cover
Contact Name
Muhammad Muharram
Contact Email
jatimas@unik-kediri.ac.id
Phone
+6282232209148
Journal Mail Official
jatimas@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Kadiri University, Agriculture Faculty Building G-103 Selomangleng #1, Pojok, Mojoroto Kediri City, East Java Province, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 28092422     EISSN : 28092414     DOI : https://doi.org/10.30737
Core Subject : Agriculture, Social,
JATIMAS aims to provide a platform for publishing reports and research findings on community service activities conducted in rural areas, with a specific emphasis on addressing the needs and challenges faced by rural communities. The journal seeks to promote knowledge sharing and innovative approaches to enhance the well-being and development of rural areas. The journal scope includes (but is not limited to): 1. Community Service Activities: The journal welcomes reports on a wide range of community service activities undertaken in rural areas or related to agricultural activities, such as healthcare initiatives, educational programs, infrastructure development projects, environmental conservation efforts, social welfare projects, and more. These reports should highlight the impact and outcomes of the activities, providing valuable insights for future initiatives. 2. Rural Community Development: Manuscripts focusing on strategies, policies, and best practices for rural community development are encouraged. This may include topics such as capacity building, entrepreneurship, sustainable livelihoods, local governance, social inclusion, and empowering marginalized groups within rural communities. 3. Agricultural Innovations and Practices: The journal covers agricultural topics relevant to rural areas, including but not limited to agricultural practices, techniques, innovations, and technologies. Contributions may explore areas such as crop cultivation, livestock management, agroforestry, sustainable farming methods, organic agriculture, and the use of modern tools and machinery in rural farming. 4. Sustainable Resource Management: Manuscripts addressing the sustainable management of natural resources in rural areas are of particular interest. This includes research on land use planning, water resource management, soil conservation, biodiversity preservation, and the adoption of renewable energy sources in rural communities. 5. Policy and Governance: The journal encourages articles examining policy frameworks and governance mechanisms that influence rural development and agricultural practices. These may include analyses of government policies, regulations, funding mechanisms, and institutional arrangements relevant to rural community service and agricultural sectors. 6. Case Studies and Experiences: The journal welcomes case studies and practical experiences from researchers, practitioners, and community members engaged in rural community service and agricultural activities. These reports should provide valuable insights into successful models, challenges encountered, lessons learned, and recommendations for future endeavours. JATIMAS seeks to foster interdisciplinary collaboration, bridge the gap between research and practice, and contribute to the overall development and sustainability of rural areas worldwide.
Articles 100 Documents
Menggalakkan Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan melalui Klinik Agribisnis dan Praktek Pembuatan Biosaka Insiyah, Bindari; Hadiyanti, Nugraheni; Junaidi, Junaidi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Arissaryadin, Arissaryadin; Pamujiati, Agustia Dwi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5570

Abstract

This community service activity aims to enhance ecological awareness in agriculture through agribusiness clinics and the production and application of biosaka. Biosaka, as part of organic farming, can be processed independently using organic materials that are available in the surrounding environment. The methods employed in this activity include issue identification, socialization, practical demonstrations, and sustainable mentoring. The activity took place at the Kedungdowo Farmer Group Association in Kedungdowo Village, Ploso District, Jombang Regency, on February 9, 2023. The community service activity has significantly promoted the adoption of biosaka. The implementation of biosaka has resulted in positive impacts on increasing crop productivity. From the activity, participants understand the importance of agribusiness clinics and the utilization of biosaka as one of the biotechnologies in agricultural practices. Participants can utilize agribusiness clinics for consultations and exchanging ideas about agricultural endeavors. This community service activity illustrates that with the right approach and strong collaboration among various stakeholders, meaningful changes toward more sustainable and environmentally friendly agriculture can be achieved.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis dalam usaha pertanian melalui klinik agribisnis dan pembuatan, serta penerapan biosaka. Biosaka bagian dari pertanian organik dapat diolah sendiri dengan bahan organik yang bisa diperoleh lingkungan sekitar. Metode dalam kegiatan ini adalah melalui identifikasi permasalahan, sosialisasi, demonstrasi praktis, serta pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani Kedungdowo Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang pada tanggal 9 Februari 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat telah mendorong adopsi biosaka dalam skala yang signifikan. Implementasi biosaka telah menghasilkan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas tanaman, Dari kegiatan tersebut peserta mengerti arti penting klinik agribisnis dan pemanfaatan biosaka sebagai salah satu bioteknologi dalam praktik pertanian. Peserta kegiatan khususnya dapat memanfaatkan klinik agribisnis untuk konsultasi, bertukar pikiran tentang usaha pertanian. Dari kegiatan tersebut adanya kerjasama, pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, dapat menciptakan perubahan yang berarti menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Transformasi Ekonomi dan Kemandirian Pangan melalui Penguatan Wanita Kecamatan Gubeng, Surabaya Augustinah, Fedianty; Sholihah, Nihayatus; Pramudiana, Ika Devy; Ferriswara, Dian
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5571

