impact on soil fertility have prompted the need for innovative, environmentally friendly, and sustainable alternatives. One solution is bokashi biofertilizer. This activity aims to enhance farmers' knowledge and skills in producing and utilizing bokashi biofertilizer independently, thereby reducing their dependence on chemical fertilizers and increasing the efficiency of agricultural waste utilization. The community service activity was carried out using a participatory method through several stages: situation analysis, outreach, hands-on bokashi production, and evaluation through pre- and post-tests. The materials used included straw, husks, livestock manure, bran, water, and EM4 solution, using simple tools easily accessible to farmers. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills. The average pre-test score of 55% increased to 85% in the post-test. This activity also had positive socio-economic impacts, including increased farmer awareness of environmentally friendly agricultural practices, the formation of group initiatives to produce bokashi together, and savings of up to 30% on chemical fertilizer costs in the following planting season. Farmers demonstrated a positive attitude and commitment to continuing independent bokashi production. This activity contributed to the sustainability of the community empowerment program by promoting farmer independence, enhancing more productive organic waste management, and fostering the creation of a sustainable agricultural system in West Tulang Bawang Regency. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia masih menjadi persoalan utama dalam sistem pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Harga pupuk kimia yang tinggi serta dampak negatifnya terhadap kesuburan tanah mendorong perlunya alternatif inovatif yang lebih aman bagi lingkungan serta berkelanjutan. Biofertilizer bokashi menjadi salah satu solusi yang dapat dipilih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi serta memanfaatkan biofertilizer bokashi secara mandiri, guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah pertanian. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu analisis situasi, sosialisasi dan penyuluhan, praktik langsung pembuatan bokashi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Bahan yang digunakan meliputi jerami, sekam, kotoran ternak, dedak, air, dan larutan EM4 dengan alat sederhana yang mudah dijangkau oleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta. Nilai rata-rata pre-test sebesar 55% meningkat menjadi 85% pada post-test. Kegiatan ini juga memberikan dampak sosial ekonomi positif, antara lain meningkatnya kesadaran petani terhadap praktik pertanian ramah lingkungan, terbentuknya inisiatif kelompok untuk memproduksi bokashi bersama, serta penghematan biaya pupuk kimia hingga 30% pada musim tanam berikutnya. Petani menunjukkan sikap positif dan berkomitmen untuk melanjutkan produksi bokashi secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat dengan mendorong kemandirian petani, pengelolaan limbah organik yang lebih produktif, serta terciptanya sistem pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Page 9 of 10 | Total Record : 100