Abstract

Community service activities aim to empower housewives in Gubeng District, Surabaya, through training and developing entrepreneurial skills in making Rambutan Tahu. With the population continuing to grow, especially in big cities like Surabaya, various challenges arise, especially in terms of poverty and inequality in income distribution. A participatory approach involves participants in identifying their needs and aspirations. The service method involves three main stages: initial survey, implementation, and evaluation. The training was carried out in the PKK environment in Gubeng District, with resource persons from Dr. Soetomo, who provided material and practical guidance to participants. The results show that participants have high enthusiasm for participating in the training, but there are still challenges in applying the skills learned at home. Program evaluation shows increased participants' knowledge and skills, and business opportunities opened, and the availability of business platforms at the neighborhood level. In conclusion, this program has succeeded in having a real impact on improving the welfare of local communities, especially for housewives. The importance of this result lies in its contribution to improving the standard of living and economic value of local communities.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Gubeng, Surabaya, melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan berwirausaha dalam pembuatan Tahu Rambutan. Dengan jumlah penduduk yang terus bertumbuh, terutama di kota besar seperti Surabaya, muncul berbagai tantangan terutama dalam hal kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan. Pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan peserta dalam identifikasi kebutuhan dan aspirasi mereka. Metode pengabdian melibatkan tiga tahap utama: survei awal, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan di lingkungan PKK di Kecamatan Gubeng, dengan narasumber dari Universitas Dr. Soetomo yang memberikan materi dan bimbingan praktis kepada peserta. Hasil menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti pelatihan, namun masih terdapat tantangan dalam menerapkan keterampilan yang dipelajari di rumah. Evaluasi program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta terbukanya peluang usaha dan ketersediaan wadah usaha di tingkat RT. Kesimpulannya, program ini berhasil berdampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. Pentingnya hasil ini terletak pada kontribusinya dalam meningkatkan taraf hidup dan nilai ekonomi masyarakat setempat.
Strategi Penerbitan Nomor Induk Berusaha sebagai Pilar Pemberdayaan Pelaku UMKM Gresik Marwiyah, Siti; Augustinah, Fedianty; Cornelis, Vieta Imelda; Ferriswara, Dian
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5572

Abstract

Empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the issuance of Business Identification Numbers (NIB) is a crucial strategy for strengthening the local economy. The background lies in the challenges faced by MSMEs in Bulangkulon Village, Benjeng District, Gresik Regency, which require support to overcome business legality issues. The objective of this research is to raise awareness and facilitate the issuance of NIBs for MSMEs in Bulangkulon Village. The research methodology combines field observations, direct interviews with business actors, and consultations with the village government and local community. The results indicate that through community work, collaboration with the village government, and NIB issuance facilitated by relevant authorities, a number of business actors have successfully obtained the necessary business legality. Discussion of the results identifies strong enthusiasm from partner communities despite facing challenges such as limited resources and administrative complexity. In conclusion, this program has achieved its goal of supporting local economic growth and empowering MSMEs in Bulangkulon Village. Continuous evaluation and improvement are necessary to ensure the sustainability and effectiveness of this program in the long run. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan strategi krusial dalam menguatkan ekonomi lokal. Latar belakangnya terletak pada tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, yang memerlukan dukungan untuk mengatasi masalah legalitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi penerbitan NIB bagi pelaku UMKM di Desa Bulangkulon. Metodologi penelitian ini menggabungkan pengamatan lapangan, wawancara langsung dengan pelaku usaha, dan musyawarah dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui kerja bakti, kerjasama dengan pemerintah desa, dan fasilitasi penerbitan NIB oleh Dinas terkait, sejumlah pelaku usaha berhasil mendapatkan legalitas usaha yang diperlukan. Diskusi hasil mengidentifikasi antusiasme yang kuat dari masyarakat mitra, walaupun dihadapi dengan beberapa tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kompleksitas administrasi. Kesimpulannya, program ini berhasil mencapai tujuannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku UMKM di Desa Bulangkulon. Evaluasi dan perbaikan terus diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini dalam jangka panjang.
Kelola Sampah Dapur Rumah Tangga Menjadi Eco-Enzym Serbaguna dan Ramah Lingkungan Mariyati, Umi; Anindita, Devina Cinantya; Tafakresnanto, Chendy; Widiyono, Wahyu
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5581

Abstract

Garbage is unused residual waste originating from households and industry. Organic Garbage is residual waste that has not been used by households or industry. Organic waste originating from households is not managed correctly, causing problems in the form of unpleasant odors and the emergence of disease. Proper management of household organic waste can have a positive impact, one of which is processing it into multi-purpose Eco-enzymes. Eco-enzyme is an organic solution from organic waste that has gone through the fermentation phase and has various benefits for the surrounding environment. Processing household kitchen waste into Eco-enzyme aims to manage household kitchen waste into Eco-enzyme by involving farmer groups in Kebonagung Village, Ploso District, Jombang Regency. This household kitchen waste processing activity were carried out at the place of one of the farmer group members. Household kitchen waste that was managed includes leftover vegetables and fruit that are not consumed but are not rotten. The process of making Eco-enzyme uses fruit and vegetable waste put in a drinking water container, then adding brown sugar and water according to the ratio (sugar: vegetable and fruit waste: water) 1:3:10. Benefits of Eco-enzyme made by the Patoman farmer group as organic fertilizer, polluted water purifier, and household appliance cleaner. Sampah merupakan limbah sisa yang sudah tidak dimanfaatkan yang berasal dari rumah tangga maupun industri. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga tidak banyak dikelola dengan tepat sehingga menimbulkan masalah yaitu berupa aroma tidak sedap dan timbulya penyakit. Pengelolaan sampah organik rumah tangga yang tepat dapat memberikan dampak positif salah satunya adalah pengolahan menjadi Eco-enzym serbaguna. Eco-enzym merupakan larutan organik yang berasal dari sampah organik yang telah melewati fase fernentasi dan memiliki berbagai manfaat baik bagi lingkungan sekitar. Pengolahan sampah dapur rumah tangga menjadi Eco-enzym bertujuan untuk mengelola limbah dapur rumah tangga menjadi Eco-enzym dengan melibatkan kelompok tani yang berada di Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Kegiatan pengolahan limbah dapur rumah tangga dilaksanakan ditempat salah satu anggota kelompok tani. Limbah dapur rumah tangga yang dikelola antara lain sisa sayuran dan buah-buahan yang tidak dikonsumsi namun tidak busuk. Proses pembuatan Eco-enzym menggunakan sisa buah dan sayur dimasukkan ke dalam wadah bekas air minuman kemudian diberi gula merah dan air sesuai dengan perbandingan (gula:sisa sayuran dan buah:air) 1:3:10. Manfaat Eco-enzym yang dibuat oleh kelompok tani Patoman sebagai pupuk organik, bahan penjernih air yang tercemar dan pemberish alat rumah tangga.
Optimasi Posisi Tawar Petani Kabupaten Jombang melalui Strategi Kemitraan Asosiasi Komoditas Rohman, Fatkhur; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi; Rahardjo, Tjatur Prijo
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5582

Abstract

The partnership between farmers and commodity associations in food, horticulture, and plantation sectors holds significant potential to strengthen farmers' bargaining position in Jombang Regency. This initiative highlights various challenges farmers face in marketing their products, particularly regarding price negotiations and limited market access. By implementing partnership strategies through commodity associations, farmers are expected to optimize their bargaining position in both local and regional markets. The outreach method involved organizing meetings between farmers and commodity associations. These meetings aim to facilitate stakeholder dialogue to discuss marketing strategies, fair price setting, and strengthening distribution networks. Additionally, training is conducted to enhance farmers' capacity to negotiate and understand market dynamics. The results of this outreach activity indicated an improvement in farmers' understanding of marketing strategies and price negotiation. Moreover, farmers' access to local and regional markets has increased through networks built with commodity associations. This is reflected in farmers' increased incomes and the stability of agricultural products in Jombang Regency. The partnership between farmers and commodity associations (Comas) effectively enhances farmers' bargaining position. With strong collaboration between both parties, farmers can gain more significant benefits regarding fair prices and broader market access, thus improving farmers' welfare and food security in the Jombang Regency. Kemitraan antara petani dengan asosiasi komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi tawar petani di Kabupaten Jombang. Inisiatif ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam memasarkan produk mereka, terutama dalam hal negosiasi harga dan keterbatasan akses pasar. Dengan menerapkan strategi kemitraan melalui asosiasi komoditas, diharapkan petani dapat mengoptimalkan posisi tawar mereka di pasar lokal maupun regional. Metode pengabdian ini melibatkan penyelenggaraan pertemuan antara petani dan asosiasi komoditas. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi dialog antara pihak terkait guna membahas strategi pemasaran, penetapan harga yang adil, serta penguatan jaringan distribusi. Selain itu, dilakukan pelatihan untuk memperkuat kapasitas petani dalam bernegosiasi dan memahami dinamika pasar. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman petani mengenai strategi pemasaran dan negosiasi harga. Selain itu, terdapat peningkatan akses petani ke pasar lokal dan regional melalui jaringan yang dibangun Bersama asosiasi komoditas (Askom). Hal ini tercermin dari peningkatan pendapatan petani dan stabilitas harga produk pertanian di Kabupaten Jombang. Adanya kemitraan antara petani dan Askom merupakan strategi efektif dalam meningkatkan posisi tawar petani. Kerjasama yang kuat antara kedua belah pihak, petani dapat memperoleh manfaat lebih besar dalam hal harga yang adil dan akses pasar yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Jombang.
Konservasi Tanah dan Air di Perkebunan Kelapa Sawit Desa Wawolemo Kabupaten Konawe Demi Pembangunan yang Berkelanjutan Alam, Syamsu; Hemon, M Tufaila; Suleman, Darwis; Leomo, Sitti; Yusuf, Dewi Nurhayati; Rustam, La Ode; Fatimah, Sitti; Perkasa, Muh. Alwis Arya; Kusumawati, Anna
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5584

Abstract

Soil and water conservation efforts continue to be encouraged, considering the increasing number of openings of oil palm plantations that occur in various regions, including Wawolemo Village Konawe Regency. Clearing new land for oil palm planting is generally carried out by land clearing, which has the potential to cause erosion, so soil and water conservation efforts are needed to prevent land degradation, especially the loss of nutrients in the topsoil layer due to erosion. This community service activity aims to provide the community in Wawolemo Village with an understanding of the importance of soil and water conservation. Activities carried out in January 2024 for the farmers/community of Wawolemo Village. The method used was in the form of lectures or counseling and evaluation, where questionnaires were filled out before and after the activity took place. The results of the activity showed that there was an increase in the understanding and insight of the Wawolemo Village community after being provided with education, especially about erosion, soil, and water conservation techniques, as well as environmentally friendly and sustainable palm oil plantation practices based on soil and water conservation. By implementing a soil and water conservation system, smallholder oil palm growers are also expected to be able to save on fertilizer costs, which have been considered quite large, in order to obtain optimal production. Upaya konservasi tanah dan air terus digalakkan mengingat semakin banyaknya pembukaan kebun kelapa sawit yang terjadi di berbagai daerah, tidak terkecuali Desa Wawolemo Kabupaten Konawe. Pembukaan lahan baru untuk penanaman kelapa sawit umumnya dilakukan dengan cara land clearing yang berpotensi menyebabkan erosi, sehingga diperlukan upaya konservasi tanah dan air untuk mencegah terjadinya degradasi lahan terutama hilangnya unsur hara pada lapisan tanah atas karena erosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat di Desa Wawolemo tentang pentingnya konservasi tanah dan air. Kegiatan dilakukan pada bulan Januari 2024 pada petani/masayarakat Desa Wawolemo. Metode yang digunakan berupa ceramah atau penyuluhan dan evaluasi dengan mengisi kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan wawasan masyarakat Desa Wawolemo setelah diberikan penyuluhan terutama tentang erosi, teknik konservasi tanah dan air, serta praktik perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan berbasis konservasi tanah dan air. Dengan penerapan sistem konservasi tanah dan air, pekebun sawit rakyat juga diharapkan dapat berhemat dari biaya pemupukan yang selama ini dianggap cukup besar untuk mendapatkan produksi yang optimal.
Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Petani Melalui Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Pangan Lestari Alam, Megawati Citra; Aji, Satriya Bayu; Rosadi, Imam; Artini, Widi; Kustiani, Edy; Supandji, Supandji
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5585

Abstract

This community service activity explores ways to improve the economy of farmer households through an electronic system for definitive plans for the needs of farmer groups and the role of women farmer groups through sustainable use of food plots. By coordinating this program, the synergy between agricultural activities is created to achieve broader goals regarding food security and sustainable natural resource management. Challenges such as limited access to subsidized fertilizers encourage the use of E-RDKK, which requires farmer collaboration for effective planning and distribution. Optimizing P2L is an alternative for sustainable food production in the home garden. Reduce dependence on external resources such as subsidized fertilizer and strengthen local food security. This activity was carried out using an open questionnaire before (pre-test) and after (post-test) lecture sessions, discussion sessions, and training sessions. Next, the team continued with a focus group discussion (FGD) session for the follow-up stage of the training. Then, proceed with evaluation using a qualitative approach to thematic analysis techniques and cross-tabulation. The team looked for themes that emerged from the questionnaire response data and recorded the FGD transcripts. Apart from that, data organization was also carried out with the help of the MAXQDA 2020 Application. This activity provides insight into how the RDKK and P2L programs can be an essential tool in improving the economy of farmer households through sustainable food security at the local level, primarily through community-based land management strategies. The policy recommendations and sustainable practices resulting from this activity will support similar efforts in other regions in Indonesia that face the same challenges.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengeksplorasi cara peningkatan ekonomi rumah tangga petani melalui sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok tani dan peran kelompok wanita tani melalui pemanfaatan lahan pekarangan pangan lestari secara berkelanjutan. Dengan mengkoordinasikan program ini, tercipta sinergi antar aktivitas pertanian untuk mencapai tujuan yang lebih luas mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan. Tantangan seperti akses terbatas pada pupuk bersubsidi mendorong penggunaan E-RDKK, yang memerlukan kolaborasi petani untuk perencanaan dan distribusi yang efektif. Pengoptimalisasian P2L menjadi alternatif produksi pangan yang berkelanjutan di pekarangan rumah. Mengurangi ketergantungan terhadap sumberdaya eksternal seperti pupuk bersubsidi dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini dilakukan menggunakan kuesioner terbuka dilakukan sebelum (pra-tes) dan sesudah (pasca-tes) sesi ceramah, sesi diskusi, dan sesi pelatihan. Selanjutnya, tim melanjutkan dengan sesi focus Group Discussions (FGD) untuk tahap tindak lanjut dari pelatihan. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan pendekatan kualitatif untuk teknik analisis tematik dan tabulasi silang. Tim, mencari tema yang muncul dari data respons kuesioner dan mencatat transkrip FGD. Selain itu, organisasi data juga dilakukan dengan bantuan Aplikasi MAXQDA 2020. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang bagaimana RDKK dan program P2L dapat menjadi alat penting dalam peningkatan ekonomi rumah tangga petani melalui ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal. Terutama melalui strategi manajemen lahan berbasis komunitas. Rekomendasi kebijakan dan praktik berkelanjutan yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan akan mendukung upaya-upaya serupa di wilayah lain di indonesia yang menghadapi tantangan yang sama.
Pembuatan Media Tanam Hidrogel dan Gantungan Kunci Berbasis Alam untuk Meningkatkan Keterampilan Guru TKIT Al Mishbah Jombang Huda, Moch. Faizul; Sholihah, Fatikhatun Nikmatus; Putri, Rossanita Truelovin Hadi; Meishanti, Ospa Pea Yuanita; Probojati, Rasyadan Taufiq
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5589

Abstract

Nature (Biotic and Abiotic) is one of the leading learning themes at TKIT Al Mishbah. This activity was carried out in one of the classes, namely the nature centre. During learning, the teacher invites students to do outdoor activities to teach them about Biotic and Abiotic components. This learning process makes it difficult for teachers because the school environment is small and requires more creative learning methods, including hydrogel planting media and key chains. This service aims to train TKIT Al Mishbah teachers to practice skills in making easy and exciting media for Kindergarten students, making it easier for teachers to explain biotic and abiotic concepts. The method used was guided training and tutorials. Providing tutorials for making hydrogel planting media and key chains. After that, the teacher will do it through a guided tutorial. The media comprises biotic materials (spider plan plants and Japanese grass) and abiotic (stones, sand, compost). Through this service, teacher skills increase due to participants' interest in hydrogel planting media and key chains becoming a business opportunity for kindergarten teachers. This service aims to solve problems faced by teachers related to biotic and abiotic themes so that students can compare theories with the natural surroundings.Tema Alam (Biotik dan Abiotik) menjadi salah satu tema utama pembelajaran di TKIT Al Mishbah. Kegiatan ini dilakukan di salah satu kelas yaitu sentra alam. Selama pembelajaran, guru mengajak siswa melakukan aktivitas di luar ruangan dengan tujuan untuk mengajarkan mereka tentang komponen Biotik dan Abiotik. Proses pembelajaran ini menyulitkan guru karena kecilnya lingkungan sekolah sehingga memerlukan metode pembelajaran yang lebih kreatif, salah satunya melalui media tanam hidrogel dan gantungan kunci. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melatih para guru TKIT Al Mishbah melatih keterampilan dalam pembuatan media yang mudah dan menatik bagi siswa TK sehingga memudahkan guru dalam menjelaskan konsep biotik dan abiotik. Metode yang digunakan yaitu dalam bentuk pelatihan dan tutorial terbimbing. Pemberian tutorial pembuatan media tanam hidrogel dan gantungan kunci. Setelah itu, guru akan melakukannya melalui tutorial terbimbing. Pembuatan media tersebut terdiri dari bahan biotik (tanaman spiderplan dan rumput jepang) dan abiotik (batu-batuan, pasir, kompos). Melalui pengabdian ini, keterampilan guru meningkat karena minat peserta terhadap media tanam hidrogel dan gantungan kunci serta menjadi peluang usaha bagi guru TK. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi guru terkait dengan tema biotik dan abiotik sehingga siswa dapat membandingkan teori dengan alam sekitar.
Penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) dalam Peningkatan Kualitas Dodol Tape di UMKM Raja Tape Kabupaten Bondowoso Rakhmadevi, Ade Galuh; Fadhila, Putu Tessa; Nurwahyuningsih, Nurwahyuningsih; Mardiyanto, Muhamad
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5616

Abstract

Good Manufacturing Practice (GMP) can improve the quality of one of the processed tape products, dodol tape, at UMKM Raja Tape 32 Bondowoso Regency by paying attention to several assessment aspects. This activity aims to improve the quality of dodol tape products so that they can increase consumer interest through the implementation of the GMP system. Service activities were conducted using counselling related to GMP material, providing equipment assistance to implement GMP and assistance in implementing GMP to see whether it is going well according to what is expected. The results of the service activities showed that most of the assessment aspects had met the assessment standards. However, two aspects sufficiently meet the assessment standards, namely production equipment and storage containers, and one assessment aspect that does not meet the standards, namely the recording and documentation aspects. Aspects of sufficient assessment can be carried out by providing tools that can help improve quality and for aspects that need to meet an understanding of the importance of recording and documentation. Good Manufcturing Practice (GMP) dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas salah satu produk olahan tape yaitu dodol tape di UMKM Raja Tape 32 Kabupaten Bondowoso dengan memperhatikan beberapa aspek penilaian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk dodol tape agar lebih dapat meningkatkan minat konsumen melalui terlaksananya sistem GMP. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan penyuluhan terkait materi GMP, pemberian bantuan alat sebagai salah satu upaya untuk penerapan GMP dan melakukan pendampingan penerapan GMP untuk melihat apakah sudah berjalan dengan baik sesuai apa yang diharapkan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa Sebagian besar aspek penilaian sudah memenuhu standar penilaian namun ada 2 aspek yang cukup memenuhi standar penilaian yaitu alat produksi dan wadah penyimpanan, dan 1 aspek penilaian yang tidak memenuhi standar yaitu aspek pencatatan dan dokumentasi. Aspek penilaian yang cukup memenuhi dapat dilakukan dengan pemberian alat sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas dan untuk aspek yang tidak memenuhi dilakukan pemahaman tentang pentingnya pencatatan dan dokumentasi.
Intervensi Edukasi Stunting di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Kamaludin, Tutang Muhtar; Adrianton, Adrianton; Pardosi, Restu; Labombang, Mastura; Fadjar, Adnan; F, Fahirah; Susilawati, Susi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i2.5475

Abstract

Stunting in children is still a major challenge in Indonesia, including in rural areas such as Sidera Village, Sigi Regency, Central Sulawesi. The Thematic Community Service Program (KKN) on Stunting aims to assist the government's efforts to accelerate the reduction in stunting rates by providing the community with education related to stunting prevention. Through this KKN, Tadulako University students are involved in activities integrating the Tri Dharma of Higher Education, especially in community service and student competency development. The methods included field observation, direct education, and collaboration with local health counsellors. Observations are carried out to identify factors that cause stunting, such as environmental conditions and nutritional parenting patterns in children. Counselling provides education on the importance of nutritional intake, environmental cleanliness, and healthy eating patterns as preventive measures. The results of the activities show an increase in community knowledge about the causes of stunting and intervention steps that can be taken to reduce the risk of stunting. In conclusion, this program has succeeded in increasing awareness in the Sidera Village community about the importance of stunting prevention. It is expected to be an effective education model for other areas. Stunting pada anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Stunting bertujuan membantu upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting dengan memberikan edukasi terkait pencegahan stunting kepada masyarakat. Melalui KKN ini, mahasiswa Universitas Tadulako terlibat dalam serangkaian kegiatan yang mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, edukasi langsung, serta kolaborasi dengan penyuluh kesehatan setempat. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab stunting, seperti kondisi lingkungan dan pola asuh gizi pada anak. Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan tentang pentingnya asupan gizi, kebersihan lingkungan, dan pola makan sehat sebagai langkah preventif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab stunting serta langkah- langkah intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko stunting. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Sidera tentang pentingnya pencegahan stunting dan diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif bagi wilayah lainnya.

Page 7 of 10 | Total Record : 100